Anda di halaman 1dari 18

IFAC DAN PRONOUNCEMENTS-NYA

The International Federation of Accountants (IFAC), organisasi yang


membidangi standar-standar akuntansi, auditing, kode etik, kendali mutu, dan lain-
lain, pada tatanan global. Pembahasan juga meliputi apa yang menjadi visi dan misi
IFAC.

Untuk melaksanakan dan mencapai visi dan misi ini, IFAC mengeluarkan
pronouncement. Pronouncement bukan sekedar terbitan. Pronouncement adalah
pernyataan (statement atau declaration) yang formal dan berbobot (outhoritative).

Dalam pembahasan selanjutnya,istilah pernyataan atau himpunan


pertanyaan,masing masing, akan digunakan sebagai terjemahan Pronouncement
(bentuk tunggal) dan Pronouncement (bentuk jamak).

IFAC: Misi dan Visi

IFAC didirikan pada tanggal 7 Oktober 1977 di Munich, Jerman, pada saat
berlangsungnya World Congress of Accountants (Kongres Akuntansi Sedunia)
yang ke XI.

Misi IFAC ialah melayani kepentingan umum dengan: menyumbang


pengembangan, pengadopsian, dan penerapan standar serta petunjuk internasional
yang bermuutu tinggi; menyumbang pengembangan organisasi profesional
akuntansi dan kantor akuntan, dan kepada praktik-praktik bermutu timggi oleh
akuntan professional; mendorong nilai-nilai luhur akuntan professional; menjadi
corong tentang isu-isu yang menjadi kepentingan umum di mana kepakaran profesi
akuntansi sangat relavan.

Visi IFAC ialah profesi akuntansi global kepemimpinannya dalam nilai-


nilai luhur dalam mengembangkan organisas, pasar uang dan modal, dan
perekonomian yang kuat dan berkesinambungan.

IFAC berkembang pesat. Dalam rilisnya tanggal 17 November 2001, IFAC


menyebut dirinya sebagai the global organization for the accountancy profession
with members and associates in 127 countries (organisasi global untuk profesi
akuntansi dengan anggota di 127 negara), dengan 167 anggota ( anggota penuh dan
asosiasi) yang mewakili sekitar dua setengah juta akuntan yang membuka praktik
atau bekerja di bidang industri dan perdagangan, di sektor publik, dan dalam bidang
pendidikan. Tidak ada organisasi tingkat dunia dan sedikit dari organisasi
profesional yang mempunyai basis dan dukungan internasional yang sedemikian
luasnya, seperti yang dimiliki IFAC.

IFAC sejak lama menyadari bahwa cara paling mendasar untuk melindungi
kepentingan umum ialah dengan mengembangkan, mempromosikan, dan
memberdayakan standar-standar yang diakui secara internasional yang menjadi
tumpuan harapan investor dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.

Pembuat Standar di IFAC


IFAC mempunyai beberapa badan pembuat standar (independent standard-
setting boards) seperti:

- The International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB);


- The International Accounting Education Standards Board (IAESB);
- The International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA); dan
- The International Public Sector Accounting Standards Board (IPSASB).

Untuk mengembangkan standar bermutu tinggi bagi kepentingan masyarakat,


semua badan pembuat standar tersebut diatas melaksanakan due process yang ketat,
secara terbuka, effesien, dan efektif.

Semua badan pembuat standar yang independen itu ( IAASB, IAESB, IESBA,
dan IPSASB ) mempunyai Consultative Advisory Groups. Consultative Advisory
Groups memberikan susut pandang kepentingan umum, dan terdiri atas masyarakat
luas.

Secara kolektif IAASB, IAESB, IESBA, dan IPSASB dikenal sebagai Public
Interest Activity Committees (komite kegiatan kepentingan umum). IAASB,
IAESB, IESBA, dan IPSASB diawasi (Subject to Oversight) oleh Public Interest
Oversight Board.

