Anda di halaman 1dari 15

Nama: Muhammad Yusuf Effendi

NIM: 201720401011172

Definisi Etiologi Manifestasi Diagnosis Terapi Komplikasi Prognosis


Klinis
Mata Mata kering /  Usia lanjut. Dry eye  Gatal Dry eye syndrome Lingkungan / Jarang ditemukan jika Baik jika penanganan
Kering atau dialami oleh hampir  Terasa berpasir didiagnosis dengan Eksogen penanganan cepat dan cepat dan tepat
keratoconjunctiv semua penderita  sekresi mucus gejala klinis, anamnesis  Edukasi dan tepat,
itis sicca usialanjut, 75% di yang lengkap tentang modifikasi Apabila dry eye
berlebihan lingkungan
(KCS) atas 65 tahun baik  tidak mampu keluhan pasien (sesuai
Mengeliminasi efek
syndrome terus
menggambarkan laki maupun menghasilkan manestasi klinik), usia dibiarkan, komplikasi
pengobatan topikal
produksi air perempuan air mata (biasanya pada usia 65 atau sistemik yang lebih berat dapat
mata yang tidak  Hormonal yang lebih  sensasi terbakar th keatas), pekerjaan Pengobatan topical terjadi, seperti infeksi
cukup atau sering dialami oleh  fotosensitivitas (semakin meningkat  Air mata buatan kornea (disebut juga
ketidaknormalan wanita seperti saat  merah sesuai faktor resiko), (artificial tears), keratitis atau corneal
dari komposisi kehamilan, penyakit serta gel/salep ulcer) yang dapat
 sakit
air mata menyusui, pemakaian obat-obatan  Antiinflamasi mengakibatkan
 sulit (siklosporin dan
pemakaian obat yang mungkin dapat timbulnya kerusakan
menggerakkan menjadi penyebab. kortikosteroid permanen apabila tidak
kontrasepsi, dan
palpebra topikal)
menopause. Pemeriksaan klinis ditangani dengan segera.
 Agen mukolitik
 Obat-obatan dapat segmen anterior mata Atau dry eye
termasuk kelopak,  Serum autologous syndrome juga dapat
menurunkan Pengobatan sistemik
produksi air mata sistem menyebabkan infeksi
 Asam lemak omega
seperti antidepresan, lakrimal, konjungtiva, selaput mata berulang
3
dekongestan, epitel kornea, serta  Tetrasiklin (untuk
(conjunctivitis), atau
antihistamin, tekanan intraokuler. disfungsi kelenjar bahkan peradangan yang
antihipertensi, Pemeriksaan meibomian, hebat sehingga terjadi
kontrasepsi oral, khusus lainnya penting rosacea) perlekatan pada seluruh
diuretik, obat-obat dilakukan untuk menilai  Antiinflamasi permukaan bola mata.
tukak lambung, fungsi air mata secara sistemik
tranquilizers, beta kualitas maupun  Secretagogues
bloker, kuantitas seperti: Pembedahan
Schirmer’s Test
antimuskarinik, Schirmer’s test  Pemasangan
anestesi umum. dilakukan untuk menilai sumbat punktum
 merokok kuantitas produksi air  Pemasangan
 artritis rematik, mata yang dihasilkan sumbat punktum
kelenjar lakrimal. secara permanen
diabetes, kelainan
diletakkan pada sakus  Penjahitan
tiroid, asma, lupus sepertiga kelopak
erythematosus, inferior 1/3 temporal
mata (tarsorafi)
pemphigus, Stevens- agar tidak menyentuh  Perbaikan posisi
johnsons syndrome, kornea kelopak mata
Sjogren syndrome, tanpa anestesi topikal  Selaput lendir,
scleroderma, selama 5 menit, jika kelenjar saliva dan
polyarteritis nodosa, nilai yang kertas pencangkokan
sarcoidosis, terbasahi sebesar >10 selaput amniotic
Mickulick.s mm dianggap normal, Lainnya
syndrome, akne dibawah nilai tersebut  Terapi pada
rosacea, arthritis, dianggap mengalami dry kelopak mata
eye (kompres air
defisiensi vit A dan
Tear Break-Up Time hangat)
lain–lain
 Kontak lensa
 Pemakai lensa (TBUT)
 Kacamata moisture
kontak mata terutama Tear break-up time
chamber
lensa kontak lunak (TBUT) dilakukan untuk (Pada kasus dry eye
yang mengandung menilai stabilitas ringan pengobatan
kadar air tinggi akan lapisan air mata. cukup dengan
menyerap air mata Lapisan air mata diberi artificial
sehingga mata terasa pewarnaan fluoresin dan tears pada malam
