Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

KEWIRAUSAHAAN

“Leadership dalam Kewirausahaan”

Disusun Oleh

Kelompok 3

1. Fadillah Jamil (16063043)


2. Rosi Putri (16063023)
3. Zulfikar Lubis (16063032)
4. Fikra Ihsanul Fahmi (16063044)
5. Aprila Marisa Qasadina (16063003)
6. Anisah Zahra Diansi (16063038)
7. Luthfi Rauf Muthasim (16063047)
8. Shandy Oktafianto Pratama (16063026)

Dosen Pengampu
Dr. Aznil Mardin, S.Kom, M.Pd.T

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELKETRO


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Padang,21 Februari 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii


DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii
BAB I .................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 4
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 4
B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 4
C. Tujuan Penulisan ..................................................................................................... 5
BAB II................................................................................................................................. 6
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 6
A. Pengerian Leadership, pimpinan, dan pemimpin .................................................... 6
B. Teori-Teori Kepemimpinan .................................................................................... 9
C. Srategi dan pengendalian dalam kepemimpinan ................................................... 12
D. Etika Bisnis ........................................................................................................... 16
BAB III ............................................................................................................................. 19
PENUTUP ........................................................................................................................ 19
A. Kesimpulan ........................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 20

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kepemimpinan bagi seorang kewirausahaan merupakan salah satu faktor
yang utama, yang sama pentingnya dengan kepercayaan dan kreativitas yang
tinggi dalam mendukung kesuksesan usaha dalam mecapai tujuan. Apalagi
dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) maka dalam dunia usaha
dibutuhkan seorang pemimpin yang inovatif dan adaptif, kaya dengan
pembaharuan dan tidak mudah dihambat oleh kejadian - kejadian dari luar.
Kepemimpinan menggabungkan kreativitas dan kepercayaan menjadi sebuah
usaha efektif yang berpengaruh luas dan hidup.Sebelum usaha yang dibangun
tanpa kepemimpinan yang kuat hanya akan menjadi usaha kecil yang
Stagnant (tidak berkembang).

Seorang wirausahawan merupakan seorang yang penuh dengan


pemikiran yang luas, tekad yang kuat dan keberanian tinggi. Tidak mudah
membentuk seorang pemmpin yang mampu memimpin sedikit orang dari
usaha kecil dan tidak ada pertumbuhan usaha. Keberhasilan atau efektifitas
kepemimpinan tidak saja lah diukur bagaimana memberdayakan bawahannya
tapi juga kemampuannya menjalankan atau melaksanakan kebijakan
perusahaan melalui cara atau gaya kepemimpinannya.
Pola atau gaya kepemimpinan sangat tergantung pada karakteristik
individu pemimpin menghadapi bawahan berdasarkan fungsinya sebagai
atasan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan makalah ini dapat
dirumuskan sebagai berikut ;

a. Apa itu pengertian Leadership, pimpinan dan pemimpin?


b. Apa saja teori – teori kepemiminan?
c. Bagaimana strategi dan pengendalian dalam kepemimpinan?
d. Apa saja yang termasuk dalam etika bisnis?

4
C. Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin di capai dalam penulisan makalah ini adalah ;

a. Untuk mengetahui apa itu pengertian Leadership, pimpinan dan


pemimpin,
b. Untuk mengetahui apa saja teori-teori kepemimpinan,
c. Untuk mengetahui bagaimana strategi dan pengendalian dalam
kepemimpinan,
d. Untuk mengetahui apa saja yang termasuk dalam etika bisnis.

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengerian Leadership, pimpinan, dan pemimpin


a. Pengertian Leadership
Leadership merupakan terjemahan dari kepemimpinan dan untuk
memberikan definisi terhadap kepemimpinan ini tidaklah mudah.
Sebab untuk memberikan pengertian tentang kepemimpinan ini
tergantung dari segi mana kita memandangnya. Kepemimpinan
(leadership) adalah suatu proses untuk mempengaruhi dan mendorong
orang lain agar bekerja keras dalam mencapai suatu tujuan. Ada beberapa
pengertian tentang kepemimpinan yang tergambarkan sebagai berikut:
1. Kepemimpinan sebagai suatu fokus dari beberapa proses dalam
rangka mencapai tujuan. Dalam hal ini kita dapat melihat dengan
realita bahwa seorang pemimpin merupakan berbagai sumber
kebijaksaan.
2. Kepemimpinan sebagai kepribadian dengan segala
efeknya menggambarkan bahwa seorang pimpinan pribadinya
menggambarkan pribadi organisasi yang dipimpinnya.
3. Kepemimpinan sebagai seni di dalam mengupayakan tercapainya
pemenuh kebutuhan.
4. Kepemimpinan merupakan sumber aktifitas untuk mempengaruhi
orang lain agar bertindak dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditentukan sekolah.
5. Kepemimpinan sebagai pemrakarsa dan sebagai pencetus inovasi
baru, untuk lebih efesien dan efektifnya mencapai tujuan organisasi
dan sekolah.
6. Kepemimpinan sebagai kumpulan kekuasaan.
b. Pengertian Pimpinan
Pimpinan adalah orang yang diangkat dalam artian suka atau tidak
suka bawahannya ia tetap akan memegang suatu jabatan tertinggi didalam
organisasi, memiliki otoritas dan oleh petinggi diatasnya ia diberikan

6
tempat yang istimewa atau spesial karena kemampuannya atau karena
sudah lama ikut dengan petinggi diatasnya dan diberi kewenangan spesial
sehingga bawahan ataupun karyawannya menjadi takut, dengan kata lain
dia takut akan kehilangan jabatannya kelak.Pimpinan adalah jabatan atau
posisi seseorang di dalam sebuah organisasi baik organisasi formal
maupun organisai non formal.
Kata pimpinan ada hubungannya dengan memimpin. Dalam hal ini,
pimpinan merupakan hasil dari proses memimpin, seperti halnya binaan
merupakan hasil dari proses membina atau bangunan merupakan hasil dari
proses membangun. Kata pimpinan juga mempunyai arti lain, yaitu
kumpulan para pemimpin. Dalam pengertian itu, kata pimpinan lazim
digunakan dalam ungkapan seperti rapat pimpinan, unsur pimpinan, atau
pimpinan unit. Sejalan dengan itu, akhiran-an pada kata pimpinan
bermakna ‘kumpulan’, yakni kumpulan para pemimpin. Berdasarkan
hierarki tugasnya pimpinan dikelompokkan sebagai berikut :
1. Pimpinan tingkat pertama ( Lower Manager )
Adalah pimpinan yang langsung berhubungan dengan para pekerja
yang menjalankan mesin peralatan atau memberikan pelayanan
langsung pada konsumen. Pimpinan ini diutamakan memiliki proporsi
peranan technical skill yang terbesar dan konseptual skill yang terkecil.
2. Pimpinan tingkat menengah ( Middle Manager )
Adalah pimpinan yang berada satu tingkat di atas Lower Manager.
Pimpinan ini menjadi saluran informasi dan komunikasi timbal balik
antara Lower Manager dan Top Manager , yakni pimpinan puncak ( di
atas Middle Manager ) sehingga pimpinan ini diutamakan memiliki
kemampuan mengadakan hubungan antara keduanya. Konseptual skill
adalah ketramp[ilan dalam penyusunan konsep - konsep, identifikasi,
dan penggambaran hal - hal yang abstrak. Sedangkan techmnical skill
adalah ketrampilan dalam melakukan pekerjaan secara teknik.
Hubungan antara manusia merupakan ketrampilan dalam melakukan
komunikasi dengan sesama manusia lain.

