Anda di halaman 1dari 7

Tanggal Pengkajian : 14-1-2019

Jam Pengkajian : 17 : 30 WIB

Ruang/kelas : Dahlia 2

No.Register : 00.44.04.48

Tgl.MRS : 13-1-2019

A. Identitas

Nama : Tn.D

Umur : 63 Tahun

J.Kelamin : laki-laki

Agama : Islam

Pendidikan : SLTA

Pekerjaan : Pegawai Negeri

Alamat : jln. Karya Bakti no.123

B. Keluhan Utama
1. keluhan utama MRS
klien mengalami penurunan kesadaran tiba – tiba dengan kadar KGD 35 mg/dl
2. keluhan Utama saat Pengkajian
klien merasa lemas dan pusing
C. Diagnosa Medis
hipoglikemia
D. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat Kesehatan Sekarang
klien masuk ke IGD pada pukul 17: 00 tgl 13-4-2019, dengan kondisi penurunan
kesadaran secara tiba- tiba, GCS E2V3M3 dengan TD : 160/100 mmHg, N : 66
x/I, RR : 26 x/I, S : 36,6oC. klien mendapat terapi O2 2-3 l/I, IVFD dextro C 40%
2 fls, ± setelah 1 jam di IGD klien sadar, dengan kadar KGD pada pukul 20:05 48
gr/dl. menurut keluarga sebelumnya pasien mengeluh lemas, sempoyongan dan
suka berkeringat dingin pasien mengeluh lemas beberapa hari masuk rumah sakit.
sebelum masuk rumah sakit keluarga mengatakan Tn.D hanya makan roti dan the
manis pada saat pengkajian klien masih mengeluh lemas dan pusing, klien
terpasang kateter dengan jumlah urin pada waktu 17:30 ± 1500 ml sejak tadi
siang, klien merasa kakinya sedikit masih kaku untuk di gerakkan. TTV : TD :
140/80 mmHg, HR : 96x/I, RR : 22 x/I, temp. : 26,80C.
2. Riwayat kesehatan yang lalu
Tn.D memiliki riwayat penyakit hipertensi dan DM dan mengkonsumsi beberapa
obat anti hipertensi salah satunya valsartan 80 mg
3. Riwayat kesehatan keluarga
Tn.M mengatakan ayahnya menderita hipertensi
E. Riwayat keperawatan klien
ADL Di Rumah Di Rumah Sakit
Pola pemenuhan nutrisi Di rumah klien makan 3 x Klien makan 3 x sehari
sehari dengan nasi dan makan makanan dari
lauk pauk, porsi yang rumah sakit, klien
dimakan kurang teratur minum the manis dan
dan SMRS klien makan air putih ± 1200 ml.
roti dan teh manis

Tn.M minum 6-8


gelas/hari
Pola eliminasi Klien BAK ± 4-5 kali.hari Klien menggunakan
warna jernih kateter dan jumlah urin
Klien BAB ± 2 kali/hari ± 1500 ml sejak tadi
konsistensi padat
siang.
Pola istirahat tisur Klien tidur malam ± 7 jam Klien tidur malam ± 7
klien tidur siang terkadang jam dan tidur siang ± 4
hanya 1-3 jam / hari jam
aktivitas Saat dirumah klien Klien hanya berbaring
melakukan aktivitas di tempat tidur dan
seperti biasa olahraga kecil duduk di tempat tidur.
dan menonton TV klien terpasang kateter
urin dan pampers

3. Riwayat psikososial
klien kurang mengontrol pola makan nya dan kadar gula darah.
4. Riwayat social
selama sakit keluarga klien tampak kooperatif dan sangat mengontrol pola makan
klien, serta Istri dari Tn.D juga sangat paham mengenai obat-obat yang di
konsumsi oleh klien.
F. Pemeriksaan fisik’
1. keadaan umum : CM, GCS : 15
2. TTV :
TD : 140/80 HR : 96x/I, RR : 22 x/I, T : 36,8oC
3. Pemeriksaan wajah
a. mata
konjungtiva anemis, sclera tidak ikterik, reflex cahaya +/+, pupil isokor, mata
sebelah kiri tampak sedikit keruh. klien mengatakan saat terkena cahaya yang
terang terasa silau dan tidak nyaman pada mata kiri klien.
b. mulut
mukosa bibir lembab, lidah sedikit putih, bibir tampak sedikit kering
c. leher
tidak ada pembengkakan tiroid dan distensi vena jugularis, reflex
menelan/N.vagus (+).
4. pemeriksaan Dada
Paru
bentuk dada simetris, tidak ada retraksi intercostal maupun otot bantu pernafasan,
nyeri tekan (-), vocal fremitus sama dada kiri dan dada kanan, suara nafas
vesikuler
Jantung
ictus cordis tidak terlihat, ictus kordis teraba di ICS V misclavicula, bunyi jantung
reguler.
5. pemeriksaan abdomen
perut soepel, bising usus 10x/I, nyeri tekan epigastrium (-), timpani pada semua
lapang abdomen.
6. pemeriksaan kulit
kulit ekstremitas atas kanan dan kiri tampak ada bercak-bercak hitam dan lembab,
turgor kulit lambat, klien mengatakan jika ada luka tampak lesi berwarna pink
tetapi sudah mongering. biasanya jika kulit klien mulai tampak kering dan
mengelupas sedikit klien mengoleskan lotion agar kulit lembab.

