Anda di halaman 1dari 25

TUGAS AKHIR

MODUL5: STRATEGI PEMBELAJARAN

Setelah Saudara mendalami materi mata kegiatan: model-model pembelajaran,


mediapembelajaran, pengembangan bahan ajar, dan terakhir perencanaan pembelajaran,
kemampuanmemahami kompetensi pedagogik hampir purna. Untuk mengukur tingkat kepurnaan
tersebut,kerjakan tugasberikut:
1. Susun perangkat pembelajaran mata pelajaran yang Saudara ampu untuk satu kompetensi
dasar. Adapun perangkat pembelajaran yang dimaksud terdiri dari:
a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik
b. Mendesain atau membuat media pembelajaran yang relevan (minimal media
presentasidengan powerpoint)
2. Anda telah mempelajari beberapa model pembelajaran berbasis SCL yang juga
relevandengan pendekatan saintifik. Silakan Anda memilih satu model (misalnya model
kooperatifJigsaw) dan catatlah sintaknya (langkah-langkah pembelajarannya). Kemudian,
bukalahYouTube dan temukan video tentang penerapan model pembelajaran kooperatif
Jigsaw.Amati dengan cermat bagaimana sintak model kooperatif Jigsaw tersebut
dilaksanakan,Kemudian jelaskan apakah sintak model kooperatif Jigsaw dalam video
tersebut sesuai dengan catatansintak model pembelajaran kooperatif Jigsaw Anda?

Kerjakan secara mandiri tugas ini, kemudian kirimkan hasilnya dalam bentuk file PDF atau MS
Word.
JAWABAN NOMOR 1. MEMBUAT RPP DAN MEDIA PEMBELAJARAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN MERAUKE


DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
SEKOLAH DASAR INPRES MUTING 3
Alamat: Kamp. Kafyamke, Distrik Ulilin, Kab. Merauke

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SD Inpres Muting 3


Kelas/ Semester : V (Lima)/ Genap
Tema : Panas dan Perpindahannya
Subtema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita
Pembelajaran ke- :1
Fokus Pembelajaran : Bahasa Indonesia dan IPA
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (6 JP)

A. Kompetensi Inti
KI (1) Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI (2) Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga.
KI (3) Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di
sekolah.
KI (4) Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam
karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3 Meringkas teks penjelasan 3.3.1 Membuat ringkasan narasi teks
(eksplanasi) dari media cetak atau video/gambar yang disajikan
elektronik 3.3.2 Membuat kesimpulan bacaan, siswa
mampu menyajikan ringkasan teks
secara tepat.
4.3 Menyajikan ringkasan teks 4.3.1 Menuliskan kata-kata kunci yang
penjelasan (eksplanasi) dari media ditemukan dalam tiap paragraph
cetak atau elektronik dengan bacaan, siswa mampu meringkas teks
menggunakan kosakata baku dan eksplanasi pada media cetak secara
kalimat efektif secara lisan, tulis, tepat.
dan visual
IPA
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menerapkan konsep perpindahan 3.6.1 Mengidentifikasikan benda-benda
kalor dalam kehidupan sehari-hari sekitar yang dapat menghantarkan
panas
3.6.2 Mendemonstrasikan kegiatan untuk
membedakan suhu dan kalor
3.6.3 Mendiskusikan perubahan suhu benda
dengan konsep kalor dilepaskan dan
kalor diterima oleh benda
4.6 Melaporkan hasil pengamatan 4.6.1 Memahami perbedaan suhu dan kalor.
tentang perpindahan kalor.

C. Tujuan Pembelajaran
Adapun tujuan pembelajaran yang diharapkan yaitu sebagai berikut:
Bahasa Indonesia IPA
1. Siswa dapat membuat ringkasan narasi 1. Siswa dapat mengidentifikasi benda-benda
teks video/gambar yang disajikan sekitar yang dapat menghantarkan panas
dengan baik dengan baik.
2. Siswa dapat membuat kesimpulan 2. Siswa dapat mendemonstrasikan kegiatan
bacaan dan mampu menyajikan untuk membedakan suhu dan kalor dengan
ringkasan teks secara tepat dengan baik baik.
3. Siswa dapat menuliskan kata-kata kunci 3. Siswa dapat mendiskusikan perubahan
yang ditemukan dalam tiap paragraph suhu benda dengan konsep kalor
bacaan dan mampu meringkas teks dilepaskan dan kalor diterima oleh benda
eksplanasi pada media cetak secara tepat dengan baik
dengan baik 4. Siswa dapat memahami perbedaan suhu
dan kalor dengan baik dan mandiri.

