Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE

SAMSUNG (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MALANG)

Oleh:
Frengky *)
Mohammad Hufron **)
Ronny Malavia Mardani ***)
Email: frengky_07@gmail.com
Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unisma Malang

ABSTRACT
This study aims at analyzing variables which influenced Samsung Handphone purchasing
decision (case study to university student of Economy of Islamic University of Malang). The kind
of this research was research based on characteristic of explanative and explanation research.
Besides that, this research used statistic method which done to know variables significant to
others variables. Product purchasing variables based on its perception. That is dependent
variables. Meanwhile, mark, feature, qualities, price, warranty as independent variables. The
populations of this research were 323 university students academic year 2010-2013. The
samples which chose were 70 persons. The result of this research simultaneously variables of
mark, model, feature, qualities, price, and warranty was significant influence toward
purchasing decision and price variable influenced dominantly to purchasing decision.
Key words: Consumer behavior, purchasing decision

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Industri handphone saat ini berkembang pesat, ini ditandai dengan munculnya
berbagai merek hanphone seperti samsung, blackberry, sony, nokia dan merek-merek produk
handphone dari Cina-pun ikut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih banyak.
Dari berbagai merek hanphone tersebut, Samsung merupakan salah satu perusahaan yang
menguasai pangsa pasar. Samsung selalu menciptakan produk-produk model baru, sehingga
konsumen tertarik untuk membelinya. Selain model, fasilitas dari hanphone Samsung menjadi
salah satu alasan konsumen untuk membeli handphone samsung. Tetapi perlu di kaji lagi
bahwa setiap pelanggan cenderung bersifat dinamis atau tidak stabil. Karena setiap pelanggan
sangat dipengaruhi oleh adanya faktor-faktor perilaku konsumen terhadap keputusan
pembelian hanphone samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang karena
mahasiswa Fakultas Ekonomi selalu mengikuti alur perkembangan handphone.

PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan diatas, maka perumusan masalah
dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah variabel merek, fitur, model, promosi, harga dan purna
jual berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian handphone samsung di
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang?; 2) Apakah variabel merek, fitur, model, promosi,
harga dan purna jual berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian handphone
Samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang?

Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani 223


TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis pengaruh variabel merek, fitur,
model, promosi, harga dan purna jual berpengaruh secara Simultan terhadap keputusan
pembeliann handphone Samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang; 2) Untuk
menganalisis pengaruh variabel merek, fitur, model, promosi, harga dan purna jual
berpengaruh secara Parsial terhadap keputusan pembelian handphone Samsung di Fakultas
Ekonomi Universitas Islam Malang.

KONTRIBUSI PENELITIAN
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi ilmu
pengetahuan dan penelitian selanjutnya, khususnya bagi penelitian dengan topik yang
sama atau bagi yang berminat untuk melakukan penelitin lanjutan.
2. Sebagai refrensi peneliti berikutnya agar hasil karyanya lebih terarah.

KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS


PENELITIAN TERDAHULU
Penelitian yang dilakukan oleh Rifai (2007) mengenai analisis faktor-faktor yang
mempengaruhi minat konsumen dalam keputusan pembelian produk handphone nokia. Pada
penelitian ini yanuar mengambil faktor-faktor yng mempengaruhi minat konsumen dalam
keputusan pembelian yaitu faktor sosial, mutu atau kualitas produk, brand name, iklan dan
fasilitas produk. Secara parsial factor social, kualitas produk, brand name, iklan, fasilitas
berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Demikain pula secara simultan faktor
sosial, kualitas produk, brand name, iklan, dan fasilitas mempunyai signifikan terhadap minat
beli konsumen.
Penelitian yang dilakukan oleh Susanto (2012) mengenai pengaruh atribut produk
terhadap keputusan pembelian handphone Samsung galaksi series. berdasarkan hasil analisis
data dan pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh atribut terhadap
keputusan pembelian handphone Samsung galaxy series, baik secara parsial maupun simultan.
Penelitian yang dilakukan oleh Saputro (2012) mengenai faktor-faktor Yang
Mempengaruhi Konsumen Dalam Melakukan Keputusan Pembelian Handphone Android.
Berdasarkan hasil penelitian dan pem-bahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik
kesimpulan Dari penelitian yang telah dilakukan ternyata hipotesis pertama diterima, bahwa
perilaku konsumen dalam melakukan keputusan pembelian handphone Android dipengaruhi
oleh variable harga, merek, diferensiasi produk dan perceived quality. Untuk hasil hipotesis
kedua didapati bahwa variable harga mempunyai pengaruh paling dominan terhadap
keputusan konsumen dalam pembelian handphone android. Hal ini dapat dilihat dari nilai
koefisien regresi yang sebesar nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan ketiga variable lainya.
Sedangkan untuk variabel yang pengaruhnya paling kecil adalah variabel merek.

BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX)


Menurut Boyd (2000) Marketing Mix adalah “Kombinasi dari variabel-variabel
pemasaran yang dapat dikendalikan oleh manajer untuk menjalankan strategi pemasaran
dalam upaya mencapai tujuan perusahaan di dalam pasar sasaran tertentu. Adapun
rangkaian variabel atau unsur-unsur itu adalah produk (Product), unsure harga ( Price ),
unsure promosi ( Promotion ), dan unsur tempat ( Place ) atau biasa juga disebut konsep 4P.
Pengertian marketing mix saat ini populer dengan kosep 4P biasanya atau lebih cocok untuk

224 Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani


pemasaran produk nyata (barang), yaitu:
1. Product (produk), adalah sekelompok sifat-sifat yang berwujud (tangiable) dan tidak
berwujud (intangiable). Barang berwujud (tangible goods) yaitu barang yang kelihatan
bentuk fisiknya sehingga bisa dipegang, dilihat dan diraba. Sedangkan barang yang
tidak berwujud (intangiable goods) barang yang tidak bisa dilihat dan dipegang
seperti pada produk-produk jasa.
2. Price (Harga), adalah sejumlah uang sebagai alat ukur untuk memperoleh produk atau
jasa. Perusahaan harus bisa menerapkan harga yang tepat dalam memasarkan
produknya, sebab harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang
memberikan hasil pada perusahaan dengan menciptakan sejumlah pendapatan
dan keuntungan.
3. Place (Distribusi), dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha
memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen
kekonsumen sehingga penggunaannya sesuai yang diperlukan. Kegiatan perusahaan
untuk menyediakan produknya dipasar pada waktu yang tepat berhubungan erat
dengan sistem distribusi yang diterapkan.
4. Promotion (Promosi merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang memungkinkan
perusahaan untuk berkomunikasi / menginformasikan, membujuk dan mengingatkan
konsumen untuk membeli produknya. Terdapat tempat perangkat promosi yang
utama yaitu : Advertising, Personal Selling, Sales Promotion.

PENGERTIAN MEREK (BRAND)


Merek adalah nama, istilah symbol, atau desain khusus, atau beberapa kombinasi
unsur-unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan
penjual. Merek membedakan produk atau jasa sebuah perusahaan dari produk saingannya.
Menurut American Marketing Association dalam Kotler (2002 : 63) merek sebagai nama,
istilah, tanda, symbol, rancangan, atau kombinasi hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk
mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok penjual dan untuk
membedakannya dari produk pesaing”. Bagian dari merek :
1. Merek: suatu nama, istilah, tanda, symbol, desain, atau kombinasi di antaranya yang
ditunjukkan untuk mengidentifikasikan barang/jasa dari suatu penjual atau
sekelompok penjual, dan atau membedakan barang/jasa tersebut dari milik pesaing.
2. Nama merek : bagian dari merek yang diucapkan.
3. Tanda merek : bagian dari merek yang dapat dikenali tetapi tidak dapat
diucapkan, seperti lambang, symbol, desain, penggunaan warna khusus, atau huruf
tertentu.
4. Tanda merek dagang : merek atau sebagian dari merek yang dilindungi oleh hukum
karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa.
5. Hak cipta : hak ekslusif hukum untuk memproduksi kembali, mencabut dan menjual
hasil karya.

FITUR (FEATURES)
Menurut Garvin (2002:264) Fitur adalah: “Aspek performansi yang berguna untuk
menambah fungsi dasar, yang berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan
pengembangannya”. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa fitur merupakan salah satu
karakteristik pelengkap khusus, yang dapat mengembangkan salah satu produk untuk

Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani 225


mencapai kesempurnaan, sehingga konsumen dapat memilih sesuai dengan harapannya.

MODEL
Menurut Simamarta, (2002:12) model adalah: “Abstraksi dari realitas dengan hanya
memusatkan perhatian pada beberapa sifat dari kehidupan sebenarnya”. Berdasarkan definisi
diatas dapat disimpulkan model adalah suatu bentuk dari realitas yang hanya memusatkan
perhatian dari beberapa sifat dari kehidupan sebenarnya. Dengan kata lain model meliputi
penampilan tampak dari luar secara keseluruhan dari suatu produk.

PURNA JUAL
Menurut SNI (Standar Nasional Indonesia), (2007) Purna Jual adalah: “Suatu tindakan
kebutuhan antara produsen, perusahaan perdagangan, bengkel perawatan perbaikan serta
konsumen dalam melakukan pelayannan setelah pembelian terhadap barang dalam masa
garansi.” Pelayanan setelah melakukan pembelian barang / jasa dalam masa garansi maupun
setelah garansi.

KEPUTUSAN PEMBELIAN
Menurut Kolter (2009:184) “mendefinisikan keputusan pembelian knsumen yaitu:
keputusan konsumen akhir perorangan dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa
untuk konsumsi peribadi”. Menurut Amirullah (2002:61) keputusan pembelian adalah: suatu
proses penelitian dan pemeliharaan dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingan-
kepentingan tertentu dengan penetepkan suatu pilihan yang dianggap menguntungkan.
Menurut Kolter Dan Amstrong, (2008) proses keputusan pembelian terdiri dari lima
tahap:

Pengenalan Pencarian Evaluasi Keputusan Perilaku pasca


kebutuhan informasi alternatif pembelian pembelian

Sumber: Kolter Dan Amstrong, ( 2008)


Gambar 1 Proses Keputusan Pembelian

1. Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian dimulai dengan pengenalan kebutuhan (need recognition)
pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu oleh
rangsangan internal ketika salah satu kebutuhan normal seseorang rasa lapar, haus, seks
tmbul pada tingkat yang cukup tinggi sehingga menjadi dorongan. Kebutuhan juga bisa
dipicu oleh rangsangan eksternal.
2. Pencarian Informasi
Konsumen yang tertarik mungkin mencari lebih banyak informasi atau mungkin
tidak. Jika dorongan konsumen itu kuat dan produk yang memuaskan ada didekat
konsumen itu, konsumen mungkin akan membelinya kemudian. Jika tidak konsumen
dapat menyimpan kebutuhan itu dalam ingatannya atau melakukan pencarian informasi
(information research) yang berhubungan dengan kebutuhan.
3. Evaluasi Alternatif
Pemasar harus tahu tentang evaluasi alternatif (alternative evaluation) yaitu
bagaimana konsumen memproses informasi untuk sampai pada pilihan merek. Konsumen