G. Pemeriksaan Penunjang
- glukosa adrandom tanggal 13-1-2019 pkl 19:04 : 48 mg/dl
- glukosa adrandom tanggal 14-1-2019 pkl 07:11 : 104 md/dl
- glukosa adrandom tanggal 14-1-1-2019 pkl 17:00 : 181 mg/dl (setelah mendapat 5
kolf dextro C 10%).
- glukosa adrandom tanggal 15-1-2019 : 134 mg/dl
- Darah lengkap tanggal 13-1-2019
leukosit : 11, 15
eritrosit : 4,06
HB : 12,1
HCT :35,9%
trombosit : 230
SGOT : 16 U/L
SGPT : 17 U/L
Ureum : 35 mg/dl
natrium : 52 mmmol/l
Kalium : 3,10 mmol/l
Chorida : 114 mmol/l

H. Tindakan dan Terapi


- ceftriaxone 1 gr/12 jam 2x1
- ranitidine 1 amp/12 jam 2x1
- ondansetron 4 mg/8 jam
- valsartan 1 x 80 mg
- KSR 1 x 300 mg
- acarbose dan glycemic acid di berhentikan sementara.

ANALISA DATA

Data Etiologi Problem


DS : An.R tampak khawatir dan ketidakstabilan kadar
Keluarga klien SMRS klien gelisah glukosa darah
hanya makan roti dan teh ↓
manis. Tekanan pikiran
klien mengatakan lemas dan ↓
pusing Gangguan termoregulasi
klien mengatakan kedua kaki ↓
sedikit kaku, mual (-) Hipertermi
DO :
-Konjungtiva anemis
- KGD saat pengkajian 181
mg/dl, KGD sebelumnya 35,
48, 104 mg/dl
- akral ekrtemitas bawah
terasa dingin dan klien
menggunakan kaus kaki
- TD : 140/80 mmHg, HR :
96x/I, RR : 22 x/I, Temp. :
36,9oC

DS : Intoleransi Aktifitas
- klien mengatakan lemas
dan pusing
DO :
- Keadaan klien masih
tampak lemah
- Klien masih melakukan
kegiatan di atas tempat
tidur
- Klien terpasang kateter
dan pampers
- TD : 140/80 mmHg, HR :
96x/I, RR : 22 x/I, Temp.
: 36,9oC
- saat berjalan klien di
papah oleh perawat dan
keluarga
DS : - Resiko kerusakan
DO : integritas kulit
- kulit tangan tampak bercak
bercak hitam bekas luka gatal
- kulit lembab, turgor kulit
lambat

INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosa NOC NIC


Keperawatan
1. Ketidakstabilan Setelah dilakukan tindakan 1. monitor TTV klien
kadar glukosa keperawatan selama 1 x 24 jam 2. monitor kadar gula
darah gula darah dapat stabil darah per 12 jam
Kriteria hasil 3. berikan cairan glukosa
1. KGD < 140 mg/dl melalui intra vena
2. klien tidak merasakan 4. monitor adanya tanda-
pusing dan lemas tanda lemah pusing
dan penurunan
kesadaran
5. Intoleransi Setelah dilakukan tindakan 1. observasi keadaan
aktifitas keperawatan selama 1x 24 jam umum klien
aktivitas klien dapat meningkat. 2. bantu klien dalam
Kriteria hasil : memenuhi
1. 1. klien mengatakan tidak kebutuhan dasar
pusing dan dapat melakukan 3. anjurkan klien
aktifitas tanpa keluhan untuk melakukan
2. 2. meningkatkan aktifitas yang aktifitas secara
dilakjukan sesuai dengan bertahap
kemampuan klien 4. anjurkan klien
untuk tetap istirahat
dan minimalisir
aktifitas
6. resiko kerusakan Setelah dilakukan 1. anjurkan klien
integritas kulit tindakan keperawatan untuk memakai
selama 1 x 24 jam tidak pakaian yang
terjadi adanya kerusakan lembut
intergritas kulit. 2. hindari menggaruk
1. kulit tidak ada luka tangan dengan kuku
dan lesi yang tajam
2. kulit lembab, kering 3. anjurkan keluarga
dan tidak ada untuk rutin
jaringan kulit mati memebersihkan
kulit dengan
handuk dan cairan
antiseptic
4. anjurkan keluarga
untuk tetap
menggunakan
lotion atau salep
dari dokter apabila
kulit mulai
mongering.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Tanggal No.Dx Implementasi Evaluasi


