Anda di halaman 1dari 11

SAP 1

KONSEP DASAR PERILAKU KEORGANISASIAN

KELOMPOK 5

Nama Kelompok : No Absen :


Ni Made Leny Pebriyaningrum (25)
Ni Luh Yuni Pratiwi (26)
Devina Danayanti (27)
Made Kumara Dewi (28)
Made Sukma Prasita Dewi (29)
Ni Nyoman Paramitha (30)

PROGRAM REGULER SORE 2019


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR BALI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat penulisan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar, Tujuan dan Ruang Lingkup Perilaku Keorganisasian

a. Konsep Dasar Perilaku Keorganisasian


Dalam perilaku keorganisasian akan bersangkut paut dengan seperangkat konsep dasar
di sekitar manusia dan organisasi. Dalam hakekat manusia pemahaman mengenai perilaku
keorganisasian yaitu sebagai berikut :
1) Perbedaan individu, adalah bahwa setiap orang berbeda satu dengan yang lain
2) Orang seutuhnya, adalah orang-orang berfungsi sebagai makhluk manusia
seutuhnya
3) Perilaku termotivasi, adalah orang berperilaku karena suatu dorongan yang
berangkat dari suatu kebutuhan. Motivasi sangat penting dalam menyelenggarakan
organisasi
4) Manusia memiliki nilai maartabat

Dalam hakekat organisasi pemahaman mengenai perilaku organisasi yaitu sebagai


berikut:

1) System sosial, artinya bahwa organisasi adalah system sosial yang dibentuk untuk
kepentingan bersama
2) Kepentingan bersama, artinya bahwa organisasi membutuhkan orang-orang dna
orang-orang membutuhkan organisasi

2
Kesimpulannya adalah perilaku organisasi adalah bersifat holistic, yang menafsirkan
hubungan orang-organisasi dalam hubungannya dengan orang seutuhnya, kelompok
seutuhnya, organisasi seutuhnya, dan sistem sosial secara keseluruhan. Konsep ini
menyandang pandangan total tentang orang-orang dalam organisasi untuk memahami
sebanyak mungkin faktor yang mempengaruhi perilaku mereka. Semua isu dianalisis dalam
kaitannya dengan keseluruhan situasi yang memperngaruhinya, bukan dalam hubungannya
dengan peristiwa atau masalah secara terpisah.

b. Tujuan Perilaku Keorganisasian


Setiap disiplin ilmu pasti memiliki tujuan, begitu juga dengan disiplin ilmu perilaku
organisasi. Menurut Nimran, Tujuan memahami perilaku organisasi yaitu :
1) Prediksi
Bisa memprediksi perilaku orang merupakan suatu keuntungan besar karena
dengan begitu kita dapat menjalin komunikasi yang baik dengan orang tersebut.
Dengan bisa memprediksi perilaku orang lain, sehingga kita dapat berpikir,
bersikap dan bertindak dengan tepat dalam berkomunikasi dengan orang tersebut.
Nimram mengatakan bahwa keteraturan perilaku dalam organisasi memberikan
kemungkinan kepada kita untuk melakukan prediksi atas perilaku-perilaku anggota
organisasi pada masa yang akan datang.
2) Eksplanasi
Tujuan mempelajari perilaku organisasi yang kedua adalah untuk menjelaskan
berbagai peristiwa yang terjadi dalam organisasi. Eksplanasi berarti bahwa kita
akan berusaha menjawab pertanyaan mengapa suatu peristiwa terjadi, mengapa
karyawan malas dan lain sebagainya. Dengan mempelajari perilaku organisasi
maka kita mencoba untuk menjelaskan atau memberikan jawaban atas pertanyaan-
pertanyaan seperti itu.
3) Pengendalian
Tujuan mempelajari perilaku organisasi yang terakhir yaitu untuk pengendalian.
Semakin banyak perilaku-perilaku individu atau kelompok dalam organisasi yang
dapat diprediksi dengan tepat dan dapat dijelaskan dengan baik, sehingga nantinya
pemimpin organisasi itu akan semakin mudah dalam melakukan fungsi
pengendalian atas karyawannya sehingga perilaku individu maupun kelompok akan
menjadi positif dan fokus pada pencapaian tujuan. Namun di sisi lain, perilaku yang
destruktif, yang kurang baik, bisa dihindari atau dicegah.