226 Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani


sampai sikap terhadap merek yang berbeda melali beberapa prosedur evaluasi.
Bagaimana cara konsumen mengevaluasi alternatif bergantung pada konsumen pribadi
dan situasi pembelian tertentu.
4. Keputusan Pembelian Dalam Tahap Evaluasi
Konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian. Pada
umumnya, keputusan pembelian ( purchase decision) konsumen adalah membeli merek
yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat faktor pertama adalah sikap
orang orang lain. Faktor kedua adalah faktor situasianal yang tidak diharapkan.
5. Perilaku Pasca Pembelian
Pekerjaan pemasaran tidak berakhir ketika produk telah dibeli, setelah membeli
produk, konsumen akan merasa puas atau tidak puas dan terlibat dalam perilaku
pembelian yang harus diperhatikan oleh pemasar.

Hipotesis
Dari kerangka kopseptual diatas, hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Diduga variabel merek, model, fitur, promosi, harga, purna jual berpengaruh secara
simultan terhadap keputusan pembelian produk Hanphone Samsung di Fakultas Ekonomi
Unuversitas Islam Malang
2. Diduga variabel merek, model, fitur, promosi, harga, purna jual berpengaruh secara parsial
terhadap keputusan pembelian produk Hanphone Samsung di Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Malang.

METODE PENELITIAN
POPULASI DAN SAMPEL
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas
Islam Malang angkatan 2010-2013 yang menggunakan hanphone Samsung yaitu berdasarkan
observasi yang dilakukan, bahwa 10 % dari kelas A atau 40 orang yang menggunakan
handphone Samsung sehingga = 0,25 atau 25 %. Berdasarkan proporsi tersebut dilakukan
estiasi populasi pengguna handphone Samsung berjumlah 25 % dari angkatan 2010-2013 yaitu
25 % X 929 = 232. Sedang jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin,
sehingga didapatkan jumlah sampel sejumlah 70 orang.

DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL


Keputusan Pembelian
yaitu suatu keinginan seseorang untuk mengetahui masalah untuk memilih atau
alternatif yang menurutnya lebih baik, yang sesuai dengan diharapkannya dalam mengambil
keputusan. Indikator yang digunakan antara lain : Samsung adalah handphone yang layak
untuk dibeli, membeli produk Samsung adalah tepat, Akan selalu menggunakan handphone
Samsung, dan mengutamakan hendphone Samsung dibanding merek yang lain.
Sedang Variabel Bebas Dalam Penelitian Ini dapat dilihat pada table berikut:
Variabel Indikator Variabel
Samsung adalah merek ternama dibanding Handphone merek lain.
Memiliki fasilitas yang handal.
Merek ( )
Mengikuti trend masa kini.
Dapat meningkatkan Prestige / Percaya diri.
Memiliki bentuk yang menarik.
Model ( )
Memiliki Pilihan warna yang berfariasi.

Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani 227


Memiliki pilihan aksesoris yang lengkap.
Memiliki model yang selalu berubah sesuai perkembangan tehnologi.
Fitur Samsung sesuai dengan selera konsumen.
Fitur Samsung selalu berubah sesuai perkembangan tehnologi.
Fitur yang ditawarkan dapat memberikan kemudahan dalam
Fitur ( )
penggunaannya.
Fitur yang ditawarkan dapat menunjang kelancaran berkomunikasi
dalam aktifitas sehari-hari.
Promosi Samsung memang sesuai dengan kenyataan.
Promosi Samsung dimedia elektronik sudah tepat sasaran.
Semua yang ditawarkan di outlet Samsung sesuai dengan janji yang
Promosi ( )
dipromosikan.
Promosi yang dilakukan perusahaan Samsung sesuai dengan kode etik
media.
Harga Samsung lebih terjangkau.
Samsung memiliki harga jual yang bersaing dengan lainnya.
Harga yang ditawarkan oleh Samsung sesuai dengan budget (keuangan)
Harga ( )
yang saudara miliki.
Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian Samsung sebanding dengan
fasilitas yang didapatkan.
Samsung memberikan serfis purna jual.
Samsung memberikan garansi terhadap produknya.
Purna jual ( )
Layanan costumer care yang diberikan Samsung memuaskan.
Samsung memiliki outlet costumer care yang menyebar disetiap kota.

