Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

INTERPRETASI LAPORAN KEUANGAN

KELOMPOK 6 :

1. AWIN SAPUTRA DAULAY


2. NANDA RAFSANJANI
3. ANNISA AYU SAFITRI

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019/2020
GRAFIK

10,000,000,000

9,000,000,000

8,000,000,000

7,000,000,000

6,000,000,000

5,000,000,000 Penjualan
Beban Pokok Penjualan
4,000,000,000

3,000,000,000

2,000,000,000

1,000,000,000

0
2012 2013 2014 2015 2016

6,000,000,000

5,000,000,000

4,000,000,000

3,000,000,000 Penjualan
Beban Usaha

2,000,000,000

1,000,000,000

-
2012 2013 2014 2015 2016
4,500,000,000

4,000,000,000

3,500,000,000

3,000,000,000

2,500,000,000
Aset Lancar
2,000,000,000 Aset Tidak Lancar

1,500,000,000

1,000,000,000

500,000,000

-
2012 2013 2014 2015 2016

3,000,000,000

2,500,000,000

2,000,000,000

1,500,000,000 Liabilitas Jangka Pendek


Liabilitas Jangka Panjang

1,000,000,000

500,000,000

-
2012 2013 2014 2015 2016
INTERPETASI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

A. INTERPRETASI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN


1. ASSET
Berdasarkan analisis keseluruhan, total asset pada PT.Malindo Feedmil Tbk.
Mengalami peningkatan yang baik. Hal ini terbukti dengan adanya kenaikan aset
lancar maupun aset non lancar disetiap tahunnya yang bisa dilihat pada total asset dari
tahun ke tahun. Berikut adalah penjabaran secara keseluruhan dari
kenaikan/penurunan dari aset perusahaan.

Tahun 2012-2013

Perseroan mencatat kenaikan Jumlah Aset sebesar Rp415 miliar atau sebesar 23% dari
Rp1,8 triliun per31 Desember 2012 menjadi Rp2,2 triliun per 31 Desember2013. Meningkatnya
Jumlah Aset tersebut terutamadisebabkan meningkatnya Aset Lancar dan Aset Tidak
Lancarsebagai berikut:

Aset Lancar meningkat sebesar Rp103 miliar atau11% dibandingkan tahun sebelumnya
yang terutamadisebabkan oleh peningkatan persediaan sebesar Rp129 miliar.

Aset Tidak Lancar meningkat sebesar Rp311 miliar atau 34%yang terutama disebabkan
oleh peningkatan jumlah assettetap-bersih sebesar Rp274 miliar dari Rp855 miliar per31
desember 2012 menjadi Rp1,1 triliun pada tanggal31 Desember 2013. Peningkatan Aset tetap
terutamaberasal dari pembangunan pabrik pakan dan beberap apeternakan DOC.

Tahun 2013-2014

Jumlah Aset Perseroan mencatat kenaikan Jumlah Aset sebesar Rp1,3 triliun atau sebesar
59,1% dari Rp2,2 triliun per 31 Desember 2013 menjadi Rp3,5 triliun per 31 Desember 2014.
Meningkatnya Jumlah Aset tersebut terutama disebabkan meningkatnya Aset Lancar dan Aset
Tidak Lancar sebagai berikut:

Aset Lancar meningkat sebesar Rp878,2 miliar atau 88,1% dibandingkan tahun
sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas, piutang usaha-
bersih dan persediaan masing-masing sebesar Rp227,3 miliar, Rp162,1 miliar dan Rp218,5
miliar.

Aset Tidak Lancar meningkat sebesar Rp438,6 miliar atau 36,0% yang terutama
disebabkan oleh peningkatan jumlah asset tetap-bersih sebesar Rp448 miliar dari Rp1,1 triliun
per 31 Desember 2013 menjadi Rp1,6 triliun pada tanggal 31 Desember 2014. Peningkatan Aset
tetap terutama berasal dari pembangunan pabrik pakan dan beberapa peternakan DOC.

Tahun 2014-2015

Perseroan mencatat kenaikan Jumlah Aset sebesar Rp431,9 miliar atau sebesar 12,2% dari
sebesar Rp3,5 trilliun per 31 Desember 2014 menjadi sebesar Rp3,9 trilliun per 31 Desember
2015. Meningkatnya Jumlah Aset tersebut terutama disebabkan meningkatnya Aset Lancar dan
Aset Tidak Lancar sebagai berikut:
Aset lancar Perseroan pada 31 Desember 2015 meningkat sebesar Rp152,7 miliar atau
sebesar 8,1%. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya kas dan setara kas
sebesar Rp214,4 miliar, dan penurunan persediaan sebesar Rp59,4 miliar.

