Anda di halaman 1dari 3

BAB 1.

PENDAHULUAN
A. Identifikasi Masalah
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas
manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah
tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dsb.
Menurut Riset Greeneration, organisasi nonpemerintah yang 10 tahun mengikuti isu
sampah, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun. Di
alam, kantong plastik yang tak terurai menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem.
Data hasil riset tersebut diperkuat oleh kenyataan akhir-akhir ini di sekitar masyarakat
Indonesia. Di Kota Medan misalnya, sampah yang dihasilkan setiap harinya juga sangat
banyak. Sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Medan, baik sampah rumah tangga,
industri, maupun sampah pelaku usaha setiap hari rata-rata mencapai 1.725 ton. Kondisi ini
menjadi salah satu pemicu Indonesia dalam kondisi darurat sampah. Namun, tidak semua
masyarakat menyadari kondisi ini.
Di kota Medan banyak sekali ditemukan sampah – sampah yang berserakan di
berbagai tempat, salah satunya, banyak sampah yang ditemukan berserakan didalam selokan.
Mereka yang membuang sampah kedalam selokan atau tempat lain adalah mereka yang tidak
peduli terhadap lingkungan. Mereka tidak memikirkan akibat yang dapat terjadi apabila
mereka terus menerus membuang sampah sembarangan.
Sebenarnya banyak sekali akibat yang dapat terjadi apabila kita terus menerus
membuang sampah sembarangan. Akibat tersebut bahkan sering kali dapat merenggut nyawa
manusia itu sendiri. Sampah yang dibiarkan menumpuk terus menerus dapat mengganggu
pandangan dan hidung kita, karena selain baunya yang tidak sedap, juga mengganggu
pemandangan. Selain itu sampah yang menumpuk itu juga dapat menyebabkan bibit penyakit
apalagi jika sampah itu berdekatan dengan tempat berjualan, akan banyak lalat yang hinggap
pada makanan yang dijual sehingga akan membuat orang yang membeli makanan tersebut
mengalami sakit perut. Apalagi saat hujan turun dengan deras, maka sampah – sampah yang
menumpuk didalam selokan akan menyumbat saluran air dan akhirnya terjadi banjir dan
apabila saat terjadin banjir besar maka akan banyak orang yang kehilangan harta benda
bahkan nyawa mereka.
Sebenarnya mereka menyadari semua akibat itu, akan tetapi mereka terus menerus
bersikap tidak peduli, seharusnya masyarakat lebih bersikap peduli, seperti mengadakan kerja
bakti untuk membersihkan lingkungan atau menyediakan lebih banyak tempat sampah di
sekitar lingkungan tersebut.
Akan tetapi yang terjadi saat ini adalah sampah terus dibiarkan menumpuk dan tidak
ada yang membersihkan terutama warga lingkungan itu sendiri. Memang tidak dapat
dipungkiri bahwa kita sendiri juga terkadang malas untuk mencari tempat sampah dan
membuang sampah pada tempatnya dan seringkali kita malah asal membuang sampah itu
ke jalan seperti saat kita naik kendaraan ataupun saat berjalan kaki. Maka dari itu, untuk
menghindari berbagai akibat yang dapat timbul karena sampah yang dibuang sembarangan
maka seharusnya kita dapat bersikap lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan
lingkungan sekitar kita.
Oleh karena itu kami terinspirasi untuk membuat sebuah alat yang diberi nama “Tong
Sampah Pilah Otomatis” yang akan mempermudah masyarakat untuk membuang sampah
tanpa perlu memisahkan sampah logam ataupun non logam dan juga membantu tukang
sampah dalam memilih sampah.
Diharapkan dengan alat yang diberi nama “ Tong Sampah Pilah Otomatis ” ini
masalah tentang kesadaran masyarakat dalam membuang sampah mulai timbul kembali. Tong
sampah ini menggunakan beberapa sensor yang dapat mendeteksi secara langsung sampah
apa yang masuk kedalam tong sampah tersebut dan akan langsung dipisahkan secara otomatis
kedalam tempat yang disediakan untuk logam maupun non logam.
B. Kondisi dan Potensi Wilayah
Pengelolaan sampah di Medan yang dilakukan Dinas Kebersihan Medan masih belum
efisien dan efektif jika ditinjau secara komprehensif dari berbagai aspek pengelolaan sampah
perkotaan. Permasalahan sampah di Medan masih belum teratasi dengan baik. Perilaku
masyarakat dalam mengelola sampah yang masih sangat rendah hingga membuat jumlah
sampah kian meningkat, volume sampah di Medan dari 1300 ton per hari meningkat hingga
mencapai 1700 ton per hari.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan kebiasaan hidup yang sehat, serta kurangnya
keseriusan pemerintah daerah dan pusat, menjadi faktor utama lambatnya penyelesaian
"Bersih-bersih sampah" ini. Tumpukan sampah masih dengan mudahnya kita jumpai
diberbagai jalan di beberapa wilayah kota ini, terutama di pasar tradisional, dan lahan kosong
yang berisi semak semak tanpa penghuni yang kerap dijadikan lahan buang sampah oleh
orang- orang yang tak bertanggung jawab. Selain itu Overload-nya Tempat Pembuangan
Akhir (TPA) yang sudah penuh sesak dengan jutaan ton sampah, hampir tak mampu lagi
untuk menampung sampah dari penjuru kota.
Bukan hanya itu, kesadaran Masyarakat khususnya kota Medan untuk membuang
sampah sesuai dengan tempatnya juga masih sangat rendah. Masyarakat lebih suka
membuang sampah sembarangan ke sungai, parit atau selokan, bahkan ada yang terang-
terangan mencampakkan bungkusan sampah ke jalanan. Selain faktor-faktor tersebut, belum
adanya kejelasan konsep pengelolaan sampah juga menyadi penyebab utama kenapa kota
Medan tak bisa bebas dari sampah.
C. Manfaat Jangka Panjang Pada Pihak Sasaran
Manfaat yang akan didapat apabila kita sudah mempunyai kesadaran dalam
membuang sampah adalah sebagai berikut :
1. Mencegah terjadinya banjir
2. Mencegah bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh sampah yang dapat menyebabkan polusi
udara
3. Mencegah terjadinya kerusakan tanah dan air, sampah yang berasal dari logam, plastic
bisa merusak unsur pada tanah dan air sehingga kemurnian dan kesuburan dari tanah dan
air tercemar
4. Memudahkan daur ulang sampah
5. Lingkungan yang terhindar dari sampah akan terlihat lebih rapih dan indah

D. Luaran yang diharapkan


1. Masyarakat dikota Medan diharapkan mempunyai kesadaran yang lebih baik lagi dalam
membuang sampah agar tidak terjadi hal – hal yang dapat mengakibatkan kerugian
tersendiri bagi masyarakat.
2. Terciptanya lingkungan yang bersih, rapih dan juga terhindar dan bau yang tidak sedap
yang ditimbulkan oleh sampah di kota Medan.
3. Mempermudah pekerjaan tukang sampah dalam memilih sampah organik, anorganik dan
juga sampah yang berbahaya.
4. Masyarakat menjadi sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya.