Anda di halaman 1dari 74

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

(LPK)
KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2019

KELURAHAN/DESA : ASEMDOYONG
KECAMATAN : TAMAN
KABUPATEN : PEMALANG

Disusun Oleh:
Rio Wahyu Prabowo 21090115120044
Hidayatul Qomariyah 25010115120109
Widi Mutiara L 21020115140098
Akbar Bagastian Zen 21040115130123
Diah Kunti Prameswari 21010115120006
Alfu Sifarosma 21080115140063

PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN)


LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA
MASYARAKAT(LPPM)
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG 2019
ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
ridho-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) Kuliah
Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Periode Tim I Tahun 2019 di Desa Asemdoyong
Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang dengan baik.
Kami ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam
penyusunan Laporan Rencana Kegiatan, yaitu kepada:
1. Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) atas bimbingan dan bantuan yang telah
menerjunkan Tim I KKN UNDIP 2019 Kecamatan Taman.
2. Prof. Dr.rer.Nat Heru Susanto, ST., MM., MT, selaku ketua Lembaga Penelitian Dan
Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro.
3. Bapak Triyono, S.H, M.Kn, selaku Koordinator Dosen Kuliah Kerja Nyata Lokasi KKN
Kabupaten Pemalang.
4. Ibu Dr. Ir. Suzanna Ratih Sari, MM, MA, Ibu Ana Silviana, S.H, M.Hum, Bapak Farid
Agushybana, SKM, DEA, PhD, selaku Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata
Tim I Tahun 2019 Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
5. Bapak Wibowo, selaku Kepala Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
6. Bapak Yusup Mujadi, selaku Kepala Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman , Kabupaten
Pemalang.
7. Segenap Perangkat Desa Asemdoyong yang telah memberikan informasi kepada kami.
8. Segenap pihak yang telah membantu dalam memudahkan kelancaran kegiatan survei KKN
Tim I Tahun 2019 hingga penyusunan Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN ini.
Kami menyadari bahwa penyusunan Laporan Pelaksanaam Kegiatan ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami
harapkan dari semua pihak.
Akhir kata, semoga Laporan Pelaksanaam Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa
Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang Tahun 2019 ini dapat bermanfaat bagi
seluruh pihak.
Pemalang, Februari 2019

TIM I KKN UNDIP Tahun 2019

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii


KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ..................................................................................................v
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN… ..................................................................................1
Gambaran Umum Lokasi KKN.. .............................................................................1
Kelompok Sasaran……................................................................................. ..........3
Potensi Desa/Komunitas ..........................................................................................3
Maksud dan Tujuan Laporan ...................................................................................4
Program Pembangunan Desa ...................................................................................4
Metode dan Sistematika Pembahasan ......................................................................4
BAB II BIDANG PERMASALAHAN .................................................................6
Identifikasi Permasalahan ........................................................................................6
Prioritas Pemilihan Permasalahan..........................................................................11
Rencana Program KKN-RM ..................................................................................14
BAB III REALISASI KEGIATAN ....................................................................17
3.1 Program Monodisiplin...................................................................................17
Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Rio Wahyu Prabowo ..........................17
Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Hidayatul Qomariyah .........................23
Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Widi Mutiara L ...................................32
Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Akbar Bagastian Zen ..........................38
Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Diah Kunti Prameswari ......................43
Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Alfu Sifarosma ...................................49
3.2 Program Multidisiplin ...................................................................................56
Pembuatan Video Profil .........................................................................................56
Redesain Masterplan pantai muara indah Desa Asemdoyong ...............................58
Program Penunjang ................................................................................................59
BAB IV PENUTUP ..............................................................................................65
Kesimpulan ............................................................................................................65
Saran ......................................................................................................................65

iv
DAFTAR TABEL

Tabel I-1 Jumlah Penduduk Desa ASEMDOYONG ..............................................2


Tabel I-2 Agama di Desa ASEMDOYONG ...........................................................2
Tabel I-3 Sumber Penghasilan Utama Masyarakat di Desa ASEMDOYONG ......3
Tabel I-4 Lulusan Latar Belakang Pendidikan Aparat di Desa ASEMDOYONG .3
Tabel I-5 Metode dan Sistematika Pembahasan .....................................................4
Tabel II-I Rekapitulasi Identifikasi Seluruh Permasalahan Tingkat Desa .............6
Tabel II-2 Rekapitulasi Prioritas Pemilihan Tingkat Desa ...................................11
Tabel II-3 Rekapitulasi Rencana Program KKN Multidisiplin ............................14
Tabel II-4 Rekapitulasi Rencana Program KKN Multidisiplin ............................14
Tabel II-5 Timeline Rencana Program KKN ........................................................15

v
DAFTAR LAMPIRAN

1. Jadwal Kegiatan
2. Peta Desa
3. Struktur Organisasi Pemerintah Desa ASEMDOYONG
4. Reportase Desa
5. Video Kegiatan
6. Copy Presensi Harian
7. Kumpulan Soft copy LPK individu dalam satu CD
8. Foto Kegiatan

vi
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Gambaran Umum Lokasi KKN
Desa ASEMDOYONG merupakan sebuah kelurahan/ desa yang berlokasi di desa yang
berlokasi di Kecamatan TAMAN, Kabupaten PEMALANG, Provinsi Jawa Tengah. Luas
wilayah Desa ASEMDOYONG sendiri sekitar ± 420.10 Ha dengan luas lahan sawah dan
ladang sebesar 180.90 Ha dan terbagi menjadi 6 wilayah RT berjumlah 63. Jumlah kepala
penduduk yang tercatat mencapai 17.843 yang terdiri dari 9.104 laki-laki dan 8.739 perempuan.
Berikut adalah batas wilayah desa jakenan :
Sebelah utara : Pantai Utara
Sebelah selatan : Jalan Pantura
Sebelah barat : Kecamatan Pemalang
Sebelah timur : Kecamatan Petarukan

Gambar 1.1 Peta Desa Asemdoyong

a. Sektor Potensial di Desa Jakenan


Mata pencaharian yang banyak dimiliki oleh masyarakat Desa ASEMDOYONG antara
lain:
1. Sektor Wirausaha
2. Sektor Perikanan
3. Sektor Pertanian

1
b. Aset Prasarana Umum
1. Jalan
2. Jembatan
3. Balai Desa
4. Kantor Desa
5. Sekolah Dasar
6. Masjid (5)
7. Mushola (22)
c. Aset prasarana pendidikan
1. Gedung TK (1)
2. Gedung SD (6)
3. Taman Pendidikan Al-Qur’an (2)
e. Aset prasarana kesehatan
1. Posyandu (6)
2. Poliklinik/balai pengobatan (1)
3. Lapangan olahraga (1)
f. Jumlah penduduk
Jumlah penduduk di Desa ASEMDOYONG yaitu:
Tabel 0-1 Jumlah Penduduk Desa ASEMDOYONG
Jumlah laki-laki 9.104 orang
Jumlah perempuan 8.739 orang
Jumlah total 17.843 orang

g. Sumber Daya Sosial Budaya


1) Kelompok PKK : 60 Anggota
h. Agama
Jumlah penduduk berdasarkan penganut agama yaitu :
Tabel 0-2 Agama di Desa ASEMDOYONG
No. Agama Jumlah (Orang)
1 Islam 14.145
2 Kristen -
3 Katolik -

2
i. Sumber Penghasilan Utama
Sumber penghasilan utama penduduk yaitu :
Tabel 0-3 Sumber Penghasilan Utama Masyarakat di Desa ASEMDOYONG
Jenis Pekerjaan Jumlah (Orang)
Petani 879
Pedagang 173
Buruh Tani 254
Buruh Bangunan 142
Buruh Nelayan 3,523
Buruh Industri 43
Tukang 1
Bidan 2

j. Pendidikan
Tenaga kerja berdasarkan latar belakang pendidikan yaitu :
Tabel 0-4 Lulusan Latar Belakang Pendidikan Aparat di Desa ASEMDOYONG
Lulusan Pendidikan Jumlah (Orang)
Lulusan S-1 keatas 1
Lulusan SMA 8
Lulusan SMP 2
Lulusan SD 3
Tidak tamat SD / tidak sekolah -

I.2 Kelompok Sasaran


Kelompok sasaran dari program yang dilaksanakan adalah :
1. Perangkat Desa ASEMDOYONG
2. Kader-kader PKK Desa ASEMDOYONG
3. UMKM di Desa ASEMDOYONG

I.3 Potensi Desa/Komunitas


Mata pencaharian masyarakat di Desa ASEMDOYONG sebagian besar adalah Nelayan
dan petani. Perekonomian Desa ASEMDOYONG secara umum didominasi pada sektor
3
nelayan , sedangkan pertanian didominasi dengan padi yang di kirim ke kabupaten. Dalam
kehidupan masyarakat sudah jarang sifat gotong royongnya dan swadaya pembangunannya.
Potensi lainnya adalah potensi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
untuk menunjang dan membantu perekonomian warga Desa ASEMDOYONG. UMKM yang
ada di Desa ASEMDOYONG antara lain adalah kupasan kulit rajungan.

I.4 Maksud dan Tujuan Laporan


Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan laporan adalah sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan gambaran umum Desa Asemdoyong.
2. Mendeskripsikan masalah di Desa Asemdoyong.
3. Mendeskripsikan kegiatan Monodisiplin tiap mahasiswa KKN PPM UNDIP TIM 1
Tahun 2019 di Desa Asemdoyong.
4. Mendeskripsikan kegiatan multidisiplin mahasiswa KKN PPM UNDIP TIM 1
Tahun 2019 di Desa Asemdoyong.
5. Mendeskripsikan evaluasi dan monitoring dari kegiatan mahasiswa KKN PPM
UNDIP TIM 1 Tahun 2019 di Desa Asemdoyong.

I.5 Program Pembangunan Desa


Program pembangunan Pantai wisata Muara indah dilakukan pada tahun 2018 yang
dilakukan dari Desa untuk Desa ASEMDOYONG, dimana pembangunnan iini bertujuan
untuk meningkatkan ekonomi daerah dan mempromosikan bahwa Desa Asemdoyong
memiliki potensi.