14-1- 1 1. memonitor TTV klien S : klien mengatakan masih
2019 2. memonitor kadar gula merasa lemas dan pusing
17:30 darah per 12 jam O:
WIB 3. memberikan cairan - KGD 181 mg/dl
glukosa melalui intra vena - konjungtiva anemis
4. memonitor adanya tanda- - kesadaran E4V5M5
tanda lemah pusing dan - akral kaki teraba dingin
penurunan kesadaran - TD : 140/80 mmHg, HR :
96x/I, RR : 22 x/I, Temp. :
36,9oC
Jumlah urin 1500 ml
A : Masalah belum teratasi
P : intervensi 1,2,3,4 di
lanjutkan

14-1- 2 1. mengobservasi keadaan S : klien mengatakan masih


2019 umum klien lemas dan pusing
18:00 2. membantu klien dalam O:
WIB memenuhi kebutuhan dasar - berjalan di bantu oleh perawat
3. menganjurkan klien untuk dan keluarga
melakukan aktifitas secara - klien hanya bisa melakukan
bertahap aktivitas diatas tempat tidur
4. menganjurkan klien untuk - klien masih tampak lemah
tetap istirahat dan A : masalah belum teratasi
minimalisir aktifitas P : intervensi 1,2,3,4 di lanjutkan
14-1- 3 1. menganjurkan klien S:
2019 untuk memakai pakaian klien mengatakan kondisin
18 : 15 yang lembut kulitnya sudah lama mengalami
WIB 2. menghindari bintik bintik hitam setelah
menggaruk tangan mengalami gatal pada tangan
dengan kuku yang O:-
tajam - keluarga tampak kooperatif
3. anjurkan keluarga - keluarga klien menunjukkan
untuk rutin lotion untuk antisipasi kulit
memebersihkan kulit kering pada Tn.D
dengan handuk dan - klien menggunakan bahan
cairan antiseptic baju yang lembut
anjurkan keluarga - tidak tampak ada luka baru
untuk tetap bekas gesekan atau garukan
menggunakan lotion - tidak tampak kulit yang
atau salep dari dokter mengering
apabila kulit mulai A : masalah teratasi
mengering. P : Intervensi 1 dan 2
15-1- 1 1. memonitor TTV klien S : klien magatakan biasa saja,
2019 2. memonitor kadar gula sudah tidak oyong dan pusing.
10:30 darah per 12 jam O:
WIB 3. memberikan cairan - klien tampak lebih baik
glukosa melalui intra vena - kesadaran klien CM
4. memonitor adanya tanda- - konjungtiva tidak anemis
tanda lemah pusing dan - KGD : 134 mg/dl
penurunan kesadaran - akral mulai hangat
5. kolaborasi dengan dokter - TD : 130/80 mmHg, HR : 80
untuk farmakologi tn.D x/I, RR : 20 x/I
6. menganjurkan keluarga A : masalah teratasi
untuk membeli alat cek P : intervensi 5 dan 6 di
kadar gula darah. lanjutkan

15-1- 2 1. mengobservasi keadaan S : klien mengatakan sudah tidak


2019 umum klien pusing dan kondisinya biasa saja
11:00 2. membantu klien dalam O:
WIB memenuhi kebutuhan - klien tampak sudah bisa
dasar bangun dari tampat tidur kr
3. menganjurkan klien kamar mandi tanpa keluhan
untuk melakukan - klien dapat duduk dengan
aktifitas secara bertahap mandiri
4. menganjurkan klien - klien tampak berjalan tanapa
untuk tetap istirahat dan di papah
minimalisir aktifitas A : Masalah teratasi
5. meng aff kateter urin P : intervensi 2 dan 3 di
Tn.D lanjutkan