Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN PROSES

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2018

MODUL : Pembuatan Senyawa Kompleks Tembaga Sulfat Pentahidrat


(CuSO4.5H2O) dari Limbah Tembaga

PEMBIMBING : Ir. Umar Chayam

PERCOBAAN : 25 Februari 2018

PENYERAHAN : 5 Maret 2018

OLEH
KELOMPOK :1

NAMA :

- Ahmad Muhammad (171424002)

- Aisyah Hauraina A (171424003)

-Annisa (171424004)

-Awayni Husna (171424005)

KELAS : 1A-TKPB

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2018

MODUL PRAKTIKUM : Pembuatan CuSO4.5H2O dari Limbah Tembaga


NAMA PEMBIMBING : Umar Khayam

TANGGAL PRAKTIKUM : 25 Februari 2018

TANGGAL PENYERAHAN : 4 Maret 2018

I. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah mempelajari dan melakukan percobaan mahasiswa diharapkan mampu:
1. Membuat kristal tembaga (II) sulfat pentahidrat dari limbah tembaga
2. Mengenal sifat-sifat kristal tembaga (II) sulfat pentahidrat
3. Menganalisis produk dengan menghitung rendemen dan jumlah air kristal (hidrat)
secara stoikiometri

II. LANDASAN TEORI


Dalam suatu sistem periodik unsur, tembaga (Cu) termasuk ke dalam golongan
transisi. Tembaga, perak, dan emas disebut logam koin karena dipakai sejak lama
sebagai uang dalam bentuk lempengan (koin). Hal ini disebabkan oleh logam ini tidak
reaktif, sehingga tidak berubah dalam waktu yang lama. Tembaga adalah logam
berdaya hantar listrik tinggi, maka dipakai sebagai kabel listrik. Tembaga tidak larut
dalam asam yang bukan pengoksidasinya tetapi tembaga teroksidasi oleh HNO 3
sehingga tembaga larut dalam HNO3. Bentuk pentahidrat yang lazim terhidratnya,
yaitu kehilangan empat molekul airnya pada suhu 110oC dan kelima-lima molekul air
pada 150oC. Pada 650oC, tembaga (II) sulfat mengurai menjadi tembaga (II) oksida
(CuO), sulfur dioksida (SO2), dan oksigen (O2).
Tembaga (Cu) merupakan salah satu logam yang paling ringan dan paling aktif.
Cu+ mengalami disproporsionasi secara spontan pada keadaan standar (baku). Hal ini
bukan berarti larutan senyawa Cu(I) tidak mungkin terbentuk. Untuk menilai pada
keadaan bagaimana mereka ditembukan yaitu jika kita mencoba membuat (Cu +)
cukup banyak pada larutan air, Cu2+ akan berada pada jumlah banyak sebab
konsentrasinya harus sekitar dua juta dikalikan pangkat dua dari Cu +.
Disproporsionasi akan menjadi sempurna. Di lain pihak Cu + dijaga sangat rendah
(seperti pada zat yang sedikit larut atau ion kompleks mantap), Cu 2+ sangat kecil dan
tembaga (I) menjadi mantap
Tembaga (II) sulfat mempunyai banyak kegunaan di bidang industry diantaranya
untuk membuat campuran Bordeaux (sejenis fungisida) dan senyawa tembaga
lainnya. Senyawa ini juga digunakan dalam penyepuhan dan pewarnaan tekstik serta
sebagai bahan pengawet kayu. Bentuk anhidratnya digunakan untuk mendeteksi air
dalam jumlah kelumit. Tembaga sulfat juga dikenal sebagai vitriol biru.
Tembaga (II) sulfat merupakan padatan kristal biru, CuSO 4.5H2O triklini.
Pentahidratnya kehilangan 4 molekul air pada 110 oC dan yang ke lima pada 150oC
membentuk senyawa anhidrat berwarna putih. Pentahidrat ini dibuat dengan
mereaksikan tembaga (II) oksida atau tembaga (II) karbonat dengan H2SO4, larutannya
dipanaskan hingga jenuh dan pentahidrat yang biru mengkristal jika didinginkan.
Pada skala industrim senyawa ini dibuat dengan memompa udara melalui campuran
tembaga panas dengan H2SO4. Dalam bentuk pentahidrat, setiap ion tembaga (II)
dikelilingi oleh empat molekul air pada setiap sudut segi empat, kedudukan kelima
dan keenam dari oktaherdral ditempati oleh atom oksifen dari anion sulfat, sedangkan
molekul air kelima terikat oleh ikatan hidrogen. Salah satu sifat dari logam tembaga
yaitu tembaga tidak larut dalam asam yang bukan pengoksidasi tetapi tembaga
teroksidasi oleh HNO3 sehingga tembaga larut dalam HNO3.
3Cu + 8H+ + 2NO3-  3Cu2+ + 2NO + 4H2O
Logam tembaga dibuat dari tembaga sulfide (Cu2S) yang dioksidasi dengan Oksigen
Cu2S + 2O2  CuO + SO2
2CuO + Cu2S  SO2 + 4Cu

