Anda di halaman 1dari 13

3.

1 Menerangkan Akuntansi
Definisi resmi yang mula-mula diajukan adalah definisi yang dimuat dalam
Accounting Terminologi Bulletin No.1 (1965) yang diterbitkan oleh APB yaitu suatu komite
penyusun prinsip akuntansi yang dibentuk oleh AICPA. Akuntansi adalah seni pencatatan,
penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara
yang berdaya guna dalam bentuk satuan uang, dan menginterpretasikannya hasil proses
tersebut.
Karena semakin luasnya funsi akuntansi dan semakin berkembangnya praktik
akuntansi definisi di atas dirasa kurang memadai. Berdasarkan hal tersebut, komite kemudian
mengajukan revisi definisi akuntansi sebagai berikut: “Accounting is the body of knowledge
and function concerned with systematic originating, authenticating, recording, classifying,
processing, summarizing, analyzing, interpreting, and supplying of dependable and significant
information covering transactionand events which are, in part of least, of a financialcharacter,
required for the management and operationof an entity and for report that have to submitted
there on to meet fiduciary and other responsibilities”. Akuntansi adalah seperangkat
pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pengadaan, pengabsahan,
pencatatan, pengklasifikasian, dan penyajian secara sistematis informasi yang dapat dipercaya
dan berdaya guna tentang transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam
pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan untuk dasar penyusunan
laporan keuangan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggungjawaban pengurusan
keuangan dan lainnya.
Definisi akuntansi menjadi lebih luas lagi sebagaimana yang dimuat dalam Statement
of Accounting Principle Board No.4 (1970) sebagai berikut: “Akuntansi adalah kegiatan jasa.
Kegiatannya adalah menyediakan informasi kuantitatif tentang unit-unit usaha ekonomik,
terutama yang bersifat keuangan yang diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan keputusan-
keputusan ekonomik”.
Gray (1996) mengatakan akuntansi sebagai satu kesatuan dengan aktivitas usaha,
dimana memerlukan partisipasi akuntan dalam proses manajemen di semua tingkatan.
Operasional dalam usaha hotel cukup kompleks, karena keberhasilannya tidak saja tergantung
pada kos atau mutu layanan, tapi juga ditentukan oleh persepsi konsumen atas layanan yang
diberikan. Peran akuntansi dalam usaha hotel ditunjukkan pada jenjang antara kos yang
berhubungan dengan layanan, dimana memerlukan keakuratan dan keandalan dalam
pencatatannya.
3.2 Membuat Bagan dan Menerangkan siklus akuntansi pada usaha perhotelan
Siklus akuntansi pada usaha perhotelan secara garis besar sama dengan siklus akuntansi
pada jenis usaha lainnya. Siklus akuntansi diawali dengan pencatatan transaksi dan berakhir
dengan post-closing trial balance. Adapun transaksi-transaksi penting yang terjadi dalam
operasi akuntansi hotel, antara lain:
1) Penjualan produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat dalam buku khusus
penjualan, diakhir periode akuntansi baru dibuatkan jurnal khusus penjualan.
2) Penerimaan kas dan pengeluaran kas (cash disbursement), merupakan transaksi dari
penagihan dan penjualan tunai harian dimana hasil penagiahn, penjualan tunai dan

1
pengeluarankas harian dicatat dalam buku khusus yang disebut dengan buku kas dan
bank.
3) Pembelian produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian pembelian produk dan jasa dicatat buku khusus pebelian,
diakhir periode akuntansi dibuatkan jurnal khusus pembelian.
4) Payroll, karena dihotel terdiri dari beberapa departemen maka bagian personalia
membuat rekapitulasi daftar gaji, upah dan Pph 21 sesuai dengan departemen dimana
karyawan tersebut bekerja.