MODEL PENELITIAN
Merek

Model

Fitur
KEPUTUSAN
PEMBELIAN
Kualitas

Harga

Purna Jual

Gambar 2 Model Penelitian

METODE ANALISIS
Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis linier regresi berganda
yaitu untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terkait, maka data
tersebut diukur dengan menggunakan rumus regresi linier berganda. Adapun tahapan-
tahapan sebagai berikut:

228 Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani


Uji Validitas dan Realibilitas
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (untuk setiap butir dapat
dilihat pada kolom corrected item-total correlations dengan r tabel untuk degree of freedom
(df)=n-k, dalam hal ini n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah item. Jika r hitung > r tabel,
maka pertanyaan tersebut dikatakan valid (Ghozali, 2005: 45 ).
Dimana :
𝑛 ∑ 𝑥𝑦 ∑𝑥 2 ∑𝑦 2
𝑟𝑥𝑦
√ 𝑛 ∑𝑥 2 (∑ 𝑥) √ ∑𝑦 2 (∑ 𝑦)
rxy = koefisien korelasi (r-hitung)
= Skor variabel independen
= Skor variabel dependen
= Hasil kali skor butir dengan skor total
n = Jumlah responden
Sedang teknik yang digunakan untuk menguji reliabilitas konsistensi internal dalam
penelitian ini adalah teknik cronbach alpha. Instrumen yang dipakai dalam variabel tersebut
dikatakan andal (reliable) apabila memiliki cronbach alpha  0,60 Nunnaly(1978) dalam
Kamajaya (2006).

Uji Normalitas
Tujuan dari asumsi Normalitas adalah untuk mengetahui apakah dari validitas dan
reliabilitas data mempunyai distribusi normal atau tidak. Model normalitas yang baik adalah
berdistribusi normal atau mendekati normal. Menurut Sulaiman (2004:108), “Uji normalitas ini
dilakukan untuk mengetahui apakah tiap-tiap variabel yang diteliti berdistribusi normal atau
tidak, maka bila nilai probabilitas atau signifikansi < 0,05, distribusi adalah tidak normal dan
sebaliknya jika besarnya signifikansi > 0,05 maka distribusinya normal”.

Analisis Regresi Linier Berganda


Untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terkait, maka data
tersebut diukur dengan menggunakn rumus regresi linier berganda. Menurut Sugiono,
1999:250, regresi linier berganda adalah: ”Alat ukur yang digunakan untuk meramalkan
bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel tidak bebas bila variabel bebas dimanipulasi
(dinaik turunkan nilainya)”. Berdasarkan variabel yang diamati maka model diformulasikan
sebagai berikut:
Y=a+ 𝑥 + 𝑥 + 𝑥 𝑥 𝑥
Keterangan:
Y = Variabel keputusan pembelian
a = konstanta
= Koevisien regresi
𝑥 = variabel Merek
𝑥 = variabel Model
𝑥 = variabel fitur
𝑥 = variabel kualitas
𝑥 = variabel harga
𝑥 = variabel Purna jual
e = standar Error

Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani 229


UJI ASUMSI KLASIK
Untuk menguji asumsi apakah model persamaan regresi yang diperoleh dalam penelitian
ini dapat menghasilkan estimator linier yang tidak bias dan terbaik, maka dilakukan asumsi
klasik sebagai berikut:
Multikolinearitas
Uji asumsi ini berarti bahwa antara variabel bebas yang satu dengan variabel bebas
yang lain dalam model regresi saling berhubungan secara sempurna atau mendekati
sempurna. Menurut Santoso ( 2002:206 ) mengemukakan bahwa pedoman suatu model
regresi yang bebas multikolienaritas adalah mempunyai nilai VIF tidak melebihi angka 5 .
Heteroskedastisitas
Menurut Gujarati (2003:178) bahwa gangguan heteroskedasititas mengakibatkan
formula-formula dari ragaam koefisien dalam persamaan regresi tidak dapat diterapkan dan
peramalan nilai variabel dependen berdasarkan model regresi yang dibangun menjadi tidak
efisien. Salah satu metode pendeteksian heteroskedastisitas secara pengujian statistik dapat
dilakukan dengan menggunakan uji Glejser (Ghozali, 2011).

PENGUJIAN HIPOTESIS
Pengujian Hipotesi yang diajukan dilakukan dengan cara berikut ini:
Uji Simultan ( uji F )
Langkah pertama dalam uji F adalah menghitung korelasi ke empat prediktor dengan
menggunakan SPSS for windows pada tabel anova. Mardani ( 2001:23 ) mengajikan pengujian
hipotesis untuk uji F yaitu jika F pada tingkat signifikansi atau probabilitas < 0,05 maka variabel
– variabel bebas secara simultan berpengaru signifian terhadap fariabel terkait. Rumus Uji F
yang dijadikan acuan adalah
/ ( k-1)

( 1- / ( n-k )
Dimana:
= koefisien determinasi
k = jumlah Variabel bebas
n = banayknya sampel

Uji Parsial ( Uji t )


Mardani (2003:23) mengajikan penyajian hipotesis untuk uji t pada tingkat signifikansi
atau probabilitas < 0,05. Maka variabel bebas secara persial berpengaru signifikan kepada
variabel terkait. Rumus uji t yang dijadikan acuan adalah
βI
Th =
se (βI )
dimana :
βI = koefisien regresi
se = standar deviasi dari variabel bebas
Kriteria keputusan pengujian yaitu, jika Sig. T > 0.05 maka HI ditolak dan HO diterima.
Artinya, secara parsial variabel independent tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Tapi jika Sig. t > 0,05 maka HO ditolak, HI dan H2 diterima. Artinya, secara parsial variabel
independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

230 Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
HASIL PENELITIAN
Karakteristik Responden
Karakteristik responden yang diteliti adalah jenis kelamin responden. Berikut deskriptif
distribusi frekuensi jenis kelamin :
Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
Laki-Laki 38 54.3
Perempuan 32 45.7
Total 70 100
Berdasarkan Tabel 1 di atas, dari 70 responden, mayoritas adalah responden laki-laki
yakni sebanyak 38 orang (54,3%). Responden perempuan yang terlibat dalam penelitian
sebanyak 32 orang (45,7%). Dari uraian tersebut ditunjukkan bahwa pemakai Handphone
Samsung lebih didominasi mahasiswa laki-laki.

Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia


Usia Frekuensi Persentase (%)
≤ 20 tahun 33 47.1
21 - 25 tahun 36 51.4
> 25 tahun 1 1.4
Total 70 100
Berdasarkan Tabel 2 di atas, dari 70 responden, mayoritas adalah responden berusia
21 – 25 tahun yakni sebanyak 36 orang (51,4%). Responden yang berusia ≤ 20 tahun sebanyak
33 orang (47,1%) dan yang berusia lebih dari 25 tahun hanya 1 orang (1,4%). Dari uraian
tersebut ditunjukkan bahwa pemakai Handphone Samsung lebih didominasi mahasiswa yang
berusia 21 – 25 tahun.

Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tahun Akademik


Tahun Akademik Frekuensi Persentase (%)
2010 18 25.7
2011 11 15.7
2012 18 25.7
2013 23 32.9
Total 70 100
Berdasarkan Tabel 3 di atas, dari 70 responden, mayoritas adalah responden angkatan
tahun akademik 2013 yakni sebanyak 23 orang (32,9%). Responden angkatan tahun 2010
sebanyak 18 orang (25,7%) angkatan tahun 2011 sebanyak 11 orang (15,7%), dan angkatan
tahun 2012 sebanyak 18 orang (25,7%). Dari uraian tersebut ditunjukkan bahwa pemakai
Handphone Samsung lebih didominasi mahasiswa angkatan 2013.

Hasil Uji Instrumen Penelitian


Uji Validitas
Hasil uji validitas dapat dilihat pada table berikut:

Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani 231


Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Penelitian
Variabel Item Korelasi p-value Keterangan
x1.1 0.809 0.000 Valid
x1.2 0.801 0.000 Valid
Variabel Merk
x1.3 0.665 0.000 Valid
x1.4 0.813 0.000 Valid
x2.1 0.724 0.000 Valid
x2.2 0.775 0.000 Valid
Variabel Model
x2.3 0.727 0.000 Valid
x2.4 0.787 0.000 Valid
x3.1 0.778 0.000 Valid
x3.2 0.800 0.000 Valid
Variabel Fitur
x3.3 0.693 0.000 Valid
x3.4 0.819 0.000 Valid
x4.1 0.764 0.000 Valid
x4.2 0.772 0.000 Valid
Variabel Promosi
x4.3 0.767 0.000 Valid
x4.4 0.783 0.000 Valid
x5.1 0.865 0.000 Valid
x5.2 0.747 0.000 Valid
Variabel Harga
x5.3 0.853 0.000 Valid
x5.4 0.832 0.000 Valid
x6.1 0.778 0.000 Valid
x6.2 0.685 0.000 Valid
Variabel Purna Jual
x6.3 0.835 0.000 Valid
x6.4 0.780 0.000 Valid
y.1 0.888 0.000 Valid
y.2 0.907 0.000 Valid
Keputusan Pembelian
y.3 0.884 0.000 Valid
y.4 0.903 0.000 Valid
Berdasarkan tabel 4 di atas, pada semua indikator masing-masing variabel,
didapatkan koefisien korelasi positif, lebih dari 0,3 dan p-value hasil pengujian kurang dari α =
0,05. Sehingga dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian pada masing-
masing variabel telah valid.

Uji Reliabilitas
Hasil pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan dapat dilihat pada table
berikut:
Tabel 5. Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
Variabel Alpha Cronbach Keterangan
Merk (X1) 0.776 Reliabel
Model (X2) 0.741 Reliabel
Fitur (X3) 0.772 Reliabel
Promosi (X4) 0.771 Reliabel
Harga (X5) 0.838 Reliabel
Purna Jual (X6) 0.772 Reliabel
Keputusan pembelian (Y) 0.916 Reliabel

232 Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani


Berdasarkan tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa semua variabel memiliki nilai
koefisien Alpha Cronbach lebih besar dari 0,6. Sehingga dapat dikatakan instrumen pertanyaan
yang digunakan dalam penelitian ini sudah reliabel atau dapat dihandalkan.

HASIL UJI ASUMSI KLASIK


Uji Normalitas
Hasil uji normalitas dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 6. Uji Asumsi Normalitas
Variabel Kolmogorov-Smirnov Z p-value Keterangan
Merk (X1) 1.102 0.176 Normal
Model (X2) 0.937 0.344 Normal
Fitur (X3) 1.084 0.190 Normal
Promosi (X4) 1.098 0.179 Normal
Harga (X5) 1.243 0.091 Normal
Purna Jual (X6) 0.769 0.596 Normal
Keputusan pembelian (Y) 1.137 0.150 Normal
Berdasarkan pengujian Kolmogorov-Smirnov di atas, didapatkan nilai p-value pada
masing-masing variabel lebih besar daripada α = 0,05. Karena p-value lebih besar daripada α =
0,05, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas terpenuhi.

Uji Multikolinearitasi
Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 7. Uji Asumsi Multikolinieritas
Variabel VIF Keterangan
Merk (X1) 2.079 Non-Multikolinier
Model (X2) 2.247 Non-Multikolinier
Fitur (X3) 2.471 Non-Multikolinier
Promosi (X4) 2.761 Non-Multikolinier
Harga (X5) 1.724 Non-Multikolinier
Purna Jual (X6) 3.754 Non-Multikolinier
Keputusan pembelian (Y) 2.079 Non-Multikolinier
Dari hasil perhitungan yang ada di Tabel 7 masing-masing variabel bebas menunjukkan
nilai VIF yang tidak lebih dari nilai 10, maka asumsi tidak terjadi multikolinieritas telah
terpenuhi.