Aset tidak lancar Perseroan pada 31 Desember 2015 meningkat sebesar Rp279,1 miliar
atau sebesar 16,9%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya aset tetap dan
aset pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp245,4 miliar dan Rp34,5 miliar atau sebesar
15,6% dan 45,4%.

Tahun 2015-2016

Perseroan mencatat penurunan Jumlah Aset sebesar Rp42,3 miliar atau sebesar -1,07% dari
sebesar Rp3,96 trilliun per 31 Desember 2015 menjadi sebesar Rp3,92 trilliun per 31 Desember
2016. Menurunnya Jumlah Aset tersebut disebabkan oleh menurunnya Aset Lancar dan
kenaikan Aset Tidak Lancar sebagai berikut:

Aset lancar Perseroan pada 31 Desember 2016 menurun sebesar Rp266,8 miliar atau
sebesar 13,2%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya kas dan setara kas
sebesar Rp378,1 miliar atau sebesar 72,1%. Disertai peningkatan persediaan sebesar Rp116,6
miliar atau sebesar 15,2%.

Aset Tidak Lancar Perseroan pada 31 Desember 2016 meningkat sebesar Rp224,6 miliar
atau sebesar 11,6%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya aset tetap,
aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka masing-masing sebesar Rp134,9 miliar, Rp69,7
miliar dan Rp17,8 miliar atau sebesar 7,4%, 63,0% dan 100%.

2. LIABILITAS
Seperti yang tergambar dalam laporan keuangan tahunan PT.Malindo Feedmil
Tbk. Perusahaan telah mampu menekan atau menurunkan angka liabilitas dari tahun ke
tahun selama proses produksi. Namun pada tahun 2013-2014 total kewajiban meningkat
dikarenakan oleh beberapa faktor. Tetapi, perusahaan mampu menekan atau
menurunkan kewajibannya pada tahun 2015,2016 dan seterusnya dikarenakan beberapa
faktor yang diantaranya dalah meningkatnya laba perusahaan sehingga mampu
menurunkan liabilitas dan meningkatkan pembayaran terhadap kewajiban perusahaan.
Berikut adalah rinciannya.

Tahun 2012-1013

Perseroan mencatat kenaikan Jumlah Kewajiban sebesarRp234 miliar atau sebesar 21%
dari Rp1,1 triliunper 31 Desember 2012 menjadi Rp1,3 triliun per31 Desember 2013.
Meningkatnya Jumlah Kewajiban tersebutterutama disebabkan meningkatnya Kewajiban
Jangka Pendekdan Kewajiban Jangka Panjang sebagai berikut:

Kewajiban Jangka Pendek meningkat sebesar Rp133 miliaratau 16% yang terutama
disebabkan oleh peningkatan hutangbank sebesar Rp315 miliar, hutang dagang sebesarRp66
miliar, Hutang bank Rp50 miliar, di sisi lain terjadipelunasan hutang obligasi sebesar Rp300
miliar.
Kewajiban Jangka Panjang meningkat sebesar Rp100 miliaratau 38% yang terutama
disebabkan oleh peningkatan hutangbank jangka panjang sebesar Rp91 miliar.

Tahun 2013-2014

Perseroan mencatat kenaikan Jumlah Kewajiban sebesar Rp1,1 triliun atau sebesar 81,5%
dari Rp1,4 triliun per 31 Desember 2013 menjadi Rp2,5 triliun per 31 Desember 2014.
Meningkatnya Jumlah Kewajiban tersebut terutama disebabkan kenaikan Kewajiban Jangka
Pendek dan Kewajiban Jangka Panjang sebagai berikut:

Kewajiban Jangka Pendek meningkat sebesar Rp755,9 miliar atau 76,6% yang terutama
disebabkan oleh peningkatan hutang bank sebesar Rp579,4 miliar dan hutang usaha sebesar
Rp176,7 miliar.

Kewajiban Jangka Panjang meningkat sebesar Rp345,5 miliar atau 94,5% yang terutama
disebabkan oleh peningkatan hutang bank jangka panjang sebesar Rp 333,8 miliar.

