Anda di halaman 1dari 52

Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

KATA PENGANTAR

Proposal Teknis ini merupakan upaya Konsultan untuk menjelaskan pemahaman atas
konteks yang disampaikan di dalam Kerangka Acuan Kerja, metodologi yang dipilih, dan
rencana kerja penyelesaiannya.

Kami Tim Ahli dan Manajemen Konsultan berharap Dokumen Usulan Teknis ini telah sesuai
untuk menjawab apa yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja sebagai landasan
bagi Tim Konsultan menyelesaikan pekerjaan, apabila Kami dipercaya untuk
melaksanakannya.

Hormat kami,
Januari 2019

Tim Konsultan dan Manajemen


PT. Palindo Bangun Konsultan

Dokumen Usulan Teknis i


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

BAB
A Data Organisasi
Perusahaan

A.1. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN adalah Perseroan Terbatas yang merupakan


perubahan dari CV. PALINDO BANGUN KONSULTAN bergerak dalam bidang penyajian
Jasa Konsultansi dalam bidang keahlian teknik dan rangkaian kebijakan, baik untuk
sector Pemerintahan maupun untuk sector swasta, dalam rangka berperan serta dalam
kegiatan pembangunan Indonesia.
Luas daerah operasional meliputi Sumatera Selatan dan Luar Sumatera, untuk
mendukung aktifitas pelayanannya selama ini PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN
memiliki tenaga Staff Profesional dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian, demikian juga
Staff Pendukung di bidang Managemen perusahaan, logistik dan keuangan yang
berpengalaman .

Sejak didirikan PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN telah menghimpun beberapa tenaga
professional dari berbagai bidang keahlian. Mereka telah terlatih untuk bekerjasama
dalam regu-kerja (team work) dengan pendekatan multi-disiplin yang terpadu, untuk
memperoleh hasil kerja yang optimal sesuai kebutuhan pemberi tugas dan dengan
mempertimbangkan faktor lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Pengalaman hingga hari ini telah membuktikan bahwa PT. PALINDO BANGUN
KONSULTAN mampu menyelesaikan berbagai proyek berskala besar, sedang dan kecil
dengan berbagai tingkat kerumitan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tata cara dan
standart kerja professional.

Berbagai tugas yang telah dilaksanakan datang dari berbagai jenis lembaga, mulai dari
Pemerintahan, Swasta Nasional dan Internasional sampai ke penugasan perorangan.

Dari kenyataan pelaksanaan berbagai tugas tersebut, PT. PALINDO BANGUN


KONSULTAN telah membuktikan kemampuannya berkomunikasi dan berkerjasama
dengan berbagai pihak yang berkepentingan dan berkaitan dengan pelaksanaan
tugasnya. PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN juga mampu menjalin kerjasama dengan
rekan Konsultan lain yang disyaratkan oleh Pemberi Tugas, dengan tujuan peningkatan
kemampuan bersama.

Dokumen Usulan Teknis A-1


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

A.2. DATA DAN LEGALITAS PERUSAHAAN

Nama Perusahaan : PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN


Alamat Perusahaan : Komplek Way Hitam Jl. Musi 9
Blok Q No. 66 Palembang
Nomor Telepon : 0711 – 410845
Nomor Fax : 0711 – 410845
Akte Pendirian : Notaris Achmad Syahroni, SH No. 16, Tanggal 08
Februari 2008
Pengesahan Kehakiman : No. C-314-HT.03.01-TH.1998 Tanggal 5 Oktober 1998
Sertifikat Badan Usaha : Tanggal 16 November 2017
Kualifikasi : Gred – 3
Tanda Daftar Rekanan : No. 060617404559 Tanggal 05 Juni 2018
Nomor Pokok Wajib Pajak : N0. 21.058.336.5-307.000 Tanggal 18 Nopember 2008
Surat Pengukuhan Kena
Pajak
Ijin Usaha Jasa Konstruksi : 1.004671.0071.1.000433 Tanggal 30 Juli 2015
SIUP : 503/SIUP.K/1414/KPPT/2013 Tanggal 09 April 2018
Surat Izin Tempat Usaha : 503/IG.R/4193/KPPT/2014 Tanggal 01 Juli 2016
Bank : Mandiri KC Palembang Arief No. Rekening 1113-00-
0736390-0

A.3. MANAJEMEN PERUSAHAAN

PT. Palindo Bangun Konsultanmerupakan Perseroan Terbatas yang selalu mencoba


untuk lebih inofatif dan terdepan. Keberhasilan Perusahaan ini merupakan hasil
pengelolaan manajemen yang baik dipimpin oleh seorang Komisaris Utama yang
bertanggung jawab atas semua kebijakan perusahaan, dan dikelola oleh Direktur Utama
dengan dibantu oleh Wakil Direktur.
Pengelolaan operasional PT. Palindo Bangun Konsultan selalu didukung oleh manager
dan staff ahli yang berpengalaman dalam bidangnya masing-masing, yang dapat dilihat
pada tabel A.3.1.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari sumber daya manusia dan dilakukan
regenerasi professional staff, maka PT. Palindo Bangun Konsultan selalu melakukan
pengembangan professional staff yang dimiliki melalui program training, mengikuti
seminar yang berhubungan dengan keahlian dan mengikuti bahan refrensi yang
berkembang sesuai dengan tuntutan jaman.

Dokumen Usulan Teknis A-2


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

Tabel. A.3.1.

NO. BIDANG
1. AhliTeknikSipil
2. AhliTeknikSipilTransportasi
3. AhliTeknikHidrologi
4. AhliArsitektur
5. AhliLingkungan
6. AhliPlanalogi/Perencanaan Wilayah danKota
7. AhliGeologi
8. AhliGeodesi
9. AhliEkonomi
10 . AhliSosialBudaya
11. AhliKehutanan
12. AhliKomputer
13 . AhliTeknikPerencanaan
14. AhliHukum/Kelembagaan
15. AhliDesainGrafis
16. AhliBahasaIndonesia
17. AhliHukum Tata Negara

Dokumen Usulan Teknis A-3


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

A.4. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

STRUKTUR ORGANISASI
PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN

KOMISARIS DIREKTUR UTAMA

WAKIL DIREKTUR

MAMAGER
MAMAGER UMUM MAMAGER TEKNIK ADMINISTRASI
DAN KEUANGAN

DIVISI SUPERVISI/ DIVISI SUPERVISI/ DIVISI PERENCANAAN URBAN/TATA DIVISI PERENCANAAN TEKNIK
PENGAWASAN MANAJEMEN PROYEK LINGKUNGAN TRANSPORTASI

BAGIAN PROYEK BAGIAN PROYEK BAGIAN PROYEK BAGIAN PROYEK

Dokumen Usulan Teknis A-4


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

A.5. LAYANAN JASA

PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN menyediakan pelayanan jasa menyeluruh


untuk membantu Pemberi Tugas dalam mencapai sasaran kegiatan pembangunan
yang mencakup beberapa bidang berikut :

• Bidang Layanan Studi Kelayakan dan Kebijakan

Pelayanan jasa terpadu oleh para ahli


untuk menentukan kelayakan
suaturencana pembangunan. Dengan
menganalisa rencana kegiatan, data
yang relevan dan proyeksi perkembangan
yang mungkin dicapai, kelayakan suatu
usaha dapat disajikan. Studi Kelayakan
memberikan informasi tentang
keputusan kritis yang harus diambil,
sebelum suatu rencana kegiatan pembangunan disusun dan diterapkan. Studi
Kebijakan menganalisa berbagai pilihan tindakan yang dapat dilakukan, pada
awal maupun pada saat berlangsungnya pelaksanaan pembangunan, untuk
mendapat pemecahan optimal terhadap berbagai masalah yang timbul.

• Bidang layananAnalisa Mengenai Dampak Lingkungan

Kegiatan pembangunan harus dirancang dengan teliti, untuk mencegah dampak


yang merugikan bagi masyarakat dan lingkungan hidup. Analisa dampak dapat
dan perlu dilakukan sebagai bagian dari tahap perencanaan, untuk mengenali
berbagai faktor yang dapat menyebabkan dampak negatif, dan mengusulkan
berbagai tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.