The Compliance Advisory Panel (CAP) mengawasi ketaatan organisasi anggota


IFAC (yang merupakan member maupun associate). IFAC berkewajiban
menunjukkan bagaimana anggotanya berupaya mengimplementasi standar yang
dikeluarkan IFAC dan The International Accounting Standarts Board. Kewajiban
anggota IFAC dituangkan dalam IFAC’S Statements Of Membership Obligations.

Himpunan Pernyataan IFAC

Audit berbasis ISA, pembahasan di dalamnya tidak terbatas pada


International Standard On Auditing saja, tetapi juga beberapa himpunan pernyataan
IFAC yang lain.

Himpunan pernyataan yang diterbitkan IFAC terdiri atas berikut:

- International Standards On Auditing (disingkat ISAs) yang diterapkan


dalam audit atas informasi keuangan masa lalu (historical financial
information).
- International Standards on Review Engagements (disingkat ISREs) yang
diterapkan dalam reviu atas informasi keuangan masa lalu (review of
historical financial information).
- International Standards On Assurance Engagements (disingkat ISAEs)
yang diterapkan dalam penugasan asurans yang berkenaan dengan hal-hal
yang bukan informasi keuangan masa lalu (assurance engagements dealing
with subject matters other than historical financial information).
- International Standards on Related Services (disingkat ISRSs) yang
diterapkan dalam perikatan kompilasi (compilation engagements),
perikatan yang menerapkan prosedur yang disepakati (engagements to
apply agreed upon procedures to information) dan perikatan lainnya yang
berkaitan (other related services engagement) yang ditetapkan IAASB.
- International Standards on Quality Control (disingkat ISQCs) yang
diterapkan pada semua jasa dalam lingkup ISAs, ISAEs, IASEs, dan ISRSs.

Beraneka ragam standar yang disebut di atas tercermin dari judul sumber
buku ini, yakni Handbook of International Quality Control, Auditing, Review,
Other Assurance, and Related Services Pronouncements (2010 edition) yang
diterbitkan IFAC.
Upaya di bidang penerbitan Himpunan Pernyataan terus berkembang secara
elektronis. Oleh karena itu, pembaca dianjurkan untuk mengunduh semua
Himpunan Pernyataan maupun exposure draft-nya di situs IFAC,
http://www.ifac.org.

Sebagai rangkuman pembahasan diatas, Himpunan pernyataan yang


diterbitkan IFAC melalui IAASB, IAESB, IESBA, dan IPSASB adalah:

- Code of Ethics for Professional Accountants


- International Standards On Auditing, Review, Other Assurance, and
Related Services
- International Standard on Quality Control
- International Education Standards
- International Public Sector Accounting Standards.

Sistematika Pernyataan IFAC

Pernyataan IFAC yang dibahas terdiri atas lima pokok bahasan besar,
sebagai berikut.

1. Audits of Historical Financial Information (audit atas informasi keuangan


historis).
2. Audits and Reviews of Historical Financial Information (audit dan reviu
atas informasi keuangan historis).
3. Assurance Engagements other than Audits or Reviews of Historical
Financial Information (penugasan asurans yang bukan merupakan audit
atau reviu atas informasi keuangan historis).
4. Related Services (jasa-jasa terkait).
5. International Standards On Quality Control (standar internasional
mengenai pengendalian mutu).

Masing-masing dari kelima pokok bahasan besar tersebut terdiri atas


beberapa himpunan pernyataan, kecuali pokok bahasan terakhir (International
Standarts On Quality Control).
Inisiatif IFAC
IFAC mempunyai beberapa inisiatif lain yang mempunyai dampak bagi
perekonomian dunia yang ditangani melalui berbagai Committee. Committess ini
dan situsnya adalah:
 Professional Accountants in Business Committee
(http://www.ifac.org/paib).
 Small and Medium Practices Committee (http://www.ifac.org/smp).
 Developing Nations Committee (http://www.ifac.org/developingnations).
 Transnational Auditors Committee (http://www.ifac.org/Forum_of_Firms).

