Anda di halaman 1dari 22

BAB IV

OPTIMASI LAJU PRODUKSI BERDASARKAN INTERVAL PERFORASI


DAN PERENCANAAN ULANG POMPA BENAM LISTRIK SUMUR
OGAN.

Data Di Lapangan Prabumulih Sumur Ogan


Data yang digunakan untuk optimasi ini diambil pada bulan Agustus 2004.
 Water-Cut = 85 %
 Laju Alir Minyak(Qo) = 114 BOPD
 Laju Alir Air (Qw) = 646 BWPD
 Water Specific Gravity(SGw) = 1.014
 Oil Specific Gravity (SGo) = 0.903
 API Gravity = 24.15
 FVF Minyak (Bo) = 1.175 Bbl/Stb
 Tekanan Statis (Ps) = 479.53 Psi
 Tekanan Alir Dasar Sumur (Pwf) = 352.46 Psi
 Tekanan Tubing = 25 Psi
 Tekanan Casing = 5 Psi
 ID Tubing = 2.441 inch
 Mid Perforasi (Datum) TVD = 3768.885 ft
 Pump Setting Depth (PSD) TVD = 3609.1 ft

4.1. Pembuatan Kurva Inflow Performance Relationship (IPR) Untuk


Sumur Ogan
Kurva IPR untuk Sumur Ogan dibuat dengan menggunakan metoda Pudjo
Soekarno untuk aliran tiga fasa. Dalam simulasinya, Pudjo Soekarno
menunjukkan bahwa pada suatu harga tekanan reservoir tertentu, harga WC
berubah sesuai dengan perubahan tekanan alir dasar sumur (Pwf), yaitu semakin
rendah tekanan alir dasar sumur, maka semakin tinggi harga water cut. Karena
WC untuk Sumur Ogan besar harganya, maka dengan metoda ini diharapkan
perhitungan WC akan lebih akurat.
Data test tekanan dan produksi Sumur Ogan digunakan untuk pembuatan
kurva IPR.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Surface rate diperoleh dari data produksi.
Qo = 114 BOPD
Qw = 646 BWPD
Qt = Qo + Qw = 760 BFPD
WC = 85 %
2. Perhitungan konstanta persamaan P1 dan P2 memberikan hasil sebagai
berikut :
P1 = 1.606207 – 0.130447 × ln (WC)
P1 = 1.606207 – 0.130447 × ln (85) = 1.026676
P2 = -0.517792 + 0.110604 × ln (WC)
P2 = -0.517792 + 0.110604 × ln (85) = -0.02642
Maka :
 P 2.Pwf 
WC / WC@ Pwf ≈ Pr  P1xEXP  
 Pr

WC@ Pwf ≈ Pr = WC /P1 x EXP [P2 Pwf / Pr]

= 85 / {1,026676 x EXP [- 0,02642 x (352.46 / 479.53)]}

WC @ Pwf ≈ Pr = 84.41467 %

3. Konstanta regresi A0, A1 dan A2 dihitung dengan menggunakan persamaan


sebagai berikut, dimana konstanta C0,C1 dan C2 untuk masing-masing
konstanta An diperoleh dari Tabel dibawah ini.

An C0 C1 C2
A0 0.980321 -0.115661×10-2 0.179050 x 10-4
A1 -0.414360 0.392799×10-2 0.237075 x 10-5
A2 -0.564870 0.762080 ×10-2 -0.202079 x 10-4
An = C0 + C1 (WC) + C2 (WC)2
A0 = 0.980321 - 0.115661×10-2 x 85 + 0.179050 x 10-4 x (85)2
= 0.126566
A1 = -0.414360 + 0.392799×10-2 x 85 + 0.237075 x 10-5 x (85)2
= -0.06335
A2 = -0.564870 + 0.762080 ×10-2 x 85 -0.202079 x 10-4 x (85)2
= -0.0631

4. Laju alir total cairan maksimum dihitung dengan persamaan berikut ini :
2
Qo  Pwf   Pwf 
 A0  A1   A2 
Qt , max  Pr   Pr 

114
Qt , max  2
 352.46   352.46  = 2483.113 BFPD
1,26566  0.06335   0.0631 
 479.53   479.53 

5. Pembuatan kurva IPR dilanjutkan dengan mengasumsikan harga Pwf, untuk


menghitung Qo dengan persamaan di Langkah 4 pada berbagai harga Pwf
tersebut. Hasil perhitungannya ditampilkan dalam Tabel IV-1. Untuk
menghitung Qw digunakan persamaan berikut ini :
WC
Qw  Qox
100  WC
6. Kurva IPR dibuat dengan memplotkan harga Pwf terhadap Ql yang
dihasilkan dari perhitungan pada Tabel IV-1 dalam kertas kartesian. Kurva
IPR Sumur Ogan ditunjukkan pada Gambar IV-1.