perih, iritasi, nyeri, dilakukan hari, kompres hangat
menimbulkan rasa pemeriksaan kornea dan massage kelopak
dengan menggunakan mata jika
tidak
lampu biru. Apabila disertai radang tepi
nyaman/intoleransi kelopak mata
saat menggunakan interval
(bleparitis). Pada
lensa kontak, dan waktu antara mengedip kasus berat (pasca
menimbulkan dan terbentuknya dry Stevens Johnson.s
depositprotein. spot pada kornea kurang syndrome, trauma
 Pembedahan refraktif dari kimia/luka bakar)
seperti Lasik akan dapat
mengalami dry eye 10 detik dianggap dipertimbangkan
sementara waktu. abnormal (nilai normal pemakaiaan kontak
 Faktor lingkungan 15 detik) lensa, serum
Pewarnaan autologus, terapi
seperti, udara panas
hormonal,
dan kering, asap, Pewarnaan fluoresin
siklosporin, oklusi
polusi udara, angin, dapat mendeteksi pungtum bahkan
berada diruang ber- adanya kerusakan epitel tindakan operasi bila
AC terus menerus kornea pada penderita terjadi
akan meningkatkan dry eye berupa pungtata, komplikasi kornea)
evaporasi air mata. defek atau ulkus kornea
 Mata yang menatap Pewarnaan rose bengal,
secara terus menerus lissamin green dapat
sehingga lupa menilai
berkedip seperti saat keadaan sel-sel
membaca, menjahit, konjungtiva dan kornea
menatap monitor TV, yang patologis, yang
komputer, ponsel tidak dilapisi
musin serta filament
Tes Ferning
Tes ferning merupakan
tes untuk menilai
kualitas serta stabilitas
air mata. Bila air mata
dibiarkan kering di atas
suatu object glass,
dengan
menggunakan
mikroskop cahaya akan
tampak suatu gambaran
kristal
berbentuk daun pakis
(ferns).
Impression Cytology
Sitologi impresi
menggunakan cellulose
acetate filter dapat
dilakukan untuk menilai
keadaan serta densitas
sel-sel permukaan mata,
seperti sel epitel, sel
goblet, serta gambaran
kerusakan sel yang
mengalami
keratinisasi

Blefaritis Blefaritis adalah Blefaritis dapat Blefaritis Diagnosis ditegakkan Bersihkan dengan  Komplikasi yang berat Pada blefaritis prognosis
radang pada disebabkan infeksi menyebabkan berdasarkan anamnesis garam fisiologis karena blefaritis sangat baik dan dapat
kelopak mata. staphylococcus (jenis kemerahan dan gejala dan hasil hangat kemudian jarang terjadi. hilang dengan terapi
Radang yang ulseratif), dermatitis penebalan, bisa pemeriksaan kelopak diberikan antibiotik Komplikasi yang
sering terjadi seboroik,gangguan juga terbentuk mata. yang sesuai. Pada paling sering terjadi
pada kelopak kelenjar meibom, atau sisik dan Banyak kasus blefaritis blefaritis sering pada pasien yang
merupakan gabungan dari keropeng atau dapat didiagnosa dengan dilakukan kompres menggunakan lensa
radang kelopak ketiganya,, virus luka terbuka yang menanyakan tentang hangat. Pada kontak. Mungkin
dan tepi (herpes zoster, herpes dangkal pada tanda, dan melakukan infeksi ringan, sebaiknya disarankan
kelopak. Radang simplek), jamur, kelopak mata. pemeriksaan mata serta diberi antibiotik untuk sementara
bertukak atau parasit belfaritis Blefaritis bisa memeriksa adakah lokal sekali sehari waktu menggunakan
tidak pada tepi pedikulosis. Blefaritis menyebabkan penyakit yang bisa pada kelopak dan alat bantu lain seperti
kelopak anterior biasanya penderita merasa mendukung seperti kompres basah kaca mata sampai
biasanya disebabkan karena ada sesuatu dermatitis seboroik dan dengan asamborat. gejala blefaritis benar-
melibatkan infeksi staphylococcus dimatanya. Mata rosea. Bila terjsdi benar sudah hilang
folikel dan atau dermatitis dan kelopak blefaritis menahun,  Syndrome mata
kelenjar rambut. mata terasa maka dilakukan kering.Adalah
seboroik yang gatal, panas penekanan manual komplikasi yang
menyerang bulu mata. dan menjadi kelenjar meibom paling sering terjadi
merah. Bisa untuk pada blefaritis.
