Anda di halaman 1dari 15

Hukum Newton tentang gerak

A. Tujuan praktikum : Setelah melakukan percobaan ini, kita diharapkan dapat


memverifikasi tentang hukum kedua newton tentang gerak.

B. Teori dasar :

Hukum kedua menyatakan bahwa total gaya pada sebuah partikel sama dengan
banyaknya perubahan momentum linier p terhadap waktu :

Karena hukumnya hanya berlaku untuk sistem dengan massa konstan,[13][14][15] variabel
massa (sebuah konstan) dapat dikeluarkan dari operator diferensial dengan
menggunakan aturan diferensiasi. Maka,

Dengan F adalah total gaya yang bekerja, m adalah massa benda, dan a adalah
percepatan benda. Maka total gaya yang bekerja pada suatu benda menghasilkan
percepatan yang berbanding lurus.

Massa yang bertambah atau berkurang dari suatu sistem akan mengakibatkan perubahan
dalam momentum. Perubahan momentum ini bukanlah akibat dari gaya. Untuk
menghitung sistem dengan massa yang bisa berubah-ubah, diperlukan persamaan yang
berbeda.

Sesuai dengan hukum pertama, turunan momentum terhadap waktu tidak nol ketika
terjadi perubahan arah, walaupun tidak terjadi perubahan besaran. Contohnya adalah
gerak melingkar beraturan. Hubungan ini juga secara tidak langsung menyatakan
kekekalan momentum: Ketika resultan gaya yang bekerja pada benda nol, momentum

1
benda tersebut konstan. Setiap perubahan gaya berbanding lurus dengan perubahan
momentum tiap satuan waktu.

Hukum kedua ini perlu perubahan jika relativitas khusus diperhitungkan, karena dalam
kecepatan sangat tinggi hasil kali massa dengan kecepatan tidak mendekati momentum
sebenarnya.

Impuls

Impuls J muncul ketika sebuah gaya F bekerja pada suatu interval waktu Δt, dan
dirumuskan sebagai[16][17]

Impuls adalah suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis tumbukan.[18]

Sistem dengan massa berubah

Sistem dengan massa berubah, seperti roket yang bahan bakarnya digunakan dan
mengeluarkan gas sisa, tidak termasduk dalam sistem tertutup dan tidak dapat dihitung
dengan hanya mengubah massa menjadi sebuah fungsi dari waktu di hukum kedua.[14]
Alasannya, seperti yang tertulis dalam An Introduction to Mechanics karya Kleppner
dan Kolenkow, adalah bahwa hukum kedua Newton berlaku terhadap partikel-partikel
secara mendasar.[15] Pada mekanika klasik, partikel memiliki massa yang konstant.
Dalam kasus partikel-partikel dalam suatu sistem yang terdefinisikan dengan jelas,
hukum Newton dapat digunakan dengan menjumlahkan semua partikel dalam sistem:

dengan Ftotal adalah total gaya yang bekerja pada sistem, M adalah total massa dari
sistem, dan apm adalah percepatan dari pusat massa sistem.

2
Sistem dengan massa yang berubah-ubah seperti roket atau ember yang berlubang
biasanya tidak dapat dihitung seperti sistem partikel, maka hukum kedua Newton tidak
dapat digunakan langsung. Persamaan baru digunakan untuk menyelesaikan soal seperti
itu dengan cara menata ulang hukum kedua dan menghitung momentum yang dibawa
oleh massa yang masuk atau keluar dari sistem:[13]

dengan u adalah kecepatan dari massa yang masuk atau keluar relatif terhadap pusat
massa dari obyek utama. Dalam beberapa konvensi, besar (u dm/dt) di sebelah kiri
persamaan, yang juga disebut dorongan, didefinisikan sebagai gaya (gaya yang
dikeluarkan oleh suatu benda sesuai dengan berubahnya massa, seperti dorongan roket)
dan dimasukan dalam besarnya F. Maka dengan mengubah definisi percepatan,
persamaan tadi menjadi

Sejarah

Hukum kedua Newton dalam bahasa aslinya (latin) berbunyi:

Lex II: Mutationem motus proportionalem esse vi motrici impressae, et fieri secundum
lineam rectam qua vis illa imprimitur.