• Penyusunan Rencana dan Rancangan Proyek

Penyusunan rencana (planning) dilakukan untuk mengenali berbagai tahap


pembangunan dan adanya saling keterkaitan antara beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi pelaksanaan rencana.

Penyusunan rancangan (design) adalah kegiatan kreatif untuk mewujudkan


bentuk fisik akhir dari fasilitas yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang
direncanakan. Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan antar-
disiplin yang sistematik, untuk mencapai sasaran perencanaan dengan hasil-guna
dan daya-guna tinggi serta pemanfaatan sumber-daya secara efisien.

Dokumen Usulan Teknis A-5


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

• Pengelolaan Proyek dan Pengawasan di Lapangan

Proyek dapat dilaksanakan secara efisien dan tepat waktu, dengan menggunakan
jasa pengelolaan dan pengawasan proyek yang efektif. Pengelolaan proyek yang
tepat akan menjamin penggunaan sumber-daya sesuai dengan jadwal yang telah
disusun dengan baik, dan arus informasi yang lancar untuk mendukung
pengambilan keputusan. Pengawasan di lapangan adalah untuk menjamin
pelaksanaan proyek yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, seperti :
gambar rancangan konstruksi, spesifikasi teknis dan lain-lain.

A.6. DIVISI PELAYANAN JASA

• PT. PALINDO BANGUN KONSULTANmerupakan organisasi yang bebas berkarya


dan berpikir secara profesional praktis artinya melihat masalah dari kelayakan
secara teknis dan dapat dipertanggung jawabkan secara ekonomis, memadukan
peraturan-peraturan yang berlaku dengan kepentingan-kepentingan yang
terkait.

• Untuk dapat bekerja secara opteimal maka dibuat menjadi beberapa divisi
layanan dan sub-sub divisi layanan yang masing- masing dipimpin oleh kepala
divisi layanan atau sub divisi layanan. Kepala divisi dan sub divisi dipimpin oleh
tenaga profesional yang berpengalaman dibidangnya minimum 8 tahun. Adapun
divisi-divisi tersebut adalah :

1. Divisi Konstruksi

• Pada divis konstruksi layanan usaha yang diberikan oleh PT. Palindo
Bangun Konsultan dapat dibedakan menjadi beberapa sub divisi :
• Sub Divisi Sipil

▪ Yang terdiri atas jasa layanan usaha bidang :

▪ Teknik Jembatan

▪ Jalan Raya

▪ Bendungan

▪ Irigasi

▪ Bangunan Bertingkat/Gedung

▪ Permukiman Transmigrasi

• Sub Divisi Tata Lingkungan ( Perencanaan Urban )

▪ Yang terdiri atas jasa layanan usaha bidang :

▪ AMDAL

Dokumen Usulan Teknis A-6


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

▪ Pengembangan Wilayah dan Kota

▪ Teknik Lingkungan

• Sub Divisi Layanan Jasa Perencanaan

▪ Yang terdiri atas jasa layanan usaha bidang perencanaan umum,


perencanaan teknik, studi kelayakan dan lain-lain

▪ Jembatan

▪ Jalan Raya

▪ Bendungan

▪ Irigasi

▪ Bangunan Bertingkat/Gedung

▪ Permukiman Transmigrasi

a. Sub Divisi Layanan Pengawasan/Supervisi

Yang terdiri atas jasa layanan usaha bidang :

▪ Pengawasan/Supervisi Struktur

Jembatan

▪ Pengawasan/Supervisi Struktur

Jalan Raya

▪ Pengawasan/Supervisi Struktur
Bendungan

▪ Pengawasan/Supervisi Struktur Bangunan Bertingkat

▪ Pengawasan/Supervisi Struktur Permukiman Transmigrasi

b. Sub Divisi Layanan Jasa Pendukung Perencanaan

▪ Manajemen Konstruksi

▪ Manajemen Proyek

2. Divisi Non Konstruksi

Pada divisi non konstruksi layanan usaha yang diberikan PT. Palindo
BangunKonsulan dapat dibedakan menjadi beberpa sub divisi yang
diantaranya :

Dokumen Usulan Teknis A-7


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

a. Sub Divisi Bidang Transportasi

Yang terdiri atas jasa layanan usuaha bidang pengembangan sarana


transportasi, dan usaha jasa angkutan yang diantaranya untuk
prasarana :

▪ Jalan

▪ Jembatan

b. Sub Divisi Bidang Jasa Studi dan Bantuan Teknik

Yang terdiri atas jasa layanan usaha bidang :

▪ Studi Perencanaan Umum

▪ Jasa Penelitian dan Bantuan Teknik

A.7. KLIEN / PEMBERI TUGAS

Pelayanan yang diberikan PT. Palindo Bangun Konsultan selalu memperoleh


kepercayaan dari para klien (Pemberi Tugas).

Daftar klien atau Pemberi Tugas yang bekerja sama dengan PT. Palindo Bangun
Konsultan adalah sebagi berikut :

1. Kementerian Pekerjaan Umum

2. Direktorat Jenderal Penataan Ruang

3. Direktorat Jenderal Bina Marga

4. Direktorat Jenderal Cipta Karya


A.8. PENGALAMAN PERUSAHAAN

Pengalaman perusahaan PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN selama sepuluh tahun


terakhir dalam partisipasi pekerjaan perencanaan dan pengawasan yang diberikan
kepada pihak kami selama ini dilaksanakan sesuai dengan keinginan pihak pemberi
kerja demikian pula dengan pekerjaan-pekerjaan pengawasan (supervisi) yang
dipercayakan kepada perusahaan selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir
yang sesuai dengan kegiatan yang mencakup jumlah orang bulan yang terlibat
dalam pelaksanaan kegiatan, waktu pelaksanaan, uraian kegiatan nilai kontrak dan
instansi pengguna jasa kegiatan. Daftar pengalaman perusahaan 10 (tahun)
terakhir, dapat dilihat pada Bab berikutnya.

Dokumen Usulan Teknis A-8


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

BAB
B Data Pengalaman Kerja 10
(Sepuluh) Tahun Terkhir

Pengalaman perusahaan PT. PALINDO BANGUN KONSULTAN selama kurun waktu 10


(sepuluh) tahun terakhir yang sesuai dengan pekerjaan telah melaksanakan berbagai jenis
pekerjaan di bidang Jasa Konsultansi Perencanaan adalah secara berurutan dan sistematis,
pengalaman dalam melakukan pelayanan jasa konsultansi, khususnya dalam melaksanakan
proyek yang sejenis dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir dapat dilihat pada
Tabel berikut di bawah ini

Sebagai rangkuman, pekerjaan–pekerjaan sejenis yang pernah ditangani adalah


sebagaimana dijelaskan dalam daftar pengalaman tersebut, yang berisi antara lain :

➢ Instansi pemberi tugas/kerja (pengguna jasa),

➢ Nama dan lokasi pekerjaan,

➢ Nilai, nomor dan tanggal kontrak,


➢ Jangka waktu dan tanggal pelaksanaan,

➢ Mitra/rekan kerja konsultan,

➢ Jumlah tenaga ahli yang berperan serta.

Dokumen Usulan Teknis


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

Tabel B.1
Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) Tahun Terakhir

Dokumen Usulan Teknis B-1


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

BAB
C Pengalaman Kerja Sejenis
10 (Sepuluh) Tahun
Terakhir

Dokumen Usulan Teknis C-1


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

BAB
D Pemahaman dan
Tanggapan terhadap
Kerangka Acuan Kerja

D.1 Pemahaman Dan Tanggapan Umum


Kerangka Acuan Kerja ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencana yang terdiri dari
latar belakang, maksud tujuan, sasaran, ruang lingkup, jadwal pelaksanaan, keluaran,
proses dan lain-lain yang harus dipenuhi dan diperhatikan dalam rangka pelaksanaan tugas
Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram. Upaya untuk
melakukan Audit Penataan Ruang ini telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 26
Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (UUPR) terutama pasal 55 dan 59. Kemudian dalam
implementasinya telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010
tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (PP-PPR) yang mengamanatkan bahwa
pengawasan penataan ruang terdiri atas pengawasan teknis dan pengawasan khusus.