terjadi mengeluarkan  Konjungtivitis adalah
pembengkakan nanah. Pada peradangan pada
kelopak mata dan blefaritis seborik, mata. Ini terjadi ketika
beberapa helai kelopak harus ada bakteri di dalam
bulu mata rontok. dibersihkan dengan kelopak mata
Mata menjadi kapas lidi hangat,  Kista meibom Adalah
merah,berair dan soda bikarbonat, pembengkakan yang
peka terhadap atau nitras argenti terjadi pada kelopak
cahaya terang. 1%. Dapat mata
Bisa terbentuk digunakan salep
keropeng yang sulfonamid untuk
melekat erat pada aksi keratolitiknya.
tepi kelopak mata, Kompres
jika keropeng hangatselama 5-10
dilepaskan, bisa menit, tekan
terjadi kelenjar meibom
perdarahan. dan bersihkan
Selama tidur, dengan sampo bayi.
sekresi mata Diberikan juga
mengering antibiotik sistemik,
sehingga ketika tetrasiklin 2x250
bangun kelopak mg atau eritromisin
mata sukar dibuka 3x250mg atau
sesuai dengan hasil
kultur. Pengobatan
pada infeksi virus
bersifatsimtomatik,
antibiotik diberikan
bila etrdapat infeksi
sekunder. Bila
disebabkan jamur,
infeksi superfisial
diobati dengan
griseofulvin 0,5-
1mg gram sehari
dengandosis
tunggal atau dibagi
dan diteruskan
sampai 1-2 minggu
setelah
gejalamenurun.Bila
disebabkan kandida
diberikan nistatin
topikal 100.000
unit per gram.Pada
infeksi jamur
sistemik, bila
duisebabkan
aktinomises atau
nokarida
diobatidengan
sulfonamid,
penisilin, atau
antibiotikspektrum
luas. Amfoterisin
Bdiberikan untuk
histoplasmosis,
sporotrikosis,
aspergilosis dan
lainnya. Dimulai
dengan 0,05-0,1
mg/kg BB secara
intravena lmbat
selama 6-8 jam
dalamdekstrosa
5%. Dosis dinaikan
sampai 1mg/kg BB,
namun total tidak
lebih dari 2gram.
Pengobatan
diberikan setiap
hari selama 2-3
minggu atau
sampai
gejalaberkurang.
Hati-hati karena
toksik terhadap
ginjal. Pada
blefaritis akibat
alergi dapat
diberikan steroid
lokal atau sistemik,
namun harus
dengan pemakaian
lama.untuk
mengurangi gatal,
berikan
antihistamin.

