Anda di halaman 1dari 7

PROVISION

 PROVISI Merupakan liabilitas yang jumlah dan waktunya belum diketahui dengan pasti.
Perusahaan dapat mengakui adanya provisi jika ada beberapa kondisi:

1. Perusahaan mempunyai kewajiban saat ini sebagai akibat peristiwa masalalu (misalnya
penjualan)
2. Memungkinkan arus keluar sumber daya yang mempunyai manfaat ekonomis untuk
menyelesaikan kewajiban tersebut.
3. Estimasi dari jumlah kewajiban dapat diukur secara andal.

 Perkara Pengadilan, Klaim dan Pengenaan

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan:

1. periode waktu dimana penyebab tindakan yang mendasari terjadi


2. probabilitas hasil yang tidak menguntungkan
3. kemampuan untuk membuat estimasi yang layak mengenai jumlah kerugian

 Biaya Jaminan dan Garansi Perusahaan menggunakan 2 metode dasar akuntansi untuk
biaya jaminan:

1. metode dasar kas biaya jaminan dicatat sebagai beban pada saat dikeluarkan
2. metode akrual biaya jaminan dibebankan ke beban operasi pada tahun berjalan. Ada dua
pendekatan dalam metode akrual, yaitu Expense Warranty Approach dan Sales Warranty

Approach.

 Expense Warranty Approach

Contoh kasus, Denson Machinery Co. memulai usaha pada 1 Juli 2011, hingga 31 Desember
2011 menjual mesin sebanyak 100 unit dengan harga $5.000. berdasarkan pengalaman masalalu,
Denson Co. mengestimasikan kos untuk garansi sebesar $200 per unit. Garansi yang muncul
pada tahun 2011 yaitu sebanyak $4.000 dan tahun 2012 diestimasikan sejumlah $16.000. jurnal
yang dibutuhkan.

Penjualan

Cash or Accounts Receivable 500.000

Sales` 500.000

Pada akhir periode mencatat:

Biaya garansi aktual selama Juli – Desember


Warranty expense 4.000

Cash. Inventory / Accrued Payroll 4.000

Mengakui utang garansi yang akan datang

Warranty expense 16.000

Warranty Liability 16.000

 Sales Warranty Approach

Contoh: Hanlin menjual mobil senilai $20.000 dan memberikan dan akan memberikan garansi
(servis untuk 36.000 mil pertama atau selama 3 tahun). Untuk itu, pembeli membeli jaminan
garansi seharga $600. Ayat jurnal yang dibutuhkan:

Penjualan

Cash 20.600

Sales 20.000

Unearned warranty revenue 600

Untuk mengakui pendapatan garansi pada akhir periode

Unearned warranty revenue 200

Warranty revenue 200

Untuk mencatat biaya misalnya tahun pertama biaya yang muncul $195:

Warranty expense 195

Cash / inventory / accrued payroll 195

CONTINGENCIES

 KONTINJENSI

Adalah suatu kondisi, situasi, atau serangkaian situasi yang ada yang melibatkan ketidakpastian
mengenai keuntungan (keuntungan kontinjensi) atau kerugian (kerugian kontinjensi) untuk
perusahaan yang pada akhirnya akan diketahui ketika satu atau lebih kejadian di masa depan
terjadi atau tidak terjadi.

 Contingent Liabilities
Merupakan situasi yang melibatkan ketidakpastian atas kemungkinan terjadinya kerugian.
Kewajiban kontinjen adalah kewajiban yang bergantung pada terjadinya atau tidak terjadinya
satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut bergantung kontinjensi.

Suatu estimasi kerugian kontinjensi harus diakrualkan dengan membebankan- nya ke beban dan
kewajiban dicatat hanya jika kedua kondisi ini terpenuhi:

1. Informasi yang tersedia sebelum penerbitan laporan keuangan menunjukkan


kemungkinan besar kewajiban telah terjadi pada tanggal laporan keuangan.
2. Jumlah kerugian dapat diestimasi dengan layak

 Contingent Assets

Adalah klaim atau hak untuk menerima aktiva (atau memiliki kewajiban yang menurun) yang
keberadaannya tidak pasti tetapi pada akhirnya mungkin menjadi sah. Contoh: Penerimaan yg
mungkin atas uang dari hadiah sumbangan, bonus,dsb. Kemungkinan restitusi pajak, penundaan
kasus pengadilan yg hasilnya mungkin menguntungkan

Penyajian dan Analisis

Penyajian Kewajiban Lancar

Jika kewajiban jangka pendek dikeluarkan dari kewajiban lancer karena pendanaan kembali
maka catatan atas laporan keuangan arus mencakup:

1. penjelasan umum mengenai perjanjian pendanaan


2. persyaratan dari setiap kewajiban baru yang terjadi atau akan terjadi
3. persyaratan dari setiap sekuritas ekuitas yang diterbitkan atau akan diterbitkan