Terkait pedoman pelaksanaan Audit Tata Ruang secara rinci tahapan Audit Tata Ruang
adalah evaluasi terhadap pemanfaatan ruang suatu wilayah yang bertujuan untuk
melakukan verifikasi bahwa penggunaan ruang dilaksanakan sesuai dengan rencana tata
ruang dan kaidah-kaidah penataan ruang. Audit Tata Ruang merupakan proses inventarisasi
dan integrasi data-data spasial yang ditujukan untuk mengetahui “potret” terkini tentang
tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTR dan berbagai penetapan izin/status
kawasan (misalnya: Kawasan Hutan, Wilayah Izin Usaha Pertambangan, Izin Pemanfaatan
Hutan, Izin/Status Tanah (HGU), Izin Lokasi Perkebunan, Izin Lokasi Kawasan Industri, Izin
Lokasi Permukiman Transmigrasi, dan sebagainya).

Audit pemanfaatan ruang didefinisikan sebagai kegiatan untuk memotret kondisi


pemanfaatan ruang eksisting dan kaitannya dengan izin yang dimiliki atau status yang
melekat padanya. Dengan kata lain Audit Penataan Ruang = Pengawasan Penataan Ruang,
merupakan Upaya agar penyelenggaraan penataan ruang dapat diwujudkan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dokumen Usulan Teknis D-1


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

Untuk mengatisipasi upaya tersebut syarat utama yang harus dipenuhi oleh suatu wilayah
atau kawasan adalah rencana tata ruangnya harus memiliki payung hukum atau aspek
legalitas sesuai hirarkinya. Khususnya di wilayah studi 2 lokasi Kawasan perkotaan di
Provinsi Maluku yaitu Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram maka audit tata ruang
ini telah dapat dilakukan.

Kedudukan Audit Penataan Ruang dalam Sistem Penataan Ruang untuk mendapatkan
Fakta: Kesesuaian Rencana Tata Ruang >< Penggunaan Lahan, Kesesuaian Penggunaan
Lahan >< Izin Peruntukan. Hasil Audit Pemanfaatan Ruang diperlukan untuk dasar untuk
Peninjauan Kembali produk RTRW (amanah UU No. 26/2007). Rekomendasi kegiatan
penertiban agar terwujud tertib pemanfaatan ruang, (sifat kuratif: memperbaiki fungsi
yang tidak sesuai terhadap RTR) dan sesuai Aspek Hukum (UU No. 26/2007, PP No
15/2010).

Selanjutnya sebagaimana telah difahami terkait perkembangan pengawasan penataan


ruang tersebut, pada pemerintahan saat ini pelaksanaannya telah diatur dalam Peraturan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 17 Tahun 2017, yang mana
pelaksanaan audit tata ruang dapat dilakukan berdasar dua hal yaitu:

a. Audit Tata Ruang Dilaksanakan sesuai dengan “Kebutuhan”.

b. Audit Tata Ruang dapat dilaksanakan berdasarkan laporan atau pengaduan dari
masyarakat terkait adanya dugaan pelanggaran di bidang penataan ruang; temuan
indikasi pelanggaran di bidang penataan ruang; dan bencana yang diduga disebabkan
adanya indikasi pelanggaran di bidang penataan ruang”.

Selain Undang-undang, peraturan pemerintah dan peraturan menteri diatas pelaksanaan


Audit Penataan Ruang juga perlu memperhatian beberapa kebijakan terkait terutama
dalam proses pelaksanaan audit nya diantaranya adalah:

1. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran
Masyarakat dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5160);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian Peta Rencana Tata
Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 8, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5393);

Konsultan memahami bahwa pentingnya Rencana Audit Tata Ruang khususnya Kawasan
Perkotaan Ambon dan Pulau Seram ini, terkait beberapa permasalahan yang berkembang

Dokumen Usulan Teknis D-2


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

akibat konflik pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang yang ada, diantaranya adalah
sebagai berikut:

1. Kejadian alam yang membawa bencana bagi manusia (jiwa dan harta) terutama di kota
dan di desa seperti longsor, banjir, banjir rob, dll;

2. Degradasi lingkungan alam yang berdampak pada kerentanan manusia untuk dapat
mengakses kebutuhan hidup seperti air, makanan, udara bersih dan lainnya;

3. Konflik dan otoriter elit politik dalam penguasaan lahan yang berdampak buruk pada
model pemanfaataan tata ruang yang benar dan baik;

4. Adanya pemahaman baru (revolusi mental) mengenai kebutuhan akan kota dan desa
yang aman, nyaman, produktif dan layak huni sehingga diperlukan upaya untuk
mengembalikan fungsi-fungsi ruang sebagaimana mestinya sehingga kota dan desa
menjadi layak untuk dihuni dan dipelihara secara berkelanjutan temurun.

5. Konflik sumber daya didalam ruang (dalam bumi/perut bumi) juga menjadi akar
masalah yang berujung kepada konflik horizontal antar pemanfaat ruang.

6. Kebutuhan pengembangan kawasan permukiman baru terutama di Kalimantan dimana


di wilayah ini tidak secara menyeluruh sebagai kawasan lindung (hijau) karena didalam
kawasan lindung yang ada sudah ada permukiman lama dan baru yang terus
berkembang.

7. Kebutuhan pengembangan infrastruktur baru yang membutuhkan areal pembangunan


yang luas dan berdampak terhadap perubahan fungsi lahan sekitarnya seperti
pengembangan jalan tol, jalan kereta api di Sulawesi serta di Kalimantan.

Untuk mengatisipasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan audit tata ruang, sebagai
salah satu bentuk pengawasan khusus, sebagai upaya pencegahan sejak dini atas indikasi
ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang dan/atau langkah awal
upaya penertiban atas pelanggaran tata ruang yang telah terjadi.

Hasil kegiatan audit tata ruang, dapat mengindikasikan ada/tidaknya ketidaksesuaian


pemanfaatan ruang. Hasil indikasi ketidaksesuaian pemanfaatan ruang memerlukan upaya
tindak lanjut, yang dapat dikenakan sanksi yang bersifat administrasi dan/atau pidana.
Hasil pengawasan yang mengindikasikan terjadinya tindak pidana penataan ruang menjadi
masukan bagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Penataan Ruang untuk melakukan
penyidikan dalam rangka penegakan hukum.

Dokumen Usulan Teknis D-3


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

D.2 PEMAHAMAN TERHADAP MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN


Maksud dari kegiatan ini dari pemahaman konsultan adalah menyusun Rencana Audit
Penataan Ruang dalam bentuk dokumen yang menjelaskan hasil pengawasan terhadap
penyelenggaraan penataan ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram. Dengan
kata lain bahwa Audit Tata Ruang ini merukan metode dalam proses pengawasan
pemanfaatan ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram untuk mendapatkan
kesesuaian pemanfaatan eksisting terhada Rencana Tata Ruang.

Agar maksud ini dapat terlaksana dengan baik maka dalam prosesnya perlu dilakukan
pemeriksaan, pemantauan ke lapangan serta mengevaluasi indikasi pelanggaran terhadap
tata ruang yang sudah ditetapkan Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram.

Sedangkan sasaran untuk mencapai tujuan tersebut adalah:


1. Terlaksananya Audit tata ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram;
Melalui tahapan ini dapat teridentifikasinya profil penataan ruang dan permasalahan
pengendalian dan penertiban pemanfaatan ruang di 7 lokasi Kabupaten/Kota Kawasan
Perkotaan Ambon dan Pulau Seram. Teridentifikasinya topologi ketidaksesuaian
pemanfaatan ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram.
2. Tersusunnya Laporan Hasil Audit (LHA) Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan
Pulau Seram.
Didalam LHA ini juga terumuskannya rekomendasi tindak lanjut upaya pengendalian dan
penertiban pemanfaatan ruang.

D.3 TANGGAPAN TERHADAP RUANG LINGKUP WILAYAH


Sebagaimana telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja Kegiatan ini dilaksanakan
dengan di Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram.

Beberapa issue yang berkembang terkait perkembangan Kawasan Perkotaan Ambon dan
Pulau Seram saat ini diantaranya adalah:

1. Kawasan Perkotaan Ambon dalam hal ini Kota Ambon telah memiliki Perda No. 24
tentang RTRW Kota Ambon Tahun 2011-20131. Sedangkan Kawasan Pulau Seram yang
merupakan bagian dari Kabupaten Maluku Tengah telah memiliki Perda No. 1 Tahun
2012 tentang RTRW Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2011-20131.

