Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR-DASAR PEMULIAAN TANAMAN

ACARA I
PENCANDRAAN TANAMAN

Disusun oleh:
Nama : Yulinda Tyas Sugihartatik
NIM : 17/409600/PN/14988
Gol./Kel. : A4

RUANG MENDEL
LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN
DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2019
ACARA I
PENCANDRAAN TANAMAN

A. Hasil Pengamatan
a) Tanaman Cabai Hias (Capsicum spp)
1. Akar

2. Batang

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


peibadi pribadi pribadi

3. Daun

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


Sumber : Dokumentasi
pribadi Pribadi
pribadi
4. Bunga

5. Buah

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


pribadi pribadi pribadi

b) Tanaman Puring (Codiaeum variegatum)


1. Akar

Sumber : Dokumentasi
Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi
pribadi pribadi pribadi
2. Batang

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


pribadi Pribadi Pribadi

3. Daun

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


pribadi Pribadi Pribadi

4. Bunga
5. Buah

c) Tanaman Terong Hijau (Solanum melongena)


1. Akar

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


pribadi pribadi pribadi

2. Batang

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


pribadi pribadi pribadi
3. Daun

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


pribadi pribadi pribadi

4. Bunga

5. Buah

Sumber : Dokumentasi
pribadi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi
pribadi pribadi
d) Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena)
1. Akar

Sumber : Dokumentasi
Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi pribadi
pribadi pribadi

2. Batang

Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi


pribadi pribadi pribadi

3. Daun

Sumber : Dokumentasi
Sumber : Dokumentasi Sumber : Dokumentasi
pribadi
pribadi pribadi
4. Bunga

5. Buah

Sumber : Dokumentasi
Sumber : Dokumentasi Sumber : Rukmana, R.,
pribadi
pribadi 1995

Tabel Pencandraan
Tabel 1. Karakter Morfologi Tanaman Cabai Hias (Capsicum spp)
Karakter Morfologi Karakter
1. VEGETATIF
1.1.Bentuk tanaman Tegak
1.2.Tinggi tanaman (cm) 27
1.3.Lebar tajuk 13
1.4.Warna batang hijau dengan sedikit garis ungu
1.5.Warna ungu pada ruas ungu muda
1.6.Kerapatan rambut pada daun gundul
1.7.Tipe rambut pada daun tidak memiliki
1.8.Panjang daun (cm) 4,3
1.9.Lebar daun (cm) 1,6
1.10. Bentuk daun lanset
1.11. Warna daun hijau
2. PEMBUNGAAN
2.1.Jumlah tangkai bunga per ruas dua tangkai per ruas
2.2.Posisi bunga waktu mekar tegak
2.3.Sudut antara bunga dengan tangkai 90º
2.4.Warna mahkota putih dengan tepi ungu
2.5.Bercak mahkota ungu
2.6.Warna kepala sari ungu
2.7.Warna tangkai sari ungu
2.8.Warna kepala putik ungu
2.9.Warna tangkai putik putih
2.10. Posisi putik saat mekar penuh masuk
2.11. Mandul jantan tidak ada
3. BUAH
3.1.Posisi buah tegak
3.2.Bentuk buah memanjang
3.3.Bentuk pangkal buah tidak berpundak
3.4.Bentuk ujung buah runcing
3.5.Tambahan ujung buah tidak ada
3.6.Pangkal leher buah tidak ada
3.7.Panjang buah (saat panen) pendek
3.8.Panjang tangkai buah (cm) 2,7
3.9.Warna buah belum masak hijau
3.10. Intensitas warna buah belum masak sedang
3.11. Warna buah belum masak masak ungu
3.12. Warna buah masak ungu
3.13. Intensitas warna buah masak pekat
3.14. Penyempitan buah berbeda dan segaram pada seluruh tanaman
3.15. Bentuk tepi kelopak buah sedang
3.16. Keteguhan buah gigih
3.17. Pembentukan buah banyak
Tabel 2.1 Tabel Pencandraan Tanaman Puring 1 (Codiaeum variegatum)
Karakter Morfologi Helaian
No. Karakter
Daun
1 Panjang helaian daun (p) (cm) 14 cm
2 Lebar helaian daun (l) (cm) 1.1 cm
3 Rasio helaian daun (p/l) 12.7 cm
4 Bentuk helaian daun Lanset (lanceolate)
5 Bentuk pangkal helaian daun Membulat (rounded)
6 Bentuk ujung helaian daun Tumpul (obtuse)
Bergelombang melipat ke bawah
7 Bentuk tepi helaian daun
(undulate-revolute)
8 Pertulangan menyirip daun Tidak jelas terlihat
9 Bentuk permukaan helaian daun Bergelombang (sinuate)
10 Penjang tangkai daun (cm) 0.5 cm
11 Warna tangkai daun Hijau
12 Warna pertulangan daun Hijau