3
c. Ruang Lingkup Perilaku Keorganisasian
Perilaku Organisasi, sesungguhnya terbentuk dari perilaku-perilaku individu yang
terdapat dalam organisasi tersebut. Oleh karena itu pengkajian masalah perilaku organisasi
jelas akan meliputi atau menyangkut pembahasan mengenai perilaku individu. Dengan
demikian dapat dilihat bahwa ruang lingkup kajian ilmu perilaku organisasi hanya terbatas
pada dimensi internal dari suatu organisasi.
Dalam kaitan ini, aspek-aspek yang menjadi unsur-unsur, komponen atau sub sistem
dari ilmu perilaku organisasi antara lain adalah motivasi, kepemimpinan, stres dan atau
konflik, pembinaan karir, masalah sistem imbalan, hubungan komunikasi, pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan, produktivitas dan atau kinerja (performance),
kepuasan, pembinaan dan pengembangan organisasi (organizational development), dan
sebagainya.
Sementara itu aspek-aspek yang merupakan dimensi eksternal organisasi seperti faktor
ekonomi, politik, sosial, perkembangan teknologi, kependudukan dan sebagainya, menjadi
kajian dari ilmu manajemen strategik (strategic management). Jadi, meskipun faktor
eksternal ini juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan organisasi
dalam mewujudkan visi dan misinya, namun tidak akan dibahas dalam konteks ilmu
perilaku organisasi.
Meskipun unsur-unsur, komponen atau sub sistem yang akan dibahas bisa jadi telah
banyak dipelajari pada disiplin ilmu yang lain, namun Mata Kuliah Perilaku Organisasi
akan mencoba menjawab, mengapa berbagai unsur atau komponen tadi dapat membentuk
karakter, sikap, atau perilaku individu dalam kapasitasnya sebagai anggota suatu
organisasi. Oleh karena itu, bobot atau muatan materinya akan diusahakan agar memiliki
sisi empiris yang cukup memadai. Untuk kepentingan ini, maka pada setiap session
pembahasan akan diupayakan untuk dilengkapi dengan kasus-kasus yang relevan sebagai
instrumen untuk lebih memudahkan dalam memahami masalah perilaku organisasi.

2.2 Definisi Perilaku Keorganisasian

Organisasi menurut Stephen P. Robbins adalah unit sosial yang dengan sengaja diatur
terdiri atas dua orang atau lebih, yang berfungsi secara relatif terus menerus untuk mencapai
sasaran atau serangkaian sasaran bersama. Perilaku adalah sikap dan tindakan.

4
Perilaku organisasi menurut Stephen P. Robbins adalah bidang studi yang mempelajari
dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan tujuan
mengaplikasikan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki efektivitas organisasi.

Robbins menjelaskan bahwa perilaku organisasi adalah studi yang mengambil


pandangan mikro – memberi tekanan pada individu – individu dan kelompok – kelompok kecil.
Studi perilaku organisasi kemudian menghampiri persoalan individu – individu dan kelompok
seperti yang dijelaskan Robbins diatas dengan berbagai disiplin ilmu antara lain psikologi,
sosiologi, antropolgi dan ilmu politik. Multidisiplin ilmu yang dipakai dalam studi perilaku
organisasi intinya dimanfaatkan agar menolong kita lebih paham tentang hakekat sistem dan
nilai – nilai kemanusiaan atau masalah manusia.

2.3 Disiplin yang Berkontribusi dalam Bidang Perilaku Keorganisasian

A. Psikologi

Psikologi merupakan ilmu yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk mengukur, menjelaskan
dan kadang-kadang mengubah prilaku manusia. Sumbangan psikologi yang nyata didasarkan
prilaku organisasional berkaitan dengan proses belajar keperibadian, konseling. Secara sfesifik,
sumbangan psikologi terhadap prilaku organisasional berkenaan dengan masalah-masalah
kebosanan, kelelahan, kondisi kerja, persepsi, kepribadian, latihan, emosi, efektifitas
pengambilan keputusan, kepemimpinan, motivasi, pengambilan keputusan dan pengurangan
sikap.

Sumbangan penting dari ilmu psikologi terhadap perilaku organisasi adalah kajian tentang stres
kerja. Istilah itu membedakannya dengan jenis residu lainnya yang bersumber dari lingkungan
keluarga dan lingkungan sosial. Kontribusi itu terutama dalam menjelaskan konsep stress kerja
yang didasarkan pada tiga pendekatan dalam mengkaji stress yaitu :

Pendekan fisiologi, pendekatan stimulus, pendekatan psikologi.

B. Sosiologi

Menurut J.Fitcher (1957) sosiologi adalah sebagai studi keilmuan mengenai interaksi
manusia. Maka dengan demikian, sosiologi lebih mentitik beratkan kepada
kelompok.Sumbangan terpenting ilmu sosiologi terhadap perilaku organisasi adalah kajian

5
tentang dinamika kelompok, tim kerja, komunikasi, kekuasaan, konflik dan perilaku antar
kelompok.