2. Kawasan serapan air di perbukitan sekitar Kota Ambon, telah beralih fungsi menjadi
kawasan permukiman yang akan semakin meluas setiap tahunnya. Akibatnya, setiap

Dokumen Usulan Teknis D-4


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

musim hujan terjadi banjir dan longsor karena air hujan tidak lagi tertahan di area
perbukitan yang telah berubah fungsi.

3. Kemudian, beralihnya fungsi lahan di wilayah perbukitan di Kota Ambon dan abrasi
kawasan perbukitan juga menyebabkan pencemaran dan ancaman terhadap Teluk
Ambon. Pasalnya, setiap kali hujan, air keruh dan lumpur mengalir ke teluk tersebut.

4. Pesatnya pertumbuhan kota Ambon yang kemungkinan daya tampungnya sudah tidak
mampu untuk Kawasan perkotaan, sehingga ada rencana memindahkan ibukota
Provinsi Maluku ini ke Pulau Seram

Dokumen Usulan Teknis D-5


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

5. Pulau Seram adalah Kawasan yang memiliki potensi wisata yang sangat eksotik
sehingga pemanfaatannya cenderung dapat menimbulkan ekploitasi Kawasan perairan
dan sempadan pantai .

Dokumen Usulan Teknis D-6


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

6. Pelau seram juga memiliki Taman Nasional Manusela yang perlu dijaga kelestariannya
karena disamping sebagai Taman Nasional yang memiliki luas sekitar 189.000 ha.
Taman Nasional Manusela merupakan daerah konservasi alam terindah di Indonesia.
Berbagai flora dan fauna khas Maluku juga terdapat di Taman Nasional ini. Untuk flora,
di sana ada Eucalyptus, beringin, Bakau, ketapang, cemara laut, dan lain-lain.
Sedangkan, fauna yang ada di sana antara lain burung-burung besar, seperti Kakatua,
Kasuari, Nuri, dan Kasturi. Ada juga hewan-hewan semacam Kuskus, Rusa, Mapea,
Musang, dan sebagainya. Bahkan, keberadaan mereka dilindungi di bawah undang-
undang yang melarang siapa pun untuk berburu di Taman Nasional Manusela.

D.4 TANGGAPAN TERHADAP RUANG LINGKUP KEGIATAN

Dilihat dari proses tahapan dan keluaran yang diharapkan dalam kegiatan Audit Tata Ruang
di 8 Kabupaten/Kota Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram tersebut maka menurut
Konsultan terdapat empat tahapan kegiatan utama yaitu:

1. Need Assesment, terdiri dari desk studi atau kajian terhadap literatur, perundangan,
peraturan terkait pengendalian pemanfaatan ruang, dan kajian terhadap profil penataan
ruang di wilayah studi menurut data literatur atau laporan terkait tata ruang masing-
masing terutama bagian profil peruntukan ruang berdasar RTRW Kabupaten wilayah
kajian. Data dan informasi terkait meliputi: dokumen rencana tata ruang, materi teknis
rencana tata ruang, dan peta rencana tata ruang; peta penggunaan lahan eksisting;
kronologis/riwayat penggunaan lahan; data status kepemilikan lahan; dokumen
perizinan terkait pemanfaatan ruang (izin prinsip; izin lokasi; izin penggunaan
pemanfaatan tanah; izin mendirikan bangunan; dan dokumen izin lain berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan); dan informasi dan keterangan pendukung
lainnya.

2. Tahapan Identifikasi dan Penilaian Kesesuaian Pemanfaatan Ruang merupakan


tahapan analisis tipologi ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan melakukan analisis
spatial gap antara penggunaan lahan eksisting dengan rencana pola ruang didukung
data hasil ground cheking di lapangan dengan tahapan dan aspek-aspek sebagai berikut:

a. Rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota

Meliputi: pertampalan peta; penilaian kesesuaian penggunaan lahan; dan verifikasi


lapangan. Verifikasi lapangan menggunakan peralatan pendukung, antara lain: Global

Dokumen Usulan Teknis D-7


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

Positioning System (GPS) Tracker dan Aerial Photo Capturing Drone. Hasil
pertampalan peta dan hasil penilaian kesesuaian penggunaan lahan dituangkan
dalam peta dan tabel yang memuat: indikasi ketidaksesuaian penggunaan lahan
eksisting; lokasi indikasi ketidaksesuaian penggunaan lahan eksisting dalam bentuk
koordinat; dan luasan dan jumlah titik lokasi indikasi ketidaksesuaian penggunaan
lahan eksisting. Hasil verifikasi lapangan paling sedikit memuat: titik koordinat dan
lokasi audit tata ruang; foto dan/atau video; dan keterangan dan informasi yang
berisi kronologis kegiatan pemanfaatan ruang.

b. Izin pemanfaatan ruang yang diberikan oleh pejabat berwenang

Dilakukan dengan cara memeriksa: kepemilikan izin pemanfaatan ruang yang


dipersyaratkan; waktu dikeluarkan dan masa berlaku izin pemanfaatan ruang; dan
kesesuaian isi, ketentuan, dan muatan yang ditetapkan dalam izin pemanfaatan
ruang dengan pelaksanaannya. Analisis dilakukan terhadap: kesesuaian pemanfaatan
ruang dengan izin prinsip atau yang setara; kesesuaian pemanfaatan ruang dengan
izin lokasi; kesesuaian pemanfaatan ruang dengan izin penggunaan pemanfaatan
tanah; kesesuaian pemanfaatan ruang dengan izin mendirikan bangunan; dan/atau
kesesuaian pemanfaatan ruang dengan izin lain berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan

c. Persyaratan izin yang diberikan oleh pejabat yang berwenang

Dilakukan melalui pemeriksaan kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap hal yang


dipersyaratkan di dalam izin pemanfaatan ruang yang dikeluarkan oleh pejabat yang
berwenang. Hasil pemeriksaan kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap hal yang
dipersyaratkan di dalam izin pemanfaatan ruang paling sedikit memuat: gambar 3
dimensi perbandingan kondisi pemanfaatan ruang yang ada dengan persyaratan izin
pemanfaatan ruang, titik koordinat lokasi serta dokumentasi lapangan.

d. Penutupan akses terhadap kawasan milik umum

Dilakukan melalui pemeriksaan lapangan untuk melihat suatu kegiatan menutup atau
tidak memberikan akses terhadap kawasan yang dinyatakan oleh peraturan
perundang-undangan sebagai milik umum.

3. Tahapan Analisis Dampak Pemanfaatan Ruang yang diduga tidak sesuai tersebut yang
mengakibatkan perubahan fungsi ruang, yang mengakibatkan kerugian terhadap harta
benda atau kerusakan barang, dan yang mengakibatkan kematian orang.

Dokumen Usulan Teknis D-8


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

4. Koordinasi, dengan pihak-pihak yang terkait, dengan cara: melakukan kunjungan


lapangan di wilayah kota/kabupaten terpilih, melaksanakan diskusi/FGD di daerah yang
melibatkan pihak-pihak yang terkait, melaksanakan rapat koordinasi dan rapat
pembahasan di Jakarta.

5. Penyusunan Laporan Hasil Audit Tata Ruang yang memuat: hasil pelaksanaan audit tata
ruang, gambaran umum lokasi, hasil analisis, rekomendasi tindak lanjut; dan lampiran
data pendukung, serta menyusun Resume Laporan Hasil Audit Tata Ruang, berupa
laporan komprehensif yang dibuat secara ringkas untuk kepentingan para pengambil
kebijakan seperti: Bupati/Walikota/Gubernur/ Menteri/pejabat lainnya dan/atau untuk
kepentingan publikasi kepada media massa terkait.