Hordeolu Merupakan Staphylococcus adalah Tanda-tanda Anamnesis : Non Farmakologi  komplikasi akibat Prognosis umumnya
m peradangan bakteri penyebab hordeolum sangat 1. Keluhan utama 1. Kompres hangat tekhnik drainase yang baik, karena proses
supuratif infeksi pada kelopak mudah dikenali, Secara umum, pasien 4-6 kali sehari tidak tepat, dapat peradangan pada
kelenjar Zeis mata yang paling yakni nampak paling sering datang selama 15 menit menimbulkan hordeolum bisa
dan Moll adanya benjolan dengan keluhan tiap kalinya untuk gangguan mengalami
(hordeolum sering pada 90-95% pada kelopak benjolan terlokalisir membantu pertumbuhan bulu penyembuhan dengan
eksternum), kasus hordeolum. mata bagian atas yang terasa nyeri di drainase. mata, gangguan pada sendirinya, asalkan
kelenjar atau bawah, salah satu kelopak Lakukan dengan kelopak mata atau kebersihan daerah mata
Meibom berwarna mata. Namun, pada mata tertutup. terbentuk fistula pada tetap dijaga, apabila
(hordeolum kemerahan. beberapa kasus 2. Bersihkan kelopak mata. dilakukan drainage
internum) Gejala disertai keluhannya hanya kelopak mata  selulitis general pada abses dengan insisi dan
dengan rasa sakit berupa pembengkakkan dengan air bersih keolpak mata timbul kuretase, prognosis juga
dan mengganjal pada seluruh kelopak 3. Jangan menekan bila hordeolum interna baik asal dilakukan
dan nyeri bila mata dan berwarna atau menusuk tidak diobati. perbaikan higienitas
ditekan. Nyeri merah yang semakin hordeolum, hal  astigmatisme pada daerah mata.
yang dirasakan lama ini dapat
berupa rasa pembengkakkannya menimbulkan
terbakar, menusuk menjadi terlokalisir. infeksi lebih
atau hanya berupa Pada kasus hordeolum parah
perasaan tidak yang parah, infeksi 4. Hindari
nyaman. Kadang yang terjadi bias pemakaian make-
mata berair dan meluas ke palpebra up pada mata,
peka terhadap bagian dalam dan karena
sinar. Adakalanya jaringan periorbital. kemungkinan hal
nampak bintik Pada kasus tersebut, itu menjadi
berwarna penanganannya tidak penyebab
keputihan atau bisa seperti penanganan infeksi.
kekuningan hordeolum biasa, 5. Jangan memakai
disertai dengan penanganannya seperti lensa kontak
pembengkakan pada kasus selulitis karena dapat
kelopak mata. periorbital. menyebarkan
Hordeolum dapat Kebanyakan pasien infeksi ke kornea.
membentuk abses hordeoulum dating B. Farmakologi
di kelopak mata dengan keluhan adanya 1. Atibiotik
dan pecah dengan benjolan atau Topikal :
mengeluarkan pembengkakan di antibiotik topikal
nanah. kelopak mata. Biasanya berupa tetes mata
Pada hordeolum disertai rasa nyeri (gentamicin/poly
eksterna disekitar kelopak mata mixin B/
hordeolum atau benjolan yang neomycin)
muncul pada disertai keluarnya selama 7-10
batas kelenjar nanah. haritiap 3 jam
keringat berada. 2. Keluhan tambahan sekali.
Sedangkan pada Pada 2. Sistemik : bila
hordeolum interna hordeolum, keluhan diperlukan
biasanya disertai lainnya yang biasanya berikan antibiotik
dengan reaksi dirasakan pasien sistemik berupa
yang lebih berat adalah Pembengkakan ampisilin oral 4x
seperti lokal kelopak mata, 250 mg/ hari dan
konjungtivitis nyeri lokal kelopak juga dilakukan
atau kemosis. mata, kemerahan pada perbaikian
Biasanya hanya kelopak mata, nyeri hygiene mata
sebagian kecil bila tersentuh, 3. ika terdapat
daerah kelopak pengerasan kulit dari nyeri, diberikan
mata yang margo kelopak mata, asam mefenamat,
membengkak, sensasi terbakar di ibu profen dan
meskipun kadang mata, terasa berat pada sejenisnya.