Garam tembaga dalam larutan berwarna biru pucat, karena membentuk ion
Cu(H2O)42+. Jika larutan ini ditambah ammonia akan menghasilkan ion Cu(NH 3) 42+
yang berwarna biru pekat. Senyawa CuCl2, CuBr2, CuI2 sukar larut dalam air dengan
Ksp masing masing 1,9.10-7, 5. 10-9, dan 1. 10-12. Senyawa Cu2O dan Cu2S dapat
dibuat langsung dari unsurnya pada suhu tinggi. Kedua senyawa ini cenderung
nonstoikiometrik karena dapat pula sebagian membentuk CuO dan CuS.
Senyawa-senyawa Cu (I) berwarna putih kecuali oksidasinya merah. Sedangkan
senyawa Cu(II) hidratnya biru dan anhidratnya abu- abu. Senyawa senyawa Cu (II)
lebih stabil dalam larutan. Mereka beracun dan mengion yang berwarna gelap (biru
gelap) yang terbentuk dengan larutan ammonia berlebihan. Cu digunakan buat
kabel/kawat/peralatan listrik, dalam logam logam paduan; monel, perunggu,
kuningan, perak jerman, perak nikel untuk ketel dan lain lain.
Secara umum garam tembaga (I) tidak larut dalam air dan tidak berwarna,
perilakunya mirip perilaku senyawa perak (I). mereka mudak dioksidasi menjadi
senyawa tembaga (II), yang dapat diturunkan dari tembaga (II) oksida, CuO, hitam.
Garam garam tembaga (II) umumnya berwarna biru, baik dalam bentuk hidrat, padat,
maupun dalam larutan air, warna ini benar benar khas hanya untuk ion tetraakuoprat
[Cu(H2O)4]2+ saja. Batas terlihatnya warna ion kompleks tetraakuokuprat (II) yaitu
warna ion tembaga (II) dalam larutan air adalah 500 μ g dalam batas konsentrasi 1
dalam 104. Garam garam tembaga (II) anhidrat, seperti tembaga (II) sulfat anhidrat
CuSO4, berwarna putih (atau sedikit kuning).
Larutan ammonia bila ditambahkan dalam jumlah yang sangat sedikit terbentuk
endapan biru suatu garam basa (tembaga sulfat basa). Bila dalam keadaan basah
dibiarkan terkena udara, tembaga (II) sulfide cenderung teroksidasi menjadi tembaga
(II) sulfat, dan karenanya menjadi dapat larut dalam air. Banyak sekali panas yang
dilepaskan pada proses ini.
Persamaan reaksi kristalisasi secara keseluruhan adalah:
Cu + 3H2O + H2SO4 + 2HNO3  CuSO4.5H2O + 2NO2 (berwarna kuning coklat)

III. ALAT DAN BAHAN


1. Gelas kimia 250 mL
2. Gelas ukur 50 mL
3. Corong
4. Kaca arloji
5. Batang pengaduk
6. Pemanas
7. Pipet tetes
8. Cawan penguap
9. Timbangan
10. Limbah tembaga dari kabel bekas
11. Larutan H2SO4 pekat
12. Larutan HNO3 pekat
13. Aquades
14. Kertas saring

IV. CARA KERJA


 Flowsheet

Menimbang Cu dari kabel bekas sebanyak 7 gram dan dimasukkan ke


dalam gelas kimia
Ditambahkan 11,9 ml larutan H2SO4 pekat (98%), 17,5 ml HNO3 pekat
dan 30 ml air ke dalam gelas kimia kemudian dilakukan pengadukan

Memanaskan campuran larutan pada suhu 100oC sampai Cu terlarut (setelah gas
bewarna coklatt idak keluar, sehingga uap tidak lagi berwarna coklat)

Menyaring campuran larutan dalam keadan panas (jika masih ada


Cu yang belum terlarut)

Mendinginkan larutan (proses kristalisasi) sampai terbentuk endapan


kristal

Menyaring kristal agar terpisah dari larutan dan menimbang kristal yang
terbentuk dalam keadaan basah

Mengeringkan kristal dengan cara dipanaskan di dalam oven sampai


kristal berwarna lebih putih

Menimbang kembali kristal yang telah kering

Hitung rendemen yang terbentuk


 Diagram Alir

50 ml air Pencampuran dan


11,9 ml H2SO4 pekat (98%) Pengadukan

7 gram tembaga (sudah dipotong kecil)


17,5 ml HNO3 pekat
Larutan berwarna
biru terang

Pemanasan

100oC

Adanya uap
berwarna coklat
Penyaringan
(gas NO3) dan
larutan berwarna
semakin biru terang

Warna
larutan biru
Pendinginan
terang
(Kristalisasi)