D.5 TANGGAPAN TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN DAN TENAGA AHLI

Kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta, sedangkan untuk mengetahui berbagai masukan dari
stakeholders di daerah, akan dilakukan kunjungan ke 8 Kabupaten/Kota Kawasan
Perkotaan Ambon dan Pulau Seram. Dari kunjungan dan survey tersebut diharapkan dapat
memberikan masukan sebagai bahan kajian lebih lanjut. Adapun pihak konsultan dalam
pelaksanaannya tetap berkoordinasi dengan Satuan Kerja Pengendalian Pemanfaatan
Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Menurut konsultan wilayah tersebut sangat ideal untuk bisa mewakili dimana didaerah
tersebut selain perkembangannya pesat dalam pola pemanfaatan ruangnya juga telah
memiliki Perda RTRW Kabupaten/Kota. Sehingga pelaksanaan audit tata ruangnya lebih
terarah dan memiliki payung yang kuat dalam mengkaji apabila ada ketidaksesuain dengan
peruntukannya.

Pekerjaan ini dilaksanakan secara kontraktual di bawah tanggung jawab Ditjen


Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata
Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Berdasarkan kerangka acuan kerja, waktu
yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan ini adalah 8 (delapan) bulan kalender,
terhitung sejak tanggal ditandatanganinya SPMK. Dipahami oleh konsultan bahwa waktu
efektif yang dimiliki konsultan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi adalah selama 8
(delapan) bulan kalender, sehingga konsultan harus memanfaatkannya seoptimal mungkin
untuk memperoleh hasil kerja yang sesuai dengan lingkup pelaksanaan kegiatan.

Dokumen Usulan Teknis D-9


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

Terhadap lokasi pekerjaan atau wilayah kabupaten yang diaudit, waktu pelaksanaan
kegiatan secara keseluruhan yang dipaparkan dalam KAK, Konsultan akan menuangkan hal
tersebut tersebut ke dalam Pendekatan dan Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan serta
Rencana Kerja pada bab selanjutnya dalam usulan teknis ini.

Sedangkan dilihat dari alokasi kebutuhan tenaga ahli dan kualifikasinya yang disyaratkan
dalam KAK, Konsultan menanggapi bahwa kebutuhan tenaga ahli didalam membantu
proses pelaksanaan pekerjaan hingga selesai dan sesuai dengan permintaan dari penyedia
jasa, sangat tepat dan bisa diperhitungkan sampai tersusunnya Laporan Hasil Audit (LHA).

Adapun yang menjadi tugas dan pokok dari keseluruhan tenaga ahli didalam melaksanakan
kegiatan ini, yaitu :

1. Ahli Perencana Wilayah dan Kota (Ketua Tim)

Ahli Penataan Ruang sebagai ketua tim disyaratkan memiliki latar belakang pendidikan
sekurang-kurangnya jenjang S1 Perencanaan Wilayah & Kota/Planologi dan S2
Perencanaan Wilayah & Kota/Planologi atau S2 bidang lainnya dengan pengalaman di
bidang penataan ruang minimal 5 (tahun) tahun. Dalam kegiatan ini, ketua tim
bertanggungjawab memimpin kegiatan ini secara keseluruhan, mengkoordinir tugas-
tugas tenaga ahli lainnya, menerima laporan, perkembangan dari aktifitas setiap
anggota tim, dan menjaga soliditas/kekompakan tim, sehingga dicapai tujuan, sasaran,
keluaran, dan manfaat dari kegiatan ini.

2. Sistem Informasi Geografis (GIS)

Ahli GIS disyaratkan memiliki latar belakang pendidikan sekurang-kurangnya jenjang S1


Geografi/S1 Teknik Geodesi dengan pengalaman di bidang penataan ruang minimal 3
(tiga) tahun. Tugas Ahli GIS adalah melakukan kajian teknis indikasi pelanggaran di
bidang penataan ruang dari aspek Sistem informasi Geografis.

3. Ahli Hukum

Ahli Hukum disyaratkan memiliki latar belakang pendidikan sekurang-kurangnya jenjang


S1 Hukum dengan pengalaman di bidang penataan ruang minimal 3 (tiga) tahun. Tugas
Ahli Hukum adalah melakukan kajian teknis dan kajian yuridis indikasi pelanggaran di
bidang penataan ruang dari aspek hukum.

Dokumen Usulan Teknis D-10


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

4. Ahli Lingkungan

Ahli Lingkungan disyaratkan memiliki latar belakang pendidikan sekurang-kurangnya


jenjang S1 Teknik Lingkungan dengan pengalaman di bidang penataan ruang minimal 3
(tiga) tahun. Tugas Ahli Lingkungan adalah melakukan kajian dampak akibat
pemanfaatan ruang dari aspek lingkungan.

5. Ahli Geologi

Ahli Geologi disyaratkan memiliki latar belakang pendidikan sekurang-kurangnya jenjang


S1 Teknik Geologi dengan pengalaman di bidang penataan ruang minimal 3 (tiga) tahun.
Tugas Ahli Geologi adalah melakukan kajian dampak akibat pemanfaatan ruang dari
aspek geologi.

Seluruh Tenaga ahli yang memiliki jenjang pendidikan S1 Planologi, S1 Teknik Geodesi, S1
Teknik Lingkungan, S1 Teknik Geologi, dan S1 Teknik Sipil, dipersyaratkan memiliki sertifikat
keahlian (SKA).

Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini dibantu oleh tenaga ahli penunjang yaitu: 1 (satu) orang
sekretaris dan 1 (satu) orang operator komputer yang bekerja selama 8 (delapan) bulan.

D.6 TANGGAPAN TERHADAP PELAPORAN


Pekerjaan ini melalui beberapa tahapan kegiatan yang masing-masing tahapannya
menghasilkan produk laporan yang harus diserahkan sebagai berikut:

1. Rencana Mutu Kontrak

Rencana Mutu Kontrak (RMK) berisikan penjelasan tentang semua kegiatan yang akan
dilakukan berdasarkan antara lain: lingkup pekerjaan, jadual pelaksanaan pekerjaan,
metode pelaksanaan, dsb. yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memonitor
pelaksanaan pekerjaan yang akan dilakukan. RMK dibuat sebanyak 10 (sepuluh)
eksemplar dan diserahkan paling lambat 1 (satu) bulan setelah diterbitkan SPMK.

2. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan merupakan laporan persiapan pelaksanaan kegiatan, minimal


memuat rencana kerja, metode pelaksanaan, dan keluaran yang dihasilkan. Laporan
Pendahuluan dibuat sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan diserahkan paling lambat 1
(satu) bulan setelah diterbitkan SPMK.

Dokumen Usulan Teknis D-11


Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram, Tahun 2019

3. Laporan Antara

Laporan antara merupakan laporan hasil kegiatan survei dan analisis temuan
sementara penyimpangan pemanfaatan ruang yang berdasarkan perda RTRW di
Kota/Kabupaten yang terpilih. Laporan Antara dibuat sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar
dan diserahkan paling lambat 4 (empat) bulan setelah diterbitkan SPMK.

4. Laporan Akhir

Laporan Akhir merupakan laporan hasil seluruh pelaksanaan kegiatan, memuat hasil
spatial gap analysis, hasil identifikasi pelanggaran pemanfaatan ruang, dan
rekomendasi tindak lanjut. Laporan Akhir dibuat sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan
diserahkan paling lambat 8 (delapan) bulan setelah diterbitkan SPMK.

5. Laporan Prosiding

Laporan Prosiding merupakan laporan hasil rapat koordinasi/FGD dengan pemangku


kepentingan terkait. Laporan Prosiding dibuat sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan
diserahkan selambat-lambatnya 8 (delapan) bulan diterbitkan SPMK.

6. Laporan Hasil Audit/LHA

Laporan Hasil Audit/LHA merupakan laporan komprehensif yang dibuat secara ringkas
untuk kepentingan para pengambil kebijakan seperti: Bupati/Walikota/Gubernur/
Menteri/pejabat lainnya dan/atau untuk kepentingan publikasi kepada media massa
terkait. Laporan Hasil Audit dibuat sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan diserahkan
selambat-lambatnya 8 (bulan) bulan setelah diterbitkan SPMK.

7. Buku Eksekutif Summary

Laporan Buku Eksekutif Summary merupakan ringkasan laporan yang merangkum


keseluruhan kegiatan. Laporan ini disajikan dalam bentuk buku eksekutif dengan
menggunakan glossy paper sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan diserahkan
selambat-lambatnya 8 (bulan) bulan setelah diterbitkan SPMK.