ETIKA , ISAS, DAN PENGENDALIAN MUTU

Tinjauan Umum

Melaksanakan pengendalian mutu dimulai dari kepemimpinan yang kuat di


dalam KAP, dan partner penugasan. Kepemimpinan yang mempunyai komitmen
kuat terhadap standar etika tertinggi.

Bab ini memusatkan perhatian pada pengembangan sistem kendali mutu


dalam KAP. Bab ini berisi petunjuk praktis yang perlu diperhatikan ketika KAP
memutuskan melaksanakan penugasan audit.

Mengapa pemberian audit dan jasa terkait lain yang bermutu, sangat penting?
Beberapa alasannya adalah untuk:

 Melindungi kepentingan publik;


 Memberikan kepuasan pada klien;
 Delivering value for money;
 Memastikan kepatuhan terhadap standar profesi;dan
 Mengembangkan dan mempertahankan reputasi profesional.
QC System (Sistem Kendali Mutu)
QC System dalam suatu KAP dapat dipetakan menurut lima unsur
pengendalian internal. Merupakan kewajiban auditor mengevaluasi kelima unsur
pengendalian internal, sebagai bagian dari pemahaman atas entitas yang diauditnya.
Dalam KAP, kelima unsur pengendalian internal ini juga dapat diterapkan untuk
QC System itu sendiri, maupun hal-hal di luar QC System, misalnya untuk
pemrosesan time dan billing, office workflow, expense control, dan kegiatan
pemasaran (marketing).
Kelima unsur pengendalian internal ini adalah:

QC System dan Unsur-unsur Pengendalian Intern


Unsur-unsur Unsur-unsur QC di Unsur-unsur QC di
Pengendalian Internal Tingkat KAP (ISQC 1) Tingkat Penugasan
(ISA 315) (ISA 220)
Control Environment Tanggung jawab Tanggung jawab
pimpinan atas mutu pimpinan atas mutu
(Tone at the Top) dalam KAP dalam KAP
Kewajiban etika yang Kewajiban etika yang
relevan relevan
Sumber daya manusia
Penetapan anggota tim
audit

Risk Assesment Menerima dan Menerima dan


melanjutkan hubungan melanjutkan hubungan
(what Could Go Wrong?) dengan klien dan dengan klien dan
penugasan yang spesifik penugasan audit
Risiko bahwa
laporannya mungkin
tidak tepat dalam
situasinya

Information Systems Dokumentasi QC System Dokumentasi audit


(Tracking performance)

Control Activities Pelaksanaan penugasan Pelaksanaan


penugasaan
(Prevent & detect/correct
controls)
Monitoring Pemantauan berjalan atas Terapkan hasil
kebijakan dan prosedur pemantauan berjalan
(Are objectives being QC di KAP tersebut atas penugasan audit
met?) yang spesifik

Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian mempengaruhi suasana suatu organisasi,.


Lingkungan pengendalian merupakan landasan bagi komponen lainnya, dengan
menciptakan disiplin dan sistem.

