Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai mahluk hidup, manusia memiliki berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi
untuk menjaga kelangsungan hidupnya sendiri. Tanpa disadari oleh manusia, pemenuhan
kebutuhan melalui berbagai macam kegiatan ini telah menimbulkan kerugian yang harus
ditanggung bukan saja oleh manusia namun juga oleh seluruh mahluk hidup yang bersentuhan
langsung dengan kegiatan tersebut. Kegiatan ini menyebabkan munculnya sisa-sisa hasil
kegiatan yang tidak digunakan atau dibuang oleh manusia dan memberikan dampak negatif
bagi lingkungan, yaitu limbah dan sampah. Banyak sekali permasalahan yang terjadi seputar
pengelolaan limbah khususnya limbah hasil kegiatan industri yang mengandung unsur bahan
berbahaya dan beracun (B3). Bahan berbahaya dan beracun menjadi sebuah ancaman bagi
kelestarian lingkungan yang memerlukan keseimbangan dalam lingkaran rantai ekosistem.

Berbagai macam negara di dunia saat ini menghasilkan sampah yang beraneka ragam, salah
satunya sampah B3 ini. Sampah B3 seharusnya dikelola dengan baik, perlu adanya perhatian
khusus dalam penanganan sampah B3. Beberapa negara sudah memiliki dan menerapkan
peraturan mengenai pengelolaan sampah B3. Salah satunya negara Indonesia yang juga
mempunyai peraturan sendiri mengenai B3.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun masalah yang akan dibahas pada penulisan makalah kali ini adalah:

1. Apa saja isi peraturan pengelolaan limbah B3 di Indonesia menurut PP no. 101 tahun 2014?
2. Apa saja perbedaan peraturan pengelolaan limbah B3 menurut PP no. 101 tahun 2014 di
Indonesia dengan di negara lain?

1.3 Tujuan Penulisan

Berikut tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui isi peraturan pengelolaan B3 di Indonesia menurut PP no. 101 tahun


2014;
2. Melihat perbandingan peraturan pengelolaan limbah B3 di Indonesia menurut PP
no. 101 tahun 2014 dengan negara lain.
BAB II

2.1 Ringkasan PP no. 101 tahun 2014


Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat B3 adalah zat, energi, dan/atau
komponen lain yang karena sifat, k onsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk
hidup lain. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disebut Limbah B3 adalah
sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3.
3. Peraturan di Indonesia Mengenai Limbah B3
Untuk memelihara kelestarian lingkungan serta mencegah agar wilayah Republik Indonesia
tidak menjadi tempat pembuangan limbah berbahaya, Pemerintah Indonesia telah
menerbitkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 18 tahun 1999 juncto
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 85 tahun 1999 tentang Pengelolaan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Pada pasal 1 dijelaskan Limbah bahan berbahaya
dan beracun, disingkat limbah B3, ada1ah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang
mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya
dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan
dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup,
kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Pengelolaan limbah B3
ada1ah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan,
pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan penimbunan limbah B3. Pengolahan limbah
B3 adalah proses untuk mengubah karakteristik dan komposisi limbah B3 untuk
menghilangkan dan/atau mengurangi sifat bahaya dan/atau sifat racunPengelolaan limbah B3
bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup
yang diakibatkan oleh limbah B3 serta melakukan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah
tercemar sehingga sesuai fungsinya kembali. Limbah B3 dapat diidentifikasikan menurut sumber
dan atau uji karakteristik dan atau uji toksikologi
Jenis limbah B3 menurut sumbernya meliputi:
1. Limbah B3 dari sumber tidak spesifik;
2. Limbah B3 dari sumber spesifik;
3. Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan, bekas kemasan, dan buangan produk yang
tidak memenuhi spesifikasi.
4. Perincian dari masing-masing jenis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seperti tercantum dalam
lampiran I Peraturan Pemerintah

2. Peraturan di Luar Negeri Mengenai Limbah B3

The Hazardous Waste Regulation yang mulai berlaku sejak Juli 2005 mengatur agar pemerintah
mengontrol dan melacak limbah B3 di Inggris dan Wales. Peraturan ini memperkenalkan proses
registrasi limbah dan sistem rerbaru untuk merekam perpindahan limbah B3. Adapun prosedur
persyaratan yang harus dipenuhi oleh industri maupun komersial yang memproduksi lebih dari 500 kg
limbah B3 sebelum melakukan pengelolaan dan pemindahan limbah B3 sesuai aturan Environment
Agency adalah:

1. Tidak ada limbah B3 yang dapat dikumpulkan dari tempat penghasilnya yang tidak
terdaftar;
2. Penghasil limbah B3 yang tidak mendaftarkan perusahaan mereka akan dikenai sanksi
pelanggaran;
3. Kontraktor limbah yang memindahkan limbah dari situs yang tidak terdaftar akan
dikenai sanksi pelanggaran;
4. Produsen limbah perlu memberikan bukti kepada kontarktor limbah (melalui nomor
kode register) bahwa mereka telah terdaftar di Environment Agency
5. Registrasi penghasil limbah B3 harus diperbaharui setiap tahun.

Berdasarkan peraturan, pemindahan limbah dikontrol oleh sistem dokumentasi yang harus
dilengkapi setiap kali limbah akan dipindahkan dari lokasi awalnya. Dari perspektif penghasil
limbah itu formulir yang paling penting adalah Catatan Konsinyasi (Consigment note) atau nota
pengiriman. Formulit ini harus selesai sebelum limbah dipindahkan dan informasi rinci harus
dicantumkan di dalamnya, termasuk:

1. Deskripsi dari jenis limbah B3 secara terperinci


2. Proses produksi yang menyebabkan timbulnya limbah
3. Kuantitas limbah B3
4. Bahan kimia atau komponen biologi beserta konsentrasinya
5. Kode limbah B3
6. Jenis, ukuran, dan jumlah kontainer penampung limbah B3
7. Tujuan pemindahan limbah B3
8. Kode-kode lain yang dianggap perlu.

REFERENSI
Anonymous. 2012. Hazardous Waste (England and Wales) Regulations 2005.
Wastecare.co.uk. Tanggal akses: 6 Februari 2012
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya Dan Beracun
Peraturan Pemerintah No. 85 Tahun 1999 Tentang : Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No.
18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun