Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Teknik pengangkatan fluida reservoir kepermukaan dapat dilakukan


dengan dua cara, yaitu dengan metode sembur alam (natural flow) atau metode
pengangkatan buatan (artificial lift). Metode pengangkatan buatan (artificial lift)
diterapkan apabila tekanan reservoir sudah tidak mampu lagi mengangkat fluida
reservoir kepermukaan sehingga diperlukan bantuan tenaga dari permukaan.
Lapisan utama penghasil minyak lapangan Jatibarang adalah formasi batuan
vulkanik Minyak yang terproduksi memiliki API gravity yang bervariasi (27 – 35
o
API) dengan rata-rata 30 oAPI dengan pour point 90 – 120 oF (high pour point
oil) dengan rata-rata 109.4oF.
Metode pengangkatan buatan (artificial lift) yang diterapkan pada sumur-
sumur dilapangan Jatibarang adalah dengan menggunakan gas ilift dan pompa
benam listrik (Electrical Submersible Pump - ESP) dalam hal ini akan dibahas
lebih lanjut tentang pompa benam listrik, dalam pengoperasiannya pompa
terendam dalam fluida sumur pada kedalaman (Pump Setting Depth – PSD) yang
telah ditentukan. Unit pompa ini merupakan pompa bertingkat banyak
(multistage) yang terdiri dari impeller, diffuser, housing atau rumah pompa serta
shaft atau poros. Selain itu susunan pompa dilengkapi dengan motor, protektor,
gas separator dan lain-lain.
Pompa benam listrik ini dirancang untuk mengangkat fluida reservoir
kepermukaan dengan laju alir fluida (QL) yang diharapkan selama periode
tertentu. Apabila dalam suatu periode tertentu laju produksi yang didapat tidak
seperti yang diharapkan atau pompa mengalami masalah (Down Hole Problem –
DHP), maka dapat dilakukan perencanaan ulang terhadap pompa benam listrik
tersebut.
Tujuan dalam tugas akhir ini adalah untuk meningkatkan rate produksi
yang telah ada tanpa adanya problem pada pompa sehingga efisiensi pompa dapat
meningkat dan memperpanjang umur pompa.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan sistematis, maka dalam
tulisan ini dibagi menjadi enam bab, yaitu dimulai dari Bab I untuk pendahuluan
dilanjutkan dengan Bab II yang menerangkan tentang tinjauan umum lapangan
Jatibarang. Pada Bab III dibicarakan mengenai teori pendukung pemecahan
masalah dan Bab IV perencanaan ulang pompa benam listrik terpasang di sumur
SQ-165, dilanjutkan Bab V untuk pembahasan dan disimpulkan pada Bab VI.