Dasar akuntansi untuk akuntansi hotel menggunakan double-entry bookkeeping,


dimana setiap entri data harus ada yang sama dan yang berlawanan sehingga hasilnya akan
sama.
1) Journal entry, mencatat perubahan neto setiap akun yang mempengaruhi saldo debet
dan kredit.
2) General ledger, mencatat pengelompokan secara kolektif dari akun individual.
3) Trial balance, menunjukan daftar saldo akun dalam suatu periode.
4) Financial Statement, menggambarkan posisi keuangan usaha yang biasanya disiapkan
pada akhir periode akuntansi, bisa secara bulanan atau tahunan.
3.3 Membuat Bagan dan Mererangkan Kerangka Konseptual Akuntansi
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh FASB sebagai:
“a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is expected to lead to
consistent standards and that prescribes the nature, function, and limits of financial accounting
and reporting”.
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang
terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan
2
bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas-batas dari
akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
FASB menerbitkan Memorandum Diskusi tiga bagian yang berjudul: “Conceptual
framework for financial accounting and reporting: Elements of financial statements and their
measurements”. Sejak dokumen tersebut dipublikasikan, FASB (Financial Accounting
Standard Board) telah menerbitkan enam SAFC (statement of financial accounting concept)
yang berhubungan dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:
1) SFAC no. 1, yang menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.
2) SFAC no. 2, yang menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi
bermanfaat.
3) SFAC no. 3, yang memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan
keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.
4) SFAC no. 5, yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental serta
pedoman tentang informasi apa yang biasanya harus dimasukkan dalam pelaporan
keuangan dan kapan waktunya.
5) SFAC no. 6, yang menggantikan SFAC no. 3 dan memperluas SFAC no. 3 dengan
memasukkan organisasi-organisasi nirlaba.
6) SFAC no. 7, yang memberikan rerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa depan
yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar pengukuran
Level Pertama
Tujuan Utama

Tujuan Pelaporan
Keuangan

Level Kedua
Konsep Fundamental

Karakteristik Kualitatif Informasi Elemen Laporan Keuangan


Akuntansi
Level Ketiga
Konsep Pengakuan dan Pengukuran

Asumsi Prinsip Bawaan

(Bagan Kerangka Konseptual Akuntansi)

3
(Gambar Kerangka Konseptual Akuntansi)
Tingkat Pertama: Tujuan Dasar
Tujuan pelaporan keuangan (objectives of financial reporting) adalah untuk
menyediakan informasi:
1) Yang berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang aktivitas
bisnis dan ekonomi untuk membuat keputusan investasi serta kredit;
2) Untuk membantu investor yang ada dan potensial, kreditor yang ada dan potensial,
serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa
depan;
3) Tentang sumber daya ekonomi, klaimterhadap sumber daya tersebut, dan perubahan
di dalamnya.
a) Tujuan(objectives) dimulai dengan lebih banyak berfokus pada informasi yang
berguna bagi para investor dan kreditor dalam membuat keputusan. Fokus ini lalu
menyempit pada kepentingan investor dan kreditor atas prospek penerimaan kas
dari investasi mereka dalam, atau dari pinjaman yang telah mereka berikan ke
entitas bisnis. Pada akhirnya, tujuan berfokus pada laporan keuangan yang
menyediakan informasi yang berguna untuk menilai prospek arus kas yang akan
diterima entitas bisnis yaitu arus kas yang menjadi harapan investor dan kreditor.
Pendekatan ini dikenal sebagai kegunaan keputusan (decision usefulness).
b) Dalam menyediakan informasi kepada pemakai laporan keuangan, profesi
akuntan mengandalkan laporan keuangan bertujuan-umum(general-purpose
financial statement), yaitu menyediakan informasi paling bermanfaat dengan
biaya minimal kepada berbagai kelompok pemakai

