Anda di halaman 1dari 108

am

u b
Direktori
1 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
P UTUSAN

a
Nomor: 216/Pid.Sus/2013/PN.K.Kp.

si
‘’DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA’’

ne
ng
Pengadilan Negeri Kuala Kapuas yang mengadili perkara-perkara pidana

do
pada tingkat pertama dengan acara pemeriksaan secara biasa, telah menjatuhkan
gu
putusan sebagaimana tersebut dibawah ini dalam perkara dengan terdakwa:
Nama Lengkap : AKHSAN GANI WIJAYA

In
A
Bin BUNANDAR D.A.
Tempat Lahir di : Yogyakarta ,
Umur atau Tanggal Lahir : 50 Tahun / 21 April
ah

lik
1962.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
am

ub
Tempat Tinggal di : Perum Taman Najmi
Kavling 1 Purwomartani
Sleman Yogyakarta ,
ep
k

Agama : Islam.
Pekerjaan : Swasta ( Direktur PT.
ah

Susantri Permai)
R

si
Pendidikan : SMA ( tamat ) ,

ne
ng

Terdakwa tidak dilakukan Penahanan :


Terdakwa didampingi oleh Penasehat Hukum 1. TJARIANSYAH

do
gu

ASKAR, SH.,M.M., 2. MURJANI,SH., 3. ARIE LESTARIO, SH., 4. BERNARDUS


DONI, SH., M.M., 5. DEDY WAHYUDI,SH., 6. CITRANU,SH.,MH., 7. FREDY
In
A

RIKALTRA,SH. Advokat/Konsultan Hukum berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal


10 September 2013 dan telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kuala
ah

Kapuas, tanggal 25 September 2013, Nomor : 14 /SK/2013/PN.K.Kp.;


lik

Pengadilan Negeri Tersebut ;


Setelah membaca surat-surat dan berkas perkara yang bersangkutan:
m

ub

Setelah memperhatikan :
ka

1. Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kapuas tertanggal 13 September


ep

2013, No. 216/Pen.Pid.Sus/2013/PN.K.Kp. tentang Penunjukan Majelis Hakim


ah

yang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa.


R

2. Penetapan Hakim Ketua Majelis tertanggal 13 September 2013, No.216/


es

Pen.Pid.Sus/2013/PN.K.Kp. tentang penetapan hari sidang.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
am

u b
Direktori
2 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
3. Berkas perkara serta surat-surat lainnya. ;

a
Telah mendengar pembacaan surat dakwaan Penuntut Umum tanggal 25

si
September 2013, Nomor : Reg.Perkara : PDM-47/Q.2.12/Ep.2/KPUAS/0913 ;
Telah mendengar keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, keterangan ahli

ne
ng
a decharge dan keterangan terdakwa, serta memeriksa barang bukti yang diajukan
di persidangan ;

do
gu Telah mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutan No.
Reg.Perkara: PDM-47/Ep.2/KPUAS/09/2013 tanggal 21 Januari 2014, yang pada

In
A
pokoknya menuntut sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA Bin BUNANDAR D.A, terbukti
ah

lik
bersalah melakukan tindak pidana “Secara bersama-sama melakukan
budidaya tanaman perkebunan tanpa Ijin Usaha Perkebunan” yang kami
am

ub
dakwakan dalam dakwaan kedua.
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA Bin
BUNANDAR D.A dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun.
ep
k

3. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp. 1.500.000.000,- ( satu milyar lima


ah

ratus juta rupiah) subsidiair 6 (enam) bulan kurungan.


R

si
4. Menyatakan barang bukti berupa :
1. 1 (satu) unit alat berat Exavator merk Hitachi ZAXIS.

ne
ng

2. 1 (satu) unit alat berat Buldozer Komatsu D85 SS-2.


3. 2 (dua) unit alat berat Buldozer merk Caterpillar Type

do
gu

D7G.
4. 1 (satu) unit alat berat Exavator merk Hitachi Type PC
In
A

210.
Dirampas untuk Negara.
ah

1. 1 (satu) unit alat berat Exavator merk Hitachi ZAXIS.


lik

2. 2 (dua) unit alat berat Buldozer Komatsu D85 SS-2.


3. 1 (satu) unit alat berat Exavator merk Hitachi ZAXIS.
m

ub

4. 1 (satu) unit alat berat Buldozer Komatsu D85 SS-2.


ka

Dikembalikan kepada PT. Cahaya Anugerah Sejahtera.


ep

1. 2 (dua) unit alat berat Buldozer merk Caterpillar Type D7G.


ah

2. 1 (satu) unit alat berat Exavator merk Hitachi Type PC 210.


R

3. 1 (satu) unit alat berat Buldozer merk Caterpillar Type D6R.


es

Dikembalikan kepada PT. Primatama Mandiri.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
am

u b
Direktori
3 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
5. Menetapkan supaya terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar

a
Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

si
Menimbang, bahwa atas tuntutan pidana tersebut diatas terdakwa melalui

ne
ng
Penasehat Hukumnya telah mengajukan nota pembelaan (pledoi) yang pada
pokoknya sebagai berikut :

do
gu
• Berdasarkan fakta persidangan, baik berupa keterangan saksi-saksi yang
sudah memberikan keterangan dibawah sumpah maupun keterangan

In
A
Terdakwa serta bukti-bukti tertulis serta bukti petunjuk, penasehat hukum
terdakwa dalam pembelaannya berkesimpulan bahwa terdakwa AKHSAN
ah

lik
GANI WIJAYA tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana
didakwakan secara tunggal oleh jaksa penuntut umum melanggar Pasal 46
am

ub
ayat (1) UU RI Nomor 18 Tahun 2004 tentang perkebunan junto Pasal 55 (1)
ke-1 KUHPidana. Oleh karena terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA tidak
terbukti secara sah dan menyakinkan menurut hukum telah melakukan
ep
k

perbuatan yang dimaksud dalam dakwaan jaksa penuntut umum maka demi
ah

hukum harus ditolak tuntutan hukum terhadap terdakwa AKHSAN GANI


R

si
WIJAYA.
Berdasarkan apa yang terurai diatas Penasehat Hukum terdakwa berkesimpulan :

ne
ng

• Surat dakwaan penuntut umum tidak cermat, jelas, lengkap dan kabur
sehingga tidak terpenuhinya syarat materil suatu dakwaan yaitu pasal 143

do
gu

ayat (2) huruf b KUHP yang berakibat dakwaan a quo berdasarkan pasal 143
(3) KUHP adalah batal demi hukum.
In
A

• PT. Susantri Permai merupakan perusahaan yang beritikad baik dan telah
memiliki perizinan.
ah

lik

• Bahwa untuk areal Izin Lokasi 139 ha, PT. Susantri Permai telah mengajukan
permohonan perpanjangan IUP atas permohonan IUP tersebut tidak ada
m

ub

penolakan dari Bupati Kapuas dan mengacu kepada pasal 19 ayat (2)
Permentan No.26 Tahun 2007. Maka Permohonan tersebut dianggap lengkap.
ka

• Bahwa PT. Susantrei Permai melakukan kegiatan usaha perkebunan di areal


ep

iZin Lokasinya dan selalu mengajukan perpanjangan IUP.


ah

• Bahwa karena terdakwa telah mengajukan permohonan perpanjangan IUP di


R

areal Izin Lokasi 139 ha dan permohonan dianggap lengkap, maka perbuatan
es
M

terdakwa bukanlah tindak pidana sebagaimana Dakwaan kedua.


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
am

u b
Direktori
4 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa pasal 19 ayat (2) Permentan No.26 Tahun 2007 yang menyatakan

a
bahwa “Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sebagaimana

si
dimaksud pada ayat (1) Bupati/Walikota atau Gubernur belum memberikan
jawaban, maka permohonan dianggap telah lengkap”. Dengan adanya

ne
ng
ketentuan tersebut, maka sejak 30 hari dari permohonan, PT.Susantri Permai
dianggap telah memiliki IUP karena permohonannya dianggap telah lengkap,

do
gu meskipun secara administratif IUP tersebut masih belum diterbitkan oleh
Bupati.

In
A
Untuk itu semua maka Penasehat Hukum terdakwa memohon kepada Majelis
hakim untuk:
ah

lik
1. Memutuskan bahwa surat dakwaan dan tuntutan jaksa
Penuntut Umum adalah batal demi hukum atau setidak-
am

ub
tidaknya harus dinyatakan tidak dapat diterima.
2. Menyatakan terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA tidak
terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak
ep
k

pidana yang didakwakan melanggar.


ah

3. Membebaskan terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA dari


R

si
segala dakwaan.
4. Memerintahkan Terdakwa dikeluarkan dari tahanan.

ne
ng

5. Mengembalikan status hukum terdakwa seperti sediakala


serta meahabilitasi martabat serta nama baik terdakwa.

do
gu

6. Menyatakan seluruh barang bukti dikembalikan kepada


yang berhak.
In
A

7. Membebankan biaya perkara kepada Negara.


ah

lik

Telah mendengar replik secara lisan Penuntut Umum yang menyatakan pada
pokoknya tetap pada tuntutan serta duplik secara lisan dari penasehat hukum
terdakwa yang pada pokoknya tetap pada pembelaannya.;
m

ub

Menimbang, bahwa terdakwa telah didakwa dengan dakwaan sebagaimana


ka

tersebut dalam surat dakwaan Penuntut Umum tanggal 11 September 2013,


ep

Nomor: Reg.Perkara : PDM-47/Q.2.12/Ep.2/KPUAS/0913 , sebagaimana berikut :


ah

PERTAMA:
R

es

-------- Bahwa ia terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA Bin BUNANDAR D.A selaku
M

ng

direktur PT. Susantri Permai berdasarkan Akta Notaris RUDY SISWANTO, SH.
on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
am

u b
Direktori
5 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Nomor : 54 tanggal 23 Desember 2011 tentang keputusan Sirkuler para pemegang

a
saham “PT. SUSANTRI PERMAI” bersama-sama dengan sdr. IWAN SETIA PUTRA

si
Bin H. SUPARDI P. (Alm) selaku General Manager PT. Susantri Permai bertindak
untuk dan atas nama PT. Susantri Permai pada Bulan Januari s.d Nopember 2012

ne
ng
atau setidak-tidaknya dalam tahun 2012 bertempat di wilayah Kecamatan Kapuas
Hulu Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah atau pada suatu tempat lain

do
gu
yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kapuas yang
berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, dengan sengaja merambah

In
A
kawasan hutan di daerah Desa Tumbang Puroh Kec Kapuas Hulu Kab Kapuas
areal SP-3, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :
ah

lik
Bahwa PT. Susantri Permai merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
perkebunan yang dibawahi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit ASIAN INDO
am

ub
HOLDING (ASIAL PALM OIL) merupakan perusahaan asing yang berada di wilayah
hukum Indonesia sebagaimana Surat dari Kantor Badan Koordinasi Penanaman
ep
Modal Nomor 345/1/IP/III/PMA/2010 dengan nomor perusahaan 23788 dan NPWP
k

01.576.512.6-711 tentang Ijin prinsip perubahan penanaman modal tanggal 1


ah

Oktober 2010, dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi Penanaman
R

si
Modal Asing (PMA).

ne
ng

Bahwa sesuai dengan Akta Notaris RUDY SISWANTO, SH. Nomor : 54 tanggal 23
Desember 2011 tentang keputusan Sirkuler para pemegang saham “PT. SUSANTRI

do
PERMAI” susuanan kepengurusan PT. Susantri Permai adalah sebagai berikut :
gu

1. Presiden Direktur adalah Ir. NAJAMUDDIN MUNARI.


2. Direktur adalah ANTONY BOSCO ANTONY JOSEPH.
In
A

3. Direktur adalah AKHSAN GANI WIJAYA.


4. Presiden Komisaris adalah LEE SER WOR.
ah

lik

5. Komisaris adalah ARUNAN KANDASAMY.


6. Komisaris adalah MOHANDAS NAIR.
m

ub

7. Komisaris adalah Haji SILEM.


ka

Bahwa terhadap Presiden Direktur Ir. NAJAMUDDIN MUNARI dalam hal ini
ep

tidak bertindak mewakili PT. Susantri Permai karena yang bersangkutan sedang ada
ah

permasalahan hukum dan terhadap Direktur ANTONY BOSCO ANTONY JOSEPH


R

telah mengundurkan diri kepengurusan PT. Susantri Permai, sehingga yang


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
am

u b
Direktori
6 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
berperan aktif untuk bertindak untuk dan atas nama PT. Susantri Permai dalam hal

a
ini adalah terdakwa sdr. AKHSAN GANI WIJAYA.

si
Bahwa tugas dan tanggung jawab terdakwa selaku Direktur PT. Susantri

ne
Permai adalah mengurusi masalah perijinan, legal (permasalahan hukum), dan

ng
general affairs (permasalahan umum) menyangkut kegiatan yang dilakukan oleh PT.
Susantri Permai.

do
gu Bahwa dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan dilaksanakan oleh sdr. IWAN
SETIA PUTRA selaku General Manager PT. Susantri Permai sejak bulan Januari

In
A
2012 sesuai dengan perjanjian kontrak kerja yang dibuat oleh perusahaan ASIAN
INDO HOLDING (ASIAL PALM OIL) dengan tugas dan tanggung jawab
ah

lik
mengkoordinir setiap pekerjaan pembangunan perkebunan meliputi pekerjaan
pembangunan perkebunan, mulai dari tahap perencanaan penyiapan (pembukaan)
am

ub
lahan untuk perkebunan sesuai dengan peta arahan lokasi rencana pekerjaan (peta
kerja) dari GCP (Group Control Plantation) Sdr. REVENTHIRAN, yang meliputi areal
ep
yang telah dibuka, telah ditanam, yang perlu dirawat dan direhabilitasi, serta areal
k

yang akan dibuka dan ditanam, selanjutnya secara teknis meliputi tahap perawatan
ah

tanaman yang sudah ada dan memulai penanaman baru pada areal yang telah
R

si
dibuka atau baru dibuka.

ne
ng

Bahwa dalam hal penentuan lokasi yang dilakukan pembukaan lahan (land
clearing) dan ditanami kelapa sawit di PT. Susantri Permai ditentukan dan

do
gu

direncanakan oleh sdr. IWAN SETIA PUTRA selaku General Manager berdasarkan
peta arahan lokasi dari GCP (Group Control Plantation) yang dikoordinasikan dengan
terdakwa sdr. AKHSAN GANI WIJAYA selaku legal department dan selaku Direktur
In
A

PT. Susantri Permai terutama menyangkut masalah perijinannya, selanjutnya setelah


lokasi siap berikut perijinannya serta rencana biaya yang diperlukan untuk
ah

lik

pembukaan lahan dan penanaman kepala sawit, hal tersebut diajukan kepada GCP
(Group Control Plantation) Group Controller Plantation untuk mendapatkan
m

ub

persetujuan agar dana untuk kegiatan pembukaan lahan dan penanaman kelapa
ka

sawit dapat dicairkan.


ep

Bahwa setelah mendapat persetujuan dan pendanaan selanjutnya sdr. IWAN


ah

SETIA PUTRA selaku General Manager PT. Susantri Permai melakukan kegiatan
R

pembukaan lahan untuk lokasi perkebunan kelapa sawit PT. Susantri Permai dengan
es

cara mengadakan kontak kerja sama dengan pihak PT. Prima Tama Mandiri dengan
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
am

u b
Direktori
7 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Surat Perjanjian Kerja Land Clearing / Rental Alat K/002/01/12-S2-LC tanggal 02

a
Januari 2012, dan PT. Cahaya Anugrah Sejahtera dengan Surat Perjanjian Kerja

si
Land Clearing / Sewa Alat K/0024/02/12-S2-LC tanggal 10 Februari 2012, yang
ditandatangi oleh sdr. IWAN SETIA PUTRA beserta sdr. REVENTHIRAN TP

ne
ng
NAMBIAR selaku Group Control Plantation dan terdakwa sdr. GANI WIJAYA selaku
Direktur PT. Susantri.

do
gu Bahwa selanjutnya PT. Prima Tama Mandiri dan PT. Cahaya Anugrah
Sejahtera melakukan kegiatan membukaan lahan Land Clearing di areal PT. Susantri

In
A
Permai dengan menggunakan alat berat berupa excavator dan bulldozer
berdasarkan arahan atau acuan kerja dari pihak PT. Susantri Permai, yang meliputi
ah

lik
pembuatan staking, jalan, parit, jembatan dan pembuatan terasering.

Bahwa terhadap areal PT. Susantri Permai yang telah dibuka tersebut telah
am

ub
dilakukan mengambilan titik koordinat oleh Pihak Dinas Kehutanan Propinsi
Kalimantan Tengah menggunakan GPS merk Garmin GPSmap 76CSx yaitu sebagai
ep
berikut :
k

• Lokasi Puncak Gunung areal pembukaan lahan dan penanaman pohon sawit
ah

R
dengan Nilai koordinat 113°58’35.6” BT dan 00°49’15.4” LS.

si
• Posisi alat berat (camp) dengan Nilai koordinat 113°59’17.8” BT dan 00°

ne
ng

49’02.7” LS.
• Lokasi penimbunan kayu/simpuk dengan Nilai koordinat 113°58’48.4” BT dan

do
00°49’04.3” LS.
gu

yang mana pembukaan lahan/Land Clearing yang dilakukan oleh PT. Susantri
Permai tersebut berada diluar IUP yang dimiliki berdasarkan Peta lampiran bupati
In
A

Kapuas Nomor Nomor : 522.22/1062/dishut/VI/2008 tanggal 14 Juni 2008 perihal


Rekomendasi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit atas nama
ah

lik

PT Susantri Permai seluas ± 15.000 Hektar. Dan dari hasil pengukuran tersebut
diketahui luasan areal yang telah dilakukan land clearing oleh PT. Susantri Permai
m

ub

kurang lebih seluas ± 302 Ha (tiga ratus dua hektar) yang terbagi ± 139 ha berada di
luar IUP dan yang seluas ± 163 ha berada di dalam IUP.
ka

ep

Bahwa areal perkebunan yang telah dibuka oleh PT. Susantri Permai tersebut
ah

berdasarkan peta RTRWP Kalimantan Tengah 2003 berada pada kawasan hutan
R

produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi (HP) sedangkan berdasarkan peta Tata
es

Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) 1982 dan peta 292 lokasi tersebut seluruhnya
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
am

u b
Direktori
8 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
berada pada hutan produksi yang dapat di konversi atau HPK yang dapat di proses

a
pelepasan kawasan hutan.

si
Bahwa perijinan yang dimiliki oleh PT. Susantri Permai terait dengan

ne
pemanfaatan kawasan hutan hanya berdasarkan Surat Dinas Kehutanan Prov

ng
Kalteng No : 522/I/405/1.03/VII/2008 tanggal 11 Juli 2008 perihal Saran /
pertimbangan teknis pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit atas

do
gu
nama PT. Susantri Permai dan belum memperoleh persetujuan pelepasan kawasan
hutan dari Menteri Kehutanan RI.

In
A
------ Bahwa perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana
dalam Pasal 78 ayat (14) Jo Pasal 78 ayat (2) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf b UU RI
ah

lik
No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP .------------
am

ub
Atau

Kedua
ep
k

------ Bahwa ia terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA Bin BUNANDAR D.A selaku
ah

direktur PT. Susantri Permai berdasarkan Akta Notaris RUDY SISWANTO, SH.
R

si
Nomor : 54 tanggal 23 Desember 2011 tentang keputusan Sirkuler para pemegang
saham “PT. SUSANTRI PERMAI” bersama-sama dengan sdr. IWAN SETIA PUTRA

ne
ng

Bin H. SUPARDI P. (Alm) selaku General Manager PT. Susantri Permai bertindak
untuk dan atas nama PT. Susantri Permai pada Bulan Januari s.d Nopember 2012

do
gu

atau setidak-tidaknya dalam tahun 2012 bertempat di wilayah Kecamatan Kapuas


Hulu Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah atau pada suatu tempat lain
In
A

yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kapuas yang
berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, telah melakukan usaha budi
ah

lik

daya tanaman perkebunan dengan luasan tanah tertentu dan/atau usaha


industri pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas tertentu tidak memiliki
m

ub

izin usaha perkebunan, di daerah Desa Tumbang Puroh Kec Kapuas Hulu Kab

Kapuas areal SP-3, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara sebagai
ka

ep

berikut :

Bahwa PT. Susantri Permai merupakan perusahaan yang bergerak di bidang


ah

perkebunan yang dibawahi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit ASIAN INDO
es

HOLDING (ASIAL PALM OIL) merupakan perusahaan asing yang berada di wilayah
M

ng

hukum Indonesia sebagaimana Surat dari Kantor Badan Koordinasi Penanaman


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
am

u b
Direktori
9 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Modal Nomor 345/1/IP/III/PMA/2010 dengan nomor perusahaan 23788 dan NPWP

a
01.576.512.6-711 tentang Ijin prinsip perubahan penanaman modal tanggal 1

si
Oktober 2010, dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi Penanaman
Modal Asing (PMA).

ne
ng
Bahwa sesuai dengan Akta Notaris RUDY SISWANTO, SH. Nomor : 54 tanggal 23
Desember 2011 tentang keputusan Sirkuler para pemegang saham “PT. SUSANTRI

do
gu
PERMAI” susuanan kepengurusan PT. Susantri Permai adalah sebagai berikut :
1. Presiden Direktur adalah Ir. NAJAMUDDIN MUNARI.

In
A
2. Direktur adalah ANTONY BOSCO ANTONY JOSEPH.
3. Direktur adalah AKHSAN GANI WIJAYA.
ah

lik
4. Presiden Komisaris adalah LEE SER WOR.
5. Komisaris adalah ARUNAN KANDASAMY.
am

ub
6. Komisaris adalah MOHANDAS NAIR.
7. Komisaris adalah Haji SILEM.
ep
Bahwa terhadap Presiden Direktur Ir. NAJAMUDDIN MUNARI dalam hal ini
k

tidak bertindak mewakili PT. Susantri Permai karena yang bersangkutan sedang ada
ah

permasalahan hukum dan terhadap Direktur ANTONY BOSCO ANTONY JOSEPH


R

si
telah mengundurkan diri kepengurusan PT. Susantri Permai, sehingga yang

ne
ng

berperan aktif untuk bertindak untuk dan atas nama PT. Susantri Permai dalam hal
ini adalah terdakwa sdr. AKHSAN GANI WIJAYA.

do
gu

Bahwa tugas dan tanggung jawab terdakwa selaku Direktur PT. Susantri
Permai adalah mengurusi masalah perijinan, legal (permasalahan hukum), dan
general affairs (permasalahan umum) menyangkut kegiatan yang dilakukan oleh PT.
In
A

Susantri Permai.
ah

Bahwa dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan dilaksanakan oleh sdr. IWAN


lik

SETIA PUTRA selaku General Manager PT. Susantri Permai sejak bulan Januari
2012 sesuai dengan perjanjian kontrak kerja yang dibuat oleh perusahaan ASIAN
m

ub

INDO HOLDING (ASIAL PALM OIL) dengan tugas dan tanggung jawab
ka

mengkoordinir setiap pekerjaan pembangunan perkebunan meliputi pekerjaan


ep

pembangunan perkebunan, mulai dari tahap perencanaan penyiapan (pembukaan)


ah

lahan untuk perkebunan sesuai dengan peta arahan lokasi rencana pekerjaan (peta
R

kerja) dari GCP (Group Control Plantation) Sdr. REVENTHIRAN, yang meliputi areal
es

yang telah dibuka, telah ditanam, yang perlu dirawat dan direhabilitasi, serta areal
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
am

u b
Direktori
10 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
yang akan dibuka dan ditanam, selanjutnya secara teknis meliputi tahap perawatan

a
tanaman yang sudah ada dan memulai penanaman baru pada areal yang telah

si
dibuka atau baru dibuka.

ne
Bahwa dalam hal penentuan lokasi yang dilakukan pembukaan lahan (land

ng
clearing) dan ditanami kelapa sawit di PT. Susantri Permai ditentukan dan
direncanakan oleh sdr. IWAN SETIA PUTRA selaku General Manager berdasarkan

do
gu
peta arahan lokasi dari GCP (Group Control Plantation) yang dikoordinasikan dengan
terdakwa sdr. AKHSAN GANI WIJAYA selaku legal department dan selaku Direktur

In
A
PT. Susantri Permai terutama menyangkut masalah perijinannya, selanjutnya setelah
lokasi siap berikut perijinannya serta rencana biaya yang diperlukan untuk
ah

lik
pembukaan lahan dan penanaman kepala sawit, hal tersebut diajukan kepada GCP
(Group Control Plantation) Group Controller Plantation untuk mendapatkan
am

ub
persetujuan agar dana untuk kegiatan pembukaan lahan dan penanaman kelapa
sawit dapat dicairkan.
ep
Bahwa setelah mendapat persetujuan dan pendanaan selanjutnya sdr. IWAN
k

SETIA PUTRA selaku General Manager PT. Susantri Permai melakukan kegiatan
ah

pembukaan lahan untuk lokasi perkebunan kelapa sawit PT. Susantri Permai dengan
R

si
cara mengadakan kontak kerja sama dengan pihak PT. Prima Tama Mandiri dengan

ne
ng

Surat Perjanjian Kerja Land Clearing / Rental Alat K/002/01/12-S2-LC tanggal 02


Januari 2012, dan PT. Cahaya Anugrah Sejahtera dengan Surat Perjanjian Kerja
Land Clearing / Sewa Alat K/0024/02/12-S2-LC tanggal 10 Februari 2012, yang

do
gu

ditandatangi oleh sdr. IWAN SETIA PUTRA beserta sdr. REVENTHIRAN TP


NAMBIAR selaku Group Control Plantation dan terdakwa sdr. GANI WIJAYA selaku
In
A

Direktur PT. Susantri.

Bahwa selanjutnya PT. Prima Tama Mandiri dan PT. Cahaya Anugrah
ah

lik

Sejahtera melakukan kegiatan membukaan lahan Land Clearing di areal PT. Susantri
Permai dengan menggunakan alat berat berupa excavator dan bulldozer
m

ub

berdasarkan arahan atau acuan kerja dari pihak PT. Susantri Permai, yang meliputi
ka

pembuatan staking, jalan, parit, jembatan dan pembuatan terasering.


ep

Bahwa terhadap areal PT. Susantri Permai yang telah dibuka tersebut telah
ah

dilakukan mengambilan titik koordinat oleh Pihak Dinas Kehutanan Propinsi


R

Kalimantan Tengah menggunakan GPS merk Garmin GPSmap 76CSx yaitu sebagai
es

berikut :
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
am

u b
Direktori
11 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Lokasi Puncak Gunung areal pembukaan lahan dan penanaman pohon sawit

a
dengan Nilai koordinat 113°58’35.6” BT dan 00°49’15.4” LS.

si
• Posisi alat berat (camp) dengan Nilai koordinat 113°59’17.8” BT dan 00°
49’02.7” LS.

ne
ng
• Lokasi penimbunan kayu/simpuk dengan Nilai koordinat 113°58’48.4” BT dan
00°49’04.3” LS.

do
gu
yang mana pembukaan lahan/Land Clearing yang dilakukan oleh PT. Susantri
Permai tersebut berada diluar IUP yang dimiliki berdasarkan Peta lampiran bupati

In
A
Kapuas Nomor Nomor : 522.22/1062/dishut/VI/2008 tanggal 14 Juni 2008 perihal
Rekomendasi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit atas nama
ah

lik
PT Susantri Permai seluas ± 15.000 Hektar. Dan dari hasil pengukuran tersebut
diketahui luasan areal yang telah dilakukan land clearing oleh PT. Susantri Permai
am

ub
kurang lebih seluas ± 302 Ha (tiga ratus dua hektar) yang terbagi ± 139 ha berada di
luar IUP dan yang seluas ± 163 ha berada di dalam IUP. ep
Bahwa kegiatan pembukaan dan penanaman kelapa sawit tersebut, dilakukan
k

oleh PT. Susantri Permai setelah berakhirnya Ijin Usaha Perkebunan yang diberikan
ah

Bupati Kapuas sesuai dengan Surat Bupati Kapuas Nomor : 545/DISHUTBUN tahun
R

si
2009 tanggal 30 Oktober 2009 tentang Pemberian Perpanjangan Ijin Usaha

ne
ng

Budidaya Perkebunan (IUBP) kepada PT. Susantri Permai, yang berlaku selama 2
tahun dan berakhir tanggal 30 Oktober 2011 yang mana terhadap perijinan tersebut
tidak mendapat perpanjang atau tidak dikeluarkan perpanjangan Ijin Usaha Budidaya

do
gu

Perkebunan oleh Bupati Kapuas, sehingga dalam melakukan kegiatan usaha


Budidaya Perkebunan pada tahun 2012 tersebut PT. Susanti Permai tidak memiliki
In
A

ijin usaha perkebunan.

------ Bahwa perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana


ah

lik

dalam Pasal 46 ayat (1) UU RI No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Jo Pasal
55 ayat (1) ke-1 KUHP.---------------------------------------------------------------------------------
m

ub

Menimbang, bahwa atas Dakwaan Penuntut Umum tersebut Terdakwa melalui


ka

penasehat hukumnya menyatakan tidak akan mengajukan Keberatan (eksepsi).;


ep

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya tersebut, Penuntut


ah

Umum telah mengajukan saksi-saksi dan ahli yang keterangannya dibawah sumpah
R

atau janji sesuai dengan agamanya masing-masing telah didengar dipersidangan


es

yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
am

u b
Direktori
12 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
1. Saksi SURIANTO Bin ENENG (Alm), dibawah sumpah di persidangan pada

a
pokoknya menerangkan sebagai berikut :

si
• Bahwa saksi diperiksa atau memberikan keterangan kepada penyidik tersebut,
sehubungan kejadian Tindak Pidana yang menurut penyidik melakukan

ne
ng
perambahan kawasan hutan atau melakukan usaha perkebunan tanpa ijin
dilakukan oleh PT. Susantri Permai di Desa Tumbang Puroh Kecamatan

do
gu Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut bergerak dibidang perkebunan kelapa

In
A
sawit.
• Bahwa Saksi bekerja di PT. Susantri Permai sejak tanggal 16 Februari 2011
ah

lik
sampai dengan tanggal 3 Juni 2013.
• Bahwa Jabatan saksi di Kantor PT. Susantri Permai sebagai Assisten Land
am

ub
Clearing lokasi kebun PT. Susantri Permai di Desa Tumbang Puroh
Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
• Bahwa tugas saksi selaku Assesten Land Clearing tersebut bertugas
ep
k

mempersiapkan lahan yang akan dikerjakan oleh Kontraktor dan saksi


ah

bertanggung jawab seharusnya kepada Estate Manager oleh karena tidak


R

si
bekerja maka saksi langsung mempertanggungjawabkan kepada General
Manager Sdr. Iwan Setia Putra.

ne
ng

• Bahwa ada tahapan pekerjaan land clearing di lokasi PT. Susantri Permai,
saksi melaksanakan pekerjaan land clearing itu berpedoman dengan GIS dan

do
gu

melihat dengan speknya.


• Bahwa land clearing di lokasi PT. Susantri Permai, dimulai pada bulan Juni
In
A

2012 dikerjakan di lokasi SP3 PT. Susantri Permai tersebut.


• Bahwa yang diperiksa dari Polda lahan yang land clearing di lokasi PT.
ah

lik

Susantri Permai.
• Bahwa Pada saat Tim dari Polda Kal-Teng melakukan pemeriksaan dilokasi
m

ub

pada saat itu dilokasi tidak ada kegiatan land clearing di lokasi SP3 PT
Susantri Permai tersebut.
ka

ep

• Bahwa lahan yang di land clearing di lokasi SP3 PT. Susantri Permai tersebut
telah diganti rugi lahan di SP3 yang telah dikerjakan land clearing tersebut.
ah

• Bahwa yang saksi ketahui, PT. Susantri Permai bergerak di bidang


R

es

Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Kapuas Hulu sesuai perijinan yang


M

ng

ada, PT. Susantri Permai bergerak di bidang Perkebunan Kelapa Sawit


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
am

u b
Direktori
13 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
dengan areal seluas kurang lebih 20.000 Hektare namun sesuai ijin yang ada

a
hanya 15.000, Hektare.

si
• Bahwa struktur kepengurusan dalam PT. Susantri Permai adalah sebagai
berikut:

ne
ng
• General Manager adalah IWAN SETIA PUTRA.

• Chiep Excecutif Manager kosong ;

do
gu
• Senior Excutif Manager kosong ;
• Estate Manager kosong ;

In
A
• Assisten land clearing SURIANTO ;

• Assisten Penanaman kosong ;


ah

lik
• Assiten Perawatan kosong ;
• Assiten Pembibitan kosong ;
am

ub
• Assiten Pemanenan kosong ;
• Assiten GIS Sdr. SAFRI ;
ep
• Assiten Workshop kosong ;
k

• Assiten Store/Gudang kosong ;


ah

R
• Assiten EHS/Lingkungan dan Konserpasi kosong ;

si
• Bahwa tugas saksi selaku assisten land clearing mempersiapkan lahan yang

ne
ng

akan dikerjakan oleh Kontraktor dan saksi bertanggung jawab seharusnya


kepada Estate Manager oleh karena kosong, maka saksi langsung

do
gu

bertanggung jawab kepada General Manager, yaitu sdr. Iwan setia Putra
(dalam perkara lain).
• Bahwa yang menentukan lahan yang akan di land clearing, terlebih dahulu di
In
A

ploting oleh staf GIS/pemetaan , yang diperintahkan oleh General manager


dan didampingi oleh Staf GIS, sedangkan saksi bagian penyiapan lahan
ah

lik

berdasarkan Peta Arahan Lokasi melakukan penyiapan lahan berupa


perumpukan, pembuatan jalan kebun, pembuatan parit serta pembuatan teras
m

ub

tanaman, itu dikerjakan oleh Kontraktor.


ka

• Bahwa sepengetahuan saksi PT.Susantri Permai sudah beroperasi dan


ep

melakukan penanaman kelapa sawit di lokasi tersebut.



ah

Bahwa saksi tidak tahu berapa hektar kelapa sawit yang sudah ditanam di
R

lokasi PT. Susantri Permai sampai sekarang di SP2 , kelapa sawit di lokasi
es

PT. Susantri Permai di Kecamatan Sei Hanyu .