Uji Heteroskedastisitas
Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 8. Uji Asumsi Heteroskedastisitas
Variabel t-hitung p-value Keterangan
Merk (X1) -0.533 0.596 Tidak Signifikan
Model (X2) 0.940 0.351 Tidak Signifikan
Fitur (X3) -1.599 0.115 Tidak Signifikan
Promosi (X4) -0.720 0.474 Tidak Signifikan
Harga (X5) 1.484 0.143 Tidak Signifikan
Purna Jual (X6) -0.417 0.678 Tidak Signifikan
Keputusan pembelian (Y) -0.533 0.596 Tidak Signifikan

Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani 233


Berdasarkan pada tabel pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan uji
Glejser di atas, dapat dijelaskan bahwa masing-masing variabel bebas tidak memiliki korelasi
yang signifikan terhadap absolut residual. Sehingga, dari pengujian ini dapat disimpulkan
bahwa model regresi yang terbentuk tidak memiliki sifat heteroskedastisitas.

HASIL ANALISIS REGRESI BERGANDA


Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS didapatkan
ringkasan seperti pada Tabel 9 berikut :
Tabel 9. Ringkasan Hasil Analisis Regresi
Variabel Koefisien β Standardized Koefisien β thitung P-value
Constant -8.325 -9.666 0.000**
Merk (X1) 0.330 0.234 4.904 0.000**
Model (X2) 0.127 0.095 1.913 0.060*
Fitur (X3) 0.253 0.189 3.631 0.001**
Promosi (X4) 0.153 0.124 2.250 0.028**
Harga (X5) 0.402 0.380 8.751 0.000**
Purna Jual (X6) 0.204 0.164 2.568 0.013**
Konstanta = 0,05
Koefisien Determinasi (R2adj) = 0,925
F-Hitung = 142,188
P-value = 0,000
*) Signifikan pada taraf kesalahan 10%
**) Signifikan pada taraf kesalahan 5%

Model regresi yang didapatkan berdasarkan Tabel 9 adalah sebagai berikut :


Y = -8.325 + 0,330 X1 + 0,127 X2 + 0,253 X3 + 0,153 X4 + 0,402 X5 + 0,204 X6 + e

KOEFISIEN DETERMINASI
Berdasarkan pada Tabel 9, model regresi tersebut memiliki koefisien determinasi
2
(R adj) sebesar 0,925. Hal ini berarti bahwa model regresi yang didapatkan mampu menjelaskan
pengaruh antara Variabel Merk (X1), Model (X2), Fitur (X3), Promosi (X4), Harga (X5), dan
Purna Jual (X6) terhadap Keputusan Pembelian (Y) sebesar 92,5% dan sisanya sebesar 7,5%
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdeteksi.

UJI HIPOTESIS
1. Hasil Pengujian Uji Secara Simultan
Berdasarkan Tabel 9, didapatkan p-value sebesar 0,000. Jika p-value dibandingkan
dengan α = 0,05 maka p-value lebih kecil dari α = 0,05. Dari perbandingan tersebut dapat
diambil keputusan H0 ditolak pada taraf α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh secara simultan antara Variabel Merk (X1), Model (X2), Fitur (X3),
Promosi (X4), Harga (X5), dan Purna Jual (X6) terhadap Variabel Keputusan Pembelian (Y).
2. Hasil Pengujian Secara Parsial
Berdasarkan pada hasil pengujian hipotesis model regresi secara parsial pada
Tabel 9, ditunjukkan bahwa Variabel Merk (X1) memiliki nilai t-hitung sebesar 4,904
dengan p-value sebesar 0,000. Variabel merk berpengaruh signifikan terhadap keputusan

234 Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani


pembelian pada taraf kesalahan 5%. Variabel Model (X2) memiliki nilai t-hitung sebesar
1,913 dengan p-value sebesar 0,060. Variabel Model (X2) berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian pada taraf kesalahan 10%. Variabel Fitur (X3) memiliki nilai t-hitung
sebesar 3,631 dengan p-value sebesar 0,001. Variabel Fitur (X3) berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian pada taraf kesalahan 10%. Variabel Promosi (X4) memiliki
nilai t-hitung sebesar 2,250 dengan p-value sebesar 0,028. Variabel Promosi (X4)
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada taraf kesalahan 5%. Variabel
Harga (X5) memiliki nilai t-hitung sebesar 8,751 dengan p-value sebesar 0,000. Variabel
Harga (X5) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada taraf kesalahan
5%. Variabel Purna Jual (X6) memiliki nilai t-hitung sebesar 2,568 dengan p-value sebesar
0,013. Variabel Purna Jual (X6) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
pada taraf kesalahan 5%.

PEMBAHASAN
Pengaruh Merk Terhadap Keputusan pembelian
Variabel Merk (X1) memiliki koefisien regresi sebesar 0,330. Dengan menggunakan
bantuan software SPSS, didapatkan statistik uji t sebesar 4,904 dengan p-value sebesar 0,000
sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel Merk (X1) berpengaruh signifikan terhadap
Variabel Keputusan Pembelian (Y) pada taraf kesalahan 5%. Koefisien regresi yang positif
mengindikasikan bahwa variabel Merk (X1) memiliki pengaruh yang positif terhadap
Keputusan Pembelian (Y). Semakin baik Merk, maka keputusan pembelian Handphone
Samsung semakin tinggi. Sehingga hipotesis variabel merk berpengaruh secara parsial
terhadap keputusan pembelian produk Hanphone Samsung di Fakultas Ekonomi Unuversitas
Islam Malang dapat diterima.

