Anda di halaman 1dari 7

TUGAS II

COLLABORATION LEARNING
PEMULIAAN TANAMAN MEMBIAK VEGETATIF

Disusun oleh :
Kelompok 1
Kelas G
Auliya Farhani 150510160006
Endah Nurlaela 150510160075
Dona Tri Umbara 150510160083
Teresia Ima 150510160160
Andrew Yoel 150510160177

Program Studi Agroteknologi


Fakultas Pertanian
Universitas Padjadjaran
Jatinangor
2018
1. Varietas unggul hasil persilangan tanaman-tanaman membiak vegetatif sudah dapat
diseleksi dan diperoleh sejak F1.
a. Jadi sesungguhnya, faktor apa yang harus diperhatikan dalam persilangan antar
tanaman membiak vegetatif ?
b. Bagaimana prosedur seleksinya ?

Jawab:

a. Factor yg mempengaruhi dan perlu dieprhatikan terdiri dari 3 faktor. Diantaranya:


Factor anatomi, aspek anatomi dalam perbanyakan berkaitan dengan struktur internal
dari akar, batang dan daun untuk memahami proses terbentuknya akar adventif pada
stek dan cangkok dan terbentuknya sambungan penyatuan sambungan pada okulasi.

Factor dari segi fisiologi yan perlu diketahui adalah peranannnya secara fisilogis
berbagai hormone tanaman dalam mempengaruhi proses pertumbuhan hail
perbanyakan.

Aspek genetic berkaitan dengan keseragaman dan keragaman secara genetic tanaman
yang diperbanyak secara vegetative.
Selain ketiga aspek tersebut factor yang perlu diperhatikan dalam persilangan
membiak vegetative ialah tetuanya. Karena tetua merupakan sumber variabilitas
genetik, pemilihan tetua tersebut dapat menentukan hasil yang diharapkan.
b. Prosedur seleksi:
 Perakitan populasi klonal. Memilih klon dengan sifat-sifat unggul atau
persilangan dilakukan terkontrol.
 Biji keturunan F1 di semai lalu ditanam pada set persilangan.
 Pilih klon unggul lalu diperbanyak secara klonal.
 Melakukan uji daya hasil pendahuluan.
 Melakukan uji daya hasil lanjutan di berbagai lokasi untuk merilis kultivar.

2. Tanaman membiak vegetatif memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanaman


yang diperbanyak secara generatif. Hal tersebut menjadikan pendekatan pemuliaan
tanaman yang diperbanyak secara vegetatif bersifat unik. Sebutkan karaktersitik-
karaktersitik tanaman yang diperbanyak secara vegetatif !
Jawab:

 Tanaman yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya


 Tanaman ini cukup sulit berbunga hanya dengan kondisi lingkungan tertentu.
 Terhindar dari serangan penyakit benih
 Cepat berbuah dan berbunga
 Tanaman apomiksis, tanaman ini menghasilkan benih di luar fertilisasi, sehingga benih
yang dihasilkan akan steril dan tidak dapat menjadi bahan penbanyakan tanaman.
 Tajuk atau percabangan tanaman kurang sempurna atau tidak intensif.
 Sistem perakaran terbatas sehingga mudah rusak atau tumbang akibat tiupan angin
kencang.

3. Jangka waktu pelepasan varietas unggul berbeda-beda antar tanaman membiak


vegetatif. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhinya !
Jawab :
 Umur tanaman itu sendiri
 Ekstensivitas pemanfaatan dan kondisi lingkungan tempat tanaman ditanam.
 Kemampuan tanaman untuk membiak secara vegetatif
4. Pemuliaan tanaman untuk tanaman membiak vegetatif berbeda dengan pemuliaan
tanaman yang diregenerasikan secara generatif. Sebutkan keuntungan dan
kelemahan pemuliaan tanaman membiak vegetatif !
Jawab :
Keuntungan
 Pertumbuhan tanaman seragam
 Tanaman klon bersifat homogen, sehingga produk komersialnya seragam.
 Mikropropagasi dapat digunakan untuk berkembangbiak secara cepat.
 Heterozigositas dan heterosis pada populasi klonal tetap

 Tanaman lebih cepat bereproduksi.


 Sifat-sifat yang lebih baik pada induknya dapat diturunkan.
 Dapat tumbuh pada tanah yang memiliki lapisan tanah dangkal karena memiliki
sistem perakaran yang dangkal.

Kekurangan

 Klon rentan terhadap kerusakan


 Rentan terhadap serangan patogen, karena semua populasi klonal adalah identic

 Biaya pengadaan bibit mahal.


 Waktu yang dibutuhkan relatif lama.
 Sulit memperoleh tanaman dalam jumlah yang besar yang berasal dari satu pohon
induk.

5. Bagiamana langkah perakitan tanaman membiak vegetatif unggul melalui


pemanfaatan apomiksis !
Jawab:

 Pemilihan tetua betina yang seksual untuk disilangkan dengan jantan yang apomiks.
 Persilangan akan menghasilkan keturunan Hibrida F1 apomiksis
 Hasil persilangan tersebut ada yang menjadi apomiksis obligat, dan apomiksis
fakultatif. Hibrida aseksual nanti akan terpisah di F2. Tanaman apomiks yang dibentuk
akan menjadi kultivar baru yang akan di kembangkan.
6. Mutasi pada jaringan vegetatif tanaman dapat menimbulkan chimera.
a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan chimera !