Tabel IV-1.
Perhitungan Laju Produksi Sumur Ogan Pada Berbagai Harga Pwf

Pwf,Psi Qo,BOPD Qw,BWPD QL,BFPD


479.53 0.27281 1.545926 1.818736
450 28.66482 162.434 191.0988
400 74.02827 419.4935 493.5218
352.46 114 646 760
270 176.0277 997.4904 1173.518
260 182.9198 1036.546 1219.466
250 189.6757 1074.829 1264.504
240 196.2952 1112.339 1308.635
230 202.7784 1149.078 1351.856
220 209.1254 1185.044 1394.169
210 215.3361 1220.238 1435.574
200 221.4105 1254.659 1476.07
190 227.3486 1288.309 1515.657
180 233.1504 1321.186 1554.336
170 238.8159 1353.29 1592.106
160 244.3452 1384.623 1628.968
150 249.7381 1415.183 1664.921
140 254.9948 1444.97 1699.965
130 260.1152 1473.986 1734.101
120 265.0993 1502.229 1767.328
110 269.9471 1529.7 1799.647
100 274.6586 1556.399 1831.057
90 279.2338 1582.325 1861.559
80 283.6728 1607.479 1891.152
70 287.9755 1631.861 1919.836
60 292.1418 1655.47 1947.612
50 296.1719 1678.308 1974.48
40 300.0657 1700.373 2000.438
30 303.8233 1721.665 2025.488
20 307.4445 1742.185 2049.63
10 310.9294 1761.934 2072.863
0 314.2781 1780.909 2095.187
4.2. Penentuan Laju Alir Yang Optimum Dengan Menggunakan Metode
Cherichi Dan Metode Craft Hawkins Untuk Sumur Ogan.
Data-data yang dibutuhkan :
 Water-Cut = 85 %
 Laju Alir Minyak(Qo) = 114 BOPD
 Laju Alir Total (Qt) = 760 BLPD
 Permeabilitas efektif minyak = 91.18 mD
 Tebal lapisan Produktif = 59.714 ft
 Permeabilitas horizontal = 607.88 mD
 Permeabilitas vertical = 607.88 mD
 Jari jari pengurasan sumur(re) = 1125.383 ft
 Jari jari sumur(rw) = 0.354 ft
 Pr = 479.53 Psi
 Pwf = 352.46 Psi
 Bo = 1.175
 Viscositas minyak = 0.83

4.2.1. Penentuan Laju Alir Kritis Tanpa Water Coning Dengan Metode
Cherichi.
a. Menentukan Parameter jari-jari pengurasan (rDc)
re 1125 .383
rDc = h k h = 59.714 607.88
kv 607.88

rDc = 18.84622 ft

b. Perhitungan Konstanta C, D, E, F
C = - 0,31253676 – 0,32957799 (ln rDc)
= - 0,31253676 – 0,32957799 (ln 18.84622) = -1.28028
D = - 1,17760395 + 0,19623644 (ln rDc ) = -0.60139

E = 1,409514123 – 0,0029341 ( rDc )(ln rDc) = 1.372113


F = - 0,50297452 + 0,826966176 ((ln rDc)/ rDc) = -0.37413
c. Perhitungan q c , 0  w Dengan Metode Cherichi
Asumsikan hp ( panjang interval perforasi ) sampai tebal lapisan produktif
( h ).
Mis : hp = 11.483 ft
1. Mencari Fraksi Penetrasi (fb)
fb = hp/h = 11.483 / 59.714 = 0.192
2. Mencari jarak peforasi terbawah dari initial WOC (hcw)
hcw = h – hp = 59.714 - 11.483 = 48.2 ft
3. Mencari nilai A, dan B untuk mendapatkan harga  w ( fungsi tak
berdimensi air ).
A = C + D { EXP (-fb) }
A = -1.28028 - 0.60139 {EXP(-0.192)}= - 1.776
BEF  fb  = 1.372113   0.37413   0.192 
B = 1.208
  h 
 w  EXP  A  B ln cw 
  h 

   48.2   
w= EXP   1.776  1.208  ln
 59.714  
 = 0.131
  

   