D. Materi Pembelajaran
Berikut ini materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu: Teks Penjelasan, Ringkasan,
Kalimat Efektif, Kalor dan Perpindahannya, Suhu dan Kalor, dan Perpindahan Kalor
(terlampir pada powerpoint).

1. Fakta
Hari ini Siti libur sekolah. Siti dan Ibu memasak
bersama di dapur. Siti membantu Ibu membuat tumis
kangkung kesukaannya. Ibu meletakkan wajan di atas
kompor, kemudian menyalakan api kompor. Tidak
berapa lama Ibu menuangkan sedikit minyak goreng ke
dalam wajan. Siti diminta menunggu wajan tersebut
sampai minyak goreng di dalam wajan itu panas. Tak
berapa lama, timbul gelembung kecil dalam minyak
goreng. Saat itulah Siti tahu bahwa minyak goreng itu
telah cukup panas. Siti pun memasukkan bumbu-bumbu yang sudah dipotong ke dalam
wajan. Sreeeengg!! Terdengar suara dari dalam wajan ketika bumbu itu bertemu minyak
goreng panas. Aroma bumbu pun menyebar di seluruh ruang dapur. Hmmm!! Sedap!
2. Konsep
 Membuat peta konsep, dan menjelaskan isi teks penjelasan dari media cetak.
 Menggambar untuk menjelaskan cara-cara perpindahan kalor dalam kehidupan
seharihari.
 Melakukan percobaan mengggunakan sendok dan air panas, siswa mampu
membuktikan perpindahan kalor secara konduksi.
3. Prinsip
 Siswa mampu memiliki sikap teliti, kereatif, dan mandiri
 Siswa mampu memahami pengetahuan tentang isi teks penjelasan dari media cetak,
cara-cara perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari, perpindahan kalor secara
konduksi.
 Siswa mampu memiliki keterampilan Membuat peta konsep, menggambar diagram,
melakukan percobaan.

E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model : Kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division)
3. Metode : Demonstrasi

F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan a. Siswa memberi salam dan guru menjawab salam.
b. Guru meminta seorang siswa untuk memimpin doa sebelum
memulai pembelajaran.
c. Guru mengecek kehadiran siswa dan meminta siswa untuk
menyiapkan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan, 10
misalnya buku dan alat tulis. Menit
d. Guru menyampaikan indicator pencapaian kompetensi yang
akan dicapai siswa melalui pembelajaran.
e. Guru menyampaikan materi sub tema yaitu tentang
perpindahan kalor di sekitar kita
f. Sebagai apresiasi, guru mengajukan pertanyaan yang terkait
dengan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan
dipelajari.

Inti Fase 1. Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi Siswa 20


a. Sebagai langkah awal guru menyampaikan tujuan Menit
pembelajaran yang hendak dicapai oleh siswa.
b. Kemudian guru memberikan motivasi kepada siswa berupa
menampilkan gambar pada powerpoin tentang perpindahan
panas atau kalor
c. Kemudian guru mengajak berdiskusi dengan cara sebagai
berikut:
Ayo Berdiskusi
 Siswa berdiskusi bersama dengan temannya untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari guru.
 Guru mengingatkan kembali tentang sumber energi panas
yang ada di sekitar.

 Guru meminta siswa untuk menyebutkan kembali sumber-


sumber energi panas tersebut.