I.6 Metode dan Sistematika Pembahasan


Tabel 0-5 Metode dan Sistematika Pembahasan
Dilaksanakan 1 kali sebelum KKN berlangsung
dengan diikuti oleh 2 mahasiswa. Kemudian
dilanjutkan dengan observasi sebanyak tiga kali saat
Observasi
sudah sampai di lokasi KKN diikuti oleh 6
mahasiwa. Mengamati langsung tempat-tempat
yang menjadi potensi Desa Asemdoyong.

4
Penulis melakukan wawancara untuk mendapatkan
data mengenai kebutuhan program yang akan
Wawancara dilaksanakan. Narasumber adalah Bapak Kepala
Desa Asemdoyong, Bapak/Ibu Kepala Dusun, dan
beberapa perangkat Desa Asemdoyong.
Pelaksanaan program KKN dimulai pada tanggal
14 Januari 2019 – 14 Februari 2019 dan posko KKN
Pelaksanaan Program
berada di kediaman Ibu Warnoa warga Desa
ASEMDOYONG.
KKN yang dilaksanakan selama 42 hari di Desa
Asemdoyong, Kecamatan TAMAN secara
keseluruhan berjalan dengan baik. Semua program
Evaluasi yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai
rencana dan koordinasi dengan perangkat desa, ibu-
ibu PKK, bidan desa, kader posyandu, industri
rumah tangga dan masyarakat terjalin dengan baik.

5
BAB II
BIDANG PERMASALAHAN

I. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Dalam merancang program kerja, perlu pemahaman awal terhadap keadaan masyarakat
edan potensi yang terdapat di Desa ASEMDOYONG, Kecamatan TAMAN, Kabupaten
PEMALANG, Jawa Tengah. Desa ASEMDOYONG terdiri dari 6 dusun yaitu Dusun
Asemdoyong, Dusun Beran, Dusun Trinem, Dusun Bulusari, Dusun Karanganyar dan Dusun
Karanglo. Survei dilakukan di 6 dusun tersebut yang bertujuan untuk pengumpulan informasi
dan data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan rencana program kegiatan KKN, baik
kepada perangkat desa, masyarakat sekitar, maupun instansi terkait. Berikut adalah tabel hasil
survei :
Tabel II-1: Rekapitulasi Identifikasi Seluruh Permasalahan Tingkat Desa
SUMBER
NO PERMASALAHAN LOKASI
(P/M/D)*

1. Desa Asemdoyong
Belum adanya peta citra administrasi ter-update P

2. Belum adanya jalur evakuasi dan titik kumpul pada Desa Asemdoyong P/M/D
kawasan wisata Pantai Asemdoyong

3. Desa Asemdoyong
Perilaku hidup sehat yang masih sangat minim M/D

4. Desa Asemdoyong
Pengolahan potensi desa yang masih kurang maksimal P/M/D

5. Belum adanya tempat pembuangan dan pengelolaan Desa Asemdoyong P/M


sampah komunal

6. Masih terdapat banyak masyarakat yang buang air besar Desa Asemdoyong P/M/D
sembarangan

7. Desa Asemdoyong
Tidak semua rumah memiliki septictank M

8. Pemahaman masyarakat mengenai UMKM dan produk Desa Asemdoyong P/M


olahan guna masih sangat minim

6
SUMBER
NO PERMASALAHAN LOKASI
(P/M/D)*

9. Masyarakat belum mampu menjaga kawasan wisata Desa Asemdoyong P/M/D


dengan baik

10. Belum adanya BUMDES sebagai penggerak Desa Asemdoyong P/D


perekonomian masyarakat
11. Potensi pada sektor pariwisata belum didukung dengan Desa Asemdoyong P/M/D
POKDARWIS
12. Sumber daya manusia yang masih rendah, mayoritas Desa Asemdoyong P/M/D
masyarakat lulusan SMP hingga SMA

13. Desa Asemdoyong


Masih banyak terdapat rumah tidak layak huni P/M/D

14. Belum ada pengolahan lebih lanjut terhadap hasil sektor Desa Asemdoyong P/M
kelautan

15. Desa Asemdoyong


Belum terdapat produk unggulan ciri khas desa P/M

Masih rendahnya kesadaran warga untuk menjaga


16. Desa Asemdoyong P/M
lingkungan dengan membuang sampah di sungai

Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai sanitasi


17. Desa Asemdoyong P/M
lingkungan

Minimnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan


18. Desa Asemdoyong P/M
lingkungan

19. Masih dijumpai warga yang melakukan BABS di sungai Desa Asemdoyong P/M

Masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah


20. dengan cara membakar sampah plastik di pekarangan Desa Asemdoyong M
rumah

Tidak tersedianya tempat pembuangan sampah di


21. Desa Asemdoyong P/M
sekitar lingkungan rumah warga

Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai


22. Desa Asemdoyong M
HIV/AIDS

Masih minimnya kepedulian warga untuk menciptakan


23. Desa Asemdoyong P/M
lingkungan bersih dan sehat

Adanya kasus gizi kurang pada balita di Desa


24. Desa Asemdoyong P/D
Asemdoyong

7
SUMBER
NO PERMASALAHAN LOKASI
(P/M/D)*
Tingginya angka kasus HIV/AIDS di Desa
25. Desa Asemdoyong P/D
Asemdoyong

26. Tingginya angka kasus ISPA di Desa Asemdoyong Desa Asemdoyong P/D

27. Adanya kasus kusta di Desa Asemdoyong Desa Asemdoyong P/D

28. Adanya kasus TBC di Desa Asemdoyong Desa Asemdoyong P/D

Adanya kasus DBD akibat kurangnya pehamaman


29. masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan dan Desa Asemdoyong P/D
kondisi lingkungan yang buruk.

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya


30. Desa Asemdoyong M
penggunaan APD saat bekerja

31. Pelaksanaan Posyandu Lansia yang belum optimal Desa Asemdoyong P/D

Belum ada kader yang menjadi Jumantik dan kegiatan


32. Desa Asemdoyong P
pemantauan jentik nyamuk

Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya


33. Desa Asemdoyong P
minuman keras

34. Belum semua rumah memiliki jamban Desa Asemdoyong P

Kurangnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan


35. Desa Asemdoyong P
reproduksi

36. Terdapat drainase yang kurang baik. Desa Asemdoyong M

37. Tidak adanya bangunan pantai untuk mengurangi P


Desa Asemdoyong
sedimentasi yang terjadi pada muara sungai.

Adanya jalan yang rusak, berlubang, dan belum


38. menggunakan perkerasan padahal jalan tersebut sering Desa Asemdoyong M
digunakan oleh warga setempat.

39. Kurangnya pengetahuan perangkat desa dalam P


Desa Asemdoyong
penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya).

40. Tidak adanya WC dibeberapa rumah warga desa. Desa Asemdoyong P,M

41. Belum adanya jembatan yang dibangun sebagai P,M


Desa Asemdoyong
penghubung Desa Asemdoyong dengan desa sebrang.

42. Belum tersedianya tempat pembuangan sampah P, M


Desa Asemdoyong
sementara (TPS) di Desa Asemdoyong.

8
SUMBER
NO PERMASALAHAN LOKASI
(P/M/D)*

43. Kurang layaknya bangunan puskesmas pembantu M


Desa Asemdoyong
(Pustu) di Desa Asemdoyong.

44. Tidak adanya dermaga untuk kapal wisata. Desa Asemdoyong M

45. Tidak adanya musholla untuk para wisatawan di sekitar M


Desa Asemdoyong
pantai.

Kurangnya pemahaman perangkat desa dalam


46. menjalankan software / aplikasi computer, khususnya Desa Asemdoyong P
aplikasi berbasis desain.

47. Kurangnya kesadaran warga sekitar tentang kebersihan


Desa Asemdoyong P/M
lingkungan terutama di sungai

Minimnya pengetahuan warga tentang cara cepat


48. tanggap untuk menghadapi bencana yang bisa kapanpun Desa Asemdoyong P/M
terjadi

Belum adanya sarana pendukung untuk pembersihan


49. Desa Asemdoyong P/M
sungai secara efisien.

Kurangnya kesadaran masyarakat desa yang berprofesi


50. sebagai nelayan tentang Safety Equipment yang harus Desa Asemdoyong M
ada di kapal

51. Masih banyak rumah tidak layak huni di Desa


Desa Asemdoyong P/M
Asemdoyong

52. Pola sirkulasi pada TPI Asemdoyong yang tidak jelas,


Desa Asemdoyong M
tidak terpusat.

53. Pembangunan infrastruktur desa belum merata. Desa Asemdoyong P/M

Terbatasnya aksesibilitas (terutama akses dan sirkulasi


54. keluar-masuk kendaraan roda empat) di Pantai Muara
Desa Asemdoyong p
Indah Asemdoyong sehingga menjadi kendala dalam
realisasi Asemdoyong sebagai Desa Wisata

55. Tidak tersedianya Gapura Desa Asemdoyong yang


Desa Asemdoyong P
layak

Belum ada kejelasan desain kawasan multifungsi yang


56. telah direncanakan pembangunannya oleh perangkat
Desa Asemdoyong P
desa yang bertujuan untuk mendukung pembangunan
dan perekonomian desa.

57. Tidak semua rumah memiliki septic tank Desa Asemdoyong P, M

9
SUMBER
NO PERMASALAHAN LOKASI
(P/M/D)*
58. Tidak tersedia ruang komunal pada Desa Asemdoyong Desa Asemdoyong M

59. Tidak tersedia Tempat Pembuangan Akhir pada Desa


Desa Asemdoyong M
Asemdoyong

60. Masih rendahnya kepemilikan fasilitas tempat sampah Desa Asemdoyong P, M

Masih Rendahnya kesadaran masyarakat tentang


61. pengelolaan sampah, dikarenakan banyaknya Desa Asemdoyong P, M
masyarakat yang membakar sampah yang dihasilkan.