4. Perhitungan q c , 0  w ( laju produksi maksimum sebelum terjadi


water coning ,BOPD ).
 h 2  wo k ho 
q c , 0 w  3.073x10 3   w

  o o 
  59.714  2 1  0.839 
607.88 
q c , 0  w  3.073x10 3    0.131
 1.175  0.83 
 

q c ,0 w = 157.172 BOPD


157.172
Maka q c ,l  w (fluida) = = 1047.8105 BFPD
(1  0.85)
4.2.2. Penentuan Laju Alir Untuk Potensi Sumur Dengan Metode Craft
Hawkins.
Menghitung nilai-nilai berikut untuk metode craft hawkins
 rw 
PR  fbx 1  7 cos( fbx90) 
 2 xfbxH 

fb = hp/h
0,007078 k o h ( Pws'  Pwf )
qo   PR
 o Bo ln (re / rw )

Langkah-langkah perhitungannya :
1. Mencari Fraksi Penetrasi (fb)
Hp = 11.483 ft
H = 59.714 ft
fb = 11.483 / 59.714 = 0.192

2. Menghitung Productivity Ratio ( PR )


 rw 
PR  fbx 1  7 cos( fbx90) 
 2 xfbxH 

 0.354 
PR  0.192 x 1  7 cos(0.192 x90) 
 2 x0.192 x59.714 

PR = 0.36
3. Menghitung laju alir minyak untuk potensi sumur menurut metode craft
hawkins
'
0,007078 k o h ( Pws  Pwf )
qo   PR
 o Bo ln (re / rw )

0.007078x91.18 x59.714 x ( 479.53  352.46)


qo  x0.36  221.42 BOPD
0.83x1.175 x ln(1125 .383 / 0.354)
221.42
ql   1476.08 BLPD
(1  0.85)

4.3. Evaluasi Terhadap Pompa Benam Listrik Yang Terpasang


Evaluasi terhadap pompa benam listrik terpasang dilakukan pada sumur-
sumur yang terpasang
a. Penentuan Specific Gravity Fluida Campuran
1. Water Phase Sp. Gr = Water Cut x SGw
2. Oil Phase Sp. Gr. = Oil Cut x SGo
3. Sp. Gr. Fluida Campuran = Water Phase Sp. Gr. + Oil Phase Sp. Gr.
4. Gradient Fluida (SGf) = Sp. Gr. Fluida Campuran x 0,433 psi/ft
b. Penentuan Pump Intake Pressure (PIP)
1. Perbedaan Kedalaman = Mid Perforasi – Pump Setting Depth (TVD)
2. Perbedaan Tekanan = Perbedaan kedalaman x SGf
3. Pump Intake Pressure (PIP) = Pwf – Perbedaan Tekanan
c. Penentuan Total Dynamic Head (TDH)
1. Menentukan Fluid Over Pump (FOP)
PIP ( Psi ) x 2.31 ft / Psi
Fluid Over Pump 
Sp.Gr.Campuran

2. Menentukan Vertical Lift (HD)


Vertical Lift (HD) = Pump Setting Depth (TVD) – FOP
3. Menentukan Tubing Friction Loss (Hf).
Friction Loss (F) dengan volume total total fluida (Vt) dapat diperoleh dari
grafik friction Loss Hazen-Williams Formula atau dengan menggunakan
persamaannya :
1.85 1.85
 100   Qt 
2.083   
Friction Loss (F) =  C   34.3 
ID 4.8655
Tubing Friction Loss (HF) = Friction Loss (F) x PSD (MD)
4. Menentukan Tubing Head (HT)
Tubing Pr essure ( Psi ) x 2.31 ft / Psi
Tubing Head (HT) =
Sp.Gr.Campuran

5. Menentukan Total Dynamic Head (TDH)


Total Dynamic Head (TDH) = HD + HF + HT
d. Penentuan Effisiensi Pompa (%EP)
1. Menentukan Head perstage, (ft/stages) dengan persamaan :
TDH
Head per Stage (feet/stage) = Stages