Tahun 2014-2015

Liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 menurun sebesar Rp36,2 miliar atau
sebesar 1,5% Penurunan liabilitas perseroan terutama disebabkan menurunnya liabilitas jangka
pendek.

Liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 menurun sebesar
Rp221,5 miliar atau sebesar 12,7% Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya
utang usaha sebesar Rp154,9 miliar atau sebesar 37,1% dan utang bank jangka pendek sebesar
Rp198,0 miliar atau sebesar 17,4%.Juga terdapat peningkatan utang bank jangka panjang yang
jatuh tempo kurang dari satu tahun sebesar Rp105,5 miliar atau sebesar 88,9%.

Liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 meningkat sebesar
Rp185,3 miliar atau sebesar 26,2%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
meningkatnya utang bank jangka panjang sebesar Rp159,1 miliar atau sebesar 25,3%.

Tahun 2015-2016

Liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 menurun sebesar Rp331,3 miliar atau
sebesar 13,7% Penurunan liabilitas perseroan terutama disebabkan menurunnya liabilitas jangka
pendek dan liabilitas jangka panjang.

Liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 menurun sebesar
Rp155,8 miliar atau sebesar 10,24%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya
utang bank jangka pendek sebesar Rp178,4 miliar atau sebesar 18,9% dan terdapat peningkatan
utang pajak sebesar Rp19,2 miliar atau sebesar 467,5%

Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 menurun sebesar
Rp175,5 miliar atau sebesar 19,7%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya
utang bank jangka panjang sebesar Rp187,0 miliar atau sebesar 23,7%.
3. EKUITAS
Dari hasil analisis terhadap laporan keuangan komprehensif perusahaan terlihat
bahwa perusahaan mengalami kerugian dari tahu 2012-2015. Kerugian yang signifikan
terjadi pada tahun 2014 yang otomatis menyebabkan penurunan yang signifikan juga
terhadap nilai ekuitas perusahaan. Berikut adalah analisis pertahunnya.

Tahun 2012-2013

Perseroan membukukan Laba Bersih tahun 2013 sebesarRp241 miliar mengalami


penurunan sebesar Rp61 miliar atau20% dibandingkan dengan Laba Bersih tahun 2012
sebesarRp302 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan karenarugi selisih kurs seperti yang
telah disebutkan di atas. Hal ini juga menyebabkan penurunan pada jumlah ekuitas secara
langsung.

Tahun 2013-2014

Perseroan membukukan Rugi Bersih tahun 2014 sebesar Rp84,8 miliar mengalami
penurunan sebesar Rp326,4 miliar atau 135,1% dibandingkan dengan Laba Bersih tahun 2013
sebesar Rp241,6 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan karena beberapa faktor yang
disebutkan di atas, dan juga peningkatan beban keuangan.

Tahun 2014-2015

Perusahaan membukukan Rugi Bersih per Saham tahun 2015 sebesar Rp34 mengalami
penurunan sebesar Rp14 atau 29,2% dibandingkan dengan tahun 2014.

Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 meningkat sebesar Rp468,1 miliar atau
sebesar meningkat 43,3%. Peningkatan ini disebabkan terutama oleh meningkatnya tambahan
modal disetor netto sebesar Rp524,6 miliar atau sebesar 224,4% dari penerbitan saham dengan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 447.750.000 saham dengan nilai nominal
sebesar Rp20 (Dua Puluh Rupiah) per saham pada tahun 2015

Tahun 2015-2016

Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 meningkat sebesar Rp288,9 miliar atau
sebesar meningkat 18,7%. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya saldo laba - belum
ditentukan penggunaannya sebesar Rp288,6 miliar atau sebesar 39,2%.

B. INTERPRETASI LAPORAN LABA/RUGI KONSOLIDASIAN


Dari hasil analisis laporan laba/rugi perusahaan terlihat bahwa perusahaan
mengalami kerugian yang signifikan pada tahun 2014 yaitu sebesar 135,1% dari
tahun 2013 yang menyebabkan nilai ekuitas juga ikut turun. Namun, pada tahun
2015 perusahaan mulai melakukan kinerja yang lebih baik sehingga menghasilkan
rugi yang lebih kecil, dan pada tahun 2016 perusahaan mendapatkan laba yang
normal kembali berkat adanya beberapa faktor. Salah satu faktor nya adalah
terjadinya jumlah peningkatan yang signifikan dari penjualan setiap tahunnya.
Gambaran lebih rinci akan disajikan dari analisis tahun ke tahun sebagai berikut :
1. Tahun 2012-2013

Penjualan Bersih Perseroan mencatat angka penjualan bersih sebesarRp4,2 triliun pada
tahun 2013, meningkat sebesar 25% dari Rp3,3 triliun di tahun 2012. Meningkatnya angka
penjualan tersebut terutama disebabkan meningkatnya penjualan pakan dan DOC.

