Anda di halaman 1dari 2

Batubara Sebagai Sumber Utama Listrik Nasional

Saat ini hampir semua manusia yang hidup di dunia ini menggunakan listrik untuk membantu
kehidupannya sehari-hari.Listrik menjadi kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh semua
manusia. Dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, kebutuhan akan listrik juga
semakin meningkat. Namun, sampai saat ini, hamper 72 tahun Indonesia merdeka, masih ada
beberapa wilayah di Indonesia yang masih belum terjangkau listrik. Pemerintah mencatat,
setidaknya 2519 desa yang be;um tersentuh listrik, terutama di wilayah-wilayah terpencil
dan daerah tertinggal.

Keberadaan listrik saat ini telah mampu menjadi penerang di malam hari. Serta banyak
sekali manfaat yang bisa kita peroleh atas adanya listrik itu sendiri, dari penggunaan yang
membantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga hingga sebagai sumber informasi dan
alat komunikasi. Namun apa yang kita nikmati akan keberadaan Listrik tidak semuanya
dirasakan juga oleh sebagian wilayah di Indonesia. Dibeberapa wilayah indonesia masih
banyak daerah yang belum bisa menikmati manfaat dari listrik karena PLN sebagai pemasok
listrik di indonesia masih belum bisa menjangkau daerah tersebut khususnya di wilayah
Timur Indonesia.

Bukan hanya karena jaringan listrik yang belum memadai, pasokan listrik di beberapa daerah
di luar pulau Jawa pun masih kritis. Laju pertumbuhan eknomi, pembangunan dan kemajuan
teknologi yang dinamis membuat peningkatan kebutuhan listrik tak sebanding dengan
ketersediakan pasokan listrik. Makanya, di republik ini masih sangat lazim terjadi
pemadaman bergilir, karena suplai listriknya belum mencukupi. Karena itulah sekarang
pemerintah serius untuk menggenjot produksi listrik nasional dengan program 35.000 MW.

Karena dalam kehidupan modern sekarang, listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan
primer. Seluruh sendi kehidupan manusia membutuhkan energy listrik untuk mendukung
kelancaran aktivitas dan pekerjaan, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan,
pemerintahan, dll. Apalagi di sektor industry yang aktivitasnya sangat bergantung pada
pasokan listrik. Bayangkan sebuah pabrik yang memproduksi barang untuk ekspor impor.
Bila listrik mati, mesin-mesin tidak akan bisa berjalan dan proses produksi terhenti. Ini akan
berakibat jatuh tempo produksi menjadi kacau dan berakibat terkena denda karena terlewat
dari tanggal jatuh tempo. Di sektor industri manufaktur saja, kerugian akibat krisis listrik
menimbulkan kerugian $ 415 juta per tahun.

Untungnya, Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya energi yang berlimpah dan
beragam baik yang bersumber dari fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas bumi.
Ataupun sumber energi alternatif dan terbarukan lainnya seperti tenaga surya, tenaga angin,
tenaga air, geothermal, biomassa dan lain-lain.

Memilih Batubara sebagai Sumber Tenaga Listrik

Saat ini pemerintah sedang mengerjakan program Program listrik 35.000 MW. Dari total
pembangkit listrik yang dibangun, didominasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yaitu
56,97%. Presiden Joko Widodo telah mendeklarasikan komitmen Pemerintah Indonesia untuk
ikut aktif menurunkan emisi CO2 (Gas Rumah Kaca-GRK) sebesar 29% di tahun 2030 dan
melalui dokumen Intended Nationally Determined Contributions (INDCs), Indonesia
mencantumkan kegiatan pembangunan PLTU Batubara dengan menggunakan teknologi
efisiensi tinggi seperti CCT untuk mencapai 29% penurunan emisi GRK di tahun 2030.