Tabel 2.2 Tabel Pencandraan Tanaman Puring 2 (Codiaeum variegatum)


No. Karakter Morfologi Helaian Daun Karakter
1 Panjang helaian daun (p) (cm) 20.01- 30.0 cm
2 Lebar helaian daun (l) (cm) Kurang dari 5 cm
3 Rasio helaian daun (p/l) 5.01-10.0 cm
4 Bentuk helaian daun Lonjong (elliptic)
5 Bentuk pangkal helaian daun Tumpul (obtuse)
6 Bentuk ujung helaian daun Meruncing (acuminate)
7 Bentuk tepi helaian daun Rata (entire)
8 Pertulangan menyirip daun Tidak jelas terlihat
9 Bentuk permukaan helaian daun Datar (straight)
10 Penjang tangkai daun (cm) 2.51-5.0 cm
11 Warna tangkai daun Hijau keunguan
12 Warna pertulangan daun Merah
Tabel 3. Karakter Morfologi Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena)
No. Karakter Morfologi Tanaman Terong Ungu (Solanum Karakter
melongena)
1. Vegetatif
1.1. Pertumbuhan tanaman Tegak lurus
1.2. Panjang helain daun Intermediet (̴ 20 cm)
1.3. Lebar helaian daun Intermediet (̴ 10 cm)
1.4. Pola ujung daun Intermediet (tengah)
1.5. Ujung helaian daun (̴ 45 )ͦ
1.6. Duri daun Tidak ada
1.7. Rambut daun Sangat sedikit (< 20)
1.8. Periode perkecambahan -
1.9. Tinggi tanaman Tinggi (̴ 100 cm)
1.10. Luas tanaman Sangat sempit (<30 cm)
1.11. Percabangan tanaman Sangat lemah (̴ 2)
1.12. Panjang tangkai daun Sangat panjang
(>100mm)
1.13. Warna tangkai daun Hijau
1.14. Warna helaian daun Hijau
1.15. Hasil daun per tanaman -
1.16. Rasa daun -
1.17. Persentase bahan kering daun -
1.18. Daun steroid glikol-alkaloid -
2. Perbungaan dan Buah
2.1.Jumlah bunga per perbungaan -
2.2. Warna daun mahkota -
2.3.Panjang buah Panjang (̴ 10 cm)
2.4.Luas buah Intermediet ( ̴ 3 cm)
2.5. Panjang buah / rasio luas Sedikit lebih panjang
dari luas
2.6.Lengkungan buah Tidak ada
2.7.Persilangan buah Sirkular, tidak ada alur
2.8. Bentuk buah ½ dari dasar ke ujung
2.9. Bentuk ujung buah Bulat
2.10. Warna buah pada kematangan komersial Hitam ungu
2.11. Distribusi warna buah pada kematangan komersial -
2.12. Warna buah pada kematangan fisiologi -
2.13. Kepadatan daging buah -
2.14. Panjang relatif kelopak buah Intermediet ( ̴ 50%)
2.15. Rambut kelopak buah Tidak ada
2.16. Posisi buah Gantung
2.17. Waktu berbunga -
2.18. Jumlah bunga hemprodit per perkembangan -
2.19. Panjang gaya relatif -
2.20. Produksi polen -
2.21. Panjang buah pedikel -
2.22. Rambut buahp pedikel -
2.23. Jumlah lokus tiap buah -
2.24. Jumlah buah tiap perkembangan -
2.25. Jumlah buah tiap tanaman 2
2.26. Hasil buah tiap tanaman -
2.27. Rasa buah -
2.28. Transportabilitas buah -
2.29. Keksesuain buah -
2.30. Presentase bahan kering buah -
2.31. Buah steroid glikol-alkaloid -