Beban Pokok Penjualan Pada tahun 2013, beban pokok penjualan perseroan mencapai
Rp3,5 triliun meningkat sebesar Rp28% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp2,7 triliun.
Peningkatan ini disebabkan karena peningkatan produksi pakan dan kenaikan harga bahan baku.

Laba Kotor Perseroan membukukan laba kotor tahun 2013 sebesar Rp 718 miliar,
meningkat sebesar Rp80 miliar atau 13% dibandingkan dengan laba kotor tahun 2012 sebesar
Rp 638 miliar.Laba Usaha Perseroan membukukan Laba Usaha tahun 2013 sebesar Rp 376
miliar, mengalami penurunan sebesar Rp 71 miliar atau 16% dibandingkan dengan Laba Usaha
tahun 2012 sebesar Rp 447 miliar. Penurunan disebabkan karena rugi selisih kurs mata uang
asing sebesar Rp 109 miliar di tahun 2013 meningkat sebesar Rp 99 miliar dari Rp 10 miliar di
tahun 2012.

Laba Bersih Perseroan membukukan Laba Bersih tahun 2013 sebesar Rp 241 miliar
mengalami penurunan sebesar Rp 61 miliar atau 20% dibandingkan dengan Laba Bersih tahun
2012 sebesar Rp 302 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan karena rugi selisih kurs seperti
yang telah disebutkan di atas.

2. Tahun 2013-2014
Penjualan Bersih Perseroan mencatat angka penjualan bersih sebesar Rp 4,5 triliun pada
tahun 2014, meningkat sebesar 7,4% dari Rp 4,2 triliun di tahun 2013. Meningkatnya angka
penjualan tersebut terutama disebabkan meningkatnya penjualan pakan.

Beban Pokok Penjualan Pada tahun 2014, beban pokok penjualan perseroan mencapai
Rp4,2 triliun meningkat sebesar Rp20,3% dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp3,5 triliun.
Peningkatan ini disebabkan karena peningkatan produksi pakan, kenaikan harga bahan baku,
dan juga pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar.

Laba Kotor Perseroan membukukan laba kotor tahun 2014 sebesar Rp322,3 miliar,
mengalami penurunan sebesar Rp 395,6 miliar atau 55,1% dibandingkan dengan laba kotor
tahun 2013 sebesar Rp 717,9 miliar.Rugi UsahaPerseroan membukukan Rugi Usaha tahun 2014
sebesar Rp17,7 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp 394,2 miliar atau 104,7%
dibandingkan dengan Laba Usaha tahun 2013 sebesar Rp 376,5 miliar. Penurunan disebabkan
karena kenaikan harga bahan baku, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar seperti
disebutkan di atas, dan juga disebabkan peningkatan biaya operasional.

Rugi Bersih Perseroan membukukan Rugi Bersih tahun 2014 sebesar Rp 84,8 miliar
mengalami penurunan sebesar Rp 326,4 miliar atau 135,1% dibandingkan dengan Laba Bersih
tahun 2013 sebesar Rp 241,6 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan karena beberapa faktor
yang disebutkan di atas, dan juga peningkatan beban keuangan.

3. Tahun 2014-2015

Penjualan Bersih Penjualan bersih Perseroan meningkat sebesar Rp 273 miliar dari Rp
4.502 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp 4.775 miliar pada tahun 2015. Peningkatan ini
terutama berasal dari:
Penjualan Pakan Penjualan bisnis pakan Perseroan pada tahun 2015 meningkat sebesar Rp
3,1 miliar atau sebesar 0,1 % dibandingkan dengan tahun 2014.PENJUALAN ANAK AYAM
USIA SEHARI (DOC)Penjualan anak ayam usia sehari (DOC) Perseroan pada tahun 2015
meningkat sebesar Rp 239,6 miliar atau sebesar 38,5% dibandingkan dengan tahun 2014.
Penjualan Ayam Pedaging Penjualan ayam pedaging Perseroan pada tahun 2015 meningkat
sebesar Rp51,0 miliar atau sebesar 13,7% dibandingkan dengan tahun 2014. Penjualan
Makanan Olahan Pendapatan Makanan Olahan Perseroan pada tahun 2015 meningkat sebesar
Rp5,4 miliar atau sebesar 9,7% dibandingkan dengan tahun 2014.