Pemberian jasa berkualitas tingkat dan cost-effective (hight-quality and cost-


effective service) adalah kunci utama suksesnya KAP. Pemberian jasa berkualitas
harus senantiasa menjadi tujuan utama dalam strategi bisnis KAP, tujuan ini perlu
dikomukasikan kepada semua staf di KAP, secara teratur dan hasilnya dimonitor.
Inilah peran kepemimpinan dan akuntabilitas atas apa yang dijanjikan KAP kepada
publik. QC yang buruk menimbulkan kesan tidak profesional, mendorong
pemberian layanan yang buruk, berpotensi tuntutan hukum, sanksi regulator dan di
atas segala-galanya, kehilangan reputasi.
Tanda-tanda ancaman bagi KAP berikut ini adalah:
 Sikap tak acuh
 KAP hampir selalu/ terus- menerus dalam krisis.
 Penugasan dan kegiatan tanpa perencanaan merupakan norma kerja.
 Tidak ada komitmen terhadap kualitas atau kepatuhan terhadap standar etika
tertinggi.
 Tidak peduli ekspektasi publik dan pemangku
kepentingan (stakeholders) lainnya, mengenai mutu.
 Menganggap perubahan dalam standar auditing sekedar urusan regulator
serta KAP dan entitas besar.
 Yang berubah hanya terminologi dan istilah yang digunakan, seolah- olah
menunjukkan kepatuhan tanpa substansi, praktik audit yang lama tetap
lestari.
 Yakin bahwa audit entitas kecil, tidak berisiko.
 Klien dianggap oleh partner, “sama sekali tidak bisa dipercaya”.
 Partner menerima dan mempertahankan klien audit semata- mata karena
pertimbangan fee, sekalipun beriso tinggi bagi KAP.
 Meminta agar staf mematuhi QC System, padahal partner mengabaikannya.

 Abaikan pelatihan dan pengembangan SDM

Melaksanakan audit bermutu sangat tergantung pada kemampuan KAP


mempertahankan partner/ staf yang kompeten dan berkualitas. Ini memerlupak
pelatihan, pengembangan, dan penilaian kerja semua partner dan staf secara
berkesinambungan.

 Tidak ada/ rendahnya disiplin

Gagal mendisiplinkan partner dan staf ketika kebijakan KAP diabaikan/


dilanggar mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada seluruh personalia KAP
tersebut bahwa kebijakan tertulis QC System tidak penting. Hal ini meningkatkan
risiko bagi KAP.

Praktik Tone at the Top yang Sehat :


Tetapkan tujuan, prioritas, dan nilai-nilai KAP
 Komitmen yang tidak diragukan terhadap mutu dan standar etika tertinggi.
 Investasi dalam pelatihan dan peningkatan ketrampilan staf.
 Investasi dalam sumber daya manusia, teknologi dan keuangan.
 Kebijakan yang sehat mengenai penugasan dan aspek keuangannya.
 Toleransi terhadap risiko, untuk pembuatan keputusan.
Tetapkan tujuan, prioritas, dan nilai-nilai KAP
 Komitmen yang tidak diragukan terhadap mutu dan standar etika tertinggi.
 Investasi dalam pelatihan dan peningkatan ketrampilan staf.
 Investasi dalam sumber daya manusia, teknologi dan keuangan.
 Kebijakan yang sehat mengenai penugasan dan aspek keuangannya.
 Toleransi terhadap risiko, untuk pembuatan keputusan.
Komunikasi secara teratur
Ingatkan kembali kepada staf nilai-nilai dan komitmen KAP dengan
komunikasi yang teratur (lisan dan tertulis). Komunikasi menekankan kebutuhan
mengenai integritas, objektivitas, independensi, skeptisisme profesional,
pengembangan staf dan akuntabilitas publik. Komunikasi dilakukan melalui sistem
penilaian kerja , partner updates, emails, pertemuan (termasuk outings), dan buletin
(newsletters).

Muntakhirkan petunjuk QC.


Secara bekal muntakhirkan kebijakan dan prosedur QC untuk menanggapi
kelemahan yang ditemukan dan ketentuan baru.

Tetapkan tanggung jawab dan minta pertanggungjawaban.


Tetapkan tanggung jawab dengan jelas kepada partner dan staf; siapa
bertanggung jawab untuk apa dalam hal-hal QC (misalnya independensi, meminta
atau memberi konsultasi, reviu dokumentasi audit dan seterusnya). Minta
pertanggungjawaban (accountabilities) pada waktunya.