Tabel 4. Karakter Morfologi Tanaman Terong Hijau (Solanum melongena)


No. Karakter Morfologi Tanaman Terong Hijau (Solanum Karakter
melongena)
1. Vegetatif
1.1. Pertumbuhan tanaman Intermediet (tengah)
1.2. Panjang helain daun Intermediet (̴ 20 cm)
1.3. Lebar helaian daun Lebar (̴ 15 cm)
1.4. Pola ujung daun Intermediet (tengah)
1.5. Ujung helaian daun (̴ 45 )ͦ
1.6. Duri daun Sangat banyak (>20)
1.7. Rambut daun Intermediet (50-100)
1.8. Periode perkecambahan -
1.9. Tinggi tanaman -
1.10. Luas tanaman -
1.11. Percabangan tanaman Intermediet
1.12. Panjang tangkai daun Sangat pendek (<5 mm)
1.13. Warna tangkai daun Hijau
1.14. Warna helaian daun Hijau
1.15. Hasil daun per tanaman -
1.16. Rasa daun -
1.17. Persentase bahan kering daun -
1.18. Daun steroid glikol-alkaloid -
2. Perbungaan dan Buah
2.1.Nomor dari bunga per perbungaan -
2.2. Warna daun mahkota -
2.3.Panjang buah Panjang ( ̴ 10 cm)
2.4.Luas buah Luas ( ̴ 5 cm)
2.5. Panjang buah / rasio luas Dua kali lebih panjang
2.6.Lengkungan buah Tidak ada
2.7.Persilangan buah Sirkular, tidak ada alur
2.8. Bentuk buah ½ dari dasar ke ujung
2.9. Bentuk ujung buah Menonjol
2.10. Warna buah pada kematangan komersial -
2.11. Distribusi warna buah pada kematangan komersial -
2.12. Warna buah pada kematangan fisiologi -
2.13. Kepadatan daging buah -
2.14. Panjang relatif kelopak buah Intermediet (̴ 50%)
2.15. Rambut kelopak buah Banyak ( ̴ 20)
2.16. Posisi buah Gantung
2.17. Waktu berbunga -
2.18. Jumlah bunga hemprodit per perkembangan -
2.19. Panjang gaya relatif -
2.20. Produksi polen -
2.21. Panjang buah pedikel -
2.22. Rambut buahp pedikel -
2.23. Jumlah lokus tiap buah -
2.24. Jumlah buah tiap perkembangan -
2.25. Jumlah buah tiap tanaman 1
2.26. Hasil buah tiap tanaman -
2.27. Rasa buah -
2.28. Transportabilitas buah -
2.29. Keksesuain buah -
2.30. Presentase bahan kering buah -
2.31. Buah steroid glikol-alkaloid -
B. Pembahasan
Pencandraan yaitu teknik penggambaran sifat-sifat tanaman dalm bentuk tulisan
verbal yang dilengkapi oleh gambar, data penyebaran, habitat, asal usul, dan manfaat dari
tanaman. Pecandraan tanaman dapat dilakukan pada tingkat kingdom, divisi, kelas, ordo,
family, genus, dan spesies. Pencandraan terhadap tingkat spesies sangat penting
fungsinya dalam kegiatan pemuliaan tanaman (Issirep, 2005).
Pemuliaan tanaman yang terdiri atas tiga gatra, yaitu variabilitas, seleksi, dan
hibridisasi (Kartikaningrum et al., 2004). Pencandraan tanaman berfungsi sebagai
petujuk adanya variabilitas pada tanaman sehingga dapat melakukan seleksi dalam
kegiatan pemuliaan tanaman dan membedakan keragaman yang ada pada tingkat spesies,
serta langkah dalam pengamatan dan identifikasi plasma nutfah dengan berbagai sifat
penting. Karakterisasi atau pencandraan merupakan langkah awal untuk menunjang
program pemuliaan sebelum melakukan seleksi. Setelah dilakukan seleksi maka dapat
dilakukan hibridisasi sehingga dapat menghasilkan tanaman yang unggul.
Manfaat dari teknik pencandraan ini adalah untuk mengetahui beberapa varietas
tanaman berdasarkan karakter morfologinya dan juga agar dapat mengetahui perbedaan-
perbedaan karakter antar varietas dalam satu komoditas tanaman seperti contohnya
tanaman terong yang digunakan untuk pengamatan dalam praktikum ini. Kedua spesies
tersebut memiliki berbagai bentuk, ukuran daun, bunga, buah, batang dan akar. Selain
itu, pencandraan tanaman berfungsi untuk menunjukan adanya varibilitas pada tanaman,
melakukan seleksi, membedakan keragaman pada tingkat spesies, dan sebagai langkah
dalam indentifikasi plasma nutfah, Oleh karena itu, pencandraan ini penting dilakukan.
Metode yang digunakan dalam praktikum ini yaitu dengan survey atau metode
penelitian kualitatif. Pertama- pertama yang harus dilakukan praktikan yaitu lokasi yang
akan digunakan sebagai tempat pengamatan perlu ditentukan terlebih dahulu, yang mana
pada lokasi tersebut juga terdapat jenis tanaman yang akan diamati. Setelah itu,
pengamatan dilakukan terhadap batang, buah, bunga, dan daun dan dilakukan
karakterisasi. Selanjutnya, pengumpulan dan pengolahan data dilakukan dengan
deskriptif yaitu dengan digambarkannya ciri-ciri morfologi seperti: bentuk batang, buah,
bunga, akar, dan daun dari tanaman terong hijau dan terong ungu.
Dalam tata nama (sistematika) tumbuhan, tanaman terung diklasifikasikan sebagai
berikut :

