Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

PEMBUATAN HIASAN TEKSTIL

Disusun oleh :
1. ELIS ROSIKAH
2. ICHA AMELIA PUTRI

XI Tata Busana

SMK NEGERI 1 BANJAR


Street Dr. Husein Kartasasmita Tlp-Fax. (0265) 741722-744860 Kota Banjar 46311
E-mail : smkn1banjar@gmail.com http://www.smkn1banjar.sch.id
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena
atas izin dan kehendak-Nya kami dapat menyusun makalah tentang “Pembuatan
Hiasan Tekstil” dengan tepat waktu.
Dalam pembuatan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang
dikarenakan terbatasnya ilmu pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan
penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada
guru pembimbing kami yang telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami.
Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini
kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi kami yakin makalah ini masih banyak
kekurangan. Dengan penuh kesadaran akan segala kekurangan yang masih ada dan
harapan agar makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menggali ilmu
pengetahuan khususnya di bidang seni.
Dan harapan kami, ini dapat menjadi inspirasi dan menjadi referensi bagi kita
dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna
bagi orang lain yang mendengarkan dan yang membacanya.

Banjar, Februari 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................. 2
C. Tujuan dan Manfaat ........................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 3
A. Hiasan Aplikasi ................................................................................... 3
B. Teknik Patchwork ............................................................................... 7
C. Teknik Makrame ................................................................................. 9
D. Teknik Quilting ................................................................................... 12
E. Teknik Gabungan ................................................................................ 15
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 18
A. Kesimpulan ........................................................................................ 18
B. Saran ................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 19

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Membuat Hiasan Busana adalah suatu usaha memperindah kain sebagai
bahan busana dengan motif atau ragam hias yang indah dan menarik. Motif atau
ragam hias tersebut diselesaikan dengan berbagai macam tusuk hias, benang hias,
pita-pita, atau hiasan yang lain agar permukaannya menjadi lebih indah. Ragam
hias yang dibuat untuk hiasan suatu benda ada bermacam-macam bentuknya, ada
yang bentuk binatang, bentuk bunga, bentuk benda alam dan lain-lain.
Ragam hias kerajinan tekstil merupakan karya seni atau kerajinan yang dibuat
atau memakai tekstil sebagai bahan utama. Tekstil adalah bahan yang berasal dari
serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana
dan berbagai produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa bahan/produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain,
pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat.
Tidak semua produk yang berbahan utama tekstil bisa disebut sebagai karya
seni, sebab perwujudannya harus memenuhi prinsip-prinsip dasar. Adapun konsep
dasar kerajinan tekstil adalah sebagai berikut :
1. Unity (kesatuan)
Suatu benda yang dikatakan memiliki nilai seni estetis, harus merupakan
kesatuan dan perpaduan dari unsur-unsur pembentuknya secara baik dan
sempurna.
2. Complexity (kerumitan)
Suatu benda yang memiliki nilai estetis pada dasarnya tidaklah sederhana,
dalam pengertian mengandung unsur-unsur yang berpadu dengan kerumitan
tertentu seperti saling bertentangan, berlawanan, dan saling menyeimbangkan

1
3. Intensity (kesungguhan)
Suatu benda yang dikatakan yang memiliki nilai estetis bukanlah suatu
benda yang kosong, melainkan memiliki kualitas yang menonjol dalam
penampilannya. Nilai itu bisa bersifat lembut atau kasar, gembira atau duka,
suram atau ceria yang ditampilkan secara sungguh-sungguh.
Kerajinan tekstil yang akan diwujudkan menjadi karya seni akan terwujud
secara maksimal apabila melalui tahap pembuatan produk kerajinan tekstil. Desain
merupakan langkah awal dalam mewujudkan suatu karya seni, dan desain
merupakan rancangan yang akan memudahkan dalam pencapaian tujuan atau
penciptaan karya seni. Dengan demikian desain dapat diartikan sebagai suatu
rancangan gambar yang nantinya dilaksanakan dengan tujuan tertentu yang berupa
susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur. Desain dapat diterapkan pada
berbagai benda yang ada di lingkungan kita.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud hiasan aplikasi?
2. Apakah yang dimaksud teknik patchwork?
3. Apakah yang dimaksud teknik makrame?
4. Apakah yang dimaksud teknik quitting?
5. Apakah yang dimaksud teknik gabungan?

