Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016

Hal. 39-47

PERTUMBUHAN SEMAI R. mucronata PADA TAMBAK WANAMINA DENGAN LEBAR


SALURAN INLET DAN KOMPOSISI MANGROVE YANG BERBEDA

Ruli Nur Hidayanti, Rini Budihastuti, Endah Dwi Hastuti

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Jalan Prof. H. Soedarto, SH,
Tembalang, Semarang 50275.

ABSTRAK

Tambak merupakan usaha perikanan dalam wilayah tertentu yang dikelola secara intensif
sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Peningkatan luas tambak memicu berkurangnya luas
mangrove akibat konversi lahan. Sistem pengelolan tambak yang berasosiasi dengan hutan mangrove
mulai dikembangkan dan dikenal dengan istilah wanamina. R. mucronata merupakan salah satu jenis
mangrove yang mempunyai peranan penting bagi lingkungan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pertumbuhan semai R. mucronata pada saluran inlet tambak wanamina dengan lebar
saluran dan komposisi mangrove yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x3. Faktor I yakni komposisi
mangrove (tunggal & campuran) dan faktor II yakni lebar saluran inlet (1m, 2m dan 3m). Hasil analisis
sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi dan diameter semai R. mucronata
pada masing-masing lebar saluran inlet dan komposisi mangrove yang berbeda menunjukkan hasil
yang tidak berbeda nyata selama 2 bulan pengamatan. Namun pada L3K1 (lebar saluran 3 meter dengan
komposisi mangrove tunggal) cenderung menghasilkan pertumbuhan tinggi dan diameter semai yang
lebih baik dari pada lebar saluran yang lain serta komposisi mangrove campuran.

Kata kunci: Pertumbuhan, Semai, R. mucronata, Wanamina

ABSTRACT

Fishpond as aqua culture in certain regions are managed intensively to obtain optimum results. Rising
the areas of fishpond induced decrease of mangroves areas due to land conversion. Managing sytem of
fishpond in association with mangrove forests began to be developed and known as silvofishery.
R. mucronata is one type of mangrove which has an important role for the environment of fishpond.
This research aims to know the growth of R. mucronata in duct inlet of silvofishery with different
width and mangrove compositions. This research was carried out axperimentally using Random
Design Group (RAK) factorial pattern 2x3. The first factor is the compositions of mangrove (single &
mix) and the second factor is inlet width (1 m. 2m, and 3 m). The result of the ANOVA analysis
showed that height, diameter growth on each inlet width and composition of different mangrove
showed that there is no significant difference of growth during two months research. However on L3K1
(3 meters inlet width with a single mangrove composition) produce heigh and diameter growth were
better than on the other inlet width and mixture composition of mangrove.

Key words : Growth, Seedling, R. mucronata, Silvofishery.


Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016
Hal. 39-47

PENDAHULUAN mangrove yang hidup didalamnya. Komposisi


Tambak merupakan usaha perikanan
mangrove pada tiap saluran inlet berhubungan
dalam wilayah tertentu yang dikelola secara
dengan pola kompetisi serta pertukaran nutien
intensif sehingga mendapatkan hasil yang
yang ada. Harjadi (1993) menyatakan bahwa
optimal. Peningkatan luas tambak memicu
pertumbuhan tanaman didefinsikan sebagai
berkurangnya luas mangrove akibat konversi
pertambahan ukuran yang dapat diketahui
lahan. Menurut Suparjo (2008) kegiatan
dengan adanya pertambahan panjang, diameter,
budidaya tambak yang terus menerus
dan luas bagian tanaman. Beberapa jenis
menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan,
mangrove dapat ditanam di tambak wanamina
yang ditandai dengan menurunnya kualitas air.
seperti R. mucronata dan A. marina. R.
Sistem pengelolan tambak yang berasosiasi
mucronata merupakan salah satu jenis
dengan hutan mangrove mulai dikembangkan
mangrove yang mempunyai peranan penting
dan dikenal dengan istilah wanamina atau
bagi lingkungan tambak. Semai R. mucronata
silvofishery. Tambak dengan sistem wanamina
diharapkan dapat tumbuh pada saluran inlet
telah banyak dikembangkan untuk
tambak wanamina. Saluran inlet dalam
meningkatkan produksi budidaya serta
penelitian ini maksudnya adalah saluran
melindungi kawasan tambak dari kerusakan.
masuknya suplai air untuk tambak/kolam
Menurut Sualia dkk., (2010)
budidaya.
penanaman/pemeliharaan mangrove dapat
Penelitian ini penting untuk dilaksanakan
meningkatkan daya dukung (carrying capacity)
karena belum ada penelitian yang
tambak, sehingga mampu menjaga kualitas air
menempatkan penanaman mangrove pada
dan menopang kehidupan komoditas yang
saluran dalam sistem wanamina, karena
dibudidayakan.
penerapan wanamina untuk saat ini
Pada tambak silvofishery terdapat saluran
ditempatkan di dalam kolam budidaya. Lebar
inlet, saluran ini berfungsi sebagai filter supaya
saluran inlet dan komposisi mangrove yang
air yang masuk ke dalam kolam budidaya lebih
sesuai perlu diketahui untuk memaksimalkan
baik kualitasnya sehingga mendukung
pertumbuhan semai R. mucronata sehingga
kehidupan komoditas yang dibudidayakan.
fungsi tambak wanamina dapat berjalan
Lebarnya saluran inlet berkaitan dengan
dengan baik.
kemampuannya untuk mengendapkan sedimen
lebih baik, serta berkaitan dengan kapasitas
METODE PENELITIAN
Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016
Hal. 39-47

