Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA ANALOG

“ Karakterisasi Dioda ”

oleh :

Khafizunnisa Septiana Murti

17302244006

Kelompok 4

Pendidikan Fisika C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2018
KARAKTERISTIK DIODA

Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi, FMIPA UNY

I. Tujuan
1. Mengetahui karakteristik diode pada keadaan terpanjar maju dan terpanjar mundur.
2. Menggambar grafik I-V dari diode pada keadaan terpanjar maju dan terpanjar mundur.

II. Landasan Teori

Dioda adalah suatu komponen elektronik yang dapat melewatkan arus pada satu arah saja.
Ada berbagai macam diode, yaitu diode tabung, diode sambungan p-n, diode kontak titik (point-
contact diode) dan sebagainya. Diode memegang peranan sangat penting dalam elektronika,
diantaranya adalah untuk menghasilkan tegangan searah dari tegangan searah dari tegangan
bolak-balik, untuk mengesan gelombang radio, untuk membuat berbagai bentuk gelombang
isyarat,untuk mengatur tegangan searah agar tidak berubah dengan beban maupun dengan
perubahan teganan jala-jala (PLN), untuk saklar elektronik, LED, laser semikonduktor,
mengesan gelombang mikrodan lain-lain.Dioda merupakan salah satu komponen elektronika
yang termasuk komponen aktif. Dioda dibangun dengan cara menghubungkan semikonduktor
tipe p dan tipe n. Ketika tidak ada tegangan terhubung pada dioda, hole –hole pada
semikonduktor tipe p dan elektron-elektron bebas pada semikonduktor tipe n akan
berekombinasi. Hole dan elektron yang berekombinasi akan memunculkan ion positif dan negatif
dan membentuk lapisan pengosongan. Ketika dioda tidak dihubungkan dengan tegangan luar,
elektron dan hole akan berhenti berekombinasi jika terbentuk medan listrik dengan nilai tertentu
pada lapisan pengosongan.

Kondisi bias mundur merupakan


pemberian tegangan luar secara negatif yaitu
terminal positif ke anoda dioda dan terminal positif ke katoda dioda.

Pada kondisi ini lapisan pengosongan akan semakin melebar


karena elektron akan tertarik ke terminal positif dan hole ke
terminal negatif sehingga aliran arus mayoritas tidak ada.

Gambar 2. Kondisi bias maju pada diode

Untuk tegangan terpanjar maju, yaitu terminal positif


dihubungkan ke katoda dioda dan terminal negatif ke anoda dioda,
lapisan pengosongan semakin mengecil. Arus diode dari pembawa
mayoritas akan mengalir (Nashelsky, n.d.) .

Gambar 2. Kondisi bias maju pada diode

III. Metode Percobaan

Alat dan Bahan :


1. Power Supply
2. Multimeter
3. Osciloscop
4. Dioda
5. Resistor 1000 ohm
6. Kabel Penghubung
7. Project Board

Langkah Kerja :
+88.8
Volts

1. Menyiapkan alat dan bahan


2. Menentukan polaritas dioda D1
+88.8
R1
Amps 1k
DIODE
3. Memberikan tegangan terpanjar maju pada dioda

BAT1
4. Mengukur tegangan dari power supply menggunakan multimeter.
5. Mengukur tegangan keluaran dari dioda

+88.8
Volts
menggunakan multimeter.
6. Mengukur besar arus yang keluar dari diode D1 R1
+88.8

menggunakan multimeter. DIODE


Amps 1k

7. Melakukan pengukuran seperti sebelumnya pada


BAT1
diode yang lain.
8. Menggambar hubungan I-V pada dioda
9. Mengulangi langkah percobaan untuk terpanjar mundur