4
Tingkat Kedua: Konsep-Konsep Fundamental
1. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
Agar berguna dalam pengambilan keputusan (decision usefulness), informasi akuntansi
harus memiliki dua kualitas yaitu kualitas primer dan kualitas sekunder. Tentu saja terdapat
beberapa kendala untuk mencapai dua kualitas tersebut.
a) Kualitas Primer
1) Relevansi. Agar relevan informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan
dalam sebuah keputusan. Informasi itu mampu mempengaruhi pengambilan
keputusan dan berkaitan erat dengan keputusan yang akan diambil, jika tidak
berarti informasi tersebut dikatakan tidak relevan. Informasi yang relevan harus
memiliki nilai umpan balik (feed-back value), yakni mampu membantu
menjustifikasi dan mengoreksi harapan masa lalu. Informasi juga harus
memiliki nilai prediktif (predictive value) yakni dapat digunakan untuk
memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Selain itu kualitas
relevan juga harus mempunyai substansi tepat waktu (timeliness).Informasi
harus disajikan kepada para pemakai sebelum informasi itu kehilangan
kapasitasnya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan.
2) Keandalan. Informasi dianggap andal jika dapat diverifikasi, netral, disajikan
secara tepat serta bebas dari kesalahan dan bias (penyimpangan). Keandalan
sangat diperlukan bagi individu-individu pemakai yang tidak memiliki waktu
atau keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi.
Realibilitas sangat diperlukan oleh individu-individu yang tidak memiliki waktu
atau keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi.
a) Daya Uji (verifiability): ditunjukkan ketika pengukur-pengukur
independen, dengan menggunakan metode pengukuran yang sama,
mendapatkan hasil yang serupa.
b) Ketepatan penyajian (representational faithfulness): angka-angka dan
penjelasan dalam laporan keuangan mewakili apa yang benar-benar ada
dan terjadi.
c) Netralitas(neutrality): informasi tidak dapat dipilih untuk kepentingan
sekelompok pemakai tertentu. Info yang disajikan harus faktual, benar
dan tidak bisa.
3) Keberdayaujian (verifiability). Informasi harus dapat diuji kebenarannya.Dapat
diujinya kebenaran informasi akuntansi berdasar pada keobyektifan dan
konsensus. Contoh, keandalan informasi harga perolehan fixed assets harus diuji
berdasar data masa lalu yang terekam pada faktur (keobyektifan). Tetapi
keandalan informasi tentang depresiasi aktiva tetap itu adalah berdasarkan
konsensusa mengenai metode depresiasi yang digunakan, taksiran nilai residu,
dan taksiran umur ekonomis.
4) Kenetralan (neutrality). Informasi akuntansi dimaksudkan untuk memenuhi
tujuan berbagai kelompok pemakai.Oleh karena itu harus bebas dari usaha-
usaha untuk memberikan keuntungan lebih kepada kelompok tertentu.
5) Kejujuran penyajian (representational faithfulness). Penyajian yang jujur berarti
adanya kesesuaian antara fakta dan informasi yang disampaikan.
5
b) Kualitas Sekunder
Kualitas sekunder yang harus dimiliki informasi akuntansi adalah
keberdayabandingan (comparability) dan konsistensi (consistency).
1) Keberdayabandingan. Informasi akuntansi akan lebih bermanfaat jika dapat
dibandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain dalam satu
industri (perbandingan horizontal) atau membandingkan perusahaan yang sama
untuk periode yang berbeda (perbandingan vertikal). Jadi diperlukan standar dan
ukuran tertentu.
2) Konsistensi. Sebuah entitas dikatakan konsisten dalam menggunakan standar
akuntansi apabila mengaplikasikan perlakuan akuntansi (metode akuntansi)
yang sama untuk kejadian-kejadian serupa, dari periode ke periode.
2. Elemen-elemen Laporan Keuangan
SFAC No. 6 menetapkan sepuluh elemen utama laporan keuangan.Cakupannya bukan
hanya perusahaan yang berorientasi laba, tetapi juga organisasi nirlaba. Elemen-elemen
laporan keuangan bagi organisasi yang berorientasi laba meliputi 10 macam, yaitu : aktiva,
kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi kepada pemilik, laba komprehensif,
pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Adapun bagi organisasi nirlaba ada 7 macam,
yaitu : aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian.
Tingkat Ketiga: Pengakuan Dan Pengukuran
Tingkat ketiga kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk
mengimplementasikan tujuan dasar dari tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan apa,
kapan, dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui, diukur, dan
dilaporkan oleh sistem akuntansi.
1) Asumsi-Asumsi Dasar.
Asumsi-asumsi menyediakan satu landasan bagi profesi akuntansi. Jadi, asumsi