C. Tujuan dan Manfaat


1. Untuk mengetahui tentang hiasan aplikasi
2. Untuk mengetahui tentang teknik patchwork
3. Untuk mengetahui tentang teknik makrame
4. Untuk mengetahui tentang teknik quitting
5. Untuk mengetahui tentang teknik gabungan

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hiasan Aplikasi
Hiasan aplikasi adalah cara yang sempurna untuk menghias pakaian yang polos,
atau membuat pakaian lama menjadi sesuatu yang baru dan menyenangkan.
Aplikasi juga dapat digunakan untuk membuat hadiah yang dibuat personal seperti
kaus, tas besar, atau topi. Selain itu juga dapat membuat aplikasi dari desain apa
pun yang terpikir.
APLIKASI salah satu cara menghias kain dalam dunia jahit menjahit,
menggunakan berbagai motif dan bermacam warna kain. Teknik aplikasi berasal
dari kebiasaan menambal kain yang bolong atau robek, dengan potongan kain lain.
Tambalan yang di- jahitkan itu ternyata dapat dibuat indah, sehingga me-
nyamarkan tambalan itu menjadi hiasan.
Dengan tujuan menghias, bukan menambal, teknik aplikasi yang baik dengan
cita rasa seni yang baik akan menghasilkan karya aplikasi yang baik pula. Teknik
aplikasi biasa dipakai untuk menghias sarung bantal, rok anak-anak dan dewasa,
dan berbagai macam barang yang terbuat dari kain. Menempelkan kain hiasan pada
kain dasar, dapat dilakukan dengan cara jahit tangan, dapat pula dengan mesin jahit.
Untuk aplikasi yang dijahit tangan, dipakai model jahitan peston. Kalau digunakan
mesin jahit, dipakai model jahitan zigzag. Biasanya, sebelum dijahitkan, kain
hiasan itu ditempelkan dengan lem lebih dulu pada kain dasar. Dengan begitu, kain
hiasan itu tak mudah bergeser ke sana ke mari, Kain yang dipakai untuk hiasan
umumnya hanya potongan kain bekas yang berukuran kecil-kecil. Warna dan motif
kain yang tepat akan mempermudah pekerjaan aplikasi.

Cara Membuat sulaman aplikasi Tahap Demi Tahap Beserta Gambar


Sulaman aplikasi adalah teknik menghias kain yang menggunakan kain perca
sebagai bahan utama. Kain perca ditempelkan pada bidang yang ingin
dihiasi dengan menggunakan beberapa teknik-teknik tusukan sulam sehingga
menghasilkan tampilan yang indah pada permukaan kain. Keindahan yang
dihasilkan dari sulaman ini didapat dari pengaplikasian komposisi warna antara

3
benang dan perca. Sulaman aplikasi ini banyak dipakai pada pakaian, baik pada
pakaian anak maupun pada pakaian dewasa. Selain itu sulaman ini juga banyak
menghiasi perlengkapan rumah tangga yang berbahan kain. Dalam pengaplikasian,
jenis sulam ini temasuk jenis sulaman yang sederhana sebab tidak membutuhkan
banyak teknik-teknik tusukan dalam pengaplikasiannya. Cukup dengan
memperhatikan beberapa aturan-aturan dasar sulaman, anda sudah dapat membuat
sendiri sulaman ini dirumah.
Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan dalam membuat sulaman aplikasi

Ada beberapa hal yang sebaiknya perlu untuk diperhatikan dalam membuat
sulaman aplikasi ini, diantranya:
 Aplikasi gambar sebagai penghias dalam sebaiknya tidak terlalu kecil.
 Hindari penggunaan gambar yang memiliki banyak sudut terutama yang
banyak tirasnya sebab akan sangat menyulitkan dalam pengaplikasian teknik
tusukan saat akan merekatkan kain.
 Pemilihan kombinasi yang baik antara gambar dan benang akan memberikan
hasil yang maksimal.
 Peletakan gabar disesuaikan dengan bentuk bidang yang ingin dihiasi(akan
dijelaskan dibawah).
 Posisi penempatan hiasan umumnya mengikuti bentuk dasar bidang yang
ingin dihiasi.
Macam-macam penempatan hiasan pada sulaman aplikasi