Waktu dan Tempat ujungnya, meteran, jangka sorong, tabel


Penelitian dilakukan pada bulan Maret- pengamatan, alat tulis, dan kamera.
April 2015. Penelitian dilakukan di Desa
Cara Kerja
Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota
Semarang. Pengamatan lapangan dilakukan Pembuatan Petak Tambak dan Saluran
Tambak / kolam budidaya dipisahkan
secara berkala dengan periode pengamatan
oleh dua saluran yang terdiri atas saluran inlet
setiap 2 minggu sekali.
dan saluran outlet. Lebar saluran tersebut
antara lain 1 m , 2 m dan 3 m. Semai mangrove
Bahan dan Alat
ditanam pada masing-masing saluran dengan
Bahan-bahan yang digunakan dalam
komposisi yang terdiri atas mangrove tunggal
penelitian ini antara lain semai R. mucronata,
(R. mucronata) dan mangrove campuran
dan A. marina yang masing-masing berumur
(gabungan antara R. mucronata dan A. marina)
tiga bulan dari lahan persemaian. Alat yang
dalam satu saluran. Tambak / kolam budidaya
digunakan dalam penelitian ini antara lain : tali
berukuran 5x5 m. Berikut ini adalah desain
rafia, ajir yang telah diberi tanda (cat) pada
struktur tambak wanamina dalam penelitian:

Seleksi Semai bulan dan memiliki tinggi yang seragam. Semai


yang telah dipilih kemudian diangkut ke lokasi
Semai R. mucronata dan A. marina
penelitian.
yang dipilih adalah semai yang memiliki
kenampakan fenotipe yang sehat, berumur tiga
Penanaman Semai Mangrove
Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016
Hal. 39-47

Semai ditanam pada tiap saluran inlet Pengukuran tinggi semai menggunakan alat
yang berukuran 1x5 m, 2x5 m dan 3x5 m. bantu meteran.
Penanaman dilakukan dengan cara ajir b. Pertumbuhan diameter semai
ditancapkan di dalam lumpur kemudian semai Pengukuran diameter dilakukan bersamaan
mangrove ditanam disamping ajir dan diikat dengan pengukuran tinggi yaitu setiap 2
dengan tali rafia untuk melindungi semai agar minggu sekali. Diameter semai R.
tidak hanyut dan berubah posisi. Populasi mucronata diukur pada ketinggian tegakan
semai mangrove pada masing-masing ukuran 30 cm dari pangkal akar. Pengukuran
saluran terdiri atas komposisi jenis mangrove diameter semai menggunakan alat bantu
tunggal (hanya R. mucronata) dan campuran jangka sorong.
(R. mucronata dan A. marina).Semai mangrove Rancangan Penelitian
yang ditanam pada tiap lebar saluran inlet
Penelitian dilaksanakan secara eksperimental
memiliki jumlah yang berbeda, yaitu pada
berdasarkan Rancangan Acak Kelompok
saluran tambak dengan lebar 1 m ditanam
(RAK) pola faktorial 2x3. Faktor I yakni
5 semai, pada lebar saluran 2 m ditanam
komposisi mangrove (tunggal & campuran) dan
10 semai, dan pada lebar saluran 3 m ditanam
faktor II yakni lebar saluran inlet (1m, 2m dan
15 semai. Jumlah ulangan sebanyak 3 kali.
3m).
Jarak tanam antar masing-masing individu
Analisis Data
mangrove yakni 1m x 1m.
Data pertumbuhan yang diperoleh
dianalisis secara statistik menggunakan uji
Pengumpulan Data
Pengamatan dilakukan selama dua bulan sidik ragam satu arah (ANOVA), untuk
dengan parameter yang diamati meliputi normalitas distribusi data serta menguji
pertumbuhan tinggi semai dan pertumbuhan kehomogenan data menggunakan uji One-
diameter semai. Adapun teknik pengambilan Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Apabila
data pada tiap parameternya adalah sebagai terdapat beda nyata maka dilakukan uji Duncan
berikut: Multiple Range Test pada taraf kepercayaan
a. Pertumbuhan tinggi semai 95%.
Tinggi semai R. mucronata diukur dari
pangkal akar sampai ke ujung tanaman.
Pertumbuhan tinggi semai R. Mucronata
HASIL DAN PEMBAHASAN
Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016
Hal. 39-47