2. Berdasarkan Head per stage tersebut kemudian dari Grafik Pump


Performance Curve untuk tipe pompa terpasang diperoleh harga produksi
(Qtheoritical) dalam BFPD.
3. Menentukan presentasi effisiensi Pompa (%EP)
Persentase effisiensi pompa dapat dilihat dari Grafik Pump Performance
Curve. Dimana Qteoritis yang sudah dapat ditarik ke atas untuk
dipotongkan dengan Kurva Pump Efficiency lalu dibaca ke sebelah
kanan.
Data Di Lapangan Prabumulih Sumur Ogan
Dari langkah perhitungan tersebut di atas, dapat dilakukan perhitungan untuk
menentukan persentase efisiensi pompa (% EP) untuk sumur – sumur kajian di
Prabumulih. Berikut adalah contoh perhitungan untuk Sumur Ogan dengan pompa
terpasang adalah ESP Centrilift FC 925 60 HZ 178 stages. Data yang digunakan
untuk optimasi ini diambil pada bulan Agustus 2004.
 Water-Cut = 85 %
 Laju Alir Minyak(Qo) = 114 BOPD
 Laju Alir Air (Qw) = 646 BWPD
 Water Specific Gravity(SGw) = 1.014
 Oil Specific Gravity (SGo) = 0.903
 API Gravity = 24.15
 FVF Minyak (Bo) = 1.175 Bbl/Stb
 Tekanan Statis (Ps) = 479.53 Psi
 Tekanan Alir Dasar Sumur (Pwf) = 352.46 Psi
 Tekanan Tubing = 25 Psi
 Tekanan Casing = 5 Psi
 ID Tubing = 2.441 inch
 Mid Perforasi (Datum) TVD = 3768.885 ft
 Pump Setting Depth (PSD) TVD = 3609.1 ft
a. Penentuan Specific Gravity Fluida Campuran
1. Water Phase Sp. Gr = Water Cut x Water Sp. Gr
= 0.85 x 1.014
= 0.8619
2. Oil Phase Sp. Gr. = Oil Cut x Oil Sp. Gr
= (1-0.85) x 0.903
= 0.1354
3. Sp. Gr. Fluida Campuran = Water Phase Sp. Gr. + Oil Phase Sp. Gr.
= 0.8619 + 0.1354
= 0.9973
4. Gradient Fluida (Gf) = Sp. Gr. Fluida Campuran x 0.433 Psi/ft
= 0.9973 x 0.433 Psi/ft
= 0.4318 Psi/ft
b. Penentuan Pump Intake Pressure (PIP)
1. Perbedaan Kedalaman = Mid Perforasi-Pump Setting Depth (PSD)
= 3768.885 – 3609.1
= 159.785 ft
2. Perbedaan Tekanan = Perbedaan Kedalaman x Gf
= 159.785 x 0.4318
= 69.003 Psi
3. Pump Intake Pressure = Pwf – Perbedaan Tekanan
= 352.46 – 69.003
= 283.4564 Psi
c. Penentuan Total Dynamic Head (TDH)
1. Menentukan Fluid Over Pump (FOP)
Fluid Over Pump (FOP) = PIP/Gf
= 283.4564 / 0.4318
= 656.3732 ft
2. Menentukan Vertikal Lift (HD)
Vertical Lift (HD) = Pump Setting Depth (TVD) –FOP
= 3609.1 – 656.3732
= 2952.727 ft
3. Menentukan Tubing Friction Loss (HF)
Friction Loss (F) tubing 2-7/8” (2.441 ID) dengan volume total fluida (Vt)
760 STB/D dapat diperoleh dari friction Loss Hazen-Williams Formula
adalah :
1.85
100   (Q / 34.3)1,85 
Friction Loss/1000ft= 2.083   
 C 
4 , 8655
 ID 
1.85
100   (760 / 34.3)1,85 
FL/1000ft=2.083    4 ,8655 
120   (2.441) 
FL = 5.9617 ft per 1000 ft
Tubing Friction Loss (HF)
Tubing Friction Loss = Friction Loss x PSD
5.9617 ftX 3609.10 ft
= 1000 ft

= 21.516 ft
4. Menentukan Tubing Head (HT)
Tubing Head (HT) = Tubing Pressure (psi) / Sp.Gr.Fluida camp
= 25 psi / 0.4318 psi/ft
= 57.8901 ft
5. Menentukan Total Dynamic Head (TDH)
Total Dynamic Head (TDH) = HD + HF + HT
= 2952.727 + 21.516 + 57.8901
= 3032.134 ft
d. Penentuan Effisiensi Pompa (%EP)
1. Menentukan Head per stage, (ft/stage) dengan persamaan :
TDH
Head per Stage (feet/stage) = Stages

= 3032.134 / 178
= 17.034 ft /stage
2. Berdasarkan Head per stage sebesar 17.034 ft/stage, maka dari lampiran.
Grafik Performance Curve untuk tipe ESP FC 925 60 HZ diperoleh harga
laju fluida (Qtheoritical) sebesar 1093 B/D.
3. Menentukan persentase effisiensi pompa
Persentase effisiensi pompa dapat dilihat dari Grafik Pump Performance
Curve untuk tipe ESP FC 925 60 Hz.
Tabel IV-2. Hasil Perhitungan Persentase Effisiensi Pompa (% EP)
Sumur Ogan.
Pompa Jumlah Pwf PIP TDH Head/ Qaktual Qteoritis EP
Terpasang Stage (Psi) (Psi) (feet) Stage (BFPD) (BFPD) (%)
FC-925 178 352.46 283.456 3032.13 17.034 760 1093 56.33