4
Berikut ini beberapa macam penempatan hiasan yang akan ditempatkan pada
kain yang ingin dihiasi
1. Penempatan hiasan di tepi
Penempatan titik hias di tepi biasa juga disebut hiasan pinggir. Penempatan
pada posisi ini lazimnya digunakan untuk menghiasi pinggiran rok, tepi lengan
baju, tepian blouse, dan kulot.
2. Pemempatan hiasan di sudut
Hiasan sudut ialah penempatan pada bagian sudut yang diletakkan secara
simetris atau asimetris berdasarkan bentuk bahan yang dihiasi.
3. Penempatan tengah
Hiasan diletakkan ditengah kain yang akan dihiasi yang letaknya dianta pusat
dan tepi. Hiasan tengah banyak diaplikasikan untuk menghiasi kain
penghias perlengkapan rumah tangga daripada di busana.
Teknik-teknik tusukan yang umumnya digunakan dalam sulam aplikasi
 Tusuk festo
 Tusuk rantai
 Tusuk tangkai
Cara melakukan sulaman aplikasi

1. Persiapan bahan sulaman aplikasi


Siapkan alat dan bahan berupa kain perca, gunting, jarum, benang sulam,
viselin, lem
2. Merekatkan bahan
Yang harus diperhatikan sebelum merekatkan bahan pada sulaman aplikasi
 Gunakan benang yang lebih kecil atau yang lebih halus untuk melekatkan
gambar yang telah dipersiapkan sebelumnya.
 Bahan yang akan dihiasi adalah bahan yang polos.
 Untuk menonjolkan hiasan gunakan warna benang yang kontras dengan
gambar hiasan yang akan direkatkan.

5
Cara merekatkan kain dengan sulaman aplikasi
Pertama, lapisi kain bergambar yang akan direkatkan dengan viselin sesuai
denga pola gambar yang akan dibuat.

Selanjutnya. Tempelkan gambar pada kain yang akan digunakan untuk


menghias kemudian panaskan setrika agar gambar melekat dengan kuat. Dalam
hal ini, pemanasan dilakukan menggunakan setrika pakaian.

Setelah perca merekat dengan sempurnah. Bentuk perca mengikuti pola gambar
dengan menggunakan gunting sehingga terbentuk perca seperti gambar yang
diinginkan.

Tempelkan perca yang telah terbentuk pada kain yang akan dihiasi kemudian
berikan sedikit lem agar perca tidak bergeser saat di jahit.

Jahit tepian perca dengan menggunakan teknik-teknik tusukan hias sesuai


selera anda.

6
B. Teknik Patchwork
Patchwork adalah kerajinan yang menggabungkan potongan-potongan kain
perca satu dengan yang lainnya dan memiliki motif atau warna yang berbeda-beda
lalu menjadi suatu bentuk baru. Patchwork adalah seni tradisional yang berasal dari
orangorang Eropa yang pertama kali ditemukan di Amerika Serikat, karena pada
waktu itu kesulitan mendapatkan bahan tekstil, maka mereka memanfaatkan sisa-
sisa dari kainkain yang rusak atau tidak bisa dipakai dengan mengguntingnya lalu
dijadikan bentuk yang dapat dimanfaatkan kembali, termasuk selimut. Tetapi
perkembangan patchwork tidak hanya menghasilkan selimut, bermacam-macam
produk dibuat dari guntingan kain-kain yang dijadikan satu sehingga menghasilkan
seperti hiasan dinding, lukisan dan lain-lainnya.
Teknik patchwork lahir sekitar abad ke-4 di negara Mesir. Teknik ini
digunakan pada awalnya karena pada zaman dahulu pernah ada pabrik kain di
Mesir yang kehabisan kain untuk pembuatan sebuah layar kapal laut, sehingga para
pekerja akhirnya memutuskan untuk menyambung beberapa kain lagi untuk
membentuk layar kapal. Karena bila membeli kain yang baru lagi akan
mengeluarkan biaya yang cukup besar, itu sebabnya mereka menggukan kain bekas
yang berbeda-beda motifnya. Kain sambungan ini bisa dilihat pada kapal laut milik
masyarakat Mesir di Thebes.
Desain motif yang dapat digunakan pada teknik patchwork yaitu :
1. Diamonds, merupakan bentuk belah ketupat yang disusun sedemikian rupa
sehingga terbentu motif permata

2. shells, merupakan susunan bentuk kerang.

