Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA ANALOG

“ Penyearah Gelombang ”

oleh :
Khafizunnisa Septiana Murti
17302244006
Kelompok 4
Pendidikan Fisika C 2017

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2018/2019
“Penyearah Setengah Gelombang dan Gelombang Penuh”
Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi, FMIPA, UNY

I. Tujuan
Dalam percobaan kali ini, yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1. Mempelajari cara kerja rangkaian penyearah
2. Mengamati bentuk gelombang keluaran

II. Landasan Teori


Dioda merupakan komponen elektronik yang terdiri dari dua buah elektroda yaitu
anoda dan katoda yang digunakan untuk meratakan mengarahkan aliran ke satu jurusan,
yaitu dari anoda menuju katoda (Herman, 2007).
Kapasitor merupakan suatu alat elektronik yang terdiri dari konduktor dan isolator
yang mempunyai sifat sebagai penyimpan muatan listrik. Kapasitor memiliki fungsi
sebagai kopling, dilihat dari sifat dasar kapasitor yaitu dapat dilalui arus AC dan tidak
dapat dilalui arus DC, dapat dimanfaatkan untyk memisahkan 2 buah rangkaian yang
saling tidak berhubungan secara DC tetapi masih berhubungan dengan AC, artinya
sebuah kapasitor berfungsi sebagai kopling atau penghubung antara 2 rangkaian yang
berbeda. Kapasitor berfungsi sebagai filter pada sebuah power supply, maksudnya adalah
kapasitor sebagai ripple filter, disini sifat dasar kapasitor yaitu dapat menyimpan muatan
listrik yang berfungsi untuk memotong tegangan ripple (Herman, 2007).
Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang mengubah
gelombang sinus AC menjadi deretan pulsa DC. Ini merupakan dasar atau langkah awal
untuk memperoleh arus DC yang halus yang dibutuhkan oleh suatu perlalatan
elektronika. Bentuk dari suatu rangkaian penyearah pada rangkaian ini ialah rangkaian
penyearah gelombang penuh. (Malvino,2004:129)
Selain itu prinsip dari rangkaian penyearah setengah gelombang ini adalah pada
saat setengah gelombang pertama (puncak) melewati dioda bernilai positif menyebabkan
dioda dalam keadaan forward bias. Sehingga arus dari setengah gelombang pertama ini
bisa melewati diode. Pada setengah gelombang kedua (lembah) yang bernilai negetif
menyebabkan dioda dalam keadaan reverse bias, sehingga arus dan setengah gelombang
kedua yang bernilai negatif tidak dapat melewatkan dioda (Sutanto :1994 :124).
Rangkaian penyearah sederhana dan bentuk keluaranya:

Dari 0 sampai π arus dapat diteruskan karena pada saat itu diode terpanjar maju,
namun dari π hingga 2 π diode terpanjar mundur. Oleh karenanya, arus tidak dapat
mengalir. Rangkaian yang seperti itu disebut rangkain penyearah setengah gelombang.
Jika masukan nya V sebagai gelombang sinus, maka keluaranya dapat dituliskan :

Suatu voltmeter DC untuk masukanya adalah gelombang sinus sehingga tegangan yang
dikeluarkan oleh V dc adalah :

Sedangkan untuk Voltmeter AC mengukur tegangan V rms dan didapat nilai tegangan
Vac adalah :
III. Metode Percobaan
Alat dan Bahan
1. Dioda
2. Jepit Buaya
3. Trafo CT
4. Kapasitor
5. Resistor (1000 ohm)
6. Multimeter
7. Osciloscop
8. Kabel penghubung

Langkah Kerja :