Bukan tanpa alasan,ketika pemerintah berniat melakukan pembangunan PLTU Batubara


tersebut.Untuk operasi PLTU batubara diketahui 30 lebih rendah dibandingkan sistim
pembangkit listrik yang lain. Saat ini, kebutuhan batubara untuk PLTU mencapai 87,7 juta
ton. Seiring dengan pembangunan program ketenagalistrikan 35.000 MW, kebutuhan
batubara diperkirakan meningkat menjadi 166,2 juta ton pada tahun 2019.

Meski batubara termasuk sumber energi tak terbarukan, namun hasil penelitian menunjukkan
bahwa cadangan batubara di dunia saat ini masih sangat melimpah. Terhitung pada tahun
1990, jumlah cadangan batubara dunia diperkirakan mencapai 1.079 milyar ton dan masih
dapat diandalkan sebagai sumber energi dunia hingga lebih dari 230 tahun, bahkan
diperkirakan dapat mencapai hingga 300 tahun mendatang. Dan negara kita pun masih
menyimpan cadangan batubara sebesar 32,3 milyar ton.

Untuk mencapai target elektrifikasi dan kesuksesan program listrik 35.000 MW, coal fired
power plant adalah sebuah keniscayaan. Perlu Agan ketahui, negara-negara besar saja sepeti
US dan Aussie pun masih mengandalkan batubara sebagai sumber. Masak kita (Indonesia)
yang memliki potensi cadangan yang melimpah tidak memanfaatkannya.

Indonesia adalah salah satu penghasil batu bara terbesar ke 4 di dunia. Maka tidak heran jika
batu bara di sini dimanfaatkan semaksimal mungkin. Salah satu dari manfaat batu bara adalah
sebagai pembangkit listrik. Indonesia telah memanfaatkan batu bara sebagai pembangkit
listrik untuk menggerakkan turbin. Batu bara akan diubah menjadi uap panas yang bisa
menggerakkan turbin pembangkit listrik. Ini sangat efektif sekali mengingat jika
menggunakan minyak bumi untuk menggerakkan turbin maka biaya yang akan dikeluarkan
akan sangat banyak. Negara tentu akan rugi besar jika tidak menggunakan batu bara.

Indonesia termasuk negara dengan sumber tambang batu bara terbesar di dunia. Hanya saja
50-85 persennya berkualitas rendah. Ini dilihat dari nilai kalori pembakarannya yang rendah,
dan kadar sulfur serta airnya yang tergolong tinggi. Karena itu, batu bara muda yang disebut
juga batu bara lignit atau batu bara cokelat tidak ekonomis dimanfaatkan sebagai bahan
bakar. Ketika dibakar, banyak energi yang terbuang untuk menguapkan air, sedangkan nilai
kalori yang diperoleh relatif rendah. Selain itu, kandungan sulfur yang tinggi akan menjadi
gas pencemar. Karenanya diperlukan biaya tambahan untuk mengurangi emisi gas sulfur.
Nah, batubara jenis ini, lebih cocok untuk pembangkit listrik berteknologi super critical dan
ultra super critical.

Jika Pemerintah Indonesia ingin serius memberikan ketersediaan listrik yang cukup pada
masyarakatnya, pemerintah Indonesia sudah harus membuat langkah jitu dan sistematis.
Pembangunan pembangkit listrik dengan bahan baku batubara sudah harus dilindungi, dan
proses pengembanganya jangan lagi tertunda. Batu bara memang menjadi salah satu sumber
daya alam yang mempunyai berbagai manfaat untuk kehidupan manusia. Indonesia sendiri
menjadi negara penghasil batu bara terbesar di dunia dan cadangan batu bara di Indonesia
sendiri lebih dari 32 miliar ton. Anak cucu kita tentu masih akan menikmati manfaat dari
sumber daya alam ini jika pemakaiannya dikontrol dengan baik. Banyak sekali manfaat batu
bara untuk kehidupan sehari-hari, selain itu batu bara ternyata juga lebih hemat dibandingkan
dengan bahan bakar lainnya sehingga banyak sekali yang memanfaatkannya.