Tingkatkan kompetensi staf dan berikan penghargaan untuk pekerjaan


bermutu.
Kembangkan staf melalui:
 Uraian tugas yang jelas dan dokumentasikan penilaian kerja
tahunan/berkala yang menekankan pekerjaan bermutu sebagai prioritas.
 Berikan insentif, hadiah, penghargaan untuk pekerjaan bermutu.
 Tindakan disipliner jika kebijakan KAP dilanggar.
Sempurnakan terus-menerus
Ambil tindakan secepatnya untuk memperbaiki kekurangan,. Kekurangan
dan kelemahan diidentifikasi misalnya melalui pemantauan penugasan, termasuk
inspeksi yang dilakukan dalam tahapan atau siklus untuk penugasan yang sudah
selesai.
Beri contoh
Berikan seseorang yang menjadi panutan dengan contoh positif yang
diberikan partner /staf dalam perilaku keseharian mereka.
Penilaian Resiko KAP

Pengelolaan risiko (risk management) adalah proses yang


berkesinambungan. Pengelolaan risiko di KAP (seperti juga pada klien), membantu
KAP mengantisipasi peristiwa negatif, mengembangkan kerangka pembuatan
keputusan yang efektif, dan mendayagunakan sumber daya KAP.

Kebanyakan KAP mengelola risiko, dengan bentuk dan cara yang


bervariasi. Yang sering dipraktikkan KAP ialah manajemen risiko yang informal
dan tidak didokumentasikan. Para partner secara sendiri-sendiri (dan belum
menjadi kebijakan KAP) mengidentifikasi risiko dan menanggapinya melalui
keterlibatan langsung partner tersebut dengan klien-kliennya. Memformalkan dan
mendokumentasikan proses ini di KAP secara keseluruhan (bukan masing-masing
partner secara sendir-sendiri) lebih bersifat proaktif dan lebih efektif.
Implementasinya juga tidak usah memakan banyak waktu atau merepotkan.
Bahkan, manajemen risiko yang efektif mengurangi stres bagi para partner dan staf,
menghemat waktu dan biaya, dan meningkatkan peluang untuk mencapai tujuan
dan sasaran KAP.

Suatu proses manajemen risiko yang sederhana dapat digunakan oleh KAP
dari bermacam-macam ukuran, termasuk para praktisi tunggal. Proses ini terdiri
atas serangkaian kegiatan yang diringkaskan dalam Tabel 5-4.

Tabel 2
Proses Manajemen Risiko Sederhana untuk KAP
Kegiatan Penjelasan

Tetapkan bagi KAP, Toleransi ini biasa berupa jumlah/kuantitatif


toleransi terhadap risiko (seperti berapa write-off yang diperkenankan) atau
faktor kualitatif (ciri klien seperti apa yang tidak
bias diterima KAP). Sekali ditetapkan, toleransi ini
mebjadi acuan untuk partner dan staf dalam
membuat keputusan.
Identifikasi kesalahan apa Apa event yang membuat KAP tidak mencapai
yang terjadi tujuan sasaran yang ditetapkannya? Langkah ini
menyiratkan bahwa KAP sudah menetapkan
dengan tujuan dan sasaran, serta komitmen untuk
melaksanakan pekerjaan bermutu.

Prioritaskan risiko Menggunakan risk tolerances yang ditetapka di


atas, prioritaskan events yang diidentifikasi
berdasarkan penilaian atas peluang terjadinya
(likelihood) dan dampak moneter dari risiko
tersebut.

Tanggapan apa yang Kembangkan tanggapan yang tepat


diperlukan? terhadap assessed risks untuk mengurangi
dampaknya dalam batas acceptable
tolerances KAP. Potential events (risks) dengan
prioritas tertinggi akan mendapat perhatian
pertama.
Tetapkan tanggung jawab Untuk semua risiko yang memerlukan tidakan atau
pantauan, tugaskan dengan tanggung jawab
mengambil tindakan yang tepat dan mengelola
risiko dari hari ke hari.
Pantau kemajuan Minta laporan berkala yang sederhana dari setiap
orang ditugaskan mengelola risiko atas nama KAP
(ini bias berurusan dengan penanganan kepatuhan
terhadap prosedur pengendalian, kewajiban
pelatihan, penilaian staf, dan masalah
independensi).
Sistem Informasi

Banyak KAP mempunyai sistem informasi yang baik untuk memantau


klien, waktu dan pembebanan ( time and billing ), OPE ( Out-of-Pocket
expenditures ), staf, dan engagement file management ( pengelolaan file
penugasan). Namun, sistem informasi yang memantau mutu pekerjaan dan
kepatuhan terhadap kendali mutu, kurang berkembang atau bahkan tidak ada sama
sekali.