7
3. Pimpinan puncak ( Top Manager )
Pimpinan puncak adalah manajer yang menduduki kewenangan
organisasi tertinggi dan sebagai penanggung jawab utama pelaksanaan
administrasi. Pimpinan ini memiliki proporsi peranan konseptual skill
yang terbesar dan technical skill yang terkecil.
Tugas - tugas pimpinan :
1. Sebagai pengambil keputusan
2. Sebagai pemikul tanggung jawab
3. Mengerahkan sumber daya untuk mencapai tujuan sebagai pemikir
konseptual
4. Bekerja dengan atau melalui orang lain
5. Sebagai mediator, politikus, dan diplomat.
c. Pengertian Pemimpin
Konsep Pemimpin berasal dari kata asing Leader. Kartono mengatakan
bahwa pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas
tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk
menggerakan orang lain melakukan usaha bersama guna mencapai sasaran
tertentu. sedangkan Kouzes menjelaskan bahwa pemimpin adalah vionir
sebagai orang yang bersedia melangkah kedalam situasi yang tidak
diketahui, pemimpin yang mempunya visi yang jelas dapat menjadi
penuntun dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai
pemimpin. lain lagi dengan Rukmana yang mendefinisikan pemimpin
sebagai orang yang melakukan atau menjalankan kepemimpinan
leadership sedangkan pimpinan adalah mencerminkan kedudukan
seseorang atau kelompok orang pada hierarki tertentu dalam suatu birkrasi
formal maupun informal. adapun definisi lain dari pemimpin yaitu sebagai
berikut:
1. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan
Pendidikan (1999). Menyatakan pemimpin adalah individu manusia
yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah
mencapai matlamat yang ditetapkan.

8
2. Kartini Kartono (1994 . 33) Pemimpin adalah seorang pribadi yang
memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan
kclebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-
orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu,
demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
3. C. N. Cooley (1902) Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari
suatu kecenderungan, dan pada kesempatan lain, semua gerakan sosial
kalau diamati secara cermat akan akan ditemukan kecenderungan yang
memiliki titik pusat.
4. Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994 : 33) Pemimpin
dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan memprakarsai
tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir
atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise,
kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah
seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-
kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh
para pengikutnya.

B. Teori-Teori Kepemimpinan
a. Teori Pembawaan. Teori ini berkembang pada tahun 1940-an dengan
memusatkan pada karakteristik pribadi seorang pemimpin, meliputi:
bakat-bakat pembawaan.
b. Teori yang paling tua adalah Th e Trait Th eory atau yang biasa disebut
pemimpin, faktor fisik, kepribadian, kecerdasan, dan ketrampilan
berkomunikasi. Tetapi pada akhirnya teori ini ditinggalkan, karena tidak
banyak ciri konklusif yang dapat membedakan antara pemimpin dan
bukan pemimpin.
c. Dengan surutnya minat pada Teori Pembawaan, muncul lagi Teori
Perilaku, yang lebih dikenal dengan Behaviorist Theories. Teori ini lebih
terfokus kepada tindakan-tindakan yang dilakukan pemimpin daripada
memperhatikan atribut yang melekat pada diri seorang pemimpin. Dari
teori inilah lahirnya konsep tentang Managerial Grid oleh Robert Blake
dan Hane Mouton. Manajemen Grid merupakan satu dari empat gaya

9
kepemimpinan yang lain, yaitu: Manajemen Tim, Manajemen Tengah
jalan, Manajemen yang kurang, dan Manajemen Tugas.
d. Timbullah pendekatan Situational Theory yang dikemukakan oleh Harsey
dan Blanchard. Mereka mengatakan bahwa pembawaan yang harus
dimiliki seorang pemimpin adalah berbeda-beda, tergantung dari situasi
yang sedang dihadapi. Pendekatan ini menjadi trend pada tahun 1950-an.
e. Teori yang paling kontemporer adalah teori Jalan Tujuan, Path-Goal
Teory. Menurut teori ini nilai strategis dan efektivitas seorang pemimpin
didasarkan pada kemampuannya dalam menimbulkan kepuasan dan
motivasi para anggota dengan penerapan reward and punisment.
Berikut adalah sejumlah teori kepemimpinan yang menyajikan sejumlah
perilaku dan pola kepemimpinan serta ciri-ciri dari seorang pemimpin;
a. Teori Sifat
Teori ini melihat sifat-sifat apa saja yang melekat dan seharusnya melekat
pada seorang pemimpin, seperti ;
 Intelegensia: yaitu mampu menyesuaikan diri, mampu memutuskan,
memiliki pengetahuan dan kelancaran berbicara.
 Kepribadiannya: individualisme, kreatif (independen dalam
melakukan respons, penyusuaian diri, kesigapan, integritas pribadi,
percaya diri dan keseimbangan emosional kemandirian kontrol
(nonconformity).
 Karakteristik fisik: antara lain kelebihan secara fi sik diasosiasikan
memiliki kemungkinan kemampuan kepemimpinan lebih.
 Kemampuan: antara lain kemampuan untuk mendapatkan kerjasama,
popular dan berpengaruh, sosiabilitas, partisipasi sosial, taktis dan
diplomatis (Bass, 1982 dalam Matteson dkk, 2002). Teori ini banyak
dikritik karena; daft ar sifat bias sangat banyak, skor tes yang
dilakukan mengandung subjektivitas, pola perilaku efektif
kepemimpinan tergantung situasi yang dihadapinya (Gibson dkk,
1997).
b. Teori Pemimpin Karismatik

