Anda di halaman 1dari 10

REKAYASA IDE METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI

“PEMANASAN GLOBAL”
(Dosen Pengampu :Riki Rahmad, S.Pd. M.Sc)

OLEH :
Aprilia Lumbangaol
Febrianti Ronauli Manalu
Jaka Siahaan
Syafna Delfira

B 2018

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepasa Tuhan Yang Maha Esa karena atas Berkat,
Karunia dan RahmatNya penulis dapat meyelesaikan Rekayasa Ide tentang “Pemanasan Global”
dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Penulis berterimakasih kepada dosen yang
bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam Critical Jurnal ini terdapat kekurangan
dan penulis minta maaf jika ada kesalahan penulisan oleh sebab itu penulisberharap adanya kritik,
saran dan usulan demi perbaikan Critical Jurnal Report yang dibuat oleh penulis di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga Rekayasa Ide ini dapat dipahami oleh siapapun yang membacanya juga, dan dapat
menambah wawasan serta pengetahuan bagi pembaca. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Medan, November 2018

Penulis

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR ............................................................................ i

DAFTAR ISI ........................................................................................... ii

BAB I

A. Latar Belakang ........................................................................... .


B. Rumusan Masalah ....................................................................... .
C. Tujuan…………………………………………………………..

BAB II

A. Gagasan
1. Kondisi kekinian pencetus gagasan…………………………
2. Solusi yang diterapkan sebelumnya………………………...
3. Kondisi yang diperbaiki oleh pencetus gagasan……………
4. Pihak yang dapat membantu pengimplementasian…………
5. Langkah-langkah strategis yang dilakukan…………………

B. Kesimpulan
1. Gagasan yang diajukan……………………………………..
2. Teknik implementasi yang dilakukan………………………

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. .

LAMPIRAN…………………………………………………………....

3
BAB I
Latar Belakang

Dari tahun ketahun kita dapat merasakan perubahan cuaca yang semakin tidak menentu
bahkan bisa sampai ekstrim. Dalam satu hari pada saat siang hari cuacanya sangat panas,
sedangkan pada sore sampai malam hari hujan melanda. Kejadian ini sering disebut dengan
nama pemanasan global atau global warming, dimana terjadi peningkatan suhu di
permukaan bumi. Selain itu sekarang juga telah terjadi El Nino dan La Nina adalah
merupakan dinamika atmosfer dan laut yang mempengaruhi cuaca di sekitar laut Pasifik. El
Nino dan La Nina sendiri sebenarnya adalah bentuk penyimpangan pola cuaca.
Karena hal inilah maka dalam tulisan ini kami akan membahas tentang pemanasan global
dan penyimpangan pola cuaca seperti El Nino & La Nina, hal-hal yang menyebabkannya,
akibat yang ditimbulkannya, serta solusi dalam mengatasinya agar dapat meminimalisir
dampak yang ditimbulkan.Tulisan ini disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber di
internet sebagai pendukung dan menyempurnakan pembahasan yang terdapat di makalah
ini.

Rumusan Masalah
a. Apa penyebab terjadinya pemanasan global?
b. Apa saja dampak dari pemanasan global?
c. Bagaimana solusi mengatasi pemanasan global
Tujuan
Tujuan dibuatnya tulisan ini adalah untuk memberikan informasi lebih dalam mengenai
pemanasan global serta penyimpangan pola cuaca yang terjadi saat ini dan untuk memenuhi
tugas mata kuliah

BAB II

4
GAGASAN
A. Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan

Pemanasan global (Global Warming) adalah proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan
daratan bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18°C (1.33 ±
0.32°F) selama seratus tahun terakhir.Intergovernmental Panel on Climate Change
(IPCC)menyimpulkan bahwa, sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak
pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gasgas
rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.

Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yaitu sebuah kelompok peneliti yang
konsen meneliti dan mengamati tentang berbagai hal yang berkaitan dengan perubahan iklim, setiap
beberapa tahun sekali melakukan pertemuan dan diskusi untuk membahas berbagai hal yang
berhubungan dengan penemuan-penemuan terbaru terkait dengan perubahan iklim khususnya
pemanasan global. Dari berbagai diskusi ilmiah tersebut, para peneliti yang tergabung dalam IPCC
menyimpulkan bahwa peningkatan rata-rata suhu global bumi disebabkan oleh meningkatnya
konsentrasi gas-gas rumah kaca yang kemudian dikenal dengan istilah efek rumah bkaca

Pemanasan global terjadi sebenarnya mengikuti prinsip efek rumah kaca. Rumah kaca memiliki
prinsip, menyerap energi panas yang dipancarkan oleh matahari dan menahannya, sehingga suhu
udara di dalam rumah kaca menjadi hangat dan bisa menunjang pertumbuhan tanaman di
dalamnya.