Pengaruh Model Terhadap Keputusan pembelian


Variabel Model (X2) memiliki koefisien regresi sebesar 0,127. Dengan menggunakan
bantuan software SPSS, didapatkan statistik uji t sebesar 1,913 dengan p-value sebesar 0,060
sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel Model (X2) berpengaruh signifikan terhadap
Variabel Keputusan Pembelian (Y) pada taraf kesalahan 10%.. Koefisien regresi yang positif
mengindikasikan bahwa variabel Model (X2) memiliki pengaruh yang positif terhadap
Keputusan Pembelian (Y). Semakin baik model, maka keputusan pembelian Handphone
Samsung semakin tinggi. Sehingga hipotesis variabel model berpengaruh secara parsial
terhadap keputusan pembelian produk Handphone Samsung di Fakultas Ekonomi Unuversitas
Islam Malang dapat diterima.

Pengaruh Fitur Terhadap Keputusan pembelian


Variabel Fitur (X3) memiliki koefisien regresi sebesar 0,253. Dengan menggunakan
bantuan software SPSS, didapatkan statistik uji t sebesar 3,631 dengan p-value sebesar 0,001
sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel Fitur (X3) berpengaruh signifikan terhadap
Variabel Keputusan Pembelian (Y) pada taraf kesalahan 5%. Koefisien regresi yang positif
mengindikasikan bahwa variabel Fitur (X3) memiliki pengaruh yang positif terhadap Keputusan
Pembelian (Y). Semakin baik fitur, maka keputusan pembelian Handphone Samsung semakin
tinggi. Sehingga hipotesis variabel fitur berpengaruh secara parsial terhadap keputusan
pembelian produk Hanphone Samsung di Fakultas Ekonomi Unuversitas Islam Malang dapat
diterima.

Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani 235


Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan pembelian
Variabel Promosi (X4) memiliki koefisien regresi sebesar 0,153. Dengan menggunakan
bantuan software SPSS, didapatkan statistik uji t sebesar 2,250 dengan p-value sebesar 0,028
sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel Promosi (X4) berpengaruh signifikan terhadap
Variabel Keputusan Pembelian (Y) pada taraf kesalahan 5%. Koefisien regresi yang positif
mengindikasikan bahwa variabel Promosi (X4) memiliki pengaruh yang positif terhadap
Keputusan Pembelian (Y). Semakin baik promosi, maka keputusan pembelian Handphone
Samsung semakin tinggi. Sehingga hipotesis variabel promosi berpengaruh secara parsial
terhadap keputusan pembelian produk Hanphone Samsung di Fakultas Ekonomi Unuversitas
Islam Malang dapat diterima.

Pengaruh Harga Terhadap Keputusan pembelian


Variabel Harga (X5) memiliki koefisien regresi sebesar 0,402. Dengan menggunakan
bantuan software SPSS, didapatkan statistik uji t sebesar 8,751 dengan p-value sebesar 0,000
sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel Harga (X5) berpengaruh signifikan terhadap
Variabel Keputusan Pembelian (Y) pada taraf kesalahan 5%. Koefisien regresi yang positif
mengindikasikan bahwa variabel Harga (X5) memiliki pengaruh yang positif terhadap
Keputusan Pembelian (Y). Semakin baik respon terhadap harga, maka keputusan pembelian
Handphone Samsung semakin tinggi. Sehingga hipotesis variabel harga berpengaruh secara
parsial terhadap keputusan pembelian produk Hanphone Samsung di Fakultas Ekonomi
Unuversitas Islam Malang dapat diterima.

Pengaruh Purna jual Terhadap Keputusan pembelian


Variabel Purna jual (X6) memiliki koefisien regresi sebesar 0,204. Dengan
menggunakan bantuan software SPSS, didapatkan statistik uji t sebesar 2,568 dengan p-value
sebesar 0,013 sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel Purna jual (X6) berpengaruh
signifikan terhadap Variabel Keputusan Pembelian (Y) pada taraf kesalahan 5%. Koefisien
regresi yang positif mengindikasikan bahwa variabel Purna jual (X6) memiliki pengaruh yang
positif terhadap Keputusan Pembelian (Y). Semakin baik respon terhadap purna jual, maka
keputusan pembelian Handphone Samsung semakin tinggi. Sehingga hipotesis variabel purna
jual berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk Hanphone Samsung di
Fakultas Ekonomi Unuversitas Islam Malang dapat diterima.