Penyajian Kontinjensi

Beberapa kewajiban kontinjen lain yang harus diungkapkan meskipun perusahaan kemungkinan
kerugiannya kecil adalah sbb:

1. jaminan atas hutang pihak lain


2. kewajiban bank komersial menurut “stand by letters of credits”
3. jaminan untuk membeli kembali piutang (atau property lain yang berhubungan) yang
telah dijual atau diberikan.
PT ABC menjual produk berupa CD player. Berdasarkan pengalaman masa lalu diperoleh fakta
bahwa untuk rata-rata 1000 produk yang dijual dalam setahun :

– Biaya untuk klaim garansi kerusakan berat adalah sebesar Rp. 10.000.000 dengan
probabilitas 10%

– Biaya untuk klaim garansi kerusakan berat adalah sebesar Rp. 20.000.000 dengan
probabilitas 30%

– Probabilitas pelanggan tidak melakukan klaim adalah 60%.

Dari fakta di atas dapat dihitung estimasi biaya garansi sebesar 10% (10.000.000) + 30%
(20.000.000) + 60% (0) = Rp. 7.000.000. dan entitas dapat menjurnal :

Warranty Expense 7.000.000

Warranty Payable (Provisi) 7.000.000

2. Perkara Hukum (Law Suit)

PT XYZ sedang mengalami perkara pengadilan karena masalah hak cipta dan posisi perkara
memberatkan perusahaan. Berdasarkan pendapat hukum pengacara perusahaan didapat 3
kemungkinan hasil dari perkara tersebut sebagai berikut :

– PT XYZ harus membayar penalty sebesar $ 1,000,000 dalam jangka waktu 2 tahun
(probabilitas : 60%, peluang terjadinya paling mungkin).

– PT XYZ harus membayar penalty sebesar $ 2,000,000 dalam jangka waktu 3 tahun
(probabilitas 10%, worst scenario).

– PT XYZ harus membayar penalty sebesar $ 500,000 dalam jangka waktu 1 tahun
(probabilitas 30%, best scenario).

Dengan tingkat bunga diskonto 5%, maka besarnya provisi yang dapat diakui entitas dapat
diukur sebagai berikut :
Dibulatkan menjadi $ 860,000, maka jurnal yang dicatat adalah :

Legal Expense 860,000

Legal obligation (Provisi) 860,000

3. Onerous Contract (Kontrak Memberatkan)

Adalah kontrak dimana biaya yang tak dapat terhindarkan untuk melaksanakan kontrak tersebut
melebihi manfaat yang diperoleh. Contoh : PT DEF menyewa tanah dan bangunan dari PT RST
selama 4 tahun dengan bentuk sewa operasi dan menjalankan produksinya di tempat itu. Pada
tahun ke 2, PT DEF karena pertimbangan tertentu memindahkan pabriknya ke tempat lain,
namun tidak dapat membatalkan sewa operasi dengan PT RST untuk sisa 2 tahun. Demikian juga
PT DEF tidak dapat menyewakan tanah dan bangunan tersebut kepada pihak lain (sublease).
Karena kondisi tersebut maka PT DEF dapat mencatat sisa beban sewa 2 tahun tersebut sebagai
provisi pada tanggal neraca.

4. Restrukturisasi

Restrukturisasi menimbulkan kewajiban konstruktif berupa pembayaran pesangon untuk


karyawan yang di-PHK atau dipindahtugaskan. Entitas dapat mencatat provisi atas kewajiban
konstruktif yang timbul jika entitas telah memiliki rencana formal yang detail terkait
restrukturisasi yang meliputi :

– Bisnis atau bagian usaha yang akan ditutup

– Lokasi utama yang dipengaruhi

– Lokasi, fungsi, dan perkiraan jumlah tenaga kerja yang diberikan kompensasi atas
pemutusan hubungan kerja

– Pengeluaran yang akan terjadi

– Saat penerapan rencana tersebut

LIABILITAS KONTINJEN
Didefinisikan sebagai : kewajiban yang mungkin terjadi (possible), sebagai akibat dari peristiwa
masa lalu, dan keberadaannya akan dikonfirmasikan dengan terjadinya atau tidak terjadinya satu
atau lebih peristiwa di masa depan yang belum pasti dan di luar kendali entitas.

Liabilitas kontinjensi yang bersifat signifikan dan dapat diprediksi (walaupun bukan berupa
estimasi yang handal) dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan, sedangkan yang tidak
diabaikan.

RANGKUMAN PERBEDAAN PROVISI DAN LIABILITAS KONTINJENSI

DAFTAR PUSTAKA

1. Nelson Lam, Peter Lau, Intermediate Financial Reporting an IFRS Perspective, 1st
edition, Mc Graw Hill, Singapore.
2. Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) 57 : Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan
Aset Kontinjensi, Revisi 2009, Ikatan Akuntan Indonesia, Jakarta