Bumi menerima energi panas dari matahari yang menyinari bumi. Energi panas yang sampai ke
Bumi, menciptakan nuansa panas yang menghangatkan bumi. Sebagian dari panas tersebut di serap
oleh bumi dan sisanya akan dipantulkan kembali. Namun, sebagian besar panas tersebut tetap
terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya gas rumah kaca. Panas yang dipantullkan oleh
bumi akan diserap oleh gas-gas rumah kaca dan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Akibatnya,
energi panas tersebut terperangkap di dalam atmosfer bumi, sehingga suhu di permukaan bumi pun
meningkat.

B. SOLUSI YANG DI TAWARKAN


upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemanasan global. Baik secara individu,
kelompok maupun masyarakat.Ada beberapa cara ampuh mengurangi dan mengatasi pemanasan
global yaitu :

5
1. Program Menanam Pohon

Kampanye pun sudah di lakukan oleh pemerintah pusat dan daerah, perusahaan besar pun sudah
mengalokasikan dana Corporate Social Responsibiliy (CSR)-nya untuk menanam pohon.
Tidak sampai di situ saja, banyak gerakan organisasi masyarakat yang gemar menggalakan menaman
pohon, bahkan ada yang dengan suka rela membagi pohon gratis untuk di tanam setiap rumah. Kini
banyak pihak yang sepakat bahwa menanam pohon adalah satu cara untuk mencegah pemanasan
global. Hanya saja, perlu lebih baik lagi dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

2.Kurangi Bangunan Rumah Kaca

Banyaknya bangunan rumah kaca membuat suhu panas bisa meningkat beberapa derajat celcius.
Oleh sebab itu, harus di kurangi, harus ada kebijakan pemerintah yang tegas tentang pembangunan
gedung-gedung yang mencoba mencakar langit (walau tida bisa).
Aspirasi ini harus terus di sampaikan, kalau bisa pemerintah memberikan denda kepada
pengembang properti (developer) yang membangun rumah tanpa menganalisa tentang dampak
lingkungan dalam proyek mereka.

3. Cerdas Dalam Berkendara

Negara maju sudah banyak yang melakukan hal ini. Budaya berkendara dengan cerdas sudah di
contohkan oleh mereka. Bahkan ada tempat parkir khusus sepeda yang di tata dengan rapi. Ya,
banyak negara maju menggunakan sepeda untuk berpergian, seperti ke kantor atau ke sekolah.
Sebenarnya, hal tersebut di Indonesia sudah mulai ada geliatnya, tapi belum mendapat respon yang
baik dari pemerintah. Seharunya pemereintah membuat jalan khusus penaik sepeda, tapi tidak.
Dengan kendaraan ini. Disamping sehat. kita juga bisa mengurangi dari dampak Polusi yang telah
tercemar.
Selain itu, transportasi massal juga sebagai berkendara dengan cerdas, hal ini bisa mengurangi
pemanasan global yang timbul karena kendaraan bermotor yang kita naiki. Dengan menaiki
transportasi massal, maka langkah ini bisa menghemat polusi dan juga bisa meminimalisir
kemacetan.
Tapi jika Anda punya kantor atau sekolah yang bisa di tempuh dengan berjalan kaki, maka itu lebih
baik di lakukan dengan jalan kaki, jangan malah menaiki mobil. Sama – sama kita ketahui bahwa
sebab pemanasan global karena CO2 yang di keluarkan dari bahan bakar kendaraan bermotor.

4. Hemat Listrik

6
Listrik juga menjadi faktor dalam menaikan suhu panas. Jika demikian alangkah bijaknya untuk
membiasakan hemat listrik. Seperti di rumah, ketika siang hari mematikan alat listrik yang tidak
digunakan lagi.
Memang harus massal di lakukan, bukan hanya oleh peorangan saja. Sangat disayangkan masih
ditemukan banyaknya lampu jalan yang menyala di siang hari. Dalam hal ini pemerintah belum
menjadi contoh bagi masyarakat.
Tapi tidak salah jika kita mulai dari diri kita sendiri, keluarga, tetangga dan seterusnya.

Mudah- mudahan generasi masa depan bisa cerdas dan hemat dalam penggunaaan listrik.

5. Saluran Ventilasi Rumah Yang Cukup


Jika Anda mau mencegah pemansan global masuk kerumah, maka yang Anda lakukan selain
memasang AC, adalah memperbanyak saluran ventilasi di rumah. Supaya angin bisa masuk kedalam
rumah dan memberikan kesejukan. Dan supaya angin tetap banyak masuk kerumah Anda, maka
jangan lupa Anda menanam pohon di pekarangan rumah Anda.