4.4. Perencanaan Ulang Pompa Benam Listrik


Perencanaan ulang dilakukan dengan pengaturan dan penyesuaian kembali
tipe pompa, jumlah stage, motor dan lain-lain berdasarkan data produksi yang
diinginkan sesuai dengan productivitas formasi dalam suatu periode tertentu,
sehingga diperoleh laju produksi (QL) yang optimum. Dasar perencanaan ulang
suatu unit pompa benam listrik dibagi menjadi dua metode. Pertama dilakukan
perencanaan ulang terhadap pompa benam listrik untuk, Pump Setting Depth
(PSD) dan stage pompa berubah dengan tipe pompa tetap, yang kedua untuk
Pump Setting Depth (PSD) tetap dengan tipe dan stage pompa berubah.

4.4.1. Pump Setting Depth (PSD) Dan Stage Pompa Berubah Dengan Tipe
Pompa tetap.
Evaluasi Pump Setting Depth (PSD) dilakukan dengan mengubah-ubah
kedalaman tersebut dari PSD minimum sampai dengan PSD maksimum dimana
pada evaluasi tersebut menggunakan tipe pompa yang terpasang tetapi jumlah
stagenya berubah. Di sumur, yaitu Sumur Ogan dengan pompa FC 925 60 Hz.
Prosedur penentuan laju produksi (Ql) optimum pada berbagai variasi
PSD dengan tipe pompa tetap :
1. Menentukan PSD minimum dan PSD maksimum dengan menggunakan
Persamaan (3-88) dan Persamaan (3-89).
2. Menentukan PSD observasi ( PSD min < PSD obs < PSD maks ).
3. Menentukan Pwf berdasarkan Qasumsi dan menentukan Total Dynamic
Head pada setiap kedalaman dan Q asumsi.
4. Membaca harga Head C
5. Menghitung harga stage pompa pada setiap kedalaman dan Q asumsi.
6.
Data Lapangan Sumur Ogan.
 Water-Cut = 85 %
 Laju Alir Minyak(Qo) = 114 BOPD
 Laju Alir Air (Qw) = 646 BWPD
 Water Specific Gravity(SGw) = 1.014
 Oil Specific Gravity (SGo) = 0.903
 API Gravity = 24.15
 FVF Minyak (Bo) = 1.175 Bbl/Stb
 Tekanan Statis (Ps) = 479.53 Psi
 Tekanan Alir Dasar Sumur (Pwf) = 352.46 Psi
 Tekanan Tubing = 25 Psi
 ID Tubing = 2.441 inch
 Mid Perforasi (Datum) TVD = 3768.885 ft
 Pump Setting Depth (PSD) TVD = 3609.1 ft

Metode Pump Setting Depth Berubah dengan Tipe dan Stage Pompa Tetap
1. Menentukan Pump Setting Depth Minimum dan Maksimum.
 Ps Pc 
Statik Fluid Level (SFL) = Dmid perf -   
 Gf Gf 

 479.53 5 
= 3768.885 -   
 0.4318 0.4318 
= 2646.768 ft
 Pwf Pc 
Working Fluid Level (WFL) = Dmid perf -   
 Gf Gf 

 352.46 5 
= 3768.885 -   
 0.4318 0.4318 
= 2941.048 ft
Pc
PSD min = WFL + Gf

= 2941.048 + (5/0.4318) = 2952.627 ft


Pc
PSD max = D - Gf

= 3768.885 – (5 /0.4318)
= 3757.306 ft

2. Menentukan Total Dynamic Head (TDH) dan Head Pompa


Total Dynamic Head (TDH) dan Head pompa ditentukan berdasarkan PSD
observasi dimana mulai dari PSDmin 2952.627 ft sampai PSD maks 3757.306
ft dan asumsi laju produksi.
Contoh :
a. PSD obs 3250 ft
b. Asumsi laju produksi
Langkah perhitungannya sebagai berikut :
a. Menghitung tekanan alir dasar sumur untuk asumsi laju produksi.
Qasumsi = 900,pada PSDobs = 3250 ft :
Q = PI ( Ps-Pwf )
900 = 7.945 ( 479.53 –Pwf )
Pwf = 366.2512 psi.

b. Perbedaan kedalaman = mid perforasi – Pump Setting Depth


= 3768.885 – 3250
= 518.885 ft

c. Perbedaan Tekanan = Perbedaan Kedalaman x SGf


= 518.885 x 0.4318
= 224.0545 psi
d. Pump Intake Pressure = Pwf – Perbedaan Tekanan
= 366.2512– 224.0545
= 142.1967 psi