SIMPULAN DAN SARAN


SIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi
konsumen terhadap keputusan pembelian produk handphone Samsung di Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Malang. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya
dapat disimpulkan bahwa:
1. Terdapat pengaruh secara simultan antara Variabel Merk (X1), Model (X2), Fitur (X3),
Promosi (X4), Harga (X5), dan Purna Jual (X6) terhadap Variabel Keputusan Pembelian (Y)
dengan koefisien determinasi sebesar 92,5%.
2. Variabel merk berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk
Handphone Samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang dengan koefisien

236 Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani


regresi sebesar 0,330. Koefisien regresi yang positif mengindikasikan bahwa variabel Merk
memiliki pengaruh yang positif terhadap Keputusan Pembelian.
3. Variabel model berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk
Handphone Samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang dengan koefisien
regresi sebesar 0,127. Koefisien regresi yang positif mengindikasikan bahwa variabel
Model memiliki pengaruh yang positif terhadap Keputusan Pembelian.
4. Variabel fitur berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk
Handphone Samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang dengan koefisien
regresi sebesar 0,253. Koefisien regresi yang positif mengindikasikan bahwa variabel Fitur
memiliki pengaruh yang positif terhadap Keputusan Pembelian.
5. Variabel promosi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk
Handphone Samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang dengan koefisien
regresi sebesar 0,153. Koefisien regresi yang positif mengindikasikan bahwa variabel
Promosi memiliki pengaruh yang positif terhadap Keputusan Pembelian.
6. Variabel harga berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk
Handphone Samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang dengan koefisien
regresi sebesar 0,402. Koefisien regresi yang positif mengindikasikan bahwa variabel Harga
memiliki pengaruh yang positif terhadap Keputusan Pembelian.
7. Variabel purna jual berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk
Handphone Samsung di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang dengan koefisien
regresi sebesar 0,204. Koefisien regresi yang positif mengindikasikan bahwa variabel Purna
jual memiliki pengaruh yang positif terhadap Keputusan Pembelian.

SARAN-SARAN
a. Dari hasil pengujian telah menunjukan bahwa variabel harga berpengaruh dominan
terhadap keputusan pembelian, oleh karena itu diharapkan perusahaan dapat
mempertahankan harga produknya agar kesetiaan konsumen untuk membeli produk
tersebut dapat terjaga.
b. Bagi peneliti lain, apabila penelitian masih relevan dengan penelitian ini, diharapkan lebih
melengkapi variabel yang akan digunakan, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan
oleh perusahaan sebagai yang lebih lengkap untuk mengambil keputusan pembelian secara
lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA
. 1999, metedologi penelitian, Alfabeta Edisi Lima. Bandung.
Ali Hasan, 2008, marketing cetakan pertama , penerbit. Medpress, Yogyakarta
Amirullah. 2002. Perilaku Konsumen. Graha Ilmu: Yogyakarta.
Boyd. 2000, suatu pendekatan strategi dengan orentasi global, edisi kedua. Jakarta.
Faisal S.1995, format-format penelitian sosial, dasar-dasar dan aplikasi. Erlangga. Surabaya.
Foedjiwati , Hatane Samoel , 2005, pengaruh keputusan konsumen terhadap kesetiaan merek
( stady kasus restoran the primer steak dan ribs Surabaya, jurnal manajemen dan
kewirausahaan).
Gujarati, (2003). Ekonometrika dasar , edisi alih bahasa terjemahan. Jakatra Erlangga.
Hariono. 2011, mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen membeli
handphone blackberry. Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara Surabaya.

Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani 237


Hery Susanto, 2012. mengenai pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian
handphone Samsung galaksi series. Fakultas Ekonomi Universita Gunadarma.
Indiantiro .N & Supomo B, 1999. Metedelogi penelitian bisnis. Edisi pertama, BBFE.
Yogyakarta.
J.P. Peter dan J.C. Olson. 2000. Consumer behavior and marketing strategy, 9th edition,
homewod.
Kolter, Philip. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta. Gramidia.
Kolter,P dan Gery Amstrong, 2001, prinsip-prinsip pemasaran , jilid 1, erlangga. Jakarta.
Kolter,P. dan Gery Amstong, 2008. Prinsip-prinsip pemasaran. Edisi keduabelas. Jilid satu.
Jakarta Erlangga
Mardani Ronny Malavia, 2003 administrasi. Penunjuk praktis operasional SPSS. Malang, desain
and priting. Malang.
R.D. Blackwell, J.F, Engel, dan P.W. Miniard. 1995 Consumer behavior, 8th edition, forth worth,
texas: the dryder pres
Radiosunu, 2001. Manajemen pemasaran(suatu pendekatan analisis), edisi kedua cetakan
kelima, penerbit: BPEF. Yogyakarta
Rifai, 2007. mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen dalam
keputusan pembelian produk handphone nokia.
Santoso. S. 2002. Latihas SPSS statistik parametik , penerbit alex media kompu tindo. Jakarta
Saputro, 2012. mengenai faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Melakukan
Keputusan Pembelian Handphone Android.
Sharma, subhash (1996), appilied multivariate techniques.
Singarimbun, M., dan Effendi, S. 1994. Metode Penelitian Survei, Jakarta: PT Pustaka LP3ES.
Sugiono, 2004. Petode penelitian administrasi, dilengkapi dengan metode R & , edisi revisi.
Cetakan ketujubelas, penerbit. alfabeta Bandung.
Sutisna. 2002. Perilaku konsumen dan komunikasi pemasaran, cetakan ke-2. Penerbit Rineka
Cipta. Bandung.
Wahid sulaiman, 2004. Analisis regresi menggunakan SPSS. Andi offset. Yokyakarta.

*) Frengky adalah alumnus Fakultas Ekonomi Unisma


**) Mohammad Hufron adalah dosen tetap Fakultas Ekonomi Unisma
***) Ronny Malavia Mardani adalah dosen tetap Fakultas Ekonomi Unisma

238 Frengky, Mohammad Hufron dan Ronny Malavia Mardani