6. Jangan Tebang Pohon Sembarangan (ilegal loging)


Ini yang masih sulit untuk di lakukan oleh masyarakat kita. Bisa kita lihat setiap tahun berapa hektar
lahan hutan yang terbakar, sehingga menjadi lahan yang tandus. Tidak terhitung lagi kerugian negara
karena hutan yang habis di bakar oleh oknum tidak bertanggung jawab. Anda bisa bayangkan butuh
berapa lama untuk menunggu pohon untuk tinggi? Ya, butuh bertahun – tahun, bahkan puluhan
tahun.

C. PIHAK YANG MEMBANTU PENGIMPLETASIAN


1. Inisiatif tersebut mendukung komitmen perubahan iklim Indonesia dalam dokumen
Nationally Determined Contribution (NDC)’ yang memuat target penurunan emisi gas
rumah kaca sebesar 29% hingga 41% dari skenario businessas-usual pada 2030. Di saat
yang sama, 2030 juga menjadi batas akhir bagi Indonesia dalam mencapai target SDGs
sebagai kiblat pembangunan ekonomi global.
2. Presiden Joko Widodo pada Juli tahun lalu menerbitkan Peraturan Presiden No. 59
Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang
memuat Rencana Aksi Nasional Sustainable Development Goal (RAN SDGs). Peraturan ini
akan menjadi salah satu referensi bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024) guna terselenggaranya pembangunan ekonomi
yang hijau dan rendah karbon.

7
D. LANGKAH-LANGKAH PENGIMPLEMENTASIAN
1. Penyelenggaraan program pembangunan berkelanjutan yang kontinu Berbeda dari
kebijakan ekonomi dan infrastruktur yang memperlihatkan hasil dalam waktu relatif
singkat, pembangunan sektor lingkungan memerlukan waktu lebih lama untuk
menunjukkan manfaat yang signifikan. Hal ini mengakibatkan sulitnya memperoleh akses
finansial dan dukungan politik yang stabil terhadap penyelenggaraan kegiatan terkait
perubahan iklim.

2. Kerjasama antarsektor
Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, diperlukan ketahanan yang kuat dalam
menjaga sumber daya alam dan lingkungan dengan mengintegrasikan upaya mitigasi dan
adaptasi ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Indonesia juga perlu
memastikan pembangunan menuju rendah karbon dan berketahanan iklim dapat terlaksana
secara konsisten supaya dapat berkontribusi dalam mencapai sasaran SDGs pada 2030.

Target ambisius ini memerlukan dukungan semua pihak untuk tercapainya target penurunan
emisi gas rumah kaca dan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam sekali dayung. Hal ini
membuka peluang yang lebih lebar bagi para pihak untuk membangun kolaborasi di tingkat
internasional, nasional sampai tingkat provinsi.

Melalui data dan analisis dari Climate Watch, kami berharap dapat membantu pemerintah
dalam menentukan kebijakan yang dapat mencapai SDGs dan NDCs secara bersamaan.

PENUTUP

KESIMPULAN
A. Gagasan yang diajukan
1. Tidak melakukan pencemaran dalam segala hal
2. Menggunakan plastic yang cepat terurai
3. Membiasakan diri berjalan kaki
4. Mencegah terjadinya kebakaran hutan
B. Teknik Implementasi yang akan dilakukan

8
• Pada Industri membuat suatu lahan khusus untuk menanmpung limbah pembuangan
agar tidak lagi mencemari air.
• Industry juga harus mengeluarkan produk yang ramah lingkungan agar dapat terurai
cepat nantinya.
• Bagi diri sendiri juga harus sadar akan kerusakan bumi kita, maka dari itu kita
mengurangi jumlah kendaraan bermotor. Untuk penggatian kendaraan dapat melalui
sepeda atau kendaraan umum yang nyaman sehingga kita berfikir 2x untuk membeli
kendaraan pribadi karena kendaraan umum sudah membuat nyaman.
• Oknum oknum nakal yang ingin membuka lahan baru di daerah hutan dengan cara
membakar hutan berhektare-hektare sebaiknya diberi hukuman yang berat.
Pemerintah juga harus membuat perundang-undangan mengenai hal tersebut

DAFTAR PUSTAKA
http://theconversation.com/mengatasi-pemanasan-global-dapat-
mempercepattercapainya-sdg-di-indonesia-94203
https://princekevin019.blogspot.com/2015/04/makalah-pemanasan-global_2.html

LAMPIRAN

9
10