Rendahnya tingkatnya partisipasi masyarakat terhadap


62. Desa Asemdoyong
pengadaan bank sampah P,M

Masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang


63. pentingnya tidak membuang sampah di badan air Desa Asemdoyong P,M
maupun saluran air

Kurangnya fasilitas pemilahan persampahan seperti


64. Desa Asemdoyong M
tempat sampah organik, non organik.

Masih banyak masyarakat yang menggunakan plastik


65. Desa Asemdoyong M
untuk tempat membeli bahan makanan di pasar.

Kurangnya kesadaran warga akan pentingnya rumah


66. Desa Asemdoyong P, M
sehat, dikarenakan tidak adanya septic tank.

Tidak adanya TPS (Tempat Penampungan Sementara)


sehingga sampah yang dihasilkan masyarakat tidak
67. Desa Asemdoyong P
terkelola dengan baik. Hal ini menyebabkan kondisi
lingkungan menjadi tidak sehat

Masih banyak saluran drainase yang mampet


68. menyebabkan aliran air tergenang. Hal ini dikarenakan Desa Asemdoyong P,M
banyak terdapat sampah.

10
II. PRORITAS PEMILIHAN PERMASALAHAN
Berdasarkan permasalahan yang telah ditemukan di Desa ASEMDOYONG yang
diperoleh dari beberapa sumber, maka alasan pemilihan masalah yang diprioritaskan disajikan
pada tabel berikut ini:
Tabel II-2: Rekapitulasi Prioritas Pemilihan Tingkat Desa
No Permasalahan Alasan Pemilihan Program*
Peta administrasi eksisting yang ada di Kantor Balai
Desa adalah merupakan peta administrasi yang belum
detail dan terkini. Desa Asemdoyong sudah mengalami
1. Belum adanya peta administrasi
banyak perubahan. Disamping itu, dalam melakukan
Desa Asemdoyong terbaru
perencanaan baik perkotaan maupun pedesaan butuh
wilayah/batas administrasi yang tepat sehingga
perencanaan ke depannya dapat dilakukan dengan baik.
Mengedukasi konsep pengembangan ekonomi lokal
kepada masyarakat dan perangkat desa.
Edukasi masyarakat mengenai Mengidentifikasi produk potensi desa yang akan diolah
2.
pengembangan ekonomi lokal lebih lanjut untuk meningkatkan nilai produk. Sehingga
berupa one village one product Desa Asemdoyong memiliki produk unggulan tersendiri.

Pengelolaan sampah yang ada di Desa Asemdoyong


belum terlaksana dengan baik. Tidak adanya petugas
Masyarakat yang melakukan kebersihan pengangkut sampah dan TPS membuat
pengelolaan sampah dengan cara masyarakat di Desa Asemdoyong melakukan
3.
membakar sampah plastik di pengolahan sampahnya dengan cara dibakar di
pekarangan rumah pekarangan rumah. Hal ini dapat menyebabkan
terjadinya polusi udara dan dampak kesehatan berupa
penyakit saluran pernafasan.

Desa Asemdoyong belum memiliki jumantik desa


meskipun terdapat kasus DBD. Salah satu faktor belum
efektifnya pencegahan DBD adalah masih lemahnya
Belum ada kader yang menjadi sistem kewaspadaan dini. Peran juru pantau jentik
4. Jumantik dan kegiatan pemantauan (jumantik) sangat penting dalam sistem kewaspadaan
jentik nyamuk dini mewabahnya DBD karena berfungsi untuk
memantau keberadaan dan menghambat perkembangan
awal dari vektor penular DBD. Secara umum, peran
jumantik dinilai cukup berhasil dalam pencegahan DBD.

Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dapat


menyebabkan banjir di desa karena masih banyaknya
5. Terdapat drainase yang kurang masyarakat yang kurang memahami pentingnya selokan
baik. sebagai saluran drainase, sehingga warga masyarakat
masih sering membuang sampah ke selokan yang dapat
mengurangi efektivitas saluran.

11
Pentingnya tempat ibadah di sekitar wisata pantai, agar
6. Tidak adanya musholla untuk para masyarakat selalu ingat tuhan dan sholat tepat waktu.
wisatawan di sekitar pantai.

Permasalahan tersebut cukup serius karena sungai di


Belum adanya sarana pendukung Desa Asemdoyong cukup tercemar oleh limbah rumah
7. untuk pembersihan sungai secara tangga dikarenakan tidak adanya tempat pembuangan
efisien sampah disini. Untuk itu diperlukan adanya fasilitas
kebersihan sungai yang efisien seperti pontoon atau boat.

Kurangnya pemahaman perangkat


Pentingnya pemahaman perangkat desa dalam
desa dalam menjalankan software /
8. menjalankan aplikasi berbasis desain dalam perencanaan
aplikasi computer, khususnya
pembangunan desa.
aplikasi berbasis desain.

Keberadaan gapura Asemdoyong yang sudah tidak layak


menjadi dasar pembuatan kembali gapura Asemdoyong.
Gapura menjadi salah satu elemen penting pada desa
9. Tidak tersedianya Gapura Desa karena gapura menjadi simbol “gerbang masuk” dan
Asemdoyong yang layak perbatasan. Gapura juga dapat memberikan citra dan
karakter dari desa itu sendiri, misalnya pada Desa
Asemdoyong, karakter yang paling menonjol adalah
citra “kampung nelayan”.
Mata pencaharian warga Desa Asemdoyong sebagian
Belum ada kejelasan desain besar adalah nelayan dan produksi terbesarnya adalah
kawasan multifungsi yang telah ikan. Dengan potensi produksi ini, Desa Asemdoyong
10. direncanakan pembangunannya dapat mengembangkan ekonomi masyarakatnya dengan
oleh perangkat desa yang bertujuan penjualan ikan (atau hasil potensi lainnya), sehingga
untuk mendukung pembangunan dibutuhkan sebuah perancangan area untuk penjualan
dan perekonomian desa. hasil-hasil produksi desa. Rancangan dapat berupa kios,
toko souvenir, dll.
Dalam perwujudan Desa Asemdoyong menjadi destinasi
Desa Wisata yang mengundang wisatawan dari luar
Desa Asemdoyong, tentu aksesibilitas menjadi poin
yang penting untuk diperhatikan. Menurut perangkat
Terbatasnya aksesibilitas (terutama desa, masterplan yang dirancang sebelumnya memiliki
akses dan sirkulasi keluar-masuk kendala dalam realisasinya, selain dana, yaitu
kendaraan roda empat) di Pantai aksesibilitas. Situasi lapangan di Pantai Muara Indah
11.
Muara Indah Asemdoyong Desa Asemdoyong saat ini tidak memungkinkan
sehingga menjadi kendala dalam kendaraan roda empat memasuki area pantai. Beberapa
realisasi Asemdoyong sebagai aspek seperti pintu masuk, lebar jalan (baik di dalam
Desa Wisata Pantai Muara Indah maupun ke luar pantai), maupun
area parkir, tidak memenuhi standar aksesibilitas yang
baik dan nyaman. Maka dari itu, perlu dilakukan
pembenahan aksesibilitas untuk memudahkan sirkulasi
pengunjung pantai.

12
Perhatian masyarakat yang masih kurang terhadap
pengelolaan sampah rumah tangga sehingga warga
Rendahnya perhatian masyarakat
masih membakar sampah dan membuang sampah di
12. terhadap pemilahan sampah,
badan air dan saluran irigasi. Maka dari itu dibutuhkan
bahaya bakar sampah, dan tingkat
adanya program untuk menyadarkan dan mencerdaskan
kebersihan lingkungan.
masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan
kebersihan lingkungan.

Banyaknya sampah organik yang tak termanfaatkan dan


13. Kurangnya kesadaran masyarakat kurangnya pastisipasi masyarakat. Sedangkan untuk
tentang pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat untuk pengadaan Bank Sampah
masih sangat rendah.

13
III. RENCANA PROGRAM KKN-RM
Rencana Program KKN RM ini mengacu pada prioritas pemilihan permasalahan
yang telah dijelaskan di atas. Rencana program ini khusus untuk program pokok yang
dinilai sesuai dengan bidang disiplin ilmu setiap mahasiswa peserta KKN dan bersifat
interdisipliner, program bantu tidak dilaporkan dalam laporan ini. Tabel rencana program
ditampilkan di bawah ini:

Tabel II-3: Rekapitulasi Rencana Program KKN Multidisiplin


No Kegiatan Total Mahasiswa
Waktu Rio Hidaya Widi Akbar Diah Alfu
Kerja tul

1 Video Profil dan


Potensi Wilayah
82 jam √ √ √ √ √ √
Desa
Asemdoyong
2 Re-Design 53 jam
Pantai Wilayah
√ √ √ √ √ √

Tabel II-4: Rekapitulasi Rencana Program KKN Multidisiplin

No Kegiatan Total Mahasiswa


Waktu Rio Hidaya Widi Akbar Diah Alfu
Kerja tul
1. Video Profil dan Potensi Wilayah Desa Asemdoyong
a. Survei awal
mengenai Desa 12 √ √ √ √ √ √
Asemdoyong
b. Pengambilan
video potensi
10 √ √ √ √ √ √
Desa
Asemdoyong
c. Pengambilan
20 √ √ √ √ √ √
Video UMKM
d. Pengambilan
8 √ √ √ √ √ √
Video Perangkat

14
Desa
Asemdoyong
e. Pengambilan
Video Program 12 √ √ √ √ √ √
Mono
f. Pengambilan
Video Program 10 √ √ √ √ √ √
Multi
g. Penyerahan
2 √
Video
2. Re-Design Pantai Wilayah
a. Survei 6
Permasalahan
√ √ √ √ √ √
b. Kordinasi
Dengan 5
perangkat Desa
√ √ √ √ √ √
Asemdoyong
c. Merencanakan 22
dan Mendesign

d. Pembuatan 2
Materi

e. Persiapan Hasil 2
Design

f. Presentasi Hasil 2 √
g. Penyerahan 2
Modul
H Pembuatan 12
Laporan

Tabel II-5: Timeline Rencana Program KKN

No Program Kerja Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu


I II III IV V VI
1 Video Profil √
2 Re-Design √
3 Peningkatan Kesadaran dan √
Pemahaman Masyarakat
Nelayan akan Safety
Equipment yang harus ada
diperahu
4 Pengusulan desain boat atau √
poonton guna menambah
efisiensi pembersihan sungai
5 “ATAP” Aksi Tanpa Plastik √
dengan metode alternatif