7
3. squares, merupakan bentuk kotak-kotak yang satu dengan yang lainnya saling
menyambung.

4. Crazy patchwork, merupakan susunan dari bentuk-bentuk potongan motif kain


yang tidak beraturan baik ukuran maupun warna

Desain dan Prinsip Teknik Patchwork


Desain hias dari pembuatan produk kriya tekstil dengan teknik patchwork
harus disesuaikan dengan jenis produk yang akan dibuat dan di ruangan mana
produk tersebut akan disimpan.
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat produk kriya dari
teknik patchwork, adalah :
1. Buat desain hias yang akan dibuat dan juga benda yang akan dibuat, apakah
benda tersebut memiliki fungsi sebagai benda hias atau sebagai benda pakai
(atau memiliki fungsi keduanya).bervariasi
2. Pilih bahan tekstil yang memiliki corak dan warna yang sesuai dengan desain
yang akan dibuat. Pilih kain yang bercorak yang digabungkan dengan kain
polos. Untuk warna dapat dipilih warna yang monologis/gradasi warna dari
warna tua sampai warna muda.
3. Pada saat proses pembuatan potongan-potongan kain, sertakan kain pelapis
(viseline) dan kemudian seterika supaya pola yang dibuat bentuknya rapi.

8
Bahan dan Alat yang Dipergunakan Untuk Teknik Patchwork
Bahan yang cocok dipergunakan dalam pembuatan produk kriya tekstil
dengan teknik patcwork, yaitu bahan utama berupa kain katun, karena kain katun
merupakan salah satu kain yang mudah dibentuk. Bahan tambahan yang
dipergunakan berupa kain pelapis (viseline).
Alat yang dipergunakan untuk membuat berbagai produk kriya dari teknik
patchwork, adalah Pensil, penggaris, kertas roti (alat tulis), untuk membuat pola
desain motif hias dari patchwork, gunting kertas, gunting kain, seterika listrik dan
mesinj jahit.

C. Teknik Makrame
Pengertian Makrame
Kata makrame berasal dari bahasa Turki. Dengan tulisan Ma-kra’ma atau
Miqramah. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa
makrame adalah bentuk suatu kerajinan simpul-menyimpul dengan menggarap
rangkaian benang pada awal atau akhir suatu tenunan, dengan membuat berbagai
simpul pada rantai benang tersebut sehingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai.
Sedangkan menurut Bandi Soban, mengungkapkan bahwa makrame adalah
kerajinan tangan simpul-menyimpul dengan menggunakan berbagai macam
benang. Selain itu, Cut Kamaril (2002: 4.73) mengungkapkan bahwa makrame
adalah membuat hiasan atau benda pakai yang menggunakan bahan tali-temali
dengan teknik pilin, anyam atau simpul.
Banyak jenis kerajinan makrame yang sepenuhnya merupakan kegiatan ikat
mengikat yang tidak untuk mengikatkan ujung sesuatu tenunan seperti yang semula
dilakukan. Di antara jenis-jenis kerajinan simpul atau makrame yang sering kita
lihat adalah hasil karya berupa: ikat pinggang, penghias gerabah atau keramik, tas,
hiasan dinding, keranjang untuk menggantung tanaman, gorden, gelang, topi,
rompi, taplak meja dan sebagainya. Pokoknya demikian banyak benda yang dapat
dibuat dengan teknik makrame atau menyimpul.
Jadi kesimpulannya makrame adalah kerajinan membuat hiasan atau benda
pakai yang menggunakan bahan tali-temali dengan teknik pilin, anyam atau simpul.
Membuatnyapun sederhana dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya yang