Diterjmahkan dengan cukup tepat oleh Motte pada tahun 1729 menjadi:

Law II: The alteration of motion is ever proportional to the motive force impress'd; and
is made in the direction of the right line in which that force is impress'd.

3
Yang dalam Bahasa Indonesia berarti:

Hukum Kedua: Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang
dihasilkan / bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik
singgung gaya dan benda.

Menurut Hukum II Newton percepatan ditimbulkan oleh resultan gaya yang bekerja dan
searah dengan arah geraknya. Maka dari gambar di atas diperoleh :
ΣF = m g Sin θ
mg Sin θ merupakan komponen gaya berat pada bidang miring, yang membuat benda
mengalami percepatan.
Percepatan benda sepanjang bidang miring adalah:
ma = m g Sin θ atau
a = g Sin θ
g = percepatan gravitasi
θ = sudut kemiringan bidang

(sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_gerak_Newton dan


http://yuniartifisika.blogspot.co.id/2012/12/praktikum-labolatorium-fisika-1.html )

4
C. Alat dan bahan praktikum :

NO KATALOG NAMA ALAT JUMLAH

FPT 16.02/66 REL PRESISI 2

FPT 16.03/67 PENYAMBUNG REL 1

FPT 16.04/68 KAKI REL 2

FME 69 PITA KETIK 4

PMK 201 PASAK PENUMPU 1

FME 27.01 BEBAN BERCELAH DAN 1 SET


PENGGANTUNG

GSN 126 PULI KLEM MEJA/KATROL 1

FME 51.40 PEWAKTU KETIK 1

FME 51.08 TALI NILON 1

GMM 221 MISTAR PITA/METERAN, 3 M 1

FME 51.34/69 KERETA DINAMIKA 1

KERTAS MANILA 2

KAL 60/5A CATU DAYA 1

GSN 185 KLEM MEJA -

KAL 99/10-025 KABEL PENGHUBUNG 25 CM, 1


HITAM

KAL 99/20-025 KABEL PENGHUBUNG 25 CM, 1


MERAH

5
D. Langkah praktikum :

PERCOBAAN 1: Hubungan gaya (f) terhadappercepatan (a)pada massa (m) konstan

a. Tahan kereta dinamika pada ujung rel yang lebih tinggi, hidupkan catu daya dan
lepaskan kereta dinamika. Kereta dinamika akan bergerak turun karena ada
tarikan beban.
b. Hentikan kereta dinamika tepat sebelum mencapai ujung rel dengan tangan atau
tumpakan berpenjepit.
c. Matikan catu daya
d. Lepaskan catu daya dari kereta dinamika. Perikaa hasil ketikan pada pita ketik.
Pastikan bahwa titik-titik diatas pita tercetak cukup jelas. Ulangi percobaan jika
hasil ketikan tidak tercetak dengan jelas.
e. Dengan menggunakan 5 ketik sebagai satuan waktu, buat kurva laju waktu pada
kertas manila seperti percobaan-percobaan sebelumnya.
Kurva yang didapatkan seharusnya memperlihatkan gerak dipercepat beraturan.
Satuan laju tentulah cm/(5 ketik)
f. Dari kurva laju waktu, buat grafik laju waktu dengan menghubungkan masing-
masing titik tengah ujung atas pita dengan garis lurus.
g. Dari grafik laju waktu, hitung percepatan a sistem berkaitan dengan gaya F yang
bekerja pada sistem
Satuan percepatan tentulah [cm/(5ketik)]/(5ketik), atau cm/(5ketik)2
h. Catat hasil perhitungan percepatan yang diperoleh pada tabel 7.1
i. Perbesar gaya yang bekerja pada sistem dengan menggantung beban 50 gram
pada ujung tali.
j. Ulangi langkah percobaan a sampai h dan catat hasil percobaan pada tabel 7.1

6
PERCOBAAN 2: Hubungan antarapercepatan (a), massa system (m), gaya (F)
dipertahankan tetap

k. Lepaskan semua beban yang ada pada kereta dinamika dan gantung dengan
beban 50 gram pada ujung tali. Massa total sistem adalah 145,32 gram (95,32
adalah massa kereta dinamika dan beban yang digantung 50 gram)
l. Ulangi langkah percobaan a sampai h dan catat pada tabel 7.2
m. Tambahkan tiga beban 50 gram pada kereta dinamika sedemikian rupa sehingga
massa total menjadi 200 gram.