15
pengolahan sampah
“ecobrick”

6 Pembentukan kader √
kesehatan terkait Juru
Pemantau Jentik (Jumantik)
desa sebagai upaya dalam
Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN)
7 Usulan Design Gapura √
8 Usulan Design bangunan √
multifungsi (Ruko/Toko
Kios)
9 Ketentuan perancangan √
desain taman desa
10 Edukasi dan Pengenbangan √
masyarakat mengenai
pengembangan ekonomi lokal
berupa one village one
product
11 Perencanaan Saluran √
Drainase
12 Perencanaan desain musholla √
di Pantai Muara Indah.
13 GsSM ( Gerakan sadar √
Sampah ) dengan metode
Komposting “Practical and
Fun”
14 Dalang Bacanik” Daur ulang √
bak cat unik: Kreasi Bak
Sampah menarik

16
BAB III
REALISASI KEGIATAN

3.1 Kegiatan Keilmuan


3.1.1 Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Rio Wahyu Prabowo
1. Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman Masyarakat Nelayan akan
Safety Equipment yang harus ada diperahu
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Dalam Belum adanya sarana pendukung untuk pembersihan sungai
secara efisien dan Permasalahan tersebut cukup serius karena sungai di
Desa Asemdoyong cukup tercemar oleh limbah rumah tangga
dikarenakan tidak adanya tempat pembuangan sampah disini.
b. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang cara
membersihkan sampah yang ada pada aliran sungai di Asemdoyong
dengan menggunakan media Pontoon untuk melaksanakannya. Dalam
hal ini mengajukan desain pontoon yang nantinya bisa digunakan untuk
dapat di realisasikan
c. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Perangkat Desa Asemdoyong
d. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Tempat : Pendopo Balaidesa Asemdoyong
Hari : Kamis, 24 Januari 2019
Waktu : 09.00 – 11.00 WIB
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkan adalah Rp. 50.000- untuk pelaksaanan
program yaitu mencetak desain ukuran A1
f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang pengusulan desain
Pontoon pengangkut sampah yang dilaksanakan di balai desa dan di
paparkan langsung kepada perangkat desa. Hal pertama yang dilakukan

17
yaitu dengan melakukan survey kondisi sungai Desa Asemdoyong, lalu
data dan informasi yang didapat dengan melakukan wawancara dengan
perangkat Desa Asemdoyong diantaranya, Kepala Desa, Sekretaris Desa,
Kepala Dusun, termasuk juga masyarakat Desa Asemdoyong.
Program ini bertujuan memberikan informasi tentang cara membersihkan
sampah yang ada pada aliran sungai di Asemdoyong dengan
menggunakan media Pontoon untuk melaksanakannya. Dalam hal ini
mengajukan desain pontoon yang nantinya bisa digunakan untuk dapat
di realisasikan.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Desain diterima baik oleh Kepala - Sibuknya beberapa perangkat desa
desa - Padamnya listrik saat pemaparan
- Pemaparan dengan materi yang program
mudah untuk di pahami
- Menambah pengetahuan mengenai
cara membersihkan sampah di
sungai
ANCAMAN KESEMPATAN
- Realisasi desain membutuhkan - Kordinasi yang baik antara TIM I
dana yang cukup banyak KKN Universitas Diponegoro
dengan perangkat desa Asemdoyong

18
h. Dokumentasi

19
2. Peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat nelayan akan Safety
Equipment yang harus ada di kapal
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Penangkapan ikan di laut merupakan salah satu kegiatan yang paling berbahaya
di dunia. Profesi nelayan memiliki karakteristik pekerjaan “3d” yaitu:
membahayakan (dangerous), kotor (dirty), dan sulit (difficult). Kecelakaan
dapat terjadi pada kapal- kapal baik dalam pelayaran berlabuh atau sedang
melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan meskipun sudah dilakukan
usaha untuk menghindarinya.Perangkat keselamatan adalah peralatan yang
mempunyai konstruksi atau bahan yang mempunyai spesifikasi dapat
membantu melindungi, mencegah dan menghentikan kecelakaan kerja di atas
kapal. Keberadaan perangkat keselamatan pada kapal perikanan didasarkan
ukuran kapal terutama berkaitan dengan jumlah, ukuran, dan kesesuaian
perangkat tersebut. Keberadaan dan penggunaan perlengkapan keselamatan
kerja yang sesuai dengan standar dapat memperkecil risiko kecelakaan dini
maupun kecelakaan yang telah terjadi, sehingga dapat terhindar dari akibat fatal
yang tidak diinginkan
b. Tujuan Kegiatan
Program ini bertujuan agar nelayan lebih sadar dan memahami tentang
pentingnya alat keselamatan yang harus ada pada kapal mereka demi untuk
menghindari hal yang tidak ingin terjadi pada saat nelayan melaut.
c. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Tempat : Dermaga TPI
Hari : Sabtu, 2 Februari 2019
Waktu : 15.00 – Selesai
d. Sasaran Kegiatan
Masyarakat Nelayan Desa Asemdoyong
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkanadalah Rp. 100.000,- untuk pelaksaanan program
Rincian pengeluaran dana : Cetak 5 Poster

20
f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang Peningkatan Kesadaran
dan Pemahaman Masyarakat Nelayan akan Safety Equipment yang harus ada di
kapal Progam ini dilaksanaka di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan Desa
Asemdoyong. Pemaparan program dilakukan dengan mendatangi langsung
Nelayan yang sedang stay di kapal dan menjelaskan dengan media Poster yang
nantinya akan di tempel di Kapal Nelayan tersebut yang nantinya agar nelayan
tersebut tetap ingat peralatan apa saja yang harus ada di kapal nelayan selama
para nelayan tersebut berlayar.
Parameter keberhasilan berupa mulai timbulnya kemauan dari para nelayan
untuk melengkapi alat keselamatan di kapal mereka setelah pemaparan program
telah selesai di sampaikan tadi.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Nelayan yang antusias ketika - Tidak semua nelayan mendapat
pemaparan program berlangsung informasi ini
- Suasana yang kondusif
- Menambah pengetahuan mengenai
alat keselamatan yang harus ada di
kapal nelayan
ANCAMAN KESEMPATAN
- Informasi yang disampaikan tidak -
disebarluaskan oleh yang menerima
informasi secara langsung

21
h. Dokumentasi

22
3.2.2 Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Hidayatul Qomariyah
1. “ATAP” Aksi Tanpa Plastik dengan metode alternatif pengolahan sampah
plastik “ecobrick”
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Sampah merupakan barang yang sudah tak terpakai dan dibuang karena di
anggap tak berguna lagi. Sampah seharusnya dimanfaatkan, diolah, dan
dikelola sesuai dengan prosedur 3R Reduce (mengurangi penggunaan barang
yang menghasilkan sampah), Reuse (menggunakan kembali barang yang biasa
dibuang), dan Recycle (mendaur ulang sampah).
Pada kenyataannya, pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari masih
belum optimal. Sampah banyak dijumpai dimana-mana tanpa adanya
pengelolaan yang baik. Banyak masyarakat yang melakukan pengelolaan
sampah dengan membuang sampah sembarangan. Pengelolaan sampah yang
buruk mengakibatkan pencemaran baik pencemaran udara, air dan tanah, serta
munculnya berbagai macam penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat.
Masyarakat Desa Asemdoyong melakukan pengelolaan sampah dengan cara
membakar sampah dan membuang sampah di sungai.
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari
sampah anorganik yang berbahan dasar plastik, salah satunya yaitu ecobrick.
Pembuatan ecobrick cukup mudah. Semua sampah plastik dimasukkan
kedalam botol plastik bekas kemasan minuman. Botol kemasan minum yang
telah terisi sampah kantong plastik yang padat, siap digunakan dan bisa
dirangkai menjadi barang yang berguna.kegiatan yang lebih menghemat
energi dan pengeluaran per bulannya.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini yaitu mengenalkan metode alternatif
pengolahan sampah anorganik “ecobrick’”
c. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Ibu PKK Desa Asemdoyong ‘
d. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Tempat : Pendopo Balaidesa Asemdoyong
Hari : Jum’at, 1 Februari 2019

23
Waktu : 14.00 – 16.30 WIB
e. Rincian Anggaran Biaya
Anggaran yang dikeluarkan untuk pelaksaanan program yaitu Rp 315.000,-
dengan rincian pengeluaran dana :
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1. Print Leaflet Rp 180.000,-
2. Lem Tembak Rp 30.000,-
3. Snack Rp 75.000,- Mahasiswa
4. Kawat nyamuk Rp 35.000,-
Jumlah Rp 315.000,-

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang alternatif pengolahan
sampah anorganik dilaksanakan di Balaidesa Asemdoyong yang dihadiri oleh
30 peserta dari ibu-ibu PKK Desa Asemdoyong. Program ini bertujuan untuk
mengenalkan metode alternatif pengelolaan sampah anorganik ecobrick.
Kegiatan yang dilakukan pada program ini berupa pengenalan program,
pemberian materi, diskusi dan praktik pembuatan ecobrick. Materi yang
diberikan yaitu tentang penjelasan sampah plastik, bahaya membakar sampah
plastik, alternatif pengelolaan sampah anorganik ecobrick, dan metode
pembuatan ecobrick. Praktik pembuatan ecobrick dilakukan dengan
memasukkan sampah plastik yang kering dan telah dipotong kedalam botol
plastik hingga padat lalu disatukan membentuk sebuah pot menggunakan lem
tembak.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Peserta yang belum mengetahui - Pelaksanaan program yang tidak
tentang metode alternatif tepat waktu
pengolahan sampah anorganik - Jumlah peserta yang datang tidak
ecobrick sesuai dengan yang diharapkan
- Peserta yang cukup antusias dengan
materi yang disampaikan