Sistem informasi juga harus dirancang untuk menangani risiko yang


diidentifikasi dan dinilai sebagai bagian dari proses penilaian risiko KAP.

Aspek – aspek QC yang perlu di dokumentasikan:

1. Risiko yang di hadapi KAP dan komitmen terhadap mutu

 Penilaian atas menerima/ melanjutkan hubungan dengan Klien.


 Laporan dari semua orang yang bertanggung jawab untuk aspek tertentu
mengenai mutu. Dapat meliputi risalah rapat komite ( misalnya QC),
masalah QC dengan tanggapanya, atau memo bahwa tidak ada yang perlu
dilaporkan.
 Komunikasi KAP secara menyeluruh, mengenai mutu.
 Laporan pemantauan terakhir, dan tindakan yang diambil jika kelemahan
ditemukan. Sajikan tanggal kelemahan di temukan, dibahas, ditindak
lanjuti, sampai selesai.
 Rincian keluhan dari Klien atau pihak ketiga berkenaan dengan pekerjaan
KAP atau perilaka personilnya. Apakah keluhan ini diteliti? hasilnya
dikomunikasikan kepada yang menyampaikan keluhan? apa tindak
lanjutnya?

2. Etika dan Independensi

 Rinci Investasi yang di larang


 Rincian masalah Etika ( termasuk indenpendensi ) yang di identifikasi, dan
pengamananya atau mitigasinya

3. Personalia

 Pembukuan kesempatan kerja.


 Bukti pelaksanaan pengecekan Refrensi untuk pegawai baru.
 Upaya-upaya pemberian mentor, bimbingan, dan pelatihan bagi tenaga
baru.
 Copy dan tanggal konfirmasi tertulis mengenai indenpendensi, dan
pengetahuan staf mengenai QC manual.
 Bukti penilaian staf, termasuk tanggal, dan tindakan yang diambil seperti
ditugaskan mengikuti pelatihan, dan lain-lain.
 Staf schedulling, dengan perbandingan antara yang direncanakan dari yang
sebenarnya.
 Tanggal pelatihan Internal dan eksternal, pokok pembahasan, dan nama
peserta.
 Rincian tindakan discipliner.

4. Pengelolaan penugasan

 Tanggal pertemuan Tim mengenai perencanaan audit yang di rencanakan


dan yang sebenarnya terjadi, untuk semua penugasan audit.
 File apa saja yang dilakukan engagement QC reviews, siapa yang
ditugaskan , dan tanggal yang dijadwalkan. Bandingkan tanggal yang
sebenarnya QC terjadi, dan siapa yang sebenarnya merivew. Apakah ada
masalah? apakah masalah di selesaikan?
 Alasan terhadap penyimpangan dalam menerapkan ketentuan ISA, dan
prosedur audit Alternatif yang di lakukan untuk mencapai tujuan yang di
tentukan ISA.
 Rincian konsultasi dengan orang lain, dan penyelesaian masalah
audit/akuntansi yang di tanyakan.
 Alasan penundaan penugasan dan bagaimana penundaan tersebut diatasi.
Ini bisa berupa staf, penundaan memperoleh informasi, tidak tersedianya
staf klien, pembatasan lingkup audit, dan setiap ketidakpahaman dengan
manajemen.
 Pemberian tanggal laporan auditor dan kepatuhan terhadap jumlah hari
untuk merampungkan semua file dalam penugasan audit yang
bersangkutan.
 Bagaimana komentar pemantau ditanggapi.