10
Kepemimpinan di mana seorang pemimpin mampu untuk
mempengaruhi pengikutnya berdasarkan bakat supranatural atau
kekuatan-kekuatan yang menarik. Pengikut menikmati pengikut karena
mereka masara memperoleh inspirasi, kebenaran dan merasa penting
untuk mengikutinya. Pemimpin ini biasanya bekerja berdasarkan visi dan
muncul dalam kondisi-kondisi kritis
c. Teori Perilaku
Teori ini mencari tahu bagaimana perilaku pemimpin menentukan
effektifitasnya. Teori ini memiliki dua kategori besar, yaitu penelitian ;
 Studi Kepemimpinan Universitas Michigan Studi ini mengindentifi
kasikan perilaku kepemimpinan menjadi:
 Pemimpin yang berpusat pada karyawan (pemimpn hanya
mengawasi secara umum pekerjaan bawahannya,ia berusaha agar
orang lain merasakan otonomi dan dukungan).
 Pemimpin yang berpusat pada pekerjaan (pemimpin mengawasi
secara ketat pekerjaan bawahannya.Problem dari teori ini adalah
hanya membagi menjadi dua sifat, terlalu mengeneralisasi sifat
yang mungkin lebih dari itu.
 Studi Kepemimpinan Universitas Ohio
Studi ini diawali pada tahun 1945 oleh Bureu of Business
Research di universitas Negeri Ohio. Di mana penelitian ini berusaha
untuk mengidentifi kasi perilaku pemimpin. Dalam penelitian ini
kepemimpinan didefinisikan sebagai perilaku seorang pada saat
mengarahkan aktivitas kelompok pada pencapaian tujuan. Akhirnya
penelitian ini mempersempit perilaku pemimpin pada dua dimensi,
yaitu:
 Stuktur inisiasi, yang mengacu pada “perilaku pemimpin dalam
menggambarkan hubungan antara dirinya sendiri dengan anggota
kelompok kerja dan dalam upaya membentuk pola organisasi,
saluran komunikasi dan metode atau prosedur yang ditetapkan
dengan baik”.

11
 Konsiderasi, yang mengacu pada “perilaku yang menunjukkan
persahabatan, kepercayaan timbal balik, rasa hormat, dan
kehangatan dalam hubungan antara pemimpin dengan anggota
stafnya.
d. Kepemimpinan Transaksional, Path Goal dan Transformasional
Kepemimpinan transaksional merupakan kepemimpinan mengenalkan
apa yang diinginkan atau disenangi para pengikut dan membantu mereka
mencapai tingkat pelaksanaan yang menghasilkan penghargaan yang
memuaskan mereka (Gibson dkk, 1997). Mereka pada dasarnya memuji
pengikut bila mereka patuh dan dapat mencapai target, tetapi akan
mendisiplinkan mereka jika mereka tidak patuh (Dessler, 1997).
Pendekatan transaksional ini menggunakan konsep-konsep teori
kepemimpinan path goal.
Kepemimpinan path goal membagi 4 perilaku kepemimpinan;
 Directive (cenderung membiarkan bawahan mengetahui apa yang
diharapkan oleh mereka.
 Supportive (memperlakukan bawahan dengan derajat yang sama),
 Partisipatif (meminta pendapat bawahan dan mempertimbangkan
saran dan ide mereka sebelum mencapai keputusan),
 Orientasi pada prestasi (menetapkan tujuan-tujuan yang menantang,
mengharapkan bawahan untuk memberikan prestasinya pada tingkat
yang paling tinggi, dan secara terus menerus melakukan perbaikan
prestasi). Luthans, (2002) menemukan bahwa walaupun perilaku
kepemimpinan adalah faktor motivasional dan juga sebagai sumber
kepuasan, tetapi tidak semua level menerimanya.