7
E. Data praktikum :

Percobaan pertama :

a. P1a
a. M1= 50 gr
b. M2= M kereta + 50 + 50 +50 + 20
c. = 95,32 + 50 + 50 +50 + 20 = 265,32
d. MT= M1+M2 = 315,32

b. P1b
a. M1= 70 gr
b. M2= M kereta + 50 + 50 +50
c. = 95,32 + 50 + 50 +50 = 245,32
d. MT= M1+M2 = 315,32

8
Tabel 7.1 : Hubungan antara percepatan a dan F, pada massa total M = konstan

GAYA (N) PERCEPATAN (a)

Experimental (aex) Teoritis (at)

(50 gram) 𝑉𝑡−𝑉𝑎 1,34 − 1 𝐹 𝑚.𝑔


aex= = 6,7 − 5,0 at = 𝑀 = 𝑀𝑇 =
𝑆𝑡−𝑆𝑎
0,34 50 𝑥 9,8 𝑚⁄
F = m.a = 1,70 = = 1,55
315,32 𝑔𝑟 𝑠2
F= 50.1,55 0,2𝑐𝑚⁄(5 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘)2

= 77,5 Newton

𝑉𝑡−𝑉𝑎
(70 gram) aex = = 𝐹 𝑚.𝑔
𝑆𝑡−𝑆𝑎 at = 𝑀 = 𝑀𝑇 =
1,1 − 0,42 0,68
= 3,40 = 70 𝑥 9,8 𝑚⁄
F = m.a 5,5 − 2,1 = 2,17
315,32 𝑔𝑟 𝑠2
0,2𝑐𝑚⁄(5 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘)2
F= 70.2,17

= 151,9 Newton

9
Percobaan kedua :

M kereta = 95,32

 P2a

M1= 50 gr

M2= M kereta = 95,32

MTS1 = M1+M2 = 145,32

 P2b

M1= 50 gr

M2= M kereta + 50 + 50 +50

= 95,32 + 50 + 50 +50 = 245,32

MTS1 = M1+M2 = 295,32

10
Tabel 7.2: Hubungan percepatan a-massa, pada F tetap

MASSA TOTAL PERCEPATAN (a)


SISTEM (MTS)
Experimental (aex) Teoritis (at)

MTS1 = M1+M2 =  P2a  P2a


145,32 gram 𝐹 𝑚.𝑔
𝑉𝑡−𝑉𝑎 at = 𝑀 = 𝑀𝑇 =
aex= =
𝑆𝑡−𝑆𝑎
50 𝑥 9,8 𝑚⁄
1,52 − 0,68 0,84 = 3,37
= 4,20 = 145,32𝑔𝑟 𝑠2
7,6 − 3,4

0,2𝑐𝑚⁄(5 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘)2

MTS1 = M1+M2 =  P2b  P2b


295,32 gram 𝑉𝑡−𝑉𝑎 𝐹 𝑚.𝑔
aex = = at = 𝑀 = 𝑀𝑇 =
𝑆𝑡−𝑆𝑎
0,70 − 0,27 0,43 50 𝑥 9,8
= 2,15 = =
3,50 − 1,35 295,32 𝑔𝑟

0,2𝑐𝑚⁄(5 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘)2 𝑚⁄
1,65
𝑠2

11
F. Pembahasan
Grafik hasil percobaan

Grafik Laju - Waktu


9
8
Jarak / 5 ketik (cm)

7
6
5
4
3
2
1
0
Ke 1 ke 2 Ke 3 Ke 4 Ke 5
Waktu

Percobaan P1a Percobaan 1b

Kurva Laju - Waktu


8.5
9 8.1 8
8 6.7
Jarak / 5 Ketik (cm)