IV. Data Percobaan

BIAS MAJU

No. VS VD VR ID IR
(V) (V) (V) (A) (V)
1. 0,1 0,1 0 0,1 0,1
2. 0,2 0,2 0 0,2 0,2
3. 0,3 0,3 0 0,25 0,25
4. 0,4 0,4 0 0,35 0,35
5. 0,5 0,5 0 0,4 0,4
6. 0,6 0,5 0,1 0,5 0,5
7. 0,7 0,5 0,2 0,6 0,6
8. 0,8 0,55 0,25 0,65 0,65
9. 0,9 0,55 0,35 0,8 0,8
10. 1 0,55 0,45 1 1
11. 1,5 0,6 2,2 1,5 1,5
12. 2 0,6 4,4 2 2
13. 3 0,6 5,4 3 3
14. 5 0,6 8,4 5 5
15. 9 0,6 9,2 9 9
16. 10 0,7 12,3 10 10
17. 13 0,7 14,3 13 13
18. 15 0,7 16,3 15 15
19. 17 0,7 18,3 17 17
20. 20 0,7 19,3 20 20

25

20

15

Series1
10

0
0 0.2 0.4 0.6 0.8

BIAS MUNDUR

No. VS VD VR ID IR
(V) (V) (V) (A) (V)
1. 0,1 0,1 0 0 0
2. 0,2 0,2 0 0 0
3. 0,3 0,3 0 0 0
4. 0,4 0,4 0 0 0
5. 0,5 0,5 0 0 0
6. 0,6 0,6 0 0 0
7. 0,7 0,7 0 0 0
8. 0,8 0,8 0 0 0
9. 0,9 0,9 0 0 0
10. 1 1 0 0 0
11. 1,5 1,5 0 0 0
12. 2 2 0 0 0
13. 3 3 0 0 0
14. 5 5 0 0 0
15. 9 9 0 0 0
16. 10 10 0 0 0
17. 13 13 0 0 0
18. 15 15 0 0 0
19. 17 17 0 0 0
20. 20 20 0 0 0

0.8

0.6

0.4 Series1

0.2

0
0 10 20 30

V. Pembahasan

Pada tanggal 25 September 2018 kami melakukan penelitian mengenai karakteristik


diode menggunakan resistor sebesar 1000 ohm. Pada penelitian ini kami menggunakan power
supply, osciloscop serta multimeter sebagai alat bantu dalam pengambilan data pada percobaan
kami. Praktikum yang kami lakukan menggunakan dua macam karakteristik yaitu bias maju
(forward bias) dan bias mundur (reverse bias). Pada masing-masing data kami mengambil
sampel sebanyak 20 data pada tegangan sumber (Vs) yang kami lakukan pada power supply dan
multimeter. Data tersebut terdiri mulai dari Vs sebesar 0,1 V sampai 20 V untuk masing-masing
karakter. Tegangan sumber yang kami jadikan sampel nantinya akan mempengaruhi data yang
akan kita ambil berupa tegangan diode (Vd), arus diode (Id), arus hambatan (Ir) serta tengangan
hambatan (VR) baik untuk bias maju maupun bias mundur. Sedangkan, untuk mengukur
tegangan diode (Vd), arus diode (Id), arus hambatan (Ir) serta tegangan hambatan (Vr) kami
menggunakan bantuan alat osciloscop dengan meletakkan kabel pada chanel 1 (ch 1) untuk
melihat grafik yang muncul pada rangkaian yang ada pada project board. Pengambilan data pada
osciloscop umumnya dapat dilihat melalui layar osciloscop itu sendiri, namun pada percobaan
kami grafik yang muncul tidak dapat dilihat perubahanya signifikan dikarenakan pembacaan
yang kurang presisi. Maka dari itu, kami menggunakan bantuan multimeter untuk melihat secara
presisi perubahan pada grafik yang tertera pada layar osciloscop. Pembacaan untuk pengukuran
tegangan diode (Vd) dan tegangan hambatan (Vr) pada multimeter dengan cara mengatur posisi
satuan multimeter dalam perhitungan tegangan atau voltmeter, sedangkan untuk mengukur arus
diode (Id) dan arus hambatan (Ir) dengan cara mengatur posisi satuan multimeter dalam
perhitungan kuat arus atau amperemeter. Setelah menggunakan bantuan multimeter dalam
pembacaan tegangan maupun kuat arus diode dan hambatan barulah kami mendapatkan data
berupa angka yang tertera di layar multimeter sesuai dengan tegangan sumber (Vs) yang
disalurkan.

