Anda di halaman 1dari 2

Nama Kelompok 6 :

Olyvia Agatha S / 201610070311016


Rima Kholifatul Jannah / 201610070311019
Panji Sukma / 201610070311128
Metode Kombinasi
Menurut Husamah (2013) menyatakan yaitu metode kombinasi adalah kombinasi antara
metode jalur dan garis berpetak. Menurut Herlanti (2014) menyatakan bahwa metode penelitian
kombinasi adalah sebuah desain penelitian yang melibatkan asumsi filosofi yang menentukan
teknik pengumpulan dan analisis data melalui proses campuran kualitatif dan kuantitatif.
Metode kombinasi dilakukan secara bertahap atau sekuensial, konkruen atau satu waktu, dan
transformatif. Metode kombinasi yaitu dari kuantitatif (pengumpulan data, analisis data) lalu
menyambung ke kualitatif (pengumpulan data, analisis data) dan selanjutnya mengambil
kesimpulan atau interpretasi dari seluruh data.
Tujuan dari metode kombinasi
Menurut Suryana (2014), metode kombinasi atau mixed methods atau mixing methods
merupakan gabungan dari metode kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitiannya metode ini
tidak digunakan secara bersamaan, melainkan secara bergantian. Menurut Ardiyansyah (2015)
metode kuantitatif dengan uji t dilakukan untuk menentukan determinasi setiap faktor afektif
dalam membedakan antara macam tanaman. Metode kualitatif dilakukan melalui analisis
deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode kombinasi maka realibilitas data akan dapat
ditingkatkan, karena relibilitas data yang tidak dapat diuji dengan metode kualitatif atau
sebalikny. Sehingga metode kombinasi merupakan metode yang cocok digunakan dalam
penelitian yang membutuhkan analisis.
Penerapan dari metode kombinasi disusun berdasarkan kajian empirik dan teoritis.
Penelitian ini dilaksanakan April - Mei 2004di peraairan Bantarpanjang Pulau
Nusakambangan (Gambar 1). Materi penelitian yang digunakan adalah rumput laut Eucheuma
cottonii (wber van Bosse) sejumlah 2500 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah
eksperimen dengan rancangan percobaan factorial 2 x 2 berpola dasar Rancangan Acak
Lengkap (RAL). Variabel tergantung yang diamati adalah laju pertumbuhan harian,variable
tetapnya adalah berat bibit dan jarak tanam. Masing-masing variable tetap mempunyai 2 taraf.
Perlakuan tersebut sebagai berikut : - A1B1 : penanaman dengan berat bibit 100 gr dan jarak
tanam 1,5 m - A1B2 : penanaman dengan berat bibit 100 gr dan jarak tanam 2 m - A2B1 :
penanaman dengan berat bibit 150 gr dan jarak tanam 1,5 m - A2B2 : penanaman dengan berat
bibit 150 gr dan jarak tanam 2 m Tahap penanaman pilih thallus yang masih muda dan
percabangannya Bagus kemudian bibit E. Cottonii ditimbang 100 gr dan 150 gr masingmasing
sebanyak 10 buah. Bibit ini dimasukkan kedalam kantong yang berupa jarring dan
dibudidayakan pada kedalaman 10 m. Thallus rumput laut ini dibudidayakan selama 6 minggu
(42 hari) sejak penanaman. Untuk mengetahui laju pertumbuhan harian E.cottonii yaitu dengan
cara menimbang berat basah setiap minggu. Pengukuran parameter lingkungan dilakukan pada
waktu penimbangan bibit.Data laju pertumbuhan harian dapat diketahui dengan menggunakan
rumus dari Foog (1975) dalam Atmadja dkk (1996) : DGR = [( Ln Wt – Ln Wo ) / t] x 100 %
Dimana : DGR : Daily Growth Rate /Laju pertumbuhan Harian (%) Wt : Berat tanaman uji
pada t waktu pengamatan (gram) Wo : Berat tanaman uji pada waktu awal penanaman (gram0
T : t Waktu pengamatan (hari)
Data yang didapat dianalis dengan pengujian statistic seperti uji normalitas,ogenitas dan
analisasidik ragam (Steel and Torrie, 1993). Jika diperlukan analisa dilajutkan dengan uji
Duncan.

Daftar Pustaka
Husamah, dkk. 2013. Modul Ekologi Tumbuhan. Malang : UMM Press
Herlanti, Yanti. 2014. Tanya Jawab Seputar Penelitian Pendidikan Sains. Jakarta : UIN
Syarif Hidayatulah
Y, Suryana., dan Iskandar. 2014. Studi Pengetahuan Lokal Tanaman Obat pada
Agroekosistem Pekarangan dan Dinamika Perubahannya di Desa Cibunar
Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Jurnal Ilmu-Ilmu
Hayati dan Fisik. 15(3), 203-209. ISSN: 1411-0903
Ardiyansyah., Sawitri Subiyanto., Abdi Sukmono. 2015. Identifikasai Lahan Sawah
MenggunakanNDVI dan PCA pada Citra Landsat (Studi Kasus: Kabupaten
Demak, Jawa Tengah. Jurnal Geodesi UNDIP. 4(4), 316-324. ISSN: 2337-845X

Soenardjo, Nirwani. 2011. Aplikasi Budidaya Rumput Laut Eucheuma cottonii (Weber van
Bosse) Dengan Metode Jaring Lepas Dasar (Net Bag) Model Cidaun. Buletin
Oseanografi Marina. Vol 1 : 36 - 44