Sementara psikologi pada individu, sosiologi (sociology) mempelajari manusia dalam


kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka. Pada sosiolog telah memberikan
konstribusi untuk PO melalui studi mereka mengenai perilaku kelompok dalam organisasi,
terutama organisasi formal dan kompleks. Barangkali yang terpenting, sosiologi telah
memberikan konstribusi untuk penelitian tentang kultur organisasi, struktur dan teori
organisasi formal, teknologi organisasi, komunikasi, kekuatan, dan konflik.

C. Psikologis Sosial

Psikologis sosial adalah suatu bidang dalam psikologi yang memadukan antara konsep-konsep
baik dari psikologi maupun dari sosiologi. Psikologi sosial memfokuskan kajiannya pada
pengaruh seseorang terhadap yang lain.

Menurut Stpehen P Robbins, psikologi sosial memberikan semangat signifikan dalam bidang-
bidang pengukuran, pemahaman dan perubahan ssikap, pola komunikasi, pembangunan
kepercayaan, cara kegiatan kelompok memuaskan kebutuhan individu, serta proses-proses
pengambilan keputusan kelompok.

Kajian psikologi sosial, misalnya dalam kajian perilaku organisasi dalam pendidikan,
pengambilan keputusan kelompok merupakan salah satu yang terpenting. Hal ini disebabkan
karena organisasi pendidikan dicirikan oleh kesejawatan yang tinggi yang karenanya relevan
menggunakan proses pengambilan keputusan kelompok salah satu bentuk pengambilan
keputusan kelompk adalah dengan melibatkan anggota dalam pengambilan keputusan.
Partisipasi bertujuan untuk melibatkan mental dan emosional individu dalm situasi kelompok
yang mendorong individu berkontribusi kepada tujuan-tujuan kelompok dan berbagai
tanggung jawab dengan anggota lainnya.

D. Antropologi

Disiplin ilmu lain yang mempengaruhi perilaku organisasi adalah antropologi. Antropologi
adalah studi tentang masyarakat untuk mempelajari manusia dan kegiatan mereka. Karya
antropolog tentang budaya dan lingkungan telah membantu kita memahami perbedaan nilai-

6
nilai fundamental, sikap dan perilaku diantara orang-orang pada organisasi dan Negara yang
berbeda. Antropologi mempelajari masyarakat untuk mempengaruhi seluk beluk manusia dan
seluruh aktifitasnya.

Sumbangan terpenting antropologi terhadap perilaku organisasi adalah kajian tentang nilai
komparatif, sikap komparatif, analisis lintas budaya, budaya organisasi, dan lingkungan
organisasi. Budaya organisasi merupakan topic kajian terpenting terutama sejak 1980-an yang
cukup mendominasi dalam kajian perilaku organisasi

E. Ilmu Politik

Perilaku organisasi juga dikembangkan dari disiplin ilmu politik. Ilmu politik mempelajari
perilaku individu dan kelompok dalam lingkungan politik. Kajian terpenting yang berkaitan
dengan perilaku organisasi adalah konflik, politik, intera organisasi dan kekuasaan, termasuk
bagaimana orang memanipulasi kekuasaan untuk kepentingan individu. Salah satu tipologi
kekuasaan yang sering digunakan dalam organisasi adalah yang dikembangkan oleh Hersey
dan Blanchard (1982). Menurut mereka terdapat tujuh basis kekuasaan yaitu kekuasaan
paksaan, kekuasaan koneksi, kekuasaan penghargaan, kekuasaan legitimasi, kekuasaan
personal (leferent), kekuasaan informasi dan kekuasaan keahlian.

Kekuasaan penghargaan didasarkan atas kemampuan pemimpin memberikan ganjaran bagi


anggota yang menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan kekuasaan legitimasi didasarkan
atas kedudukan resmi pemimpin. Kekuasaan personal didasarkan atas sifat-sifat kepribadian
yang dimiliki oleh pemimpin. Kekuasaan informasi didasarkan atas kepemilikan akses
informasi dari pemimpin yang dipandang bermanfaat bagi anggota. Kekuasaan keahlian
didasarkan atas kepemilikan pengetahuan keterampilan yang mempengaruhi orang lain.