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
am

u b
Direktori
14 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa saksi tidak tahu apakah yang dikerjakan itu termasuk kawasan hutan

a
atau bukan.

si
• Bahwa saksi tidak tahu siapa yang mengurus perijinan lokasi PT. Susantri
Permai tersebut dan saksi tidak tahu legalitas apa yang dimiliki oleh PT.

ne
ng
Susantri Permai bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut.
• Bahwa ijin dari PT. Susantri Permai bisa diperpanjang oleh karena PT

do
gu Susantri Permai masih beroperasi di lokasi tersebut.
• Bahwa di lokasi land clearing PT.Susantri Permai ada blok-bloknya, saksi

In
A
assisten land clearing di lokasi SP3, dari PT. Susantri Permai ada pembagian
stet, itu yang kami kerjakan.
ah

lik
• Bahwa Kontraktor yang mengerjakan land clearing lahan di lokasi SP3 PT.
Susantri Permai dilakukan oleh PT. Prima Tama Mandiri (PTM) dan
am

ub
CV.Cahaya Anugerah Sejahtera ( CAS) sejak bulan Juni 2012.
• Bahwa lokasi SP3 PT. Susantri Permai tersebut sekarang ini tidak dikerjakan
lagi karena ada pengecekan dari Polda Kalimantan Tengah lokasi di SP3 PT.
ep
k

Susantri Permai tersebut.


ah

• Bahwa pekerjaan land clearing di lokasi SP3 PT.Susantri Permai dihentikan


R

si
setelah pengecekan dari Polda Kalteng.

ne
• Bahwa pada waktu pemeriksaan dari Polda Kalteng, Tim dari Polda Kal-Teng
ng

melakukan pemeriksaan dilokasi pada saat itu dilokasi tidak ada kegiatan land
clearing di lokasi SP3 PT Susantri Permai tersebut.

do
gu

• Bahwa alat berat yang ada di lokasi land clearing di PT. Susantri Permai
tersebut, alat berat dari PT. Prima Tama Mandiri berupa: Buldozer sebanyak
In
A

5 (lima) unit dan Excavator sebanyak 2 (dua) unit dan CV. Cahaya Anugerah
Sejahtera berupa : Buldozer sebanyak 4 ( empat ) unit dan Excavator
ah

lik

sebanyak 3 ( tiga ) unit.


• Bahwa kemampuan alat berat mengerjakan lahan land clearing PT. Susantri
m

ub

Permai untuk luasan hektar perhari, untuk Buldozer kemampuan perharinya


kurang lebih mencapai 1,5 hektare, dan untuk Excavator perharinya kurang
ka

ep

lebih hanya 1 hektare.


• Bahwa saksi melaksanakan tugas secara lisan dari general Manager land
ah

clearing di lokasi PT. Susantri Permai.


R

es

• Bahwa tugas saksi mengawasi pekerjaan land clearing sesuai spek di lokasi
M

ng

PT. Susantri Permai dan laporan hasil pekerjaan land clearing di lokasi PT.
on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
am

u b
Direktori
15 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Susantri Permai dilaporkan kepada Pak Irwan setia putra sebagai general

a
Manager.

si
• Bahwa Pertanggung jawaban saksi kepada Sdr Iwan Setia Putra adalah
mengenai berita acara hasil pekerjaan land clearing di lokasi PT. Susantri

ne
ng
Permai.
• Bahwa pertanggung jawaban pekerjaan land clearing lokasi PT. Susantri

do
gu Permai itu kepada Iwan Setia Putra saja dan secara terus menerus.
Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak keberatan ;

In
A
2. Saksi MOHAMMAD NIZAR, S.HUT Bin BENNY MUIMAN, dibawah sumpah di
ah

lik
persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
• Bahwa saksi bekerja di Kantor Wilayah Kehutanan sejak tahun 1992 s/d 2001,
am

ub
kemudian sejak tahun 2002 sampai sekarang bekerja di Dinas Kehutanan
Provinsi Kalimantan Tengah.
ep
• Bahwa saksi bekerja di Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah pada
k

bagian Seksi Inventarisasi data dan Pemetaan Hutan Dinas Kehutanan


ah

Provinsi Kalimantan Tengah.


R

si
• Bahwa tugas dan tanggung jawab saksi bekerja pada Seksi Inventarisasi data

ne
ng

dan Pemetaan Hutan pada Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah,


yaitu menganalisis peta, menelaah peta pertambangan dan perkebunan dan

do
bertanggung jawab kepada kepala Seksi Inventarisasi Data dan Pemetaan
gu

Hutan di Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah.


• Bahwa saksi diperiksa atau memberikan keterangan kepada penyidik tersebut,
In
A

sehubungan kejadian Tindak Pidana perambahan kawasan hutan atau


melakukan usaha perkebunan tanpa ijin.
ah

lik

• Bahwa Perambahan/ penebangan hutan tersebut dilakukan oleh PT. Susantri


Permai di Desa Tumbang Puroh Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas,
m

ub

Provinsi Kalimantan Tengah.


• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut bergerak dibidang perkebunan kelapa
ka

ep

sawit.
• Bahwa saksi pernah diminta Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah
ah

melakukan pemeriksaan terhadap areal PT. Susantri Permai.


es

• Bahwa saksi melakukan pemeriksaan terhadap areal perkebunan PT. Susantri


M

ng

Permai pada hari Kamis, tanggal 1 Nopember 2012, melakukan pemeriksaan


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
am

u b
Direktori
16 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
tersebut bersama atau mendampingi tim Direktorat Reserse Kriminal khusus

a
(Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah dalam rangka

si
pengambilan titik koordinat pada areal perkebunan PT. Susantri Permai
tersebut.

ne
ng
• Bahwa yang ada pada saat dilakukan pemeriksaan di areal perkebunan PT.
Susantri Permai, dari Instansi Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah,

do
gu yang ditunjuk yaitu saksi sendiri, dan tim Ditreskrimsus Polda Kalteng dan dari
pihak perusahaan PT. Susantri Permai.

In
A
• Bahwa saksi memiliki surat perintah tugas dari pimpinan, saksi melakukan
pemeriksaan areal perkebunan PT. Susantri Permai tersebut berdasarkan
ah

lik
Surat Perintah Tugas Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah
Nomor : 522.1.100/2028.a/dishut tanggal 1 Nopember 2012. Sehubungan
am

ub
surat Kapolda Kalteng No.: B/965/X/2012/Direskrimsus tanggal 20 Oktober
2012, perihal permintaan bantuan tenaga teknis Inventarisasi hutan dan
Pemetaan.
ep
k

• Bahwa Legalitas yang dimiliki oleh PT. Suntri Permai bergerak di bidang
ah

perkebunan antara lain :


R

si
1. Surat Bupati Kapuas No.945 tahun 2006 tanggal 28
Pebruari 2006 tentang IUP PT. Susantri Permai .

ne
ng

1. Surat Bupati Kapuas Nomor: 522.22/1062/dishut/VI/2008 tanggal 14 Juni


2008 perihal Rekomendasi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan

do
gu

kelapa sawit atas nama PT. Susantri Permai seluas + 15.000 hektar .
2. Surat Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah Nomor:
In
A

522.1.100/2631/dishut, tanggal 30 Desember 2010 perihal saran/


pertimbangan teknis pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan atas
ah

lik

nama PT. Susantri Permai.


• Bahwa yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan di areal PT. Susantri
m

ub

Permai data yang digunakan adalah data base perusahaan.


• Bahwa Saksi melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap areal PT.
ka

Susantri Permai tersebut menggunakan sarana peralatan berupa GPS merk


ep

Garmin GPSmap 76CSx sewaktu melakukan pemeriksaan dan pengecekan


ah

terhadap areal perkbenunan PT. Susantri Permai.


R

• Bahwa cara saksi melakukan pemeriksaan dengan menggunakan peralatan


es
M

GPS merk Garmin GPSmap 76CSx terhadap areal perkebunan PT. Susantri
ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
am

u b
Direktori
17 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Permai, dengan mengambil titik titik koordinat dan traking GPS lokasi

a
perkebunan PT. Susantri Permai selanjutnya dari hasil pengambilan titik

si
koordinat tersebut dimasukan ke dalam laptop lalu di over lay kan dengan IUP
PT. Susantri Permai atau Sop Copy IUP PT. Susantri Permai dimasuk

ne
ng
kedalam GPS kemudian GPS tersebut digunakan untuk pengambilan titik-titik
kordinat baru dapat diketahui titik-titik koordinat tersebut berada didalam atau

do
gu

diluar IUP PT. Susantri Permai tersebut.
Bahwa Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap areal PT. Susantri Permai

In
A
dan pengambilan koordinat menggunakan GPS merk GARMIN GPSmap
76CSx ternyata pembukaan lahan/Land Clearing yang dilakukan oleh
ah

lik
perkebunan PT. Susantri Permai tersebut berada diluar IUP yang dimiliki
berdasarkan Peta lampiran berdasarkan Peta lampiran Bupati Kapuas Nomor:
am

ub
522.22/1062 dishut/VI/2008 tanggal 14 Juni.
• Bahwa pada saat saksi ke turun kelapangan areal PT. Susantri Permai
tersebut bersama tim dari Polda Kalteng, yang ditemukan bekas land clearing
ep
k

lahan, penimbunan kayu dan arel sudah ditanam.


ah

• Bahwa luas PT. Susantri Permai mendapat rekomendasi pelepasan kawasan


R

si
hutan untuk perkebunan kelapa sawit dari Bupati Kapuas, berdasar Surat
Bupati Kapuas Nomor: 522.22/1062/dishut/VI/2008 tanggal 14 Juni 2008

ne
ng

perihal Rekomendasi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa


sawit atas nama PT. Susantri Permai seluas + 15.000 hektar.

do
gu

• Bahwa PT. Susantri Permai pernah mengajukan permohonan pelepasan


kawasan hutan kepada Menteri Kehutanan, namun sampai saat ini masih
In
A

dalam proses dan baru mendapat pertimbangan teknis dari Dinas Kehutanan
Provinsi Kalimantan Tengah dalam bentuk Nota Dinas Nomor :
ah

lik

522.1.100/2631/Dishut tanggal 30 Desember 2010.


• Bahwa permohonan ijin pelepasan kawasan hutan PT. Susantri Permai
m

ub

tersebut berada pada hutan produksi yang dapat di konversi atau HPK (dapat
diproses pelepasan kawasan).
ka

• Bahwa lahan tidak boleh dikerjakan jika hanya memiliki Rekomendasi dari
ep

Bupati.
ah

• Bahwa luas areal yang telah dilakukan land clearing oleh PT. Susantri Permai
R

hampir kurang lebih 302 Ha (tiga ratus dua hektar) yang terbagi 139 Ha
es
M

(seratus tiga puluh sembilan hektar) berada di luar IUP dan yang seluar 163
ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
am

u b
Direktori
18 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
(seratus enam puluh tiga hektar) berada di dalam IUP berada pada lokasi

a
SP3.

si
• Bahwa yang dimaksud dengan SP3 adalah lokasi/ tempat pekerjaan untuk
kegiatan yang dikejakan pada tahun 2012 yang diperiksa, SP3 tersebut masuk

ne
ng
dalam kawasan hutan produksi yang dapat di konversi atau HPK (dapat
diproses pelepasan kawasan).

do
gu
• Bahwa saksi melihat alat yang dipergunakan untuk pembukaan lahan di areal
PT. Susantri Permai tersebut, yaitu alat berat berupa 4 (empat) buah

In
A
eksepator dan 1 (satu) buah bulldozer.
• Bahwa Titik koordinat dan lokasi pengambilan titik koodinat tersebut adalah
ah

lik
sebagai berikut :
• Lokasi Puncak Gunung areal pembukaan lahan dan penanaman pohon sawit
am

ub
dengan Nilai koordinat 113°58’35.6” BT dan 00°49’15.4” LS.
• Posisi alat berat (camp) dengan Nilai koordinat 113°59’17.8” BT dan 00°
49’02.7” LS.
ep
k

• Lokasi penimbunan kayu/simpuk dengan Nilai koordinat 113°58’48.4” BT dan


ah

00°49’04.3” LS.
R

si
• Bahwa letak alat berat PT. Susantri Permai pada saat saksi melakukan

ne
pemeriksaan, berupa eksepator dan bolldozer tersebut posisinya berada di
ng

dalam bengkel terbuka PT. Susantri Permai diluar Ijin atau dilokasi SP3
posisinya.

do
gu

• Bahwa sampai sekarang PT. Susantri Permai belum memiliki ijin dari Menteri
Kehutanan, Permohonan ijin kepada Menteri Kehutanan diajukan oleh PT.
In
A

Susantri Permai, sebelum turun kelapangan .


• Bahwa saksi tidak tahu kontraktor yang mengerjakan land clearing pada areal
ah

lik

PT.Susantri tersebut, pada saat saksi kelapangan bersama dari tim


Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, di areal tersebut tidak ada Aktifitas.
m

ub

• Bahwa pada saat turun kelapangan saksi tidak ada menanyakan siapa
sebelumnya yang melakukan aktifitas diareal PT.Susantri tersebut.
ka

ep

• Bahwa saksi tahu bahwa PT. Susantri pernah mengajukan permohonan ijin
kepada Menteri Kehutanan, karena saksi pernah diminta oleh Kepala Dinas
ah

untuk membuat pertimbangan teknis.


R

es

• Bahwa dasar membuat pertimbangan teknis yaitu :


M

ng

1. Ijin Usah perkebunan ( IUP) dari Bupati (Pejabat yang berwenang ) ;


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
am

u b
Direktori
19 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
2. Rekomendasi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit dari

a
Bupati ;

si
3. Permintaan dari Gubernur agar dibuat pertimbangan teknis ;
• Bahwa sepengetahuan saksi peta RTRWP Kalteng tahun 2003 areal PT.

ne
ng
Susantri Permai berada Kawasan hutan Produksi terbatas (HPT) dan Hutan
Produksi (HP), dan berdasarkan peta TGHK dan Peta 292 areal tersebut

do
gu seluruhnya berada pada hutan produksi yang dapat di konversi atau HPK.
• Bahwa PT. Susantri Permai memperoleh ijin usaha perkebunan dari Bupati

In
A
Kapuas, ijin Usaha Perkebunan (IUP) tersebut dikeluarkan oleh Bupati Kapuas
untuk PT.Susantri Permai pada tahun 2006 Ijin Usaha Perkebunan (IUP)
ah

lik
tersebut dikeluarkan oleh Bupati Kapuas untuk PT.Susantri Permai.
• Bahwa pembersihan lahan masuk dalam usaha perkebunan, tapi saksi tahu
am

ub
ijin pembukaan lahan dari Bupati untuk PT. Susantri Permai tersebut.
• Bahwa Ijin usaha perkebunan ( IUP ) tersebut bersifat permanen.
• Bahwa pada peta TGHK tersebut diluar ijin arahan lokasi dari Bupati Kapuas.
ep
k

• Bahwa saksi pernah mengetahui bahwa PT. Susantri Permai pernah membuat
ah

Pernyataan yang intinya tidak akan melakukan kegiatan pembukaan lahan


R

si
diareal PT. Susantri Permai sebelum mendapat ijin alih fungsi Kawasan dari
Menteri Kehutanan.

ne
ng

• Bahwa saksi pernah mengetahui surat kepada PT.Susantri Permai agar


menghentikan operasional dilapangan.

do
gu

• Bahwa saksi tidak ada turun kelapangan dalam rangka memberikan


pertimbangan teknis hanya data-data yang ada yaitu seperti ijin dari Bupati
In
A

Kapuas.
• Bahwa pertimbangan teknis yang dibuat tersebut termasuk dalam kawasan
ah

lik

yang diijinkan.
• Bahwa di Kalimantan Tengah tidak ada pengukuhan kawasan hutan yang ada
m

ub

hanya penunjukkan kawasan.


• Bahwa pada saat turun kelokasi dengan Polda dan dengan pihak perusahaan
ka

ep

tidak aktifitas diluar ijin Cuma ada bekas penebangan saja.


• Bahwa PT. Susantri Permai ada memiliki ijin usaha perkebunan ( IUP) dari
ah

Bupati Kapuas.
R

es

• Bahwa hasil GPS yang satu dengan GPS yang lain bisa selisih berkisar 10
M

ng

meter saja.
on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
am

u b
Direktori
20 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa tidak ada tanggapan atau

a
keberatan;

si
3. Saksi ANDREAS NUAH, SE.M.Si Bin H.A. Tumon (Alm), dibawah sumpah

ne
ng
dipersidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
• Bahwa saksi bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, sejak
17 Juli 2012 sebagai Assisten Perekonomian dan Pembangunan.

do
gu • Bahwa tugas saksi sebagai Assisten Perekonomian dan Pembangunan
Kabupaten Kapuas yaitu merumuskan kebijakan Pemerintah Daerah,

In
A
perencanaan strategis perekonomian dan pembangunan daerah,
pengkoordinasikan penyelenggaraan hubungan masyarakat,
ah

lik
keprotokolan,system informasi, memberikan pelanyaanan administrasi,
fasilitasi dan koordinasi serta melakukan monitoring, evaluasi dan
am

ub
pelaporan kinerja dan indikator perekonomian dan pembangunan
daerah, dan bertanggung jawab kepada Bupati Kapuas melalui
ep
Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas.
k

• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut bergerak dibidang perkebunan kelapa


ah

sawit.
R

si
• Bahwa pada saat saksi diperiksa oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal

ne
ng

Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah tersebut, saksi sudah sebagai


Assisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kapuas.
• Bahwa keterkaitan pekerjaan saksi sebagai sebagai Assisten Perekonomian

do
gu

dan Pembangunan Kabupaten Kapuas dengan perijinan seperti Izin Usaha


Perkebunan yang terbitkan oleh Bupati Kapuas , yaitu pengkoordinasikan
In
A

Satuan Kerja Perangkat Daerah yang membidangi pelayanan perijinan


perkebunan antara lain Dinas Perkebunan dan Kehutanan dan Badan
ah

lik

Lingkungan Hidup.
• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut memiliki Ijin Usaha Perkebunan dari
m

ub

Bupati Kapuas.
• Bahwa prosedur dan proses penerbitan Ijin Usaha Perkebunan Bupati
ka

ep

Kapuas adalah sebagai berikut :


a. Investor mengajukan permohonan arahan lokasi kepada Bupati ;
ah

b. Sebelum Bupati memberikan arahan lokasi diadakan rapat koordinasi dengan


es

instansi terkait ;
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
am

u b
Direktori
21 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
c. Jika tidak dilakukan rapat koordinasi, maka Bupati minta pertimbangan teknis

a
dari Dinas / Instansi terkait mengenai arahan lokasi ;

si
d. Setelah dilaksanakan rapat koordinasi dan atau memperoleh pertimbangan
teknis dari Dinas / instansi terkait, kemudian Bupati memberikan arahan lokasi

ne
ng
dengan tenggang waktu 3 – 6 bulan ;
e. Setelah memperoleh arahan lokasi, kemudian Investor mengajukan

do
gu permohonan kepada Bupati untuk memperoleh IUP sementara ;
f. Permohonan Izin Usaha perkebunan dengan dengan syarat-syarat yang telah

In
A
ditentukan dalam Perda Kab Kapuas No.10 tahun 2003 dan disampaikan
kepada Bupati Kapuas dengan tembusan Dinas Perkebunan, Kantor
ah

lik
Pertanahan Kab Kapuas, BPPPMD (Badan Perencanaan Pembangunan dan
Penanaman Modal Daerah) Kab Kapuas, Dinas Kehutanan Kab Kapuas,
Dinas Perkebunan Prop Kalteng dan Menteri Pertanian dalam hal ini Dirjen
am

ub
Bina Produksi ;
g. Kepala Dinas Perkebunan menilai permohonan yang diterima, dengan
ep
k

melakukan pemeriksaan administrasi ;


ah

h. Permohonan yang tidak memenuhi persyaratan akan dikembalikan kepada


R

si
pemohon selambat-selambatnya 7 hari kerja sejak tanggal penerimaan, untuk
dilengkapi ;

ne
ng

i. Apabila permohonan disetujui Bupati wajib menerbitkan IUP sementara yang


berlaku dalam jangka waktu 1 tahun dapat di perpanjang 3 kali dengan waktu

do
gu

yang sama ;
j. Setelah memperoleh IUP sementara kemudian perusahaan / investor
In
mengajukan permohonan kepada Bupati untuk memperoleh Izin lokasi dengan
A

melampirkan IUP sementara ;


ah

k. Setelah memperoleh Izin Lokasi kemudian investor mengajukan permohonan


lik

ke Bupati untuk memperoleh Izi membuka lahan yang diberikan secara


bertahap ;
m

ub

l. Setelah memperoleh Izin membuka lahan kemudian ivestor baru diperbolehkan


ka

mengadakan aktifitas di lapangan, seperti :


ep

a. Membuka lahan pembibitan ;


ah

b. Membuka lahan tanaman ;


R

c. Membuat camp ;
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
am

u b
Direktori
22 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
m. Sambil membuka lahan, perusahaan / investor mengurus proses Hak Guna

a
Usaha (HGU) dengan rekomendasi dari Bupati ;

si
n. Setelah perusahaan operasional dan memperoleh HGU, Bupati memberikan
IUP tetap ;

ne
ng
• Bahwa PT. Susantri Permai memperoleh arahan lokasi dari Pemerintah
Daerah Kapuas berdasarkan Surat Bupati Kapuas no : 525/205/Disbun/I/2006

do
gu tanggal 30 Januari 2006 dan yang melakukan pertimbangan teknis terkait
arahan lokasi yang diajukan oleh pihak PT. Susantri Permai pada saat itu

In
A
adalah Dinas Perkebunan Kabupaten Kapuas.
• Bahwa ijin usaha perkebunan PT. Susantri Permai diterbitkan oleh Pemerintah
ah

lik
Daerah Kapuas yang pertama berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas
No. : 495 Tahun 2006 tanggal 28 Pebruari 2006 dengan luas areal + 15.000
am

ub
Ha berlaku selama untuk 1 tahun dan yang berwenang mengeluar Ijin Usaha
Perkebunan dan yang menanda tangani Ijin tersebut adalah Bupati.
• Bahwa dasar hukum Bupati Kapuas menerbitkan Ijin Usaha Perkebunan
ep
k

(IUP) tersebut adalah mengacu pada Perda No.10 tahun 2003.


ah

• Bahwa PT.Susantri Permai pernah mengajukan perpanjangan Ijin Usaha


R

si
Perkebunan (IUP) dan oleh Pemerintah Daerah Kapuas diperpanjang selama
3 kali, yaitu :

ne
ng

a. Diperpanjang yang kesatu berdasarkan Surat


Keputusan Bupati Kapuas No : 1110 Tahun 2007

do
gu

tanggal 31 Agustus 2007 tentang pemberian


perpanjangan Ijin Usaha Budidaya Perkebunan IUBP)
In
A

kepada PT. Susantri Permai dengan luas areal +


15.000 Ha yang berlaku selama 1 tahun ;
ah

lik

b. Diperpanjang yang kedua berdasarkan Surat


Keputusan Bupati Kapuas No : 957/DISBUNHUT.
m

ub

Tahun 2008 tanggal 26 September 2008 tentang


pemberian perpanjangan Ijin Usaha Budidaya
ka

Perkebunan IUBP) kepada PT. Susantri Permai


ep

dengan luas areal + 15.000 Ha yang berlaku selama 1


ah

tahun ;
R

c. Diperpanjang yang ketiga, berdasarkan Surat


es
M

Keputusan Bupati Kapuas No : 545/


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
am

u b
Direktori
23 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
DISBUNHUT.TAHUN 2009 tanggal 30 Oktober 2009

a
tentang pemberian perpanjangan Ijin Usaha Budidaya

si
Perkebunan IUBP) kepada PT. Susantri Permai
dengan luas areal + 15.000 Ha yang berlaku selama 2

ne
ng
tahun.
• Bahwa setelah tiga kali diperpanjang ijin Usaha Perkebunan PT. Susantri

do
gu pada tahun 2009, perpanjang berikutnya tidak ada lagi .
• Bahwa jika sudah diperpanjang 3 (tiga) tahun, bisa diperpanjang kembali satu

In
A
kali dengan masa satu tahun dan kalau dihentikan masih bisa kembali
diberikan Ijin.
ah

lik
• Bahwa pemberian Perpanjangan Ijin usaha perkebunan (IUP) tidak selalu
menggunakan pertimbangan teknis.
am

ub
• Bahwa Saksi tidak mengetahui PT. Susantri Permai mengajukan permohonan
perpanjangan kembali Ijin Usaha Perkebunan setelah berakhir pada bulan
Oktober 2011, karena saksi baru menjabat pada bulan Juli 2012.
ep
k

• Bahwa yang berwenang menerbitkan Hak Guna Usaha adalah Badan


ah

Pertanahan Nasional dan PT. Susantri Permai belum memperoleh Hak Guna
R

si
Usaha dari Badan Pertanahan Nasional.
• Bahwa PT. Susantri Permai tidak diperbolehkan melakukan kegiatan

ne
ng

operasional di lapangan seperti membuka lahan dan melakukan penanaman


kepala sawit setelah memiliki Ijin Usaha Perkebunan, karena masih harus

do
gu

memperoleh ijin membuka lahan yang diberikan oleh Bupati Kapuas secara
bertahap.
In
A

• Bahwa yang duluan terbit adalah arahan lokasi, selanjutnya Ijin Usaha
perkebunan dan kemudian Ijin pembukaan lahan.
ah

lik

• Bahwa saksi pernah mendengar surat penghentian operasional dari Bupati


Kapuas kepada PT.Susantri Permai berdasar Surat Bupati Kapuas, No.:
m

ub

525/1897/Disbunhut.2009, tanggal 31 Desember 2009 , tentang penghentian


kegiatan operasional.
ka

• Bahwa saksi tidak tahu alasan dikeluarkan surat penghentian operasional oleh
ep

Bupati Kapuas tersebut.


ah

• Bahwa saksi tidak tahu apakah surat penghentian operasional dari Bupati
R

es

Kapuas kepada PT. Susantri Permai terhadap areal yang ada ijinnya atau
M

terhadap yang di areal ijin PT. Susantri Permai tersebut.


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
am

u b
Direktori
24 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa ijin Usaha Perkebunan yang diterbitkan oleh Bupati Kapuas tersebut

a
hanya bersifat sementara dan sambil mengurus HGU nya.

si
• Bahwa PT. Susantri Permai masih tetap melakukan kegiatan pembukaan
lahan dan penanaman kelapa sawit pada areal yang termasuk dalam kawasan

ne
ng
hutan sebelum adanya pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan dan
dapat dikategorikan melakukan budidaya tanaman perkebunan tanpa Ijin

do
gu Usaha Perkebunan.
• Bahwa Ijin usaha perkebunan PT. Susantri Permai telah berakhir pada tanggal

In
A
30 Oktober 2011.;
• Bahwa Ijin Usaha perkebunan (IUP) dan Hak Guna Usaha (HGU) wajib dimiliki
ah

lik
oleh PT. Susantri Permai sebelum pembukaan lahan, saksi tidak tahu ijin
pembukaan lahan dari Bupati untuk PT. Susantri Permai tersebut.
am

ub
• Bahwa saksi pernah mendengar Bupati Kapuas mengeluarkan rekomendasi
pelepasan kawasan hutan pada tahun 2008 kepada Gubernur.
• Bahwa selain Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas, yang mengatur Ijin
ep
k

Usaha Perkebunan yaitu Undang-undang Perkebunan.


ah

Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada tanggapan /


R

si
keberatan ;

ne
ng

4. Saksi ARI NURSASONGKO, SP Bin MUGIONO (Alm), pada pokoknya


menerangkan sebagai berikut :

do
• Bahwa saksi bekerja Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kapuas, sejak Juli
gu

2012 sampai sekarang, saksi bekerja pada Kantor Pertanahan Kabupaten


Kapuas sebagai kepala Seksi pengaturan dan penataan pertanahan, dimana
In
A

tugas dan tanggung jawab saksi dalam pekerjaan tersebut adalah membuat
pertimbangan teknis pertanahan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten
ah

lik

Kapuas dalam hal penetapan lokasi dan ijin penggunaan tanah serta tugas
lain diperintah pimpinan.
m

ub

• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut bergerak dibidang perkebunan kelapa


sawit.
ka

ep

• Bahwa kaitan pekerjaan saksi dengan PT. Susantri Permai tersebut, yaitu
tentang Ijin lokasi.
ah

• Bahwa Permintaan ijin lokasi awalnya permintaan ijin lokasi dari pihak
es

Investor mengajukan permohonan ijin kepada Bupati.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24
am

u b
Direktori
25 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa Ijin lokasi adalah ijin yang diberikan kepada perusahaan untuk

a
memperoleh tanah yang diperlukan dalam rangka penanaman modal yang

si
berlaku pula sebagai ijin pemindahan hak, dan untuk menggunakan tanah
tersebut guna keperluan usaha penanaman modalnya dan dasar.

ne
ng
• Bahwa dasar hukum ijin lokasi adalah Peraturan Menteri Negara Agraria/
Kepala Badan pertanahan Nasional No: 2 tahun 1999 tentang ijin lokasi dan

do
gu PT. Susantri Permai memiliki Ijin lokasi.
• Bahwa saksi tidak begitu tahu Prosedur dan proses penerbitan Ijin Usaha

In
A
Perkebunan Bupati Kapuas karena pertimbangan teknisnya dari Dinas
Perkebunan dan Kehutanan yang saksi tahu Ijin Usaha perkebunan lahannya
ah

lik
harus bebas dari sengeketa dan masa proses bisa sampai 6 (enam) bulan
dan saksi tidak tahu masa daluarsa perijinan PT. Susantri Permai.
am

ub
• Bahwa yang berwenang menerbitkan Hak Guna Usaha adalah Badan
Pertanahan Nasional dan PT. Susantri Permai belum memperoleh Hak Guna
Usaha dari Badan Pertanahan Nasional.
ep
k

• Bahwa tidak diperbolehkan PT. Susantri Permai melakukan kegiatan


ah

operasional di lapangan seperti membuka lahan dan melakukan penanaman


R

si
kepala sawit sebelum memiliki Hak Guna Usaha (HGU).
• Bahwa saksi tidak tahu ada atau tidak ada PT. Susantri mengajukan

ne
ng

permohonan Hak Guna Usaha tersebut, yang ada hanya mengajukan ijin
pelepasan.

do
gu

• Bahwa Pernah dilakukan rapat koodinasi pada tahun 2011 tersebut dalam
rangka memberikan pertibangan teknis ;
In
A

• Bahwa Rapat koordinasi pada tahun 2006 dilakukan oleh oleh tim ;

• Bahwa peta ijin lokasi di areal PT. Susantri Permai Berdasarkan peta Rencana
ah

lik

Tata Ruang Wilayah Provisnsi (RTRWP) Tahun 2003, sesuai Peraturan


Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor : 8 tahun 2003 tanggal 20
m

ub

Desember 2003 ;
• Bahwa pernah dicocokkan antara peta Rencana Tata Ruang Wilayah
ka

ep

Provisnsi (RTRWP) Tahun 2003 , sesuai Peraturan Daerah Provinsi


Kalimantan Tengah Nomor : 8 tahun 2003 tanggal 20 Desember 2003 dengan
ah

Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) Kalimantan Tengah tahun 1982.
R

es

• Bahwa setahu saksi ada masalah yang menyimpang yang dilakukan oleh PT.
M

ng

Susantri Permai yaitu dalam melakukan kegiatan usaha Budidaya Perkebunan


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25
am

u b
Direktori
26 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
pada tahun 2012 tersebut PT. Susantri Permai tidak memiliki Ijin Usaha

a
Perkebunan.

si
• Bahwa keterangan saksi pada poin no.17 bahwa peta yang dapat digunakan
sebagai acuan/ dasar untuk melakukan giat perkebunan adalah peta usulan

ne
ng
pelepasan kawasan hutan adalah benar.
• Bahwa pada ijin lokasi tahun 2006 peta yang digunakan adalah peta Rencana

do
gu Tata Ruang Wilayah Provisnsi (RTRWP) Tahun 2003 bukan Peta Tata Guna
Hutan Kesepakatan (TGHK) Kalimantan Tengah tahun 1982.