dasar akuntansi adalah anggapan-anggapan yang digunakan oleh para akuntan agar
akuntansi dapat dipraktikkan.
a. Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption). Akuntansi memandang
bahwa perusahaan merupakan unit yang berdiri sendiri dan terpisah dari pihak-pihak
yang memiliki kepentingan (pemilik, kreditor, karyawan, dan lainnya).
b. Kesinambungan (going concern). Sebagian besar metode akuntansi di dasarkan pada
asumsi kelangsungan hidup yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang
panjang.pengalaman mengindikasikan bahwa, meskipun banyak mengalami
kegagalan bisnis, perusahaan dapat memiliki kelangsungan hidup yang panjang
c. Asumsi unit moneter (monetary unit assumption). Akuntansi menggunakan unit
moneter sebagai alat pengukur suatu obyek atau aktivitas perusahaan dan
menganggap nilai uang adalah stabil dari waktu ke waktu.
d. Asumsi periodisitas (periodicity assumption). Cara yang paling akurat untuk
mengukur hasil operasi perusahaan adalah dengan mengukurnya pada saat
perusahaan tersebut di likuidasi. Namun, pengambil keputusan tidak bisa menunggu
selama itu untuk menerima informasi semacam itu. Asumsi periodisitas (periodicity
assumption) atau periode waktu menyiratkan bahwa aktivitas ekonomi sebuah
perusahaan dapat di pisahkan dalam periode waktu artifisial periode waktu ini
bervariasi, tetapi yang paling umum yaitu secara bulanan, kuartalan dan tahunan
6
2) Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi
a. Biaya historis (historical cost). GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan
kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisisi. Kos (cost)
memiliki keunggulan yang penting dibandingkan penilaian yang lainnya yaitu
dapat diandalkan.
b. Pengakuan pendapatan. Pendapatan umumnya diakui jika (1) telah direalisasi
atau dapat direalisasikan dan (2) telah dihasilkan.
c. Prinsip Penandingan (matching principle). Beban untuk suatu periode ditentukan
dengan mengaitkannya dengan pendapatan tertentu atau dengan periode tertentu.
Beban diakui :
1) Jika terdapat hubungan langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk
atau penyerahan jasa,
2) Pada periode terjadinya, yakni pada saat kas dikeluarkan jika tidak terdapat
hub. Langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk atau jasa,
3) Dengan alokasi yang sistematis dan rasional, jika butir 1 dan 2 tidak terpenuhi.
Contoh: depresiasi.
d. Prinsip Pengungkapan Penuh (full disclosure principle)
Mengakui sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan
mencerminkan trade off penilaian, seperti :
1) Hal-hal yang harus diungkapkan karena mempengaruhi keputusan pemakai
2) Kebutuhan untuk menyajikan secara penuh agar informasi dapat dipahami.
3) Bawaan Dasar Akuntansi
Catatan atas laporan keuangan umumnya ditujukan untuk memperkuat atau
memperjelas pos-pos yang disajikan dalam bagian utama laporan keuangan.
3.4. Perbedaan Sistem dan Prosedur Akuntansi
Sistem dapat dijelaskan dari dua pendekatan, yaitu: pendekatan prosedur dan pendekatan
komponen. Dari pendekatan prosedur, sistem adalah kumpulan dari prosedur-prosedur yang
dilengkapi dengan formulir dan catatan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Contoh dari
pendekatn prosedur ini adalah sistem akuntansi yang merupakan kumpulan dari prosedur
penerimaan dan pengeluaran kas, prosedur penjualan, prosedur pembelian dan buku besar. Bisa
dikatakan sistem akuntansi terdiri dari subsistem yang saling berkaitan. Cecil Gillespie (1971)
menyatakan bahwa sistem akuntansi terdiri dari:
1. Subsistem akuntansi Utama
a. Kode rekening
b. Buku besar dan buku pembantu
c. Jurnal
d. Bukti transaksi
2. Subsistem penjualan dan penerimaan uang
a. Order penjualan, perintah pengiriman dan pembuatan faktur
b. Distribusi penjualan
c. Piutang
d. Penerimaan uang dan pengawasan kredit
3. Subsistem penjualan dan pengeluaran uang
a. Order pembelian dan laporan penerimaan barang
7
b. Distribusi pembelian dan biaya
c. Hutang
d. Prosedur pengeluaran uang
4. Subsistem pencatatan waktu dan penggajian
a. Personalia
b. Pencatatan waktu
c. Penggajian
d. Distribusi gaji dan upah
5. Subsistem produksi dan biaya produksi
a. Order produksi
b. Pengawasan persediaan
c. Akuntansi biaya
Sedangkan dari pendekatan komponen, sistem adalah kumpulan dari komponen-
komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk
mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem yang didefinisikan dari pendekatan komponen adalah
sistem komputer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.
Sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu:
1. Komponen Input
Input dari sistem informasi berupa data yang akan diolah oleh sistem informasi. Data
sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat di dokumen dasar. Fungsi dokumen dasar,
yaitu:
a. Untuk menunjukan jenis dari data yang dikumpulkan.
b. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.
c. Data disebutkan satu persatu, sehingga data akuntansi akan lengkap.
d. Sebagai alat pendistribusi data antar departemen, karena tembusan atau copynya
diberikan ke departemen lain.
e. Sebagai pembuktian bahwa transaksi tersebut sah, sehingga sangat berguna audit trail.
f. Dapat digunakan sebagai buck up dari file-file komputer.
2. Komponen Model
Model-model yang digunakan dalam sistem informasi dapat berupa model logika dan
model matematika.
3. Komponen Output
Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan data yang ada di data base dan
diproses menggunakan model tertentu.
4. Komponen data base
Data base adalah kumpulan dari data base yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya.
5. Komponen Teknologi
Tekonologi merupakan komponen yang penting dari sistem informasi.
6. Komponen Kontrol
Komponen kontrol diperlukan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan dari
sistem informasi adalah informasi yang akurat. Pengendalian umum dapat terdiri dari:
a. Pengendalian organisasi
8
b. Pengendalian dokumentasi
c. Pengendalian perangkat keras
d. Pengendalian keamanan fisik
e. Pengendalian keamanan data
f. Pengendalian komunikasi
Prosedur adalah urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang dalam satu
bagian/departemen atau lebih untuk menangani transaksi secara seragam dari transaksi yang
sama dan terjadi berulang-ulang. Pekerjaan klerikal terdiri dari kegiatan menulis,
menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih, memindah dan
membandingkan yang dilakukan untuk mencatat informasi di dalam formulir, buku jurnal dan
buku besar.
3.5 SPI di perhotelan (unsur-unsur SPI, lingkup SPI, merancang SPI)
Terdapat beberapa elemen yang merupakan cirri pokok dari sistem pengendalian intern yang
baik, yaitu:
1. Adanya struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tepat dan
tegas.
2. Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik untuk melakukan
pengawasan akuntansi yang cukup terhadap harta milik perusahaan, hutang, pendapatan
dan biaya.
3. Adanya praktik yang sehat didalam menjalankan tugas dan funsi disetiap bagian dalam
organisasi.
4. Tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan funsi, tugas dan tanggungjawabnya.
5. Adanya pengecekan independen.
Ikhsan (2008: 93-96) pada bukunya dengan judul Sistem Akuntansi Perhotelan, menyebutkan
unsur-unsur pengendalian internal dimana unsur-unsur tersebut harus diperhatikan oleh pihak
manajemen hotel yang terkait dengan sistem akuntansi penjualan hotel. Adapun unsur-unsur
tersebut yakni:
1. Unsur organisasi
2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
3. Praktek yang tepat
4. Karyawan yang mampu menjalankan tanggung jawabnya
Struktur pengendalian intern menurut COSO terdiri dari lima komponen yakni:
a. Lingkungan pengendalian (control environment)
b. Penilaian resiko (risk ussessement)
c. Aktivitas pengendalian (control activities)
d. Informasi dan komunikasi (information and communication)
e. Pemantauan (monitoring)
The Canadian Institute of Chartered Accountants Criteria of Control Committee (CoCo)
memfokuskan diri pada empat pertanyaan utama yakni:
1. Apakah perusahaan mempunyai tujuan yang benar?
2. Apakah perusahaan tersebut mempunyai aktivitas pengendalian yang memadai?
3. Apakah perusahaan tersebut mempunyai kapabilitas, komitmen dan lingkungan yang tepat?
4. Aapakah perusahaan tersebut melakukan monitoring, pembelajaran dan mengadaptasi?
CoCo mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut yakni:
9
1) Purpose
2) Cpmmitment
3) Capability
4) Monitoring And Learning
3.6 StrukturOrganisasi Di DepartemenAkuntansi
Departemen akuntansi di dalam hotel biasnya terdiri dari beberapa bagian yang saling
berkaitan satu dengan yang lainnya, misalnya bagian kredit dengan account receivable, cost
control dengan perchasing dan lain sebagainya. Adapun bagian-bagian yang ada dalam
departemen akuntansi yakni:
1. Chief Accounting adalah jabatan setingkat pengelola di suatu perusahaan terutama
bertanggung jawab untuk mengelola aktivitas akuntansi dalam perusahaan. Tugas
seorang chief accounting lebih kepada mengkoordinir operasional penyusunan laporan
keuangan (bulanan maupun tahunan), membuat bujet perusahaan dan perencanaan
aliran dana perusahaan. Chief accounting juga harus memimpin jalannya rutinitas di
bagian keuangan serta bertanggung jawab akan fungsi total di bagian akunting. Posisi
