Anda di halaman 1dari 5

Contoh perhitungan Persediaan

Metode First In First Out (FIFO)

Data persediaan :
- Persediaan awal 100 unit, perunit Rp1.000.000
- Pembelian 5 Januari 200 unit, perunit Rp2.000.000
- Pembelian 10 Januari 300 unit, perunit Rp3.000.000
- Penjualan 15 Januari 400 unit, perunit Rp4.000.000

Penghitungan HPP
Penjualan Rp1.600.000.000
HPP adalah :
- Persediaan awal 100 unit x Rp100.000.000
Rp1.000.000
- Pembelian 5 Januari 200 unit x Rp400.000.000
Rp2.000.000
- Pembelian 10 100 unit x Rp300.000.000
Januari Rp3.000.000
- Total terjual 400 unit (Rp800.000.000)
Laba Kotor Rp800.000.000
Persediaan akhir :
- 200 unit, perunit Rp3.000.000 = Rp600.000.000

Metode rata-rata tertimbang (weighted average)

- Persediaan awal 100 unit, perunit Rp1.000.000


- Pembelian 5 Januari 200 unit, perunit Rp2.000.000
- Pembelian 10 Januari 300 unit, perunit Rp3.000.000
- Penjualan 15 Januari 400 unit, perunit Rp4.000.000
Persediaan barang sampai dengan 15
Januari:
- 100 unit x Rp100.000.000
Rp1.000.000 =
- 200 unit x Rp400.000.000
Rp2.000.000 =
- 300 unit x Rp900.000.000
Rp3.000.000 =
600 unit Rp1.400.000.000

Maka harga rata-rata Rp1.400.000.000 = Rp2.333.333


per-unit =
600
Penghitungan HPP :
Penjualan Rp1.600.000.000
HPP adalah :
- Unit terjual 400 unit x Rp2.333.333 (Rp933.333.333)
Laba Kotor Rp666.666.6667
Persediaan akhir :
- 200 unit, perunit Rp2.333.333 = Rp466.666.667

Contoh Perhitungan Penyusutan


PT Agri Jaya pada bulan Juli 2014 membeli sebuah alat pertanian
yang mempunyai masa manfaat 4 tahun seharga Rp. 1.000.000.000,00.
Penghitungan penyusutan atas harta tersebut adalah sebagai berikut:
Alternatif I : Metode Garis Lurus
Penyusutan tahun 2014:
6/12 x 25% x Rp. 1.000.000.000,00 = Rp. 125.000,00
Penyusutan tahun 2015:
25% x Rp. 1.000.000.000,00 = Rp. 250.000,00
Penyusutan tahun 2016:
25% x Rp. 1.000.000.000,00 = Rp. 250.000,00
Penyusutan tahun 2017:
25% x Rp. 1.000.000.000,00 = Rp. 250.000,00

Penyusutan tahun 2018:

Sisanya disusutkan sekaligus = Rp. 125.000,00


PPPPPP
Alternatif II : Metode Saldo Menurun
Penyusutan tahun 2014:
6/12 x 50% x Rp. 1.000.000.000,00 = Rp. 250.000,00
Penyusutan tahun 2015:
50% x (Rp. 1.000.000.000,00 – Rp. 250.000,00) =
50% x Rp. 750.000,00 = Rp. 375.000,00
Penyusutan tahun 2016:
50% x (Rp. 750.000,00 – Rp. 375.000,00) =
50% x Rp. 375.000,00 = Rp. 187.500,00
Penyusutan tahun 2017:
50% × (Rp. 375.000,00 – Rp.187.500,00) =
50% × Rp. 187.500,00 = Rp. 93.750,00
Penyusutan tahun 2018:
Sisanya disusutkan sekaligus = Rp. 93.750,00

Contoh Perhitungan Amortisasi


PT Asti Jaya pada tanggal 4 Januari 2015 mengeluarkan uang sebanyak Rp.
100.000.000,00 untuk memperoleh hak lisensi dari Phoenixcyle Ltd. selama 4 tahun
untuk memproduksi Sepeda Phoenix. Perhitungan amortisasi hak lisensi tersebut
adalah sebagai berikut:

Alternatif I : Metode Garis Lurus


Amortisasi tahun 2015:
25% x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 25.000.000,00
Amortisasi tahun 2016:
25% x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 25.000.000,00
Amortisasi tahun 2017:
25% x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 25.000.000,00
Amortisasi tahun 2018:
25% x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 25.000.000,00
Alternatif II : Metode Saldo Menurun
Amortisasi tahun 2015:
50% x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 50.000.000,00
Amortisasi tahun 2016:
50% x (Rp. 100.000.000,00 – Rp. 50.000.000,00)
50% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 25.000.000,00
Amortisasi tahun 2017:
50% x (Rp. 50.000.000,00 – Rp. 25.000.000,00)
50% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 12.500.000,00
Amortisasi tahun 2018:

Karena tahun 2018 merupakan akhir masa manfaat, maka pada tahun 2018
seluruh sisa nilai buku diamortisasikan sekaligus sehingga amortisasi tahun 2018
adalah:
(Rp. 25.000.000,00 – Rp. 12.500.000,00) = Rp. 12.500.000,00

Contoh Amortisasi Berdasar Metode Satuan Produksi


Pada tahun 2016 PT Dira Oil mengeluarkan uangnya sebesar Rp. 1.000.000.000,00
untuk memperoleh hak penambangan minyak bumi. Kandungan minyak bumi
ditaksir sebesar 5.000.000 barel. Produksi bumi tahun 2016 mencapai 1.500.000
barel. Besarnya amortisasi untuk tahun 2016 adalah:
Tarif amortisasi = (realisasi penambangan : taksiran kandungan) x 100%
= (1.500.000 : 5.000.000) x 100%
= 30%
Amortisasi 2016 = 30% x Rp 1.000.000.000,00
= Rp. 300.000.000,00

Contoh:
PT DiraWood pada tahun 2017 mengeluarkan uang sebesar Rp. 1.000.000.000,00
untuk memperoleh hak pengusahaan hutan. Potensi hak pengusahaan hutan adalah
200.000 ton. Jumlah produksi pada tahun 2017 adalah sebesar 80.000 ton.
Jumlah yang diamortisasi dengan persentase satuan produksi yang direalisasikan
dalam tahun 2017 adalah sebesar:
(80.000: 200.000) ton x Rp. 1.000.000.000,00 =
40% x Rp. 1.000.000.000,00 = Rp. 400.000.000,00
Jumlah yang telah diamortisasi maksimum adalah 20% dari pengeluaran, maka
amortisasi yang diperkenankan hanyalah sebesar 20% x Rp 1.000.000.000,00 = Rp.
200.000.000,00