In
A
Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada tanggapan/
tanggapan ;
ah

lik
5. Saksi HENDRA JAYA SAPUTRA Bin SYAMSUL BACHRI, dibawah sumpah
am

ub
persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut bergerak dibidang perkebunan kelapa
ep
sawit.
k

• Bahwa pada Saat diperiksa oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus
ah

Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah tersebut saksi bertugas pada Dinas


R

si
Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas sebagai staf Seksi

ne
ng

Inventarisasi, Data dan Pemetaan Hutan tugas saksi yaitu membuat peta dan
melakukan telaahan terhadap peta tersebut serta bertanggung jawab kepada
atasan langsung saksi yaitu Kepala Seksi Inventarisasi, Data dan Pemetaan

do
gu

Hutan.
• Bahwa yang saksi terangkan dalam perkara terdakwa sehubungan saksi telah
In
A

melakukan pemeriksaan terhadap areal perkebunan PT. Susantri


mendampingi tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian
ah

lik

Daerah Kalimantan Tengah (Ditreskrimsus) untuk melakukan pengambilan titik


koordinat pada areal perkebunan perusahaan PT. Susantri Permai,
m

ub

berdasarkan surat perintah tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutan


(Kadisbunhut) Kabupaten Kapuas Nomor : 522/DPK-KPS/1715/8.2/XII/2012
ka

ep

tanggal 11 Desember 2012 dan selain itu menerangkan masalah administrasi


seperti perijinannya.
ah

• Bahwa saksi melakukan pemeriksaan perkebunan PT. Susantri Permai


R

es

mendampingi tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26
am

u b
Direktori
27 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Daerah Kalimantan Tengah (Ditreskrimsus) pada hari Jum’at tanggal 14

a
Desember 2012.

si
• Bahwa Areal PT. Susantri Permai yang telah dilakukan pemeriksaan lapangan
secara bersama dengan tim Reskrimsus Polda Kalteng tersebut, yaitu pada

ne
ng
blok SP3, lahan yang telah dibuka seluas 302 Ha dari 500 Ha yang
direncanakan pada blok SP3 tersebut dan telah dilakukan penanaman kelapa

do
gu sawit seluas + 79 Ha.
• Bahwa pada saat melakukan pemeriksaan lapangan, dari Pihak PT. Susantri

In
A
Permai tersebut ada yang hadir.
• Bahwa Saksi tidak mengetahui legalitas yang dimiliki PT. Susantri Permai
ah

lik
bergerak di bidang perkebunan tersebut.
• Bahwa Saksi melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap areal PT.
am

ub
Susantri Permai tersebut menggunakan peralatan berupa GPS merk Garmin
GPSmap 60CSx.
• Bahwa cara saksi melakukan pemeriksaan dengan menggunakan peralatan
ep
k

GPS merk Garmin GPSmap 60CSx terhadap areal perkebunan PT. Susantri
ah

Permai, dengan mengambil titik titik koordinat dan traking GPS lokasi
R

si
perkebunan PT. Susantri Permai selanjutnya dari hasil pengambilan titik
koordinat tersebut dimasukan ke dalam laptop lalu di over lay kan dengan peta

ne
ng

Izin Lokasi PT. Susantri Permaidan diproses dengan program GIS yang saksi
kuasai.

do
gu

• Bahwa Pada saat saksi ke turun kelapangan areal PT. Susantri Permai
tersebut bersama tim dari Polda Kalteng, yang ditemukan di areal PT. Susantri
In
A

Permai tersebut yaitu sudah ada areal yang diland clearing dan ada yang
sudah ditanami kepala sawit sedangkan cara pembukaan lahannya dengan
ah

lik

menggunakan alat berat berupa exsevator, bolldozer.


• Bahwa pembukaan lahan dilakukan PT. Susantri Permai tersebut sesuai ijin
m

ub

yang diberikan oleh Pejabat yang berwenang, Pembukaan lahan yang telah
dilakukan oleh PT.Susantri Permai, keadaan lahannya sudah ada areal yang
ka

dibuka yaitu seluas 302 Ha dan yang sudah ditanami kelapa sawit seluas 79
ep

Ha pada blok SP 3.
ah

• Bahwa PT. Susantri Permai pernah mengajukan permohonan pelepasan


R

kawasan hutan kepada Menteri Kehutanan, namun sampai saat ini masih
es
M

dalam proses dan baru mendapat pertimbangan teknis dari Dinas Kehutanan
ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27
am

u b
Direktori
28 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Provinsi Kalimantan Tengah dalam bentuk Nota Dinas Nomor :

a
522.1.100/2631/Dishut tanggal 30 Desember 2010.

si
• Bahwa yang saksi tahu permohon ijin usaha perkebunan diajukan ke Dinas
perkebunan dan Kehutanan, sedangkan Ijin lokasi ke Kantor Pertanahan,

ne
ng
Selain Ijin Usaha Perkebunan ada lagi yaitu ijin pembukaan lahan, sedangkan
berdasarkan data pada saksi tidak pernah PT. Susantri mengajukan

do
gu permohonan ijin pembukaan lahan.
• Bahwa SP3 adalah lokasi/ tempat pekerjaan untuk kegiatan yang dikejakan

In
A
pada tahun 2012.
• Bahwa saksi ada melihat alat yang dipergunakan untuk pembukaan lahan di
ah

lik
areal PT. Susantri Permai tersebut, yaitu alat berat berupa eksepator dan
bulldozer.
am

ub
• Bahwa Luas areal yang telah dilakukan land clearing oleh PT. Susantri Permai
hampir kurang lebih 302 Ha (tiga ratus dua hektar) yang terbagi 139 Ha
(seratus tiga puluh sembilan hektar) berada di luar IUP dan yang seluas 163
ep
k

(seratus enam puluh tiga hektar) berada di dalam IUP berada pada lokasi SP3
ah

dan yang sudah ditanam di luar IUP 79 Ha.


R

si
• Bahwa Saksi tidak tahu kontraktor yang mengerjakan land clearing pada
areal PT. Susantri tersebut dan pada saat Saksi kelapangan bersama dari tim

ne
ng

Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, di areal tersebut tidak ada Aktifitas.


• Bahwa Pada saat turun kelapangan kelapangan ada bekas tebangan

do
gu

sedangkan tunggaknya sudah hilang.


• Bahwa benar, berdasarkan telaahan pada peta Pengelolaan Hutan Provinsi
In
A

Kalimantan Tengah, bahwa areal PT. Susantri Permai overlap dengan


IUPHHK PT.Prabunugraha Tecnologi seluas dan dengan areal Perkebunan
ah

lik

PT. Olong Jaya Raya.


• Bahwa Ijin Usaha Perkebunan (IUP) PT. Susantri dikeluarkan oleh Bupati
m

ub

Kapuas Pada tahun 2006, Ijin Usaha Perkebunan (IUP) tersebut diperpanjang
ada tiga kali.
ka

• Bahwa benar berdasarkan peta TGHK dan Peta 292 areal PT. Susantri
ep

Permai tersebut seluruhnya berada pada hutan produksi yang dapat di


ah

konversi atau HPK.


R

es

• Bahwa di Kalimantan Tengah tidak ada pengukuhan kawasan hutan yang ada
M

hanya penunjukkan kawasan .


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28
am

u b
Direktori
29 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa Saksi tidak tahu dengan temuan hasil pemeriksaan turun kelapangan,

a
apakah aktifitas dilakukan berada di dalam ijin lokasi atau diluar ijin lokasi

si
karena bukan merupakan domain saksi.
• Bahwa kawasan hutan yang ada pada peta TGHK dapat diproses pelepasan

ne
ng
kawasan hutan.
Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan benar dan tidak ada

do
gu
keberatan;

6. Saksi FAJAR HARIADY Bin RUSLAN, dibawah sumpah persidangan pada

In
A
pokoknya menerangkan sebagai berikut :
• Bahwa dalam perkara terdakwa, saksi menerangkan CV Cahaya Anugrah
ah

lik
sejahtera menerima pekerjaan dari PT. Susantri Permai.
• Bahwa dasar CV. Anugrah Sejahtera menerima pekerjaan dari PT. Susantri
am

ub
Permai tersebut adalah Surat Perjanjian kerja Land clearing & sewa alat
K/0024/2012-S2-LC.
ep
• Bahwa saksi bekerja di CV. Anugrah Sejahtera sejak tahun 2010 dengan
k

jabatan sebagai Comanditer dan tanggung jawab saksi adalah melakukan


ah

R
tugas pembukuan administrasi, pengelola , koordinator lapangan dan

si
bertanggung jawab kepada SUHARIYADI selaku Direktur CV. Cahaya

ne
ng

Anugrah Sejahtera.
• Bahwa Surat perjanjian kerja antara CV. Cahaya Anugrah Sejahtera dengan

do
PT. Susantri permai tersebut ditangani oleh Direktur CV. Cahaya Anugrah
gu

Sejahtera Yaitu Bapak Suhariyadi, ditanda tangani tanggal 10 Februari 2012.


• Bahwa Kontrak kerja yang dilakukan oleh CV. Cahaya Anugrah Sejahtera
In
A

adalah Jasa land clearing / membersihkan sampah-sampah areal untuk


ditanam dan yang dibersihkan bekas yang tumbang saja.
ah

lik

• Bahwa membersihkan lahan berdasarkan peta atau tidak saksi tidak tahu
karena yang tahu adalah koodinator dilapangan, lama membersihkan lahan
m

ub

hingga siap tanam + 7 (tujuh) bulan .


• Bahwa yang menentukan areal yang di land clearing tersebut adalah pihak
ka

ep

PT. Susantri Permai dan ada dibuat penyerahan kepada PT. Susantri Permai
setelah pekerjaan areal yang dibersihkan selesai dikerjakan, alat yang
ah

dipergunakan dari CV. Cahaya Anugrah Sejahtera sendiri jadi satu sewa
es

dengan pembersihan lahan lain.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29
am

u b
Direktori
30 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan (BAPP) dibuat setiap akhir

a
bulan tanggal 25 dan pekerjaan sesuai per item.

si
• Bahwa alat yang dipergunakan oleh CV. Cahaya Anugrah Sejahtera dalam
rangka kontrak kerja dengan PT. Susantri Permai tersebut 4 (empat) unit

ne
ng
bulldozer dan 3 (tiga) unit exvator, Bulldozer untuk membuat jalan, Exvator
untuk membuat parit.

do
gu
• Bahwa Saksi tidak tahu areal yang dibersihkan tersebut milik siapa, tapi yang
saksi tahu itu milik PT. Susantri Permai, Saksi tidak tahu masalah areal

In
A
kawasan hutan.
• Bahwa Saksi tidak ingat besar nilai kontraknya antara CV. Cahaya Anugrah
ah

lik
Sejahtera dengan PT. Susantri Permai, yang dikerjakan oleh CV. Cahaya
Anugrah Sejahtera tersebut berdasarkan laporan orang lapangan sedang
am

ub
mengerjakan lokasi di SP.3.
• Bahwa CV. Cahaya Anugrah Sejahtera dengan PT. Susantri Permai pernah
mengadakan kontrak kerja hanya 1 (satu) kali.
ep
k

• Bahwa saksi kenal dengan yang menanda tangani kontrak dari pihak PT.
ah

Susantri Permai adalah Sdr Iwan Setia Putra.


R

si
• Bahwa pekerjaan oleh CV. Cahaya Anugrah dikerjakan sesuai kontrak seperti

ne
kegiatan Rumpuk Jalur (Stacking), Tapak Kuda, Road, Drain, Log Bridge,
ng

Culvert, Road Maintence Desilting Drain.


• Bahwa kontrak kerja setelah ditanda tangani pada tanggal 10 Februari 2012,

do
gu

baru terealisasi sejak bulan Maret 2012.


• Bahwa pekerjaan kontrak belum selesai dikerjakan sampai tanggal 10 Mei
In
A

2013, kontrak bisa diperpanjang dengan diadendum, setelah diadendum


pekerjaan belum selesai karena alat berat ada yang rusak dan sekarang
ah

lik

sudah disita oleh pihak kepolisian.


• Bahwa kontrak kerja antara CV. Cahaya Anugrah Sejahtera dengan PT.
m

ub

Susantri Permai hanya satu kontrak kerja.


• Bahwa yang menunjukan lahan yang akan land clearing pihak PT. Susantri
ka

ep

Permai, yaitu Pak Surianto dan Slamet, sedangkan dari pihak CV. Cahaya
Anugrah Sejahtera adalah Radimin selaku kordinator dilapangan yang
ah

menerima perintah.
R

es

• Bahwa alat yang disita oleh Polda Kalteng adalah Bulldozer dan Exvator dan
M

ng

sekarang alat berat tersebut berada di base camp CV. Prima Tama Mandiri
on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 30
am

u b
Direktori
31 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
dan di Base camp PT. Susantri Permai, Desa Tumbang Puroh Kec Kapuas

a
Hulu, Kab Kapuas.

si
• Bahwa saksi tidak tahu alasan alat berat tersebut disita oleh Polda Kalteng,
alat berat tersebut disita oleh Polda Kalteng bulan Desember 2012.

ne
ng
• Bahwa pekerjaan yang sudah selesaikan di lahan sebelum lokasi SP.3 ;

• Bahwa jumlah unit alat berat yang digunakan untuk land clearing di SP.3

do
gu tersebut berdasarkan laporan orang dilapangan alat berat yang telah
digunakan land clearing dilokasi SP.3 sebanyak 3 (tiga) unit, antara lain : 1

In
A
(satu) buah Exvator, 2 (dua) buah Bulldozer ;
• Bahwa berdasarkan laporan orang lapangan, Alat berat yang disita ada 7
ah

lik
(tujuh) unit, 4 (empat) unit alat berat bulldozer, 3 (tiga) unit alat berat
excavator, 4 (empat) alat berat posisi sedang parkir di camp dan 3 (tiga) alat
am

ub
berat lainnya sedang mengerjakan jalan desa.
• Bahwa saksi tidak tahu 3 unit alat berat yang sedang mengerjakan jalan desa
kenapa ikut disita oleh pihak kepolisian.;
ep
k

• Bahwa Saksi lupa dengan no.seri, no. Lambung alat berat yang berada di
ah

camp PT. Susantri Permai tersebut, yang tahu adalah orang lapangan.
R

si
• Bahwa Saksi tidak tahu kapan membuat jalan desa tersebut dimulai

ne
dikerjakan Membuat jalan Desa atas permintaan PT. Susantri Permai ;.
ng

• Bahwa tidak ada hubung pekerjaan land clearing dengan membuat jalan desa.
• Bahwa pada saat penyitaan alat berat dilakukan oleh Polda Kalteng saksi

do
gu

tidak ada di lapangan dan pada saat disita alat berat tidak sedang operasi,
saksi tahu alat berat disita dari laporan di lapangan.
In
A

• Bahwa Camp PT. Cahaya Anugrah Sejahtera termasuk areal PT. Susantri
Permai, tapi saksi tidak tahu jarak dari camp CV. Cahaya Anugrah Sejahtera
ah

lik

dengan lokasi.
• Bahwa luas lahan dapat dibersihkan oleh 1 (satu) unit bulldozer dalam sehari
m

ub

2 (dua) hektar .
• Bahwa perusahaan lain yang menerima kontrak kerja dari PT. Susantri
ka

ep

Permai, selain CV. Cahaya Anugrah Sejahtera yaitu CV. Primatama Mandiri.
• Bahwa pada saat saksi turun ke lapangan, saksi tidak pernah melihat dengan
ah

CV.Primatama Mandiri, karena wilayah kerjanya beda dengan CV. Cahaya


es

Angugrah Sejahtera, Saksi tahu beda wilayah kerjanya diberitahu oleh


M

ng

Radiman korlap CV. Cahaya Angugrah Sejahtera.


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 31
am

u b
Direktori
32 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa saksi tidak tahu masalah kontrak kerja antara PT. Susantri Permai

a
dengan CV. Primatama Mandiri.

si
• Bahwa setiap pekerjaan yang dikerjakan PT. Cahaya Anugrah Sejahtera,
bertanggung jawab kepada PT. Susantri Permai.

ne
ng
• Bahwa pada saat pembuatan kontrak tidak bertemu langsung, tapi selesai
baru dipanggil tanda tangan dan yang beritahu adalah dari PT. Susantri

do
gu Permai, yaitu Terdakwa
• Bahwa yang dahulu menanda tangani terhadap kontrak tersebut adalah CV.

In
A
Cahaya Anugrah Sejahtera.
Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak tidak keberatan ;
ah

lik
7. Saksi RADIMIN Bin KARSOWIJOYO, dibawah sumpah persidangan pada
am

ub
pokoknya menerangkan sebagai berikut :
• Bahwa Saksi diperiksa oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus
ep
Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah tersebut sehubungan kejadian tindak
k

pidana melakukan budi daya tanaman dengan luasan tertentu tanpa ijin usaha
ah

R
perkebunan dan Kehutanan.

si
• Bahwa yang saksi terangkan dipersidangan dalam perkara terdakwa,

ne
ng

sehubungan CV.Cahaya Anugrah sejahtera menerima pekerjaan dari PT.


Susantri Permai.

do
• Bahwa Saksi bekerja di CV. Cahaya Anugrah sejahtera sebagai pekerja
gu

lapangan atau kordinator lapangan, saksi pernah mengerjakan pembersihan


lahan atau land clearing areal PT. Susantri Permai.
In
A

• Bahwa saksi kerja di pembersihan lahan atau land clearing areal PT. Susantri
Permai bulan September 2012 sampai bulan Desember 2012, pekerjaan yang
ah

lik

dikerjakan hanya melanjutkan.


• Bahwa luas areal yang akan dikerjakan seluruhnya adalah 300 Hektar, areal
m

ub

yang selesai dikerjakan baru diserahkan Penyerahan dilakukan per priode


yaitu setiap selesai melakukan pekerjaan CV. Cahaya Anugrah Sejahtera
ka

ep

membuat Berita Acara Pemeriksaan pekerjaan (BAAP) yang dibuat per


tanggal 25 setiap bulannya yang diketahui oleh pihak PT. Susantri Permai
ah

antara lain iwan setia putra selaku General Manajer, Sdr. Suryanto selaku
es

asisten, Sdr, Syafri selaku GIS dan Sdr. Johari selaku Kepala tata usahaan
M

ng

kebun.
on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 32
am

u b
Direktori
33 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa dasar yang dimiliki oleh saksi mengerjakan areal lahan PT. Susantri

a
Permai tersebut hanya berdasarkan penunjukan areal lahan dari PT. Susantri

si
Permai yang menunjukan adalah Sdr. SURYANTO selaku asisten dan Sdr.
SLAMET.

ne
ng
• Bahwa Lahan yang dibersihkan adalah lahan-lahan yang sudah tumbang dan
ada juga yang masih hidup.

do
gu
• Bahwa alat berat CV. Cahaya Anugrah Sejahtera untuk melakukan contrak
pekerjaan land clearing areal PT. Susantri Permai sebanyak 7 unit dengan

In
A
rincian 4 (empat) buah bulldozer , 3 (tiga) buah excavator.
• Bahwa Merk eksavator merk Hitachis ZAXIS warna orange, no mesin saksi
ah

lik
tidak tahu, no lambung AP 14, AP 33, AP 34, bulldozer merknya adalah
Komatsu D 85 SS-2 ,no mesin tidak tahu, no lambung AP 18, AP 19, AP 24
am

ub
dan AP 25.
• Bahwa Alat berat yang telah dioperasikan untuk melakukan land clearing
lokasi SP.3 berupa alat berat Bulldozer 2 (dua) unit dengan nomor lambung
ep
k

AP. 19 dan AP. 18, sedangkan untuk Exavator 1 (satu) unit dengan nomor
ah

lambung AP.14 .
R

si
• Bahwa alat berat dioperasikan bisa bersamaan bisa juga tidak, sesuai dengan
permintaan PT.Susantri.

ne
ng

• Bahwa saksi bekerja membersihkan lahan dengan PT. Susantri Permai baru
pertama kali dan CV. Cahaya Anugrah Sejahtera dengan PT. Susantri Permai

do
gu

mengadakan kontrak kerja hanya 1 (satu) kali.


• Bahwa lokasi yang dikerjakan kontrak kerja antara CV. Cahaya Anugrah
In
A

sejahtera dengan PT. Susantri Permai langsung ditunjuk oleh PT. Susantri
Permai yaitu sdr. SURYANTO selaku asisten.
ah

lik

• Bahwa saksi tahu nama areal yang dikerjakan oleh CV. Cahaya Anugrah
Sejahtera tersebut di areal SP 3 dengan luasan areal 300 hektar.
m

ub

• Bahwa dari 300 hektar yang direncanakan akan dikerjakan, sudah dikerjakan
oleh CV. Cahaya Anugrah Sejahtera hanya sebanyak 118 hektar.
ka

ep

• Bahwa di areal yang diland clearing CV.Cahaya Anugrah Sejahtera sebanyak


118 hektar tersebut , sudah ditanam kelapa sawit yaitu seluas 79 hektar,
ah

sesuai data asisten penanaman Sdr. Purwanto


R

es

• Bahwa pekerjaan land clearing hanya 118 hektar karena alat berat disita oleh
M

ng

Polda Kalteng, lalu kegiatan land clearing oleh PT. Suntri Permai dihentikan.
on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 33
am

u b
Direktori
34 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa kegiatan land clearing CV. Cahaya Anugrah dihentikan pada tanggal

a
24 Desember 2012, bahwa saksi tidak tahu alasan dihentikan kegiatan land

si
clearing tersebut, pada saat tim Polda Kalteng turun kelapangan saksi berada
di lokasi.

ne
ng
• Bahwa alat berat yang disita oleh pihak Kepolisian totalnya 7 (tujuh) unit alat
berat, yaitu 4 (empat) alat berat yang sedang parkir di Camp, dan 3 (tiga) unit

do
gu alat berat yang sedang membuat jalan Desa diluar SP 3.
• Bahwa alat berat yang sedang mengerjakan jalan desa berupa alat berat 2

In
A
(dua) unit Bulldozer dengan no. lambung AP.24 dan AP.25 dan Exavator
dengan nomor lambung AP.34 dan keberadaan 3 unit alat berat yang
ah

lik
mengerjakan jalan desa, berada diluar areal SP3.
• Bahwa alat berat yang telah dioperasikan untuk melakukan land clearing
am

ub
lokasi SP.3 berupa alat berat Bulldozer 2 (dua) unit dengan nomor lambung
AP. 19 dan AP. 18, sedangkan untuk Exavator yang 1 (satu) unit dengan
nomor lambung AP.14.
ep
k

• Bahwa alat berat yang berada di camp pada saat disita pihak Kepolisian ada 4
ah

(empat) unit lat berat yang berada di Camp pada waktu disita, bulldozer 2
R

si
(dua) unit dan Exavator 2 (dua) unit.
• Bahwa 3 (tiga) unit alat berat yang dipergunakan untuk melakukan land

ne
ng

clearing di lokasi SP.3, kenapa ada 4 (empat) unit alat berat yang disita saksi
tidak tahu.

do
gu

• Bahwa alat berat yang sudah digunakan untuk land clearing dilokasi SP.3 ada
3 unit alat berat posisi berada di camp, sedang 1 (satu) unit alat berat lainnya
In
A

berupa Exavator nomor lambung AP.33 posisi sedang parkir di Camp setelah
pengerjaan dilokasi SP.2, kenapa ikut disita saksi tidak tahu.
ah

lik

• Bahwa eksavator dengan nomor lambung AP.33 tidak pernah digunakan


untuk pengerjaan lokasi SP.3.;
m

ub

• Bahwa membuat jalan Desa atas permintaan PT. Susantri Permai, Jarak
Camp PT.Cahaya Anugrah Sejatera dengan Desa + 25 Km.
ka

ep

• Bahwa 1 unit eksavator dengan nomor lambung AP.33 tidak pernah


digunakan untuk pengerjaan lokasi SP.3, posisi berada d camp.
ah

• Bahwa Alat berat yang sudah dipakai untuk melakukan land clearing dilokasi
R

es

SP.3 berupa 2 (dua) alat bulldozer dengan no. lambung AP.19 dan AP.18 dan
M

ng

1 (satu) Eksavator dengan nomor lambung AP.14.


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 34
am

u b
Direktori
35 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa perusahaan lain yang bekerja pembersihan lahan di areal PT. Susantri

a
selain CV. Cahaya Anugrah Sejahtera yaitu CV. Primatama Mandiri, lokasi

si
kerjanya juga sama dengan CV. Cahaya Anugrah Sejahtera , yaitu di SP3.
• Bahwa Saksi tahu bahwa ada perusahaan lain yang bekerja pembersihan

ne
ng
lahan di areal PT. Susantri selain CV. Cahaya Anugrah Sejahtera tersebut
karena saksi ada bertemu di lapangan pimpronya CV.Primatama Mandiri,

do
gu yaitu Sdr. SIMANUNGKALIT.
• Bahwa Saksi tidak tahu apakah alat berat milik CV. Primatama Mandiri ikut

In
A
disita.
• Bahwa Saksi tidak tahu kontrak kerja antara PT. Susantri Permai dengan CV.
ah

lik
Primatama Mandiri tersebut.
• Bahwa Camp PT. Cahaya Anugrah Sejahtera masuk areal PT. Susantri
am

ub
Permai, Camp PT. Cahaya Anugrah Sejahtera masuk dalam lokasi yang
dikerjakan.
• Bahwa Saksi tahu bahwa lahan yang dikerjakan tersebut dilokasi SP3
ep
k

diberitahukan oleh Sdr. SURYANTO pihak PT. Susantri Permai.


ah

• Bahwa kemampuan luas lahan dapat dibersihkan oleh 1 (satu) unit bulldozer
R

si
dalam sehari + 2 (dua) hektar.

ne
Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak keberatan ;
ng

do
8. Saksi PURWONO SLAMET WAHYUDI Bin YOHANES SLAMET, dibawah
gu

sumpah persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :


• Bahwa saksi bekerja di CV. Prima Tama Mandiri tersebut sejak 0ktober 2008,
In
A

sebagai Staf admininistrasi dan bertugas dibidang pembukuan.


• Bahwa CV. Prima Tama Mandiri bergerak usaha dibidang usaha pembersihan
ah

lik

lahan, antara CV. Prima Tama Mandiri dengan PT. Susantri Permai ada
keterkaitan yaitu PT. Prima Tama Mandiri mengerjakan pembersihan lahan milik
m

ub

PT. Susantri Permai.



ka

Bahwa CV. Prima Tama Mandiri bekerjasama dengan PT. Susantri Permai Sejak
ep

tahun 2009 dan selain pada tahun 2009 tersebut, CV. Prima Tama Mandiri
bekerjasama dengan PT. Susantri Permai pada tahun 2012.
ah

• Bahwa ada dibuat perjanjian kerjasama antara CV. Prima Tama Mandiri dengan
es

PT. Susantri Permai berupa Surat Perjanjian Kerja land Clearing/ Rental Alat.
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 35
am

u b
Direktori
36 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
K/002/01/12 -S2-LC, yang menanda tangani kerjasama tersebut dari pihak CV.

a
Prima Tama Mandiri yaitu Johan Jen Gafar Direktur CV. Prima Tama Mandiri

si
sedang dari pihak PT. Susantri Permai adalah Iwan Setia Putra selaku General
Manager PT. Susantri Permai.

ne
ng
• Bahwa letak lahan yang dikerjakan oleh CV. Prima Tama Mandiri milik PT.
Susantri Permai di Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten

do
gu
Kapuas.
• Bahwa saksi tidak tahu yang membuat draf perjanjian kerja antara CV. Prima

In
A
Tama Mandiri dengan PT Susantri Permai.
• Bahwa lahan yang dikerjakan oleh CV.Primatama Mandiri berdasarkan peta dari
ah

lik
PT. Susantri Permai.
• Bahwa saksi tidak tahu lahan yang dikerjakan oleh CV.Primatama Mandiri
am

ub
dipergunakan untuk apa.
• Bahwa saksi tidak tahu apakah lahan itu kawasan hutan atau tidak.
• Bahwa Peralatan alat berat yang dimiliki CV. Prima Tama Mandiri yang
ep
k

digunakan untuk melakukan pembersihan lahan perkebunan PT. Susantri Permai


ah

adalah sebanyak 10 (sepuluh) unit, terdiri dari :


R

si
a). Buldozer sebanyak 7 (tujuh) unit terdiri dari :
1. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49931 Noka 7MB04457 ;

ne
ng

2. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49932 Noka 7MB044565 ;


3. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49923 Noka 7MB04455 ;

do
gu

4. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49920 Noka 7MB04454 ;


5. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49922 Noka 7MB04453 ;
In
A

6. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z45452 Noka 7MB04135 ;


7. Merk Catepillar D6R nomor seri S6T00440 ;
ah

lik

b). 2 (dua) unit Exavator terdiri dari :


1. Merk Hitachi ZX210F NOSIN 264025 Noka AUN-004221 ;
m

ub

2. Merk Hitachi ZX210F NOSIN 294231 Noka AUN-004813 ;


c). 1 (satu) Unit farmtractor, dipergunakan untuk angkutan pengisian minyak.
ka

• Bahwa saksi tidak tahu apakah semua alat berat yang ada tersebut digunakan
ep

semua atau tidak, karena bukan bagian saksi mengenai alat berat yang keluar
ah

masuk pada perusahaan CV. Prima Tama Mandiri tersebut.


R

• Bahwa Kontrak kerja baru terealisasi sejak bulan Maret 2012.


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 36
am

u b
Direktori
37 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa pekerjaan pembersihan lahan berhenti sejak alat berat ditahan /police line

a
oleh polisi, saksi tidak tahu pada saat alat berat di police line apakah pada saat itu

si
alat sedang kerja atau istirahat.
• Bahwa saksi tahu bahwa alat berat tersebut di police line dari informasi, saksi

ne
ng
berada di kantor dan saksi tahu setelah di police line.
• Bahwa sekarang CV. Prima Tama Mandiri sudah istirahat / tidak bekerja

do
gu
melakukan pembersihan lahan PT. Susantri Permai tersebut.
• Bahwa jumlah alat berat yang ditahan Ada 7 (tujuh) unit alat berat yang ditahan,

In
A
alat berat yang ditahan tersebut terdiri dari 2 (dua) unit Exavator, dan 5 (lima) unit
bulldozer.
ah

lik
• Bahwa posisi alat berat pada saat ditahan yang saksi dengar posisinya pada saat
itu berada di camp.
am

ub
• Bahwa berdasarkan laporan dari orang lapangan bahwa pada waktu penyitaan
ada alat berat yang berada dilokasi yang di land clearing di SP 3 hanya 1 (satu)
buah Bulldozer dan langsung dipindah ke camp.
ep
k

• Bahwa berdasarkan laporan orang lapangan bahwa untuk pengerjaan di SP.3,


ah

alat berat yang baru digunakan 2 (dua) unit Bulldozer.


R

si
• Bahwa sehari kemampuan buldozer dapat mengerjakan pembersihan lahan2

ne
ng

(dua) hektar.
• Bahwa pada tahun 2012 CV. Prima Tama Mandiri masih melakukan
pembersihan lahan PT. Susantri Permai, karena ada perpanjangan sampai tahun

do
gu

2012.
• Bahwa perusahaan boleh melakukan pekerjaan diluar item kontrak apabila ada
In
A

kesepakatan.
• Bahwa lokasi yang dikerjakan tahun 2009 dengan tahun 2012 berbeda.
ah

lik

Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada keberatan;


m

ub

9. Saksi JOHAR JEN GAFAR Bin GAFAR, dibawah sumpah persidangan pada
ka

pokoknya menerangkan sebagai berikut :


ep

• Bahwa Saksi diperiksa oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus


ah

Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, sehubungan kejadian tindak pidana


R

dibidang Kehutanan yaitu perambahan kawasan hutan dan atau melakukan


es

budidaya tanaman pada luasan tertentu tanpa ijin.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 37
am

u b
Direktori
38 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa tindak pidana kehutanan yaitu perambahan kawasan hutan dan atau

a
melakukan budidaya tanaman pada luasan tertentu tanpa ijin tersebut dilakukan

si
oleh PT. Susantri Permai, pada bulan Maret 2012, di Desa Tumbang Puroh
Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas.

ne
ng
• Bahwa saksi bekerja di CV. Prima Tama Mandiri sebagai Direktur Utama.

• Bahwa semua keputusan dan kebijakan CV. Prima Tama Mandiri berada

do
gu
ditangan direktur utama.
• Bahwa kerjasama pekerjaan antara CV. Prima Tama Mandiri dengan PT. Susantri

In
A
Permai dalam hal pekerjaan pembersihan ( Land clearing) lokasi perkebunan
sawit PT. Susantri Permai.
ah

lik
• Bahwa kontrak kerjasama antara CV. Prima Tama Mandiri dengan PT. Susantri
Permai tersebut dituangkan dalam surat perjanjian kerja Land clearing /Rental
am

ub
Alat K/002/01/12-S2-Lc. yang menanda tangani surat perjanjian kerja adalah
saksi sendiri sebagai Direktur dari CV.Prima Tama Mandiri.
• Bahwa point dari pekerjaan dalam kontrak kerjasama pekerjaan tersebut yaitu
ep
k

membersihkan areal, membuat grenase dan membuat jalan dan yang


ah

menunjukkan dan menentukan lokasi kerja yang dikerjakan ditunjuk oleh Pak
R

si
Surianto petugas lapangan PT. Susantri Permai.
• Bahwa pekerjaan land clearing belum selesai dikerjakan karena diberhentikan

ne
ng

oleh polisi, saksi lupa kapan pekerjaan land clearing diberhentikan oleh petugas
kepolisian.

do
gu

• Bahwa yang dipergunakan untuk mengerjakan land clearing tersebut alat berat
berupa bulldozer dan exsavator .
In
A

• Bahwa semua unit alat berat ada yang bekerja ada yang tidak bekerja, bahwa
dari laporan di lapangan untuk pengerjaan dilokasi SP.3 dari laporan di lapangan
ah

lik

alat berat yang baru digunakan hanya 2 (dua) unit bulldozer.


• Bahwa saksi mengetahui dari laporan di lapangan bahwa alat berat pada saat di
m

ub

police line hanya 1 (satu) saja yang sedang posisi kerja dilokasi SP.3.
• Bahwa lahan yang dikerjakan oleh CV.Primatama Mandiri berdasarkan peta dari
ka

ep

PT. Susantri Permai.