Kegiatan Pengendalian

Kegiatan pengandalian (control activities) dirancang untuk memastikan


terjadinya kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur yang ditetapkan KAP.

Salah satu cara untuk merancang, mengimplementasikan, dan memantau


pengendalian mutu adalah dengan proes PDCA. PDCA adalah singkatan dari Plan
(merencanakan), Do (melakukan), Check (memeriksa), Act (Bertindak).
1. Plan (Rencanakan)
Tetapkan tujuan dan proses QC yang diperlukan agar KAP dapat
memberikan output yang diharapkan atau memenuhi syarat.
2. Do (lakukan)
Implementasi proses baru sedapat mungkin dalam skala kecil dulu.
3. Check (periksa)
Ukur proses baru. Bandingkan hasilnya dengan yang diharapkan (ekspetasi)
untuk memastikan ada atau tidaknya perbedaan.
4. Act (bertindak)
Analisis perbedaan dan jelaskan perbedaannya. Tentukan di mana perubahan
harus diterapkan agar tercapai perbaikan.

Contoh proses PDCA: Demi keamanan, KAP merencanakan (Plan) tidak


merilis laporan audit sampai semua pertanyaan dan outsanding items sudah di-
clearkan. Implementasi kebijakan ini (do) dapat dikendalikan melalui proses
perilisan laporan final di mana seseorang memverifikasi apakah semua persetujuan
sudah diperoleh dan didokumentasikan. Efektif atau tidaknya kebijakan ini bisa
diperiksa (check) melalui inspeksi berkala atas formulir yang berisi persetujuan
untuk merilis laporan. Jika ditemukan penyimpangan alasan penyimpangan akan
diinvetigasi dan tindakan yang tepat akan diambil (seperti sanksi atau disiplin, ikut
pelatihan atau penyempurnaan prosedur).
KAP tentunya perlu mempertimbangkan biaya yang dikeluarkannya untuk
kegiatan pengendalian (control activities) dan manfaat yang diperolehnya. KAP
harus menggunakan kearifan profesionalnya dan hasil penilaian atas risiko, untuk
menentukan pengendalian apa yang perlu diimplementasi.
Kegiatan pengendalian dapat dipertimbangkan untuk:
 Semua kebijakan dan prosedur yang didokumentasikan dalam QC manual.
 Kebijakan arus kerja kantor.
 Semua kebijakan dan prosedur operasional.
 Kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan urusan personalita lainnya.
Lingkup kegiatan pengendalian menangani semua kewajiban QC, etika, dan
independensi serta kepatuhan KAP terhadap ISAs yang relevan dengan audit.
Kegiatan pengendalian KAP dilakukan pada dua jenjang, yakni jenjang KAP dan
jenjang Penugasan.
Kegiatan pengendalian pada jenjang KAP adalah sebagai berikut.
1. Nilai-nilai dan sasaran KAP
a. Pembagian tugas dan wewenang di antara para partner sehubungan dengan
pengendalian mutu.
b. Proses penilaian risiko di KAP: apa, bagaimana, dan siapa yang bertanggung
jawab.
c. Pengembangan staf, manajemen atau pengelolaan KAP dan disiplin.
d. Sistem informasi mengenai staf klien, independensi partner dan staf,
penjadwalan penugasan (scheduling) dan lain-lain.
e. Mendokumentasikan sistem pengendalian mutu dan penyempurnaannya secara
berkelanjutan.
2. Sikap dan perilaku
a. Kepemimpinan
b. Etika dan independensi
c. Kearifan profesional (professional judment)
d. Skeptisisme atau kewaspadaan profesional (profesional skepticisme)
e. Supervisi dan reviu