Menurut Harsey dan Blanchard penggunaan basis kekuasaan tersebut sangat tergantung dengan
tingkat kematangan anggota. Menurut keduanya tingkat kematangan anggota dibedakan atas
tiga tingkatan : rendah, sedang, dan tinggi. Anggota yang memiliki tingkat kematangan rendah
lebih tepat memperoleh kekuasaan paksaan. Anggota yang memiliki tingkat kematangan
sedang lebih cocok mendapatkan kekuasaan penghargaan dan kekuasaan personal. Anggota
yang memiliki kematangan tinggi lebih tepat menggunakan kekuasaan keahlian.

2.4 Hal Mutlak dalam Perilaku Keorgansasian

7
Terdapat sedikit, jika ada, prinsip – prinsip universal dan sederhana yang menjelaskan PO.
Adalah hukum – hukum dalam ilmu pengetahuan alam – kimia, astronomi, fisika yang
konsisten dan bisa diterapkan dalam berbagai situasi. Hukum – hukum ini memungkinkan
para ilmuwan untuk menggeneralisasi tarikan gravitasi atau mengirimkan astronot ke luar
angkasa untuk memperbaiki satelit. Tetapi seperti yang telah disimpulkan secara tepat oleh
seorang peneliti perilaku terkenal, “Tuhan memberikan semua masalah mudah kepada
fisikawan.” Manusia adalah makhluk yang rumit. Karena tidak serupa, kemampuan manusia
untuk membuat generalisasi yang sederhana, akurat, dan luas sangat terbatas. Dua individu
sering bertindak dengan sangat berbeda dalam situasi yang sama, dan perilaku individu yang
sama mengalami perubahan dalam situasi yang berbeda – beda.

Tentu saja, itu tidak berarti bahwa kita tidak bisa memberikan penjelasan yang akurat
mengenai perilaku manusia atau membuat prediksi yang valid. Namun, ini berarti bahwa
konsep – konsep PO harus mencerminkan kondisi – kondisi yang situasional, atau
mempunyai banyak kemungkinan. Kita bisa mengatakan bahwa x menghasilkan y, tetapi
hanya dalam kondisi – kondisi yang ditentukan dalam z – variabel kontinjensi (contingecy
variable). Ilmu pengetahuan PO dikembangkan dengan cara mengambil konsep – konsep
umum dan menerapkannya dalam situasi, individu, atau kelompok tertentu. Sebagai contoh,
sarjana PO akan menghindari menyatakan bahwa setiap individu menyukai kerja yang rumit
dan menantang (konsep umum). Mengapa? Karena tidak semua individu menginginkan
sebuah pekerjaan yang menantang. Beberapa individu lebih menyukai pekerjaan rutin
daripada pekerjaan yang bervariasi atau pekerjaan yang sederhana daripada pekerjaan yang
rumit. Dengan perkataan lain, sebuah pekerjaan yang menarik bagi seseorang belum tentu
menarik bagi orang lain, jadi daya tarik sebuah pekerjaan bergantung pada individu yang
menjalankannya.

Ketika terus membaca buku ini, anda akan menemui banyak teori yang berbasis pada
penelitian tentang bagaimana individu berperilaku dalam organisasi. Tetapi jangan harap
anda bisa menemukan banyak hubungan sebab akibat yang begitu mudah untuk dimengerti.
Tidak ada banyak hubungan yang seperti itu! Teori – teori PO mencerminkan persoalan
pokok yang ditanganinya. Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks dan rumit, dan
demikian pula dengan teori – teori yang dikembangkan untuk menjelaskan tindakan –
tindakan mereka.
2.5 Tantangan dan Peluang dalam Perilaku Keorganisasian
8
Tantangan adalah kualitas yang memerlukan pemanfaatan sepenuhnya atas
kemampuan, tenaga dan semua sumber daya seseorang. Dalam lingkup organisasi, tantangan
adalah hal-hal atau permasalahan yang harus dihadapi, diatasi dan dikelola dengan baik dengan
menggunakan segala kemampuan, tenaga dan strategi agar dapat mencapai tujuan.
Sedangkan peluang menurut arti yang terdapat dalam kamus yang sama yaitu saat yang
tepat untuk dilakukan atau diraih agar tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. Jadi peluang
dalam lingkup organisasi adalah hal hal atau kesempatan yang harus diraih agar dapat mencapai
tujuan yang telah ditentukan.
Tantangan dan peluang ini muncul karena ada perubahan dramatis seiring dengan
kemajuan zaman.perubahan perubahan yang berlangsung pada organisasi organisasi menjadi
tantangan bagi para pelakunya. Tantangan tantangan tersebut adalah :