• Bahwa fungsi alat berat seperti bolduzer tersebut dipergunakan untuk
ah

pembuatan jalan, pembersihan lahan / land clearing, sedang exsavator


R

es

dipergunakan untuk membuat granase atau saluran / parit.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 38
am

u b
Direktori
39 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa lahan yang dikerjakan oleh CV. Prima Tama Mandiri diperguanakan untuk

a
lahan pekerbunan kelapa sawit.

si
• Bahwa pekerjaan land clearing hampir 1 (satu) tahun jalan, keadaan lokasi lahan
yang di land clearing tersebut setelah ditebang jadi yang dibersihkan tidak ada

ne
ng
tanam tumbuhnya lagi.
• Bahwa Kontrak kerja land clearing dengan PT. Susantri Permai tersebut adalah

do
gu
sebanyak 200 hektar, yang sudah diland clearing adalah sebanyak 40 hektar.
• Bahwa pekerjaan dalam kontrak yang dikerjakan oleh CV.Prima Tama Mandiri

In
A
tersebut sebagaimana kontrak yaitu kegiatan rumpuk jalur (stacking Darat,
stacking rawa), tapak kuda, drain, log bridges.
ah

lik
• Bahwa Peralatan alat berat yang dimiliki CV. Prima Tama Mandiri yang
digunakan untuk melakukan pembersihan lahan perkebunan PT. Susantri Permai
am

ub
adalah sebanyak 9 (sembilan) unit, terdiri dari :
a). Buldozer sebanyak 7 (tujuh) unit terdiri dari :
1. Merk Catepillar D7G
ep
k

2. Merk Catepillar D7G


ah

3. Merk Catepillar D7G


R

si
4. Merk Catepillar D7G
5. Merk Catepillar D7G

ne
ng

6. Merk Catepillar D7G


7. Merk Catepillar D6R

do
gu

Dengan nomor lambung 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, yang kemudian 2 (unit )
buldozer disewakan ke perusahaan lain ;
In
A

b). 2 (dua) unit Exavator merk Hitachi dengan nomor lambung 01,02.
• Bahwa Nomor lambung buldozer yang disewakan kepada perusahaan lain
ah

lik

sebanyak 2 (dua) unit dengan nomor lambung 01,04. Sedang buldozer yang
disita adalah buldozer dengan nomor lambung 02, 03, 05, 06, 07 dan exsavator
m

ub

dengan nomor lambung 01,02 dan sekarang posisinya berada di dalam areal
PT. Susantri Permai.
ka

• Bahwa Buldozer dengan nomor lambung 02, 03, 05, 06, 07 pernah mengerjakan
ep

land clearing di lahan PT. Susantri Permai, tetapi yang pernah digunakan dalam
ah

pengerjaan land clearing di lokasi SP.3 yaitu alat berat bulldozer dengan nomor
R

lambung 02 dan 03, sedangkan untuk bulldozer dengan nomor 05 dan 1 (satu)
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 39
am

u b
Direktori
40 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
unit Exapator dengan nomor lambung 02 posisi berada di camp setelah

a
pengerjaan dilokasi sebelumnya.

si
• Bahwa Buldozer dengan nomor lambung 06, 07 dan (1) satu unit Excapator
nomor lambung 01 posisinya sedang mengerjakan jalan desa.

ne
ng
• Bahwa nama desa yang dibuat jalan oleh 3 unit alat berat adalah Bulung Adung,
yang kemudian ketiga unit alat berat tersebut diperintahkan kembali masuk base

do
gu
camp PT. Susantri Permai.
• Bahwa saksi tidak tahu alasan Penyidik menyuruh 3 (tiga) unit alat berat tersebut

In
A
masuk kembali ke base camp PT. Susantri Permai
• Bahwa jauh jarak areal PT. Susantri Permai dengan 3 unit alat berat yang berada
ah

lik
di desa membuat jalan desa + 10 (sepuluh) Km jarak PT. Susantri Permai
dengan 3 unit alat berat yang berada di desa membuat jalan desa tersebut.
am

ub
Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada keberatan ;
ep
10. Saksi Ir. NAJAMUDIN MUNARI, dibawah sumpah persidangan pada pokoknya
k

menerangkan sebagai berikut :


ah


R
Bahwa saksi diperiksa oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus

si
Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, sehubungan kejadian tindak pidana

ne
ng

dibidang Kehutanan atau melakukan budidaya tanaman pada luasan tertentu


tanpa ijin dilakukan oleh PT. Susantri Permai kejadiannya di Desa Tumbang

do
Puroh Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas.
gu

• Bahwa saksi bekerja di perusahaan PT. Susantri Permai tersebut sejak tahun
2008, PT. Susantri Permai bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit.
In
A

• Bahwa PT. Susantri Permai mendapat penetapan peta ijin lokasi dari Bupati
Kapuas, saksi pernah lihat ijin lokasi kepada PT. Susantri Permai.
ah

lik

• Bahwa saksi lupa kapan ijin Usaha Budidaya Perkebunan (IUBP) Bupati Kapuas
kepada PT. Susantri Permai berakhir.
m

ub

• Bahwa saksi tahu ijin luasan areal ijin Usaha Budidaya Perkebunan (IUBP) Bupati
Kapuas kepada PT. Susantri Permai tersebut adalah seluas 15.000 Hektar.
ka

ep

• Bahwa masalah yang sekarang saksi diberitahukan oleh Penyidik masalah


dibidang Kehutanan atau melakukan budidaya tanaman pada luasan tertentu
ah

tanpa ijin yang dilakukan oleh PT. Susantri Permai, sedangkan bagaimana
es

masalah yang terjadi dilapangan saksi tidak tahu yang lebih tahu masalah yang
M

ng

terjadi di lapangan adalah Iwan Setia Putra selaku General Manager.


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 40
am

u b
Direktori
41 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa saksi mengetahui peta RTRWP 2003 dan peta TGHK dan peta 292.

a
• Bahwa saksi pernah dengar dan tahu lokasi SP3 PT. Susantri Permai tersebut

si
dari General Manager bahwa pembukaan lahan pada areal / peta yang ditunjukan
penyidik adalah merupakan areal yang diperuntukan plasma bagi masyarakat

ne
ng
desa Masaha dan Sei Pinang.
• Bahwa saksi pernah turun kelapangan, pada saat saksi diperiksa oleh Penyidik

do
gu
saksi turun ke lokasi SP3 pada saat saksi diperiksa yang ketiga.
• Bahwa terhadap peta yang ditunjukkan oleh polisi, saksi tidak pernah ke

In
A
lapangan, terhadap peta dimaksud hanya polisi menunjukkan peta saja.
• Bahwa Setahu saksi lokasi SP.3 tersebut berada didalam areal ijin 15.000 Hektar,
ah

lik
kawasan SP.3 tersebut rerupa kawasan ladang masyarakat.
• Bahwa saksi tidak tahu apa masih ada kegiatan pada akhir bulan Oktober 2011
am

ub
dilokasi SP. 3, yang tahu adalah general Manager selaku penanggung terhadap
di lapangan.

ep
Bahwa ada dibuat laporan perkembangan mengenai perijinan, laporan secara
k

priodik, seharusnya melaporkan dari Akhsan Gani Wijaya.


ah

• Bahwa saksi mengetahui bahwa PT. Susantri Permai mendapat surat


R

si
penghentian kegiatan operasional di lapangan dari Bupati Kapuas pada tahun

ne
ng

2009.
• Bahwa Ijin berakhir pada tanggal 30 Oktober 2011 namun masih tetap beroperasi,
karena menghindari jika tidak beroperasi resikonya perusahaan akan ditutup atau

do
gu

ijin akan dicabut.


• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut dibawah naungan Asian Indo Holding co,
In
A

Pusat Asian Indo Holding co tersebut berkedudukan di Singapore.


• Bahwa Terdakwa di PT. Susantri Permai menjabat sebagai Direktur di PT.
ah

lik

Susantri Permai ;
• Bahwa sampai sekarang jabatan saksi sebagai Presiden Direktur PT. Susantri
m

ub

Permai, selain saksi sebagai Presiden Direktur PT. Susantri Permai saksi selaku
Agrono advisory yang mempunyai kewajiban untuk mengawasi perkembangan
ka

ep

pertumbuhan tanaman secara khusus.


• Bahwa mengenai struktur organisasi PT. Susantri Permai tersebut, yaitu sebagai
ah

berikut :
es

1. Group General Manager tidak ada pejabatnya ;


M

ng

2. General Manager adalah IWAN SETIA PUTRA ;


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 41
am

u b
Direktori
42 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
3. Senior Estate Manager tidak ada pejabatnya ;

a
4. Estata Manager pejabatnya tidak ada ;

si
Sedangkan sedangkan struktur organisasi dari Group Asian Indo Holding yang
membawahi 3 perusahaan meliputi : PT. Dwi Warna Karya, PT. Kapuas Maju Jaya

ne
ng
dan PT. Susantri Permai adalah sebagai berikut :
1. Chief Operating Officer adalah Mohandas Nair ;

do
gu
2. Group Bussiness adalah Akhsan Gani Wijaya ;
3. Group Sustainable tidak ada pejabatnya ;

In
A
4. Group Finance tidak ada pejabatnya ;
5. Group General Manager tidak ada pejabatnya ;
ah

lik
6. General Manager PT. Dwika adalah Shahiran Anan ;
7. General Manager PT. Kapuas Maju Jaya adalah Bhaskaran ;
8. General Manager PT. Susantri Permai adalah Iwan Stia Putra ;
am

ub
• Bahwa saksi sebagai Presiden Direktur PT. Susantri Permai saksi selaku Agro
advisory yang mempunyai kewajiban untuk mengawasi perkembangan
ep
k

pertumbuhan tanaman secara khusus.


ah

• Bahwa Iwan Setia Putra selaku General Manager PT. Susantri Permai
R

si
bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan operasional di lapangan.
• Bahwa saksi mengetahui mengenai kontrak kerja PT. Susantri Permai, setelah

ne
ng

kontrak kerja saksi tidak mengetahui bahwa PT. Susantri Permai ada masalah di
lapangan.

do
gu

• Bahwa yang bertanggung jawab mengurus perijinan pada PT. Susantri Permai
adalah Pak Akhsan Gani Wijaya.
In
A

• Bahwa Akhsani Gani jaya bertanggung jawab atau melaporkan pekerjaannya


kepada MOHANDAS NAIR selaku Chief Operating Officer pada Asian
ah

lik

Indoholding.
• Bahwa Land clearing lahan PT. Susantri Permai atas dasar perintah MOHANDAS
m

ub

NAIR selaku Chief Operating Officer.


• Bahwa Terdakwa tidak bisa melakukan pekerjaan tanpa perintah / ijin dari
ka

MOHANDAS NAIR selaku Chief Operating Officer.


ep

• Bahwa ada dilaksanakan rapat bulanan, MOHANDAS NAIR selaku Chief


ah

Operating Officer selalu datang tiap bulan dalam rapat bulanan.


R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 42
am

u b
Direktori
43 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa MOHANDAS NAIR selaku Chief Operating Officer tersebut semua

a
membawahi bagian, jabatan Chief Operating Officer hanya ada 1 (satu),

si
sedangkan diatasnya adalah Chief executive Officer.
• Bahwa yang bertangung jawab terhadap PT.Susantri Permai adalah MOHANDAS

ne
ng
NAIR berkewargaan negara Malasia selaku Chief Operating Officer tersebut.
Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada keberatan ;

do
gu
Menimbang, bahwa atas persetujuan Terdakwa dan Penasehat hukumnya

In
A
dipersidangan telah dibacakan keterangan 2 (dua) saksi, yaitu saksi ESTHER
MUTIARA LUMBAN TOBING, S.Hut binti EDWARD TOBING dan saksi LANGKAT
ah

lik
SIMANUNGKALIT BIN P.SIMANUNGKALIT, oleh karena saksi-saksi tersebut
meskipun telah dipanggil secara sah menurut hukum tidak hadir di persidangan, yang
am

ub
pada pokoknya sebagai berikut:

11. Saksi ESTHER MUTIARA LUMBAN TOBING, S.Hut binti EDWARD TOBING,
ep
pada pokoknya keterangannya sebagai berikut :
k

• Bahwa pekerjaan saksi sekarang ini sebagai Pegawai Negeri Sipil pada
ah

Kantor Badan Penanaman Modal Daerah dan Perijinan Kalimantan Tengah Jl.
R

si
Cilik Riwut Km 5,5 Palangka Raya. Saksi bekerja selaku PNS sejak bulan

ne
ng

Maret tahun 1999 dan sejak bulan Februari 2006 ditempatkan dan ditugaskan
pada Kantor Badan Penanaman Modal Daerah dan Perijinan Kalimantan
Tengah dengan jabatan sebagai Pelaksana pada Sub Bidang Perijinan dan

do
gu

Fasilitasi. Adapun tugas saksi adalah merekapitulasi jumlah perijinan


penanaman modal yang diterbitkan oleh BKPM Pusat di Jakarta serta
In
A

bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Perijinan dan Fasilitasi.


• Bahwa kantor Badan Penanaman Modal dan Perijinan Daerah Kalteng
ah

lik

mempunyai ruang lingkup kerja meliputi Kesekretaritan; Pengembangan Iklim


Investasi; Promosi dan Kerjasama; Perijinan dan Fasilitasi; Pengawasan dan
m

ub

pengendalian Penanaman modal.


• Bahwa saksi mengerti dan tahu terhadap perusahaan atas nama PT. Susantri
ka

ep

Permai berdasarkan data yang ada pada kantor Badan Penanaman Modal
Daerah dan Perijinan Kalteng.
ah

• Bahwa status penanaman modal atas nama PT. Susantri Permai adalah
R

es

Penanaman Modal Asing berdasarkan Surat ijin prinsip perubahan


M

ng

penanaman modal nomor : 345/1/IP/III/PMA/2010 tanggal 1 Oktober 2010


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 43
am

u b
Direktori
44 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
dengan nomor perusahaan 23788 dan NPWP nomor 01.576.512.6-711

a
berkedudukan di Jl. G. Obos No. 99A Palangka Raya. Adapun penyertaan

si
modalnya adalah Asing sebanyak 95% oleh Asianindo palm Oil Pte, Ltd dan
Indonesia sebesar 5%. (yang diperiksa memperlihatkan Surat ijin prinsip

ne
ng
perubahan penanaman modal nomor : 345/1/IP/III/PMA/2010 tanggal 1
Oktober 2010).

do
gu
• Bahwa sebagaimana Surat ijin prinsip perubahan penanaman modal nomor :
345/1/IP/III/PMA/2010 tanggal 1 Oktober 2010 terdaftar sebagai perusahaan

In
A
yang bergerak dibidang usaha perkebunan kelapa sawit dan industri minyak
kasar (minyak makan) dari nabati.
ah

lik
• Bahwa pimpinan atau Direktur PT. Susantri Permai adalah sdr A. GANI
WIJAYA sesuai dengan data laporan kegiatan penanaman modal yang kami
am

ub
terima.
• Bahwa PT. Susantri Permai beroperasi di wilayah Propinsi Kalteng sejak
tahun 2008 dan wilayah kerjanya pada wilayah desa Tumbang Puroh dan
ep
k

desa Katanjung Kec. Kapuas Hulu Kab. Kapuas Prop. Kalteng.


ah

• Bahwa tata cara serta prosedur antara lain berbadan hukum dan tercatat
R

si
dalam Kementrian Hukum dan HAM RI sebagaimana dimaksud dan diatur
dalam Peraturan Kepala BKPM No. 12 tahun 2009 tentang pedoman tata cara

ne
ng

permohonan penanaman modal.


• Bahwa sebagaimana Surat ijin prinsip perubahan penanaman modal nomor :

do
gu

345/1/IP/III/PMA/2010 tanggal 1 Oktober 2010 yang diterbitkan kantor Badan


Koordinasi Penanaman Modal maka PT. Susantri Permai telah memenuhi
In
A

syarat sebagai perusahaan penanam modal yang dapat berusaha di wilayah


Negara Republik Indonesia.
ah

lik

• Bahwa kewajiban dan tanggung jawab sebagai perusahaan yang terdaftar di


BKPM sebagai penanam modal dalam wilayah Republik Indonesia adalah
m

ub

menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal per triwulan kepada


BKPM serta kewajiban-kewajiban lainnya dengan tembusan dari Kantor
ka

BPMDP Kalteng.
ep

• Bahwa salah satu kewajiban dan tanggung jawab PT. Susantri Permai dalam
ah

menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal sudah dilaksanakan.


R

• Bahwa sanksi terhadap tidak dilaksanakannya kewajiban serta tanggung


es
M

jawab perusahaan adalah berupa teguran atau peringatan tertulis,


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 44
am

u b
Direktori
45 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
pembatasan kegiatan usaha, pembekuan bidang usaha sampai dengan

a
pencabutan sebagian ijin usaha perusahaan. Hal ini dilakukan apabila

si
kegiatan usaha perusahaan sudah tidak sesuai dengan ijin yang diberikan
sebagaimana sanksi yang tercantum dalam Peraturan Kepala BKPM Nomor 3

ne
ng
tahun 2012.

Bahwa atas keterangan saksi yang dibacakan tersebut, terdakwa menyatakan

do
gu
tidak ada keberatan ;

12. Saksi LANGKAT SIMANUNGKALIT BIN P.SIMANUNGKALIT, pada pokoknya

In
A
keteranggannya sebagai berikut :
• Bahwa jabatan Saksi adalah selaku Pimpinan proyek pada kontraktor CV. Prima
ah

lik
Tama Mandirisebagai kontraktor land clering pada perusahaan Perkebunan PT.
Susantri Permai dan tanggung jawab saksi adalah mengkordinir dan
am

ub
memerintahkan anak buah dilapangan untuk melakukan pekerjaan land clering
pada perusahaan kebun milik PT. Susantri Permai dan melaporkan seluruh
ep
pekerjaan kepada asisten Land clering sdr. SURYANTO dari pihak PT. Susantri
k

Permai.
ah

R
• Bahwa sebelum melakukan pekerjaan selaku Land Clering yang paling mendasar

si
adalah perusahaan kami harus memiliki dulu yang namanya SURAT PERINTAH

ne
ng

KERJA dan kami sebelum memulai pekerjaaan tersebut kami juga mendapat
semacam perintah dengan spesifikasi pekerjaan yang di tuangkan dalam suatu

do
acuan kerja yang tertulis dari Sdr. SURYANTO pihak PT. Susantri Permai dan
gu

kewajiban saksi untuk melaporkan hasil pekerjaan tersebut setiap hari.


• Bahwa perusahaan kami CV.Prima tama mandiri ada mendapat pekerjaan
In
A

selaku kontraktor land clering dari PT. Susantri Permai sekira 27 September
2012 yang Lokasinya di SP3 (susantri permai 3) dengan luasan pekerjaan yang
ah

lik

sudah dilakukan land clearing seluas kurang lebih 17,84 Ha yang terdiri dari Blok I
19 = 2,07 ha, I 20=14,18 ha, I 21=1,59 Ha.
m

ub

• Bahwa yang saksi ketahui bahwa CV. Prima Tama Mandiri ada melakukan Land
Clering yang sudah di kerjakan pada lokasi SP3 yaitu pada Blok I 19 = 2,07 ha, I
ka

ep

20=14,18 ha, I 21=1,59 Ha dan perusahaan kontraktor land clearing lainnya


yang bekerja dilokasi SP3 adalah CV. Cahaya Anugerah Sejahtera akan tetapi
ah

saksi tidak hafal blok kerja yang sudah di LC.


es

• Bahwa saksi dalam melakukan pekerjaan land clering tersebut ada di bantu oleh
M

ng

Sdr. DEDE HERMAWAN sebagai pengawas Lapangan dan orang tersebut yang
on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 45
am

u b
Direktori
46 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
membuat laporan harian yang kemudian untuk bahan laporan bulanan yang

a
membuat perusahaan kebun dengan nama laporan adalah Berita Acara

si
Pemeriksaan Pekerjaan (BAPP).
• Bahwa yang Saksi ketahui alamat lokasi PT. Susantri Permai adalah di Desa

ne
ng
Tanjung Puroh Kec. Kapuas Hulu Kab. Kapuas dan saksi tidak mengetahui
dokumen perusahaan milik PT. Susantri Permai dan saksi juga tidak mengetahui

do
gu
dokumen Surat Perjanjian Kerja karena yang menyimpan adalah pimpinan saksi
adalah Sdr.JOHAR selaku Direktur yang berada Jl. Danau Mare II Palangka

In
A
Raya.
• Bahwa saksi di upah oleh perusahaan saksi dalam sebulan sebesar Rp.5.000.000
ah

lik
(lima Juta Rupiah) dan dan untuk seluruh Operator rata-rata sebesar RP.
2.000.000.-( dua Juta rupiah ).
am

ub
• Bahwa bukti laporan yang saksi buat tersebut dibuat dalam bentuk buku laporan
Time Sheet yang saksi laporkan kepada PT. Susantri Permai (lembar warna
putih) dan di kirim ke kantor pusat di Palangka Raya (lembar warna Merah) dan
ep
k

laporan buku time sheet tersebut sebagai dasar untuk laporan yang akan di
ah

tuangkan dalam BAPP dan untuk bahan penagihan pembayaran dari PT. Susantri
R

si
Permai.
• Bahwa untuk Penghitungan harga pekerjaan sesuaiyang tercantum dalam Berita

ne
ng

acara Pemeriksaan Pekerjaan (BAPP) tersebut di bayar oleh Perusahaan PT.


Susantri Permai kepada CV. Prima tama mandiri tersebut saksi tidak mengetahui

do
gu

per poinnya akan tetapi jenis pekerjaan.


Bahwa atas keterangan saksi yang dibacakan tersebut, terdakwa menyatakan
In
A

tidak ada keberatan ;


ah

lik

13. Saksi IWAN SETIA PUTRA, dibawah sumpah persidangan pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut :
m

ub

• Bahwa saksi pernah diperiksa oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus
Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah sehubungan kejadian tindak pidana
ka

ep

dibidang Kehutanan atau melakukan budidaya tanaman pada luasan tertentu


tanpa ijin oleh PT. Susantri Permai ;
ah

• Bahwa sesuai akta perubahan Notaris RUDY SISWANTO, SH. Nomor 54


R

es

tanggal 23 Desember 2011, perihal pernyataan keputusan sirkuler para


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 46
am

u b
Direktori
47 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
pemegang saham PT.Susantri Permai, perihal susunan Komisaris dan Direksi

a
sebagai berikut:

si
a. Presiden Direktur adalah Ir.NAJAMUDDIN MUNARI.
b. Direktur adalah ANTONY BOSCO ANTONY JOSEPH.

ne
ng
c. Direktur adalah AKHSAN GANI WIJAYA.
d. Presiden Komisaris adalah LEE SEER WOR.

do
gu e. Komisaris adalah ARUNAN KANDASAMY.
f. Komisaris adalah MOHANDAS NAIR.

In
A
g. Komisaris adalah Haji SILEM.
• Bahwa saksi bekerja di PT. Susantri Permai Sejak Desember 2010, saksi
ah

lik
kerja di PT. Suasantri Permai, lalu sejak 1 Januari 2012 menjadi Genaral
Manager PT. Susantri Permai ;
am

ub
• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut bergerak dibidang usaha perkebunan
kelapa sawit, bahwa yang menjadi general manager sebelum saksi adalah Ir.
Najamudin Munari ;
ep
k

• Bahwa tugas saksi selaku General Manager PT. Susantri Permai


ah

mengkoordinir pekerjaan pembangunan perkebunan dengan rincian pekerjaan


R

si
mulai dari tahap perencanaan penyiapan pembukaan lahan untuk perkebunan
sesuai dengan peta arahan lokasi, rencana pekerjaan (peta kerja) dari Group

ne
ng

Control Plantation (GCP) yaitu sdr. REVENTHIRAN TP NAMBIAR ;


• Bahwa mengkoordinir staf di lapangan termasuk dari tugas saksi.;

do
gu

• Bahwa dasar saksi melakukan pekerjaan di lapangan selaku general manager


PT. Susantri Permai atas perintah dan arahan langsung dari Group Control
In
A

Plantation (GCP) yaitu sdr. REVENTHIRAN TP NAMBIAR dalam bentuk


tertulis maupun lisan ;
ah

lik

• Bahwa Kedudukan antara saksi dengan terdakwa Akhsan Gani Wijaya di PT.
Susantri Permai terpisah ;
m

ub

• Bahwa saksi ada diberitahukan oleh terdakwa Akhsan Gani Wijaja mengenai
perijin PT. Susantri Permai ;
ka

• Bahwa General Manager tidak memiliki kewenangan memutuskan selain


ep

perintah dari Group Control Plantation (GCP), saksi selaku Manager hanya
ah

mengusulkan sesuatu pekerjaan dan atas perintah Group Control Plantation


R

(GCP) semua pekerjaan tersebut karena terkait dengan modal dan


es
M

pembayaran atas pekerjaan tersebut ;


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 47
am

u b
Direktori
48 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa dasar saksi selaku General Manager PT. Susantri Permai masih tetap

a
melakukan pembukaan lahan /land clearing di lokasi SP3 pada tahun 2012,

si
hanya sebatas instruksi dari Group Control Plantation (GCP) sdr.
REVENTHIRAN TP NAMBIAR ;

ne
ng
• Bahwa pada lokasi SP3 yang telah dilakukan pembukaan lahan pada tahun
2012 adalah seluas + 139 Hektar dan luas areal yang telah dilakukan

do
gu penanaman kelapa sawit adalah seluas + 79 hektar ;
• Bahwa Laporan semua kegiatan baik mengenai luas lahan yang telah dibuka

In
A
dan luas areal yang telah dilakukan penanaman kelapa sawit tersebut
dilaporkan kepada Group Control Plantation (GCP) sdr. REVENTHIRAN TP
ah

lik
NAMBIAR ;
• Bahwa sekarang diareal/ lokasi SP3 belum semua telah selesai dikerjakan;
am

ub
• Bahwa saksi tidak tahu yang membedakan lokasi areal SP2 dan SP3.;
• Bahwa yang memberikan arahan mengerjakan lokasi SP3 tersebut kepada
Terdakwa adalah Group Control Plantation (GCP) sdr. REVENTHIRAN TP
ep
k

NAMBIAR, Areal SP3 termasuk program kerja tahun 2013 ;


ah

• Bahwa saksi tidak ada mencari tahu mengenai perijinan karena mengenai
R

si
perijinan adalah tugas dan tanggung jawab terdakwa Akhsan Gani Wijaya ;

ne
• Bahwa tidak ada pemberitahuan kepada saksi bahwa ada surat penghentian
ng

kegiatan operasional dilapangan oleh Bupati Kapuas, sejak 1 Januari 20012,


saksi diangkat sebagai General Manager serta ikut serta dalam pertemuan ruti

do
gu

atau pertemuan Exco Meeting pertama kali pada bulan Januari 2012 saksi
tidak pernah diberitahukan perihal surat Bupati Kapuas tentang penghentian
In
A

kegiatan operasional dilapangan ;


• Bahwa saksi ada menyerahkan ganti rugi kepada warga di lokasi areal SP3
ah

lik

tersebut, di lokasi areal SP3 semua telah selesai ganti rugi kepada
masyarakat ;
m

ub

• Bahwa masyarakat yang sudah mendapat ganti rugi di lokasi areal SP3
tersebut sebanyak 302 orang.;
ka

ep

• Bahwa hubungan saksi dengan terdakwa Akhsan Gani Wijaya di PT. Susantri
Permai Secara Vertikal tidak ada, secara koordinasi ada, sedangkan
ah

pertanggungjawaban tidak ada.;


R

es

• Bahwa Kontrak kerja dalam Group Asian Indo Holding yang menandatangani
M

ng

kontrak adalah saksi Selaku General Manager, Reventhiran Tp Nambiar


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 48
am

u b
Direktori
49 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
selaku Group Control Plaltatio (GPC) dan terdakwa Akhsan Gani Wiyaja

a
selaku direktur Development ;

si
• Bahwa saksi mempertanggung jawab tugas yang dilaksanakan kepada
Reventhiran Tp Nambiar selaku Group Control Plaltatio (GPC) ;

ne
ng
• Bahwa tanggapan pihak perusahaan PT. Susantri Permai terhadap
penghentian operasional oleh Penyidik, pihak perusahaan PT. Susantri

do
gu Permai menunggu proses hukum ;
• Bahwa saksi tidak tahu yang menentukan lokasi areal SP2 dan SP3, karena

In
A
sebelum saksi masuk bekerja di PT. Susantri Permai SP2, SP3 sudah ada dan
saksi hanya melanjutkan aktifitas, yang pada saat itu SP2 baru selesai
ah

lik
dikerjakan.;
Bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada
am

ub
keberatan ;
ep
Menimbang, bahwa dipersidangan telah pula didengarkan keterangan Ahli
k

yang bernama ABDUL WAHAB, SP Bin H. RUSLAN MASYKUR., dibawah sumpah


ah

persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :


R

si
• Bahwa ahli bekerja di Dinas Perkebunan Provinsi Kal-teng Sudah 26 tahun.

ne
ng

• Bahwa jabatan Ahli bekerja pada Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah
adalah sebagai Kepala Seksi Pengamanan Usaha Perkebunan yang membidangi

do
masalah pengaduan sengketa lahan antara perusahaan dan masyarat,
gu

mensosialisasi peraturan usaha perkebunan. Sosialisasi tersebut terdiri dari tim


Provinsi dan Kabupaten, tim provinsi memfasilitasi sosialisasi ke Kabupaten,
In
A

sedangkan kabupaten mensosialisasikan kepada di daerah konflik ;


• Bahwa kabupaten yang sudah disosialisaksi, sudah 12 Kabupaten, yang belum
ah

lik

Kab Kotim dan Barsel dan Kabupaten Kapuas disosialisasikan pada tahun 2010,
dihadiri oleh SKPD, BPS, tokoh-tokoh masyarakat ;
m

ub

• Bahwa Dasar ahli sebagai ahli sesuai jabatan ahli yaitu selaku Kepala Seksi
Pengamanan Usaha Perkebunan pada Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng dan
ka

ep

ahli memiliki pengetahuan terkait usaha di bidang perkebunan serta ahli ditunjuk
sebagai ahli berdasarkan surat tugas dari Kepala Dinas Perkebunan Provinsi
ah

Kalimantan Tengah No.009/6205/PP/ Disbun, tanggal 18 Juni 2013 tentang tugas


es

untuk memberikan keterangan ahli ;


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 49
am

u b
Direktori
50 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa pengertian perkebunan Berdasarkan pasal 1 ayat (1) UURI No.18 tahun

a
2004 tentang perkebunan. Perkebunan adalah segala kegiatan yang

si
mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan / atau media tumbuh lainnya
dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil

ne
ng
tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan
serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha

do
gu
perkebunan dan masyarakat ;
• Bahwa yang dimaksud dengan usaha budidaya tanaman perkebunan

In
A
Berdasarkan pasal 1 ayat (4) Peraturan Menteri Pertanian No : 26/Permentan/
OT. 140/2/ 2007 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan, Yang dimaksud
ah

lik
dengan usaha budidaya tanaman perkebunan adalah serangkaian kegiatan
pengusahaan tanaman perkebunan yang meliputi kegiatan pratanam,
am

ub
penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan dan sortasi termasuk perbuhan
jenis tanaman, dan diversivikasi tanaman ;
• Bahwa ada ketentuan batasan luas usaha budidaya tanaman perkebunan yang
ep
k

harus memiliki izin usaha perkebunan berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri


ah

Pertanian No : 26/Permentan/ OT. 140/2/2007 tentang pedoman perizinan usaha


R

si
perkebunan, adalah sebagai berikut :
a. Usaha budidaya tanaman perkebunan yang luas lahannya kurang dari 25 (dua

ne
ng

puluh lima) hektar harus didaftar oleh Bupat/ Walikota ;


b. Usaha budidaya tanaman perkebunan yang luas 25 (dua puluh lima) hektar

do
gu

atau lebih wajib memiliki ijin ;


• Bahwa yang berwenang menerbitkan Izin usaha perkebunan Berdasarkan
In
A

ketentuan pasal 13 ayat (1) Peraturan Menteri Pertanian No : 26/Permentan/


OT. 140/2/2007 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan bahwa :
ah

lik

a. IUP, IUP-B, atau IUP-P yang lokasi areal budidaya dan /atau sumber bahan
bakunya berada dalam 1 (satu) wilayah Kabupaten/ Kota diberikan oleh
m

ub

Bupati/Walikota ;
b. IUP,IUP-B, atau IUP-P yang lokasi areal budidaya dan/atau sumber bahan
ka

bakunya berada pada lintas wilayah kabupaten / kota, diberikan oleh


ep

gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari bupati/walikota berkaita


ah

dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota ;


R

• Bahwa kalau areal perkebunan memasuki wilayah kawasan hutan , maka harus
es
M

ada terlebih dahulu ijin pelepasan kawasan dari Menteri Kehutanan ;


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 50
am

u b
Direktori
51 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa yang menentukan wilayah kawasan hutan adalah Kehutanan, sedangkan

a
perkebunan hanya memberikan saran teknis dalam hal izin usaha perkebunan

si
(IUP) ;
• Bahwa antara pelepasan kawasan dengan ijin usaha perkebunan, yang

ne
ng
seharusnya duluan Status kawasan hutan atau pelepasan kawasan hutan dahulu,
baru kemudian ijin usaha perkebunan ;

do

gu
Bahwa Letak perkebunan PT. Susantri Permai di Kabupaten Kapuas, dan setahu
saksi PT. Susantri Permai memiliki Izin usaha perkebunan, karena ada laporan