24
- Terdapat praktik sehingga peserta - Belum adanya Bank Sampah di Desa
lebih mudah dalam menangkap Asemdoyong sebagai wadah untuk
materi yang disampaikan mengumpulkan sampah plastik
ANCAMAN KESEMPATAN
- Kesadaran masyarakat yang masih - Respon yang baik dan antusiasme Ibu
rendah mengenai pengelolaan PKK Desa Asemdoyong saat
sampah anorganik yang baik dan pelaksanaan program
benar - Realisasi kegiatan ecobrick oleh
masyarakat Desa Asemdoyong yang
dimulai dan digerakkan oleh Ibu
PKK Desa Asemdoyong

h. Dokumentasi

25
26
2. Pembentukan kader kesehatan terkait Juru Pemantau Jentik (Jumantik) desa
sebagai upaya dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai pembawa
virus. Penyakit ini dapat menyerang semua orang dan dapat mengakibatkan
kematian. Penyakit DBD merupakan penyakit yang banyak dijumpai di
berbagai wilayah di Indonesia. Pengendalian penyakit Deman Berdarah Dengue
(DBD) telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
581/MENKES/SK/VII/1992 tentang Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah
dan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 92 tahun 1994 tentang perubahan atas
lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 581/ MENKES/SK/1992,
dimana menitikberatkan pada upaya pencegahan dengan gerakan
pemberantasan sarang nyamuk (PSN) selain penatalaksanaan penderita DBD
dengan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan dan sumber daya,
memperkuat surveilans epidemiologi dan optimalisasi kewaspadaan dini
terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Manajemen pengendalian vektor
secara umum diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 374/MENKES/PER/III/2010 tentang Pengendalian Vektor.
Mengingat obat dan untuk mencegah virus Dengue hingga saat ini belum
tersedia, maka cara utama yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan
pengendalian vektor penular (Aedes aegypti). Pengendalian vektor ini dapat
dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan PSN 3M Plus. Upaya pemberdayaan
masyarakat dengan melaksanakan kegiatan PSN 3M Plus (menguras, menutup
tempat penampungan air dan mendaur-ulang / memanfaat kembali barang-
barang bekas) serta ditambah (Plus) seperti : menaburkan larvasida pembasmi
jentik, memelihara ikan pemakan jentik, mengganti air dalam pot/vas bunga dan
lain-lain. Sebagai upaya untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian DBD,
maka diperlukan adanya Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam melakukan
pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat agar melakukan PSN dengan
3M plus. Desa Asemdoyong belum memiliki kader jumantik dan masyarakat
Desa Asemdoyong belum rutin melaksanakan kegiatan PSN.

27
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan diadakan program ini antara lain :
1. Memberikan informasi dan pengetahuan mengenai Juru Pemantau
Jentik (Jumantik)
2. Memberikan informasi dan pengetahuan mengenai Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN)
c. Alokasi dan Waktu
Tempat : Pendopo Balaidesa Asemdoyong
Hari : Jum’at, 1 Februari 2019
Waktu : 14.00 – 16.30 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Ibu Kader Desa Asemdoyong
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkan untuk pelaksaanan program adalah Rp 270.000,-
dengan rincian pengeluaran dana :
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1 Print Buku Saku Rp 195.000,-
2 Snack Rp 75.000,- Mahasiswa
Jumlah Rp 270.000,-

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang pembentukan kader
Juru Pemantau Jentik (Jumantik) desa sebagai upaya dalam Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN) dilaksanakan di Balaidesa Asemdoyong yang dihadiri
oleh 30 peserta dari ibu-ibu PKK dan Kader Desa Asemdoyong. Program ini
bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan mengenai Juru
Pemantau Jentik (Jumantik) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Kegiatan yang dilakukan pada program ini berupa pengenalan program,
pemberian materi dan diskusi. Materi yang diberikan yaitu mengenai penyakit
DBD, Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan kegiatan Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN). Program ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan kepada kader-kader bahwa Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN)
penting dilakukan di lingkungan sekitar sebagai pencegahan penularan

28
penyakit DBD serta adanya pembentukan kader Jumantik di Desa
Asemdoyong.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Belum adanya kader Jumantik di - Pelaksanaan program yang
Desa Asemdoyong tidak tepat waktu
- Kurangnya pemahaman peserta - Jumlah peserta yang datang
mengenai penyakit DBD dan program tidak sesuai dengan yang
Pemberantasan Sarang Nyamuk diharapkan
(PSN) - Jumlah kader kesehatan di
Desa Asemdoyong yang sedikit

ANCAMAN KESEMPATAN
- Perilaku dan kebiasaan masyarakat - Respon yang baik serta
yang dapat menimbulkan adanya antusiasme dari Ibu PKK dan
sarang nyamuk kader Desa Asemdoyong saat
- Persepsi masyarakat mengenai pelaksanaan program
program Pemberantasan Sarang - Adanya rencana
Nyamuk (PSN) yang susah dan merealisasikan pelaksanaan
membutuhkan banyak biaya PSN rutin di Desa
Asemdoyong
- Adanya rencana untuk
pembentukan kader Jumantik
di Desa Asemdoyong

29
h. Dokumentasi

30
31
3.1.3 Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Widi Mutiara L
1. Usulan desain gapura di Desa Asemdoyong
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Gapura merupakan sarana penting sebagai ciri khas untuk masuk ke suatu
wilayah sebagai petun!uk yang memudahkan warga lain mencari alamat serta
menjadi bangunan estetika yang mempunyai nilai dan fungsi tersendiri.
Gapura atau tanda batas wilayah dirasasangat berguna keberadaannya
sebagai inventaris khususnya di wilayah pedesaan, yang memiliki wilayah
luas dan dikelilingi beberapa desa lainnya. Keberadaan gapura atau tanda
batas wilayah melengkapi komponen di dalam pedesaan dan untuk
memperpelas batas wilayah dengan dusun-dusun tetangga dalam desa
tersebut.
Keberadaan gapura Asemdoyong yang sudah tidak layak menjadi dasar
pembuatan kembali gapura Asemdoyong. Gapura menjadi salah satu elemen
penting pada desa karena gapura menjadi simbol “gerbang masuk” dan
perbatasan. Gapura juga dapat memberikan citra dan karakter dari desa itu
sendiri, misalnya pada Desa Asemdoyong, karakter yang paling menonjol
adalah citra “kampung nelayan”.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini adalah untuk mengusulkan perancangan dan
perencanaan gapura Desa Asemdoyong.
c. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Tempat : Balaidesa Asemdoyong
Hari : Senin, 11 Februari 2019
Waktu : 10.30 – 12.00 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Perangkat Desa dan Kader Desa Asemdoyong
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkanadalah Rp. 50.000,- untuk pelaksaanan program
Rincian pengeluaran dana
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1 Print Panel Gapura Rp. 50.000, Mahasiswa

32
Jumlah Rp 50.000,-

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang pemaparan program
usulan perencanaan dan perancangan Gapura Desa Asemdoyong
dilaksanakan di Balaidesa Asemdoyong yang dihadari oleh Kepala Desa dan
perangkat desa. Hal pertama yang dilakukan yaitu dengan melakukan survey
kondisi lingkungan Desa Asemdoyong, lalu data dan informasi yang didapat
dengan melakukan wawancara dengan perangkat Desa Asemdoyong
diantaranya, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, termasuk juga
masyarakat Desa Asemdoyong.
Program ini bertujuan untuk mengusulkan perancangan dan perencanaan
gapura Desa Asemdoyong.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Perangkat desa yang antusias - Tidak semua perangkat desa dapat
mengikuti presentasi program menghadiri
- Program disetujui oleh Kepala Desa
- Suasana yang kondusif

ANCAMAN KESEMPATAN
- Terbatasnya jumlah perangkat desa - Belum adanya gapura yang baik di
yang datang Desa Asemdoyong

33
h. Dokumentasi

34
2. Usulan Desain Multifungsi (Ruko/ Kios)
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Mata pencaharian warga Desa Asemdoyong sebagian besar adalah nelayan
dan produksi terbesarnya adalah ikan. Dengan potensi produksi ini, Desa
Asemdoyong dapat mengembangkan ekonomi masyarakatnya dengan
penjualan ikan (atau hasil potensi lainnya), sehingga dibutuhkan sebuah
perancangan area untuk penjualan hasil-hasil produksi desa. Rancangan
dapat berupa kios, toko souvenir, dll.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan didakan program ini melainkan :
Tujuan dilakukan program ini adalah untuk mengusulkan perancangan dan
perencanaan gapura Desa Asemdoyong. Diharapkan dengan adanya kios-
kios ini, perekonomian masyarakat menjadi lebih berkembang.
c. Alokasi dan Waktu
Tempat : Balaidesa Asemdoyong
Hari : Senin, 11 Februari 2019
Waktu : 10.30 – 12.00 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Perangkat Desa dan Kader Desa Asemdoyong
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkanadalah Rp. 50.000,- untuk pelaksaanan
program
Rincian pengeluaran dana
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1 Print Panel Gapura Rp. 50.000, Mahasiswa
Jumlah Rp 50.000,-

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang pemaparan
program usulan perencanaan dan perancangan Kios Pantai Muara Indah di
Desa Asemdoyong dilaksanakan di Balaidesa Asemdoyong yang dihadari

35
oleh Kepala Desa dan perangkat desa. Hal pertama yang dilakukan yaitu
dengan melakukan survey kondisi lingkungan Desa Asemdoyong, lalu data
dan informasi yang didapat dengan melakukan wawancara dengan
perangkat Desa Asemdoyong diantaranya, Kepala Desa, Sekretaris Desa,
Kepala Dusun, termasuk juga masyarakat Desa Asemdoyong.
Program ini bertujuan untuk mengusulkan perancangan dan
perencanaan kios di Panta Muara Indah Desa Asemdoyong yang
memberikan nilai tambah pada daerah wisata serta membantu
mengembangkan perekonomian warga Desa Asemdoyong.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Perangkat desa yang antusias - Tidak semua perangkat desa
mengikuti presentasi program dapat menghadiri
- Program disetujui oleh Kepala Desa
- Suasana yang kondusif

ANCAMAN KESEMPATAN
- Terbatasnya jumlah perangkat desa - Belum adanya kios di Pantai
yang datang Muara Indah