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Dycotyledonae

Ordo : Tubiflorae

Famili : Solanaceae

Spesies : Solanum melongena L. (Rukmana, 1995)

Terong (Solanum melongena L.) adalah tanaman sayuran penting secara ekonomi
yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan sedang di dunia. Terong meiliki famili
Solanaceae dan genus Solanum dengan sekitar 2.300 spesies yang dikenal di seluruh
dunia (David et al., 2018). Terong (Solanum melongena L.) adalah anggota Solanaceae, famili
tanaman besar yang terdiri lebih dari 3000 spesies termasuk tanaman penting seperti tomat
(Solanum lycopersicum L.), kentang (Solanum tuberosum L.), lada (Capsicum annuum L.) , dan
tembakau (Nicotiana tabacum L.). Terong diwakili oleh tiga spesies yang dibudidayakan: S.
macrocarpon L. dan S. aethiopicum L., yang berasal dari daerah Afrika yang luas dan
dibudidayakan secara lokal, dan S. melongena L. yang dibudidayakan di seluruh dunia
(Toppino et al., 2016). Terong (Solanum melongenae L) merupakan tumbuhan asli India
dan Sri Lanka (Adam et al., 2017).
Pada pecandraan tanaman terong ungu diketahui bahwa pertumbuhan tanaman tegak
lurus. Terong ungu meiliki panjang helaian daun, lebar helaian daun, dan pola ujung
daun yang sama yaitu intermediet. Teron ungu pada praktikum ini memilki rambut daun
yang sangat sedikit dan tidak memiliki duri daun. Tinggi tanaman terong ungu tergolong
tinggi (̴ 100 cm) , luas tanaman tergolong sangat sempit (<30 cm), percabangan tanaman
sangat lemah (̴ 2) , dan panjang tangkai daun sangat panjang (>100 mm). Tangkai daun
dan helain daun tanaman terong ungu berwarna hijau. Panjang buah tergolong panjang ( ̴
10 cm) yang sedikit lebih panjang dari luas. Luas buah tergolong intermediet (̴ 3 cm).
Tanaman terong ungu tidak memiliki lengkungan buah dan jenis persilangan buah
tergolong sirkular (tidak ada alur). Bentuk buah ½ dari dasar ke ujung dengan bentuk
ujung yang bulat dan buah berwarna ungu kehitaman. Kelopak buah memiliki panjang
relative tergolong intermediet ( ̴ 50 %) dan tidak meiliki rambut pada kelopak buahnya
serta posisi buah menggantung pada tangkai.
Pada pecandraan tanaman terong hijau diketahui bahwa pertumbuhan tanaman
intermediet. Terong hijau memiliki panjang helaian daun, dan pola ujung daun yang
sama yaitu intermediet, sedangkan lebar helaian daunnya tergolong lebar (̴ 15 cm).
Terong hijau pada praktikum ini memilki rambut daun intermediet (50-100) dan duri
daun sangat banyak. Percabangan tanaman intermediet , dan panjang tangkai daun sangat
pendek (< 5 mm). Tangkai daun dan helain daun tanaman terong hijau berwarna hijau.
Panjang buah tergolong panjang ( ̴ 10 cm) yang dua kali lebih panjang dari luas. Luas
buah tergolong luas (̴ 5 cm). Tanaman terong hijau tidak memiliki lengkungan buah dan