In
A
ijin berkala kadang-kadang ada 3 (tiga) bulan sekali ;
• Bahwa Prosedur dan proses hingga terbit Ijin Usaha Perkebunan Bupati Kapuas
ah

lik
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Investor mengajukan permohonan arahan lokasi kepada Bupati ;
am

ub
2. Sebelum Bupati memberikan arahan lokasi diadakan rapat koordinasi
dengan instansi terkait ;
3. Jika tidak dilakukan rapat koordinasi, maka Bupati minta pertimbangan teknis
ep
k

dari Dinas / Instansi terkait mengenai arahan lokasi ;


ah

4. Setelah dilaksanakan rapat koordinasi dan atau memperoleh pertimbangan


R

si
teknis dari Dinas / instansi terkait, kemudian Bupati memberikan arahan
lokasi dengan tenggang waktu 3 – 6 bulan ;

ne
ng

5. Setelah memperoleh arahan lokasi, kemudian Investor mengajukan


permohonan kepada Bupati untuk memperoleh IUP sementara ;

do
gu

6. Permohonan Izin Usaha perkebunan dengan dengan syarat-syarat yang


telah ditentukan dalam Perda Kab Kapuas No.10 tahun 2003 dan
In
A

disampaikan kepada Bupati Kapuas dengan tembusan Dinas Perkebunan,


Kantor Pertanahan Kab Kapuas, BPPPMD (Badan Perencanaan
ah

lik

Pembangunan dan Penanaman Modal Daerah) Kab Kapuas, Dinas


Kehutanan Kab Kapuas, Dinas Perkebunan Prop Kalteng dan Menteri
m

ub

Pertanian dalam hal ini Dirjen Bina Produksi ;


7. Kepala Dinas Perkebunan menilai permohonan yang diterima, dengan
ka

melakukan pemeriksaan administrasi;


ep

8. Permohonan yang tidak memenuhi persyaratan akan dikembalikan kepada


ah

pemohon selambat-selambatnya 7 hari kerja sejak tanggal penerimaan,


R

untuk dilengkapi ;
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 51
am

u b
Direktori
52 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
9. Apabila permohonan disetujui Bupati wajib menerbitkan IUP sementara yang

a
berlaku dalam jangka waktu 1 tahun dapat di perpanjang 3 kali dengan waktu

si
yang sama ;
10. Setelah memperoleh IUP sementara kemudian perusahaan / investor

ne
ng
mengajukan permohonan kepada Bupati untuk memperoleh Izin lokasi
dengan melampirkan IUP sementara, setelah memperoleh Izin Lokasi

do
gu kemudian investor mengajukan permohonan ke Bupati untuk memperoleh Izi
membuka lahan yang diberikan secara bertahap ;

In
A
11. Setelah memperoleh Izin membuka lahan kemudian investor baru
diperbolehkan mengadakan aktifitas di lapangan, seperti :
ah

lik
a. Membuka lahan pembibitan ;
b. Membuka lahan tanaman ;
c. Membuat camp ;
am

ub
12. Sambil membuka lahan, perusahaan / investor mengurus proses Hak Guna
Usaha (HGU) dengan rekomendasi dari Bupati ;
ep
k

13. Setelah perusahaan operasional dan memperoleh HGU, Bupati


ah

memberikan IUP tetap;


R

si
• Bahwa dari Dinas perkebunan tidak bisa mengetahui bahwa areal perkebunan
tersebut masuk dalam kawasan hutan tertentu, yang bisa dari Dinas Kehutanan

ne
ng

saja ;
• Bahwa ahli lupa berapa lama masa berlaku Izin usaha Budidaya Perkebunan

do
gu

(IUBP).
• Bahwa tidak ada perbedaan masa berlaku Izin usaha Budidaya Perkebunan
In
A

(IUBP) ditiap Kabupaten, Izin usaha Budidaya Perkebunan (IUBP) tersebut


bersifat tetap/ permanen ;
ah

lik

• Bahwa ahli tidak tahu ada Izin usaha Budidaya Perkebunan (IUBP) bersifat
sementara ;
m

ub

• Bahwa pendapat ahli dengan berakhirnya IUP yang dimiliki PT. Susantri Permai
yang sampai saat ini belum ada perpanjangan dari pihak yang berwenang, namun
ka

PT.Susantri Permai masih melakukan kegiatan perkebunan pada tahun 2012


ep

berupa pembukaan lahan baru dan penanaman kelapa sawit dalam kawasan
ah

hutan tanpa izin pelepasan kawasan hutan dari Menhut RI, Dengan telah
R

terbitnya surat Bupati Kapuas No.525/1897/Disbunhut.2009 tanggal 31 Desember


es
M

2009 yang memerintahkan PT. Susantri Permai untuk menghentikan kegiatan


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 52
am

u b
Direktori
53 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
operasional dan Izin usaha perkebunan yang sudah berakhir masa berlakunya

a
dan tidak dibenarkan membuka lahan di luar kawasan perijinan sebelum

si
mendapat perijinan yang sah, maka kegiatan PT. Susantri Permai yang
dikerjakan pada tahun 2012 berupa melakukan pembukaan lahan baru seluas +

ne
ng
139 Ha yang berada diluar peta usulan ijin pelepasan kawasan hutan dan dari
areal tersebut telah dilakukan penanaman kelapa sawit seluas + 79 Ha adalah

do

gu
merupakan kegiatan tanpa izin atau sah ;
Bahwa ahli tidak tahu masalah kebijakan masa berlaku Izin usaha Budidaya

In
A
Perkebunan (IUBP) masa berlakunya satu tahun.
• Bahwa ahli tidak tahu Izin usaha Budidaya perkebunan PT.Susantri Permai keluar
ah

lik
lalu dalam ijin ada kawasan bermasalah.
• Bahwa ahli tidak pernah dengar Izin Usaha Budidaya perkebunan (IUBP)
am

ub
sementara di Provinsi.
• Bahwa ahli tidak mengerti Di Kabupaten Izin Usaha Budidaya perkebunan (IUBP)
masa berlakunya, kalau di provinsi masalah perijinan di bidang ekonomi kantor
ep
k

gubernur;
ah

• Bahwa Boleh Bupati Kapuas menghentikan kegiatan operasional ;


R

si
• Bahwa Izin Usaha Budidaya perkebunan (IUBP) yang dikeluarkan oleh Bupati
Kapuas adalah sah.

ne
ng

• Bahwa kewajiban PT. Susantri Permai terhadap surat penghentian operasional


Bupati Kapuas tersebut adalah mentaatinya ;

do
gu

• Bahwa ahli secara spesifik tidak memiliki spesifikasi akan tetapi atas Tupoksi saja
selaku Kepala Seksi Pengamanan usaha perkebunan pada Dinas Perkebunan
In
A

Provinsi Kalimantan Tengah dan ahli memiliki pengetahuan terkait usaha di


bidang perkebunan serta ahli ditunjuk sebagai ahli berdasarkan surat tugas dari
ah

lik

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah No.009/6205/PP/Disbun,


tanggal 18 Juni 2013 tentang tugas untuk memberikan keterangan ahli ;
m

ub

• Bahwa yang menetukan areal lahan perkebunan Dinas Perkebunan hanya


memberi rekomendasi teknis saja yang menentukan areal lahan perkebunan
ka

ep

adalah BPN dan Dinas Kehutanan setelah itu baru Dinas Perkebunan
memberikan rekomendasi ;
ah

• Bahwa tentang Izin Usaha Budidaya perkebunan (IUBP) Diatur di Peraturan


R

es

Menteri Pertanian No: 26/Permentan/OT.140/2/2007,tanggal 8 Pebruari 2007


M

tentang pedoman perizinan usaha perkebunan;


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 53
am

u b
Direktori
54 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa tim dibentuk yang diri dari Dinas Kehutanan, BPN dan Dinas Perkebunan,

a
sebelum investor datang tim tersebut sudah dari SKPD masing-masing ;

si
• Bahwa maksud pencadangan lahan adalah Penyediaan Pencadangan lahan oleh
Pemeritah Kabupaten ;

ne
ng
• Bahwa yang seharusnya menentukan lahan adalah Pemerintah Kabupaten
setelah tim memberikan rekomendasi ;

do

gu
Bahwa kewajiban dari perusahaan setelah memiliki Izin usaha Budidaya
perkebunan adalah Mentaati semua kewajiban sebagaimana yang tersebut dalam

In
A
pemberian Izin Usaha Budidaya Perkebunan (IUBP) kepada perusahaan
tersebut ;
ah

lik
• Bahwa Jika Perusahaan atau investor tidak mentaati kewajibannya tindakan
terhadap perusahan atau investor tersebut diberi teguran bahkan sampai dicabut
am

ub
izinnya ;
Bahwa atas keterangan ahli tersebut, terdakwa tidak ada keberatan dan tidak
ada tanggapan ;
ep
k
ah

Menimbang, bahwa dipersidangan telah pula didengarkan keterangan Ahli


R

si
yang bernama AGUSTAN SAINING, S.Hut, M.Si, dibawah sumpah persidangan

ne
ng

pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :


• Bahwa ahli bekerja di Dinas Kehutanan Provinsi Kal-teng Sudah 13 tahun.

do
• Bahwa Jabatan Ahli bekerja pada Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah
gu

adalah sebagai staf bidang perencanaan Hutan Dishut Provinsi Kalteng, dengan
tugas antara lain :
In
A

a. melakukan telaah-telaahan terkait dengan fungsi


kawasan hutan ;
ah

lik

b. melaksanakan kegiatan monotoring dan evaluasi


terhadap permohonan pelepasan kawasan hutan ;
m

ub

c. menjadi anggota pelaksana tata batas areal IUPHHK –


HA dan perijinan lainnya ;
ka

ep

• Bahwa dasar ahli ditunjuk sebagai ahli dibidang Kehutanan berdasarkan surat
tugas dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah
ah

No.522.1.100/346/Dishut tanggal 19 Juni 2013, tentang tugas untuk memberikan


es

keterangan ahli ;
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 54
am

u b
Direktori
55 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa pengertian kawasan hutan Berdasarkan UU No.41 tahun 1999 tentang

a
Kehutanan, yang dimaksud dengan kawasan adalah wilayah tertentu yang

si
ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan
keberadaannya sebagai hutan tetap ;

ne
ng
• Bahwa fungsi kawasan hutan berdasarkan peraturan perundang-undangan,
berdasarkan fungsi pokoknya terbagi 3 (tiga) yaitu : Hutan lindung dan Hutan

do
gu
Produksi. Hutan Produksi terbagai lagi menjadi : Hutan Produksi Terbatas (HPT),
Hutan Produksi (HP), dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) ;

In
A
• Bahwa Kawasan hutan yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai areal
budidaya bidang perkebunan adalah kawasan hutan produksi yang dapat
ah

lik
dikonversi (HPK) yang terlebih dahulu melalui proses pelepasan kawasan hutan
dari Menteri Kehutanan RI ;
am

ub
• Bahwa mekanisme suatu perusahaan perkebunan untuk mendapat persetujuan
pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan, sebagai berikut :
a. Pemohon mengajukan permohonan pelepasan kawasan hutan yang
ep
k

disampaikan kepada Menteri Kehutanan yang dilengkapi dengan dokumen-


ah

dokumen yang terdiri dari:


R

si
- Peta kawasan hutan ;
- Perizinan dari Pemda Kab/kota (Izin lokasi, IUP,dll) ;

ne
ng

- Rekomendasi pelepasan kawasan hutan dari Bupati/ Walikota dan


Gubernur ;

do
gu

- Pencadangan tanah dari Gubernur ;


- Persetujuan prinsip dari Menteri Pertanian ;
In
A

- Akta pendirian dari Perusahaan ;


- NPWP ;
ah

lik

b. Selanjutnya Sekjen Departemen Kehutananselaku ketua Tim pertimbangan


mengkordinasikan pendapat dan saran anggota tim pertimbangan dan
m

ub

mengajukan pertimbangan pelepasan kawasan hutan kepada Menteri


Kehutanan ;
ka

c. Berdasarkan pertimbangan tersebut Menteri Kehutanan dengan surat dapat


ep

menolak ataupun menyetujui permohonan pelepasan kawasan hutan yang


ah

dimaksud dan apabila permohonan tersebut disetujui, surat tersebut berupa


R

surat persetujuan prinsip pelepasankawasan hutan ;


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 55
am

u b
Direktori
56 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
d. Dalam hal permohonan disetujui, pemohon harus mengajukan permohonan

a
Hak Guna Usaha kepada Badan pertanahan Nasional ;

si
e. Setelah permohonan pelepasan kawasan hutan dimaksud disetujui, pemohon
wajib melakukan persiapan usaha sesuai dengan ketentuan teknis yang

ne
ng
ditetapkan oleh Direktorat Jenderal lingkup Departemen Pertanian ;
f. Untuk melakukan persiapan dimaksud kepada pemohon diberikan persetujuan

do
gu
g.
untuk membuka kawasan hutan dengan luasan tertentu ;
Penataan batas kawasan hutan yang akan dilepaskan dilaksanakan oleh

In
A
Dijen Planologi Kehutanan dalam hal ini BPKH berdasarkan surat
persetujuan prinsip pelepasan kawasan hutan dari Menetri Kehutanan RI ;
ah

lik
h. Hasil pelaksanaan tata batas dibuatkan berita acara dan peta yang
ditandatangani oleh Panitia tata batas kawasan hutan yang diketahui oleh
Gubernur yang selanjutnya dikirim kembali ke Dephut RI untuk diproses
am

ub
penetapan pelepasan kawasan hutan yang dituangkan dalam bentuk surat
Keputusan ;
ep
k

• Bahwa Sebelum permohonan masuk sebetulnya ada tim khusus dibentuk hingga
ah

keluarga Izin usaha budidaya perkebunan yaitu Dinas Kehutanan, BPN dan Dinas
R

si
Perkebunan ;
• Bahwa antara Izin usaha budidaya perkebunan dengan izin pelepasan kawasan

ne
ng

hutan, seharusnya duluan keluar adalah izin pelepasan kawasan, kemudian Izin
usaha budidaya perkebunan ;

do
gu

• Bahwa Kalau masuk kawasan hutan, sementara izin pelepasan kawan belum
keluar tidak boleh dikerjakan.
In
A

• Bahwa yang aktif mengenai pengurusan Ijin kawasan tersebut adalah Pemda
dan perusahaan secara berkabolarasi.
ah

lik

• Bahwa lamanya pengurusan ijin pelepasan kawasan tergantung perusahaan jika


aktif ;
m

ub

• Bahwa Jika keterlanjuran pemakaian kawasan harus meminta pelepasan


kawasan , atau tukar menukar kawasan ;
ka

• Bahwa ahli pernah mencocok peta RTRWP tahun 2003 dan ahli pernah
ep

mencocokan Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) tahun 1982 dan SK
ah

292, Ahli mencocokan peta-peta tersebut hanya secara pribadi bukan secara
R

dinas.
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 56
am

u b
Direktori
57 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa Setelah dicocokan selanjutnya berdasarkan peta RTRWP tahun 2003

a
Kalteng perda No. 8 Tahun 2003 pembukaan lahan oleh PT. Susantri Permai

si
tersebut seluas + 139 Ha berada pada kawasan hutan produksi terbatas (HPT)
dan Hutan Produksi ;

ne
ng
• Bahwa berdasarkan Peta Tata guna Hutan Kesepakatan (TGHK) 1982 dan peta
lampiran SK Menhut No.SK.292/ Menhut-II/2011 tanggal 31 Mei 2011 pembukaan

do
gu
lahan seluas + 139 Ha berada dalam kawasan atau seluruhnya berada pada
hutan produksi yang dapat di konversi atau ( HPK) dan belum ada ijin pelepasan

In
A
dari Menhut pembukaan lahan tersebut;
• Bahwa Tidak dapat dibenarkan perbuatan PT. Susantri Permai melakukan
ah

lik
pembukaan lahan yang berada pada kawasan sebelum memiliki izin pelepasan
kawasan hutan dari Menhut RI dan perbuatan tersebut dikategorikan sebagai
am

ub
perbuatan melanggar hukum ;
• Bahwa kepada ahli pernah diperlihatkan peta RTRWP tahun 2003 Kalteng perda
No. 8 Tahun 2003, Peta Tata guna Hutan Kesepakatan (TGHK) 1982 dan peta
ep
k

lampiran SK Menhut No.SK.292/Menhut-II/2011 tanggal 31 Mei 2011


ah

• Bahwa ahli tidak pernah diikutsertakan turun ke lapangan.


R

si
• Bahwa Permasalahan peta RTRWP tahun 2003 Kalteng perda No. 8 Tahun 2003,
Peta Tata guna Hutan Kesepakatan (TGHK) 1982 dan peta lampiran SK Menhut

ne
ng

No.SK.292/Menhut-II/2011 tanggal 31 Mei 2011 adalah mengenai perbedaan


fungsi kawasan hutan ;

do
gu

• Bahwa ada solusi mengenai perbedaan dari fungsi kawasan tersebut yaitu yang
pertama tukar menukar kawasan, lalu yang kedua dengan cara menempuh
In
A

pelepasan kawasan ke Menhut RI terlebih dahulu ;


• Bahwa yang ditempuh oleh PT. Susantri Permai adalah pelepasan kawasan
ah

lik

hutan ke Menhut RI ;
• Bahwa pembukaan lahan yang ketagorikan perambahan hutan dilihat dari kondisi
m

ub

di lapangan ada tunggak, ada hutan rebah, ukuran pohon berdiameter paling kecil
10 cm, dan dalam PP No.60 tahun 2012 tentang perambahan hutan tidak diatur.
ka

ep

• Bahwa di Kalteng sudah ada penetapan kawasan hutan, akan tetapi hanya 10 %
dan itu berupa kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi ;
ah

• Bahwa Yang berhak menentukan kawasan hutan adalah Menteri Kehutanan RI


R

es

dengan penunjukan, sedangkan setelah adanya putusan MK Nomor:45/UUP-


M

ng

IX/2011, dirubah menjadi Penetapan kawasan ;


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 57
am

u b
Direktori
58 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor:45/UUP-IX/2011, mengenai pasal 1

a
angka 3 UU Kehutanan, yang mempersamakan antara penunjukan dan

si
penetapan kawasan hutan, bertentangan dengan pasal 15 UU Kehutanan, maka
keberadaan pasal 1 angka 3 tersebut menyebabkan terjadinya ketidakpastian

ne
ng
hukum yang dijamin oleh pasal 28 ayat (1) UUD 1945, bahwa penunjukan adalah
tahapan awal dalam pengukuhan kawasan hutan dan dikalimantan belum adanya

do
gu
pengukuhan kawasan hutan.
• Bahwa ahli tidak tahu bila seseorang yang memasuki kawasan hutan, apakah

In
A
perbuatan tersebut melanggar pidana atau melanggar administrasi.
Bahwa atas keterangan ahli tersebut, terdakwa tidak ada keberatan dan tidak
ah

lik
ada tanggapan ;
am

ub
Menimbang, bahwa dipersidangan terdakwa telah menghadirkan 1 (satu)
orang ahli yang meringankan (a de charge) yaitu : DR. SADINO, SH.,MH. yang telah
ep
di dengar keterangannya dibawah sumpah di persidangan yang pada pokoknya
k

menerangkan sebagai berikut :


ah

• Bahwa Ahli bekerja di Kantor Biro Konsultasi Hukum dan Kebijakan


R

si
Kehutanan, Ahli bertugas di Kantor Biro Konsultasi Hukum dan Kebijakan

ne
ng

Kehutanan sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang ;


• Bahwa Terdakwa ini dihadapkan dipersidangan masalah Kawasan Hutan
dan masalah perkebunan di PT. Susantri Permai, Terdakwa sebagai Direktur

do
gu

di PT. Susantri Permai ;


• Bahwa PT. Susantri Permai ini bergerak di bidang Perkebunan Kelapa
In
A

Sawit ;
• Bahwa PT. Susantri Permai mempunyai ijin areal yang dikeluarkan oleh
ah

lik

Bupati Kapuas, pembukaan lahan diareal yang diindikasikan termasuk di


dalam kawasan hutan, sepanjang itu KPP – KPPL pembukaan lahan kelapa
m

ub

sawit oleh PT. Susantri Permai di Kalimantan Tengah itu bukan dilihat dari
RTRWP masuk kawasan hutan atau tidak, itu tidak perlu ijin dari Menteri
ka

ep

Kehutanan, cukup ijin dari Bupati Kapuas ;


• Bahwa Kalau dalam peta areal PT. Susantri Permai termasuk di dalam
ah

kawasan hutan, di dalam peta itu berbeda – beda KPP – KPPL tidak perlu
R

es

pelepasan kawasan hutan, sebenarnya Peraturan Daerah itu melekat dan


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 58
am

u b
Direktori
59 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
tidak ada ujungnya dan korban adalah para Pengusaha, oleh karena peta itu

a
berbeda-beda karena penggantian pejabat-pejabat lainnya ;

si
• Bahwa pembukaan lahan sebenarnya tidak perlu mendapat ijin dari Menteri
Kehutanan, karena ada ijin dari Bupati Kapuas, Peraturan Daerah tahun

ne
ng
2003 kepada PT. Susantri Permai, katanya lahan tersebut sudah clear and
clean termasuk kawasan hutan terletak di Desa Tumbang Puroh, di

do
gu Kecamatan Kapuas Hulu ;
• Bahwa mengenai ijin pelepasan kawasan hutan di Kalimantan Tengah dan

In
A
mengenai penetapan tentang kawasan hutan, pendapat ini berbeda – beda
dikalimantan tengah belum ada pengukuhan kawasan hutan, ketentuan
ah

lik
mengenai PT. Susantri Permai ini peraturan didaerah mengenai usaha
perkebunan dan pusat tidak sama, kalau ada pelanggaran hukum, harus
am

ub
membayar PSDH dan DR ke Negara ;
• Bahwa acuan dasar dari Menteri Kehutanan mengenai Ijin Pelepasan
Kawasan hutan, KPP – KPPL itu bisa di proses, oleh karena dalam PP No.
ep
k

60 tahun 2012 bilaman ada kawasan yang termasuk hutan, bisa tukar
ah

menukar dengan Hutan Produksi ;


R

si
• Bahwa PT. Susantri Permai di bidang Perkebunan ada ijin dari Bupati
Kapuas, berdasarkan RTRWP tahun 2002, berdasarkan Perda No. 8 Tahun

ne
ng

2003, dari Sisi Ijin yang dikeluarkan Bupati itu sah dan kedudukan hukum itu
sangat kuat, tata ruang di Kabupaten Kapuas status kawasannya ada

do
gu

kawasan hutan, ada kawasan KPP – KPPL dan diatur dalam Peraturan
Daerah maka sesungguhnya Pasal 50 ayat (3) Jo Pasal 78 ayat (1) Undang-
In
A

Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang menyatakan bahwa


setiap orang dilarang memasuki kawasan hutan, jadi kalau RTRWP itu
ah

lik

Undang-Undang tataruang bukan Tentang Kehutanan ;


• Bahwa pendapat ahli jika lokasi PT. Susantri Permai itu termasuk kawasan
m

ub

hutan, Kalau terkena tindak pidana kehutanan itu mesti ada kepastian
hukum, mengenai pasal 43 tentang kawasan hutan, lokasi yang di land
ka

Clearing oleh PT. Susantri Permai, kawasan hutan yang ditetapkan melalui
ep

mekanesmi atau pasal 12, 14 ayat (2) bagi kawasan hutan ;


ah

• Bahwa Lokasi yang dikerjakan oleh PT. Susanti Permai berdasarkan


R

pemeriksaan dari Polda Kalteng setelah pengambilan titik kordinat berada


es
M

dalam kawasan hutan, sedang peta kehutanan berbeda di lapangan,


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 59
am

u b
Direktori
60 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
bagaimana status hukumnya TGHK tersebut memang di Kalimantan Tengah

a
tidak ada yang jelas mengenai wilayah kawasan hutan dari Menteri

si
Kehutanan, tidak dipakai Prodok-prodok, tidak dipakai peta kehutanan
propisi, bila kordinat yang diambil berbeda, maka semua berbeda TGHK,

ne
ng
belum ada ketegasan kawasan hutan, sesungguhnya di Kalimantan tengah
itu sudah dikapling-kapling, peta memang berbeda-beda yang lain kalau

do
gu TGHK Kalimantran Tengah itu tidak ada, yang ada tata rung Kalimantan
tengah Tahun 2003 ;

In
A
• Bahwa pendapat ahli mengenai aturan TGHK sekarang ini, aturan mengenai
TGHK sudah dinyatakan tidak berlaku lagi di Kalteng dengan keputusan
ah

lik
Gubernur Kalteng No:008/054/IV/BAPP tanggal 16 Maret 1999 tentang Hasil
Pemaduserasian Antara Peta Kawasan Hutan Lindung dan Kesepakatan
am

ub
Propinsi daerah Tingkat I Kalimantan Tengah.
• Bahwa PT. Susantri Permai mendapatkan lahan dari ganti rugi kepada
masyarakat apakah lahan tersebut masih dikategorikan kawasan yang
ep
k

termasuk kawasan hutan menurut pendapat ahli usaha perkebunan yang


ah

mendapat lokasi perijinan, kalau itu lahan dari masyarakat maka dikeluarkan
R

si
dari kawasan hutan, dan ada bukti kepemilikan, tetap sah ;
• Bahwa menurut ahli Izin Usaha Perkebunan ( IUP) pasal 46 ayat (1) UU R.I

ne
ng

No. 18 Tahun 2004, boleh diganti PT. Susantri Permai bisa diperpanjang
kalau ada pembaharuan ;

do
gu

• Bahwa Pendapat ahli tentang tindak pidana kehutanan, fungsi pidana


menghukum, setiap orang memasuki kawasan hutan tanpa ijin , karena
In
A

kawasan hutan itu belum ditunjuk maka tidak ada kepastiaan hukum, yang
memasuki kawasan hutan dapat di Pidana maupun Hukuman Admistrasi,
ah

lik

tetapi ada kepastian hukum setelah kawasan hutan itu dikukuhkan, menjadi
Penetapan ;
m

ub

• Bahwa Dalam perkara Terdakwa ini di dakwa tentang kehutanan, ahli


menjelaskan bahwa yang unsur pidana teentang Kehutanan Pasal 78 ayat
ka

(2) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia NO. 41


ep

tahun 1999 tentang Kehutanan , kualifikasi tidak sama adanya tebang pilih
ah

mengenai kawasan hutan, tidak cukup kebijakan tentang Undang-Undang


R

Kehutanan pasal 14, 15 tentang kawasan hutan, Pemerintah harus


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 60
am

u b
Direktori
61 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
membuat kepastian hukum, kaitannya lokasi apa memenuhi kreteria dengan

a
putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang divenisi kawasan hutan ;

si
• Bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor:45/UUP-IX/2011, mengenai pasal
1 angka 3 UU Kehutanan, yang mempersamakan antara penunjukan dan

ne
ng
penetapan kawasan hutan, bertentangan dengan pasal 15 UU Kehutanan,
maka keberadaan pasal 1 angka 3 tersebut menyebabkan terjadinya

do
gu ketidakpastian hukum yang dijamin oleh pasal 28 ayat (1) UUD 1945, bahwa
penunjukan adalah tahapan awal dalam pengukuhan kawasan hutan dan

In
A
dikalimantan belum adanya pengukuhan kawasan hutan.
• Bahwa berkaitan pasal 14, 15 tentang Kehutanan tersebut, kawasan hutan
ah

lik
tersebut harus terlebih dahulu ditetapkan supaya adanya kepastian hukum
mengenai kawasan hutan ;
am

ub
• Bahwa pendapat ahli jika dikalimantan ini belum ada penetapan kawasan
hutan, maka disitu adanya kekosongan hukum, dan tidak adanya kepastian
hukum terhadap para pengusaha.;
ep
k

• Bahwa pengetahuan ahli mengenai kawasan hutan di Kalimantan Tengah


ah

ini sudah 10% ada yang di tetapkan kawasan hutan dan itu telah tunjuk atau
R

si
ditetapkan, sedangkan 90 % nya itu belum ditunjuk kawasan hutan di
Kalimantan Tengah ini, jadi baru 10 % itu kawasan hutan yang sudah

ne
ng

dikukuhkan, di Kalimantan tengah, Kawasan lainnya belum ditetapkan ;


• Bahwa keterlanjuran terhadap aktifitas yang telah dilakukan oleh

do
gu

PT.Susantri, dari satu sampai lima tahun karena belum ada ijin pelepasan
kawasan hutan, bila sudah ada Ijin Usaha Perkebunan ( IUP ) ini perusahaan
In
A

bisa melakukan aktifitas, karena aktifitas tersebut bisa dinilai serius atau
tidaknya PT. Susantri Permai dalam melakukan kegiatan perkebunan
ah

lik

tersebut ;
• Bahwa status PT. Susantri Permai dengan ada Ijin Usaha Perkebunan
m

ub

dengan pasal 46 ayat (1), PT. Susantri Permai yang mengadakan budidaya
perkebunan merupakan perbuatan hukum, asal jangan melakukan budidaya
ka

perkebunan di luar Ijin Usaha perkebunan ;


ep

Bahwa atas keterangan ahli tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada


ah

keberatan ;
R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 61
am

u b
Direktori
62 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Menimbang, bahwa dipersidangan telah pula didengar keterangan terdakwa

a
yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

si
• Bahwa terdakwa pernah diperiksa oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal
Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, sehubungan kejadian tindak

ne
ng
pidana dibidang Kehutanan atau melakukan budidaya tanaman pada luasan
tertentu tanpa ijin oleh PT. Susantri Permai ;

do

gu
Bahwa legalitas yang dimiliki oleh PT.Susantri Permai adalah
a. Akta pendirian tanggal 11 Nopember 1993 yang dibuat oleh ELLY NATHALIA,

In
A
SH.
b. Akta perubahan tanggal 07 september 2005 nomor 3 yang dibuat oleh ELLY
ah

lik
NATHALIA,SH.
c. Akta perubahan tanggal 18 Juli 2008, nomor 69 yang dibuat oleh MARINA
am

ub
SOEWANA, SH.
d. Akta perubahan tanggal 15 September 2008, nomor 46 yang dibuat oleh
MARINA SOEWANA,SH.
ep
k

e. Perubahan akta tanggal 29 nopember 2008 no.89 yang dibuat oleh notaris
ah

Marina Soewana, SH.


R

si
f. Perubahan akta tanggal 15 Januari 2009, Nomor 24 dengan Notaris Dr.Irawan
Soerodjo, SH.

ne
ng

g. Perubahan akta terakhir tanggal 23 Desember 2011, Nomor 54 dengan


Notaris Rudy Siswanto, SH.

do
gu

h. NPWP Nomor 1.576.512.6711.


i. Ijin pemasangan reklame.
In
A

j. Ijin tempat usaha No.503-3/252/SITU/II/2009 tanggal 27-`12-2009.


k. Tanda daftar Perusahaan perseroan terbatas.
ah

lik

l. Surat Iin Usaha perdagangan.


m. Keputusan badan lingkungan hidup kab. Kapuas No: 660/779/BHL/ IX/2008,
TANGGAL 28 desember 2008.
m

ub

n. Surat Bupati Kapuas Nomor: 957/DISHUTBUN tahun 2008, tanggal 26


ka

September 2008 tentang pemberian Perpanjangan Ijin Usaha Perkebunan


ep

(IUP) kepada PT.Susantri Permai.


ah

o. Surat Bupati Kapuas Nomor: 545/DISHUTBUN tahun 2009, tanggal 30


R

Oktober 2009 tentang pemberian perpanjangan Ijin Usaha Budidaya


es

Perkebunan (IUBP) kepada PT.Susantri Permai.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 62
am

u b
Direktori
63 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
p. Surat Bupati Kapuas Nomor: 974/BPN/tahun 2008 tanggal 27 September

a
2008, tentang pemberian perpanjangan Ijin Lokasi kepada PT.Susantri Permai

si
untuk keperluan perkebunan kelapa sawit di kecamatan Kapuas Hulu kab.
Kapuas.

ne
ng
q. Surat Menteri Pertanian RI Nomor: 1534/Kpts/SR.120/11/2008 tanggal 6
Nopember 2008 tentang pemberian ijin pemasukan benih tanaman kedalam

do
gu wilayah negara RI.
r. Surat Bupati Kapuas No: 522.22/1062/Dishut/VI/2008 tanggal 14 Juni 2008

In
A
perihal Rekomendasi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa
sawit atas nama PT.Susantri Permai.
ah

lik
s. Surat Dinas Kehutanan Prov. Kalteng Nomor: 522/I/405/1.03/ VII/2008 tanggal
11 Juli 2008 perihal saran / pertimbangan teknis pelepasan kawasan hutan
untuk perkebunan kelapa sawit atas nama PT.Susantri Permai.
am

ub
• Bahwa PT. Susantri Permai tersebut bergerak dibidang usaha tunggal dibidang
perkebunan, sudah berbadan Hukum sejak tahun 2005 ;
ep
k

• Bahwa terdakwa sudah lama bekerja di PT. Susantri Permai, sedangkan sebagai
ah

Direktur PT. Susantri Permai sejak sekitar tahun 2009 ;


R

si
• Bahwa tugas terdakwa sebagai Direktur PT. Susantri Permai adalah sebagai
Direktur Busines Development yaitu mengurusi masalah perijinan, legal

ne
ng

(permasalahan hukum), dan general affairs (permasalahan umum) yang dalam


pelaksanaannya pertanggungjawabkan kepada presiden direktur serta Group

do
gu

control plantation, sedangkan dalam pelaksanaan tugas terdakwa dibantu oleh


Manager legal, Manager Comunity Development dan Manager Admin ;
In
A

• Bahwa terdakwa duluan bekerja di PT. Susantri Permai, sedangkan saksi Iwan
Setia Putra bekerja kurang lebih 2 (dua) tahun bekerja di PT. Susantri Permai
ah

lik

tersebut.
• Bahwa struktur Susunan Pengurus PT.Susantri Permai adalah sebagai berikut :
m

ub

1. Group General Manager tidak ada pejabatnya ;


2. General Manager adalah IWAN SETIA PUTRA ;
ka

3. Senior Estate Manager tidak ada pejabatnya ;


ep

4. Estate Manager tidak ada pejabatanya ;


ah

Sedangkan struktur organisasi dari Group Asian Indo Holding yang membawahi
R

3 perusahaan meliputi : PT. Dwie Warna Karya, PT. Kapuas Maju Jaya, dan PT.
es
M

Susantri Permai adalah sebagai berikut :


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 63
am

u b
Direktori
64 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
1. Chief Operating Officer adalah MOHANDAS NAIR ;

a
2. Group Control Plantation adalah REVENTHIRAN TP

si
NAMBIAR ;
3. Group Bussines adalah terdakwa sendiri ;

ne
ng
4. Group Sustainable tidak ada pejabatanya ;
5. Group Finance tidak ada pejabatanya ;

do
gu 6. Group General Manager tidak ada pejabatanya ;
7. General Manager PT. Dwika adalah SHAHIRAN ANAN ;

In
A
8. General Manager PT. Kapuas Maju Jaya adalah
BHASKARAN ;
ah

lik
9. General Manager PT. Susantri Permai adalah IWAN
SETIA PUTRA
am

ub
Bahwa Kedudukan antara terdakwa dengan saksi Iwan Setia Putra tersebut
sejajar ;
• Bahwa ada jabatan yang lebih tinggi diatas Saksi Iwan Setia Putra dan Terdakwa,
ep
k

adalah Chief Operating Officer bapak MOHANDAS NAIR ;


ah

• Bahwa semua pekerjaan yang dilakukan atas perintah Chief Operating Officer,
R

si
Semua yang dilakukan atas berdasarkan rapat dan semua kegiatan lapangan
atau kebun yang dikerjakan oleh PT. Susantri Permai keseluruhannya atas

ne
ng

perintah General Manager PT.Susantri Permai, yaitu saksi Iwan Setia Putra, yang
dalam pelaksanaannya General Manager bertanggung jawab dan melaksanakan

do
gu

perintah dari group control Plantation Yaitu Bapak REVENTHIRAN TP


NAMBIAR.;
In
A

• Bahwa dalam setiap rapat bulanan selalu dihadiri oleh Chief Operating Officer,
akan tetapi pernah juga Chief Operating Officer tidak hadir dalam rapat ;
ah

lik

• Bahwa pekerjaan rutin bisa dilakukan tanpa persetujuan di dalam rapat.


