Anda di halaman 1dari 2

1.

a) Analisis situasi campak dengan pendekatan teoritis Need Assessment

b) Analisis situasi campak dengan pendekatan teoritis Rapid Survey

c) Analisis situasi campak dengan pendekatan teoritis Data Sekunder

Berdasarkan perkembangan penyakit campak di Kota Kupang pada tahun


2016 telah terjadi 216 kasus campak (Lampiran Tabel 20), dengan kelompok usia
rentan berada pada golongan umur 5-14 tahun. Kasus terbanyak juga terjadi pada
wilayah kerja Puskesmas Kupang Kota (24 kasus), Kecamatan Kota Lama
dimana di daerah ini kepadatan penduduknya cukup tinggi. Diikuti oleh
Puskesmas Sikumana dengan jumlah kasus sebanyak 20 kasus campak. Untuk
kasus campak, Kota Kupang telah menerapkan system Case-Based Measles
Surveillance (CBMS) atau surveilans berbasis kasus, dimana setiap ditemukan
adanya satu kasus suspek campak wajib dilakukan PE dan dilakukan
pengambilan sampel darah. Namun karena keterbatasan tenaga dan logistic yang
diperlukan, maka tidak dilakukan pengambilan dan pengiriman sampel darah ke
laboratorium rujukan.

2. Identifikasi masalah campak dengan pendekatan Blum.


PENDEKATAN BLUM

lingkungan Genetik Yankes Perilaku


Semakin padat Kondisi gizi kurang  Desa  Perilaku dari
suatu hunian menyebabkan anak terpencil,pedala orang tua yang
atau akan mudah sekali man, daerah tidak ingin
lingkungan terkena penyakit sulit, daerah membawa
tinggal maka infeksi termasuk yang tidak anaknya untuk
semakin tinggi penyakit campak. terjangkau di imunisasi.
resiko Hal ini disebabkan pelayanan
penularan karena pembentukan kesehatan
terhadap orang antibodi tidak khususnya
lain. Hal ini sempurna. imunisasi,
dikarenakan daerah ini
sifat dari virus merupakan
campak sangat daerah rawan
infeksius dan terhadap
sangat mudah penularan
berkembang penyakit
pada campak.
lingkungan
 kegagalan
yang padat.
imunisasi
 Kondisi disebabkan
lingkunga potensi vaksin
n yang yang berkurang
atau hilang. Hal
masih
ini dikarenakan
memegan banyak hal
g budaya seperti
tradisiona penanganan
l yang vaksin yang
kuat tidak sesuai dan
sehingga cara pemberian
menentan vaksin yang
g salah.
program
imunisasi
yang
disediaka
n oleh
pemerinta
h.