Beban Pokok Penjualan Perseroan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2015 meningkat sebesar Rp 55,3 miliar atau sebesar 1,3%. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya beban pabrikasi, beban deplesi dan ayam afkir
serta gaji dan upah buruh langsung masing-masing sebesar Rp 99,3 miliar atau sebesar 32,1%,
Rp16,2 miliar atau sebesar 6,4% dan Rp 30,3 miliar atau sebesar 26 %.

Beban Penjualan Perseroan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2015 meningkat sebesar Rp13,3 miliar atau sebesar 23,0%. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan oleh meningkatnya beban transportasi, beban pengepakan dan beban
promosi dari divisi makanan olahan masing-masing sebesar Rp13,3 miliar,Rp 4,8 miliar dan
Rp5,1 miliar atau sebesar 24,9%, 29,2% dan 35,2%.

Beban Administrasi dan Umum Perseroan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2015 meningkat sebesar Rp1,8 miliar atau sebesar 0,9%. Kenaikan
tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya imbalan kerja karyawan sebesar Rp2,9 miliar
atau sebesar 23,9%.

Beban Keuangan Perseroan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2015 meningkat sebesar Rp70,8 miliar atau sebesar 72,5%. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan oleh meningkatnya beban bunga sebesar Rp71,4 miliar atau sebesar 78,5%.

Rugi Sebelum Pajak Perusahaan membukukan Rugi Sebelum Pajak tahun 2015 sebesar
Rp72,1 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp36,3 miliar atau 33,5% dibandingkan dengan
tahun 2014.

Manfaat Pajak Penghasilan Perusahaan membukukan manfaat Pajak Penghasilan tahun


2015 sebesar Rp10,0 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp13,5 miliar atau 57,4%
dibandingkan dengan tahun 2014.

Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan Perseroan membukukan rugi


komprehensif tahun berjalan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2015 sebesar Rp65,4 miliar mengalami penurunan sebesar Rp21,4 miliar atau sebesar
24,7%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh beberapa faktor yang telah disebutkan di
atas.

Rugi Bersih Per Saham Perusahaan membukukan Rugi Bersih per Saham tahun 2015
sebesar Rp 34 mengalami penurunan sebesar Rp14 atau 29,2% dibandingkan dengan tahun
2014.
Aset valuta asing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan
2013 adalah masing-masing sebesar Rp 500,6 miliar, Rp5,5 miliar dan Rp 35,7 miliar. Aset
valuta asing dipersiapkan Perseroan untuk membayar biaya dalam bentuk valuta asing.

Sensitivitas Terhadap Mata Uang Asing Sebagian besar transaksi Perseroan dilakukan
dalam mata uang Rupiah. Perseroan dan Entitas Anak hanya memiliki eksposur yang
terpengaruh risiko nilai tukar dalam jumlah minimal. Eksposur akan timbul apabila transaksi
dilakukan dalam berbagai mata uang asing dan bukan menggunakan mata uang fungsional unit-
unit operasional Perseroan dan Entitas Anak atau transaksi kepada pihak ketiga.

Belanja Modal merupakan pengeluaran biaya yang digunakan untuk perolehan aset tetap.
Belanja modal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 2013
berturut-turut adalah sebesar Rp 416,9 miliar, Rp575,9 miliar dan Rp364,8 miliar. Pengeluaran
modal dibiayai oleh kas Perseroan dan pembiayaan utang angsuran.

4. Tahun 2015-2016

Penjualan Bersih

Pendapatan Dari Pakan Ternak Pendapatan dari bisnis pakan Perseroan pada tanggal 31
Desember 2016 meningkat sebesar Rp9,6 miliar atau sebesar 0,3 % dibandingkan dengan tahun
2015.

Pendapatan Dari Anak Ayam Usia Sehari (DOC) Pendapatan dari anak ayam usia sehari
(DOC) Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 meningkat sebesar Rp153,8 miliar atau
sebesar 17,8% dibandingkan dengan
tahun 2015.

