Anda di halaman 1dari 2

Soal 2:

Pendekatan membangun teori yang manakah (pragmatik, sintaktik & semantik, normatif, dan positif)
yang dianut dalam penyusunan standar akuntansi yang sekarang berlaku di Indonesia dan berikan
contoh atas pendapat Anda ...! (300 - 400 kata)

Jawaban:

Menurut saya, teori yang dianut dalam penyusunan standar akuntansi yang saat ini berlaku di
Indonesia adalah gabungan dari teori normatif dan teori positif. Teori normatif merupakan teori yang
berfokus pada rekomendasi kebijakan dan tindakan apa yang seharusnya dilakukan dalam praktik
akuntansi. Teori normatif terikat dengan etika dan berusaha untuk mencari suatu pengukuran untuk
menghitung laba secara benar. Praktik akuntansi saat ini menggunakan SAK yang disusun oleh DSAK
adalah bentuk dari penerapan teori normatif. Praktik akuntansi dilaksanakan sesuai dengan aturan yang
telah diatur. Namun seiring berjalan waktu, teori normatif dianggap gagal menjabarkan fenomena
praktik akuntansi di dunia nyata. Oleh sebab itu, dikembangkanlah teori positif.

Teori positif merupakan studi lanjutan dari teori akuntansi normatif. Berbeda dengan teori
normatif, teori positif terbebas dari ikatan aspek etika dan kondisi seharusnya yang dapat dicapai. Teori
positif lebih mengacu pada keadaan yang sebenarnya terjadi di dunia nyata yang bersifat deskriptif,
menjelaskan dan memprediksi. Teori ini berorientasi pada penelitian empiris untuk menjustifikasi
berbagai teknik atau metode akuntansi yang digunakan sekarang atau mencari model baru untuk
pengembangan teori akuntansi di masa yang akan datang.

Teori akuntansi positif mengasumsikan informasi akuntansi sebagai komoditas ekonomi dan
politik karena informasi akuntansi dapat digunakan untuk mencapai tujuan pihak tertentu. Teori ini
menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti perusahaan mana yang memiliki kecenderungan untuk
menerapkan metode depresiasi garis lurus dibanding metode depresiasi diminishing-balance, dan apa
alasannya. Selain itu, teori ini juga digunakan untuk menentukan (1) kebijakan akuntansi mana yang
paling baik untuk memaksimalkan laba perusahaan yang akan secara otomatis memaksimalkan insentif
manajer perusahaan, (2) menghindarkan perusahaan dari pelanggaran perjanjian utang sehingga
perusahaan terhindar dari biaya utang atau (3) mengalihkan perhatian pemerintah atau pihak lain dari
laba perusahaan yang tinggi sehingga dapat mengurangi jumlah pajak yang seharusnya dibayarkan
perusahaan.

Jika penggunaan teori normatif dianggap tidak bisa menjabarkan keadaan real dalam praktik
akuntansi, penggunaan teori positif secara sempurna juga dapat berisiko dihalalkannya berbagai cara
untuk melanggengkan kebutuhan manajer perusahaan. Hal ini bertentangan dengan tujuan perusahaan
untuk memaksimalkan kekayaan pemilik perusahaan, bukan manajer.

Contoh dari penggunaan teori positif yang sempurna adalah kasus Enron yang merupakan
skandal yang terjadi karena adanya manipulasi laporan keuangan agar saham perusahaan tetap diminati
investor. Teori positif yang tidak terikat dengan etika dan nilai apa yang salah dan mengganggap
informasi sebagai akomodasi politik mengakibatkan pelaku praktik akuntansi mau berbuat curang untuk
kepentingan pihak-pihak tertentu. Contoh penerapan kombinasi teori normatif dan positif adalah DSAK
menyusun standar akuntansi keuangan berdasarkan bukti-bukti empiris yang terjadi di dunia nyata
untuk menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena tanpa mengesampingkan aspek etika dan hal-hal
yang seharusnya dilakukan.