Dokumen Usulan Teknis D-12


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

BAB
E Pendekatan dan
Metodologi

E.1 UMUM
Pada bab ini, konsultan akan memaparkan pendekatan, metodologi dan program kerja
yang dianggap mampu mewujudkan maksud, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh
kegiatan Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram. Metodologi ini
lebih diarahkan terselenggaranya kegiatan audit tata ruang dan tersusunnya Laporan Hasil
Audit (LHA) pada 2 kawasan perkotaan di Kota Ambon dan Pulau Serang yang mewakili
wilayah kerja Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan
Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

E.1.1 Data yang Diperlukan

Data yang dibutuhkan dalam rangka Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan
Pulau Seram, meliputi :

1. Konsep dan dasar teoritis tentang Audit Tata Ruang yang dapat menjelaskan tentang
cara/metode dan tahapan dalam melakukan Audit Tata Ruang.

2. Peraturan Perundang-undangan, PP, Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Perda
atau kebijakan yang terkait Audit Tata Ruang.

3. Pengumpulan dokumen RTRW kab/kota lengkap dengan Peta Rencana, khususnya


Rencana Pola Ruang (format SHP)

4. Pengumpulan/penyediaan peta penggunaan lahan aktual (Peta Citra BIG/LAPAN, dll.),


memuat informasi guna lahan eksisting

5. Data dan informasi tentang kebencanaan herupa potensi kebencanaan berdasarkan


sebaran kawasan rawan bencana dari data dan informasi yang dikeluarkan oleh instansi
yang berwenang yang relevan dengan kebencanaan seperti BNPB, PVMBG, dan BMKG.

6. Isu dan permasalahan terkait alih fungsi lahan atau pengaduan pelanggaran penataan
ruang baik dari masyarakat maupun dari PPNS daerah masing-masing.

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

E.1.2 Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan koordinasi dengan pihak kementerian ATR,
Kementerian PUPR dan literatur/kepustakaan, observasi, ground chek dan kunjungan
lapangan, serta pelaksanaan FGD.

a. Studi Literatur

Yaitu penelitian dan pengumpulan data yang dilaksanakan dengan mempelajari literatur
peraturan perundang-undangan dan peraturan pemerintah terkait, metodologi
penelitian terkait dengan pelaksanaan kegiatan Audit Tata Ruang berupa konsep-
konsep dan teori-teori, metode yang relevan dengan objek kegiatan, Pedoman Audit
Tata Ruang (Lampiran, Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Pedoman Audit Tata Ruang)
serta mempelajari studi-studi dan laporan terdahulu terkait dengan kegiatan tersebut.

b. Survei Lapangan

Pengumpulan data/informasi pelaksanaan kegiatan Audit Tata Ruang secara langsung


ke lokasi dengan meninjau lapangan menggunakan Global Positioning System (GPS) Tracker
dan Aerial Photo Capturing Drone. Konsultansi dengan pihak provinsi dan masing-masing
kabupaten terkait, yang telah ditentukan sesuai dengan KAK atau ditunjuk oleh Satuan
Kerja Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian Agraria
dan Tata Ruang.

c. Observasi

Observasi yang dilakukan, untuk memperoleh gambaran terkait dengan pelaksanaan


Audit kesesuai pemanfaatan ruang dengan melakukan pengamatan langsung dan
mengambil titik koordinat lokasi yang terpilih sebagai permasalahan ketidaksesuaian
dengan rencana pola ruang. Obyek amatan harus ditentukan lebih dulu, untuk
mendapatkan focus amatan baik hasil diskusi, FGD, atau hasil pengaduan.

d. Pelaksanaan FGD

Pelaksanaan FGD yang konsultan harapkan untuk memperoleh gambaran dan masukan
dari seluruh stakeholders dalam rangka mendukung pelaksanaan Audit Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram.

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

E.2 PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI


E.2.1 Pendekatan

A. Definisi Audit dari segi Terminologi:

❑ Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Audit adalah:

• Pemeriksaan pembukuan tentang keuangan secara berkala;


• Pengujian efektivitas keluar masuknya uang dan penilaian kewajaran laporan
yang dihasilkannya.

❑ Menurut SNI 19-19011-2005, Audit adalah proses yang terdokumentasi, sistematik,


dan mandiri untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif
untuk menentukan sampai sejauh mana kriteria audit dipenuhi.

❑ Dalam Bidang Keuangan: Audit adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh
dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang
kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat
kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah
ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang
berkepentingan.

❑ Dalam Bidang Lingkungan Hidup: Audit Lingkungan Hidup adalah evaluasi yang
dilakukan untuk menilai ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
terhadap persyaratan hukum dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah
(Sumber: UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan
Hidup Pasal 49 s/d 51 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 03 Tahun 2013
tentang Audit Lingkungan Hidup Pasal 1 Poin 1),

B. Pengertian Audit Menurut Penataan Ruang

❑ Audit Tata Ruang adalah evaluasi terhadap pemanfaatan ruang suatu wilayah yang
bertujuan untuk melakukan verifikasi bahwa penggunaan ruang dilaksanakan sesuai
dengan rencana tata ruang dan kaidah-kaidah penataan ruang.

❑ Audit Tata Ruang merupakan proses inventarisasi dan integrasi data-data spasial
yang ditujukan untuk mengetahui “potret” terkini tentang tingkat kesesuaian
pemanfaatan ruang terhadap RTR dan berbagai penetapan izin/status kawasan
(misalnya : Kawasan Hutan, Wilayah Izin Usaha Pertambangan, Izin Pemanfaatan
Hutan, Izin/Status Tanah (HGU), Izin Lokasi Perkebunan, Izin Lokasi Kawasan

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Industri, Izin Lokasi Permukiman Transmigrasi, dan sebagainya).

❑ Audit pemanfaatan ruang didefinisikan sebagai kegiatan untuk memotret kondisi


pemanfaatan ruang eksisting dan kaitannya dengan izin yang dimiliki atau status
yang melekat padanya.

C. Pelaksanaan Audit dilihat dari Hirarki Tata Ruang

Rencana umum tata ruang merupakan perangkat penataan ruang wilayah dimana
secara proses merupakan suatu Hierarki yang terdiri atas RTRW nasional, RTRW
provinsi, dan RTRW kabupaten/kota. Rencana umum tata ruang wilayah nasional adalah
arahan kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang wilayah nasional. Rencana umum tata
ruang wilayah provinsi adalah rencana kebijakan operasional dari RTRW Nasional.

Rencana umum tata ruang kabupaten/kota adalah penjabaran RTRW Provinsi ke dalam
kebijakan dan strategi pengembangan wilayah kabupaten/kota. Dalam
operasionalisasinya Rencana Umum Tata Ruang dijabarkan dalam Rencana Rinci Tata
Ruang yang disusun dengan pendekatan nilai strategis kawasan dan/atau kegiatan
kawasan.

Hirarki
Komplementari
Tata Ruang

Gambar E.1 Hirarki Komplementari Tata Ruang

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Sedangkan pelaksanaan Audit Tata Ruang dilihat dari produk tata ruang dan obyek
ruang yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel E.1 Produk Tata Ruang dan Objek yang Dikaji dalam Proses Audit

E.2.2 Metodologi Analisis

Metode analisis dalam pelaksanaan Audit Tata Ruang pada prinsifnya digunakan untuk
mengetahui kesesuaian (gap analysis) antara rencana tata ruang wilayah yang diwakili oleh
pola ruang dan struktur ruang dengan pemanfaatan (penggunaan) ruang eksisting. Pada
analisis ini digunakanlah citra satelit dan survei lapangan sebagai media untuk memperoleh
gambaran penggunaan lahan secara eksisting sedangkan pembandingnya adalah pola
ruang RTRW seperti yang termaktub dalam Perda RTRW dan RDTR atau rencana yang lebih
rinci lagi misal RTBL di 2 lokasi Kawasan perkotaan. Adapun metode analisis secara teknis
menggunakan analisis sebagai berikut:

A. Spatial Gap Analisis (Analisis Pentampalan dengan Sistem Informasi Geografis

Analisis dengan melakukan teknik pertampalan/overlay antara Peta pola ruang


RTRW/RDTR Kabupaten/Kota dengan Peta Tataguna lahan sehingga menghasilkan
ketidaksesuaian/gap ketika rencana pola ruang didalam RTRW/RDTR tidak sesuai
dengan pemanfaatan lahan didalam Peta Tata Guna Lahan dan dilakukan dengan
bantuan Geographic Information System (GIS), menghasilkan Peta Spatial Gap Analisis

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

yang menggambarkan sebaran dari lokasi indikasi ketidaksesuaian pemanfaatan pola


ruang dalam satu wilayah.

Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem yang meliputi mengambilan data,
verifikasi data, analisis dan output data yang berreferensi secara spasial dengan bumi.
Metode dalam menentukan imbuhan air dan lepasan air tanah adalah metode yang
berbasis spasial atau dengan menggunakan pendekatan keruangan. Metode ini dipilih
karena dapat menghasilkan informasi ruang secara lebih obyektif dan up to date di
dalam mendukung proses perencanaan desain dan strategi konservasi imbuhan air dan
lepasan air tanah.

Dalam penerapan pendekatan spasial dibantu dengan menggunakan Sistem Informasi


Geografis (SIG) dan Interpretasi Citra Penginderaan Jauh seperti citra satelit (untuk
penutup lahan).

Analisis spasial yang digunakan berbasis pada kemampuan dan kapasitas ruang.
Pemanfaatan pendekatan spasial diimplementasikan dengan menggunakan metode
“Development Possibility Analysis (DPA)”.

Peta Sumber &


Data Spasial

Digitasi

Database
Data
Spasial
Tematik
dengan GIS

• Distribusi Pemanfaatan Ruang


• Kecenderungan Perwujudan
Struktur Ruang
• Kecenderungan Perwujudan
Pola Ruang
• Kesesuaian Struktur & Pola
Ruang dengan Pemanfaatan
Ruang Eksisting

Gambar E.2 Proses Analsisis GIS

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Cara kerja sistem informasi geografis adalah sebagai berikut:

1. Pada tahap awal seluruh data primer maupun sekunder dimasukkan dalam
sebuah format data GIS yang berisi peta dan atribut (tabel).
2. Keseluruhan data kemudian diverifikasi baik sistem koordinatnya maupun isi
substansinya.
3. Setelah itu data diolah sesuai kebutuhan dengan berbagai ekspresi baik ekspresi
matematis maupun logik.
4. Apabila proses analisis sudah dilakukan maka tahap selanjutnya adalah membuat
tampilan layout peta sebagai salah satu hasil akhir produk.

Berikut adalah analisis pentampalan (overlay) ketidaksesuaian masing-masing lokasi


dengan menggunakan kode-kode dari setiap lokasinya :

B. Metode Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang

Metode analisis kesesuaian pemanfaatan ruang yaitu pemantauan dan evaluasi


terhadap pola ruang dengan kondisi eksisting dan kronologi pemanfaatan sebelum
Peraturan Tata Ruang ditetapkan..

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Gambar E.3 Proses Pentampalan dan Hasil Verifikasi Lapangan

Berikut adalah hasil analisis pentampalan dan ketidaksesuaian dan hasil verifikasi
lapangan:

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Kronologis pemanfaatan ruang berdasarkan ketidaksesuaian dan hasil verifikasi lapangan:

C. Kajian Kebencanaan

Melakukan analisis potensi kebencanaan berdasarkan sebaran kawasan rawan


bencana dari data dan informasi yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang yang
relevan dengan kebencanaan seperti BNPB, PVMBG, BMKG dan sebagainya.

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Contoh Hasil Kajian terhadap Kebencanaan yang Dapat Menimbulkan Perubahan


Pemanfaatan Ruang

D. Penilaian Performa Ruang

Metoda penilaian perubahan fungsi yang diakibatkan oleh adanya suatu pemanfaatan
ruang/penggunaan lahan yang melanggar rencana tata ruang.

Berikut adalah contoh analisis performa tata ruang untuk Kawasan Lindung:

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

E. Perhitungan Dampak Kerugian

Melakukan perhitungan kerugian ekonomis akibat dampak dari perubahan fungsi


pemanfaatan ruang dengan parameter parameter Nilai aset terdampak, perubahan
biaya input dan potensi pendapatan yang hilang. Berikut adalah model analisis dampak
yang ditimbulkan dari kegiatan pemanfaatan ruang.

Analisis Dampak Model SWAT

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Contoh tabel perhitungan Analisis Kerugian Ekonomi Akibat Kegiatan Pemanfaatan Ruang

Berdasarkan uraian dan tahapan pelaksanaan Audit diatas berikut secara rinci mengacu
pada Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor
17 Tahun 2017 Tentang Pedoman Audit Tata Ruang meliputi langkah-langkah sebagai
berikut:

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

E.2.3 Tahapan Penyusunan Rekomendasi Audit Pemanfaatan Ruang

Rekomendasi Tindak Lanjut Audit Penataan Ruang:

1. Aspek Tata Ruang berupa peninjauan kembali - revisi, UU No. 26/2007, Pasal 16 :
Kepentingan nasional, bencana, pemekaran, deviasi/ketidaksesuaian pemanfaatan
ruang terhadap pola ruang RTR, dll.
2. Aspek Hukum, UU No. 26/2007 Pasal 39 “...merupakan tindakan penertiban yang
dilakukan terhadap pemanfaatan ruang yang TIDAK SESUAI dengan rencana tata ruang
dan peraturan zonasi”.

PENGAWASAN PENGAWASAN PENGAWASAN PENGAWASAN


• PEMANTAUAN
• EVALUASI
• PELAPORAN
• PENGADUAN

PERDA
PEMANFAATAN PENGENDALIAN
PENGATURAN RTRW RUANG
KASUS
KETIDAKSESUAIAN
• PENYIMPANGAN
PROGRAM PZ • PELANGGARAN
PERDA
RDTR
PEMBIAYAAN PERIZINAN PENERTIBAN
PEMANFAATAN
RUANG
INSENTIF
DISINSENTIF

ADMINISTRASI
PEMBINAAN PELAKSANAAN SANKSI
PEMBANGUNAN PIDANA

PPNS

Gambar E.4 Proses Penyusunan Laporan Hasil Audit Penataan Ruang

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

E.3 METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Berdasarkan pendekatan, metode analisis dan metode audit tata ruang di atas kegiatan
pemeriksaan dan evaluasi terhadap data dan informasi spasial serta dokumen pendukung
untuk mengevaluasi suatu laporan atau temuan yang diduga sebagai indikasi pelanggaran
di bidang penataan ruang. Indikasi pelanggaran yang dimaksud dibagi kedalam 5 tipologi
yaitu:
a. Tipologi I : pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang
b. Tipologi II : pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang
yang diberikan oleh pejabat berwenang
c. Tipologi III : pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan persyaratan izin yang
diberikan oleh pejabat yang berwenang
d. Tipologi IV : menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang
e. Tipologi V : menutup atau tidak memberikan akses terhadap kawasan yang
dinyatakan oleh peraturan perundang-undangan sebagai milik umum.

Terkait dengan rangkaian kegiatan Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau
Seram dalam prosesnya dapat dilihat pada gambar di bawah

Dokumen Usulan Teknis


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Gambar E.1
Metodologi Pelaksanaan Kegiatan Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram

Dokumen Usulan Teknis E-1


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

BAB
F Jadwal Pelaksanaan
Pekerjaan

Jadwal pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan


Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019 disusun berdasarkan urutan logika dari pelaksanaan
pekerjaan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
yaitu 7 (tujuh) bulan kalender, dengan rincian kegiatan yang tercermin dalam jadwal
pelaksanaan berikut ini.

Dokumen Usulan Teknis F-1


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Tabel F.1 Jadwal Pelaksanaan Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram

Dokumen Usulan Teknis F-1


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Dokumen Usulan Teknis F-2


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

BAB
G Komposisi Tim dan
Penugasan

Sebagaimana tertulis di dalam Kerangka Acuan Kerja, disebutkan bahwa kegiatan Audit
Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram ini dilaksanakan dalam waktu 7
(tujuh) bulan kalender, dimulai setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) atau Surat
perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan (SPPP) ditandatangani. Jadwal pelaksanaan dalam
Penyusunan Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram yang selama
7 (tujuh) bulan sebenarnya tergolong pendek mengingat luasnya aspek kajian yang harus
dilaksanakan sebagai konsekuensi dari pendekatan perencanaan tata ruang yang
komprehensif.