Adanya endapan
Penimbangan kristal berbentuk kristal
dalam keadaan
bongkahan
basah

Pengeringan Warna kristal


(dipanaskan dalam
lebih putih
oven)

Penimbangan kristal
dalam keadaan
kering
Kristal anhidrat

V. KESELAMATAN KERJA
1) Gunakan jas lab, masker dans epatu tertutup sebelum memasuki laboratorium
2) Pastikan semua alat dan bahan tersedia dan siap digunakan
3) Hati-hati menangani asam sulfat dan asam nitrat pekat dan perhatikan
prosedur cara pembuatan larutan dan lakukan dalam lemari asam, gunakan
sarung tangan, masker karena asam sulfat bersifat oksidator, korosif dan
bereaksi dengan air bersifat eksplosif
4) Limbah dikumpulkan dalam satu tempat
5) Kristal tembaga (II) sulfat dikumpulkan pada satu tempat bersih

VI. PENGOLAHAN DATA

NO. Prosedur Percobaan Data Pengamatan


1. Masukan 30 ml air + 11,9ml H2SO4 pekat Berwarna kekuningan dan larutan seperti
kedalam beaker gelas 250 ml (a) minyak,terdapat uap,suhu lingkungan naik
2. Masukkan 7 gram tembaga (limbah kawat) Hanya ada uap disekitar gelas kimia
ke dalam beaker gelas (a)
3. Masukkan 17,5 ml HNO3 secara hati-hati Adanya gelembung dan berubah warna
menjadi hijau,menghasilkan uap coklat
4. Panaskan larutan,aduk (sampai volume -Adanya uap berwarna coklat, adanya
larutan setengah dari volume awal) buih disekitar larutan.
-Pada waktu 15 menit uap coklat sudah
tidak ada.
-Semua tembaga mulai larut dan pada
waktu 20 menit tembaga sudah larut
semua
5. Disaring ketika masih panas -Tidak adanya tembaga yang tidak larut,
maka tida ada residu.
-Sudah ada kristal
6. Filtrate disimpan di lemari asam, dibiarkan Adanya endapan kristal berbentuk
selama 2 hari bongkahan kecil dan berwarna biru muda
pekat
7. Kristal yang terbentuk disaring dan di Didapatkan massa CuSO4.xH2O (basah)=
dekantasi dengan aquadest,kemudian gr
timbang - Didapatkan massa CuSO4.xH2O
(kering)= gr

Diketahui : - Massa Cu = 7 gram

- Massa kristal = gram

- BM CuSO4.5H2O = 249,55 gr/mol

- BA Cu = 63,55 gr/mol

Ditanya : Rendemen?

Jawab :

1. Mol Cu = massa
Mr
= ____7 gr___
63,55 gr/mol
= 0,110 mol
Mol H2SO4 = 10 x ƿ x % x v
1000 x Mr

= 10 x 1,84 x 98 x 11,9
1000 x 98
= 0,2189 mol

Reaksi : Cu2+ + SO42- + 5H2O CuSO4.5H2O

Mol CuSO4.5H2O = Mol CuSO4 = 0,110 mol

Mol CuSO4.5H2O = 0,110 mol

gr
=0,110 mol
BM
gr
=0,110 mol
249,55 g/mol

gr=27,451 g

Massa teoritis kristal CuSO4.5H2O adalah 27,451 gram

Massa kristal CuSO4.5H2O hasil praktikum adalah gram

Massa Kristal CuSO 4 .5 H 2O


Rendemen= x 100
Massa teoritis kristal CuSO 4 .5 H 2 O

17,684
Rendemen= x 100
27,451 gr

Rendemen=64,42

2. Menghitung kadar air dalam kristal CuSO4.xH2O


Berat kaca arloji+kertas timbang = 39,40 gram
Berat kaca arloji+kertas timbang+CuSO4.xH2O (basah) = 57,98 gram
Berat CuSO4.xH2O (basah) = 17,684 gram
Berat kaca arloji+kertas timbang+CuSO4.xH2O (kering) = 51,63 gram
Berat CuSO4.xH2O (kering) = 11,33 gram

o Massa x.H2O = 17,684 gram-11,33 gram


= 6,354 gram

o Mol CuSO4 = massa


Mr
= 11,33 gram
159,55 gr/mol
= 0,071 mol

o Mol x.H2O = massa


Mr
= 6,354 gram
18 gr/mol
= 0,353 mol

o Koefisien air = mol air


Koefisien CuSO4 mol CuSO4
X = 0,353
1 0,071
X = 4,9 ≈ 5
Jadi koefisien air adalah 5, sehingga rumus senyawanyanya adalah CuSO4.5H2O

3. Reaksi yang terjadi

3Cu + 8H+(aq) + 2NO3–(aq) 3Cu2+(aq) + 2NO2 (g) + 4H2O

Cu2+ + H2SO4 + 2HNO3 + 3H2O CuSO4.5H2O + 2NO2

Anda mungkin juga menyukai