a. Penyearah setengah gelombang


- Menyiapkan alat dan bahan
- Merangkai dioda dan RL secara seri
- Menyambungkan rangkaian ke sumber tegangan AC yaitu AFG
- Menaruh probe multimeter positif dan negatif ke RL dan probe Osiloskop CH1
di sebelah kiri dioda dan CH2 ke sebelah kanan dioda serta ground di bawah
RL.
- Mengamati grafik keluaran pada osiloskop
- Menggambar kurva sinus sebagai masukan pada sistem penyearah setengah
gelombang pada milimeter blok
- Menggambar grafik tegangan luaran pada hambatan RL
b. Penyearah setengah gelombang filter
- Menyiapkan alat dan bahan
- Merangkai dioda secara seri dengan kapasitor dan resistor dan rangkai secara
paralel kapasitor dan RL.
- Menyambungkan rangkaian ke sumber tegangan AC yaitu AFG.
- Menaruh probe multimeter positif dan negatif ke resistor dan probe Osiloskop
CH 1 ke sebelah kiri dioda CH 2 ke sebelah kanan dioda dan probe gorund ke
sebelah bawah resistor.
- Mengamati grafik keluaran dan menghitung Vrp-p pada osiloskop.
- Menghitung Vrp-p menggunakan persamaan 3.
- Mencatat data yang didapat.
c. Penyearah gelombang penuh tanpa filter
- Menyiapkan alat dan bahan
- Merangkai resistor ,kapasitor, dioda dan trafo speerti pada gambar.
- Menghungkan rangkaian ke sumebr tegangan PLN dengan cara menancapkan
trafo ke mencolokan tegangan AC PLN.
- Meletakkan probe multimeter positif ke resistor dan probe negatif ke ground.
- Meletakkan probe osiloskop CH1 ke sebelah kanan dioda dan probe CH2 ke
sebelah kiri resitor dan probe ground ke ground.
- Mengukur Vm dengan osiloskop.
- Mengukur Vdc dengan multimeter.
- Menggambar grafik keluaran osiloskop pada milimeter blok.
- Menghitung luasan grafik di milimeter blok.
- Membandingkan Vrms osiloskop dengan grafik integral keluaran osiloskop.
- Membandingkan Vdc pengukuran dan perhitungan.
- Mencatat hasil yang didapat

d. Penyearah gelombang penuh dengan filter


- Menyiapkan alat dan bahan
- Merangkai trafo, dioda, dan resistor seperti pada gambar.
- Meletakkan probe multimeter positif ke resistor dan probe negatif ke ground.
- Meletakkan probe osiloskop CH1 ke sebelah kanan dioda dan probe CH2 ke
sebelah kiri resitor dan probe ground ke ground.
- Mengukur Vmax pada masukan dengan osiloskop.
- Mengukur Vdc dengan multimeter
- Menghitung Vdc dengan menggunakan persamaan 5.
- Membandingkan Vdc hasil pengukuran dan perhitungan.
- Mengukur Vrp-p dengan osiloskop

Gambar Rangkaian :
1) Penyearah setengah gelombang (tanpa filter)

2) Penyearah setengah gelombang (dengan filter)

3) Penyearah gelombang penuh (tanpa filter)

4) Penyearah gelombang penuh (dengan filter)


IV. Data Percobaan
a. Penyerah Setengah Gelombang
Resistor = 1000 ohm
Kapasitor = 47 x 10-6 f
Frekuensi = 60 Hz

1.) Tanpa Filter

Bentuk Gelombang Resistor Vrms (V) Vdc (V) Vrms Vac Vm in Vm


(Ohm) (ac) (V) (V) (V) out
(dc) (V)

1 x 103 1,75 1,4 3,5

1,25 0,79 2,5

Analisis Matematis :
𝑉𝑚 2,5 𝑣 𝑉𝑚 2,5 𝑣
-) Vrms (ac) = = = 1, 25 V -) Vdc = = = 0,79 V
2 2 𝜋 3,14
𝑉𝑝𝑝
-)Vm in = = 2,5 V
2
𝑉𝑚 3,5 𝑣 𝑉𝑚 3,5 𝑣
-)Vrms (dc) = = = 1, 75 V -)Vac = = = 1,11 V
2 2 𝜋 3,14
𝑉𝑝𝑝
-) Vm out = 2 = 3,5 V

2.) Dengan Filter

Bentuk Gelombang Resistor C (f) Vdc (V) V rpp Vdc Vm (V) Vm


(Ohm) multi (V) out
(V)

1 x 103 3,01 2,7 3,5

47 x 10-6 6,8 8,5


Perhitungan :
𝑉𝑝𝑝 17 𝑣
-) Vm = = = 8,5 V
2 2
8,5 𝑣
-)Vrp-p = = 3,01 V
2,82

A. Penyearah Gelombang Penuh


Resistor = 1000 ohm
Kapasitor = 47 x 10-6 f
Frekuensi = 60 Hz

1) Gelombang Penuh Tanpa Filter

Bentuk Gelombang Vm in Vdc (V) V rms V in Vdc (V)


(V) teori (V) (V) multi
multi
8 5,09 5,65 6,4 5,2

Perhitungan :
3,2 𝑣 𝑥 5 𝑣 2𝑣𝑥8𝑣
-) Vm = =8V -) Vdc = 3,14
= 5,09 V
2
8𝑣
-) Vrms = = 5,65 V
1,41
2) Gelombang Penuh Dengan Filter
Bentuk Gelombang Vm in Vm out V rms Vrms V V out
(V) (V) (V) (V) out/Vrp- multi
multi p (V) (V)
7,5 1 5,3 6,4 1,7 7,4