Pada data pertama untuk bias maju (forward bias) kami mengambil sampel sebanyak 20
data untuk tegangan sumber (Vs) yang sudah tertera pada tabel data percobaan diatas. Pada data
diatas kami memperoleh hasil percobaan tegangan diode (Vd) untuk tegangan sumber (Vs) 0,1 V
sampai dengan 0,4 V adalah sama, sedangkan pada tegangan sumber (Vs) 0,5 V sampai dengan
20 V kami memperoleh data yang hampir sama atau konstan untuk Vs tertentu. Hal tersebut
dikarenakan jika tegangan sumber (Vs) bertambah maka tengangan diode (Vd) dan tegangan
hambatan (Vr) jika akan bertambah. Pada data percobaan tegangan hambatan (Vr) mulai
menunjukkan angka pada Vs 0,6 V dikarenakan pada tegangan diode (Vd) ketika diberi tegangan
sumber (Vs) sebesar 0,1 V sudah mulai menunjukkan angka yaitu 0,1 V untuk tegangan diode
(Vd). Apabila hal tersebut disesuaikan dengan teori yang menyatakan bahwa tegangan sumber
(Vs) merupakan penjumlahan dari tegangan diode (Vd) dan tegangan hambatan (Vr), maka data
yang kami ambil adalah benar. Sedangkan dalam pengambilan data Vd tidak sampai melebihi
0,7 V hal tersebut dikarenakan belum adanya gaya barrier yang muncul atau tegangan belum
mencapai break down voltage yaitu tegangan minimum dimana diode akan bersifat sebagai
konduktor. Maka dari itu, pada grafik bias maju yang tertera menunjukkan adanya garis yang
konsisten kemudian mencapai perubahan angka secara signifikan.

Pada data kedua untuk bias mundur (reverse bias) kami mengambil sampel sebanyak 20
data untuk tegangan sumber (Vs) yang sudah tertera pada tabel data percobaan diatas. Pada data
bias mundur hasil dari percobaan perhitungan tegangan hambatan (Vr), arus diode (Id) serta arus
hambatan (Ir) adalah nol. Hal tersebut dikarenakan diode tidak dapat mengalirkan arus karena
ada batasnya yaitu belum mencapai kondisi break down voltage yang ketika tegangan sumber
(Vs) melebihi 50 V. Maka dari itu pada bias mundur hambatan (Vr), arus diode (Id) serta arus
hambatan (Ir) konstan yaitu nol yang apabila dibentuk grafik maka hanya seperti garis lurus yang
konsisten akibat besar hambatan (Vr), arus diode (Id) serta arus hambatan (Ir) adalah nol.

VI. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Pada bias maju terdapat tolak menolak yang menyebabkan lapisan pengosongan semakin
menyempit dan arus dapat melewati rangkaian tersebut. Pada bias mundur terdapat tarik
menarik yang menyebabkan lapisan pengosongan semakin melebar sehingga menyebabkan
arus listrik sulit mengalir pada rangkaian.
2. Hubungan grafik I-V pada diode saat bias maju dan bias mundur adalah sebagai berikut :

Grafik Bias Maju

25

20

15
Series1
10

0
0 0.2 0.4 0.6 0.8
Grafik Bias Mundur
1

0.8

0.6
Series1
0.4

0.2

0
0 10 20 30

VII. Daftar Pustaka


1. Boylestad and Nashelsky. (1992). Electronic Devices and Circuit Theory, 5th ed.
Engelwood Cliffs, NJ: Prentice-Hall, Inc.
2. Milman & Halkias. (1972). Integrated Electronics: Analog and Digital Circuits and
Systems.Tokyo: McGraw-Hill, Inc.