Pendapatan dari anak ayam pedaging Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016
meningkat sebesar Rp97,7 miliar atau sebesar 23,0% dibandingkan dengan tahun 2015.

Pendapatan dari Makanan Olahan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 meningkat
sebesar Rp26,3 miliar atau sebesar 42,9% dibandingkan dengan tahun 2015.

Pendapatan Lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 meningkat sebesar


Rp184,0 miliar atau sebesar 165,0% dibandingkan dengan tahun2015

Beban Pokok Penjualan Perseroan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2016 meningkat sebesar Rp87,3 miliar atau sebesar 2,1%. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya beban pabrikasi, beban deplesi dan ayam
afkir serta gaji dan upah buruh langsung masing-masing sebesar Rp25,7 miliar atau sebesar
6,3%, Rp29,8 miliar atau sebesar 11.0% dan Rp 18,7 miliar atau sebesar 12,8%.

Beban Penjualan Perseroan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2016 meningkat sebesar Rp9,7 miliar atau sebesar 7,4%. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh beban promosi dari divisi makanan olahan dan beban
gaji masing-masing sebesar Rp6,7 miliar dan Rp1,7 miliar atau sebesar 34,2% dan 11,7 %.

Beban Administratif dan Umum Perseroan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2016 meningkat sebesar Rp89,0 miliar atau sebesar 43,9%. Kenaikan
tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya gaji, biaya penyisihan
penurunan nilai, biaya kantor dan imbalan kerja karyawan masing-masing sebesar Rp60,2
miliar,Rp19,5 miliar, Rp6,4 miliar dan Rp3,4 miliar atau sebesar 49,9%,3.311,9%,317,0% dan
21,8%.
Beban Keuangan Perseroan untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2016 menurun sebesar Rp5,8 miliar atau sebesar 3,4%. Penurunan tersebut terutama
disebabkan oleh menurunnya beban bunga dan beban administrasi bank masing-masing sebesar
Rp3,7 miliar dan Rp2,1 miliar atau sebesar 2,2% dan 35,7%.

Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan Perseroan membukukan Laba Sebelum Pajak
Penghasilan tahun 2016 sebesar Rp301,6 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp373,7 miliar
atau 518,1% dibandingkan dengan Rugi sebelum pajak penghasilan tahun 2015.

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perseroan membukukan Beban Pajak Penghasilan


tahun 2016 sebesar Rp11,4 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp21,4 miliar atau 213,5%
dibandingkan dengan manfaat pajak penghasilan tahun 2015.

Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif


Tahun Berjalan Perseroan membukukan laba komprehensif tahun berjalan untuk periode
1 (satu) tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp288,9 miliar mengalami
kenaikan sebesar Rp354,4 miliar atau sebesar 541,5%. Kenaikan tersebut terutama
disebabkan oleh beberapa faktor yang telah disebutkan di atas.

Laba (Rugi) Bersih Saham Perseroan membukukan Laba Bersih per Saham tahun 2016
sebesar Rp129 mengalami kenaikan sebesar Rp163 atau 479,4% dibandingkan dengan Rugi
bersih per saham tahun 2015.

Valuta Asing, Aset valuta asing untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember
2016, 2015 dan 2014 adalah masing masing sebesar Rp14,6 miliar, Rp500,6 miliar dan Rp5,5
miliar. Aset valuta asing dipersiapkan Perseroan untuk membayar biaya dalam bentuk valuta
asing.

Sensitivitas Terhadap Mata Uang Asing, Sebagian besar transaksi Perseroan dilakukan
dalam mata uang Rupiah. Perseroan dan Entitas Anak hanya memiliki eksposur yang
terpengaruh risiko nilai tukar dalam jumlah minimal. Eksposur akan timbul apabila transaksi
dilakukan dalam berbagai mata uang asing
dan bukan menggunakan mata uang fungsional unit-unit operasional Perseroan dan Entitas
Anak atau transaksi kepada pihak ketiga.

Belanja modal merupakan pengeluaran biaya yang digunakan untuk perolehan aset tetap
Belanja modal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, 2015 dan 2014
berturut-turut adalah sebesar Rp338,0 miliar, Rp416,9 miliar, dan Rp575,9 miliar. Pengeluaran
modal dibiayai oleh kas Perseroan dan pembiayaan utang angsuran.