• Bahwa pekerjaan dilapangan bisa dilakukan tanpa persetujuan di dalam rapat
m

ub

karena sudah ada pembagian tugas masing-masing, kecuali jika ada tambahan
tugas ;
ka

• Bahwa PT. Susantri Permai telah memiliki ijin dan yang ijin terakhir masa
ep

berakhir 2 (dua) tahun dan berakhir pada Oktober 2011 ;


ah

• Bahwa Iwan Setia Putra tahu surat Bupati Kapuas tentang penghentian kegiatan
R

operasional di lapangan tersebut karena selaku penanggung jawab di lapangan.


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 64
am

u b
Direktori
65 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa terdakwa mengetahui bahwa ada surat penghentian kegiatan operasional

a
di lapangan dari Bupati Kapuas tersebut pada bulan pebruari 2010 ;

si
• Bahwa terdakwa tidak ada kewenangan memberi teguran kepada saksi Iwan
Setia Putra selaku general Manager, terdakwa hanya berwenang memberi

ne
ng
masukan kepada saksi Iwan Setia Putra ;
• Bahwa di PT.Susantri Permai ada yang ahli membaca peta yaitu bagian

do
gu
Geografic Information System (GIS), dilokasi ada 2 (dua) orang di SP3 ada 1
(satu) orang yang ahli membaca peta yaitu sdr. SAPRI ;

In
A
• Bahwa Yang bertugas sebagai chief Opertion Officer adalah Sdr. MOHANDAS
NAIR ;
ah

lik
• Bahwa permohon ijin pelepasan kawasan hutan sudah diajukan dari tahun 2008
pelepasan kawasan sudah diajukan termasuk didalam lokasi dakwaan Jaksa
am

ub
Penuntut Umum namun sampai sekarang belum keluar ;
• Bahwa Gubernur Kalteng sampe sekarang belum memberikan rekomendasi
kepada Menhut pelepasan kawasan hutan tersebut.
ep
k

• Bahwa masih ada kegiatan penanaman setelah berakhir masa ijin pada bulan
ah

Januari 2012 masih ada kegiatan pembukaan lahan (land clearing) dan
R

si
penanaman kelapa sawit tepatnya di Estate SP3 setelah berakhir masa ijin

ne
tersebut.
ng

• Bahwa tidak ada pembahasan dalam rapat mengenai lokasi SP3 tersebut, karena
kami beranggapan lokasi SP3 masuk dalam ijin yang ada ;

do
gu

• Bahwa didalam rapat ada dilaporkan secara resmi mengenai ijin pelepasan
kawasan tersebut ;
In
A

• Bahwa SP3 masuk tanggung jawab general manager yaitu Iwan Setia Putra ;

• Bahwa Tidak pernah terdakwa menanyakan kepada General Manager lokasi SP3
ah

lik

milik warga, apakah sudah atau belum ganti rugi kepada warga ;
• Bahwa ada dasar bukti kepemilikan masyarakat di lokasi SP3 tersebut berupa
m

ub

Surat Pernyataan dan SKT saja ;


• Bahwa di dalam Anggaran Dasar dan anggaran rumah tangga Saksi bertanggung
ka

ep

jawab kepada chief Opertion Officer adalah Sdr. MOHANDAS NAIR ;


• Bahwa saksi Iwan Setia Putra di dalam Anggaran Dasar dan anggaran rumah
ah

tangga bertanggung jawab kepada chief Opertion Officer adalah Sdr.


es

MOHANDAS NAIR ;
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 65
am

u b
Direktori
66 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa hubungan struktur antara saksi Iwan Setia Putra dengan terdakwa hanya

a
ada hubungan kordinasi saja ;

si
• Bahwa Iwan Setia Putra pernah kordinasi kepada terdakwa tentang ijin, jawab
terdakwa sampai sekarang masih dalam proses ;

ne
ng
• Bahwa Ijin usaha budidaya perkebunan yang mengurusnya adalah terdakwa
dengan masa berlaku 3 kali untuk 1 tahun lalu 1 kali untuk 2 tahun ;

do

gu
Bahwa Setelah berkahir ijin pada oktober 2011, ada diajukan perpanjangan ijin
untuk berikutnya tapi tidak ada tanggapan sampai sekarang ;

In
A
• Bahwa dilokasi SP3 yang dikerjakan, IUP telah berakhir tapi di dalam ijin yang
ada ;
ah

lik
• Bahwa di dalam PT. Susantri Permai tidak ada struktur yang khusus terdakwa
berkedudukan sebagai apa ;
am

ub
• Bahwa berdasarkan Akta perubahan Notaris Rudi Siswanto, SH No.54 tanggal 23
Desember 2011, terdakwa berkedudukan sebagai Direktur PT. Susantri Permai ;
ep
• Bahwa yang dipakai bukan akta perubahan Notaris Rudi Siswanto, SH No.54
k

tanggal 23 Desember 2011 tersebut tapi struktur dari Group Asian Indo Holding.;
ah

• Bahwa pernah ditanyakan kenapa terhadap PT.Susantri Permai mendapat surat


R

si
penghentian kegiatan Operasional di lapangan jawaban Dinas Kehutanan

ne
ng

menunggu tata ruang wilayah ;


• Bahwa PT. Susantri bukan tidak mengindahkan surat penghentian kegiatan
Operasional di lapangan dari Bupati Kapuas, tapi mengerjakan lahan yang sudah

do
gu

diganti rugikan kepada masyarakat saja ;


• Bahwa dasar mengerjakan lahan yang sudah diganti rugikan kepada Masyarakat
In
A

berdasarkan kapasitas bersama ;


• Bahwa Antony Bosco Antony Joseph masih dijajaran Direktur dalam PT. Susantri
ah

lik

Permai ;
• Bahwa didalam rapat pertemuan rutin ada disampaikan masalah perijinan yang
m

ub

dinamakan Exco Meeting dan semua mengetahui ;


• Bahwa laporan maupun progress terhadap pembukaan lahan tersebut
ka

ep

disampaikan kepada kepada chief Opertion Officer adalah Sdr. MOHANDAS


NAIR ;
ah

• Bahwa terdakwa turut menanda tangani kontrak dengan PT. Cahaya Anugrah
es

Sejahtera.;
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 66
am

u b
Direktori
67 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa kapasitas terdakwa sebagai Group Business Development dibantu oleh

a
Manager Legal, Manager Comunity Development dan Manager Admin ;

si
• Bahwa terdakwa mengetahui mengenai Izin Usaha Perkebunan PT. Susantri
Permai Sejak tahun 2006 ;

ne
ng
• Bahwa antara IUP tahun 2006 dengan IUP tahun 2008 ada tenggang waktu,
selama tenggang waktu perpanjangan ijin aktifitas tetap kerja.;

do

gu
Bahwa setelah berakhir Izin Usaha Perkebunan pada tahun 2011 ada lagi
mengajukan perpanjangan namun tidak ada jawabannya ;

In
A
• Bahwa semua persyaratan dipenuhi untuk perpanjangan izin usaha budidaya
perkebunan;
ah

lik
• Bahwa pengajuan persyaratan permohonan izin pelepasan kawasan hutan untuk
PT. Susantri Permai sudah dipenuhi, menunggu proses hukum yang terdahulu
am

ub
dan semua kewajiban sudah dipenuhi ;
• Bahwa terdakwa tidak mengetahui bentuk areal SP3/ lokasi SP3 secara spesipik;
ep
• Bahwa yang sudah ganti rugi kepada warga / masyarakat di lokasi SP3, + 62
k

(enam puluh dua) hektar ;


ah

• Bahwa warga yang mendapat ganti rugi secara bertahap yaitu dari tahun 2008
R

si
sampai tahun 2012 ;

ne
ng

• Bahwa terdakwa tahu lokasi yang diperkirakan, berdasarkan peta areal yang
diperkarakan tersebut masih termasuk ijin areal PT. Susantri Permai dan SP3
tersebut termasuk lahan yang sudah diganti rugi pada masyarakat ;

do
gu

• Bahwa yang menentukan areal PT. Susantri Permai Pemerintah Daerah hanya
menunjukkan peta dan titik kordinat saja ;
In
A

• Bahwa pihak Pemerintah daerah tidak ada ikut serta pengukuran lapangan dan
turun kelapangan.;
ah

lik

• Bahwa dasar pengukuran di lapangan Hanya berpatokan kepada titik


kordinat saja ;
m

ub

Menimbang, bahwa selanjutnya dipersidangan Penuntut Umum telah


ka

ep

mengajukan barang bukti berupa :


• 2 (dua ) unit alat berat Excavator Merk Hitachi Zaxis.
ah

• 3 (tiga ) unit alat berat bulldozer merk Komatsu D 85 SS-2.


es

• 1 (satu) unit alat berat Excavator Merk Hitachi ZAKIS.


M

ng

• 1 (satu) unit alat berat Bulldozer Merk Komatsu D 85 SS-2.


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 67
am

u b
Direktori
68 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• 4 (empat) unit alat berat Buldozer Merk Caterpilar Type D7G.

a
• 2 (dua) unit alat berat Excavator Merk Hitachi Type PC 210.

si
• 1 (satu ) unit Buildozer Merk Caterpilar Type D6R.
bahwa barang bukti tersebut telah disita secara sah menurut hukum sehingga

ne
ng
dapat dipertimbangkan dalam perkara ini dan juga barang bukti tersebut telah diakui
oleh saksi-saksi dan terdakwa di persidangan ;

do
gu Menimbang, bahwa segala sesuatu yang tertuang dalam Berita Acara
Persidangan yang tidak dimuat dalam uraian putusan ini, telah turut dipertimbangkan

In
A
dalam putusan ini guna untuk mempersingkat uraian putusan ini ;
ah

lik
Menimbang, bahwa dari pemeriksaan dipersidangan telah ditemukan alat bukti
berupa keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa, keterangan
am

ub
Ahli a de charge dan barang bukti serta alat bukti surat dimana setelah Majelis Hakim
menghubungkan dan menyesuaikan satu dengan lain bukti-bukti tersebut diatas, dan
telah pula dinilai cukup kebenarannya, maka dapat diperoleh adanya fakta-fakta
ep
k

hukum sebagai berikut:


ah

• Bahwa terdakwa sebagai Direktur PT. Susantri Permai sejak sekitar tahun 2009 ;
R

si
• Bahwa tugas terdakwa sebagai Direktur PT. Susantri Permai adalah sebagai
Direktur Busines Development yaitu mengurusi masalah perijinan, legal

ne
ng

(permasalahan hukum), dan general affairs (permasalahan umum) yang dalam


pelaksanaannya pertanggungjawabkan kepada presiden direktur serta Group

do
gu

control plantation, sedangkan dalam pelaksanaan tugas terdakwa dibantu oleh


Manager legal, Manager Comunity Development dan Manager Admin ;
In
A

• Bahwa terdakwa dihadapkan dipersidangan sehubungan kejadian diduga


melakukan tindak pidana dibidang Kehutanan atau melakukan budidaya
ah

lik

tanaman pada luasan tertentu tanpa ijin oleh PT. Susantri Permai ;
• Bahwa legalitas yang dimiliki oleh PT.Susantri Permai adalah
m

ub

a. Akta pendirian tanggal 11 Nopember 1993 yang dibuat oleh ELLY NATHALIA,
SH.
ka

b. Akta perubahan tanggal 07 september 2005 nomor 3 yang dibuat oleh ELLY
ep

NATHALIA,SH.
ah

c. Akta perubahan tanggal 18 Juli 2008, nomor 69 yang dibuat oleh MARINA
R

SOEWANA, SH.
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 68
am

u b
Direktori
69 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
d. Akta perubahan tanggal 15 September 2008, nomor 46 yang dibuat oleh

a
MARINA SOEWANA,SH.

si
e. Perubahan akta tanggal 29 nopember 2008 no.89 yang dibuat oleh notaris
Marina Soewana, SH.

ne
ng
f. Perubahan akta tanggal 15 Januari 2009, Nomor 24 dengan Notaris Dr.Irawan
Soerodjo, SH.

do
gu
g. Perubahan akta terakhir tanggal 23 Desember 2011, Nomor 54 dengan
Notaris Rudy Siswanto, SH.

In
A
h. NPWP Nomor 1.576.512.6711.
i. Ijin pemasangan reklame.
ah

lik
j. Ijin tempat usaha No.503-3/252/SITU/II/2009 tanggal 27-`12-2009.
k. Tanda daftar Perusahaan perseroan terbatas.
l. Surat Iin Usaha perdagangan.
am

ub
m. Keputusan badan lingkungan hidup kab. Kapuas No: 660/779/BHL/ IX/2008,
TANGGAL 28 desember 2008.
ep
k

n. Surat Bupati Kapuas Nomor: 957/DISHUTBUN tahun 2008, tanggal 26


ah

September 2008 tentang pemberian Perpanjangan Ijin Usaha Perkebunan


R

si
(IUP) kepada PT.Susantri Permai.
o. Surat Bupati Kapuas Nomor: 545/DISHUTBUN tahun 2009, tanggal 30

ne
ng

Oktober 2009 tentang pemberian perpanjangan Ijin Usaha Budidaya


Perkebunan (IUBP) kepada PT.Susantri Permai.

do
gu

p. Surat Bupati Kapuas Nomor: 974/BPN/tahun 2008 tanggal 27 September


2008, tentang pemberian perpanjangan Ijin Lokasi kepada PT.Susantri Permai
In
untuk keperluan perkebunan kelapa sawit di kecamatan Kapuas Hulu kab.
A

Kapuas.
ah

q. Surat Menteri Pertanian RI Nomor: 1534/Kpts/SR.120/11/2008 tanggal 6


lik

Nopember 2008 tentang pemberian ijin pemasukan benih tanaman kedalam


wilayah negara RI.
m

ub

r. Surat Bupati Kapuas No: 522.22/1062/Dishut/VI/2008 tanggal 14 Juni 2008


ka

perihal Rekomendasi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa


ep

sawit atas nama PT.Susantri Permai.


ah

s. Surat Dinas Kehutanan Prov. Kalteng Nomor: 522/I/405/1.03/ VII/2008 tanggal


R

11 Juli 2008 perihal saran / pertimbangan teknis pelepasan kawasan hutan


es

untuk perkebunan kelapa sawit atas nama PT.Susantri Permai.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 69
am

u b
Direktori
70 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa struktur Susunan Pengurus PT.Susantri Permai adalah sebagai berikut :

a
1. Group General Manager tidak ada pejabatnya ;

si
2. General Manager adalah IWAN SETIA PUTRA ;
3. Senior Estate Manager tidak ada pejabatnya ;

ne
ng
4. Estate Manager tidak ada pejabatanya ;
Sedangkan struktur organisasi dari Group Asian Indo Holding yang membawahi

do
gu
3 perusahaan meliputi : PT. Dwie Warna Karya, PT. Kapuas Maju Jaya, dan PT.
Susantri Permai adalah sebagai berikut :

In
A
1. Chief Operating Officer adalah MOHANDAS NAIR ;
2. Group Control Plantation adalah REVENTHIRAN TP NAMBIAR ;
ah

lik
3. Group Bussines adalah Akhsan Gani Wijaya ;
4. Group Sustainable tidak ada pejabatanya ;
am

ub
5. Group Finance tidak ada pejabatanya ;
6. Group General Manager tidak ada pejabatanya ;
7. General Manager PT. Dwika adalah SHAHIRAN ANAN ;
ep
k

8. General Manager PT. Kapuas Maju Jaya adalah BHASKARAN ;


ah

9. General Manager PT. Susantri Permai adalah IWAN SETIA PUTRA.:


R

si
• Bahwa sesuai akta perubahan Notaris RUDY SISWANTO, SH. Nomor 54
tanggal 23 Desember 2011, perihal pernyataan keputusan sirkuler para

ne
ng

pemegang saham PT.Susantri Permai, perihal susunan Komisaris dan Direksi


sebagai berikut:

do
gu

a. Presiden Direktur adalah Ir.NAJAMUDDIN MUNARI.


b. Direktur adalah ANTONY BOSCO ANTONY JOSEPH.
In
A

c. Direktur adalah AKHSAN GANI WIJAYA.


d. Presiden Komisaris adalah LEE SEER WOR.
ah

lik

e. Komisaris adalah ARUNAN KANDASAMY.


f. Komisaris adalah MOHANDAS NAIR.
g. Komisaris adalah Haji SILEM.
m

ub

• Bahwa Akta perubahan Notaris Rudi Siswanto, SH No.54 tanggal 23


ka

Desember 2011, AKHSAN GANI WIJAYA (terdakwa) berkedudukan selaku


ep

direktur PT. Susantri Permai dengan saksi Iwan Setia Putra tersebut sejajar;
ah

• Bahwa akta perubahan Notaris Rudi Siswanto, SH No.54 tanggal 23


R

Desember 2011 tersebut tidak dipakai yang dipakai adalah struktur dari Group
es
M

Asian Indo Holding.;


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 70
am

u b
Direktori
71 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa legalitas yang dimiliki PT. Susantri Permai bergerak di bidang

a
perkebunan antara lain :

si
1. Surat Bupati Kapuas No.945 tahun 2006 tanggal 28
Pebruari 2006 tentang IUP PT. Susantri Permai .

ne
ng
2. Surat Bupati Kapuas Nomor: 522.22/1062/dishut/
VI/2008 tanggal 14 Juni 2008 perihal Rekomendasi

do
gu pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa
sawit atas nama PT. Susantri Permai seluas +

In
A
15.000 hektar .
3. Surat Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan
ah

lik
Tengah Nomor: 522.1.100/2631/dishut, tanggal 30
Desember 2010 perihal saran/ pertimbangan teknis
am

ub
pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan atas
nama PT. Susantri Permai.
• Bahwa PT. Susantri Permai perusahaan yang bergerak di bidang Usaha
ep
k

Budidaya Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit, dan areal perkebunannya


ah

terletak di Desa Tumbang Puroh Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas,


R

si
Provinsi Kalimantan Tengah, ijin usaha perkebunan kelapa sawit atas nama
PT. Susantri Permai seluas + 15.000 hektar.;

ne
ng

• Bahwa PT. Susantri Permai pernah mengajukan perpanjangan Ijin Usaha


Perkebunan (IUP) dan oleh Pemerintah Daerah Kapuas diperpanjang selama

do
gu

3 kali, yaitu :
a. Diperpanjang yang kesatu berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas
In
A

No : 1110 Tahun 2007 tanggal 31 Agustus 2007 tentang pemberian


perpanjangan Ijin Usaha Budidaya Perkebunan IUBP) kepada PT.
ah

lik

Susantri Permai dengan luas areal + 15.000 Ha yang berlaku selama 1


tahun ;
m

b. Diperpanjang yang kedua berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas No


ub

: 957/DISBUNHUT. Tahun 2008 tanggal 26 September 2008 tentang


ka

pemberian perpanjangan Ijin Usaha Budidaya Perkebunan IUBP) kepada


ep

PT. Susantri Permai dengan luas areal + 15.000 Ha yang berlaku selama 1
ah

tahun ;
R

c. Diperpanjang yang ketiga, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas


es
M

No : 545/DISBUNHUT.TAHUN 2009 tanggal 30 Oktober 2009 tentang


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 71
am

u b
Direktori
72 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
pemberian perpanjangan Ijin Usaha Budidaya Perkebunan IUBP) kepada

a
PT. Susantri Permai dengan luas areal + 15.000 Ha yang berlaku selama 2

si
tahun.
• Bahwa PT. Susantri Permai telah memiliki ijin dan yang ijin terakhir masa

ne
ng
berakhir 2 (dua) tahun dan berakhir pada Oktober 2011 ;
• Bahwa terdakwa mengetahui ada surat penghentian kegiatan operasional di

do
gu lapangan dari Bupati Kapuas tersebut pada bulan pebruari 2010 ;
• Bahwa terdakwa tidak ada kewenangan memberi teguran kepada Iwan Setia

In
A
Putra selaku general Manager, terdakwa hanya berwenang memberi masukan
kepada saksi Iwan Setia Putra ;
ah

lik
• Bahwa permohon ijin pelepasan kawasan hutan sudah diajukan dari tahun
2008 pelepasan kawasan sudah diajukan termasuk didalam lokasi dakwaan
am

ub
Jaksa Penuntut Umum namun sampai sekarang belum keluar ;
• Bahwa masih ada kegiatan penanaman setelah berakhir masa ijin pada bulan
Januari 2012 masih ada kegiatan pembukaan lahan (land clearing) dan
ep
k

penanaman kelapa sawit tepatnya di Estate SP3 setelah berakhir masa ijin
ah

tersebut.
R

si
• Bahwa hubungan struktur antara Iwan Setia Putra dengan terdakwa hanya
ada hubungan kordinasi saja, Iwan Setia Putra pernah kordinasi kepada

ne
ng

terdakwa tentang masalah ijin, jawab terdakwa sampai sekarang masih dalam
proses ;

do
gu

• Bahwa Ijin usaha budidaya perkebunan yang mengurusnya adalah terdakwa


dengan masa berlaku 3 kali untuk 1 tahun lalu 1 kali untuk 2 tahun ;
In
A

• Bahwa Setelah berkahir ijin pada oktober 2011, ada diajukan perpanjangan ijin
untuk berikutnya tapi tidak ada tanggapan sampai sekarang ;
ah

lik

• Bahwa ijin lokasi areal PT. Susantri Permai berdasarkan peta Rencana Tata
Ruang Wilayah Provisnsi (RTRWP) Tahun 2003 , sesuai Peraturan Daerah
m

ub

Provinsi Kalimantan Tengah Nomor : 8 tahun 2003 tanggal 20 Desember


2003.
ka

ep

• Bahwa peta RTRWP Kalteng tahun 2003 areal PT. Susantri Permai berada
Kawasan hutan Produksi terbatas (HPT) dan Hutan Produksi (HP), dan
ah

berdasarkan peta TGHK dan Peta 292 areal tersebut seluruhnya berada pada
R

es

hutan produksi yang dapat di konversi atau HPK.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 72
am

u b
Direktori
73 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa ada perbedaan luas kawasan hutan berdasarkan peta Rencana Tata

a
Ruang Wilayah Provisnsi (RTRWP) Tahun 2003 , sesuai Peraturan Daerah

si
Provinsi Kalimantan Tengah Nomor: 8 tahun 2003 untuk areal perkebunan
kelapa sawit PT. Susantri Permai, yaitu :

ne
ng
• Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas + 4.290 Ha.

• Hutan Produksi Tetap (HP) seluas + 7.377 Ha ;

do
gu
• Kawasan Pemukiman dan Penggunaan lain (KPPL) seluas 3.203 Ha ;
Sedangkan berdasarkan Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) Kalimantan

In
A
Tengah tahun 1982, yaitu sebagai berikut :
• Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas + 5.128 Ha.
ah

lik
• Hutan Produksi Tetap (HP) seluas + 2.016 Ha ;

• Hutan Produksi yang dapat di Konversi (HPK) seluas + 7.686 Ha ;


am

ub
• Bahwa pernah dicocokkan antara peta Rencana Tata Ruang Wilayah
Provisnsi (RTRWP) Tahun 2003 , sesuai Peraturan Daerah Provinsi
ep
Kalimantan Tengah Nomor : 8 tahun 2003 tanggal 20 Desember 2003 dengan
k

Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) Kalimantan Tengah tahun 1982.
ah

• Bahwa selanjutnya setelah dicocokan, yang ditemukanmengenai beda luas


R

si
kawasan hutan berdasarkan peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provisnsi

ne
ng

(RTRWP) Tahun 2003 , sesuai Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah


Nomor : 8 tahun 2003 untuk areal perkebunan kelapa sawit PT. Susantri
Permai, yaitu :

do
gu

• Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas + 4.290 Ha.


• Hutan Produksi Tetap (HP) seluas + 7.377 Ha ;
In
A

• Kawasan Pemukiman dan Penggunaan lain (KPPL) seluas 3.203 Ha ;


Sedangkan berdasarkan Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK)
ah

lik

Kalimantan Tengah tahun 1982, yaitu sebagai berikut :


• Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas + 5.128 Ha.
m

ub

• Hutan Produksi Tetap (HP) seluas + 2.016 Ha ;


• Hutan Produksi yang dapat di Konversi (HPK) seluas + 7.686 Ha.
ka

ep

• Bahwa PT. Susantri Permai memperoleh ijin usaha perkebunan dari Bupati
Kapuas, ijin Usaha Perkebunan (IUP) tersebut dikeluarkan oleh Bupati Kapuas
ah

untuk PT.Susantri Permai pada tahun 2006 .


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 73
am

u b
Direktori
74 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa PT. Susantri Permai pernah membuat Pernyataan yang intinya tidak

a
akan melakukan kegiatan pembukaan lahan diareal PT. Susantri Permai

si
sebelum mendapat ijin alih fungsi Kawasan dari Menteri Kehutanan.
• Bahwa ada surat penghentian operasional dari Bupati Kapuas kepada

ne
ng
PT.Susantri Permai berdasar Surat Bupati Kapuas, No.: 525/1897/
Disbunhut.2009, tanggal 31 Desember 2009 , tentang penghentian kegiatan

do
gu operasional.
• Bahwa telah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap areal PT.

In
A
Susantri Permai pada hari Kamis, tanggal 1 Nopember 2012, oleh Seksi
Inventarisasi data dan Pemetaan Hutan pada Dinas Kehutanan Provinsi
ah

lik
Kalimantan Tengah, pemeriksaan tersebut bersama atau mendampingi tim
Direktorat Reserse Kriminal khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah
am

ub
Kalimantan Tengah dalam rangka pengambilan titik koordinat pada areal
perkebunan PT. Susantri Permai tersebut menggunakan sarana peralatan
berupa GPS merk Garmin GPSmap 76CSx.;
ep
k

• Bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan di areal perkebunan PT. Susantri


ah

Permai dari Instansi Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dan tim
R

si
Ditreskrimsus Polda Kalteng dan dari pihak perusahaan PT. Susantri Permai.
• Bahwa pemeriksaan areal perkebunan PT. Susantri Permai tersebut

ne
ng

berdasarkan Surat Perintah Tugas Kepala Dinas Kehutanan Provinsi


Kalimantan Tengah Nomor : 522.1.100/2028.a/dishut tanggal 1 Nopember

do
gu

2012. Sehubungan surat Kapolda Kalteng No.: B/965/X/2012/Direskrimsus


tanggal 20 Oktober 2012, perihal permintaan bantuan tenaga teknis
In
A

Inventarisasi hutan dan Pemetaan.


• Bahwa dalam melakukan pemeriksaan dengan menggunakan peralatan GPS
ah

lik

merk Garmin GPSmap 76CSx terhadap areal perkebunan PT. Susantri


Permai, dengan mengambil titik titik koordinat dan traking GPS lokasi
m

ub

perkebunan PT. Susantri Permai selanjutnya dari hasil pengambilan titik


koordinat tersebut dimasukan ke dalam laptop lalu di over lay kan dengan IUP
ka

PT. Susantri Permai atau Sop Copy IUP PT. Susantri Permai dimasuk
ep

kedalam GPS kemudian GPS tersebut digunakan untuk pengambilan titik-titik


ah

kordinat baru dapat diketahui titik-titik koordinat tersebut berada didalam atau
R

diluar IUP PT. Susantri Permai tersebut.


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 74
am

u b
Direktori
75 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap areal PT. Susantri Permai

a
dan pengambilan koordinat menggunakan GPS merk GARMIN GPSmap

si
76CSx ternyata pembukaan lahan/Land Clearing yang dilakukan oleh
perkebunan PT. Susantri Permai tersebut berada diluar IUP yang dimiliki

ne
ng
berdasarkan Peta lampiran berdasarkan Peta lampiran Bupati Kapuas Nomor:
522.22/1062 dishut/VI/2008 tanggal 14 Juni.

do
gu
• Bahwa diareal PT. Susantri Permai tersebut ditemukan bekas land clearing
lahan, penimbunan kayu dan arel sudah ditanam.

In
A
• Bahwa pembukaan lahan yang telah dilakukan oleh PT.Susantri Permai,
keadaan lahannya sudah ada areal yang dibuka yaitu seluas 139 Ha dan
ah

lik
yang sudah ditanami kelapa sawit seluas 79 Ha.;
• Bahwa luas areal yang telah dilakukan land clearing oleh PT. Susantri Permai
am

ub
hampir kurang lebih 302 Ha (tiga ratus dua hektar) yang terbagi 139 Ha
(seratus tiga puluh sembilan hektar) berada di luar IUP dan yang seluas 163
(seratus enam puluh tiga hektar) berada di dalam IUP berada pada lokasi
ep
k

SP3.
ah

• Bahwa yang dimaksud dengan SP3 adalah lokasi/ tempat pekerjaan untuk
R

si
kegiatan yang dikejakan pada tahun 2012 yang diperiksa, SP3 tersebut masuk
dalam kawasan hutan produksi yang dapat di konversi atau HPK (dapat

ne
ng

diproses pelepasan kawasan).


• Bahwa SP3 masuk tanggung jawab General Manager yaitu Iwan Setia Putra,

do
gu

dasar saksi Iwan Setia Putra melakukan pekerjaan di lapangan selaku general
manager PT. Susantri Permai atas perintah dan arahan langsung dari Group
In
A

Control Plantation (GCP) yaitu sdr. REVENTHIRAN TP NAMBIAR dalam


bentuk tertulis maupun lisan ;
ah

lik

• Bahwa semua pekerjaan yang dilakukan atas perintah Chief Operating Officer,
Semua yang dilakukan atas berdasarkan rapat dan semua kegiatan lapangan
m

ub

atau kebun yang dikerjakan oleh PT. Susantri Permai keseluruhannya atas
perintah General Manager PT.Susantri Permai, yaitu saksi Iwan Setia Putra,
ka

yang dalam pelaksanaannya General Manager bertanggung jawab dan


ep

melaksanakan perintah dari group control Plantation Yaitu Bapak


ah

REVENTHIRAN TP NAMBIAR ;
R

• Bahwa Iwan Setia Putra selaku General Manager PT. Susantri Permai
es
M

bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan operasional di lapangan.


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 75
am

u b
Direktori
76 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa bahwa PT. Susantri pernah mengajukan permohonan ijin kepada

a
Menteri Kehutanan dan sampai sekarang PT. Susantri Permai belum memiliki

si
ijin dari Menteri Kehutanan.
• Bahwa di Kalimantan Tengah tidak ada pengukuhan kawasan hutan yang ada

ne
ng
hanya penunjukkan kawasan, yang berwenang menunjuk adalah menteri
Kehutanan setelah dilakukan pelepasan kawasan.

do
gu
• Bahwa PT. Susantri Permai masih tetap melakukan kegiatan pembukaan
lahan dan penanaman kelapa sawit pada areal yang termasuk dalam kawasan

In
A
hutan sebelum adanya pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan dan
dapat dikategorikan melakukan budidaya tanaman perkebunan tanpa Ijin
ah

lik
Usaha Perkebunan.
• Bahwa Iwan Setia Putra selaku General Manager PT. Susantri Permai
am

ub
mengkoordinir pekerjaan pembangunan perkebunan dengan rincian pekerjaan
mulai dari tahap perencanaan penyiapan pembukaan lahan untuk perkebunan
sesuai dengan peta arahan lokasi, rencana pekerjaan (peta kerja) dari Group
ep
k

Control Plantation (GCP) dan mengkoordinir staf di lapangan.;


ah

• Bahwa secara peraturan yang berlaku terhadap PT. Susantri Permai belum
R

si
memiliki Ijin pelepasan Kawasan Hutan dan Ijin Alih fungsi kawasan, akan
tetapi sudah melakukan kegiatan land clearing serta penanaman kelapa sawit

ne
ng

pada areal di SP3 PT. Susantri Permai tersebut tidak dibenarkan.


