Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan kedokteran merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia dibidang kedokteran. Karena keberhasilan dunia pendidikan
khususnya pendidikan kedokteran sebagai faktor penentu tercapainya tujuan pembangunan
kesehatan. Untuk menjadi seorang dokter yang profesional, mahasiswa harus melewati dua
tahap pendidikan. Pertama adalah tahap sarjana kedokteran pada tahap ini mahasiswa
belajar tentang semua teori-teori dan konsep–konsep ilmu. Sistem pembelajarannya dibagi
menjadi beberapa modul dan setelah lulus dari semua modul mahasiswa akan mendapat
gelar S.Ked (sarjana kedokteran). Setelah itu mahasiswa akan masuk ke tahap profesi dokter
atau pendidikan klinik. Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu- ilmu yang telah di pelajari
di preklinik, dan disini mahasiswa berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan
pasien. Pada tahap pendidikan di klinik mahasiwa akan melewati beberapa stase dan setiap
mahasiswa akan menempati stase yang berbeda-beda.Salah satu stase yang ada di
pendidikan klinik adalah stase forensik.Stase forensik adalah stase yang memaparkan
mengenai materi kedokteran forensik. Kedokteran forensik pada dasarnya adalah ilmu
pengetahuan kedokteran dengan tujuan membuat terang guna membuktikan ada tidaknya
kasus kejahatan/pelanggaran dengan memeriksa barang bukti atau physical evidence dalam
kasus tersebut (Dahlan, 2007)
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil penelitian
1. Gambaran Umum Responsen
Penelitian ini menggunakan responden mahasiswa Mahasiswa Kedokteran Koas
Angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Gambaran umum responden
dalam penelitian ini dibagi berdasarkan jenis kelamin dan usia. Berdasarkan karakteristik
tersebut diperoleh gambaran yang lebih detail mengenai responden dalam penelitian. Berikut
sajian karakteristik responden tersebut:
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Responden yang diambil dalam penelitian ini dengan karakteristik berdasarkan
jenis kelamin.Adapun responden terdiri atas 33 responden yang dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 Laki-laki 10 30%
2 Perempuan 23 70%
Jumlah 33 100%

Berdasarkan data pada tabel diatas diketahui bahwa jumlah responden dalam
penelitian ini berjumlah 33 orang yang terdiri dari 10 laki-laki atau (30%) dan 23 orang
perempuan atau (70%). Pengambilan jumlah responden tersebut dilakukan dengan
random sampling. Adapun perbandingan persebaran responden berdasarkan jenis kelamin
dapat di lihat pada bagan berikut:
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Responden dalam penelitian berdasarkan usia dibagi menjadi 3 kategori usia.
Adapun persebaran responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia


No Usia Jumlah Persentase
1 20 tahun 16 48%
2 21 tahun 12 36%
3 22 tahun 5 15%
Jumlah 33 100%

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa responden yang memiliki usia 20 Tahun
berjumlah sebanyak 16 orang atau dengan presentase sebesar 48%, usia 21 tahun
sebanyak 13 orang dengan presentase 36%, dan usia 22 tahun sebanyak 5 orang dengan
presentase 15%. Berdasarkan kategori tersebut responden sebagian besar memiliki usia
20 tahun yakni 48%.

A. Kajian Teori
Disiplin belajar
a. Pengertian Disiplin belajar
Disiplin belajar berasal dari bahasa Inggris discipline yang mengandung
beberapa arti seperti kumpulan beberapa tata tertib untuk mengatur perilaku
,pengendalian diri dan membentuk karakter yang baik.Disiplin belajar diperlukan dalam
proses belajar.Slameto (2013) mengungkapkan bahwa belajar adalah usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Menurut Koesoema (2011),disiplin belajar adalah mengikuti tata peraturan, tujuan
pembelajaran dan pengembangan kemampuan dari mahasiswa melalui bimbingan
pengajar Jadi,disiplin belajar belajar adalah mengikuti tata tertib dalam usaha untuk
memperoleh perubahan tingkah laku
b. Fungsi Disiplin belajar
Disiplin belajar sangat penting dan dibutuhkan setiap mahasiswa. Untuk
mencapai sukses dalam mencapai prestasi belajar dan kelak ketika bekerja diperlukan
perilaku disiplin belajar . Menurut Bistak Sirait (2008) menyatakan bahwa tujuan utama
dari sebuah sikap kedisiplin belajaran adalah untuk mengarahkan seseorang agar dapat
mengendalikan dirinya sesuai yang diharapkan.Selain itu juga supaya seseorang dapat
melakukan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang digunakan.Disiplin belajar membuat
seseorang terbiasa mengikuti, mematuhi, menaati aturan-aturan yang berlaku. Kebiasaan
itu lama kelamaan masuk ke dalam kesadaran dirinya sehingga akhirnya menjadi milik
kepribadiannya. Jadi, lingkungan yang berdisiplin belajar baik sangat berpengaruh
terhadap kepribadian seseorang. Apalagi seorang mahasiswa yang sedang tumbuh
kepribadiaannya, tentu lingkungan sekolah yang tertib, teratur, tenang,tenteram, sangat
berperan dalam membangun kepribadian yang baik.
Hasil penelitian
2. Gambaran Umum Responsen
Penelitian ini menggunakan responden mahasiswa Mahasiswa Kedokteran Koas
Angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Gambaran umum responden
dalam penelitian ini dibagi berdasarkan jenis kelamin dan usia. Berdasarkan karakteristik
tersebut diperoleh gambaran yang lebih detail mengenai responden dalam penelitian. Berikut
sajian karakteristik responden tersebut:
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Responden yang diambil dalam penelitian ini dengan karakteristik berdasarkan
jenis kelamin.Adapun responden terdiri atas 33 responden yang dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 Laki-laki 10 30%
2 Perempuan 23 70%
Jumlah 33 100%
Berdasarkan data pada tabel diatas diketahui bahwa jumlah responden dalam
penelitian ini berjumlah 33 orang yang terdiri dari 10 laki-laki atau (30%) dan 23 orang
perempuan atau (70%). Pengambilan jumlah responden tersebut dilakukan dengan
random sampling.