Anda di halaman 1dari 10

PERILAKU ORGANISASI

EMA 224 AP

SAP 8

Oleh Kelompok 1:

Ni Putu Arlita Ekayanti (1607531069 / 01)

Putu Pradnyani (1607531072 / 02)

Disampaikan Kepada :

Dr. I Gede Riana, S.E., M.M

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
PROSES KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

8.1 Pengertian Kepemimpinan


Kepemimpinan merupakanintisari dari manajemen organisasi, sumber daya pokok, dan
titik sentral dari seiapaktivitas yang terjadi dalam suatu organisasi. Kepemimpinan
merupakan faktor yangsangat penting dalam mengiringi dan mempengaruhi prestasi
organisasi. Ada beberapadefinisi tentang kepemimpinan yaitu:
1) Proses mempengaruhi aktivitas dari individu atau kelompok untuk mencapai
tujuandalam situasi tertentu (Indriyo Gitusudarmo, 1997).
2) Proses mempengaruhi perilaku orang lain agar orang tersebut berperilaku
sesuaidengan kehendaknya (Nimran, 1999).
3) Kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok menuju tercapainya tujuan-
tujuan(Robbins dan Coulter, 2004).
4) Proses memamnfaatkan kekuasaan untuk mendapatkan pengaruh pribadi
(SukantoReksohadiprojo dalam Djatmiko, 2002)
5) Kecakapan yang membuat orang lain mengikuti dan melakukan dengan sukarelasegala
sesuatu yang dikehendaki (Letser R. Bittel dan John W. Newstrom yang dikutipoleh
LPPM, 1998).
6) Suatu perilaku seseorang yang mengarahkan aktivitas kelompok dalam
mencapaisasaran yang telah ditetapkan (Hemphil dan Coons yang dikutip oleh LPPM,
1998).

8.2 Teori Munculnya Pemimpin/Kepemimpinan


Menurut Djanalis Djanaid (2001), ada tiga teori tentang lahirnya pemimpinyaitusebagai
berikut:
1) Teori keturunan, bahwa pemimpin itu muncul karena sifat yang dibawanya sejak
lahir.Ini berarti seorang akan jadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan
bakatkepemimpinan.
2) Teori pengaruh lingkungan, menurut teori ini pemimpin itu dibentuk
karenalingkungan hidupnya bukan karena keturunan. Ini bererti setiap orang dapat
menjadipemimpin apabila diberi kesempatan.

2
3) Teori kelompok campuran, menurut teori ini pemimpin itu memiliki bakat yangdibawa
sejak lahir kemudian berkembang melalui pendidikan dan pengalamanterutama dalam
berinteraksi dengan orang lain.

8.3 Teori-Teori Kepemimpinan


1) Teori Great Man dan Teori Big Bang
Dalam teori Great Man dan Big Bang, suatu kepemimpinan merupakan bakat atau
bawaan yang sudah muncul sejak seseorang dilahirkan ke dunia.Bennis & Nanus
(1990) menjelaskan bahwa teori ini berasumsi pemimpin bukan diciptakan, tetapi
melainkan dilahirkan.
Kekuasaan berada pada sejumlah orang tertentu, yang melalui proses pewarisan
memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk
menempati posisi sebagai pemimpin. Suatu peristiwa besar bisa menciptakan
seseorang menjadi pemimpin. Seorag pemimpin mampu mengintegrasikan antara
situasi dan pengikut. Dan situasi merupakan peristiwa besar seperti revolusi,
kekacauan/kerusuhan, pemberontakan, reformasi dll. Dalam hal ini, pengikut adalah
orang yang menokohkan seseorang dan bersedia patuh dan taat.
2) Teori Sifat (Karakteristik) Kepribadian / Trait Theories
Dalam teori ini, seseorang dapat menjadi pemimpin apabila memiliki sifat yang
dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Dan titik tolak teori ini menyebutkan bahwa
keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat kepribadian baik secara fisik
maupun psikologis. Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai atau ciri
kepribadian yang bukan saja bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan hasil
belajar. Tetapi, di dalam Teori Sifat, terdapat kelemahan yaitu, tidak selalu ada
relevansi antara sifat-sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan,
situasi dan kondisi tertentu yang ternyata memerlukan sifat tertentu pula berbeda dari
yang lain.
3) Teori Perilaku (Behavior Theories)
Disebutkan di dalam teori ini, bahwa keberhasilan seorang pemimpin sangat
tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpina. Gaya
atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan pengambilan keputusan, cara

3
memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong
semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara menegakkan disiplin,
cara memimpin rapat, cara menegur dan memberikan sanksi.
4) Teori Kontingensi atau Teori Situasional
Teori Kontingensi atau Teori Situasional ini menyebutkan bahwa resistensi atas
teori kepemimpinan sebelumnya yang memberlakukan asas-asas umum untuk semua
situasi. Teori ini berpendapat bahwa tidak ada satu jalan (kepemimpinan) terbaik
untuk mengelola dan mengurus satu organisasi.

8.4 Tipologi Kepemimpinan


Kepemimpinan pada dasarnya dapat dibagi menjadi lima tipe, yaitu:
1. Tipe Otokratik
Pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.
Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang
sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang
menonjolkan “keakuannya”, seperti: kurang menghargai harkat dan martabat bawahan
dan pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
2. Tipe Paternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang
kebapakan dengan sifat-sifat seperti menganggap bawahannya sebagai manusia yang
tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, jarang memberikan
kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, hampir tidak pernah
memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, selalu bersikap maha tahu
dan maha benar.
3. Tipe Karismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan
yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut
yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya.
Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan
teguh pada pendirian sendiri.
4. Tipe Laisses Faire

4
Pada tipe kepemimpinan ini pemimpin disini tidak memimpin, dia membiarkan
kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak
berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan
tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi
sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak
bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak
mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin
biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme.
Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
5. Tipe Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan
yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua
bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan
kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada
pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan
nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan
bidangnya masing-masing.

8.5 Pemimpin versus Manajer


Menurut Warren Bennis yang dikutip oleh LPPM Jakarta(1998),
perbedaanpemimpin dan manajer adalah orang yang menguasai lingkungan dan mereka
yangmenyerah kepadanya. Ada perbedaan-perbedaan lain yang sangat besar dan
penting,yaitu:
1) Manajer mengelola, pemimpin menemukan (inovasi)
2) Manajer adalah tiruan, pemimpin adalah orisinal
3) Menajer mempertahankan, pemimpin mengembangkan
4) Manajer berfokus pada sistem dan struktur, pemimpin berfokus pada orang
5) Manajer bergantung pada pengendalian, pemimpin membangkitkan kepercayaan
6) Manajer memiliki pandangan jangka pendek, pemimpin memiliki perspektif
jangkapanjang

5
7) Manajer bertanya bagaimana dan kapan, pemimpin bertanya apa yang
berikutnyadikerjakan dan bagaimana.
8) Manajer lebih memperhatikan pada hasil akhir, pemimpin memberi perhatian
padamasa depan.
9) Manajer meniru, pemimpin memulai.
10) Manajer menerima status quo, pemimpin menentangnya.
Menurut Djanalis Djanaid (1996) perbedaan pemimpin dan manajer adalah
sebagaiberikut.
1) Manajer diangkat oleh kekuasaan, pemimpin oleh pengikut
2) Manajer mengandalkan pada kekuasaan, pemimpin mengandalakan personal power
3) Manajer bertindak sebagai penguasa, pemimpin sebagai pencetus ide
4) Manajer bertanggung jawab pada atasan, pemimpin pada anak buah
5) Manajer bagian dari organisasi, pemimpin bagian dari pengikut.

8.6 Peran Pemimpin


Menurut Burt Nanus yang dikutip dari Lembaga Pendidikan dan
PengembanganManajemen Jakarta (1998), seorang pemimpin diharapkan dapat berperan
sebagaipemberi arah, agen perubahan, pembicara, dan pembina.Sedangkan menurut
Djanalis Djanaid (1996) peran atau fungsi seorang pemimpin yaitusebagai pengambil
keputusan, memotivasi anak buah, sebagai sumber informasi,menciptakan inspirasi,
menciptakan keadilan, sebagai katalisator, sebagai wakilorganisasi, menyelesaikan konflik,
dan memberi sugesti pada anak buah.

8.7 Pemimpin yang Efektif


Menurut hasil penelitian yang dilakukan olehChristopher T. Selvarajah dan kawan – kawan
yang dikutip oleh Lembaga Pendidikan danPembinaan Manajemen (LPPM) Jakarta (1998),
kategori seorang pemimpin yang efektifdibedakan berdasarkan:
1) Kualitas pribadi meliputi nilai-nilai pribadi, keterampilan, keyakinan, sikap,
danperilaku-perilaku pimpinan suatu profesi atau organisasi.
2) Perilaku manajerial meliputi nilai-nilai, sikap, tindakan, dan gaya memimpin
yangdituntut dalam tugas manajemen.

6
3) Tuntutan organisasional menunjukkan cara manajer mengelola peraturan-
peraturan,struktur, peran-peran, sasaran organisasi, tuntutan, tekanan, dan imbalan-
imbalan.
4) Pengaruh-pengaruh lingkungan merupakan faktor-faktor luar organisasi
yangberpengaruh pada operasional dan kesuksesan organisasi.