jenis persilangan buah tergolong sirkular (tidak ada alur). Bentuk buah ½ dari dasar ke
ujung dengan bentuk ujung yang menonjol . Kelopak buah memiliki panjang relative
tergolong intermediet ( ̴ 50 %) dan meiliki rambut pada kelopak buahnya yang banyak (̴
20) serta posisi buah menggantung pada tangakai.
Terong termasuk tanaman setahun berbentuk perdu. Batangnya rendah, pendek,
berkayu, dan bercabang.Tinggi tanaman bervariasi antara 50-150 cm, tergantung dari
jenis dan varietasnya. Permukaan kulit batang, cabang ataupun daun tertutup oleh bulu-
bulu halus. Daunya berbentuk bulat panjang dengan pangkal dan ujungnya sempit,
namun bagian tengahnya lebar. Letak daun berselang- seling dan bertangkai pendek.
Bunga terong bentuknya mirip bintang, berwarna biru atu lembayung cerah atau sampai
warna yang lebih gelap. Bunga terong tidak mekar secara serempak dan penyerbukan
bunga dapat berlangsung secara silang ataupun menyerbuk sendiri (Rukmana, 1995).
Terong merupakan tanaman yang termasuk dalam golongan indeterminate, artinya
pertumbuhannya tidak diakhiri dengan tumbuhnya bunga dan buah. Umur panennya
relatif lama dan pertumbuhan batangnya relatif lambat.. Hal ini menyebabkan tanaman
terung lebih banyak memproduksi pertumbuhan vegetatif dibanding dengan tanaman
determinate lainnya (Wiryanta, 2004). Terong memiliki buah yang sangat beragam , baik
dalam bentuk dan ukuran maupun warna kulitnya.Dari segi bentuk buah , ada yang bulat
, bulat – panjang, dan setengah bulat. Ukuran buah mulai dari kecil sampai besar. Warna
kulit buah umumnya ungu, hijau keputih-putihan, putih, putih keungu-unguan , dan
hitam atau ungu tua. Buah terong meghasilkan biji yang ukurannya kecil-kecil berbentuk
pipih dan berwarna cokelat muda. Tanaman terong memiliki akar tunggang dan cabnag-
cabang akar yang dapat menembus kedalaman tanah sekitar 80 – 100 cm (Rukmana,
1995).
Hubungan terong hijau dengan terong ungu adalah morfologi antara tanaman terong
hijau dengan terong ungu hampir sebagian besar sama. Hal ini karena tanaman terong
hijau dan terong ungu masih berada dalam satu spesies hanya berbeda varietas. Oleh
karena itu, tanaman terong hijau dengan terong ungu memiliki hubungan kekerabatan.
Perbedaan yang paling menonjol antara keduanya adalah warna buah terong. Terong
memiliki gen pengatur warna buah yang berbeda, yaitu gen pengatur warna ungu dan
warna hijau, sedangkan warna daging buah terong pada umumnya sama, yaitu putih.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh, makadapatdisimpulkanbahwa:
1. Teknik yang digunakan dalam praktikum ini yaitu dengan survey atau metode penelitian
kualitatif (pengamatan secara langsung).
2. Perbedaan karakter antar varietas tanaman dalam satu komoditas tanaman terong adalah
warnah buah terong.
Daftar Pustaka