C. Srategi dan pengendalian dalam kepemimpinan


a. Srategi dalam kepemimpinan
1. Teori Genetis
Teori ini menyatakan:
a. Pada dasarnya pemimpin itu tidak dibuat melainkan lahir sebagai
pemimpin, dan sudah ada sejak dia lahir.
b. Memang sudah ditakdirkan jadi pemimpin.

12
2. Toeri Sosial
Teori ini menyatakan:
a. Seorang pemimpin harus ditetapkan dan dibentuk, dengan kata
lain tidak lahir begitu saja.
b. Setiap orang dapat jadi pemimipin.

Tipe dan Gaya Kepemimpinan


Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:
1. Tipe Kharismatik
Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa,
sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar.
2. Tipe Otoriter
Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
b. Pemimpin bertindak sebagai dictator
c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.

Syarat-syarat Kepemimpinan

1. Kekuasaan

2. Kewibawaan

3. Kemampuan

Ciri-ciri Kepemimpinan Yang Baik


1. Penglihatan Sosial
Artinya suatu kemampuan untuk melihat dan mengerti gejala-gejala
yang timbul dalam masyarakat sehari-hari.
2. Kecakapan Berfikir Abstrak
Dalam arti seorang pemimpin harus mempunyai otak yang cerdas,
intelegensi yang tingggi. Jadi seorang pemimpin harus dapat
menganalisa dan mumutuskan adanya gejala yang terjadi dalam
kelompoknya, sehingga bermanfaat dalam tujuan organisasi.
3. Keseimbangan Emosi

13
Orang yang mudah naik darah, membuat ribut menandakan emosinya
belum mantap dan tidak memililki keseimbangan emosi. Orang yang
demikian tidak bisa jadi pemimpin sebab seorang pemimpin harus
mampu membuat suasana tenang dan senang. Maka seorang pemimpin
harus mempunyai keseimbangan emosi.
b. Pengendalian dalam kepemimpinan
Pada umumnya Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah
perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan. Jadi, aktivitas penjualan
merupakan aktivitas utama dan sumber pendapatan utama di
perusahaan. Dalam mengawasi dan mengendalikan karyawan untuk
bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan, maka pemimpin
menerapkan pengendalian informal (pengendalian budaya) dan
pengendalian formal (pengendalian hasil dan proses) untuk mencapai
tujuan perusahaan.
 Pengendalian Budaya
Pengendalian budaya menggunakan metode pendekatan pribadi,
pelatihan, aturan kekaryawanan, dan simbolisasi non fisik
kebudayaan. Budaya perusahaan yang ada saat ini terbentuk dari
pengaruh pemimpin. Nilai-nilai yang ditanamkan pemimpin dalam
perusahaan yaitu, kekeluargaan, bekerja keras, kerjasama dan
kedisiplinan.
Pendekatan dapat dilakukan oleh pemimpin terutama pada
karyawan bagian penjualan pada saat mengadakan meeting bersama
dengan tim penjualan, Pemimpin bisa menjamu para karyawan dengan
menyediakan makan siang dan makan bersama-sama. Disini bisa
dilihat bahwa tidak ada perbedaan antara pimpinan dengan karyawan,
jadi karyawan merasa bukan dianggap sebagai orang luar melainkan
karyawan merasa sebagai satu keluarga.
Pemimpin memberikan bimbingan dan pengarahan langsung
kepada karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan rutin mereka melalui
praktek langsung di lapangan. Secara tidak langsung, pelatihan juga
diberikan secara teori. Ketika meeting pemimpin men-sharing kepada