Penentuan Total Dynamic Head (TDH)


- Menentukan Fluid Over Pump (FOP)
Fluid Over Pump = PIP/Gf
= 142.1967/0.4318
= 329.3114 ft
- Menentukan Vertikal Lift (HD)
Vertical Lift (HD) = Pump Setting Depth (TVD) –FOP
= 3250-329.3114
= 2920.689 ft
- Menentukan Tubing Friction Loss (Hf)
Friction Loss (F) tubing 2-7/8”(ID 2.441) dengan volume total 900 BFPD
dapat diperoleh dari kurva Friction Loss Williams Hazen atau dengan
menggunakan persamaan :
1.85
100   (Qt / 34.3)1,85 
F = 2.0830   
 C 
4 ,8655
 ID 
F = 8.151284 ft/1000 ft
Hf = Friction Loss x PSD
= 8.151284 ft/1000 ft x 3250 ft
= 26.49167 ft
- Menentukan Tubing Head (HT)
Tubing Head (HT) = Tubing Pressure (psi) / Sp.Gr.Fluida camp
= 25 psi / 0.4318
= 57.8971 ft
- Menentukan Total Dynamic Head (TDH)
Total Dynamic Head (TDH) = HD + HF + HT
= 2920.689 +26.49167 +57.8971
= 3005.077 ft
Penentuan Head :
Berdasarkan pembacaan pada Pump Performance Curve untuk pompa FC 925
60 HZ dengan laju produksi 900 BFPD diperoleh head sebesar 24.3 ft/stage.
Perhitungan Total Dynamic Head (TDH) dengan Qasumsi ditunjukan pada
tabel berikut :

Qf,BFPD Head/Stage TDH, ft


145 Stage 124 Stage 110 Stage 105 Stage 102 Stage
1000 21 3045 2604 2310 2205 2142
900 24.3 3523.5 3013.2 2673 2551.5 2478.6
800 27 3915 3348 2970 2835 2754
750 28 4060 3472 3080 2940 2856
700 28.8 4176 3571.2 3168 3024 2937.6
Hasil Perhitungan TDH dan Head Pada Asumsi 3250 ft.

Hasil Pemilihan Pada PSD Berubah dengan Tipe Dan Stage Tetap.
Pompa Jumlah SFL WFL PSD min PSD max, Qteoritis %
Terpasang Stage Ft ft ft ft BLPD EP
FC 925 145 2646.768 2941.048 2952.627 3757.306 1000 62
60 HZ

Laju Produksi Pada Beberapa PSD dengan 145 Stage.


Ql,bfpd PSD,ft
1000 2952.627
1000 3100
1000 3250
1000 3500
1000 3609.1

4.4.2. Pump Setting Depth Tetap dengan Tipe dan Stage Pompa Berubah
Merupakan evaluasi dengan mengubah-ubah tipe dan jumlah tingkat
(stage) pompa pada pump setting depth tetap. Pemilihan pompa dibatasi oleh
pemilihan casing (Check Clearances) dan laju produksi yang diinginkan dimana
laju produksi tersebut seharusnya masih berada dalam kapasitas laju produksi
yang direkomendasikan. Untuk meningkatkan efisiensi pengangkatan dilakukan
evaluasi jumlah tingkat pompa.
Dari persamaan (3-81) dapat diperoleh tekanan intake dari fluida yang
masuk kedalam pompa pada tingkat pertama. Dari data tekanan intake diplot
terhadap laju produksi akan menghasilkan kurva intake yang akan bervariasi
berdasarkan jumlah tingkat pompa. Jika kurva tadi dipotongkan dengan kurva IPR
akan didapat laju produksi dari setiap jumlah tingkat pompa (stage)-nya.
Prosedur untuk membuat kurva intake yang digunakan untuk mendapatkan
jumlah tingkat (stage) pompa yang paling tepat, yaitu :
1. Memilih tipe pompa yang sesuai dengan ukuran casing dan laju produksi yang
diinginkan.
2. Menghitung ρfsc dan γfsc
ρfsc = 350 WC γwsc + 350 (1-WC) γosc
γwsc = (ρfsc/350)
3. Mengasumsikan laju produksi bervariasi, untuk masing-masing laju produksi
ini dilakukan perhitungan :
 Menentukan Head per Stage dari Pump Performance Curve.
 Menentukan Tekanan Discharge dari Korelasi Gradien
Tekanan.
 Mengasumsikan jumlah tingkat pompa yang bervariasi dan
untuk tiap-tiap jumlah stage, kemudian menghitung tekanan intake-nya.
4. Memplot tekanan intake vs laju produksi dari tiap-tiap asumsi jumlah stage
pompa pada grafik dengan skala yang sama untuk kurva IPR.
5. Membaca laju produksi pada perpotongan dari kurva tekanan intake dan kurva
IPR.
6. Menentukan jumlah tingkat pompa yang paling tepat yang dapat menghasilkan
laju produksi optimum.
Dari langkah perhitungan di atas, dapat dilakukan perhitungan untuk
menentukan tipe dan jumlah stage pompa yang sesuai pada PSD tetap untuk
sumur Ogan.
Data-data pendukung :
 Water cut (WC) = 85 %
 Spesific Grafity of Oil (SGo) = 0.903
 Spesific Grafity of Water (SGw) = 1.014
 Laju Produksi Minyak (Qo) = 114 BOPD
 Laju Prouksi Air (Qw) = 646 BWPD
 Tekanan Statis (Ps) = 479.53 Psi
 Gradien Tekanan = 0.4318 Psi/ft
 Tekanan Alir Dasar Sumur (Pwf) = 352.46 Psi
 ID Tubing = 2.441 inch
 Pump Setting Depth = 3609.1 feet