9
mahal. Membuat makrame harus membutuhkan ketelitian dan ketrampilan yang
membuat kita menjadi lebih kreatif. Warna-warna dari talinya membuat kerajinan
ini lebih terlihat menarik.
Simpul-simpul Dasar Makrame
Selanjutnya untuk keperluan latihan awal belajar makrame, di bawah ini
akan disajikan beberapa simpul dasar yang mendasari bentuk-bentuk karya yang
disebutkan di atas. Sebelum berlatih menyimpul, siapkan dulu tali yang ukurannya
sesuai kebutuhan. Diusahakan tali yang dipakai memiliki sifat lentur atau tidak
kaku,mungkin bisa dipakai jenis tali kur yang sudah banyak di pasaran. Beberapa
jenis simpul dasar antara lain:
1. Simpul Kepala
Untuk ini diperlukan tali yang direntangkan sebagai tempat menyimpulkan
simpul kepala. Simpul-simpul ini dibuat berulang dengan jumlah sesuai
kebutuhan.

2. Simpul Rantai
Untuk simpul ini tali-tali itu membentuk sebuah rantai.

3. Simpul Mati
Dalam bahasa Sunda simpul mati disebut “cangreud mulang” sebaliknya
simpul hidup disebut dengan istilah “tali sorog”. Dikatakan simpul mati
ikatannya kuat sehingga susah dibuka, sedangkan simpul hidup ikatannya cukut
kuat, tetapi sangat mudah untuk dibuka kembali.

10
4. Simpul Tunggal
Perhatikan baik-baik simpul tunggal ini) sebab apabila diikuti langkah-
langkahnya dengan menggunakan tali yang telah dipersiapkan, langkah-
langkah itu sederhana saja. Hasil simpulannya akan tampak seperti tangga.
Variasi bentuk dapat diputar kekiri atau kekanan. Sebaiknya lakukan percobaan
simpul ini untuk menghasilkan variasi yang menarik.

5. Simpul Ganda
Ikuti langkah membuat simpul ganda dengan menyiapkan dua utas tali yang
berbeda warnanya, agar jalinan kedua utas tali itu tampak jelas. Variasi simpul
ganda dapat dilihat pada gambar di Bawah ini,.

Sedangkan pada gambar bawah ini kita dapat melihat gabungan antara dua
macam simpul.

11
6. Simpul Gordin
Simpul ini dibuat untuk membuat variasi ikatan, merupakan deretan simpul
yang hampir menyerupai garis yang bergandengan terputus-putus. Simpul ini
dapat dibuat dalam berbagai variasi, diantaranya: vertikal, diagonal dan 5
horizontal. Kegunaan simpul diperuntukan untuk membuat variasi ikatan dalam
membuat gordin, tirai, atau partisi ruang.

Makrame adalah kerajinan membuat hiasan atau benda pakai yang


menggunakan bahan tali-temali dengan teknik pilin, anyam atau simpul. Simpul
– simpul dasar makrame yaitu, simpul kepala, simpul mati, simpul rantai,
simpul tunggal, simpul ganda, dan simpul gordin.

Hasil dari teknik makrame

D. Teknik Quilting
Quilting dapat didefinisikan sebagai seni menggabung bahan kain dengan
ukuran dan potongan tertentu untuk membentuk motif-motif yang unik seperti
halnya patchwork. Bidang patchwork tersebut kemudian digabung dengan dakron
(bahan jenis spons) dan sebidang kain lapis kemudian ditindas dengan jahitan
model jelujur mengikuti garis-garis quiting yang telah dibuat pada bidang
pactwork.

12
Garis-garis quilting tersebut pada dasarnya terbagi atas berbagai macam
pola, ada yang berbentuk lingkaran, garis-garis serong, persegi dan
sebagainya. Proses pembuatan quilting sendiri pada awalnya tidak dilakukan
menggunakan mesin jahit canggih seperti sekarang, tetapi dilakukan secara manual
dengan hand stitches (menggunakan jarum tangan).

Karena prinsip pengerjaannya dilakukan secara manual, hampir dapat


dipastikan jika produk kerajinan quilting yang dihasilkan tidak ada yang sama
persis antara satu dengan yang lainnya.