7
5.5
6 5 4.7
5 3.8
4 3.1
3 2.1
2
1
0
Ke 1 ke 2 Ke 3 Ke 4 Ke 5
Waktu

Percobaan P1a Percobaan 1b

12
Grafik Laju - Waktu
8
7
Jarak / 5 Ketik (cm)

6
5
4
3
2
1
0
Ke 1 Ke 2 Ke 3 Ke 4 Ke 5
Waktu

Percobaan 2a Percobaan 2b

Grafik Laju - Waktu


7.6
8 7.1
6.6
7
Jarak / 5 Ketik (cm)

6
5 4.2
3.4 3.5
4 3
3 2.4
2
2 1.3
1
0
Ke 1 Ke 2 Ke 3 Ke 4 Ke 5
Waktu

Percobaan 2a Percobaan 2b

1.
a. Hubungan antara percepatan (a) dan gaya (f) pasa masa total sistem tetap :
Percepatan a gerak sebuah benda atau sistem berbanding lurus dengan gaya F
yang bekerja pada benda atau sistem itu dan berbanding terbalik dengan massa
total m benda atau sistem.
b. Hubungan antara percepatan (a) dan massa (m) pada gaya (f) tetap:
Hubungan dengan percobaan yang telah dilakukan adalah pada saat
gaya (f) tetap, percepata (a) berbanding terbalik dengan massa (m).

13
Karena ketika gaya (f) yang diberikan tetap, semkin besar massa
(m). Karena ketika gaya (f) yang diberikn tetap, semakin besar
massa (m) yang diberikan maka semakin kecil pila percepatan (a)
yang dihasilkan
2. Persentase error data percobaan
Percobaan 1a Percobaan 1b Percobaan 2a Percobaan 2b
aex/at x 100% aex/at x 100% aex/at x 100% aex/at x 100%
= 0,2/1,55 x = 0,2/2,17 x = 0,2/3,37 x = 0,2/1,65 x
100% 100% 100% 100%
0,129% 0,092% 0,059% 0,121%
Jadi dapat kita hitung persentase data error keseluruhan adalah :
= (P1a + P1b + P2a + P2b)% : 4
= (0,129 + 0,092 + 0,059 + 0,121)% : 4
= 0,122%
3. kesalahan dalam praktikum kami disebabkan oleh kesalahan interanal
dan eksternal. Secara internal yaitu kesalahan dari pihak kami sebagai
praktikan. Secara eksternal yaitu adanya ketidaklengkapan alat dan
bahan yang tidak tersedia, sehingga hasil praktikum tidak dapat sesuai.
4. Sumber kesalahan error data tebersar
a. Tali pita yang terhambat bisa terjadi akibat ketitak seuaian penjepit dan
kertas kabo yang menganjal, dapat mengakibatkan laju kereta terhambat
dan akhirnya percepatan kereta terganngu maupun kurang dari kecepatan
yang seharusnya.
b. Kesalahan lain mengenai percepatan (a) bisa jadi saat beban (f) jatuh,
beban tidak jatuh bebs, dan mendapat gannguan dari faktor penghambat
lain.

14
G. Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa:
 percepatan benda dipengaruhi oleh massa benda. Semakin besar massa benda,
maka semakin kecil percepatan benda tersebut;
o percepatan benda dipengaruhi oleh gaya (F) benda. Semakin besar gaya
(F) pada benda maka semakin besar pula percepatan benda tersebut;
 hukum Newton II tentang gerak, menyatakan bahwa percepatan gerak sebuah
benda atau sistem berbanding lurus dengan gaya F yang bekerja pada benda atau
sistem itu dan berbanding terbalik dengan massa total m benda atau sistem;
o kesalahan dalam praktikum kami disebabkan oleh kesalahan interanal
dan eksternal. Secara internal yaitu kesalahan dari pihak kami sebagai
praktikan. Secara eksternal yaitu adanya ketidaklengkapan alat dan
bahan yang tidak
o tersedia, sehingga hasil praktikum tidak dapat sesuai dengan buku
panduan.
 Relevansi teori dasar dengan data hasil exsperimen
Teori dan percobaan hampir sama ( relevan ) meskipun tidak persis sama karena
adanya faktor erorr.
 Keabsahan hukum 2 Newton terverivikasi dari hasil percobaan dengan ketelitian
99,878 %

15