1. Memilih tipe pompa yang sesuai dengan usuran casing dan laja produksi yang
diinginkan, disini pompa tipe ESP FC-1600 60 Hz. Dari Pump Performance
Curve FC-1600 60 Hz diketahui :
Batas atas kapasitas produksi yang direkomendasikan = 2100 B/D
Batas bawah kapasitas produksi yang direkomendasikan = 1200 B/D
2. Menghitung ρfsc dan γfsc
ρfsc = 350 WC γwsc + 350 (1-WC) γosc
= (350 x 0.85 x 1.014) + (350 (1 – 0.85) x 0.903)
= 349.0725 lb/STB
γwsc = (ρfsc/350)
= (349.0725 / 350) = 0.99735
3. Misalkan asumsi laju produksi 1200 BFPD dengan PSD = 3609.1 ft , maka
prosedur perhitungannya sebagai berikut :
a. Menentukan Head per Stage(h) dari Pump Performance Curve Esp FC-
1600 60 Hz diperoleh harga = 28.3 ft/stage.
Qo = PI×(Pr-Pwf)
1200 = 5.98 × (479.53-Pwf)
Pwf = 278.861 Psi
b. Menentukan tekanan discharge (P2)
D = PSD – ( Pwf/Gf )
= 3609.1 – ( 278.861/0.4318)
= 2963.289 ft
P2 = 100 + (D x Gf)
= 100 + (2963.289 x 0.4318)
= 1379.548 Psi
c. Memasukkan harga jumlah tingkat pompa yang bervariasi ( misal
130,127,122,119 dan 114) dan untuk tiap-tiap jumlah stage dihitung
tekanan intake-nya (P3). Misalkan diambil asumsi jumlah stages adalah 114
maka :
  fsc xh 
P3 = P2 -   St
 808.3141
= 1379.548-((349.0725 lb/STBx28.3ft/stage)/808.3141)x114stage
= -13.6947 Psi
4. Dengan langkah perhitungan yang sama, tekanan intake untuk asumsi laju
produksi dan jumlah stage lainnya ditunjukkan dalam Tabel IV-4. Dari table
tersebut kemudian dibuat kurva intake pompa (P3) untuk masing-masing
jumlah stage pompa dengan skala yang sama pada kurva IPR yang telah dibuat
sebelumnya. Pedoman yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam pemilihan
pompa benam listrik di sumur Ogan adalah :
 Laju Produksi Maksimum (Qmaks) = 1475 BFPD
 Range Kapasitas Produksi Yang Direkomendasikan ESP FC 1600 60 Hz.
Batas atas kapasitas produksi ESP FC 1600 60 Hz =2100 BFPD
Batas bawah kapasitas produksi ESP FC 1600 60 Hz = 1200 BFPD

Tabel IV-3. Hasil Pemilihan Pada PSD Tetap dengan Tipe Dan Stage Berubah.
Tipe Jumlah PSD Qactual Qteoritis % EV
Pompa Stage Ft BFPD BFPD
FC 1600 60 HZ 114 3609.1 1200 1300 92.307

Tabel IV-4. Hasil Perhitungan Tekanan Intake Pompa ( P3 ) FC 1600 60 HZ


Pada Sumur Ogan
Q asumsi P3

130 125 122 119 114


1450 -27.0791 28.629 62.05523 95.48062 151.1896
1400 -74.7389 -17.518 16.81382 51.1461 108.3666
1350 -111.171 -52.870 -17.8904 17.08967 75.38976
1300 -147.602 -88.222 -52.5946 -16.9668 42.41296
1200 -209.237 -148.130 -111.466 -74.8015 -13.6944