14
karyawan tentang pengalaman yang dimiliki oleh pemimpin tersebut.
Pemimpin memberikan gambaran kepada karyawan dalam melakukan
proses penjualan. Pelatihan yang diberikan, yang akan menjadi titik
awal bagi karyawan tersebut dalam mendapatkan gambaran akan
tindakan atau pekerjaan yang akan harus ia tempuh dikemudian hari.
Aturan kekaryawanan yang ada di perusahaan lebih
menekankan pada ketaatan karyawan, yaitu kedisiplinan. Disiplin
disini merupakan disiplin dalam hal ketepatan waktu, baik ketepatan
waktu dalam jam masuk kerja maupun kedisiplinan dalam bekerja.
 Pengendalian Hasil
Pengendalian hasil ini lebih untuk mengendalikan pada bagian
penjualan. Jadi fokusnya pada produktivitas penjualan. Pemimpin
menetapkan target penjualan berdasarkan penjualan tahun lalu.
Penetapan target untuk tiap karyawan berbeda-beda, tergantung
kinerjanya. Jika kinerja salesman mengalami peningkatan maka target
yang ditetapkan akan dinaikkan. Setiap mencapai target yang telah
ditetapkan oleh perusahaan, maka ada insentif yang diberikan kepada
karyawan dengan bentuk komisi. Tetapi ada aturannya, yaitu
komisi akan diberikan ketika karyawan memenuhi 75% dari target
yang ditentukan. Jadi karyawan memiliki tanggung jawab yang tinggi
jika ingin mendapatkan komisi. Komisi ini bisa dikatakan sebagai
reward atas kerja keras karyawan.
 Pengendalian Proses
Pengendalian proses ini dengan menerapkan standard
operating procedures. Perusahaan mendorong karyawan untuk patuh
terhadap organisasi dalam melaksanakan aktivitasnya dengan
menggunakan standard operating procedures. Dengan adanya standard
operating procedures sebagai instruksi kerja yang terstandarisasi maka
semua kegiatan dilakukan secara konsisten oleh karyawan yang
sedang bertugas melakukan proses penjualan. Penerapan standard
operating procedures ini membantu karyawan dalam menjalankan
pekerjaannya menjadi lebih terstruktur, tertib, dan lebih disiplin.

15
D. Etika Bisnis
Etika berasal dari kata Yunani ethos, bentuk jamaknya (ta etha) berarti
“adat istiadat‟. Berarti etika berhubungan dengan kebaikan hidup, kebiasaan
atau karakter baik terhadap seseorang, masyarakat atau terhadap kelompok
masyarakat.
a. Tahapan Etika Bisnis
Etika bisnis dapat dilaksanakan dalam tiga tahapan: tahap makro,
tahap meso, dan tahap mikro. Ketiga tahap ini membahas kegiatan
ekonomi dan bisnis.
 Ditahap makro, etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari
sistem ekonomi secara total.
 Pada tahap meso (menengah), etika bisnis mempelajari persoalan
etika dalam organisasi. Organisasi di sini dapat diasosiasikan sebagai
organisasi perusahaan, serikat buruh, lembaga konsumen,
perhimpunan profesi, dan lain-lain.
 Tahap mikro memusatkan perhatiannya pada persoalan individual
sehubungan dengan aktifitas ekonomi atau bisnis. Pada tahap ini
dipelajari tanggung jawab etis karyawan dan majikan, bawahan dan
manajer, produsen dan konsumen, pemasok, dan investor.
b. Teori-teori etika
 Utilitarianisme
Teori utilitarianisme mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis
adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada
sebagian besar konsumen atau masyarakat. Teori utilitarianisme
sebagai teori etika kegunaan suatu tindakan ekonomis, sesuai
sekali dengan prinsip prinsip ekonomis. Manfaat utilitarianisme
mampu menghitung keuntungan dan kerugian atau kredit dan
debet dalam bisnis. Banyak penganut utilitarianisme
mengusahakan melaksanakan perhitungan etis ekonomis
tersebut.
 Deontologi