Adam, K., N. Aini dan R. Soelistyono. 2017. Kajian thermal unit terhadap pertumbuhan dan
produksi tanaman terong (Solanum melongena l.) Pada kerapatan tanaman dan pemberian
mulsa hitam pera. Jurnal Produksi Tanaman. 5 (6) : 880-885.

David, T.S., F. Olamide, D. O. A. Yusuf, A. Abdulhakeem dan M. L. Muhammad. 2018. Effects


of gamma irradiation on the agro-morphological traits of selected Nigerian eggplant
(Solanum aethiopicum L.) accession. GSC Biological and Pharmaceutical Science. 2 (3) :
023–030.

Issirep, S. 2005. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Departemen Pendidikan Dan


Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Jakarta.
Kartikaningrum, S., D. Widiastoety, dan K. Effendie. 2004. Panduan Pencandraan Tanaman Hias
: Anggrek dan Anthurium. Departemen Pertaniian Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian Komisi Nasional Plasma Nutfah. Bogor.

Rukmana, R. 1995. Bertanam Terong. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Toppino,L. L. Barchi, R. L. Scalzo, E. Palazzolo, G. Francese, M. Fibiani, A.D. Alessandro, V.


Papa, V. A. Laudicina, L. Sabatino, L. Pulcini, T. Sala1, N. Acciarri, E. Portis, S. Lanteri,
G. Mennella dan G. L. Rotino. 2016. Mapping quantitative trait loci affecting biochemical
and morphological fruit properties in eggplant (Solanum melongena L.). Frontiers in Plant
Science. 7 : 1-16.

Wiryanta, B. T. W. 2004. Bertanam Tomat. Agromedia Pustaka, Jakarta.


Lampiran

Gambar 1. Blanko Terong Hijau (Solanum melongena)


Gambar 2. Blanko Terong Hijau (Solanum melongena)
Gambar 3. Blanko Tanaman Puring (Codiaeum variegatum)
Gambar 4. Blanko Tanaman Puring (Codiaeum variegatum)
Gambar 5. Balnko Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena)
Gambar 6. Blanko Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena)
Gambar 7. Blanko Tanaman Cabai Hias (Capsicum spp)
Gambar 8. Blanko Tanaman Cabai Hias (Capsicum spp)
Gambar 9. Daun Cabai Hias Gambar 10. Buah Cabai Hias

Gambar 11. Akar Puring


Gambar 12. Batang Puring

Gambar 13. Daun Puring Gambar 14. Akar Terong Hijau

Gambar 15. Batang Terong HIjau


Gambar 16. Daun Terong Hijau
Gambar 17. Buah Terong Hijau

Gambar 18. Akar Terong Ungu Gambar 19. Batang Terong Ungu

Gambar 21. Buah Terong Ungu


Gambar 20. Daun Terong Ungu
Gambar 22. Jurnal 1
Gambar 23. Jurnal 2
Gambar 24. Jurnal 2
Gambar 25. Jurnal 3
Gambar 26. Jurnal 3