• Bahwa di areal PT. Susantri Permai tersebut sudah ada areal yang diland

do
gu

clearing dan ada yang sudah ditanami kepala sawit , cara pembukaan
lahannya dengan menggunakan alat berat berupa exsevator, bolldozer.
In
A

• Bahwa luasan areal yang telah dilakukan land clearing oleh PT. Susantri
Permai di Desa Tumbang Puroh Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas
ah

lik

pada lokasi SP3 tersebut, baru seluas 302 ha yang dilokasi SP3 priode 2012 .
• Bahwa lahan yang di land clearing di lokasi SP3 PT. Susantri Permai tersebut
m

ub

telah diganti rugi.


• Bahwa Luas arel yang telah dilakukan land clearing oleh PT. Susantri Permai
ka

ep

hampir kurang lebih 302 Ha (tiga ratus dua hektar) yang terbagi 139 Ha
(seratus tiga puluh sembilan hektar) berada di luar IUP dan yang seluas 163
ah

(seratus enam puluh tiga hektar) berada di dalam IUP berada pada lokasi SP3
R

es

dan yang sudah ditanam di luar IUP 79 Ha.


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 76
am

u b
Direktori
77 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa yang menentukan lahan yang akan di land clearing, terlebih dahulu di

a
ploting oleh staf GIS/pemetaan , yang diperintahkan oleh General manager

si
dan didampingi oleh Staf GIS dan dikerjakan oleh Kontraktor.
• Bahwa dalam melakukan land clearing PT. Susantri Permai bekerja sama

ne
ng
dengan CV. Anugrah Sejahtera, dengan Surat Perjanjian kerja Land clearing &
sewa alat K/0024/2012-S2-LC. tanggal 10 Februari 2012 dan baru terealisasi

do
gu sejak bulan Maret 2012.
• Bahwa alat yang dipergunakan oleh CV. Cahaya Anugrah Sejahtera dalam

In
A
rangka kontrak kerja dengan PT. Susantri Permai tersebut 4 (empat) unit
bulldozer dan 3 (tiga) unit exvator, Bulldozer untuk membuat jalan, Exvator
ah

lik
untuk membuat parit.
• Bahwa pekerjaan oleh CV. Cahaya Anugrah dikerjakan sesuai kontrak seperti
am

ub
kegiatan Rumpuk Jalur (Stacking), Tapak Kuda, Road, Drain, Log Bridge,
Culvert, Road Maintence Desilting Drain.
• Bahwa pekerjaan kontrak belum selesai dikerjakan sampai tanggal 10 Mei
ep
k

2013, kontrak bisa diperpanjang dengan diadendum, setelah diadendum


ah

pekerjaan belum selesai karena alat berat ada yang rusak dan sekarang
R

si
sudah disita oleh pihak kepolisian.
• Bahwa berdasarkan keterangan saksi FAJAR HARIADY Bin RUSLAN,

ne
ng

berdasarkan laporan orang lapangan alat berat yang disita ada 7 (tujuh) unit, 4
(empat) unit alat berat bulldozer, 3 (tiga) unit alat berat excavator, 4 (empat)

do
gu

alat berat posisi sedang parkir di camp dan pada saat disita alat berat tidak
sedang operasi dan 3 (tiga) alat berat lainnya sedang mengerjakan jalan
In
A

desa.
• Bahwa alat berat yang digunakan untuk land clearing di SP.3 tersebut
ah

lik

berdasarkan laporan orang dilapangan alat berat yang telah digunakan land
clearing dilokasi SP.3 sebanyak 3 (tiga) unit, antara lain : 1 (satu) buah
m

ub

Exvator, 2 (dua) buah Bulldozer ;


• Bahwa berdasarkan keterangan saksi RADIMIN Bin KARSOWIJOYO sebagai
ka

kordinator lapangan, pembersihan lahan atau land clearing areal PT. Susantri
ep

Permai bulan September 2012 sampai bulan Desember 2012, luas areal yang
ah

akan dikerjakan seluruhnya adalah 300 Hektar, pengerjakan areal lahan PT.
R

Susantri Permai tersebut hanya berdasarkan penunjukan areal lahan dari PT.
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 77
am

u b
Direktori
78 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Susantri Permai yang menunjukan adalah Sdr. SURYANTO selaku asisten

a
dan Sdr. SLAMET.

si
• Bahwa setiap selesai melakukan pekerjaan CV. Cahaya Anugrah Sejahtera
membuat Berita Acara Pemeriksaan pekerjaan (BAAP) yang dibuat per

ne
ng
tanggal 25 setiap bulannya yang diketahui oleh pihak PT. Susantri Permai
antara lain Iwan Setia Putra selaku General Manajer.

do
gu
• Bahwa alat berat CV. Cahaya Anugrah Sejahtera untuk melakukan contrak
pekerjaan land clearing areal PT. Susantri Permai sebanyak 7 unit dengan

In
A
rincian 4 (empat) buah bulldozer , 3 (tiga) buah excavator, eksavator merk
Hitachis ZAXIS warna orange, no lambung AP 14, AP 33, AP 34, bulldozer
ah

lik
merknya adalah Komatsu D 85 SS-2 , no lambung AP 18, AP 19, AP 24 dan
AP 25.
am

ub
• Bahwa Alat berat yang telah dioperasikan untuk melakukan land clearing
lokasi SP.3 berupa alat berat Bulldozer 2 (dua) unit dengan nomor lambung
AP. 19 dan AP. 18, sedangkan untuk Exavator 1 (satu) unit dengan nomor
ep
k

lambung AP.14 .
ah

• Bahwa alat berat yang disita oleh pihak Kepolisian totalnya 7 (tujuh) unit, alat
R

si
berat yang berada di camp pada saat disita pihak Kepolisian ada 4 (empat)
bulldozer 2 (dua) unit dan Exavator 2 (dua) unit.

ne
ng

• Bahwa 4 (empat) bulldozer 2 (dua) unit dan Exavator 2 (dua) unit , 3 (tiga) unit
alat berat yang dipergunakan untuk melakukan land clearing di lokasi SP.3,

do
gu

sedangkan 1 (satu) unit alat berat lainnya berupa Exavator nomor lambung
AP.33 posisi sedang parkir di Camp setelah pengerjaan dilokasi SP.2 dan
In
A

berat yang sedang mengerjakan jalan desa, berupa alat berat 2 (dua) unit
Bulldozer dengan no. lambung AP.24 dan AP.25 dan Exavator dengan nomor
ah

lik

lambung AP.34 ikut disita saksi tidak tahu kenapa.


• Bahwa areal yang dikerjakan oleh CV. Cahaya Anugrah Sejahtera tersebut di
m

ub

areal SP 3 dengan luasan areal 300 hektar, dari 300 hektar yang
direncanakan akan dikerjakan, sudah dikerjakan oleh CV. Cahaya Anugrah
ka

Sejahtera hanya sebanyak 118 hektar.


ep

• Bahwa kemampuan luas lahan dapat dibersihkan oleh 1 (satu) unit bulldozer
ah

dalam sehari + 2 (dua) hektar.


R

es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 78
am

u b
Direktori
79 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa pekerjaan land clearing hanya 118 hektar karena alat berat disita oleh

a
Polda Kalteng, lalu kegiatan land clearing oleh PT. Suntri Permai dihentikan

si
pada tanggal 24 Desember 2012.
• Bahwa PT. Susantri Permai dalam melakukan land clearing selain

ne
ng
bekerjasama dengan CV. Cahaya Anugrah Sejahtera, bekerja sama pula
dengan CV. Prima Tama Mandiri.

do
gu
• Bahwa perjanjian kerjasama antara CV. Prima Tama Mandiri dengan PT.
Susantri Permai berupa Surat Perjanjian Kerja land Clearing/ Rental Alat.

In
A
K/002/01/12 -S2-LC, yang menanda tangani kerjasama tersebut dari pihak
CV. Prima Tama Mandiri yaitu Johan Jen Gafar Direktur CV. Prima Tama
ah

lik
Mandiri sedang dari pihak PT. Susantri Permai adalah Iwan Setia Putra
selaku General Manager PT. Susantri Permai.
am

ub
• Bahwa kerjasama pekerjaan antara CV. Prima Tama Mandiri dengan PT.
Susantri Permai dalam hal pekerjaan pembersihan ( Land clearing) lokasi
perkebunan sawit PT. Susantri Permai.
ep
k

• Bahwa letak lahan yang dikerjakan oleh CV.Prima Tama Mandiri milik
ah

PT.Susantri Permai di Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Kapuas Hulu


R

si
Kabupaten Kapuas, Kontrak kerja baru terealisasi sejak bulan Maret 2012.
• Bahwa berdasarkan keterangan saksi PURWONO SLAMET WAHYUDI Bin

ne
ng

YOHANES SLAMET, Peralatan alat berat yang dimiliki CV. Prima Tama
Mandiri yang digunakan untuk melakukan pembersihan lahan perkebunan PT.

do
gu

Susantri Permai adalah sebanyak 10 (sepuluh) unit, terdiri dari :


a). Buldozer sebanyak 7 (tujuh) unit terdiri dari :
In
A

1. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49931 Noka 7MB04457 ;


2. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49932 Noka 7MB044565 ;
ah

lik

3. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49923 Noka 7MB04455 ;


4. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49920 Noka 7MB04454 ;
m

ub

5. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z49922 Noka 7MB04453 ;


6. Merk Catepillar D7G Nosin 10Z45452 Noka 7MB04135 ;
ka

7. Merk Catepillar D6R nomor seri S6T00440 ;


ep

b). 2 (dua) unit Exavator terdiri dari :


ah

1. Merk Hitachi ZX210F NOSIN 264025 Noka AUN-004221 ;


R

2. Merk Hitachi ZX210F NOSIN 294231 Noka AUN-004813 ;


es
M

c). 1 (satu) Unit farmtractor, dipergunakan untuk angkutan pengisian minyak.


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 79
am

u b
Direktori
80 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa masa kontrak kerja melaksanakan pekerjaan Surat Perjanjian kerja (SPK)

a
tahun 2009 lamanya 1 (satu) tahun, setelah itu berubah ada 6 (enam) bulan ada

si
juga lama 3 (tiga) bulan.
• Bahwa pada tahun 2012 CV. Prima Tama Mandiri masih melakukan

ne
ng
pembersihan lahan PT. Susantri Permai, karena ada perpanjangan sampai
tahun 2012.

do
gu
• Bahwa pekerjaan pembersihan lahan berhenti sejak alat berat ditahan /police
line oleh polisi, jumlah alat berat yang ditahan Ada 7 (tujuh) unit alat berat

In
A
yang ditahan, alat berat yang ditahan tersebut terdiri dari 2 (dua) unit
Exavator, dan 5 (lima) unit buldozer.
ah

lik
• Bahwa berdasarkan laporan dari orang lapangan bahwa pada waktu
penyitaan ada alat berat yang berada dilokasi yang di land clearing di SP 3
am

ub
hanya 1 (satu) buah Bulldozer dan langsung dipindah ke camp.
• Bahwa berdasarkan laporan orang lapangan bahwa untuk pengerjaan di SP.3,
alat berat yang baru digunakan 2 (dua) unit Bulldozer.
ep
k

• Bahwa Perolehan kerja sehari dalam 1 (satu) unit buldozer sebanyak 2 (dua)
ah

hektar dan sehari kerja 8 jam sampai 9 jam.


R

si
• Bahwa berdasarkan keterangan saksi JOHAR JEN GAFAR Bin GAFAR,

ne
kerjasama pekerjaan antara CV. Prima Tama Mandiri dengan PT. Susantri
ng

Permai dalam hal pekerjaan pembersihan ( Land clearing) lokasi perkebunan


sawit PT. Susantri Permai.

do
gu

• Bahwa kontrak kerjasama antara CV. Prima Tama Mandiri dengan PT. Susantri
Permai tersebut dituangkan dalam surat perjanjian kerja Land clearing /Rental
In
A

Alan K/002/01/12-S2-Lc. yang menanda tangani surat perjanjian kerja adalah


saksi sendiri sebagai Direktur dari CV.Prima Tama Mandiri.
ah

lik

• Bahwa CV. Prima Tama Mandiri bukan melanjutkan pekerjaan kontraktor lain,
akan tetapi kontrak kerja langsung dengan PT. Susantri Permai.
m

ub

• Bahwa pekerjaan dalam kontrak yang dikerjakan oleh CV.Prima Tama Mandiri
tersebut sebagaimana kontrak yaitu kegiatan rumpuk jalur (stacking Darat,
ka

ep

stacking rawa), tapak kuda, drain, log bridges.


• Bahwa Peralatan alat berat yang dimiliki CV. Prima Tama Mandiri yang
ah

digunakan untuk melakukan pembersihan lahan perkebunan PT. Susantri Permai


R

es

adalah sebanyak 9 (sembilan) unit, terdiri dari :


M

ng

a). Buldozer sebanyak 7 (tujuh) unit terdiri dari :


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 80
am

u b
Direktori
81 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
1. Merk Catepillar D7G

a
2. Merk Catepillar D7G

si
3. Merk Catepillar D7G
4. Merk Catepillar D7G

ne
ng
5. Merk Catepillar D7G
6. Merk Catepillar D7G

do
gu 7. Merk Catepillar D6R
Dengan nomor lambung 01, 02 ,03 ,04 ,05, 06, 07, yang kemudian 2 (unit )

In
A
buldozer disewakan ke perusahaan lain ;
b). 2 (dua) unit Exavator merk Hitachi dengan nomor lambung 01,02.
ah

lik
• Bahwa alat berat yang sebanyak 9 (sembilan) unit milik CV.Prima Tama Mandiri
mulai dimasukkan ke areal milik PT. Susantri Permai sejak awal Januari 2011
am

ub
secara bertahap dan langsung di pekerjakan di areal yang ditunjukkan.
• Bahwa Nomor lambung buldozer yang disewakan kepada perusahaan lain
sebanyak 2 (dua) unit dengan nomor lambung 01,04. Sedang buldozer yang
ep
k

disita adalah buldozer dengan nomor lambung 02, 03, 05, 06, 07 dan exsavator
ah

dengan nomor lambung 01,02 dan sekarang posisinya berada di dalam areal
R

si
PT. Susantri Permai.
• Bahwa Buldozer dengan nomor lambung 02, 03, 05, 06, 07 pernah mengerjakan

ne
ng

land clearing di lahan PT. Susantri Permai, tetapi yang pernah digunakan dalam
pengerjaan land clearing di lokasi SP.3 yaitu alat berat bulldozer dengan nomor

do
gu

lambung 02 dan 03, sedangkan untuk bulldozer dengan nomor 05 dan 1 (satu)
unit Exapator dengan nomor lambung 02 posisi berada di camp setelah
In
A

pengerjaan dilokasi sebelumnya.


• Bahwa Buldozer dengan nomor lambung 06, 07 dan (1) satu unit Excapator
ah

lik

nomor lambung 01 posisinya sedang mengerjakan jalan desa.


• Bahwa nama desa yang dibuat jalan oleh 3 unit alat berat adalah Bulung Adung,
m

ub

yang kemudian ketiga unit alat berat tersebut diperintahkan kembali masuk base
camp PT. Susantri Permai, Penyidik menyuruh 3 (tiga) unit alat berat tersebut
ka

masuk kembali ke base camp PT. Susantri Permai


ep

• Bahwa jarak areal PT. Susantri Permai dengan 3 unit alat berat yang berada di
ah

desa membuat jalan desa + 10 (sepuluh) Km dengan desa yang lagi dibuat jalan
R

desa tersebut.
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 81
am

u b
Direktori
82 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa dari laporan di lapangan untuk pengerjaan dilokasi SP.3 dari laporan di

a
lapangan alat berat yang baru digunakan hanya 2 (dua) unit bulldozer, dengan

si
nomor lambung 02 dan 03.;
• Bahwa pekerjaan land clearing belum selesai dikerjakan karena diberhentikan

ne
ng
oleh petugas Kepolisian, ada 5 (lima) unit buldozer dan 2 (dua) unit exsavator di
police line (disita) berada di Base camp PT. Prima Tama Mandiri.

do

gu
Bahwa Kontrak kerja land clearing dengan PT. Susantri Permai tersebut adalah
sebanyak 200 hektar, yang sudah diland clearing adalah sebanyak 40 hektar.

In
A
• Bahwa tidak ada pembagian wilayah terhadap lahan sebanyak 200 Ha yang
dikerjakan oleh CV. Prima Tama Mandiri, lokasi tersebut masuk Desa Tumbang
ah

lik
Puroh, Kecamatan Kapuas Hulu.
• Bahwa Perolehan kerja sehari dalam 1 (satu) unit buldozer sebanyak 2 (dua)
am

ub
hektar dan sehari kerja 8 jam sampai 9 jam, pekerjaan land clearing hampir 1
(satu) tahun jalan.
• Bahwa berdasarkan keterangan Ahli ABDUL WAHAB, SP Bin H. RUSLAN
ep
k

MASYKUR sebagai ahli dibidang perkebunan, PT.Susantri Permai telah


ah

memiliki Izin Usaha Budidaya perkebunan (IUBP) di Kabupaten Kapuas, dan


R

si
melakukan kegiatan operasional, sedangkan pelepasan kawasan masih belum
selesai, Tidak boleh meskipun Pemda Kapuas memberikan Izin dan membuka

ne
ng

lahan, sedangkan dari sisi lain dari pihak Menteri Kehutanan tidak
membolehkan sebelum ada Izin Pelepasan Kawasan hutan ;

do
gu

• Bahwa mengenai layaknya atau tidak PT. Susantri Permai memiliki Izin Usaha
Budidaya perkebunan (IUBP), selanjutnya dengan dualisme kawasan
In
A

terhadap Izin Usaha Budidaya perkebunan (IUBP) tersebut ahli tidak tahu
yang tahu adalah Dinas Kehutanan ;
ah

lik

• Bahwa pendapat ahli dengan berakhirnya IUP yang dimiliki PT. Susantri
Permai yang sampai saat ini belum ada perpanjangan dari pihak yang
m

ub

berwenang, namun PT.Susantri Permai masih melakukan kegiatan


perkebunan pada tahun 2012 berupa pembukaan lahan baru dan penanaman
ka

kelapa sawit dalam kawasan hutan tanpa izin pelepasan kawasan hutan dari
ep

Menhut RI, dengan telah terbitnya surat Bupati Kapuas No.525/1897/


ah

Disbunhut.2009 tanggal 31 Desember 2009 yang memerintahkan PT. Susantri


R

Permai untuk menghentikan kegiatan operasional dan Izin usaha perkebunan


es
M

yang sudah berakhir masa berlakunya dan tidak dibenarkan membuka lahan
ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 82
am

u b
Direktori
83 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
di luar kawasan perijinan sebelum mendapat perijinan yang sah, maka

a
kegiatan PT. Susantri Permai yang dikerjakan pada tahun 2012 berupa

si
melakukan pembukaan lahan baru seluas + 139 Ha yang berada diluar peta
usulan ijin pelepasan kawasan hutan dan dari areal tersebut telah dilakukan

ne
ng
penanaman kelapa sawit seluas + 79 Ha adalah merupakan kegiatan tanpa
izin atau tidak sah ;

do

gu
Bahwa kewajiban PT. Susantri Permai terhadap surat penghentian operasional
Bupati Kapuas tersebut adalah mentaatinya ;

In
A
• Bahwa berdasarkan keterangan Ahli yang bernama AGUSTAN SAINING,
S.Hut, M.Si, sebagai ahli dibidang Kehutanan, pengertian kawasan hutan
ah

lik
Berdasarkan UU No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan, yang dimaksud
dengan kawasan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan
am

ub
oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap ;
• Bahwa Kawasan hutan yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai areal
budidaya bidang perkebunan adalah kawasan hutan produksi yang dapat
ep
k

dikonversi (HPK) yang terlebih dahulu melalui proses pelepasan kawasan


ah

hutan dari Menteri Kehutanan RI ;


R

si
• Bahwa antara Izin usaha budidaya perkebunan dengan izin pelepasan
kawasan hutan, seharusnya duluan keluar adalah izin pelepasan kawasan,

ne
ng

kemudian Izin usaha budidaya perkebunan, Kalau masuk kawasan hutan,


sementara izin pelepasan kawan belum keluar tidak boleh dikerjakan.

do
gu

• Bahwa ahli pernah mencocok peta RTRWP tahun 2003 dan ahli pernah
mencocokan Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) tahun 1982 dan SK
In
A

292, setelah dicocokan selanjutnya berdasarkan peta RTRWP tahun 2003


Kalteng perda No. 8 Tahun 2003 pembukaan lahan oleh PT. Susantri Permai
ah

lik

tersebut seluas + 139 Ha berada pada kawasan hutan produksi terbatas (HPT)
dan Hutan Produksi ;
m

ub

• Bahwa berdasarkan Peta Tata guna Hutan Kesepakatan (TGHK) 1982 dan peta
lampiran SK Menhut No.SK.292/ Menhut-II/2011 tanggal 31 Mei 2011 pembukaan
ka

lahan seluas + 139 Ha berada dalam kawasan atau seluruhnya berada pada
ep

hutan produksi yang dapat di konversi atau ( HPK) dan belum ada ijin pelepasan
ah

dari Menhut pembukaan lahan tersebut;


R

• Bahwa tidak dapat dibenarkan perbuatan PT.Susantri Permai melakukan


es
M

pembukaan lahan yang berada pada kawasan sebelum memiliki izin pelepasan
ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 83
am

u b
Direktori
84 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
kawasan hutan dari Menhut RI dan perbuatan tersebut dikategorikan sebagai

a
perbuatan melanggar hukum ;

si
• Bahwa Permasalahan peta RTRWP tahun 2003 Kalteng perda No. 8 Tahun 2003,
Peta Tata guna Hutan Kesepakatan (TGHK) 1982 dan peta lampiran SK Menhut

ne
ng
No.SK.292/Menhut-II/2011 tanggal 31 Mei 2011 adalah mengenai perbedaan
fungsi kawasan hutan ;

do

gu
Bahwa Ahli tidak tahu apakah masih bisa peta RTRWP tahun 2003 Kalteng perda
No. 8 Tahun 2003, Peta Tata guna Hutan Kesepakatan (TGHK) 1982 dan peta

In
A
lampiran SK Menhut No.SK.292/Menhut-II/2011, sebagai acuan penetapan
Kawasan.
ah

lik
• Bahwa pembukaan lahan yang ketagorikan perambahan hutan dilihat dari kondisi
di lapangan ada tunggak, ada hutan rebah, ukuran pohon berdiameter paling kecil
am

ub
10 cm, dan dalam PP No.60 tahun 2012 tentang perambahan hutan tidak diatur.
• Bahwa yang berhak menentukan kawasan hutan adalah Menteri Kehutanan RI,
sedangkan setelah adanya putusan MK Nomor:45/UUP-IX/2011, dirubah menjadi
ep
k

Penetapan kawasan ;
ah

• Bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor:45/UUP-IX/2011, mengenai


R

si
pasal 1 angka 3 UU Kehutanan, yang mempersamakan antara penunjukan dan
penetapan kawasan hutan, bertentangan dengan pasal 15 UU Kehutanan, maka

ne
ng

keberadaan pasal 1 angka 3 tersebut menyebabkan terjadinya ketidakpastian


hukum yang dijamin oleh pasal 28 ayat (1) UUD 1945, bahwa penunjukan adalah

do
gu

tahapan awal dalam pengukuhan kawasan hutan dan dikalimantan belum adanya
pengukuhan kawasan hutan.
In
A

• Bahwa berdasarkan keterangan ahli yang dihadirkan oleh terdakwa yaitu ahli
yang bernama DR. SADINO, SH.,MH, pendapat ahli mengenai aturan TGHK
ah

lik

sekarang ini, aturan mengenai TGHK sudah dinyatakan tidak berlaku lagi di

Kalteng dengan keputusan Gubernur Kalteng No :008/054/IV/BAPP tanggal 16


m

ub

Maret 1999 tentang Hasil Pemaduserasian Antara Peta Kawasan Hutan Lindung
dan Kesepakatan Propinsi daerah Tingkat I Kalimantan Tengah.
ka

ep

• Bahwa PT.Susantri Permai mendapatkan lahan dari ganti rugi kepada


masyarakat apakah lahan tersebut masih dikategorikan kawasan yang termasuk
ah

kawasan hutan menurut pendapat ahli usaha perkebunan yang mendapat lokasi
es

perijinan, kalau itu lahan dari masyarakat maka dikeluarkan dari kawasan hutan,
M

ng

dan ada bukti kepemilikan, tetap sah ;


on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 84
am

u b
Direktori
85 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
• Bahwa Pendapat ahli tentang tindak pidana kehutanan, fungsi pidana

a
menghukum, setiap orang memasuki kawasan hutan tanpa ijin , karena kawasan

si
hutan itu belum ditunjuk maka tidak ada kepastiaan hukum, yang memasuki
kawasan hutan dapat di Pidana maupun Hukuman Admistrasi, tetapi ada

ne
ng
kepastian hukum setelah kawasan hutan itu dikukuhkan, menjadi Penetapan ;
• Bahwa Dalam perkara Terdakwa ini di dakwa tentang kehutanan, ahli

do
gu
menjelaskan bahwa yang unsur pidana teentang Kehutanan Pasal 78 ayat (2) Jo
Pasal 50 ayat (3) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia NO. 41 tahun 1999

In
A
tentang Kehutanan , kualifikasi tidak sama adanya tebang pilih mengenai
kawasan hutan, tidak cukup kebijakan tentang Undang-Undang Kehutanan pasal
ah

lik
14, 15 tentang kawasan hutan, Pemerintah harus membuat kepastian hukum,
kaitannya lokasi apa memenuhi kreteria dengan putusan Mahkamah Konstitusi
am

ub
(MK) tentang divenisi kawasan hutan ;
• Bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor:45/UUP-IX/2011, mengenai
pasal 1 angka 3 UU Kehutanan, yang mempersamakan antara penunjukan dan
ep
k

penetapan kawasan hutan, bertentangan dengan pasal 15 UU Kehutanan, maka


ah

keberadaan pasal 1 angka 3 tersebut menyebabkan terjadinya ketidakpastian


R

si
hukum yang dijamin oleh pasal 28 ayat (1) UUD 1945, bahwa penunjukan adalah
tahapan awal dalam pengukuhan kawasan hutan dan dikalimantan belum adanya

ne
ng

pengukuhan kawasan hutan.


• Bahwa berkaitan pasal 14, 15 tentang Kehutanan tersebut, kawasan hutan

do
gu

tersebut harus terlebih dahulu ditetapkan supaya adanya kepastian hukum


mengenai kawasan hutan ;
In
A

• Bahwa jika dikalimantan ini belum ada penetapan kawasan hutan, maka disitu
adanya kekosongan hukum, dan tidak adanya kepastian hukum terhadap para
ah

lik

pengusaha.;
• Bahwa pengetahuan ahli mengenai kawasan hutan di Kalimantan Tengah ini
m

ub

sudah 10% ada yang di tetapkan kawasan hutan dan itu telah tunjuk atau
ditetapkan, sedangkan 90 % nya itu belum ditunjuk kawasan hutan di Kalimantan
ka

Tengah ini, jadi baru 10 % itu kawasan hutan yang sudah dikukuhkan, di
ep

Kalimantan tengah, Kawasan lainnya belum ditetapkan ;


ah

• Bahwa keterlanjuran terhadap aktifitas yang telah dilakukan oleh PT.Susantri, dari
R

satu sampai lima tahun karena belum ada ijin pelepasan kawasan hutan, bila
es
M

sudah ada Ijin Usaha Perkebunan ( IUP ) ini perusahaan bisa melakukan aktifitas,
ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 85
am

u b
Direktori
86 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
karena aktifitas tersebut bisa dinilai serius atau tidaknya PT. Susantri Permai

a
dalam melakukan kegiatan perkebunan tersebut ;

si
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan

ne
ng
apakah dengan adanya fakta-fakta hukum yang telah terungkap diatas, telah dapat
menyatakan terdakwa bersalah atau tidak melakukan perbuatan seperti yang

do
gu
didakwakan oleh Penuntut Umum kepadanya;

Menimbang, bahwa untuk menentukan terdakwa bersalah melakukan suatu

In
A
tindak pidana maka harus terlebih dahulu diteliti apakah fakta-fakta hukum yang telah
terungkap tersebut, telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana seperti dalam
ah

lik
dakwaan Penuntut Umum ;

Menimbang, bahwa terdakwa telah di dakwaan dengan dakwaan berbentuk


am

ub
alternatif yaitu :
Kesatu melanggar Pasal 78 ayat (14) Jo Pasal 78 ayat (2) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf
ep
b UU RI No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
k

Atau :
ah

R
Kedua melanggar Pasal 46 ayat (1) UU RI No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan

si
Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

ne
ng

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan yang disusun oleh Penuntut Umum
berbentuk alternatif maka Majelis akan mempertimbangkan dakwaan mana yang

do
gu

lebih relefan untuk dipertimbangkan terlebih dahulu dalam dakwaan Penuntut Umum,
yang dalam hal ini Majelis akan mempertimbangkan terlebih dahulu dakwaan Kedua
In
dari surat dakwaan penuntut umum yaitu Pasal 46 ayat (1) UU RI No. 18 Tahun 2004
A

tentang Perkebunan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.;


ah

lik

Menimbang, bahwa dakwaan kedua yaitu Pasal 46 ayat (1) UU RI No. 18


Tahun 2004 tentang Perkebunan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, memiliki unsur-
m

unsur sebagai berikut :


ub

1. Setiap Orang ;
ka

2. Dengan sengaja ;
ep

3. Melakukan usaha budi daya tanaman perkebunan dengan luasan tanah


ah

tertentu dan / atau usaha industri pengolahan hasil perkebunan dengan


R

kapasitas tertentu tidak memiliki izin usaha perkebunan ;


es
M

4. Melakukan, turut serta melakukan perbuatan ;


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 86
am

u b
Direktori
87 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Menimbang, bahwa selanjutnya terhadap dakwaan kedua tersebut akan

a
dipertimbangkan unsur-unsurnya sebagai berikut :

si
Ad.1. “ Setiap Orang “ :

ne
ng
Menimbang, bahwa menurut Penuntut Umum dalam Tuntutannya menyatakan
bahwa yang dimaksud dengan orang adalah subjek hukum baik orang pribadi, badan

do
gu
hukum, maupun badan usaha sebagai pelaku yang didakwakan telah melakukan
tindak pidana dan kepadanya dapat dipertanggung jawabkan atas tindak pidana yang

In
A
dilakukan. Unsur ‘’setiap orang’’ disini adalah orang yang dapat dimintakan
pertanggungjawaban atas perbuatan pidana yang telah dilakukan oleh Perseroan
ah

lik
Terbatas Susantri Permai, dimana berdasarkan pasal 88 ayat (1) UU RI No.40 Th
2007 tentang perseroan terbatas menjelaskan bahwa Direksi mewakili perseroan
am

ub
baik di dalam maupun diluar pengadilan. terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA Bin
BUNANDAR D.A. selaku Direktur PT. Susantri Permai, berdasarkan Akta Notaris
RUDY SISWANTO, SH. Nomor: 54 tanggal 23 Desember 2011 tentang keputusan
ep
k

Sirkuler para pemegang kepengurusan PT.Susantri Permai adalah sebagai berikut:


ah

1. Presiden Direktur adalah Ir. NAJAMUDDIN MUNARI.


R

si
2. Direktur adalah ANTONY BOSCO ANTONY
JOSEPH.

ne
ng

3. Direktur adalah AKHSAN GANI WIJAYA.


4. Presiden Komisaris adalah LEE SER WOR.

do
gu

5. Komisaris adalah ARUNAN KANDASAMY.


6. Komisaris adalah MOHANDAS NAIR.
In
A

7. Komisaris adalah Haji SILEM.


Bahwa tugas dan tanggung jawab terdakwa selaku Direktur PT.Susantri Permai
ah

lik

adalah mengurusi masalah perijinan, legal (permasalahan hukum) dan general


meneger Affairs (permasalahan umum) menyangkut kegiatan yang dilakukan oleh
m

ub

PT.Susantri Permai.;
Selama pemeriksaan persidangan terdakwa membenarkan seluruh identitasnya
ka

sebagaimana dalam Surat Dakwaan sehingga tidak terjadi “error in persona” dan
ep

terdakwa dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, sehingga dipandang mampu
ah

untuk bertanggung jawab menurut hukum terhadap tindak pidana yang dilakukan.;
R

Menimbang, bahwa menurut penasehat Hukum terdakwa dalam


es
M

Pembelaannya dikatakan bahwa unsur “setiap orang” tidak dapat serta merta
ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 87
am

u b
Direktori
88 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
terpenuhi sebelum unsur dalam inti delik meliputi unsur kesalahan yakni melakukan

a
usaha budi daya tanaman perkebunan dengan luasan tanah tertentu dan/atau usaha

si
Industri pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas tertentu tidak memiliki ijin
usaha perkebunan. Terdakwa sebagai orang-perorangan manusia alamiah (natural

ne
ng
person) belum bisa dinyatakan memenuhi unsur “setiap orang” sebelum perbuatan
terdakwa terbukti melanggar unsur “melakukan usaha budi daya tanaman

do
gu
perkebunan dengan luasan tanah tertentu dan/atau usaha Industri pengolahan hasil
perkebunan dengan kapasitas tertentu tidak memiliki ijin usaha perkebunan”, subjek

In
A
hukum yang dimaksud JPU dalam dakwaannya adalah pengurus badan hukum,
dalam hal ini PT.Susantri Permai, oleh karena itu terdakwa tidak dapat didakwa
ah

lik
melanggar adalah orang perorangan (natural person), sementara surat dakwaan
menunjuk kepada pengurus perseroan/Korporasi/badan hukum. Dengan demikian
tidak terbuktinya unsur ‘’setiap orang’’ atau subjek hukum pada pasal yang
am

ub
didakwakan.;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim tidak sependapat dengan uraian “setiap
ep
k

orang” dalam Tuntutan Penuntut Umum maupun unsur “setiap orang” dalam
ah

Pembelaan Penasehat Hukum terdakwa yang mencampuradukkan kemampuan


R

si
bertanggung jawab seseorang dalam melakukan tindak pidana dalam pembuktian
mengenai pemenuhan rumusan delik, maupun pembuktian berkaitan dengan

ne
ng

kesalahan terdakwa karena pada dasarnya permasalahan kemampuan bertanggung


jawab seseorang berbeda dengan pertimbangan mengenai pemenuhan rumusan

do
gu

delik (pertimbangan unsur dalam pasal yang didakwakan);