Perhitungan :
3𝑣𝑥5𝑣 15 1𝑣
-) Vm = = = 7,5 V -) Vrp-p = = 1,7 V
2 2 5,64
7,5 𝑣
-) Vrms = = 5,3 V
1,41

V. Pembahasan
Praktikum ini dilakukan melalui dua macam pengambilan data yaitu data penyearah
setengah gelombang dan data penyearah gelombang penuh. Keduanya memiliki besar
tegangan berbeda. Sinyal yang tergambar oleh osciloscop pada rangkaian penyearah
setengah gelombang masih terdapat reak/repeal. Hal tersebut ditunjukkan oleh bentuk sinyal
gelombang yang tidak dapat membentuk garis lurus atau masih membentuk gelombang.
Sedangkan pada sinyal oleh rangkaian penyearah satu gelombang penuh tergambar bahwa
sinyal sudah mulai membentuk garis lurus hampir sempurna. Hal ini disebabkan pada
rangkaian penyearah satu gelombang digunakan kapasitor sebagai filter atau regulasi atau
penyaring reak/repeal (yang mengakibatkan gelombang tidak dapat berbentuk lurus)
sehingga pada rangkaian penyearah satu gelombang ini sudah mulia terbentuk garis lurus
meskipun hampir sempurna. Pada data pertama oleh penyearah setengah gelombang yang
didapat adalah gelombang sinus. Berbentuk setengah karena gelombang ini merupakan
gelombang arus bolak-balik yang senantiasa berubah terhadap waktu. Namun, setelah
melewati komponen diode bentuk gelombang akan berubah menjadi setengah nya. Hal
tersebut menunjukkan bahwa saat gelombang tersebut melewati komponen diode maka
gelombang tersebut akan diserahkan oleh diode. Namun, keluaran yang muncul masih dalam
bentuk gelombang yang kasar. Maka dari itu, perlunya ada penyaring atau regulasi supaya
gelombang berbentuk lebih lembut. Regulasi tersebut dinamakan sebagai kapasitor yang
berfungsi menampung muatan. Ketika kapasitor dirangkai seri denganresistor maka akan
dinamakan sebagai tapis yang memiliki fungsi sama seperti regulasi. Pada rangkaian kami
menggunakan resistor sebesar 1000 ohm ddan nilai kapasitor sebesar 0,000047 f.
Data yang diperoleh pada rangkaian penyearah setengah gelombang tanpa filter didapat
nilai tegangan dc sebesar 0,79 V sedangkan pada tegangan rms dc sebesar 1,25 V. Hal
tersebut bernilai sama karena apabila pada tegangan dc dilakukan pembulatan ke angka 1
maka tentu jarak antara nilai pada tegangan dc dengan tegangan rms dc tidak jauh berbeda.
Pada data tegangan ac didapat nilai sebesar 1,11 V sedangkan pada tegangan rms ac di dapat
nilai sebsar 1,75 V. pada data ini terjadi perbedaan hasil akhir namun masih dalam batas.
Data yang diperoleh pada rangkaian penyearah gelombang dengan filter tentu berpengaruh
dengan kapasitor yang digunakan sebagai penyaring atau tapis. Diperoleh besar nilai
tegangan dc dengan pengukuran pada multimeter yaitu 6,8 V sedangkan pada perhitungan
diperoleh 2,7 V. perbedaan yang sngat jauh dan signifikan pada hasil data tegangan dc
diakibatkan oleh penggunakan kapasitor dengan nilai resistansi yang belum sesuai/tepat.
Pada pengukuran multimeter kesalahan dalam pembacaan skala bisa memungkin terjadi
adanya perbedaan nilai yang terlampau jauh. Selain itu pada rangkaian dengan adanya
pengaruh factor pada setiap komponen nya.
Pada sinyal yang tergambar oleh osciloscop pada rangkaian penyearah satu gelombang
penuh berbentuk gelombang sinus pada gelombang input sama seperti rangkaian penyearah
setengah gelombang pada gelombang input. Namun perbedaan pada satu gelombang penuh
terdapat pada penggunaan filter dengan memperkecil riak atau repeal penyebab gelombang
tidak dapat berbentuk (Rl) pada rangkaian satu gelombang penuh, maka isyarat isyarat
keluaran gelombangnya akan berbentuk deretan gelombang positif penuh sedangkan
gelombang negtaif akan terputus/terpotong. Hal ini yang menjadi prinsip kerja dari
penyearah gelombang penuh yaitu menyearahkan isyarat positif secara penuh dan memotong
isyarat negative pada keadaan diode terpanjar maju. Data yang diperoleh pada gelombang
penyearah satu gelombang penuh dengan filter menunjukkan besar tegangan dc yaitu 7,4 V
dan tegangan ac sebesar 6,2 V. pada perhitungan tegangan rms secara multimeter dan teori
terdapat perbedaan angka yaitu ketika tegangan rms diukur dengan multi menunjukkan
angka sebesar 6,4 V sedangkan pada tegangan rms hitung/teori menunjukkan angka sebsar
5,3 V. Pada data penyearah satu gelombang tanpa filter diperoleh data tegangan dc menurut
teori/hitung sebesar 5,09 V sedangkan tegangan dc menurut multimeter sebesar 5,20 V.
berdasarkan angka pembulatan angka tersebut masih dikategorikan dalam satu batas. Jadi,
antara besar tegangan dc secara multimeter dan tegangan dc secara perhitungan tidak jauh
berbeda. Namun, berbeda ketika perhitungan pada tegangan rms secara multimeter didapat
besar nilai 6,4 V dan tegangan rms secara teori atau perhitungan didapat besar nilai 5,65 V.
meskipun jaraknya tidak terlalu jauh atau masih dikatergorikan dalam batas wajar, tapi tetap
saja ada perbedaan perhitungan. Sama halnya pada penyearah setengah gelombang,
perbedaan hasil secara percobaan dan secara perhitungan berbeda pada penggunaan
kapasitor. Namun dalam data percobaan yang diperoleh sudah menunjukkan bahwa
penggunaan kapasitor mempengaruhi tegangan keluaran yaitu dengan penggunaan kapasitor
bentuk gelombang sudah mendekati lembut atau lurus. Dalam artian lain bahwa riak yang
terdapat pada rangkaian penyearah satu gelombang penuh akan berkurang dengan adanya
penambahan kapasitor. Tentu apabila kapasitor yang digunakan memiliki konsentrasi atau
nilai yang besar maka kemungkinan besar reak yang terdapat pada rangkaian dapat hilang
sepenuhnya dan menyisakan gelombang penyearah yang lebih lurus sesuai dengan teori
yang berlaku.