16
Deontologi berasal dari kata Yunani “deon”, berarti kewajiban.
Deontologi merupakan teori etika yang menyatakan bahwa yang
menjadi dasar bagi baik buruknya suatu perbuatan adalah
kewajiban seseorang untuk berbuat baik kepada sesama
manusia. Merupakan teori etika yang memberi jawaban atas
pertanyaan “mengapa suatu perbuatan adalah baik dan perbuatan
itu harus ditolak sebagai buruk”, deontologi menjawab: “karena
perbuatan pertama menjadi kewajiban seseorang untuk berbuat
baik pada orang lain dan karena perbuatan kedua dilarang untuk
dilakukan”.
 Teori Hak
Teori hak ini merupakan pendekatan relatif banyak dipakai
mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku
seseorang atau sekelompok orang. Teori hak merupakan aspek
dari teori deontologi, karena hak berhubungan dengan
kewajiban. Bahkan hak dan kewajiban seperti dua sisi mata
uang logam yang saling melengkapi. Seseorang biasanya
memiliki hak sekaligus kewajiban untuk berlaku sesuatu kepada
orang lain.
 Teori Keutamaan
Keutamaan didefinisikan sebagai penggambaran watak
menganai perilaku seseorang dan memungkinkan nya
bertingkah laku baik secara moral. Kerendahan hati adalah
keutamaan dimana seseorang tidak ingin menonjolkan diri,
sekalipun situasi mengizinkan. Suka bekerja keras juga nilai
keutamaan yang menjamin seseorang untuk menghindari
tindakan bermalas-malasan. Prestasi bisnis yang baik adalah
prestasi bisnis didasari oleh nilai nilai keutamaan. Hidup yang
baik adalah virtuous life: hidup keutamaan, Life is precious,
hidup adalah utama dan sangat berharga maka gunakanlah setiap
menit yang ada untuk berbuat sesuatu kebaikan kepada umat
manusia.

17
 Relativisme
Bila selalu dalam kondisi perilaku normal, maka pada dasarnya
setiap orang cenderung bersedia berperilaku utama atau baik.
Mereka yakin bahwa adat-istiadat, agama atau kepercayaan
yang dianutnya dari daerah di mana ia dibesarkan diyakini
merupakan adat istiadat terbaik di banding lain-lainnya. Dengan
keadaan ini, maka setiap orang berkondisi kejiwaan normal
tidak dapat membantah peristiwa serupa. Banyak fakta
menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan perilaku atau
pendapat umum dan menjadi adat istiadat turun temurun suatu
daerah.

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
a. Kepemimpinan (leadership) adalah suatu proses untuk mempengaruhi dan
mendorong orang lain agar bekerja keras dalam mencapai suatu tujuan.
Kartono mengatakan bahwa pemimpin adalah seorang pribadi yang
memiliki superioritas tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan
kekuasaan untuk menggerakan orang lain melakukan usaha bersama guna
mencapai sasaran tertentu.
b. Teori-Teori Kepemimpinan diantaranya adalah Teori Pembawaan, Teori
yang paling tua adalah The Trait Theory, Teori Perilaku, Teori yang paling
kontemporer adalah teori Jalan Tujuan.
c. Srategi dalam kepemimpinan bisa di lihat Teori Genetis dan Toeri Sosial.
Pengendalian dalam kepemimpinan diantaranya adalah Pengendalian
Budaya, Pengendalian Hasil, Pengendalian Proses.
d. Etika berasal dari kata Yunani ethos, bentuk jamaknya (ta etha) berarti
“adat istiadat‟. Berarti etika berhubungan dengan kebaikan hidup,
kebiasaan atau karakter baik terhadap seseorang, masyarakat atau terhadap
kelompok masyarakat

19
DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Pembelajaran DIKTI. 2013. Kewirausahaan. Modul


Pembelajaran. Jakarta: KEMENDIKBUD
Meredith. G.G. 1996. Kewirausahaan Teori dan Praktik. Jakarta: Pustaka
Binaman Presindo.
Kartono" kartini. 2003. P!emimpin dan kepemimpinan. PT. Raja Grafindo
Persada. Jakarta.

20