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa interaksi antara lebar saluran inlet dan
lebar saluran inlet, komposisi mangrove serta komposisi mangrove tidak berpengaruh
terhadap tinggi semai R. mucronata (p > 0.05).

Tabel 1. Rerata pertumbuhan tinggi (cm) semai 3 meter dengan komposisi mangrove tunggal)
R. mucronata berdasarkan lebar
menghasilkan pertumbuhan tinggi semai yang
saluran inlet dan komposisi mangrove
yang berbeda lebih baik. Hasil tidak beda nyata tersebut
Lebar
Saluran diduga karena dalam 2 bulan pengamatan,
Komposisi
mangrove semai mangrove masih dalam proses adaptasi
L1 L2 L3
K1 7 8 8,67 terhadap cekaman lingkungan, sehingga energi
K2 7,67 7 7,67 lebih banyak digunakan untuk menghadapi
Keterangan :
L1 = Lebar saluran 1 m kondisi lingkungan yang kurang
L2 = Lebar saluran 2 m
L3 = Lebar saluran 3 m menguntungkan.
K1 = Komposisi mangrove tunggal (R. mucronata)
K2 = Komposisi mangrove campuranl (R. mucronata & A. Perlakuan L3K1 (lebar saluran 3 meter
marina)
dengan komposisi mangrove tunggal)
10 menghasilkan pertumbuhan tinggi semai yang
Pertumbuhan Tinggi

8
Semai (cm)

6 lebih baik dari pada lebar saluran yang lain dan


4 komposisi mangrove campuran. Hal ini diduga
2
karena pada lebar saluran 3 meter memiliki
0
L1 L2 L3 kisaran suhu rata-rata yang lebih rendah yakni
Komposisi Tunggal Komposisi Campuran sebesar 32,23oC dari pada lebar saluran 1 meter

Gambar 1. Histogram rerata pertumbuhan tinggi dan 2 meter yang memiliki kisaran suhu rata-
(cm) semai R. mucronata berdasarkan rata yang lebih besar yakni 32,75oC dan
lebar saluran dan komposisi mangrove
yang berbeda 32,79oC. Suhu air yang terdapat pada saluran
inlet tambak wanamina ini merupakan suhu
Berdasarkan tabel 1 dan gambar 1 yang masih dalam kisaran normal bagi
menunjukkan bahwa rerata pertumbuhan tinggi pertumbuhan semai mangrove. Hal ini sesuai
semai R. mucronata pada masing-masing lebar dengan pendapat Muhamaze (2008) yang
saluran dan komposisi mangrove yang berbeda menyatakan bahwa temperatur rata-rata yang
menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata mendukung pertumbuhan mangrove maksimal
selama 2 bulan pengamatan. Namun ada sebesar 32oC pada siang hari dan minimal 23oC
kecenderungan bahwa pada L3K1 (lebar saluran
Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016
Hal. 39-47