Jawab:

Chimera adalah sebuah tanaman yang terdiri dari dua jenis sel yang berbeda genetik dari
spesies yang sama atau berbeda. Sehingga menyebabkan perbedaan konstitusi genetik,
karena memiliki sel-sel mutan dan sel-sel normal pada jaringannya.

b. Mengapa hal tersebut dapat terjadi !

Jawab:
Chimera dapat diwariskan dan dapat dipertahankan dengan perbanyakan vegetatif. Dan
dapat muncul jika terjadi mutasi dalam sel.

c. Sebutkan tipe-tipe chimera yang mungkin terbentuk !

Jawab:

Chimera periklinal jika sel-sel dari yang tekena mutasi terpengaruh letaknya di dekat
kubah apikal sehingga sel-sel yang diproduksi oleh pembelahan berikutnya membentuk
seluruh lapisan dari tipe termutasi. Dapat terjadi pada tumbuhan yang diinduksi secara
kimia Hasil meristemnya mengandung satu lapis yang secara genetik berbeda dari
meristem asalnya. Chimera periklinal dapat diperbanyak secara vegetative.

Chimera meriklinal, yaitu tipe campuran dari jaringan yang membentuk lapisan tipis akan
melapisi bagian permukaan.

Chimera sektoral, yaitu tipe campuran dari berbagai jaringan yang berdekatan satu sama
lain tanpa garis batas yang simetri (tidak teratur). Karena terbentuk dari mutasi yang
berdampak pada sebagian dari meristem apikal, genotip yang berubah melebar melalui
semua lapisan sel. Tipe chimera ini tidak stabil dan dapat menghasilkan tunas dan daun
yang bukan chimera.

Graft chimera, yang terbentuk dari dampak grafting.

7. Efek chimera dari mutasi pada tanaman tertentu dapat menjadi permasalahan
tersendiri bagi perakitan tanaman membiak vegetatif.
a. Mengapa hal tersebut dapat terjadi ?

Jawab:

Efek chimera dapat menghasilkan mutan resesif, seluruh jaringan dapat menunjukan
chimera. Pola sektoral chimera sebagian besar tidak stabil yang kemudian menghasilkan
struktur periklinal sehingga breeder perlu menumbuhkan hingga beberapa generasi sampai
mendapatkan klon yang genetiknya stabil.

b. Mengapa efek chimera pada beberapa tanaman hias mungkin justru


diharapkan ?
Jawab:

Dikarenakan dapat menampakan fenotip yang unik dengan menimbulkan dua warna dalam
satu organ tanaman, yang dapat menambah nilai estetika tanaman

8. Salah satu teknologi pemuliaan untuk tanaman membiak vegetatif adalah


pemanfaatan apomiksis.
a. Apa yang dimaksud dengan apomiksis?

Jawab:

Apomiksis adalah reproduksi aseksual yaitu proses reproduksi tanpa terjadinya penyatuan
gamet betina dan gamet jantan. Biji dari tanaman apomiksis yang tidak mengalami mutasi
mengandung embrio yang memiliki konstitusi genetik yang sama dengan induknya.

b. Jelaskan macam apomiksis yang mungkin terjadi !

Jawab:

 Apomiksis Obligat, yakni tanaman yang menghasilkan semua biji dari reproduksi
aseksual (apomiksis).
 Apomiksis Fakultatif, yakni tanaman yang dapat menghasilkan biji dari kegiatan
apomiksis namun tanaman ini pula bisa melakukan perbanyakan melalui fertilisasi.
 Vivipary yaitu pembentukan planlet atau ubi-ubian dari primordium bunga di dalam
bunga, digunkan untuk perkecambahan pada tanaman induk tanpa pembuahan.
 Agamospermy adalah pembentukan benih tanpa penyatuan inti sel telur dan sperma.
9. Pada umumnya, konstitusi genetik tanaman membiak vegetatif sangat heterosigos,
dengan variabilitas genetik yang relatif sempit.
a. Bagaimana seharusnya penerapan backcross untuk beberapa tanaman membiak
vegetatif ?

Jawab:

Pada dasarnya backcross bersifat persilangan sendiri/ satu induk yang mengarah pada
proses inbreeding. Pada tanaman membiak vegetatif, Backcross dimodifikasi dengan cara
diilakukannya persilangan dengan tetua reccurent yang berbeda.
b. Mengapa metode backcross yang selama ini dikenal harus dihindari ?

Jawab:

Karena metode backcross yang selama ini dikenal adalah backcross konvensional.
Backcross konvensional dapat menjadikan keturunan yang homozigositas dikarenakan
antar tetua yang heterozigositas menghasilkan keturunan yang homozigositas dan
menjadikan depresi inbreed.

10. Perakitan varietas unggul tanaman membiak vegetatif dapat dilakukan melalui
beberapa metode. Sebutkan metode-metode tersebut !
Jawab:
 Apomiksis
 Perkawinan antar kultivar
 Backcross
 Seleksi recurrent
 Mutasi
 Persilangan interspesifik
 Penyerbukan sendiri

Anda mungkin juga menyukai