36
h. Dokumentasi

37
3.1.4 Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Akbar Bagastian Zen
1. Edukasi Masyarakat Mengenai Pengembangan Ekonomi Lokal Berupa One
Village One Product (OVOP)
Rekapitulasi Program
a. Latar Belakang
Program One Village One Product atau populer dengan sebutan OVOP
merupakan program meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan
mengembangkan sumberdaya manusia melalui pemerintah, masyarakat, dan
pihak-pihak swasta yang melaksanakan program tersebut. Munculnya
program OVOP juga mengurangi gap kegiatan pembangunan di kota dan
pedesaaan, sehingga masyarakat desa juga dapat bersaing secara global.
Pengembangan program OVOP dengan mengutamakan pengolahan produk
lokal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Program OVOP di
Indonesia mengutamakan potensi-potensi yang ada di daerah, karena dengan
hal tersebut akan menciptakan produk-produk dengan ciri serta perbedaan
dengan produk daerah lainnya. Masih kurangnya kesadaran masyarakat Desa
Asemdoyong mengenai program pemerintah yaitu OVOP dapat dilihat dari
belum adanya produk unggulan desa yang dapat bersaing secara global. Oleh
karena itu diperlukan pemahaman mengenai OVOP dengan menggunakan
tiga prinsip OVOP yaitu berfikir lokal bertindak global, bebas dan kreatif,
dan pengembangan sumber daya manusia.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini mengedukasi masyarakat mengenai
pengembangan ekonomi lokal berupa one village one product, Selain itu
diantaranya:
1. Mengetahui potensi produk lokal
2. Mengetahui pemasaran produk yang telah tersedia
3. Mengetahui tahapan untuk memasarkan produk lokal
c. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Tempat : Pendopo Balaidesa Asemdoyong
Hari : Jum’at, 1 Februari 2019
Waktu : 14:00 – 16:30 WIB

38
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Ibu PKK dan Kader Desa Asemdoyong.
e. Biiaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkan adalah Rp. 200.000,- untuk pelaksaanan program
Rincian pengeluaran dana
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1 Print X-Banner Rp. 150.000,
2 Observasi Rp 50.000,
Mahasiswa
3. Akun Tokopedia Rp 0,
Jumlah Rp. 200.000,-

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang mengedukasi
masyarakat mengenai pengembangan ekonomi lokal berupa one village one
product dilaksanakan di Balaidesa Asemdoyong yang dihadari oleh 30
peserta dari ibu-ibu PKK. Tahapan pertama dalam proses program tersebut
yaitu dengan mengidentifikasi potensi lokal yang terdapat di Desa
Asemdotong dan memverifikasi hasil survey tersebut dengan masyarakat
yang bersangkutan maupun perangkat desa.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan
mengenai pengembangan ekonomi lokal berupa one village one product.
Pada pelaksanaan program tersebut, masyarakat diberikan pemahaman
mengenai dasar-dasar konsep OVOP dan diberikan tahapan bagaimana
memasarkan produk-produk lokal dengan menggunakan aplikasi e-
commerce. Hasil akhir program tersebut berupa 1 (satu) buah x banner
menganai tahapan menciptakan produk yang dapat bersaing secara global
dan 1 (satu) akun e-commerce desa yang dapat diakses oleh seluruh
masyarakat untuk mewadahi produk-produk lokal yang akan dipasarkan.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Peserta yang antusias dalam - Pelaksanaan kegiatan tidak sesuai
mengikuti sosialisasi dengan jadwal

39
- Suasana yang kondusif - Jumlah peserta yang datang tidak
- Materi yang ringan, umum dan sesuai yang diharapkan
mudah dipahami
- Merupakan kegiatan yang edukatif
sehingga bermanfaat
- Menambah pengetahuan mengenai
pengolahan sampah organik di Desa
Asemdoyong
ANCAMAN KESEMPATAN
- Jumlah peserta yang banyak - Kordinasi yang baik antara TIM I
menyebabkan penyebarluasan KKN Universitas Diponegoro
informasi kurang maksimal dengan Ketua PKK Desa
Asemdoyong

h. Dokumentasi

40
2. Perancangan Desain Taman Balai Desa Asemdoyong
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Penyediaan taman lingkungan merupakan salah satu wadah ruang publik untuk
memenuhi kebutuhan penduduk sebagai rekreasi, olahraga, bermain, tempat
berkumpul, ekologi lingkungan dan yang lainnya. Taman juga dapat
dimanfaatkan masyarakat untuk melepaskan penat setelah berkegiatan yang
padat. Namun keberadaan taman lingkungan di Desa Asemdoyong masi belum
tersedia, sehingga masyarakat desa lebih memilih berkumpul di pangkeng atau
pos-pos berkumpul. Keberadaan taman lingkungan juga dapat mudah di akses
dan mampu memfasilitasi masyarakat dari berbagai usia dan aktivitas.
Sehingga diperlukan taman lingkungan guna mendukung kegiatan sehari-hari
masyarakat.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan didakan program ini melainkan :
Menmberikan gambaran kepada perangkat desa dan masyarakat mengenai
rencana desain taman desa. Diharpakan gambaran rencana desain taman desa
mampu direalisasikan guna menunjang kegiatan masyarakat sehari-hari.
c. Alokasi dan Waktu
Tempat : Balai Desa Kelurahan Asemdoyong
Hari : Senin, 4 Februari 2019
Waktu : 09.00 – 11:30 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Perangkat desa
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkanadalah Rp. 100.000,- untuk pelaksaanan program
Rincian pengeluaran dana :
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1 Print A3+ Rp. 10.000,
2 Triplek/Dupleks Rp. 75.000
Mahasiswa
3 Lem perekat Rp. 15.000,-
Jumlah Rp. 100.000,-

41
f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro mengenai perencanaan desain
taman lingkungan Desa Asemdoyong yang dilakssanakan selama 5 hari
kegiatan KKN. Pemaparan kegiatan rencana desain taman desa dilaksanakan
di kantor kelurahan Desa Asemdoyong dengan lurah Desa Asemdoyong.
Rencana desain yang dipaparkan telah dibahas dengan beberapa masukan dan
perbaikan, namun desain yang telah dipaparkan telah diterima oleh perangkat
desa.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Memberikan acuan atau gambaran - Terdapat beberapa
dalam perencanaan desain taman ketidaksesuaian antara
- Desain yang diberikan sudah menarik peraturan dengan kemauan
perangkat desa
ANCAMAN KESEMPATAN
- Tingkat urgensi taman desa juga - Belum adanya taman desa yang
berbenturan dengan rencana tempat mewadahi kegiatan masyarakat
olahraga desa

h. Dokumentasi

42
3.1.5 Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Diah Kunti Prameswari
1. Pengajuan Desain Mushola sebagai Penunjang Kawasan Wisata Pantai Muara
Indah
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Desa Asemdoyong adalah salah satu Desa yang berada di Kecamatan Taman
Kabupaten Pemalang yang terletak dipesisir Pantai Utara Pulau Jawa dan
mempunyai potensi sebagai desa wisata pantai, oleh karena itu pembangunan
mushola sangat dibutuhkan sebagai pelengkap fasilitas kawasan wisata pantai
bagi wisatawan maupun penduduk sekitar pantai.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini diantaranya:
1) Karena belum adanya mushola atau pun masjid sebagai tempat ibadah di
kawasan wisata Pantai Muara Indah
2) Memberikan desain yang membuat nyaman bagi pengguna mushola
3) Mushola selain menjadi tempat ibadah juga dapat dipergunakan sebagai
tempat silaturami antar umat islam
c. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Tempat : Kantor Balai Desa Asemdoyong
Hari : Senin, 11 Februari 2019
Waktu : 11:40 – 12:10 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Kepala Desa Asemdoyong beserta perangkat.
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 8.000,- untuk pelaksaanan
program. Berikut ini rincian pengeluaran dananya adalah
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1 Print poster A3+ Rp. 8.000,- Mahasiswa

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN yang saya berikan kepada Desa Asemdoyong yaitu tentang
“Pengajuan Desain Mushola sebagai Penunjang Kawasan Wisata Pantai

43
Muara Indah” program ini dilaksanakan di kantor balai Desa Asemdoyong
yang dihadari oleh kepala desa. Hal pertama yang dilakukan yaitu dengan
melakukan survey kondisi lingkungan Desa Asemdoyong dan informasi yang
didapat dengan melakukan wawancara dengan perangkat Desa Asemdoyong.
Dalam pendesainan mushola pantai muara indah menggunakan aplikasi
autocad dan sketchup.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas yang ada di Pantai Muara
Indah sebagai desa wisata, selain itu memiliki fungsi utama sebagai tempat
ibadah bagi wisatawan maupun penduduk local Desa Asemdoyong yang
tinggal atau bekerja di sekitar pantai.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Kepala Desa Asemdoyong - Lahan yang terbatas.
mendukung pembangunan mushola
sebagai pelengkap fasilitas wisata
Pantai Muara Indah.
- Mayoritas penduduk di Desa
Asemdoyong hampir semua
muslim.
- Banyaknya warga yang berkunjung
ke pantai.
ANCAMAN KESEMPATAN
- Keterbatasan dana dalam - Didukungnya program ini oleh
pembangunan. bapak kepala desa.
- Belum adanya tempat ibadah di
sekitar pantai.

44
h. Dokumentasi

45
2. Usulan Perencanaan Desain Saluran Drainase Desa Asemdoyong
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Curah hujan yang terjadi pada musim hujan dapat menyebabkan banjir di desa
karena masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami pentingnya
selokan sebagai saluran drainase, sehingga masyarakat masih sering
membuang ke selokan yang mengurangi efektivitas saluran. Selain itu,
perencanaan saluran drainase berdasarkan persyaratan teknis merupakan salah
satu program yang akan dilakukan oleh desa di tahun 2019 ini.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini sebagai :
Adanya suatu pedoman bagi perangkat Desa Asemdoyong untuk
menggunakan hasil perhitungan yang telah dilakukan.
c. Alokasi dan Waktu
Tempat : Kantor Balai Desa Asemdoyong
Hari : Senin, 11 Februari 2019
Waktu : 12.10 – 12.30 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Kepala Desa Asemdoyong beserta perangkat.
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 5.000,- untuk pelaksaanan program
Berikut ini rincian pengeluaran dana :
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1 Print + jilid laporan perhitungan Rp. 10.000, Mahasiswa

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN yang saya berikan kepada Desa Asemdoyong yaitu tentang
“Perencanaan Saluran Drainase Desa Asemdoyong” program ini dilaksanakan
di kantor balai Desa Asemdoyong yang dihadari oleh kepala desa. Hal pertama
yang dilakukan sama seperti program mono yang pertama yaitu dengan
melakukan survey kondisi lingkungan Desa Asemdoyong dan informasi yang
didapat dengan melakukan wawancara dengan perangkat Desa Asemdoyong.

