Anda di halaman 1dari 4

Tugas perkembangan arsitektur II

Arsitektur MONUMENTALISME DAN BRUTALISME

DISUSUN OLEH :

FAISAL : F 221 16 016

PRODI ARSITEKTUR ( S1)


JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU – 2018
ARSITEKTUR MONUMENTALISME

A. LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGANNYA

Monumen adalah jenis bangunan yang dibuat untuk memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap
penting oleh suatu kelompok sosial sebagai bagian dari peringatan kejadian pada masa lalu. Sedangkan
monumentalism merupakan sebuah aliran seni dalam membangun yang dapat menimbulkan kesan peringatan
pada sesuatu yang agung dan sangat mengagumkan.

Arsitektur monumentalism berasal dari seni rupa Mesir kuno dan kehidupan masyarakat hindu. Arsitektur ini
adalah aliran yang bepijak dari karya rupa simbolisme dalam bentuk sederhana, kemudian mengalami perubahan
menjadi wujud hiasan/pralambang, yang berkembang pada abad ke 19 hingga abad ke 20.

B. CIRI KHAS

• Bangunan fungsional yang dianggap penting karena usia, dan ukuran.


• Berkesan kokoh, agung, dan megah
• Bersifat sederhana, bersih dan polos
• Berfungsi sebagai ruang yang terpusat

C. TOKOH DAN PENJABARAN KARYA

Tokoh – tokoh Arsitek Monumentalism :


1. I. M. Pei
2. Alvar Alto
3. Louis I khan
4. Ir. Soekarno
karya Arsitektur Monumentalism :
 Tugu Monas (Monumen Nasional)

Arsitek : Ir. Soekarno, Soedarsono, F. Silaban dan Ir.


Rooseno
Lokasi : Jakarta
Tahun : 1959
Fungsi : Tugu Peringatan Kebebasan Rakyat Indonesia

Karakteristik :
 Sebagai tugu peringatan sejarah perjuangan Indonesia dalam menuntut kebebasan kepada
Belanda
 Bentuk dengan unsur vertikal merupakan wujud dari kesan monumental
 Kesan bangunan sederhana dan polos tapi memiliki makna bagi masyarakat
 Berkonsep oversize, berbeda dengan lingkungan dan menjadi titik orientasi atau titik
pandangan suatu kawasan
 Bentuk landscape yang memanjang sebagai kesan pendukung monumental
 Memiliki skala yang tidak manusiawi
ARSITEKTUR brutalisme

A. LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGANNYA

Brutalisme = APA ADANYA. Brutalisme yang dimaksud berasal dari bahasa Perancis “brut” yaitu
beton kasar, atau “beton mentah”. Arsitektur Brutalism adalah langgam dalam arsitektur yang berkembang
dari tahun 1950 hingga pertengahan 1970-an, timbul dari arsitektur modern di awal abad ke-20. Brutalism
sering diterapkan pada bangunan pemerintahan atau kelembagaan. Arsitektur brutalisme dikomunikasikan
melalui kekuatan, fungsi, dan “ungkapan jujur” dari materialitas. Konsep arsitektur modern Brutalisme dan
Neo Brutalisme ini berkembang cepat dengan bentuk – bentuk bangunan yang unik dan aneh.

B. CIRI KHAS

 Bangunan brutalist pada umumnya membentuk block-block dan Geometris


 Bentuk dasar bangunan seperti kubus
 Susunan bentuk yang berulang-ulang tanpa adanya ornamen
 Menggunakan material beton kasar
 Bentuk dan ruang unik dan otentik serta fungsional
 Kesatuan elemen membentuk Sculptural Abstrak.

C. TOKOH DAN PENJABARAN KARYA

Tokoh-tokoh Arsitek Brutalism dan Neo–Brutalism :

1. Paul Rudolph
2. Le Corbusier
3. James Stirling
4. Jean Nouvel
5. I.M. Pei
6. John Otto van Spreckelsen
7. Renzo Piano
karya Arsitek Brutalism dan Neo - Brutalism :

Karya Arsitektur Brtalism :

 United Habitation

Arsitek : Le Corbusier
Lokasi : Merseille
Tahun : 1952
Fungsi : Tempat tinggal
Karakteristik :
 Adalah bentukan dari bidang geometris, blockish, dan berulang
 Tidak ada ornamen
 Terbuat dari struktur beton
Karya Arsitektur Neo-Brutalism :
 Yale Art and Architecture Building

Arsitek : Paul Rudolph

Lokasi : New Haven, Connecticut, USA

Fungsi : Universitas

Karakteristik :

 Bentuk Otentik, komposisi blok-blok monolit.


 Ruang Monumental, pencahayaan alami untuk perpindahan dan pergerakan (dimensi
keempat)
 Permukaan Benton dan struktur ekspose keseimbangan dan kontras antara elemen-elemen
fasade.