chief accounting memiliki kualifikasi yang sama dengan accounting supervisor dengan
tambahan pengalaman paling tidak 5 tahun sebagai supervisor accounting, memahami
seluk beluk perpajakan dan pengetahuan yang mendalam mengenai keadaan keuangan
perusahaan. Personality traits yang harus dimiliki adalah sikap kepemimpinan yang
cukup matang, self-motivated, memiliki manajemen waktu yang baik dengan
keterampilan komunikasi yang baik.
2. General Cashier merupakan kasir yang mempunyai tanggung jawab penuh atas semua
penerimaan dan pengeluaran hotel. semua transaksi pembelian yang dilakukan secara
cash dan pengeluaran uang untuk pembayaran hutang dan pembayaran pajak, air,
listrik, telepon akan direkapitulasi oleh seorang General cashier.
a) Menyimpan uang kontan, buku – buku, check dan giro bilyet untuk pembayaran
b) Mengerjakan buku – buku harian kas dan bank
c) Menyimpan bukti – bukti kas dan Bank yang masuk atau keluar untuk
diserahkan kepada Book keeper
d) Menyetor dan mengambil uang di Bank atas perintah atasan
e) Bertanggung jawab langsung kepada Accountant
3. Cashier outlet, seperti front office, restoran, kasir bertanggung jawab atas barang-
barang masing-masing outlet.
4. Income auditor adalah orang yang mempunyai tugas untuk memeriksa dan
mencocokkan semua hasil penjualan hotel dan mengoreksi kembali pekerjaan night
auditor
5. Night audit merupakan orang yang memiliki tanggung jawab atas kebenaran dan
ketelitian dalam memasukan data penjualan ke dalam satu hari dari masing-masing
outlet.
6. Credit merupakan bagian yang mempunyai tanggung jawab atas besarnya kredit yang
digunakan oleh tamu dan menyetujui batas kredit setiap tamu serta melakukan analisa
atas guest bill.
7. Account receivable adalah akun yang bertanggung jawab atas bagian penyiapan tagihan
dan penagihan pada tamu yang melakukan reservasi melalui agen. Account receivable
10
juga bertugas atau memiliki tanggung jawab atas pencatatan piutang untuk tamu yang
menginap di hotel dan untuk tamu yang sudah keluar dari hotel.
a) Memeriksa semua data uang masuk/Bill/Outlet yang didapat dari Night Audit
b) Membuat Summery Revenue
c) Memberikan data Bill cash kepada Book Keeper dan Menyerahkan uang kontan
kepada General Cashie
d) Menyerahkan Bill credit kepada City Ledgeruntuk ditagih
e) Bertanggung jawab langsung kepada Accountant
8. Account payable adalah bagian yang bertanggung jawab atas hutang hotel kepada pihak
luar misalnya supplier. Seorang AP akan melakukan pelunasan atau pembayaran
sebagian kepada supplier apabila utang tersebut sudah memasuki jatuh tempo.
Semua pembelian yang dilakukan secara kredit akan diproses oleh AP. Seoarng AP
akan selalu berkoordinasi dengan sub divisi logistik dalam pengelolaan hutang kepada
supplier.
9. Cost control adalah bagian yang bertanggung jawab atas pengendalian biaya-biaya
yang dikeluarkan oleh masing-masing departemen, mencek harga barang di pasar serta
menyetujui pembelian barang untuk keperluan hotel.
a) Mengerjakan pekerjaan akuntansi dan lainnya yang berhubungan dengan keuangan
sebelum terjadi transaksi
b) Meneliti, memeriksa, menyetujui Goods Request dari Department untuk persetujuan
Fin. Manager
c) Memeriksa segala tagihan atau Invoice dari supplier sebelum dibayar
d) Memeriksa permintaan maintenance atau pemeliharaan barang maupun pembuatan
barang oleh ME sebelum disetujui Fin. Manager
e) Membuat atau mengubah semua tarif product hotel sebelum dipublikasi
f) Bertanggung jawab langsung kepada Fin. Manager
10. Personalia adalah bagian yang bertanggungjawab penghitungan, pengalokasian dan
pembayaran gaji para karyawan hotel.
11. Electronic data prossesing (EDP) adalah bagian yang bertanggung jawab atas system
informasi yang digunakan di hotel, khususnya dalam pemrosesan data.
12. Purchasing bertanggung jawab dalam pembelian berbagai kebutuhan pihak hotel.
Selain itu, seorang purchasing ini juga memiliki tugas untuk mengadakan tender
supplier dan memilih supplier dengan persetujuan Manager Accounting.
13. Storeroom adalah bagian yang bertanggung jawab dalam menerima barang yang dibeli
dan menyimpannya serta tugas lainnya yaitu pencatatan atas persediaan di gudang.
a) Menjaga semua barang yang ada di gudang
b) Mengatur alur keluar masuk barang di gudang
c) Membuat summary bulanan ( Inventory ) barang untuk laporan kepada Fin. Manager
d) Bertanggung jawab langsung kepada Fin. Manager
14. Accounting atau bookkeeper adalah bagian yang bertanggung jawab dalam menyiapkan
laporan keuangan. Selain itu, seorang Book keeper ini biasanya merangkap sebagai
supervisor di sub divisi finance.
Kesimpulan

