Anda di halaman 1dari 8

RMK EKONOMI MANAJERIAL (A2)

RPS 5

“ESTIMASI PERMINTAAN”

Oleh :

Dian Cahyaning Tyas Agustin (1707521122)


Ni Made Juli Adelia (1707521143)
Dhita Yulistiana (1707521150)
Putu Ayu Trisna Febrianty (1707521155)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
2019
1. ESTIMASI PASAR DENGAN METODE SURVEY

Survei konsumen (consumer surveys) melibatkan sujumlah sampel konsumen


tentang bagaimana mereka akan bereaksi terhadap perubahan tertentu adalah harga
suatu komoditas, pendapatan, harga dari komoditas yang berhubungan , pengeluaran
iklan, insentif kredit dan determinan yang lainnya. Survei ini dapat dilakukan dengan
mencegah dan menanyai orang – orang pada suatu pusat perbelanjaan atau dengan
menyusun daftar pertanyaan (kuisioner) yang canggih untuk di bagikan kepda sampel
konsumen tertentu ]oleh para penanya (interviewer) yang terlatih. Kuesioner konsumen
dapat menyediakan informasi yang sangat berguna bagi perusahaan. memberikan
jawaban yang akurat. Tergantung dari ukuran sampel yang di pilih dan kelengkapan dari
analisis. Namun keterlibatan konsumen yang banyak membutuhkan biaya yang relatiif
mahal. Karena keterbatasan survey dari konsumen , maka banyak perusahaan yang
menggantikan atau melengkapi survey tersebut dengan Penelitian observasi
(observational research). Ini mengacu pada pengumpulan informasi tentang preferensi
konsumen dengan mengamati bagaimana mereka membeli dan menggunakan berbagai
produk.

Namun demikian penelitian observasi tidak mengatakan bahwa survey konsumen


itu tidak berguna. Kadang, survey merupakan satu – satunya cara untuk mendapatkan
informasi tentang respon yang mungkin dari konsumen. Hal yang sama mungkin juga
terjadi dalam pendeteksian perubahan dalam selera konsumen dan pilihannya serta
dalam menentukan ekspektasi konsumen tentang harga dan kondisi bisnis di masa yang
akan datang. Survei konsumen juga dapat berguna dalam mendeteksi kepedulian
konsumen tentang iklan dari perusahaan. Lebih jauh lagi , jika survei menunjukan
bahwa konsumen tidak tanggap terhadap perubahan harga antar produk perusahaan
pesaing. Ini merupakan indikasi yang bagus bahwa permintaan terhadap produk
perusahaan adalan inelastis.

2. ESTIMASI PASAR DENGAN EKSPERIMEN PASAR

Suatu cara untuk membuat estimasi permintaan dengan melakukan uji coba pada
segmen pasar tertentu. Uji coba ini dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu
terhadap factor-faktor yang mempengaruhi permintaan.
Terdapat banyak cara untuk melakukan ekperimen ini, salah satunya adalah dengan
memilih beberapa pasar dengan karakteristik sosioekonomi yang mirip dan mengubah
harga komoditas di dalam beberapa toko atau pasar, mengubah kemasan dipasar atau
toko yang lain serta mengubah jumlah dan tipe promosi di pasar atau toko yang lainnya,
kemudian merekam respon yang dilakukan oleh konsumen di beberapa pasar tersebut.

Dengan menggunakan data sensus atau survei tehadap berbagai macam pasar,
sebuah perusahaan juga dapat menentukan efek dari umur, jenis kelamin, tingkat
pendidikan, pendapatan, jumlah keluarga dan lainnya terhadap pemintaan akan
komoditas. Kelebihannya ialah dapat dilakukan dengan skala besar untuk lebih
meyakinkan mengenai keabsahan dari hasilnya dan bahwa konsumen tidak sadar bahwa
mereka merupakan bagian dari eksperimen.

Eksperimen ini juga memiliki beberapa kekurangan, salah satunya dalam rangka
menjaga biaya tetap rendah, eksperimen biasanya tetap dilakukan dalam skala yang
terbatas dan dalam jangka waktu yang relatif singkat, sehingga gambarannya terhadap
seluruh pasar dan untuk jangka waktu yang lebih panjang patut dipertanyakan. Mereka
juga dapat memonitor eksperimen ini dan mengambil keuntungan informasi yang
bermanfaat yang tidak ingin dibuka oleh perusahaan. Akhirnya sebuah perusahaan
dapat secara permanen kehilangan pelanggan karena proses peningkatan harganya
selama eksperimen berlangsung dengan harga yang relatife tinggi.

3. ESTIMASI PASAR DENGAN ANALISIS REGRESI

Metode regresi adalah metode estimasi yang menghubungkan suatu variable (variable tak
bebas) dengan variable-variabel lain yang mempengaruhinya (variable bebas). Sementara kita
ketahui bahwa fungsi permintaan pasar adalah hubungan antara jumlah komoditi yang diminta
dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dengan demikian jelaslah mengapa metode
yang sering digunakan dalam metode tidak langsung ialah metode regresi. Dalam metode ini,
jumlah komoditi yang diminta merupakan variable tak bebas atau variable yang dijelaskan,
sementara faktor-faktor yang mempengaruhi seperti harga komoditi, pendapatan konsumen
adalah variable bebas atau variable yang menjelaskan.
Seperti telah diuraikan di estimasi permintaan pasar ditujukan untuk menetapkan nilai
sekarang dari koefesien fungsi permintaan pasar, sehingga metode regresi inipun nantinya
akan kita tujukan untuk memetapkan berapa nilai koefesien tersebut, sekaligus menarik
kesimpulan pola hubungan antara variable bebas dan variabrl tak bebas berdasarkan nilai-nilai
koefesien tersebut.
Adapun tahap-tahap dari pengestimasian metode regresi ini, yaitu :
1. Tahap penyusunan model
2. Tahap mengumpulkan data
3. Tahap penentuan nilai koefesien model
4. Tahap analisis model
Gambar 1 : Tahap-tahap pengestimasian Metode Regresi