seluruh kelopak kelopak mata, gatal, Bila terapi
mata juga penglihatan kadang konserfatif tidak
membengkak. Di menjadi kabur, keluar membaik, maka
tengah daerah sekret purulen di mata, perlu dilakukan
yang iritasi pada mata, drainage abses
membengkak sensitivitas cahaya, dengan carao
seringkali terlihat mata berair, peratif berupa insisi
bintik kecil yang ketidaknyamanan dan kuretase
berwarna selama berkedip, sebagai berikut
kekuningan. Bisa sensasi ada benda (Lindsley dkk,
terbentuk abses asing di mata 2012) :
(kantong nanah) 3. PemeriksaanOftalmol 1. Berikan anestesi
yang cenderung ogis setempat dengan
pecah dan Pemeriksaan oftalmologi tetes mata
melepaskan didapatkan adanya pantocain. Bila
sejumlah nanah. edema dan hiperemi perlu diberikan
pada palpebra yang anastesi umum,
disertai nyeri. Benjolan pada anak-anak
menonjol kearah kulit atau orang-orang
dan ikut bergerak dengan yang takut.
pergerakan kulit disertai 2. Untuk lokal
adanya supurasi tanpa anestesi bisa
injeksi konjungtiva. dipakai prokain
Kadang ditemukan 2% dilakukan
pseudoptosis atau ptosis secara infiltratif
yang terjadi akibat dan tetes mata
bertambah beratnya Pantocain 2%.
kelopak sehingga sukar 3. Pada hordeoulum
diangkat. internum, insisi
dilakukan pada
konjungtiva,
kearah muka dan
secara vertical
untuk
menghindari
banyaknya
kelenjar-kelenjar
yang terkena.
Sedangkan pada
hordeolum
eksterna, arah
insisi horizontal
sesuai dengan
lipatan kulit.
4. Pegang lesi
dengan penjepit
kalazion.
5. Setelah dilakukan
insisi, dilakukan
ekskohleasi atau
kuretase seluruh
isi jaringan
meradang di
dalam
kantongnya dan
kemudian
diberikan salep
antibiotik.
6. Setelah selasai
mata di bebat.

Khalazio Kalazion adalah Beberapa literatur - benjolan pada Diagnosa kalazion yaitu Non Farmakologi Rusaknya sistem Pasien yang
n peradangan menyebutkan bahwa kelopak mata dengan melakukan 6. Kompres hangat drainase pada kalazion memperoleh perawatan
granulomatosa penyebab kalazion - tidak hiperemi anamnesa identitas, 4-6 kali sehari dapat menyebabkan biasanya memperoleh
kelenjar meibom adalah idiopatik, tetapi - tidak ada nyeri keluhan dari kalazion selama 15 menit trichiasis, dan hasil yang baik.
yang tersumbat, ada yang menyebutkan tekan yang disebutkan kehilangan bulu mata. Seringkali timbul lesi
tiap kalinya untuk
sehingga bahwa penyebabnya - pseudoptosis sebelumnya, riwayat Kalazion yang rekuren baru, dan rekuren dapat
mengakibatkan adalah berhubungan penyakit sekarang, membantu atau tampat atipik perlu terjadi pada lokasi yang
- tidak ada
pembengkakan dengan blefaritis pembesaran riwayat penyakit drainase. dibiopsi untuk sama akibat drainase
yang tidak sakit kronik. Blefaritis kelenjar sebelumnya, riwayat Lakukan dengan menyingkirkan adanya yang kurang baik.
pada mata. adalah peradangan preaurikuler penyakit keluarga, mata tertutup. keganasan. Kalazion yang tidak
palpebra dengan gejala - kadang- kadang riwayat pengobatan, dan 7. Bersihkan Astigmatisma dapat memperoleh perawatan
utama tepi kelopak terjadi kelainan riwayat kebiasaan. kelopak mata terjadi jika massa pada dapat mengering dengan
meradang yang refraksi pada Setelah dilakukan palpebra sudah sendirinya, namun
dengan air bersih
disebabkan oleh mata, karena anamnesa dilakukan mengubah kontur sering terjadi
infeksi dan alergi yang pemeriksaan mata 8. Jangan menekan kornea. Kalazion yang peradangan akut
penekanan yang
berjalan kronis atau mengakibatkan seperti visus, tekanan atau menusuk drainasenya hanya intermiten.