VI. Kesimpulan
1. -) Prinsip Penyearah Setengah Gelombang
Pada penyearah setengah gelombang diode berlaku sebagai penghantar selama
putaran setengah postif dan tidak berlaku sebagai penghantar pada setengah siklus
negative, sehingga dinamakan sebagai sinyal setengah gelombang. Hal ini terjadi
karena diode berada dalam keadaan bias maju yang melewatkan deretan pulsa positif
dan memotong deretan pulsa negative pada gelombang masukan. Akibatnya
gelombang keluaran akan menjadi deretan pulsa positif setengah gelombang. Namun,
keluaran yang terbentuk masih merupakan gelombang kasar. Untuk menghalskan
gelombang keluaran tersebut maka dipasang kapasitor pada rangkaian yang berfungsi
menyaring gelombang keluaran sehingga terbentuk gelombang yang lebih halus.

-) Prinsip Penyearah Satu Gelombang Penuh


Ketika gelombang input melewati diode dan sebuah hambatan beban pada rangkaian
penyearah gelombang penuh maka isyarat keluaran gelombangnya aka bertebntuk
deretan gelombang postif penuh dan gelombang negative akan terpotong. Hal ini
yang menjadi prinsip kerja dari penyearah gelombang penuh yaitu menyearahkan
isyarat positif secara penuh dan memotong isyarat negative pada keadaan diode
terpanjar maju.
2. Gelombang keluaran pada penyearah setengah gelombang merupakan keluaran yang
masih kasar disbanding penyearah gelombang penuh. Penggunaan kapasitor juga
dapat mempengaruhi gelombang keluaran semakin besar nilai kapasitor yang
digunakan maka gelombang semakin halus.

DAFTAR PUSTAKA

Dwi, Herman Surjono. 2007. Elektronika Teori dan Penerapan. Jawa Timur Cerdas Ulet
Kreatif
Malvino. 2004. Prinsip-prinsip Elektronika Buku Satu. Jakarta: Salemba Teknika
Sutanto. 1994. Rangkaian Elektronika. Depok: Universitas Indonesia.

Permono. 2016. Penyearah Gelombang Penuh dan Setengah.


http://belajarelektronika.net/penyearah-gelombang-penuh-dan-setengah/ (Diakses pada 28
Oktober pukul 18.45 WIB)