Teori Ekonomi

Tahap 1 Penyusunan Model


- Spesifikasi
- Menentukan bentuk hubungan antar variable atas
dasar teori ekonomi

Tahap 2 Pengumpulan Data

Tahap 3 Pengestimasian
- Menetapkan nilai koefesien dari model

Tahap 4 Analisis Model


- Analisis signifikansi
- Analisis pelanggaran asumsi

Hasil analisis : Model regresi tidak reliable

Penerapan Hasil analisis : Model regresi reliable


Tujuan utama pengestimasian adalah untuk mendapatkan bentuk fungsi permintaan
yang bisa dipercaya (reliable) untuk keperluan pengambilan keputusan.
1) Tahap Menyusun Model

Ada dua tahapan dalam menyusun model :

1. Spesifikasi Variabel : Menentukan variable-variable apa saja yang kita perkirakan


merupakan variable bebas (variable yang mempengaruhi jumlah permintaan pasar).
2. Menentukan bentuk hubungan antarvariable (bentuk persamaannya).

Bentuk hubungan antarvariabel (bentuk persamaannya) ada beberapa macam,


antara lain :
A. Persamaan Regresi Linear
1. Regresi linear sederhana, dengan bentuk umum persamaan
Y = a + bX
2. Regresi linear berganda, dengan bentuk umm persamaan
Y = a + bX1 + cX2 + dX3 + … + mXn

B. Persamaan Regresi Non Linear


1. Persamaan potensial, dengan bentuk umum persamaan

Y = a + bX + cX2 + … + mXn
2. Persamaan expotensial, dengan bentuk umum persamaan

Y = a + bx
Persamaan regresi non linear dapat juga dinyatakan dalam bentuk lagarimatik seperti
:
Log Y = a + b Log X

Log Y = a + b Log X + c (Log X)2


Atau dalam bentuk semi logaritmik, seperti :

Log Y = a + b Log X

Log Y = a + bX + cX2
Pengetahuan kita akan hubungan antarvariabel bebas dan variable tak bebas

yaitu antara jumlah komoditi yang diminta dengan faktor-faktor yang

mempengaruhinya akan sangat membantu dalam kita menetapkan bentuk persamaan

di atas.

2) Tahap pengumpulan data


Data yang kita kumpulkan di sini adalah data yang sesuai dengan variabel-variabel
yang telah kita spesifikasikan pada tahap pertama di atas. Seperti yang telah kita jelaskan di
muka, metode regresi merupakan metode tidak langsung di mana dalam pengumpulan data
konsumen tidak dilibatkan secara langsung, sehingga data yang kita peroleh adalah data
sekunder.
Ada dua bentuk data sekunder yang dapat kita peroleh, yaitu :

1. Data Time Series


Yaitu data yang telah dicatat selama periode waktu tertentu. Misal, data
perkembangan tingkat harga mobil A mulai dari tahun 1979 sampai tahun 1989.
2. Data Cross Section

Yaitu data dari sumber yang berbeda yang dicatat pada waktu tertentu yang
bersamaan. Misal data tingkat harga mobil A di kota X, Y, Z, dst, yang kita catat
pada tahun 1989.

3) Tahap penentuan nilai koefesien model


Nilai koerfesien ini dapat kita tentukan setelah kita memperoleh data seperti tahap di
atas. Penentuan nilai koefesien ini dapat kita lakukan dengan cara manual menggunakan
rumus-rumus statistik ataupun dengan cara bantuan komputer. Misalkan dari data yang kita
miliki di atas dengan bantuan komputer didapatkan koefesien model sebagai berikut :

Qx = -8000,631 + 2,4495 M + 5,5060 Py + 0,2651 Ix

Nilai-nilai koefesien pada model permintaan di atas menunjukkan bahwa permintaan


akan mobil akan bernilai -8000,631 bila pendapatan konsumen, harga mobil Y, dan
pengeluaran iklan mobil X adalah nol. Bila harga mobil Y dan pengeluaran iklan kita
asumsikan tetap, maka setiap kenaikan pendapatan konsumen sebesar Rp 1.000,00 akan
menyebabkan peningkatan jumlah mobil X yang diminta sebesar 2,4495 unit. Pendapatan
konsumen dan pengeluaran iklan kita asumsikan tetap, maka setiap kenaikan pendapatan
konsumen sebesar Rp 1.000,00 akan menyebabkan peningkatan jumlah mobil X yang
diminta sebesar 5,5060 unit. Bila harga mobil Y dan pendapatan kita asumsikan tetap, maka
setiap kenaikan pendapatan konsumen sebesar Rp 1.000,00 akan menyebabkan peningkatan
jumlah mobil X yang diminta sebesar 0,2651 unit.

4) Tahap analisis model

Rumusan model permintaan akan mobil X di atas belum dapat kita terima sebagai
model fungsi permintaan yang bisa dipercaya (reliable), sehingga kita harus menganalisis
terlebih dahulu. Analisis atas model regresi ini meliputi analisis signifikansi dan analisis
pelanggaran asumsi.
Daftar Pustaka

Salvatore, Dominick. 2001. Managerial Economics dalam Perekonomian Global. Alih


Bahasa: Ichsan Setyo Budi; Editor: Palupi Wuriarti. Jakarta: Salemba Empat.

Wiratmo, Masykur. 1992. Ekonomi Manajerial. Yogyakarta: Media Widya Mandala.