pada malam hari. Hal ini juga dinyatakan oleh pertumbuhan tinggi yang baik diperoleh pada
Gilman et al., (2008) bahwa kisaran suhu salinitas yang rendah, hal ini terjadi karena
optimal bagi fotosintesis mangrove yaitu 28- tumbuhan mangrove bukan merupakan
32oC, sedangkan suhu >38oC mengakibatkan tumbuhan yang membutuhkan garam (salt
terhentinya proses fotosintesis pada daun. demand) tetapi tumbuhan yang toleran terhadap
Kenaikan suhu memberikan pengaruh negatif garam (salt tolerance).
bagi pertumbuhan tinggi semai mangrove. Komposisi mangrove tunggal (hanya R.
Faktor lain yang menyebabkan lebar mucronata saja dalam satu saluran) pada lebar
saluran 3 meter dengan komposisi mangrove saluran yang lebih besar menyebabkan semai
tunggal cenderung menghasilkan pertumbuhan mangrove lebih mudah untuk mendapatkan
tinggi semai lebih baik yakni disebabkan oleh ruang untuk tumbuh, serta suplai nutrien yang
salinitas air pada lebar saluran tersebut. dibutuhkan untuk pertumbuhannya.
Salinitas rata-rata pada masing-masing lebar Pertumbuhan tinggi semai dipengaruhi oleh
saluran 1 m, 2m, 3m berturut-turut adalah aktivitas jaringan meristem yakni meristem
26,33 ppt, 26,93 ppt, 25,71 ppt. Lebar saluran 3 apikal, dimana dengan adanya meristem ini,
meter memiliki salinitas rata-rata lebih kecil tumbuhan dapat bertambah tinggi dan panjang.
dari pada dua lebar saluran yang lain. Hal inilah Pertumbuhan ini menyebabkan akar dan batang
diduga yang menyebabkan pertumbuhan tinggi bertambah panjang. Pertumbuhan tanaman
semai R. mucronata pada lebar saluran tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan
cenderung lebih baik dari pada pertumbuhan sekitar. Cahaya selain berperan penting dalam
tinggi semai pada lebar saluran yang lain. Hal proses fotosintesis juga berpengaruh terhadap
tersebut sesuai dengan pernyataan Hutahaean, pertumbuhan tinggi semai.
dkk (1999), bahwa pada umumnya respon

Pertumbuhan diameter semai R. Mucronata lebar saluran inlet dan komposisi


Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa mangrove yang berbeda
lebar saluran inlet, komposisi mangrove serta
Komposisi Lebar
interaksi antara lebar saluran inlet dan mangrove Saluran

komposisi mangrove tidak berpengaruh L1 L2 L3


K1 0,42 0,43 0,45
terhadap diameter semai R. mucronata (p >
K2 0,40 0,38 0,37
0.05). Keterangan :
L1 = Lebar saluran 1 m
Tabel 2. Rerata pertumbuhan diameter (cm) L2 = Lebar saluran 2 m
semai R. mucronata berdasarkan L3 = Lebar saluran 3 m
Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016
Hal. 39-47

K1 = Komposisi mangrove tunggal (R. mucronata) menimbulkan pertambahan diameter


K2 = Komposisi mangrove campuranl (R. mucronata &
A. marina) tumbuhan.
0.50 Hasil tidak beda nyata terhadap
Pertumbuhan Diameter (cm)

0.40 pertumbuhan diameter semai R. mucronata


0.30 pada masing-masing lebar saluran dan
0.20
komposisi mangrove yang berbeda tersebut
0.10
0.00 diduga karena rentang penelitian yang relatif
L1 L2 L3 singkat dan pengaruh faktor lingkungan yakni
Komposisi Tunggal Komposisi Campuran
rendahnya pasang surut dimusim kemarau yang
menyebabkan minimnya pertukanran air pada
Gambar 2. Histogram rerata pertumbuhan diameter
(cm) semai R. mucronata berdasarkan masing-masing saluran yang berdampak pada
lebar saluran dan komposisi mangrove
pertukaran nutrien pada masing-masing lebar
yang berbeda
saluran tidak berjalan maksimal. Pertumbuhan
Berdasarkan tabel 2 dan gambar 2
diameter berlangsung apabila keperluan hasil
menunjukkan bahwa rerata pertumbuhan
fotosintesis untuk respirasi, pertumbuhan akar
diameter semai R. mucronata pada masing-
dan tinggi telah terpenuhi (Latifah, 2004).
masing lebar saluran dan komposisi mangrove
Perlakuan L3K1 (lebar saluran 3 meter
yang berbeda menunjukkan hasil yang tidak
dengan komposisi mangrove tunggal)
berbeda nyata selama 2 bulan pengamatan.
cenderung menghasilkan pertumbuhan
Namun ada kecenderungan bahwa pada L3K1
diameter semai yang lebih baik dari pada lebar
(lebar saluran 3 meter dengan komposisi
saluran yang lain dan komposisi mangrove
mangrove tunggal) menghasilkan pertumbuhan
campuran. Hal ini dikarenakan pengaruh
diameter semai yang lebih baik dari pada lebar
beberapa faktor lingkungan yakni suhu,
saluran yang lain dan komposisi mangrove
salinitas dan cahaya matahari yang diterima
campuran. Pertumbuhan diameter semai
oleh semai R. mucronata. Suhu dan salinitas
dipengaruhi oleh aktivitas jaringan meristem
pada lebar saluran 3 meter dengan komposisi
yakni meristem lateral. Meristem lateral atau
mangrove tunggal mempunyai nilai yang lebih
meristem samping adalah meristem yang
kecil dari pada suhu dan salinitas pada lebar
menyebabkan pertumbuhan ke arah samping
saluran yang lain pada komposisi campuran.
(membesar), terletak sejajar dengan permukaan
Suhu berperan penting dalam proses fisiologi
organ. Aktivitas jaringan meristem lateral
yang dapat mempengaruhi proses-proses dalam
suatu ekosistem mangrove seperti fotosintesis
Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016
Hal. 39-47