menahun. (Ilyas, 2013) intra ocular, kedudukan hordeolum, hal sebagian dapat
Kalazion mungkin perubahan bentuk bola mata, pergerakan, ini dapat menyebabkan massa Kalazion rekuren atau
timbul spontan bola mata palpebra, konjungtiva, menimbulkan jaringan granulasi berulang, terutama yang
disebabkan oleh - pada anak muda : sclera, kornea, camera infeksi lebih prolapsus diatas terjadi di tempat yang
sumbatan pada saluran diabsorbsi okuli anterior, iris, konjungtiva atau kulit sama meskipun telah
parah
kelenjar atau sekunder spontan pupil, serta lensa. dilakukan drainase
dari hordeolum Kadang saluran kelenjar 9. Hindari dengan baik
internum. Kalazion Meibom bisa tersumbat pemakaian make- sebelumnya, harus
dihubungkan dengan oleh suatu kanker kulit, up pada mata, dipertimbangkan adanya
seborrhea, chronic untuk memastikan hal karena suatu keganasan berupa
blepharitis, dan acne ini maka perlu dilakukan kemungkinan hal karsinoma sel sebasea.
rosacea. pemeriksaan biopsi. itu menjadi Biopsi langsung dengan
Pemeriksaan potongan beku perlu
penyebab
histopatologi dilakukan dilakukan.
bila kalazion terjadi infeksi. Insisi yang kurang baik
berulang kali sehingga 10. Jangan dapat menyebabkan
dicurigai keganasan. memakai lensa terbentuknya tonjolan.
Pemeriksaan yang kontak karena Sedangkan insisi yang
umum dilakukan pada dapat terlalu dalam dapat
pasien dengan kalazion menyebarkan menyebabkan timbulnya
adalah pemeriksaan fisik fistula dan jaringan
infeksi ke kornea.
pada kelopak mata parut.Suntikan
pasien. B. Farmakologi kortikosteroid intralesi
Inpeksi : pada 4. Atibiotik dapat menimbulkan
pemeriksaan secra Topikal : hilangnya pigmentasi
inspeksi dapat dilihat antibiotik topikal pada kulit. Pada pasien
adanya nodul pada berupa tetes mata tertentu, pemberian
kelopak mata atas atau (gentamicin/poly kortikosteroid dapat
bawah, dimana nodul menimbulkan
mixin B/
menonjol ke arah peningkatan tekanan
konjungtiva dan tampak neomycin) intra okular.Kuretase
adanya daerah berwarna selama 7-10 dan drainase yang
kemerahan pada haritiap 3 jam inadekuat dapat
palpebra bagian dalam. sekali. menyebabkan
Palpasi : pada 5. Sistemik : bila berulangnya atau
pemeriksaan secara diperlukan
palpasi dapat ditemukan berikan antibiotik berkembangnya suatu
adanya masa yang keras sistemik berupa granulomata.
dan terfiksasi pada ampisilin oral 4x Pasien yang
tarsus memperoleh perawatan
250 mg/ hari dan
biasanya memperoleh
juga dilakukan hasil yang baik.
perbaikian Seringkali timbul lesi
hygiene mata baru, dan rekuren dapat
6. ika terdapat terjadi pada lokasi yang
nyeri, diberikan sama akibat drainase
asam mefenamat, yang kurang baik.
Kalazion yang tidak
ibu profen dan
memperoleh perawatan
sejenisnya. dapat mengering dengan
Bila terapi sendirinya, namun
konserfatif tidak sering terjadi
membaik, maka peradangan akut
perlu dilakukan intermiten
drainage abses
dengan carao
peratif berupa insisi
dan kuretase
sebagai berikut :
7. Berikan anestesi
setempat dengan
tetes mata
pantocain. Bila
perlu diberikan
anastesi umum,
pada anak-anak
atau orang-orang
yang takut.
8. Untuk lokal
anestesi bisa
dipakai prokain
2% dilakukan
secara infiltratif
dan tetes mata
Pantocain 2%.
9. insisi dilakukan
pada konjungtiva,
kearah muka dan
secara vertical
untuk
menghindari
banyaknya
kelenjar-kelenjar
yang terkena.
Pegang lesi
dengan penjepit
kalazion.
10. Setelah
dilakukan insisi,
dilakukan
ekskohleasi atau
kuretase seluruh
isi jaringan
meradang di
dalam
kantongnya dan
kemudian
diberikan salep
antibiotik.
Setelah selasai
mata di bebat.