Fase 2. Menyajikan atau Menyampaikan Informasi


a. Guru meminta siswa melihat dan membaca teks bacaan yang
40
ada di Powerpoint tentang Perpindahan Panas atau Kalor
Menit
(tahap mengamati dan menyajikan pembelajaran) dengan cara
sebagai berikut:
Ayo Membaca
 Siswa mencari informasi tentang bagaimana panas bisa
berpindah pada bacaan yang berjudul “Perpindahan Panas
atau Kalor”.
 Siswa menggarisbawahi informasi-informasi penting yang ia
temukan dari bacaan, siswa diperbolehkan untuk membuat
catatan kecil tentang konsep-konsep penting yang ia temukan
dalam bacaan.
 Guru memberikan penekanan pada paragraph terakhir:
Konduksi adalah cara perindahan panas melalui zat perantara.
Perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan partikel
zat disebut konveksi. Sedangkan radiasi adalah cara
perindahan panas dengan pancaran disebut dengan radiasi.
b. Guru mengarakhan siswa agar dapat mencermati hal-hal
penting pata teks bacaan tersebut dan meminta siswa untuk
bertanya jika ada yang tidak mengerti (tahap menalar).
Kemudian meminta siswa menuliskanya dengan cara:
Ayo Menulis
 Guru memberikan penjelasan, bahwa teks bacaan yang
disajikan pada Buku Siswa adalah teks bacaan yang diperoleh
dari sebuah buku pelajaran. Guru menjelaskan bahwa buku
sudah ada sejak dahulu kala.
 Guru meminta siswa untuk membaca kembali bacaan
sebelumnya, siswa mencermati kembali bacaan yang disajikan
dan mencari katakata kunci atau hal- hal penting dari setiap
paragraf.
 Siswa menuliskan hal-hal penting yang ia temukan dalam
setiap paragraf dalam table yang disediakan. Siswa
menggunakan contoh yang diberikan sebagai acuan.

 Siswa mencermati teks bacaan dan mencari kata-kata yang


dicetak miring dan digarisbawahi.
 Siswa menuliskan kata-kata tersebut dalam tabel dan mencari
arti dari kata-kata tersebut.
 Siswa membuat sebuah kalimat dengan menggunakan kata-
kata tersebut. Siswa menggunakan tabel yang disediakan
untuk menuliskan kegiatan ini. Berdasarkan bacaan yang
dibaca dan catatan kecil yang dibuat, siswa menuangkan
pemahamannya tentang konsep yang diulas dalam bacaan
dengan membuat /mengisi peta konsep. Beberapa kata kunci
penting yang harus dijelaskan dalam peta konsep sudah
dituliskan,
 siswa bisa menambahkan apabila ia menemukan konsep
penting yang lain. Berdasarkan peta konsep tersebut, siswa
menuliskan pemahamannya tentang topic yang dibahas dalam
bacaan dalam satu paragraf penjelasan.

Fase 3. Mengorganisasikan Siswa dalam Kelompok Belajar


a. Guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang terdiri 5
dari 4-5 orang (tahap menyajikan kelompok). Menit
b. Guru meminta siswa untuk duduk ke dalam kelompoknya
masing-masing untuk berdiskusi.

Fase 4. Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar 55


a. Guru memberi LKS yang didalamnya terdapat teks bacaan Menit
tentang Perpindahan Kalor Secara Konduksi kepada setiap
kelompok dan masing-masing anggota kelompok saling
berdiskusi (tahap memberi tugas dan mengumpulkan
informasi) dengan cara:
Ayo Membaca
 Guru menggunakan teks percakapan untuk menstimulus rasa
ingin tahu siswa tentang perpindahan kalor secara konduksi.

 Setiap kelompok mencari informasi tentang perpindahan kalor


secara konduksi dari teks bacaan yang disajikan.
 Setiap kelompok meggarisbawahi informasi penting yang ia
temukan dalam bacaan dan mengidentifikasikan kata-kata
sulit yang ia temukan dalam bacaan.
 Setiap kelompok diperbolehkan untuk menuliskan kata-kata
sulit tersebut dalam suku kata dan mencari arti katanya
menggunakan Kamus Bahasa Indonesia.
 Setiap kelompok membuat daftar hal-hal penting yang ia
temukan pada setiap paragraf di dalam bacaan.
 Siswa menuliskan hal-hal penting tersebut dengan
menggunakan kalimat lengkap dan kata-kata baku yang tepat.
 Setiap Kelompok menunjukkan pemahamannya tentang
perpindahan kalor secara konduksi dengan menggambar cara
perpindahan konduksi.
 Setiap Kelompok menuliskan contoh-contoh perpindahan
kalor secara konduksi, contoh tersebut merupakan contoh
yang dapat ia temukan dari bacaan dan contoh yang ia
temukan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Guru mendorong siswa agar bekerja sama dalam
kelompoknya membahas masalah yang diberikan.
c. Guru berkeliling memantau siswa bekerja, mencermati dan
menemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa, serta
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal
yang belum dipahami.
d. Guru menghimbau kepada siswa yang mampu menjawab soal
yang telah diberikan untuk membantu teman-teman
kelompoknya dalam menyelesaikan soal tersebut (tahap
mengomunikasikan)
e. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menuliskan hasil
diskusi kelompok mereka di papan tulis sesuai permintaan
guru.
f. Kemudian guru meminta setiap kelompok mengumpulkan
semua hasil diskusi kelompok untuk dinilai.