1. Globalisasi
Untuk mengatasi tantangan ini seseorang manajer perlu melakukan hal-hal sebagai
berikut :
· Memahami budaya di mana ia ditugaskan
· Memahami bagaimana budaya itu membentuk mereka
· Menyesuaikan gaya manajemen
· Memodifikasi praktik mereka
2. Keanekaragaman Angkatan Kerja
Keanekaragaman ini meliputi :
· Jenis kelamin (pria, wanita, waria, lesbian, dan sebagainya)
· Ras (keturunan)
· Etnis (suku)
· Kelompok lain (penyandang cacat, manula)

3. Memperbaiki Kualitas dan Produktivitas


Kualitas dalah mutu seseorang atas suatu pekerjaan. Sementara produktifitas dijelaskan
sebagai “daya produksi” yaitu kemampuan produksi.
Untuk mengahadapi tantangan ini perlu melakukan :
· Total Quality Manajement (TMQ)
· Rekayasa ulang terhadap program-program yang menuntut untk melibatkan karyawan
secara luas, karena TMQ adalah : “suatu filsafat manajemen yang didorong oleh pencapaian

9
kepuasan pelanggan secara konstan lewat perbaikan, berkesinambungan atas semua proses
organisasi”.
Lebih rinci lagi TMQ dapat dijelaskan sebagai berikut :
· Fokus intensif pada pelanggan
· Peduli akan perbaikan terus menerus
· Perbaikan kualitas dari semua yang dilakukan oleh organisasi
· Pengukuran yang akurat
· Pemberian kuasa pada karyawan
4. Memperbaiki Keterampilan Menangani Orang
Keterampilan menangani orang menjadi bagian yang penting bagi keefektifan manajerial
yang sekaligus tantangan lain bagi para manajer.
Keterampilan menangani orang meliputi :
· Bagaimana menjadi pendengar yang efektif
· Bagaimana cara yang benar memberikan umpan balik kinerja
· Bagaimana mendelegasikan otoritas
· Bagaimana menciptakan tim-tim yang kreatif dan inovatif
5. Dari Manajemen Kontrol ke Pemberian Kuasa (empowerment)
Seorang manajer melakukan empowering manakala ia :
· Memberi tanggung jawab kepada karyawan mengenai apa yang harus dikerjakan
· Menyerahkan tanggung jawab akan pekerjaan mereka dan mengambil keputusan yang
benar, dengan kata lain :
v Pengambilan keputusan tidak bermutu pada manajer
v Karyawan berperan serta dalam keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan
6. Dari Kemantapan Ke Keluwesan
Studi perilaku organisasi memberikan wawasan penting dalam membantu para manajer
memahami secara lebih baik suatu dunia kerja dengan perubahan terus menerus, bagaiman
mengatasi keengganan untuk berubah dan bagaimana yang paling baik menciptakan budaya
organisasional yang berusaha kerja kerasnuntuk berubah, tentunya berubah untuk sesuatu
yang lebih baik.
7. Memperbaiki Perilaku Etis
perilaku etis adalah perilaku yang benar menurut kaidah/norma yang berlaku.untuk membantu
karyawan memperbaiki perilaku etis, para manajer harus berusaha melakukan berbagai upaya
diantaranya :
· Mengadakan seminar

10
· Mengadakan lokakarya
· Mengadakan program latihan
· Menyediakan konsultan
· Menciptakan meknisme perlindungan untuk karywan yang mengungkapkan praktik praktik
tidak etis
· Menciptakan iklim yang sehat secara etis bagi para karyawannya.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :
a. Tantangan dan peluang akan selalu muncul bagi para pelaku organisasi
b. Tantangan harus dihadapai, diatasi, dikelola dengan baik
c. Peluang harus diraih agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan
d. Tantangan jika dikelola dengan tepat akan menjadi peluang yang baik
e. Dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang diperlukan keterampilan khusus bagi para
manajer global yaitu :
i. Keterampilan strategi global
ii. Keterampilan Mengelola beragam cultural
iii. Keterampilan Membangun kelompok
iv. Keterampilan organisasi
v. Keterampilan berkomunikasi
vi. Keterampilan mentransfer pengetahuan

DAFTAR PUSTAKA

Thoha, Miftah, (1983). Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta : PT.
Rajawali
Robbins,Stephen P. 1996. Teori organisasi; Struktur. Design&aplikasi. Jakarta : ARCAN

https://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/10/disiplin-ilmu-yang-mendukung-perilaku.html
https://perilakuorganisasibab4.wordpress.com/2015/05/18/disiplin-ilmu-penyumbang-
terhadap-ilmu-perilaku-organisasi/

Perilaku Organisasi, Organizational Behavior. Stephen P. Robbins. Timothy A. Judge (Hal. 16


– 17)
http://yhunie-manyun.blogspot.com/2014/06/prilaku-organisasi.html

11