Anda di halaman 1dari 5

Nama : Novy Dita Ratnasari

NIM : P27226017081
Kelas : D3B Fisioterapi

MOTOR LEARNING

A. Pengertian Motor Learning


1. Motor learning berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari dua kata,
yakni: motor dan learning. Motor artinya gerak dan Learning adalah
belajar. Jadi secara harafiah motor learning adalah belajar gerak.
2. Menurut Schmidt (1988: 346) Motor Learning adalah serangkaian
proses internal berkaitan dengan praktek atau pengalaman yang akan
membentuk perubahan permanent relative terhadap kemampuan untuk
merespons.
3. Motor learning yang diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu belajar
gerak adalah suatu proses pembentukan sistematika kognitif tentang
gerak yang kemudian diaplikasikan dalam psikomotor mulai dari
tingkat keterampilan gerak yang sederhana ke keterampilan gerak yang
kompleks sebagai gambaran fisiologis yang dapat membentuk
psikologis untuk mencapai otomatisasi gerak.

B. Indikator Motor Learning


Menurut Kiram (1999:18) penilaian kualitas gerak dapat dilihat dari
indikator-indikator sebagai berikut :
1. Ketepatan irama gerakan
2. Ketepatan pemakaian ruangan
3. Ketepatan penggunaan waktu
4. Ketepatan dan kelancaran gerak/aliran gerak
5. Ketepatan struktur gerakan
6. Kekonstanan gerakan
7. Hubungan Gerak
C. Faktor-fakor yang Mempengaruhi Motor Learning
1. Memahami apa yang dipelajari
Kejelasan mengenai tujuan pembelajaran yang harus dikuasai
keadaan yang harus diketahui oleh anak untuk membantu efektivitas
pembelajaran. Dalam situasi pembelajaran seperti ini sering disebut
dengan “memberikan stimulus”. Meski terkesan sederhana,
pemberian stimulus merupakan langkah dasar dan sangat efektif dalam
pembelajaran.
Suatu intruksi yang tidak jelas akan memberikan kesusahan dalam
pencapaian pengertian makna dari pembelajaran, siswa akan menjadi
sulit mengerti maksud dari tujuan belajar. Beberapa jenis stimulus
dapat dalam bentuk verbal, demonstrasi dan alat bantu belajar
mengajar yang dapat digunakan sebagai instrument untuk memperjelas
yang ingin dicapai.
2. Kesempatan untuk merespon
Banyak kesempatan untuk merespon merupakan faktor dominan
yang mempengaruhi penguasaan saat pembelajaran berlangsung, hal
ini merupakan suatu hasil dari beberapa penelitian yang dilakukan di
sekolah. Dengan kata lain siswa harus termotivasi untuk mencapai
tujuan belajar dan mendapatkan umpan balik mengenai usahanya
tersebut. Hal ini dapat dirujuk dari respon yang berkualitas dari anak,
dan semakin banyaknya respon yang muncul dari anak maka
menunjukkan adanya pembelajaran yang berkualitas.
3. Adanya umpan balik
Umpan balik dalam pembelajaran merupakan suatu yang sangat
diperlukan, tanpa adanya umpan balik proses belajar tidak akan terjadi.
Sebagai contoh adalah jika siswa diminta untuk menggambar sebuah
garis sepanjang 20 cm tanpa kemudian diukur kebenarannya dengan
penggaris, maka kebenaran pembelajaran hanyalah sebuah perkiraan
semata tanpa mengetahui kebenaran sesungguhnya.
4. Reinforcement
Secara teoritik sulit untuk membedakan antara antara umpan balik
dan penguatan, penguatan biasanya digambarkan sebagai rangkaian
penguatan yang mengikuti suatu perilaku tertentu dan meningkatkan
kesempatan bahwa perilaku tersebut akan terulang. Sedangkan umpan
balik mengikuti respon yang tampak.

D. Tahapan Belajar Gerak


Ada tiga tahapan belajar gerak (motor learning) :
1. Tahap verbal kongnitif, maksudnya kognitif dan proses membuat
keputusan lebih menonjol
2. Tahap gerak memiliki makna sebagai pola garak yang dikembang
sebaik mungkin agar peserta didik lebih trampil
3. Tahapan otomatisasi artinya memperjhalus gerakan agar performa
peserta didik menjadi lebih padu dalam melakukan gerakannya
MOTOR CONTROL

A. Pengertian
1. Motor control merupakan serangkaian proses yang difokuskan pada
kontrol dan koordinasi terhadap postur dan gerakan.
2. Teori gerak (motor control) adalah studi mengenai faktor-faktor fungsi
syaraf yang mempengaruhi gerak manusia. Fungsi syaraf terkait erat
dengan system syaraf. Sistem syaraf merupakan bagian penting dalam
memproduksi gerak manusia yang di inginkan.
3. Motor control difokuskan pada kontrol dan koordinasi terhadap postur
dan gerakan

B. Tahapan Pengendalian Gerakan

Didalam CNS

Stimulus Identifikasi Respon Seleksi Respon Gerakan


Rangsangan Pemrograman Output

Pengindraan Menerjemahkan Penerjemahan


memahami memori Perencanaan Penataan
kontak Menentukan memulai respon
Sensitif terhadap : Sensitif terhadap : Sensitif kompleks
Kejelasan Alternative terhadap :
intensitas pola kompatibilitas Durasi
kompleksitas stimulus respon kompatibilitas
stimulus dari tanggapan

C. Ukuran Pembelajaran Motorik


1. Kinerja : menentukan kualitas keseluruhan kinerja, tingkat
otomatisitas, tingkat upaya, kecepatan pengambilan keputusan.
2. Retensi : memberikan ukuran pembelajaran yang lebih baik.
Kemampuan peserta didik untuk menunjukkan keterampilan dari
waktu ke waktu dan setelah periode tidak ada latihan (interval retensi).
3. Generalisasi : kemampuan untuk menerapkan keterampilan yang
dipelajari untuk mempelajari tugas-tugas serupa lainnya (tes transfer).
4. Ketahanan terhadap perubahan kontekstual : kemampuan beradaptasi
yang diperlukan untuk melakukan tugas motorik dalam situasi
lingkungan yang berubah.