11
Dari seksi seksi yang ada bila dilihat dari tugas pokoknya masing-masing dapat
dikelompokan menjadi tiga bagian :
1. Bagian yang menangani atau mencatat penerimaan yaitu:
a. Night Audit
b. Internal Auditor
c. Account Receivable
d. Chief Cashier
e. General Cashier
2. Bagian yang menangani atau mencatat pengeluaran dan pengendalian biaya yaitu:
a. Cost Controller
b. Purchasing Supervisor
c. Store Room Supervisor
d. Account Payable
e. General Cashier
3. Bagian yang memproses data akuntansi menjadi Laporan keuangan yaitu Book keeper
Struktur Organisasi Departemen Akuntansi Pada Hotel

12
Chief
Accountinng

Asst
chief Acc

Accounting Credit Personalia Night Audit Cost Control

EDP
Purcahsing
Storerom
General
Cashier

Cashier
Outlet

Account
Receivable

Account
Payable

Income
Audit

Dodik Ariyanto, M.M Ratna Sari, A.A G.P Widanaputra. 2018. Akuntansi Perhotelan
Pendekatan Sistem Informasi Berbasis USALI, Pekalongan: Pt Nasya Expanding
Management.
Risa Rahmayanti. 2011. Accounting.
Tersedia:https://risarahmayanti.wordpress.com/category/pekerjaan/( 23 Februari 2019)
Anonim. 2016. Mengenal 10 Posisi Kerja di Divisi Accounting Hotel. Tersedia:
https://www.star4hire.com/blog/read/mengenal-10-posisi-kerja-di-divisi-accounting-hotel-
95.html (23 Februari 2019)
Yanti Suzana. 2012. Materi Akuntansi Hotel I. Tersedia :
http://yantisuzana.blogspot.com/2012/01/berikut-adalah-materi-akuntansi-hotel-i.html diakses
( 23 Februari 2019)

13