13
Teknik quilting menjadi bernilai seni karena penciptaannya bertumpu pada
kreativitas pemilihan bahan kain, perpaduan warna, dan gambar hingga dihasilkan
sebuah karya seni yang hasilnya benar-benar unik.

Sesuai dengan perkembangan zaman, saat ini bahan baku pembuatan


quilting tidak hanya terbatas pada bahan bekas atau bahan sisa produksi pakaian,
tetapi mulai dibuat dengan menggunakan bahan kain khusus yang didesain untuk
quilting.

Adapun beberapa produk yang dapat dihasilkan dari teknik quilting


diantaranya berupa bedcover, baby lap, hanging wall, table runner, tas, tempat
tissue, selimut, hingga sajadah.

14
Langkah teknik quilting adalah sebagai berikut.
1. Buatlah gambar pola sesuai ukuran yang diinginkan pada kertas kotak-kotak.
2. Jiplak gambar pola tersebut di atas kain perca dengan menggunakan kertas
karbon.
3. Gunting kain perca sesuai pola yang telah dibuat.
4. Letakkan potongan kain perca tersebut di atas kain lain sebagai dasar.
5. Agar kain perca tidak bergeser saat dijahit, maka potongan kain perca yang
telah disusun ditempelkan pada kain dasar dengan jarum pentul.
6. Jahit semua potongan kain perca pada kain dasar dengan teknik jahit aplikasi/
jahit setik.

E. Teknik Gabungan
Bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil
diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu: bahan utama dan bahan pelengkap.
Pada pembuatan produk kerajinan tekstil bahan yang digunakan harus disesuaikan
dengan jenis benda yang akan dibuat, fungsi dari benda tersebut, serta teknik yang
akan digunakan.
Secara umum bahan utama yang dapat dipergunakan dalam pembuatan
produk kerajinan tekstil adalah bahan tekstil yang tebuat dari serat alam atau serat
polyester baik itu berupa kain tenun, rajut, kempa, ataupun berupa benang/tali,
contoh bahan-bahan tekstil yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk
kriya tekstil adalah kain katun, kain satin, benang katun, benang nylon, tali koor,
kain flanel, dan pita.
Pada pembuatan produk kerajinan tekstil bahan pelengkap memiliki fungsi
memperindah atau menyempurnakan tampilan benda yang dibuat. Penggunaan
bahan pelengkap pun sama dengan bahan utama yaitu harus disesuaikan dengan
jenis benda yang dibuat,fungsi benda, serta teknik pembuatan yang digunakan.
Bahan pelengkap yang umumnya digunakan adalah bahan tekstil yang terbuat dari
serat alam ataupun polyester seperti kain pelapis/pengeras, busa pelapis, dakron,
kain furing, renda, pita dan retsluiting.
Alat yang dapat digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil
dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: alat utama dan alat penunjang. Alat

15
utama terdiri dari: mesin jahit, alat-alat menjahit, gunting, pita ukur, papan landasan
dan lain-lain. Adapun alat penunjang terdiri dari: mata itik, lem, lilin bakar,
pemidangan, jarum T dan lain-lain.
Teknik gabungan merupakan gabungan dari beberapa teknik hiasan tekstil
seperti hiasan patchwork dan teknik quilting. Dalam proses untuk menghasilkan
karya dari kerajinan tangan berbahan dasar kain perca, diperlukan beberapa teknik
menjahit diantaranya :
1. Teknik Patchwok, proses yang dilakukan dalam teknik ini secara prinsip adalah
dengan menjahit kain perca sesuai potongannya, sehingga untuk menggunakan
teknik ini hanya perlu belajar menjahit secara lurus. Secara umum teknik ini
dilakukan dengan menyambung setiap potongan kain perca dengan jahitan
sehingga nantinya dapat membentuk motif motif tertentu dalam lembar kain
gabungan beberapa kain kain perca yang nantinya diproses lagi untuk
menghasilkan kerajinan tangan.
2. Teknik Applique, teknik ini memiliki perbedaan dengan teknik patchwok,
secara prinsip teknik ini adalah proses membuat motif dari kain perca yang
ditempelkan kepada kain yang masih utuh. Kain perca dalam teknik ini hanya
bertindak sebagai hiasan pada sebuah background kain yang utuh. Teknik ini
dapat digunakan untuk menghias beberapa barang berbahan dasar kain.
3. Teknik Quilting, teknik ini memiliki prinsip untuk menambahkan masa berupa
busa atau sejenisnya pada kain perca yang sudah dijahit. Hasil karya dari
kerajinan tangan menggunkan kain perca dengan teknik quilting ini akan
menghasilkan sebuah benda yang memiliki masa tebal serta berbentuk tiga
dimensi. Karena bentuknya, kerajinan dari kain perca dengan teknik ini dapat
termasuk kedalam karya seni rupa tiga dimensi. Selain busa, bahan lain yang
juga sering dan familiar dapat digunakan untuk mengisi ruang didalam kain
perca adalah dakron.
Ketiga teknik diatas ini dapat diterapkan secara langsung bersamaan
maupun terpisah terhadap berbagai macam bahan kain perca yang ada. Untuk
mengetahui berbagai contoh kerajinan tangan berbahan dasar kain perca, berikut
macam macam kerajinan tangan dari kain perca.
Hiasan dinding dari kain perca.