Sebagaimana telah ditetapkan dalam kerangka acuan kerja, waktu pelaksanaan pekerjaan
adalah selama 210 (duaratus sepuluh) hari kerja. Dalam hal ini Konsultan memandang bahwa
waktu yang disediakan akan sangat bergantung dari progres pekerjaan yang telah dilakukan.
Mengingat waktu yang relatif singkat ini, konsultan mengharapkan dukungan sepenuhnya
dari pihak pemberi kerja dalam rangka lebih mengefektifkan pelaksanaan pekerjaan serta
dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja.

Untuk lebih jelas mengenai Komposisi Tim dan penugasaan tenaga ahli dapat dilihat pada
Tabel berikut ini.

Dokumen Usulan Teknis G-1


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Tabel G.1 Komposisi dan Penugasannya

TENAGA AHLI
POSISI YANG
NAMA PERSONIL PERUSAHAAN LOKAL LINGKUP KEAHLIAN URAIAN PEKERJAAN OB
DIUSULKAN
/ASING
Ir. Rizal Budiawan, MSi PT. Palindo Bangun Lokal → Penyelesaian Team Leader → Bertanggungjawab 7
Konsultan permasalahan; (Ahli Perencana memimpin
→ Menyusun Laporan Wilayah dan kegiatan ini secara
dan Rekomendasi Kota) keseluruhan,
Hasil Audit Penataan mengkoordinir
Ruang yang tugas-tugas tenaga
menjelaskan hasil ahli lainnya,
pengawasan → Menerima
terhadap laporan,
penyelenggaraan perkembangan
penataan ruang dari aktifitas setiap
Kawasan Perkotaan anggota tim,
Ambon dan Pulau → Menjaga
Seram soliditas/kekompa
kan tim, sehingga
dicapai tujuan,
sasaran, keluaran,
dan manfaat dari
kegiatan ini
→ Menyusun
organisasi kerja
tim secara
keseluruhan;

Dokumen Usulan Teknis G-1


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

TENAGA AHLI
POSISI YANG
NAMA PERSONIL PERUSAHAAN LOKAL LINGKUP KEAHLIAN URAIAN PEKERJAAN OB
DIUSULKAN
/ASING
→ Mengkoordinasika
n pelaksanaan
pekerjaan
terhadap semua
hal yang
berhubungan
dengan kelancaran
pekerjaan;
→ Mengkoordinasika
n hubungan kerja
antar organisasi
kerja sesuai tugas
masing-masing
dengan semua
unsur proyek dan
instansi terkait;
→ Membuat laporan
mengenai data-
data yang didapat
serta menganalisa
untuk
mendapatkan
output, guna
penyusunan buku
laporan pada
setiap tahap
kegiatan.

Dokumen Usulan Teknis G-2


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

TENAGA AHLI
POSISI YANG
NAMA PERSONIL PERUSAHAAN LOKAL LINGKUP KEAHLIAN URAIAN PEKERJAAN OB
DIUSULKAN
/ASING
Arnold Darwin, ST PT. Palindo Bangun Lokal → Pertampalan peta Ahli Sistem → Menginventarisasi 4
Konsultan Verifikasi lapangan Informasi data spasial digital
menggunakan Geografis/GIS dasar, GCP dan
Global Positioning interpretasi Aerial
System (GPS) Photo Capturing
Tracker dan Aerial Drone Khusus
Photo Capturing Wilayah
Drone. Kalimantan
→ Digitasi peta
eksisting lapangan
pada peta digital
rencana shp yang
telah terverifikasi
khusus Wilayah
Kalimantan
→ Analysis
superimphosed
dalam kesesuai
dan penilaian
penggunaan lahan
eksisting dan peta
rencana
menghasilkan
polygon dan area-
area ketidak
sesuain tata ruang
untuk seluruh

Dokumen Usulan Teknis G-3


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

TENAGA AHLI
POSISI YANG
NAMA PERSONIL PERUSAHAAN LOKAL LINGKUP KEAHLIAN URAIAN PEKERJAAN OB
DIUSULKAN
/ASING
lokasi kajian
→ Menentukan lokasi
atau titik
koordinat, luas
area, dan lokasi
titik
ketidaksesuaian
penggunaan lahan.
Orinton Purba, SH, MH PT. Palindo Bangun Kajian teknis dan Ahli Hukum → Membantu Team 4
Konsultan kajian yuridis indikasi Leader dalam
pelanggaran di bidang memeriksa dan
penataan ruang dari memastikan akibat
aspek hukum khusus pelanggaran
wilayah Kalimantan. terindikasi
tersebut
dikatogorikan
tindakan
pelanggaran;
→ Melakukan analisa
keterkaitan antara
actor penyebab
dengan tindakan
pelanggaran;
→ Mengumpulkan
keterangan dan
bahan bukti
(Pulbaket).

Dokumen Usulan Teknis G-4


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

TENAGA AHLI
POSISI YANG
NAMA PERSONIL PERUSAHAAN LOKAL LINGKUP KEAHLIAN URAIAN PEKERJAAN OB
DIUSULKAN
/ASING
→ Menyusun dan
membuat
rekomendasi Legal
Opinion (LO)
terhadap lokasi
pelanggaraan yang
telah dianalisis
Bagus Purwoko Sunu, ST PT. Palindo Bangun Kajian dampak akibat Ahli Lingkungan → Membantu Team 4
Konsultan pemanfaatan ruang Leader dalam
dari aspek lingkungan memeriksa dan
memastikan
pelanggaran
indikasi dari aspek
tata lingkungan
wilayah kajian
→ Mengkaji dan
analisis aspek tata
lingkungan pada
kondisi eksisting
dengan rencana
tata ruang wilayah
kajian berdasarkan
hasil pulbaket
Ir. Alif Sargumantoro PT. Palindo Bangun Kajian dampak akibat Ahli Geologi → Membantu Team 3
Konsultan pemanfaatan ruang Leader dalam
dari aspek geologi memeriksa dan
memastikan

Dokumen Usulan Teknis G-5


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

TENAGA AHLI
POSISI YANG
NAMA PERSONIL PERUSAHAAN LOKAL LINGKUP KEAHLIAN URAIAN PEKERJAAN OB
DIUSULKAN
/ASING
pelanggaran
indikasi dari aspek
geologi
→ Mengkaji dan
analisis aspek
geologi dan tata
lingkungan pada
kondisi eksisting
dengan rencana
tata ruang wilayah
kajian berdasarkan
hasil pulbaket

Dokumen Usulan Teknis G-6


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

BAB
H Jadwal Penugasan
Tenaga Ahli

Kegiatan Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram diharapkan
dapat diselesaikan dalam jangka waktu 7 (tujuh) bulan, dengan kebutuhan tenaga ahli yang
menguasai bidang keahlian tertentu yang berjumlah 5 (lima) orang serta volume layanan
jasa tenaga ahli sebanyak 22 (dua puluh dua) Orang-Bulan.

Adapun jadwal penugasan tenaga ahli dalam Audit Penataan Ruang Kawasan Perkotaan
Ambon dan Pulau Seram dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Dokumen Usulan Teknis H-1


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram Tahun 2019

Tabel H.1 Jadwal Penugasan Tenaga Ahli


Audit Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ambon dan Pulau Seram

FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER Jumlah


No Nama Jabatan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 MM
I TENAGA AHLI PROFESIONAL

1 Ir. Rizal Budiawan, MSi Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (Ketua Tim) 7

2 Arnold Darwin, ST Ahli GIS 4

3 Orinton Purba, SH, MH Ahli Hukum 4

4 Bagus Purwokosunu, ST Ahli Lingkungan 4

5 Alif Sargumantoro, ST Ahli Geologi 3

SUB TOTAL ` 22

II TENAGA PENUNJANG `

1 Sekretaris 7

2 Operator Komputer 7

SUB TOTAL 14

Dokumen Usulan Teknis H-1