Fase 5. Evaluasi 30
a. Guru mengoreksi jawaban dan mengkonfirmasi kekeliruan Menit
siswa dalam menyelesaikan soal pada LKS.
b. Guru memberikan jawaban yang benar dengan menampilkan
jawaban pada powerpoint.
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa yang merasa
kurang mengerti untuk bertannya.

Fase 6. Memberi Penghargaan


a. Guru memberikan penghargan kepada kelompok yang 30
bekerja paling baik (tahap pemberian penghargaan) Menit
b. Guru memberikan percobaan sebagai timbal balik agar
pembelajaran dapat lebih bermakna dengan cara:
Ayo Mencoba
 Siswa melakukan percobaan dan pengamatan tentang
perpindahan panas secara konduksi.
 Siswa melakukan percobaan dengan memasukkan sendok ke
dalam gelas berisi air panas, siswa memegang sendok tersebut
selama 2 sampai 3 menit dan mengamati apa yang terjadi.
 Siswa menjawab beberapa pertanyaan yang terkait dengan
percobaan yang ia lakukan. Mengapa ujung sendok yang
kamu pegang terasa panas? Termasuk peristiwa apakah
perpindahan panas pada percobaan ini? Mengapa disebut
demikian?
 Siswa membuat kesimpulan dari percobaan yang ia lakukan.
Apa yang kamu rasakan setelah memegang sendok yang
dimasukkan dalam air hangat?

Penutup a. Siswa bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran 20


yang telah berlangsung: Menit
 Apa saja yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini?
 Apa yang akan dilakukan untuk menghargai perbedaan di
sekitar?
b. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada
hari ini.
c. Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Termasuk
menyampaikan kegiatan bersama orang tua yaitu: meminta
orang tua untuk menceritakan pengalamannya menghargai
perbedaan di lingkungan sekitar rumah lalu menceritakan
hasilnya kepada guru.
d. Siswa menyimak cerita motivasi tentang pentingnya sikap
disiplin.
e. Siswa melakukan operasi semut untuk menjaga kebersihan
kelas.
f. Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang
siswa.

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Powerpoint, Teks Bacaan dan LKS
2. Alat : Papan Tulis, Leptop, Proyektor, dan Spidol
3. Sumber :
 Buku Guru dan Buku Siswa Kelas V, Tema 6: Panas dan Perpindahannya. Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (revisi 2017). Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.

H. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian
a. Pengetahuan : Tes Tertulis
b. Keterampilan : Ujuk Kerja
2. Prosedur Penilaian
Teknik Waktu
Muatan Aspek yang dinilai
Penilaian Penilaian
Pengetahuan
3.4 Meringkas teks penjelasan (eksplanasi) Tes
dari media cetak atau elektronik Tertulis
Penyelesaian
Keterampilan
Bahasa tugas
4.3 Menyajikan ringkasan teks penjelasan Ujuk Kerja
Indonesia kelompok
(eksplanasi) dari media cetak atau dan Tes saat didkusi
elektronik dengan menggunakan Tertulis
kosakata baku dan kalimat efektif secara
lisan, tulis, dan visual

Pengetahuan
3.6 Menerapkan konsep perpindahan kalor Tes Tertulis
dalam kehidupan sehari-hari Penyelesaian
tugas
IPA
Keterampilan Ujuk Kerja kelompok
4.6 Melaporkan hasil pengamatan tentang dan Tes saat didkusi
perpindahan kalor. Tertulis

I. Instrumen Penilaian Hasil Belajar


Bentuk Instrumen : Uraian/essai
Soal dan Kunci Jawaban Skor

Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama!

Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan kalor secara konduksi disebut juga perpindahan kalor


secara hantaran, yaitu perpindahan kalor tanpa memindahkan zat
perantaranya. Pada peristiwa perpindahan kalor secara konduksi, yang
berpindah hanya energi kalornya saja. Umumnya, perpindahan kalor secara
konduksi terjadi pada zat padat.

Agar kamu lebih mudah memahami peristiwa konduksi, mari kita


lakukan kegiatan ini. Peristiwa konduksi dapat diumpamakan dengan kegiatan
memindahkan buku secara estafet yang dilakukan oleh kamu dan teman-
temanmu. Buku yang dipindahkan secara estafet kita upamakan sebagai kalor
dan orang yang memindahkannya sebagai zat perantaranya. Ketika kamu dan
teman-temanmu memindahkan buku secara estafet, yang berpindah hanya
buku itu saja. Sedangkan kamu dan temanmu sebagai perantara tetap diam di
tempat, tidak berpindah. Begitu pula dengan peristiwa konduksi. Hanya kalor
yang berpindah, zat perantaranya tetap.
Saat kamu membuat teh dan memegang salah satu ujung sendok yang
dimasukkan ke dalam air panas apa yang terjadi? Lama-kelamaan ujung
sendok yang kamu pegang juga akan terasa panas. Peristiwa tersebut
merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konduksi. Pada
perpindahan kalor secara konduksi, kalor akan berpindah dari benda bersuhu
tinggi menuju benda yang suhunya lebih rendah.

Peristiwa konduksi juga dapat kamu jumpai pada saat kamu memasak.
Pada saat kamu menggoreng, ujung spatula yang kamu pegang akan terasa
panas walaupun ujungnya tidak bersentuhan dengan api kompor.

Setrika listrik merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan prinsip


perpindahan panas secara konduksi. Ketika setrika dihubungkan dengan arus
listrik maka arus listrik akan mengalir melalui elemen pemanas. Panas dari
elemen akan berpindah kebagian alas besi setrika yang tebal.

Berdasarkan bacaan di atas, lakukanlah kegiatan berikut ini!

Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam
bacaan. Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat
lengkap dan kata-kata baku dengan tepat.

Paragraf Hal-hal Penting dari Bacaan


1. Perpindahan kalor secara konduksi disebut juga perpindahan
kalor secara hantaran. 30
Pertama 2. Perpindahan kalor secara konduksi, yang berpindah hanya
energi kalornya saja
3. Perpindahan kalor secara konduksi terjadi pada zat padat
1. Peristiwa konduksi dapat diumpamakan dengan kegiatan
memindahkan buku secara estafet, yang berpindah hanya
Kedua bukunya saja. 20
2. Yang berpindah hanya kalornya saja, sedangkan
perantaranya tetap.
1. Pada perpindahan kalor secara konduksi, kalor akan
berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu 20
Ketiga rendah.
2. Contoh perpindahan kalor secara konduksi adalah pada saat
membuat teh, sendok lama-kelamaan akan terasa panas
karena kalor berpindah dari air hangat ke sendok.
Peristiwa konduksi juga dapat dijumpai pada saat memasak, 15
Keempat ujung spatula akan terasa panas walaupun tidak bersentuhan
langsung dengan api kompor.
Seterika listrik menggunakan prinsip perpindahan kalor secara 15
konduksi ketika seterika dialiri arus listrik, besi setrika akan
Kelima
panas walaupuan tidak langsung bersentuhan dengan arus
listrik.
Skor Total 100

Kafyamke, … Februari 2019


Mengetahu, Guru Kelas V
Kepala Sekolah SD Inpres Muting 3

SAINGUN, S.Pd SAINGUN, S.Pd


NIP. 19680910 199305 1 001 NIP. 19680910 199305 1 001
J. Lampiran 1. Materi pada Powerpoint (Media Pembelajaran)
K. Lampiran 2. LKS

LEMBAR KERJA SISWA


(LKS)
Nama Kelompok:
1. .......................................................................................................................................................
2. .......................................................................................................................................................
3. .......................................................................................................................................................
4. .......................................................................................................................................................
5. .......................................................................................................................................................
Petunjuk:
1) Tuliskan nama masing-masing anggota kelompokmu
pada tempat yang tersedia.
2) Bacalah soal dengan baik dan cermat.
3) Kerjakan dengan kelompokmu.
4) Apabila ada kesulitan dalam mengerjakan soal dalam
kelompok segera tanyakan kepada guru.

Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama!

Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan kalor secara konduksi disebut juga perpindahan kalor secara hantaran, yaitu
perpindahan kalor tanpa memindahkan zat perantaranya. Pada peristiwa perpindahan kalor
secara konduksi, yang berpindah hanya energi kalornya saja. Umumnya, perpindahan kalor
secara konduksi terjadi pada zat padat.

Agar kamu lebih mudah memahami peristiwa konduksi, mari kita lakukan kegiatan ini.
Peristiwa konduksi dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan buku secara estafet yang
dilakukan oleh kamu dan teman-temanmu. Buku yang dipindahkan secara estafet kita upamakan
sebagai kalor dan orang yang memindahkannya sebagai zat perantaranya. Ketika kamu dan
teman-temanmu memindahkan buku secara estafet, yang berpindah hanya buku itu saja.
Sedangkan kamu dan temanmu sebagai perantara tetap diam di tempat, tidak berpindah. Begitu
pula dengan peristiwa konduksi. Hanya kalor yang berpindah, zat perantaranya tetap.

Saat kamu membuat teh dan memegang salah satu ujung sendok yang dimasukkan ke
dalam air panas apa yang terjadi? Lama-kelamaan ujung sendok yang kamu pegang juga akan
terasa panas. Peristiwa tersebut merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konduksi.
Pada perpindahan kalor secara konduksi, kalor akan berpindah dari benda bersuhu tinggi menuju
benda yang suhunya lebih rendah.

Peristiwa konduksi juga dapat kamu jumpai pada saat kamu memasak. Pada saat kamu
menggoreng, ujung spatula yang kamu pegang akan terasa panas walaupun ujungnya tidak
bersentuhan dengan api kompor.

Setrika listrik merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan prinsip perpindahan panas
secara konduksi. Ketika setrika dihubungkan dengan arus listrik maka arus listrik akan mengalir
melalui elemen pemanas. Panas dari elemen akan berpindah kebagian alas besi setrika yang
tebal.

Berdasarkan bacaan di atas, lakukanlah kegiatan berikut ini!

Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan. Gunakan
tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan
tepat.

Paragraf Hal-hal Penting dari Bacaan

Pertama

Kedua

Ketiga

Keempat

Kelima

SELAMAT MENGERJAKAN
JAWABAN NOMOR 2. MELIHAT SINTAKS MODEL KOOPERATIF TIPE JIKSAW
PADA SEBUAH VIDEO.

Fakta dari Video yang saya amati:


1. Dalam kelas terdiri dari 15 siswa yang heterogen
2. Akan dilakukan pembelajaran kooperatif tipe jiksaw
3. Dalam materi yang akan dibawakan yaitu Bahasa Indonesia tentang cerita anak
4. Dimana terdapat lima sub materi yaitu tokoh, watak tokoh, latar, tema, dan amanat.

Berikut ini langkah-langkah pembelajaran yang diterapkan pada video yang saya simak.
1. Membagi kelompok dari 15 siswa menjadi 3 kelompok yang diberinama kelompok asal,
2. Tiap-tiap anggota kelompok yang didalamnya terdiri dari 5 siswa diberi penomoran dada 1
sampai 5.
3. Dari 3 kelompok asal tersebut di perintahkan untuk menyebar dengan penomoran dada yang
sama membentuk kelompok-kelompok ahli yang terdiri dari 5 kelompok ahli
4. Kelompok ahli 1 membahas tentang tokoh, kelompok ahli 2 membahas tentang watak tokoh,
kelompok ahli 3 membahas tentang latar, kelompok ahli 4 membahas tentang tema, dan
kelompok ahli 5 membahas tentang amanat.
5. Setelah kelompok ahli menguasai tugasnya masing-masing, kemudian kembali ke kelompok
asal semula untuk secara bergiliran menjelaskan atau mempresentasikan tugasnya yang
didapat dari kelompok ahli masing-masing.
6. Penilaian dilakukan berdasarkan sistem kelompok jiksaw (kelompok asal), dimana setiap
kelompok akan diberi penghargaan jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang
dipersyaratkan.