Anda di halaman 1dari 2

Si Pengkritik TOGOG

Togog adalah nama tokoh pewayangan jawa. ia di kisahkan

sebagai putra dewa yang lahir sebelum sema, tetapi karena tidak mampu

mengayomi Bumi, maka togog di kembalikan ke asalnya; pada waktu

bersamaan lahirlah semar.

Dalam dunia wayang, togog memiliki peran sejarah yang unik

sekaligus mengesalkan, khsusunya dalam mengikuti perjalanan para tuan

yang memiliki kecenderungan berbuat jahat dan curang. Pekerjaan utama

togog adalah mengingatkan tuannya tentang mana yang benar dan mana

yang salah. Togog selalu melontrakan kritik namun hanya selalu di

tampung tanpa pernah di percaya dan dituruti. Atau togog adalah

pemeran yang selalu tidak pernah dianggap penting dan tidak pernah di

patuhi anjuran-anjurannya, namun ia terus melontarkan kritik.

Berangkat dari kisah si pengritik togog, menguatkan hubungan atau

korelasi yang sama dengan problem-problem masa kini. Terutama inilah

yang menjadi problem bangsa, atau lebih sempit lagi problem jamaah

(kelompok). Secara tidak langsung terlihat baik-baik saja, tetapi realitas

dan faktanya berbeda. Kebebasan berpendapat semakin tidak jelas

dengan penyalahgunaan hak dan kekuasaan para penguasa yang semau-

maunya.

Bangsa ini dan jamaah ini memiliki banyak ideology atau konseptor,

tetapi gagasannya hanya menjadi bahan tampungan, tidak di percaya dan


tak dituruti. Penguasa hanya bertindak sesuai dengan kemauannya.

Akibatnya ribuan bahkan jutaan orang menjadi togog zaman ini.