16
Hiasan yang dibentuk dengan menjahit kain perca menjadi suatu bentuk
yang menarik ini dengan mudah ditemui. Hiasan yang diletakkan di dalam ruangan
ini merupakan contoh karya dari cabang seni rupa 2 dimensi maupun 3 dimensi.
Hiasan tersebut dapat digantung dengan pigora maupun tanpa pigora sekalipun.
Kreasi gorden dari kain perca.

Gorden yang terbentuk dari potongan potongan kain perca ini meskipun bentuknya
tidak beraturan namun tetap terlihat indah dan bagus. Selain itu bentuk gorden
dengan kain perca dapat digunakan dalam mendukung suatu gaya interior khusus
yang telah direncanakan dalam sebuah ruangan.
Kreasi bedcover dari kain perca.

Bedcover merupakan alas tempat tidur yang wajib dimiliki oleh setiap ruma tangga.
Melalui kreasi bedcover dai kain perca, penampakan bedcover akan lebih menarik
dan dapat meningkatkan kenyaman tidur. Kreasi bedcover ini baisanya dilakukan
dengan teknik patchwok untuk menyatukan beberapa potongan kain perca menjadi
satu lembar bedcover seperti pada contoh gambar dibawah ini.
Kreasi bantal hias

17
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ragam hias yang dibuat untuk hiasan suatu benda ada bermacam-macam
bentuknya, ada yang bentuk binatang, bentuk bunga, bentuk benda alam dan lain-
lain. Pengetahuan tentang jenis dan sifat serat tekstil merupakan modal dasar bagi
mereka yang akan terjun di Industri tekstil dan fashion Pengetahuan tentang jenis
dan sifat serat tekstil sangat diperlukan untuk mengenali, memilih, memproduksi,
menggunakan dan merawat berbagai produk tekstil seperti serat, benang, kain,
pakaian dan tekstil lenan rumah tangga lainnya. Karakteristik dan sifat bahan tekstil
sangat ditentukan oleh karakteristik dan sifat serat penyusunnya. Disamping itu
sifat-sifat bahan tekstil juga dipengaruhi oleh proses pengolahannya sperti dari serat
dipintal menjadi benang, dari benang ditenun menjadi kain kemudian dilakukan
proses penyempurnaan hingga menjadi produk jadi. Oleh karena itu untuk
memahami lebih jauh tentang bahan tekstil diperlukan pengetahuan tentang
karakteristik dan sifat berbagai jenis serat dan teknik pengolahannya menjadi bahan
tekstil.

B. Saran
Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan
menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan
ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.
Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga
sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan
makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami
ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

18
DAFTAR PUSTAKA

http://brangkastugas.blogspot.com/2016/07/makalah-kerajinan-tekstil.html

https://www.berbagaireviews.com/2018/08/kerajinan-kain-perca-bahan-kain-
perca.html

http://kursusjahityogya.blogspot.com/2015/09/teknikpembuatanbendakerajinantekstilj
ahitdansulam.html

19

Anda mungkin juga menyukai