Tabel IV-5. Hasil Perhitungan Tekanan Inflow ( P2 ) FC 1600 60 HZ Pada


Sumur Ogan.
Pwf Q asumsi P2
237.0550836 1450 13.00054
245.4162876 1400 21.36174
253.7774916 1350 29.72295
262.1386957 1300 38.08415
278.8611037 1200 54.80656

4.4.3. Pump setting Depth Berubah dengan Tipe dan Stage Pompa Berubah
Data-data Pendukung:
 Water cut (WC) = 85 %
 Spesific Grafity of Oil (SGo) = 0.903
 Spesific Grafity of Water (SGw) = 1.014
 Laju Produksi Minyak (Qo) = 114 BOPD
 Laju Prouksi Air (Qw) = 646 BWPD
 Tekanan Statis (Ps) = 479.53 Psi
 Gradien Tekanan = 0.4318 Psi/ft
 Tekanan Alir Dasar Sumur (Pwf) = 352.46 Psi
 ID Tubing = 2.441 inch
 Pump Setting Depth = 3609.1 feet

Dalam perencanaan Pompa benam listrik/ESP untuk Pump Setting Depth


(PSD) Berubah dengan tipe dan stage pompa berubah, langkah perhitungannya
sama seperti perhitungan sebelumnya. Adapun langkah perhitungannya sebagai
berikut :
1. Mengasumsikan PSD obs yang berada dalam range PSD min dan PSD
maksimum.
2. Memilih tipe pompa yang sesuai dengan produktifitas formasinya yaitu
dengan langkah perhitungan yang sama seperti pada perhitungan sebelumnya.
3. Menentukan Total Dynamic Head (TDH) dan Head pompa pada PSDobs
dengan asumsi laju produksi dan asumsi jumlah stages (SPS stok)
4. Membuat grafik hubungan laju produksi versus TDH dan laju produksi versus
Head PSD obs pada kertas grafik yang sama, sehingga didapatkan
perpotongan kurva TDH dan Head yang berbeda pula.
5. Mengulangi langkah 1-4 untuk PSD observasi lainnya, sehingga didapat
perpotongan kurva TDH dan Head yang berbeda pula.
6. Memilih tipe pompa pada PSD observasi yang menghasilkan laju produksi
optimum.
Berdasarkan langkah perhitungan diatas, maka dapat dilakukan pemilihan tipe
pompa dan perkiraan jumlah stages serta PSDnya, sebagai contoh :
1. Asumsi PSD obs :
PSD min 2952.627 ft
PSD 3000 ft
PSD 3250 ft
PSD 3609.1 ft
PSD max 3757.306
2. Memilih tipe pompa yang sesuai dengan ukuran casing (< 7 inch) dan laju
produksi yang diinginkan,disini dipilih pompa FC 1600 60 HZ.
3. Hasil perhitungan laju produksi pada berbagai stage dan PSD asumsi
ditampilkan pada Tabel IV-6.
Hasil perhitungan TDH dan Head untuk berbagai jumlah stage pompa ditunjukkan
dalam Tabel IV-6 di bawah ini dan hasil plot kurva TDH dan Head pompa tersebut
ditunjukkan dalam Gambar 4.3.
Laju produksi optimum dari PSD obs ditunjukkan dalam Tabel IV-7 dan
hasil plot hubungan antara laju produksi terhadap PSD obs untuk asumsi jumlah
stage pompa ditunjukkan dalam Gambar 4.3. di bawah ini.

Tabel IV-6. Hasil Perhitungan TDH Dan Head Pompa FC 1600 60 HZ


Dengan PSD obs 3250 ft Pada Sumur Ogan.
Q Head/Stage P3 FC 1600 60 HZ
BFPD 130 125 122 119 114
1450 25.8 3354 3225 3147.6 3070.2 2941.2
1400 26.5 3445 3312.5 3233 3153.5 3021
1350 27 3510 3375 3294 3213 3078
1300 27.5 3575 3437.5 3355 3272.5 3135
1200 28.3 3679 3537.5 3452.6 3367.7 3226.2

Tabel IV-7. Hasil Pemilihan Tipe Dan Stage Pompa Untuk Pump Setting
Depth(PSD) Berubah,Tipe Dan Stage berubah Dengan Q
asumsi 1200 BLPD.
Tipe Jumlah PSD Qactual Qteoritis % EV
Pompa Stage Ft BFPD BFPD
FC 1600 114 3226.2 1200 1200 100
60 HZ