Anda di halaman 1dari 1

Nama : Khoirotul Ainiyah

NIM / Off : 160341606076 / C

Tugas : Analisisis Artikel (Kontroversi Evolusi)

Harun Yahya : Kreasionisme Islam untuk Meruntuhkan Teori Evolusi

Munculnya teori evolusi ini dicetuskan oleh Darwin pada tahun 1859, yang mana
teori ini banyak sekali menuai kritikan pedas dari beberapa ahli salah satunya Harun Yahya,
yang merupakan seorng penulis menentang adanya teori evolusi in. Hal ini dikarenakan teori
ini menyatakan bahwa makhluk hidup termasuk manusia, muncul melalui proses seleksi alam
yang gradual dan merupakan peristiwa yang tak disengaja dan tanpa tujuan. Harun Yahya
mematahkan teori ini dengan menyatakan bahwa teori ini sepenuhnya bertentangan dengan
pandangan agama mengenai penciptaan alam dan asal-usul kehidupan. Menurut Harun Yahya
hal ini dikarenakan pada abad ke-19 (masa Darwin) ini tingkat pemahaman ilmu pengetahuan
tentang alam dan kehidupannya masih terbilang kurang sehingga para evolusionis
beranggapan bahwa kehidupan sangatlah sederhana. Perdebatan ini yaitu antar Harun Yahya
(kreasionisme) dengan Darwin (teori evolusi) telah berlangsung selama berabad-abad yang
lalu dan dimungkinkan masih berlangsung hingga saat ini.

Harun Yahya berpendapat bahwa kreasionisme termasuk fakta yang benar dalam
menjelaskan asal-usul dan keanekaragaman makhluk hidup. Menurut Harun Yahya, teori
evolusi yang dicetuskan oleh Darwin merupakan suatu penipuan berkedok ilmiah yang tidak
terbukti kebenarannya. Teori ini mempengaruhi akal sehat manusia sehingga tidak mampu
lagi melihat kebenarannya, yang mana menurut Harun Yahya mereka (manusia) yang berada
dibawah pengaruh teori seperti ini akan merasa tersihir dan mereka akan termasuk orang
yang terhina yang mana hal ini telah dikatakan di dalam Al-Qur’an. Harun Yahya sendiri juga
mengatakan bahwa Darwin tidak dapat menunjukkan adanya bentuk peralihan makhluk hidup
yang mengalami evolusi (misalnya, perubahan dari spesies asal ke spesies yang lain seperti
kera menjadi manusia yang mana adanya teori Darwin yang menyatakan bahwa kera
merupakan nenek moyang manusia). Menurutnya, hal ini disebabkan karena jenis makhluk
hidup memang tidak bisa berubah dan tidak mungkin terjadi perubahan dari satu bentuk
makhluk hidup ke bentuk lainnya seperti ikan menjadi amphibi dan reptile, reptile ke burung.
Semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara
tiba-tiba dan dalam bentuk yang telah lengkap dan memiliki fungsi tertentu.

Dari penjelasan tersebut, saya sendiri lebih mendukung teori yang dikemukakan oleh
Harun Yahya, yang mana menentang teori evolusi yang dikemukakan oleh Darwin. Hal ini
karena teori evolusi sendiri tidak menganggap adanya Tuhan dalam kehidupan ini, karena
teori evolusi lebih mempercayai bahwa manusia berasal dari seleksi alam yaitu nenek
moyang manusia yang seekor kera. Padahal jika dikaji lebih dalam, kera dan manusia
merupakan spesies yang berbeda dan tidak dapat disama kan karena manusia lebih sempurna
dan tinggi derajatnya dibandingkan kera (hewan lainnya) di mata Allah SWT.