46
Perencanaan saluran drainase ini berdasarkan peraturan perencanaan saluran
drainase jalan, dan berbagai jurnal teknik sipil.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Perencanaan saluran drainase yang - Keterbatasan sumber daya yang
sesuai dengan persayaratan teknis di mengerti dalam perencanaan
Desa Asemdoyong sangat diperlukan. infrastruktur.
- Banyaknya lokasi yang belum
memiliki saluran drainase.
ANCAMAN KESEMPATAN
- Rendahnya kesadaran masyarakat - Didukungnya dan diterima usulan
dalam menjaga fungsi draianse. oleh Kepala Desa.
- Merupakan salah satu program
desa di tahun 2019.

h. Dokumentasi

47
48
3.1.6 Pelaksanaan Program Kegiatan Keilmuan Alfu Sifarosma
1. GsSM ( Gerakan sadar Sampah ) dengan metode PF Komposting “Practical
and Fun”
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Dalam kenyataannya pengelolaan dan pengolahan sampah dalam kehidupan
sehari-hari tidak seperti yang kita bayangkan. Sampah banyak dijumpai
dimana-mana tanpa adanya pengelolaan yang baik. Pengelolaan yang buruk
mengakibatkan pencemaran baik pencemaran udara, air di dalam dan atas
permukaan, tanah, serta munculnya berbagai macam penyakit yang
mengancam kesehatan masyarakat. Rendahnya kesadaran masyarakat Desa
Asemdoyong tentang pengelolaan sampah, hal ini dibuktikan masih
banyaknya masyarakat yang membakar sampah yang dihasilkan dari kegiatan
sehari-hari
Ada banyak cara untuk mengolah sampah, untuk mengolah sampah organik,
kita akan buat pupuk kompos menggunakan sampah organik. Pupuk kompos
adalah pupuk yang dibuat dari sampah organik. Pembuatan pupuk kompos ini
tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat yang luas serta tidak
menghabiskan banyak biaya. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan
sendiri, tidak perlu membeli.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini Mengenalkan pengolahan sampah
organik menggunakan metode kompos takakura, Selain itu diantaranya:
- Mengetahui bahaya membakar sampah
- Mengetahui metode dalam pembuatan kompos
- Mengetahui perubahan yang terjadi dalam proses pengomposan
- Mengetahui kunci proses pembuatan kompos
c. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Tempat : Pendopo Balaidesa Asemdoyong
Hari : Jum’at, 1 Februari 2019
Waktu : 14:00 – 16:30 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah Ibu PKK dan Kader Desa Asemdoyong.

49
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkanadalah Rp. 200.000,- untuk pelaksaanan program
Rincian pengeluaran dana
No Barang Harga Sumber Dana
1 Print Leaflet Rp. 150.000,
2 Bahan Kompos Rp. 35.000,-
Mahasiswa
3 Paranet Rp. 15.000,-
Jumlah Rp. 200.000,-

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang Alternatif pengolahan
limbah padat organik dilaksanakan di Balaidesa Asemdoyong yang dihadari
oleh 30 peserta dari ibu-ibu PKK. Hal pertama yang dilakukan yaitu dengan
melakukan survey kondisi lingkungan Desa Asemdoyong, lalu data dan
informasi yang didapat dengan melakukan wawancara dengan perangkat
Desa Asemdoyong diantaranya, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala
Dusun, termasuk juga masyarakat Desa Asemdoyong.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan
tentang Sampah, dan Mengenalkan pengelolaan sampah organik
menggunakan metode kompos takakura. Materi yang diberikan melainkan
tentang, pemilahan sampah, bahaya membakar sampah, alternatif pengolahan
sampah organik dengan metode kompos takakura, metode pembuatan
kompos, cara perawatan dan memanen kompos, di harapkan tidak membuang
atau membakar sampah melainkan mengelola sampah organik menjadi lebih
bermanfaat

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Peserta yang antusias dalam - Waktu yang terlambat
mengikuti sosialisasi - Peserta yang datang tidak sesuai
- Suasana yang kondusif yang diharapkan
- Materi yang ringan, umum dan
mudah dipahami

50
- Merupakan kegiatan yang edukatif
sehingga bermanfaat
- Menambah pengetahuan mengenai
pengolahan sampah organik di Desa
Asemdoyong
ANCAMAN KESEMPATAN
- Jumlah peserta yang banyak - Kordinasi yang baik antara TIM I
menyebabkan penyebarluasan KKN Universitas Diponegoro
informasi kurang maksimal dengan Ketua PKK Desa
Asemdoyong

h. Dokumentasi

51
52
2. “Dalang Bacanik” Daur ulang bak cat unik: Kreasi Bak Sampah menarik
Rekapitulasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Kebanyakan masyarakat Desa Asemdoyong rasa peduli terhadap
kepemilikan fasilitas tempat sampah terbilang rendah, dimana bak sampah
kebanyakan tidak menggunakan tutup. Sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan SNI 19-2454-2002 bahwa melakukan pewadahan sampah sesuai
dengan jenis sampah yang telah terpilah yaitu: sampah organik, sampah
anorganik, dan sampah B3, warna yang berbeda di setiap sampah dan sesuai
dengan pengelompokan pengelolaan sampah. Untuk persyaratan bahan
wadah diantaranya: Tidak mudah rusak dan kedap air, ekonomis dan mudah
dibuat oleh masyarakat, mudah dikosongkan. masyarakat berhak
atas Lingkungan hidup yang baik dan sehat. Untuk mendapatkan hak
tersebut. Dalam hal pengelolaan sampah setiap orang kewajiban dan hak baik
secara individu maupun secara kolektif, demikian pula
kelompok masyarakat pengusaha dan komponen masyarakat lain untuk
berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dalam upaya untuk menciptakan
lingkungan yang baik, bersih, dan sehat.
Sampah merupakan kotoran; bisasesuatu yang tak terpakai dan dibuang;
semua barang yang dibuang karena di anggap tak berguna lagi, berarti dapat
penulis katakana sampah adalah barang bekas, barang buangan, barang tidak
berguna, barang kotor dan lain-lain. Seharusnya dimanfaatkan, diolah
dikelola sesuai dengan prosedur 3R Reduce (mengurangi penggunaan barang
yang menghasilkan sampah), Reuse (menggunakan kembali barang yang
biasa dibuang), dan Recycle (mendaur ulang sampah).
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan didakan program ini melainkan :
Mengenalkan pada anak sejak dini untuk mendaur ulang. Guna nenjadikan
suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan mecegah penggunaan bahan
baru dan menjadikan sesuatu barang yang bermanfaat.
c. Alokasi dan Waktu
Tempat : Pantai Muara Indah
Hari : Minggu, 3 Februari 2019

53
Waktu : 09.00 – 11:30 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Aesmdoyong (termasuk anak-anak kecil)
e. Biaya dan Sumber Dana
Anggaran yang dikeluarkanadalah Rp. 200.000,- untuk pelaksaanan
program
Rincian pengeluaran dana :
No Rincian Dana Besar Dana Sumber Dana
1 Bak Cat Rp. 150.000,
2 Cat gambar Rp. 35.000,-
Mahasiswa
3 Snack Rp. 18.000,-
Jumlah Rp. 200.000,-

f. Realisasi Kegiatan
Program KKN TIM I Universitas Diponegoro tentang pengenalan salah satu
konsep 3R: Daur ulang, dimana yang di daur ulang disini adalah bak cat
dijadikan bak sampah kreasi. Progam ini dilaksanaka di Pantai Muara Indah
Desa Asemdoyong yang dihadari oleh 10 peserta. Mengenalkan pada anak
dari dini untuk mendaur ulang. Sistem pelaksanaan program di awali dengan
pembagian tim, dimana 1 tim diisi 3 atau 2 anak, lalu dibagi bak cat yang
akan di kreasikan. dila
Parameter keberhasilan yang dinilai adalah kegiatan tersebut terselenggara
dengan sukses dengan parameter keberhasilan berupa anak-anak memiliki
pengetahuan serta mengerti mengenai konsep 3R: Daur ulang. Menjadikan
suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan mencegah memakai bahan
baru dan menjadikan sesuatu barang yang bermanfaat.

g. Pembahasan Analisa SWOT


KEKUATAN KELEMAHAN
- Peserta yang antusias dalam mengikuti - Waktu yang terlambat
acara
- Suasana yang kondusif

54
- Menambah pengetahuan mengenai
konsep 3R
ANCAMAN KESEMPATAN
- Terbatasnya jumlah Anak-anak yang - Belum adanya bak sampah
datang yang terpisah di Pantai Muara
Indah Desa Asemdoyong

h. Dokumentasi

55
3.2 PROGRAM MULTIDISIPLIN
1. Pembuatan Video Profil
a. Rekapitulasi kegiatan
No Aspek Keterangan
1 Latar Pengenalan potensi alam dan media promosi Desa Asemdoyong.
belakang Konten yang di buat melainkan perkenalan anggota Tim KKN
Undip, Potensi sumber daya alam dan manusia yang ada di Desa
Asemdoyong
2 Bentuk perkenalan anggota Tim KKN Undip, Potensi sumber daya alam
kegiatan dan manusia yang ada di Desa Asemdoyong
3 Tujuan Sebagai bukti dan promosi desa wisata ASEMDOYONG
kegiatan
4 Sasaran -
kegiatan
5 Waktu & Selama KKN
tempat
pelaksanaan
6 Dana yang -
dikeluarkan
7 Parameter Video dapat dilihat oleh masyarakat dan diupload ke youtube
keberhasilan
8 Metodologi Video dan foto

b. Realisasi Kegiatan
Selain untuk tujuan edukasi dan informasi, penggunaan media video dalam
komunikasi pembangunan terutama adalah untuk membangun komunikasi partisipatif
masyarakat dan untuk mendorong pembelajaran internal komunitas.
c. Pembahasan Analisa SWOT
Strenght (Kekuatan) Weaknes (Kelemahan)
- Terdapat potensi desa yang dapat
Tidak semua kegiatan desa dapat di
diperkenalkan pada masyarakat di luar
share dalam video ini.
Desa ASEMDOYONG.