dan respirasi. Pertumbuhan diameter batang diterima oleh semai R. mucronata. Hal ini
sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya sesuai dengan pendapat Marjenah (2001), Pada
salinitas air. Salinitas yang tinggi dapat saaat tanaman mendapatkan cahaya yang cukup
mengganggu aktivitas dari meristem lateral. untuk aktivitas fisiologisnya maka tanaman
Kurniasari, dkk (2010) menyatakan bahwa cenderung melakukan pertumbuhan kesamping
gangguan pada meristem lateral terjadi akibat (diameter).
keterbatasan penyerapan air oleh akar yang
disebabkan oleh tingginya tekanan osmotik
SIMPULAN
dalam larutan tanah akibat adanya NaCl. Pertumbuhan tinggi dan diameter semai
Pada komposisi mangrove tunggal di R. mucronata pada masing-masing lebar
lebar saluran 3 meter semai R. mucronata saluran inlet dan komposisi mangrove yang
diduga mendapatkan cahaya yang cukup dari berbeda menunjukkan hasil yang tidak berbeda
pada cahaya yang diterima oleh semai R. nyata selama 2 bulan pengamatan. Namun ada
mucronata pada komposisi mangrove kecenderungan perlakuan pada L3K1 (lebar
campuran. Hal ini dikarenakan pada komposisi saluran 3 meter dengan komposisi mangrove
mangrove tunggal tidak ada naungan seperti tunggal) menghasilkan pertumbuhan tinggi dan
pada komposisi mangrove campuran dimana diameter semai yang lebih baik dari pada lebar
daun semai A. marina sangat banyak dan saluran yang lain serta komposisi mangrove
rimbun yang dapat menghalangi cahaya yang campuran.

DAFTAR PUSTAKA Bergaram NaCl terhadap Pertumbuhan


Tanaman Nilam. Bul. Litro. Vol. 21 No.1
Gilman, E., Ellinson, J., Duke, N.C & Field, C. Latifah S. 2004. Pertumbuhan Dan Hasil
2008. Threats to Mangroves from Tegakan Eucalyptus Grandis di Hutan
Climate Change and adaption options: a Tanaman Industri. USU. Medan.
review. Aquatic Botany. 89(2): 237-250. Marjenah. 2001. Pengaruh Perbedaan Naungan
Harjadi, M.M.S.S. 1993. Pengantar Agronomi. di Persemaian Terhadap Pertumbuhan
Gramedia pustaka utama. dan Morfologi Dua Jenis Semai Meranti,
Hutahaean E, Cecep K dan Helmy R. D. 1999. dalam Pengaruh Perbedaan Naungan
Studi Kemampuan Tumbuh Anakan Terhadap Pertumbuhan Semai Shorea sp
Mangrove Jenis Rhizophora Mucronata, di persemaian, Irwanto. 2006. Tesis.
Bruguiera Gimnorrhiza dan Avicennia Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Marina Pada Berbagai Tingkat Salinitas.
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol.
V, No. 1 : 77-85.
Kurniasari A. M, Adisyahputra dan Rosihan R. Muhamaze. 2008. Introduction to Mangrove
2010. Pengaruh Kekeringan pada Tanah Ecosystem (Mengenal Ekosistem
Mangrove), dalam Kontribusi
Jurnal Biologi, Volume 5 No 1, Januari 2016
Hal. 39-47

Parameter Oseanografi Fisika terhadap


Distribusi Mangrove di Muara Sungai
Pangkajene. Jurnal Sains dan Teknologi
. 9 : 210-217.
Sualia, I., Eko B.P., dan I N.N. Suryadiputra.
2010. Panduan Pengelolaan Budidaya
Tambak Ramah Lingkungan di Daerah
Mangrove. Wetlands International
Indonesia Programme.Bogor.
Suparjo, M.N. 2008. Daya Dukung Lingkungan
Perairan Tambak Desa Mororejo
Kabupaten Kendal. Jurnal Saintek
Perikanan.Vol. 4(1): 50 – 55.