8.8 Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Kepemimpinan


Adapun beberapa faktor - faktor yang mempengaruhi fungsi dalam kepemimpinan,yaitu:
1) Karakteristik pribadi pemimpin
Dimana karakteristik yang dimaksud yaituintelegensi, kemampuan bahasa yang baik,
kedewasaan sosial dan skup yang luas,serta mempunyai motivasi dari dalam yang
mendorongnya untuk tetap berusaha.
2) Kelompok yang dipimpin
Dimana karakteristik pribadi pemimpin digunakan sebagaialat untuk menginterpretasi
tujuan yang harus dicapai kepada kelompok yang akandipimpinnya.
3) Situasi
Setiap pemimpin akan berfungsi pada suatu situasi yang berupa situasimanusia, fisik,
dan waktu. Tiap-tiap perubahan situasi membutuhkan perubahandalam macam
kemampuan memimpin.

8.9 Isu-Isu Kontemporer dalam Kepemimpinan


1) Isu gender dan kepemimpinan
Kepemimpinan antara pria dan wanita pada umumnya adalah sama. Namunperbedaan
yang nampak adalah dalam hal gaya kepemimpinan, dimana wanita lebihsenang
dengan gaya demokratis atau partisipatif dan kurang otokratis sementara prialebih
cenderung menggunakan gaya pengarahan, komando, dan kendali.
2) Isu kepemimpinan tim
Peranan seorang pemimpin tim adalah sebagai penghubung dengan pihak
luar,penyelesai masalah, manajer konflik, dan sebagai Pembina
3) Isu pemberdayaan karyawan

7
Pemimpin harus rela membagi kekuasaan dan tanggung jawab melalui pemerdayaan
karyawan. Inti pemberdayaan adalah membuat karyawan mampu menguasai apa yang
harus mereka lakukan melalui kegiatan pelatihan dan aspek lainnya yang memotivasi.
4) Isu kepengikutan
Disamping mempunyai pemimpin yang efektif, organisasi yang ingin sukses juga
membutuhkan pengikut yang baik seperti mau mengelola diri dengan baik,
berkomitmen, berkompeten, berani, jujur, dan terpercaya.
5) Isu budaya nasional
Pemimpin yang berhasil tidak memakai gaya tunggal tetapi situasional, dan budaya
nasional merupakan faktor cukup penting untuk mengefektifkan gaya melalui para
pengikut.
6) Isu kepemimpinan yang memiliki akar biologis
Pemimpin yang baik tifak perlu tercerdik maupun terkuat di dalam suatu kelompok,
tetapi mereka harus menjadi yang paling cakap berinteraksi sosial.
7) Isu moral atau etika
Etika menjadi kian penting dalam kepemimpinan seingga tidak terjadi penyalahgunaan
kekuasaan. Banyak pemimpin karena sangat bersemangat dan berambisi untuk
mempertahankan kekuasaan yang digenggamnya sering melanggar etika senhingga
citra dan reputasinya menjadi hancur.

8.10 Implikasi Manajerial dalam Kepemimpinan


Kini maupun mendatang akan banyak terjadi perubahan di dalam maupun diluar
organisasi. Ekonomi, sosial, politik, budaya, teknologi, demografi, meningkatnya
kesadaran dan kecanggihan konsumen serta lahirnya kebutuhan baru adalah variabel-
variabel yang akan selalu menguntit organisasi
Persaingan yang kian ketat, penyusutan dunia menjadi “satu desa besar” serta
tranformasi ke pasar bebas akan dapat mengubah cara orang berurusan dengan dunia dan
cara dunia berurusan dengan orang. Dalam upaya memperoleh kemenangan dalam
menjawab tantangan-tantarigan di atas setiap organisasi membutuhkan pemimpin -
pemimpin yang efektif dan tangguh. Dalam era yang penuh perubahan akan muncul
berbagai persoalan. Persoalan yang ada tidak akan memperoleh solusi yang tepat dan benar

8
tanpa organisasi yang sukses dan organisasi tidak akan mencapai sukses tanpa pemimpin
yang efektif.
Dari sini maka sangatlah besar implikasinya bagi suatu organisasi bila tanpa didukung
oleh manajer-manajer yang memiliki jiwa kepemimpinan yang memadai. Kepemimpinan
akan tetap memainkan peranan yang sentral dalam mengawal dan membawa organisasi
mencapai tujuan.

9
DAFTAR PUSTAKA

Ardana, Komang., Mujiati, Ni Wayan., dan Ayu Sriathi Anak Agung. 2013. Perilaku
Keorganisasian. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Robbin, Stephen P., dan Timothy A. Judge. 2015. Perilaku Organisasi, Edisi 16. Jakarta:
Penerbit Salemba Empat.

10