Menimbang, bahwa Majelis Hakim berpendapat bahwa “setiap orang” dalam
In
pasal ini menunjukkan tentang subyek pelaku atas siapa didakwa melakukan tindak
A

pidana dimaksud, yang dapat dilakukan oleh setiap orang, maka dengan adanya
ah

terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA Bin BUNANDAR yang merupakan orang


lik

perorangan yang memiliki identitas lengkap sebagaimana dalam surat dakwaan


tersebut diatas dan diakui pula oleh terdakwa sebagai dirinya sendiri yang diajukan
m

ub

dalam perkara ini, telah didakwa oleh Penuntut Umum melakukan tindak pidana
ka

seperti dalam dakwaan diatas, sehingga tidak terjadi error in persona ;


ep

Menimbang, bahwa dengan demikian unsur kesatu dakwaan kedua yaitu


ah

‘’setiap orang” telah terpenuhi ;


R

es
M

Ad.2. Unsur “Dengan Sengaja “ ;


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 88
am

u b
Direktori
89 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Menimbang, bahwa yang dimaksud “dengan sengaja atau kesengajaan

a
(Opzet)” adalah suatu kehendak yang diarahkan pada terwujudnya perbuatan seperti

si
dirumuskan dalam peraturan perundang-undangan atau kehendak untuk berbuat
dengan mengetahui unsur-unsur yang diperlukan menurut rumusan perundang-

ne
ng
undangan (Prof. Moeljatno,SH, Asas-Asas Hukum Pidana, Hal.171-172).;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan

do
gu
berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan Ahli, barang bukti dan keterangan
terdakwa bahwa Terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA Bin BUNANDAR sebagai

In
A
Direktur pada PT.Susantri Permai yang merupakan perusahaan yang bergerak di
bidang perkebunan yang dibawahi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit ASIAN
ah

lik
INDO HOLDING (ASIAL PALM OIL) telah melakukan kegiatan perkebunan berupa
land clearing di daerah Desa Tumbang Puroh Kec Kapuas Hulu Kab Kapuas diareal
am

ub
SP-3.;
Menimbang, bahwa tugas terdakwa selaku Direktur pada PT.Susantri Permai
adalah mengurusi masalah perijinan, legal (permasalahan hukum) dan general
ep
k

meneger Affairs (permasalahan umum) menyangkut kegiatan yang dilakukan oleh


ah

PT.Susantri Permai.;
R

si
Menimbang, bahwa pada pada Bulan Januari s.d Nopember 2012 PT.Susantri
Permai telah melakukan pembukaan lahan / Land Clearing di Desa Tumbang Puroh

ne
ng

Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas pada lokasi SP3 seluas 302 ha.;
Menimbang, bahwa terdakwa selaku Direktur pada PT. Susantri Permai telah

do
gu

mengadakan kontrak kerja Land clearing dengan CV. Prima Tama Mandiri,
sebagaimana surat perjanjian kerja Land clearing /Rental Alat K/002/01/12-S2-Lc.
In
Tanggal 02 Januari 2012, dan CV. Anugrah Sejahtera dengan Surat Perjanjian kerja
A

Land clearing & sewa alat K/0024/2012-S2-LC. tanggal 10 Februari 2012, yang
ah

ditandatangi oleh sdr. IWAN SETIA PUTRA selaku General Manager PT.Susantri
lik

Permai, sdr.REVENTHIRAN TP NAMBIAR selaku Group Control Plantation dan


terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA selaku Direktur PT. Susantri.;
m

ub

Bahwa selanjutnya PT. Prima Tama Mandiri dan PT. Cahaya Anugrah
ka

Sejahtera melakukan kegiatan membukaan lahan Land Clearing di areal PT. Susantri
ep

Permai dengan menggunakan alat berat berupa excavator dan bulldozer


ah

berdasarkan arahan atau acuan kerja dari pihak PT. Susantri Permai, yang
R

dikoordinir oleh Sdr. IWAN SETIA PUTRA selaku General Manager yang
es

dikoordinasikan dengan terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA selaku Legal Department


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 89
am

u b
Direktori
90 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
dan selaku Direktur PT. Susantri Permai yang mengurusi masalah perijinan

a
PT.Susantri Permai.;

si
Menimbang, bahwa penasehat hukum terdakwa dalam pembelaannya
menyatakan bahwa terdakwa dalam melakukan kegiatan perkebunan berdasarkan

ne
ng
keputusan Bupati Kapuas No: 945 Tahun 2006 tentang pemberian Ijin Usaha
Perkebunan (IUB) kepada PT.Susantri Permai, selanjutnya berdasarkan Undang-

do
gu
Undang RI Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Jo peraturan Menteri
Pertanian No:26 tahun 2007 tentang pedoman Perizinan Usaha perkebunan Pasal

In
A
14 yakni IUP, IUP-B atau IUP-P sebagai dimaksud pada pasal 9 berlaku selama
perusahaan mesih melaksanakan kegiatannya sesuai dengan Baku Teknis dan
ah

lik
Ketentuan berlaku dan peraturan Menteri pertanian Republik Indonesia Nomor: 98/
Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan pasal 20
(1) yakni IUP-B IUP-P atau IUP berlaku selama Perusahaan masih melaksanakan
am

ub
kegiatan sesuai dengan baku teknis dan Peraturan perundang-undangan. Terdakwa
tidak pernah mengetahui dan menginsyafi maupun mengerti perbuatan melakukan
ep
k

usaha budi daya tanaman perkebunan dengan luasan tanah tertentu dan atau usaha
ah

industri pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas tertentu tidak memiliki izin
R

si
usaha perkebunan Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2004
tentang Perkebunan Junto Pasal 55 (1) ke-1 KUHPidana. Maka perbuatan terdakwa

ne
ng

tidak terbukti memenuhi unsur “dengan sengaja”.;


Menimbang, bahwa sebagaimana fakta yang terungkap dipersidangan bahwa

do
gu

terdakwa memang mengakui PT.Susantri Permai telah melakukan land clearing


pada lahan seluas 302 Ha di wilayah SP3 tersebut, dan berdasarkan keterangan
In
terdakwa bahwa terdakwa telah mengetahui adanya Surat Penghentian
A

Operasional di Lapangan dari Bupati Kapuas tanggal 31 Desember 2010, karena


ah

dalam rapat perusahaan telah dibicarakan tentang Surat Penghentian Operasional di


lik

Lapangan dari Bupati Kapuas dan telah habis masa Perpanjangan Izin Usaha
Budidaya Perkebunan untuk PT.Susantri Permai pada 30 Oktober 2011, tetapi fakta
m

ub

yang terjadi bahwa PT.Susantri Permai masih melakukan pembukaan lahan (Land
ka

Clearing) dilokasi SP3 dan yang bertanggung jawab terhadap masalah perijinan,
ep

legal (permasalahan hukum) dan general meneger Affairs (permasalahan umum)


ah

menyangkut kegiatan yang dilakukan oleh PT.Susantri Permai adalah terdakwa.;


R

Menimbang, bahwa sebagaimana juga atas pembelaan penasehat hukum


es

terdakwa diatas yang menyebutkan Terdakwa tidak pernah mengetahui dan


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 90
am

u b
Direktori
91 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
menginsyafi maupun mengerti perbuatan melakukan usaha budi daya tanaman

a
perkebunan dan perbuatan terdakwa tidak dapat diartikan sebagai tidak hati-hati

si
yang mana hal tersebut merupakan alasan peniadaan unsur “sengaja” pada diri
terdakwa, Majelis berpendapat hal tersebut tidaklah tepat, dengan demikian

ne
ng
pembelaan penasehat hukum terdakwa tersebut haruslah dinyatakan tidak beralasan
dan dikesampingkan, dengan demikian menurut hemat Majelis terdakwa telah

do
gu
melakukan suatu bentuk kesengajaan sebagaimana dimaksud dalam definisi sengaja
tersebut di atas ;

In
A
Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas dengan demikian
maka Majelis berpendapat unsur “dengan sengaja” dari pasal tersebut di atas telah
ah

lik
terpenuhi dan terbukti;
am

ub
Ad.3. Unsur “Melakukan usaha budi daya tanaman perkebunan dengan luasan
tanah tertentu dan / atau usaha industri pengolahan hasil perkebunan dengan
ep
kapasitas tertentu tidak memiliki izin usaha perkebunan.”
k
ah

Menimbang, bahwa selanjutnya akan dipertimbangkan unsur “Melakukan


R

si
usaha budi daya tanaman perkebunan dengan luasan tanah tertentu dan / atau
usaha industri pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas tertentu tidak memiliki

ne
ng

izin usaha perkebunan” ;


Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “Melakukan” adalah mengerjakan

do
gu

sesuatu hal perbuatan, sedangkan yang dimaksud “usaha budi daya tanaman
perkebunan” adalah merupakan serangkaian kegiatan pratanam, penanaman,
pemeliharaan tanaman pemanenan, dan sortasi dan yang dimaksud “usaha industri
In
A

pengolahan hasil perkebunan” adalah merupakan kegiatan pengolahan yang bahan


baku utamanya hasil perkebunan untuk memperoleh nilai tambah, Apabila pengertian
ah

lik

tersebut dikaitkan dengan tindak pidana di bidang perkebunan adalah suatu


perbuatan pembukaan atau pengolahan hasil perkebunan yang dilakukan tanpa ijin ;
m

ub

Menimbang, bahwa kemudian akan dipertimbangkan apakah areal tempat


ka

kejadian itu merupakan “kawasan usaha perkebunan” ;


ep

Menimbang, bahwa pengertian Skala tertentu dalam Pasal 1 angka 7 UU


ah

No.18 tahun 2004 tentang Perkebunan, adalah :“skala usaha perkebunan yang
R

didasarkan pada luasan lahan usaha, jenis tanaman, teknologi, tenaga kerja, modal
es
M

dan / atau kapasitas pabrik yang diwajibkan memiliki ijin usaha” ;


ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 91
am

u b
Direktori
92 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Menimbang, bahwa menurut Pasal 15 ayat (1) Usaha Perkebunan terdiri atas

a
budi daya tanaman perkebunan dan / atau usaha industri pengolahan hasil

si
perkebunan.;
Menimbang, bahwa “usaha industri pengolahan hasil perkebunan” dalam

ne
ng
Pasal 17 ayat (4) UU No.18 tahun 2004 tentang Perkebunan, harus dapat menjamin
ketersediaan bahan bakunya dengan mengusahakan budi daya tanaman

do
gu
perkebunan sendiri, melakukan kemitraan dengan pekebun, perusahaan perkebunan
dan/atau bahan baku dari sumber lainnya” ;

In
A
Menimbang, bahwa Pasal 17 ayat (1) UU No.18 tahun 2004 tentang
Perkebunan menyatakan bahwa setiap pelaku usaha budi daya tanaman perkebunan
ah

lik
dengan luasan tanah tertentu dan/atau usaha industri pengelolaan hasil perkebunan
dengan kapasitas pabrik tertentu wajib memiliki izin usaha perkebunan.;
am

ub
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan
berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, barang bukti dan keterangan
terdakwa bahwa PT.Susantri Permai merupakan perusahaan yang bergerak di
ep
k

bidang perkebunan yang dibawahi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit ASIAN
ah

INDO HOLDING (ASIAL PALM OIL) merupakan perusahaan asing yang berada di
R

si
wilayah hukum Indonesia sebagaimana Surat dari Kantor Badan Koordinasi
Penanaman Modal Nomor 345/1/IP/III/PMA/2010 dengan nomor perusahaan 23788

ne
ng

dan NPWP 01.576.512.6-711 tentang Ijin prinsip perubahan penanaman modal


tanggal 1 Oktober 2010, dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi

do
gu

Penanaman Modal Asing (PMA).;


Menimbang, bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kuala Kapuas
In
No. 946 Tahun 2006 tanggal 30 September 2006 tentang Pemberian Ijin Lokasi
A

kepada PT. Susantri Permai dan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas
ah

Nomor: 957/DISHUTBUN tahun 2008 tanggal 26 September 2008, tentang


lik

Pemberian Perpanjangan Ijin Usaha Perkebunan (IUP) kepada PT. Susantri Permai
yang kemudian berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas Nomor: 545/
m

ub

Disbunhut.Tahun 2009 tanggal 30 Oktober 2009 untuk keperluan perkebunan kelapa


ka

sawit di Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas memiliki ijin usaha perkebunan
ep

seluas 15.000 Ha (lima belas ribu hektar).;


ah

Menimbang, bahwa setelah mendapat ijin lokasi dari Bupati Kapuas


R

PT.Susantri Permai melakukan Kegiatan Inventarisasi lahan masyarakat, melakukan


es

ganti rugi pada pemilik lahan, melakukan land clearing dan melakukan penanaman,
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 92
am

u b
Direktori
93 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
sampai sekarang PT. Susantri Permai masih melaksanakan kegiatan land clearing ,

a
pemeliharaan dan penanaman bibit kelapa sawit.;

si
Menimbang, bahwa dari ijin lokasi yang diberikan bupati Kapuas Nomor: 545/
Disbunhut.Tahun 2009 tanggal 30 Oktober 2009 untuk keperluan perkebunan kelapa

ne
ng
sawit di Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas memiliki ijin usaha perkebunan
seluas 15.000 Ha (lima belas ribu hektar), yang berlokasi di Kecamatan Kapuas Hulu

do
gu
Kabupaten kapuas, dimana perpanjangan ijin usaha Perkebunan tersebut belaku
selama 2 (dua) tahun dan berakhir tanggal 30 Oktober 2011 dan terhadap ijin usaha

In
A
perkebunan PT.Susantri Permai tersebut tidak dikeluarkan perpanjangan Ijin Usaha
Budidaya Perkebunan oleh Bupati Kapuas.;
ah

lik
Menimbang, bahwa PT.Susantri Permai pada bulan Januari sampai dengan
bulan Nopember 2012, telah melakukan Pembukaan Lahan (Land Clearing) hampir
kurang lebih 302 Ha (tiga ratus dua hektar) yang terletak dilokasi SP3 di Desa
am

ub
Tumbang Puroh Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, yang mana lahan
yang dilakukan Land Clearing tersebut yang menentukan terlebih dahulu di ploting
ep
k

oleh staf GIS/pemetaan yang diperintahkan oleh General Manager yaitu IWAN
ah

SETIA PUTRA dan didampingi oleh Staf GIS dan dikerjakan oleh Kontraktor.;
R

si
Menimbang, bahwa selaku General Maneger PT.Susantri Permai melakukan
pengawasan dan pengarahan serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan

ne
ng

pembukaan lahan pada areal perkebunan PT. Susantri lokasi SP3 tersebut dengan
cara menggunakan alat berat berupa Buldozer dan Excavator menggunakan jasa

do
gu

kontraktor PT. Prima Tama Mandiri dan PT. Cahaya Anugrah Sejahtera.;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi - saksi yaitu saksi Surianto
In
karyawan PT.Susantri Permai, saksi Hendra Jaya dan saksi Mohammad Nizar dari
A

Pemerintahan Pemda Kapuas menyatakan bahwa pada waktu dilakukan


ah

pemeriksaan terhadap areal perkebunan milik PT. Susantri Permai pada bulan
lik

Desember 2012 oleh Tim dari Polda Kalteng bahwa PT.Susantri Permai masih
melakukan Land Clearing dilokasi SP3 tersebut dan keterangan tersebut juga saling
m

ub

berkaitan dengan keterangan saksi Fajar Hariady, saksi Radimin dari pihak
ka

Cv.Cahaya anugerah dan saksi Purwono dan saksi Johar dari Cv. Primatama
ep

Mandiri, bahwa pada areal perkebunan perusahaan PT.Susantri Permai diareal SP3
ah

tersebut memang sedang dikerjakan Land Clearing, tetapi pada waktu tersebut alat
R

berat sedang tidak beroperasi/ bekerja.;


es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 93
am

u b
Direktori
94 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Menimbang, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan dilaksanakan

a
oleh sdr. IWAN SETIA PUTRA selaku General Manager PT. Susantri Permai sejak

si
bulan Januari 2012 sesuai dengan perjanjian kontrak kerja yang dibuat oleh
perusahaan ASIAN INDO HOLDING (ASIAL PALM OIL) dengan tugas dan tanggung

ne
ng
jawab mengkoordinir setiap pekerjaan pembangunan perkebunan meliputi pekerjaan
pembangunan perkebunan, mulai dari tahap perencanaan penyiapan (pembukaan)

do
gu
lahan untuk perkebunan sesuai dengan peta arahan lokasi rencana pekerjaan (peta
kerja) dari GCP (Group Control Plantation) Sdr. REVENTHIRAN, yang meliputi areal

In
A
yang telah dibuka dan ditanam, selanjutnya secara teknis meliputi tahap perawatan
tanaman yang sudah ada dan memulai penanaman baru pada areal yang telah
ah

lik
dibuka atau baru dibuka. Bahwa dalam hal penentuan lokasi yang dilakukan
pembukaan lahan (land clearing) dan ditanami kelapa sawit di PT. Susantri Permai
ditentukan dan direncanakan oleh sdr. IWAN SETIA PUTRA selaku General
am

ub
Manager berdasarkan peta arahan lokasi dari GCP (Group Control Plantation) yang
dikoordinasikan dengan terdakwa AKHSAN GANI WIJAYA selaku legal department
ep
k

dan selaku Direktur PT. Susantri Permai yang mempunyai tugas mengurusi masalah
ah

perijinan, legal (permasalahan hukum) dan general meneger Affairs (permasalahan


R

si
umum) menyangkut kegiatan yang dilakukan oleh PT.Susantri Permai.;
Menimbang, bahwa dalam pembelaannya penasehat hukum terdakwa

ne
ng

menyatakan bahwa kegiatan usaha perkebunan yang dilakukan PT.Susantri Permai


sudah dilakukan sesuai prosedur sebagaimana Surat Keputusan Bupati Kapuas

do
gu

Nomor: 945 Tahun 2006 tentang Pemberian Izin Usaha budidaya Perkebunan (IUPB)
kepada PT.Susantri Permai, berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2004
In
tentang perkebunan Jo peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007 tentang
A

Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan pasal 14 yakni IUP, IUP-B atau IUP-P
ah

sebagaimana pasal 9 berlaku selama perusahaan masih melaksanakan kegiatannya


lik

sesuai dengan Baku Teknis dan ketentuan berlaku dan Peraturan Menteri Pertanian
Republik Indonesia Nomor: 98/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman
m

ub

Perizinan Usaha Perkebunan Pasal 20 (1) yakni IUP-B IUP-P atau IUP berlaku
ka

selama Perusahaan masih melaksanakan kegiatan sesuai dengan Baku Teknis dan
ep

Peraturan Perundang-Undangan. Artinya IUP-B diterbitkan 1 (satu) kali selama


ah

kegiatan perkebunan berlangsung dan berdasarkan Peraturan daerah Kabupaten


R

Kapuas Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perizinan Usaha Perkebunan di wilayah


es

kabupaten Kapuas Bab IV tata cara Pemberian Izin Usaha Perkebunan Pasal 20
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 94
am

u b
Direktori
95 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
huruf m yakni “berdasarkan kelengkapan dokumen sebagaimana dimaksud huruh I,

a
Bupati menerbitkan IUP-B Sementara yang berlaku 2 (dua) tahun dan dapat

si
diperpanjang sekali untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, yang dipergunakan untuk
pengurusan izin lainnya” sehingga dalam hal ini Peraturan Daerah Kabupaten

ne
ng
Kapuas Nomor 11 tahun 2011 tentang perizinan Usaha Perkebunan diwilayah
kabupaten kapuas bertentangan dengan Undang-Undang RI Nomor: 26 tahun 2007

do
gu
tentang pedoman Perizinan Usaha Perkebunan Jo Peraturan Menteri Pertanian
Republik Indonesia Nomor: 98/Permentan/OT.140/9/2013 tentang pedoman

In
A
Perizinan Usaha Perkebunan yang pada dasarnya tidak pernah ada menyebutkan
IUP-B dapat dimiliki jangka waktu 2 (dua) tahun masa berlaku dan dapat
ah

lik
diperpanjang 1 (satu) kali, sehingga dalam hal ini terkait masalah IUP-B berdasarkan
Surat Keputusan Bupati Kapuas Nomor: 945 Tahun 2006 Tentang Pemberian Izin
Usaha Budidaya Perkebunan (IUPB) kepada PT.Susantri Permai masih tetap berlaku
am

ub
merujuk kepada Undang-Undang RI Nomor: 26 tahun 2007tentang pedoman
Perizinan Usaha Perkebunan Jo Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia
ep
k

Nomor: 98/Permentan/OT.140/9/2013 tentang pedoman Perizinan Usaha


ah

Perkebunan sehingga unsur pidana sebagaimana yang didalilkan oleh jaksa


R

si
Penuntut Umum melalui dakwaan dan tuntutan tidak terpenuhi (Unsur Pasal 46 ayat
1) “Melakukan usaha budi daya tanaman perkebunan dengan tanah tertentu dan/

ne
ng

atau usaha industri pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas tertentu tidak
memiliki izin usaha perkebunan).

do
gu

Bahwa PT.Susantri Permai selalu mengajukan perpanjangan IUP, meskipun


seharusnya IUP tersebut hanya dikeluarkan satu kali sampai berakhirnya kegiatan
In
budidaya perkebunan, setelah surat keputusan nomor 545/Disbunhut. Tahun 2009
A

tanggal 30 Oktober 2009 sudah berakhir masa berlakunya selama 2 (dua) tahun,
ah

PT.Susantri Permai telah mengajukan permohonan perpanjangan IUP tersebut


lik

sebelum berakhirnya masa berlakunya ijin usaha perkebunan tersebut dan telah
sesuai syarat dan prosedur yang berlaku. Namun pihak pemerintah kabupaten
m

ub

Kapuas belum ada jawaban sampai saat ini. Bahwa pasal 19 ayat (2) Permentan
ka

No.26 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa “Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga
ep

puluh) hari kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bupati/Walikota atau
ah

Gubernur belum memberikan jawaban, maka permohonan dianggap telah lengkap”.


R

Dengan adanya ketentuan tersebut, maka sejak 30 hari dari permohonan,


es

PT.Susantri Permai dianggap telah memiliki IUP karena permohonannya dianggap


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 95
am

u b
Direktori
96 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
telah lengkap, meskipun secara administratif IUP tersebut masih belum diterbitkan

a
oleh Bupati.

si
Bahwa berdasarkan keterangan Ahli yang diajukan oleh penasehat hukum
terdakwa yaitu Dr. Sadino SH.,M.H. menyatakan apabila perusahaan sudah

ne
ng
mengajukan permohonan IUP sebagaimana ketentuan pasal 19 ayat (1) Permentan
No.26 tanuh 2007, maka dalam jangka waktu paling lama 30 hari kerja Bupati/

do
gu
Gubernur harus memberikan jawabannya apakah Menunda, Menolak atau
Menerima. Kemudian menurut Pasal 19 ayat (2) apabila dalam jangka waktu 30 hari

In
A
kerja Bupati atau Gubernur belum memberikan jawaban maka Permohonannya
dianggap sudah lengkap. Menurut Ahli perusahaan apabila sudah beritikad baik
ah

lik
mengajukan permohonan maka perusahaan perlu mendapatkan perlindungan
hukum. Bahwa menurut ahli sepanjang perusahaan PT.Susantri Permai sudah
memenuhi pasal 19, Perusahaan sudah beritikad baik dan prosesnya sudah dipenuhi
am

ub
oleh PT.Susantri Permai, Terdakwa harus dilindungi sebagaimana ketentuan Pasal
19 Permentan No.26 tahun 2007.
ep
k

Bahwa penasehat hukum terdakwa juga menyatakan perbuatan terdakwa


ah

tidak dapat diterapkan bab VIII sanksi Administratif Pasal 24 (1) Peraturan daerah
R

si
Tahun 2011 tentang perijinan Usaha Perkebunan di Wilayah Kabupaten Kapuas.
Bahwa pada ketentuan Peraturan Peralihan Peraturan daerah tahun 2011 tentang

ne
ng

Perijinan Usaha Perkebunan di Wilayah Kabupaten Kapuas tidak ada mengatur


sanksi Pidana dan tidak ada juga menyebutkan bahwa apabila perbuatan pelaku

do
gu

melanggar Peraturan daerah tahun 2011 tentang Perizinan Usaha Perkebunan di


wilayah kabupaten Kapuas dapat dikenakan saksi pidana pasal 46 (1) Undang-
In
Undang Nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan. Maka berdasarkan uraian
A

tersebut penasehat hukum terdakwa menyatakan unsur “Melakukan usaha budi daya
ah

tanaman perkebunan dengan luasan tanah tertentu dan / atau usaha industri
lik

pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas tertentu tidak memiliki izin usaha
perkebunan.” tidak terpenuhi dalam perkara aquo.
m

ub

Menimbang, bahwa Majelis berpendapat bahwa PT.Susantri telah melakukan


ka

kegiatan usaha Budidaya Perkebunan dan Ijin Usaha Budidaya Perkebunan (IUBP)
ep

PT.Susantri Permai berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas Nomor : 545 /


ah

Disbunhut.Tahun 2009 tanggal 30 Oktober 2009 berlaku selama 2 tahun dan


R

berakhir tanggal 30 Oktober 2011 dan terhadap perijinan tersebut PT.Susantri


es

Permai telah mengajukan Perpanjangan IUP, tetapi terhadap pengajuan


M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 96
am

u b
Direktori
97 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
perpanjangan IUP PT.Susantri Permai tersebut tidak mendapat perpanjang atau

a
tidak dikeluarkan perpanjangan Ijin Usaha Budidaya Perkebunan oleh Bupati

si
Kapuas, hal tersebut sebagaimana keterangan dari terdakwa Akhsan Gani Wijaya
selaku Direktur PT.Susantri Permai, dan terdakwa Akhsan Gani Wijaya juga

ne
ng
menyatakan bahwa mengetahui Ijin Usaha Budidaya Perkebunan (IUBP) PT.
Susantri Permai telah berakhir tanggal 30 Oktober 2011, tetapi tetap melakukan

do
gu
kegiatan usaha Budidaya Perkebunan.;
Menimbang, bahwa dalam pembelaannya penasehat hukum terdakwa bahwa

In
A
PT.Susantri Permai telah mengajukan perpanjangan IUP, Namun pihak pemerintah
kabupaten Kapuas belum ada jawaban sampai saat ini, maka permohonan dianggap
ah

lik
telah lengkap sejak 30 hari dari permohonan, PT.Susantri Permai dianggap telah
memiliki IUP karena permohonannya dianggap telah lengkap, meskipun secara
administratif IUP tersebut masih belum diterbitkan oleh Bupati, sebagaimana pasal
am

ub
19 ayat (1) Permentan No.26 tahun 2007, maka dalam jangka waktu paling lama 30
hari kerja Bupati/Gubernur harus memberikan jawabannya apakah Menunda,
ep
k

Menolak atau Menerima. Kemudian menurut Pasal 19 ayat (2) apabila dalam jangka
ah

waktu 30 hari kerja Bupati atau Gubernur belum memberikan jawaban maka
R

si
Permohonannya dianggap sudah lengkap.;
Menimbang, bahwa mengenai hal tersebut Majelis berpendapat dalam hal ini

ne
ng

PT.Susantri Permai seharusnya lebih aktif dalam hal pengurusan mengenai


pengajuan perpanjangan IUP yang telah habis masa berlakunya tersebut dan sampai

do
gu

sekarang IUP PT.Susantri Permai belum diterbitkan oleh Bupati Kapuas tetapi
PT.Susantri Permai tetap melakukan kegiatan Land Clearing, bahwa sebagaimana
In
keterangan dan pendapat ahli ABDUL WAHAB, SP. Yang memberikan
A

keterangannya dipersidangan bahwa dengan berakhirnya IUP yang dimiliki PT.


ah

Susantri Permai yang sampai saat ini belum ada perpanjangan dari pihak yang
lik

berwenang, namun PT.Susantri Permai masih melakukan kegiatan perkebunan pada


tahun 2012 berupa pembukaan lahan baru dan penanaman kelapa sawit, dengan
m

ub

telah terbitnya surat Bupati Kapuas No.525/1897/Disbunhut.2009 tanggal 31


ka

Desember 2009 yang memerintahkan PT. Susantri Permai untuk menghentikan


ep

kegiatan operasional dan Izin usaha perkebunan yang sudah berakhir masa
ah

berlakunya dan tidak dibenarkan membuka lahan sebelum mendapat perijinan yang
R

sah, maka kegiatan PT. Susantri Permai yang dikerjakan pada tahun 2012 berupa
es

melakukan pembukaan lahan adalah merupakan kegiatan tanpa izin atau sah, bahwa
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 97
am

u b
Direktori
98 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
Bupati Kapuas boleh menghentikan kegiatan operasional kewajiban PT. Susantri

a
Permai terhadap surat penghentian operasional Bupati Kapuas tersebut PT.Susantri

si
Permai harus mentaatinya.;
Menimbang, bahwa dengan pertimbangan tersebut diatas oleh karena

ne
ng
PT.Susantri Permai berdasarkan surat Bupati Kapuas No.525/1897/Disbunhut.2009
tanggal 31 Desember 2009 yang memerintahkan PT. Susantri Permai untuk

do
gu
menghentikan kegiatan operasional dan Izin usaha perkebunan (IUP) yang sudah
berakhir masa berlakunya pada tanggal 30 oktober 2011 tetapi PT.Susantri Permai

In
A
masih tetap melakukan kegiatan Land Clearing untuk Perkebunan sebagaimana
kontrak kerja Land clearing dengan CV. Prima Tama Mandiri, sebagaimana surat
ah

lik
perjanjian kerja Land clearing /Rental Alat K/002/01/12-S2-Lc. Tanggal 02 Januari
2012, dan CV. Anugrah Sejahtera dengan Surat Perjanjian kerja Land clearing &
sewa alat K/0024/2012-S2-LC. tanggal 10 Februari 2012, yang ditandatangi oleh sdr.
am

ub
IWAN SETIA PUTRA selaku General Manager PT.Susantri Permai,
sdr.REVENTHIRAN TP NAMBIAR selaku Group Control Plantation dan terdakwa
ep
k

AKHSAN GANI WIJAYA selaku Direktur PT. Susantri, yang dalam pengerjaannya
ah

dikoordinir oleh IWAN SETIA PUTRA selaku general Manger PT.Susantri Permai.;
R

si
Maka dengan pertimbangan diatas Majelis berpendapat maka unsur
“Melakukan usaha budi daya tanaman perkebunan dengan luasan tanah tertentu

ne
ng

tidak memiliki izin usaha perkebunan” tersebut telah terpenuhi ;

do
gu

A.d.4. Unsur “Melakukan, turut serta melakukan perbuatan”.


Menimbang, bahwa rumusan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP secara lengkap,
In
A

yaitu : “dipidana sebagai pembuat (dader) sesuatu perbuatan pidana : mereka yang
melakukan, yang menyuruh lakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan”.;
ah

lik

Bahwa yang dimaksud dengan bersama-sama dalam surat dakwaan tersebut


adalah perbuatan penyertaan dalam arti kata ”turut serta melakukan” sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pengertian tentang “turut serta
m

ub

melakukan” dapat diketahui dari doktrin maupun yurisprodensi, yaitu : Menurut Prof.
ka

Mr. D. Simon dalam bukunya, “Leerboek vat het Nederland Strafrecht” halaman
ep

303-329 (dikutip dari buku Hukum Pidana Indonesia, Drs. P.A.F. Lamintang, SH, C.
ah

Djisman Samosir, SH., Penerbit Sibar Baru, Bandung) halaman 39 menyatakan


R

bahwa :
es
M

ng

on
gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
h

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
ik

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 98
am

u b
Direktori
99 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk
“Orang lain yang turut serta melakukan kejahatan itu dapat dianggap sebagai

a
pelaku, maka disitu dapat terjadi medepleger atau turut serta melakukan.

si
Mededaderschap itu menunjukkan tentang adanya kerjasama secara fisik untuk
melakukan sesuatu perbuatan, kerjasama fisik itu haruslah didasarkan pada

ne
ng
kesadaran bahwa mereka itu bekerjasama”.

Bahwa dalam perkara ini yang dimaksud dengan secara bersama-sama

do
gu
sebagaimana diatur dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, yaitu penyertaan
(deelneming) adalah turut melakukan atau medepelgen. Bahwa oleh karena dalam

In
A
praktek peradilan bentuk deelneming ini selalu terdapat seorang pelaku dan seorang
atau lebih yang turut melakukan tindak pidana yang dilakukan oleh pelakunya, maka
ah

lik
bentuk deelneming ini juga sering disebut sebagai suatu mededaderschap.

Bahwa apabila seseorang itu melakukan suatu tindak pidana, maka biasanya ia
am

ub
disebut sebagai seorang dader atau seorang pelaku, tetapi apabila beberapa orang
secara bersama-sama melakukan tindak pidana, maka setiap peserta di dalam tindak
ep
pidana itu sebagai mededader dari peserta atau peserta-peserta lain atau sebaliknya.
k
ah

R
Menimbang, bahwa menurut Yurisprodensi Mahkamah Agung RI dalam

si
putusan Nomor : 1395.K/Pid/1985 tanggal 24 September 1987 yang memutuskan

ne
ng

sebagai berikut : “Penerapan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ‘turut melakukan’, inisiatif
melakukan delik tidak harus timbul dari si pembuat (terdakwa)”.

do
Bahwa menurut Yurisprodensi Mahkamah Agung RI d