56
- Dalam pembuatan video KKN ini
sangatlah menarik dan sebagai ajang
promosi.
Opportunity ( Peluang) Threat (Ancaman)
Sebagai media informasi dan promosi Minimnya pengetahuan masyarakat
kepada masyarakat sehingga awam mengenai sosial media, sehingga
menambah wawasan untuk lebih hanya masyarakat tertentu yang dapat
mengenal daerah tersebut. melihat video ini.

d. Dokumentasi

57
58
2. Redesain Masterplan pantai muara indah Desa Asemdoyong
a. Rekapitulasi Kegiatan
No Aspek Keterangan
1. Ketidaksesuaian rancangan dengan lokasi
Latar Belakang yang sudah di bangun dan penambahan
sarana dan prasarana
2. Tujuan Kegiatan Menselaraskan Desain dengan tapak
aslinya
3. Sasaran
Masyarakat Desa ASEMDOYONG
Kegiatan
4. Waktu dan
Hari/tanggal : Minggu, 17 Februari 2019
Tempat Jam : 14.00 – 17.00 WIB
Tempat : Pendopo Balaidesa
Kegiatan
5. Dana Yang
-
Dibutuhkan

b. Realisasi Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan Pemaparan ke perangkat desa
Tentang redesain masterplan pantai muara indah, konten yang di jelaskan mengenai
perubahan-perubahan dan penambahan sarana dan prasarana yang ada di
Masterplan, ditambah pemaparan mengenai peningkatan kesadaran masyarakan
mengenai pokdarwis. Setelah itu penyerahan Masterplan yang akan diletakkan di
rak balai desa.

c. Pembahasan Analisa SWOT


Strenght (Kekuatan) Weaknes (Kelemahan)
Anggaran yang tidak sesuai untuk
Memperlengkap sarana dan prasana
merealisasikan Program
yang ada di Pantai Muara indah

Opportunity ( Peluang) Threat (Ancaman)


Desain yang dibuat direalisasikan Pelaksanaan tidak sesuai desain.

59
d. Dokumentasi

60
3.3 Program Penunjang
1. Pelayanan Posyandu
a. Latar Belakang
Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh
dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan
salah satu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Posyandu
dimulai terutama untuk melayani balita (imunisasi, timbang berat badan) dan
orang lanjut usia. Desa Asemdoyong memilki 6 dusun, dimana setiap dusun telah
melaksanakan posyandu setiap bulannya.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini diantaranya:
 Mempercepat penurunan angka kematian bayi, anak balita dan angka
kelahiran.
 Mempercepat penerimaan NKKBS.
 Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan-
kegiatan kesehatan dan lainnya yang menunjang, sesuai dengan kebutuhan.
c. Alokasi dan Waktu Kegiatan
Tempat : Rumah Kepala Dusun
Hari : Setiap bulan di minggu pertama
Waktu : 10:00 – 13:00 WIB
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah balita, ibu hamil, dan lansia.
e. Biaya dan Sumber Dana
Tidak diperlukan biaya dalam program penunjang ini.
f. Realisasi Kegiatan
Setiap bulannya di minggu pertama posyandu dilaksanakan di rumah kepala
dusun masing-masing sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan. Posyandu
dimulai dari pukul 10 pagi sampai dengan jam 12 siang, dengan berbagai kegiatan
yaitu menimbang berat badan, mengukur tinggi badan balita, membagikan
vitamin, dan membantu menulis data balita

61
g. Pembahasan Analisa SWOT
KEKUATAN KELEMAHAN
- Kepala desa mendukung aktif - Jumlah kader yang sedikit sehingga
kegiatan posyandu ini pelayanan tidak optimal
- Masyarakat senang dengan kegiatan - Alat ukur yang tidak akurat
posyandu - Masih menggunakan timbangan
manual

ANCAMAN KESEMPATAN
- Masih ada masyarakat yang tidak - Pertumbuhan dan perkembangan
sadar atau belum mengerti akan balita dan ibu hamil makin
posyandu terkontrol dengan adanya posyandu
- Sebagai sarana silaturahmi bagi
masyarakat dusun sekitar

h. Dokumentasi

62
2. Les mata pelajaran anak sekolah
a. Latar Belakang
Masih banyaknya siswa di sekitar posko yang masih kurang mengerti dalam
mengerjakan beberapa tugas yang diberikan oleh guru di sekolah.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini yaitu membantu anak-anak dalam menyelesaikan
tugas sekolah.
c. Alokasi dan Waktu
Tempat : Posko KKN Desa Asemdoyong
Hari : Setiap hari
Waktu : 19:00 s.d selesai
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah anak sekolah dasar.
e. Biaya dan Sumber Dana
Program penunjang ini tidak membutuhkan dana.
f. Realisasi Kegiatan
Setiap hari biasanya setelah isya anak-anak SD yang tinggal di sekitar posko
datang untuk belajar berbagai mata pelajaran seperti matematika, ilmu
pengetahuan alam, pendidikan agama, dan lain-lain.
g. Pembahasan Analisa SWOT
KEKUATAN KELEMAHAN
- Antusiasme dari anak sekolah untuk - Anak-anak yang tidak fokus saat
belajar belajar

63
- Semua mahasiswa dapat membantu
anak sekolah dalam mengerjakan soal
ANCAMAN KESEMPATAN
- - Antusiasme anak dalam belajar
bersama kami

h. Dokumentasi

64
3. Pembagian Sembako
a. Latar Belakang
Program Keluarga Harapan yang disebut PKH adalah program pemberian
bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang
ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya
percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah
Indonesia telah melaksanakan PKH. Salah satu program yang diberikan di
Desa Asemdoyong yaitu pembagian sembako (beras 10 kg).
b.. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan program ini yaitu membantu petugas dalam membagikan
sembako.
c. Alokasi dan Waktu
Tempat : Rumah kepala dusun I
Hari : Setiap bulan di minggu ketiga
Waktu : 09:00 WIB s.d selesai
d. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat desa.
e. Biaya dan Sumber Dana
Program penunjang ini tidak membutuhkan dana.
f. Realisasi Kegiatan
Setiap bulannya di minggu ketiga, pembagian sembako dilaksanakan di rumah
kepala dusun I, pembagian sembako berupa 10 kg beras premium pemalang.
Sebelum beras dibagikan, kami juga membantu dalam pengemasan beras.
g. Pembahasan Analisa SWOT
KEKUATAN KELEMAHAN
- Antusiasme warga dalam pembagian - Terbatasnya jumlah petugas
sembako pembagian

ANCAMAN KESEMPATAN
- - Diterima dengan baik oleh petugas
dalam membantu.

65
h. Dokumentasi

66
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kuliah Kerja Nyata merupakan program yang dilaksanakan mahasiswa dari berbagai
disiplin ilmu untuk memberdayakan masyarakat agar memiliki kesinambungan pembangunan
dalam segala bidang di desa masing-masing. Dalam pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan
selama 42 hari dengan seksama terdapat banyak sekali kendala dalam hidup bermasyarakat.
Kendala yang sangat mendasar adalah masalah mengenai meningkatkan kesadaran masyarakat
akan pentingnya pendidikan, penjagaan lingkungan, dan pentingnya menyusun perencanaan
secara mendetail dalam melakukan pembangunan desa. Program kerja TIM I KKN UNDIP
2019 ini dibagi menjadi program multidisiplin dan monodisiplin yang tergolong dalam
program pokok. Selain program pokok, terdapat program bantuan yang merupakan kegiatan
tambahan di luar kegiatan yang sudah direncanakan di LRK, yang merupakan permintaan
khusus dari masyarakat desa setempat ataupun yang diadakan karena dirasa dibutuhkan oleh
warga desa. Diagram rekapitulasi waktu pelaksanaan program pokok dan program bantu
digambarkan dalam diagram lingkaran di bawah ini :

4.2 Saran
Berdasarkan pelaksanaan serangkaian program KKN UNDIP di Desa ASEMDOYONG,
Kecamatan TAMAN, Kabupaten PEMALANG, ada beberapa saran yang perlu disampaikan,
antara lain:
1. Koordinasi antara LRM (P2KKN), Dosen KKN dan Perangkat Kecamatan harusnya
lebih ditingkatkan. Hal tersebut dapat meminimalisir adanya salah komunikasi ataupun
ketidakjelasan informasi.
2. Kepada pihak terkait (LRM), dimohon memberikan informasi secara lengkap dan baik
terkait dengan sistematika dan detail dalam pembuatan setiap laporan, sehingga Tim
KKN dapat menyusun setiap laporan sesuai dengan Standart Operational Procedure
(SOP) format penyusunan laporan, serta setiap penyusunannya tidak didapati laporan
tidak sesuai dengan keinginan Dosen KKN dikarenakan SOP yang tidak pasti dan jelas.
3. Diharapkan dosen KKN dapat lebih intensif dalam mengunjungi setiap Posko KKN
agar lebih terjalin koordinasi yang baik dengan Tim KKN, serta agar dipandang lebih
baik oleh warga masyarakat di desa.

67
4. Diharapkan untuk setiap anggota Tim KKN dapat menjaga dan menciptakan hubungan
yang baik dengan perangkat desa, pemerintah/lembaga, maupun masyarakat.
Menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat dapat tercipta dengan mengikuti
acara-acara yang dibuat oleh masyarakat, dan tidak hanya terpaku pada program kerja
KKN.

68