Kegiatan pengendalian pada jenjang KAP atau penugasan. Pada dasarnya


kegiatan pengendalian di tingkat penugasan ialah mematuhi ISAs, khususnya yang
berkenaan dengan:
 Menerima atau melanjutkan penugasan.
 Membagi tugas dan tanggung jawab staf.
 Konsultasi dan menggunakan tenaga ahli.
 Dokumentasi.
 Merilis atau menerbitkan laporan.
Pemantauan

Unsur penting dalam sistem pengendalian ialah unsur pemantauan


atau monitoringmengenai berfungsinya sistem itu secara efektif. Ini dapat dicapai
dengan review secara independen atas berfungsinya kebijakan/prosedur di tingkat
kap dan penugasan secara efektif, dan inspeksi dari seluruh fileaudit yang sudah
rampung.
Proses pemantauan yang efektif membantu pengembangan budaya
penyempurnaan berkesinmbungan, dimana partner dan staf berkomitmen terhadap
pekerjaan yang bermutu dan memberi penghargaan kepada kinerja yang diperbaiki.

Proses pemantauan KAP terdiri dari dua bagian sebagai berikut:

 Pemantauan Berjalan (ongoing monitoring)

Pemantauan berjalan atas QC KAP memastikan kebijakan dan prosedur


KAP adalah relevan, cukup, dan berfungsi efektif. Jika di laksanakan dan
didokumentasikan setahun sekali, pemantauan ini akan menukung keharusan
berkomunikasi dengan staf setiap tahun mengenai rencana KAP untuk
meningkatkan mutu penugasan.

 Inspeksi file yang rampung, berdasarkan siklus

Pertimbangan dan evaluasi yang terus menerus dibuat atas QC system KAP,
termasuk apa yang dikenal sebagai cyclial Inspection (inspeksi dengan siklus)
dari file audit untuk penugasan yang sudah rampung. Inspeksi ini sekurang-
kurangnya atas file audit dari satu penugasan untuk setiap partner. Hal ini
memastikan kepatuhan terhadap kewajiban profesional/hukum, dan bahwa laporan
asuransi sudah tepat. Cyclial Inspection membantu mengidentifikasi kelemahan
dan kebutuhan pelatihan, dan memungkinkan KAP membuat perubahan/perbaikan
tepat pada waktunya.

Setelah reviu selesai, pemantau membuat laporan yang sudah didiskusikan


dengan para partner, dikomunikasikan kepada semua manajer dan staf profesional.
Komunikasi ini juga berisi langkah-langkah yang harus diambil.
Siapa Yang Diangkat Sebagai Pemantau ?

Pemantau kebijakan tingkat KAPs

Pemantauan kepatuhan terhadap kebijakan KAP haruslah orang yang tepat


danqualified. Idealnya ia bukan orang yang bertanggung jawab mengelola atau
mengembangkan QC di KAP itu.

Pemantau/inspektur file

Orang yang ditunjuk untuk menginspeksi file yang penugasannya sudah


rampung haruslah orang yang tepat dan qualified.dan tidak terlibat dalam
pelaksanaan penugasan tersebut atau dalam pelaksanaan QC atas penugasan
tersebut.

Kepatuhan Terhadap Isas Yang Relevan

Penerapan ISAs
ISAs Penjelasan
Status ISAs secara keseluruhan memberikan
standar bagi pekerjaan auditor dalam
memenuhi tujuan menyeluruh (overall
objectives) auditor

Relevansi Beberapa ISAs (dan semua


ketentuan/persyaratan/kewajiban ISAs
tersebut) mungkin tidak relevan dalam
situasi yang dihadapi

Undang-Undang setempat Auditor mungkin juga diharuskan


(disamping terhadap ISAs) mematuhi
kewajiban hukum atau ketentuan
perundangan atau aturan yang dikeluarkan
regulator atau standar auditing lainnya
(dalam jurisdiksi negara tertentu)

Lain-lain Lingkup tanggal berlaku, dan pembatasan


yang spesifik dalam penerapan ISA yang
spesifik, dinyatakan dengan jelas dalam
ISA yang bersangkutan.