Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Pendidikan Biologi 7 (1) (2017) 65 - 71

Jurnal Pendidikan Biologi


Journal of Biology Education
http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/JPB
eISSN: 2502-3810pISSN: 2086-2245

Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle dan Problem Based


Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Ekosistem

Masni Veronika Situmorang*


SMP Swasta Methodist Pematangsiantar, Kotamadya Pematangsiantar, Sumatera Utara
*Korespondensi: masniveronika@gmail.com

ABSTRACT

This research was conducted in class 7th SMP Swasta Methodist Pematangsiantar which aims to
determine: The effect of learning model (Learning Cycle, Problem Based Learning, and Konvensional)
on student’s learning outcomes in ecosystem material. The population in this study amounted four
classes and otherwise being research sample was as much as three classes, 7th-A as class with Problem
Based Learning, 7th- B as class with Learning Cycle, and 7th-C as class with Konvensional. The data
collection instrument by using: Test student’s learning outcomes in the form of the 30 multiple-
choice items. This research method is quasi experiment with data analysis technique using Anacova
Test and Anova 2 lines with a significance level α = 0,05. The result of this research found that:
There is an effect of learning model (Learning Cycle, Problem Based Learning, and Konvensional) on
student’s learning outcomes in ecosystem material, where a group of student who learned wih
Learning Cycle 74,95±11,386, Problem Based Learning 81,33±10,23, and Konvensional 68,19±10,24,
with Fcount = 13,280; p = 0,000 and significance level α = 0,05.

Keywords: Learning Cycle, Problem Based Learning, Learning Outcomes

PENDAHULUAN Selain sistem e-learning atau


pembelajaran online, pembelajaran
Pembelajaran ekosistem yaitu belajar ekosistem seharusnya dilakukan langsung
mengenai hubungan timbal balik makhluk di alam. Namun yang terjadi di SMP
hidup dengan lingkungannya. Untuk Swasta Methodist Pematangsiantar
mempelajarinya, siswa perlu diberikan berdasarkan hasil observasi bahwa
pembelajaran yang baik. Reyna (2011) pembelajaran yang dilakukan masih
menjelaskan bahwa pembelajaran menggunakan ceramah. Cara seperti ini
ekosistem di Australia dilakukan dengan kurang efektif, ini terbukti bahwa Standar
sistem e-learning. Disini siswa dibelajarkan Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM)
secara aktif, adanya interaksi antara siswa untuk mata pelajaran IPA di sekolah ini
dengan guru sehingga siswa pun merasa adalah 70. Sebaliknya nilai rata-rata
terlibat dalam proses pembelajaran. perolehan siswa adalah 65.

65
Situmorang / Jurnal Pendidikan Biologi 7 (1) (2017) 65 - 71

Kegiatan pembelajaran yang selama berpikir, mencari, menemukan dan


ini dilaksanakan di sekolah tersebut menjelaskan contoh penerapan konsep
kebanyakan masih dalam bentuk yang telah dipelajari.
pembelajaran yang berpusat pada guru Dahar (1988) mengemukakan bahwa
bukan pada siswa. Pembelajaran ini lebih Learning Cycle adalah suatu strategi
mengutamakan bagaimana cara mengisi pembelajaran yang berpusat pada pebelajar
pikiran siswa bukan pada bagaimana cara (student centered). Pada prinsipnya Learning
menata berpikir. Pembelajaran menjadi Cycle merupakan rangkaian tahap-tahap
pasif dan tidak ada kerja sama antar siswa kegiatan yang diorganisasikan sedemikian
bahkan antara guru dan siswa, sehingga rupa sehingga pebelajar dapat menguasai
siswa kehilangan kemampuan dirinya, kompetensi-kompetensi yang harus dicapai
toleransi terhadap perbedaan pendapat dan dalam pembelajaran dengan jalan berperan
pengambilan keputusan yang bertanggung aktif. Strategi ini memudahkan siswa
jawab. Akibat yang lain yang dapat memahami materi secara bermakna, karena
ditimbulkan yaitu siswa menjadi kerdil dan guru telah membuat materi pelajaran
tidak dapat mengembangkan kreativitas terorganisasi dengan baik dan diberikan
belajar mereka secara optimal dan sebelum belajar di kelas. Sebagai alat bantu
bertanggung jawab. proses desain instruksional, Learning Cycle
Dari uraian di atas, dapat dipahami dapat memperkuat kognitif siswa dan
bahwa untuk meningkatkan hasil belajar meningkatkan pemahaman siswa tentang
siswa, dibutuhkan suatu model atau strategi berbagai materi pelajaran. Hal ini sesuai
pembelajaran yang mampu untuk lebih dengan penelitian yang dilakukan oleh
memberdayakan siswa dalam suatu proses Suastika (2011) bahwa pembelajaran
pembelajaran. Guru dapat menghubungkan Learning Cycle dapat meningkatkan hasil
permasalahan tersebut dengan konsep- belajar. Pembelajaran lebih dominan pada
konsep pembelajaran dan pada akhirnya tahap eksplorasi dimana siswa melakukan
siswa dapat mengaplikasikan konsep- pengamatan dan percobaan, dan juga pada
konsep tersebut dalam memecahkan tahap penjelasan dimana guru meminta
berbagai masalah yang dihadapinya. Dari penjelasan siswa terlebih dahulu kemudian
sekian banyak model pembelajaran yang guru mengembangkan konsep yang telah
bisa digunakan, penulis menggunakan didapatkan siswa sehingga siswa lebih
pembelajaran Learning Cycle karena memahami konsep tersebut.
memiliki kelebihan antara lain: (1) Selain itu, dapat pula digunakan
merangsang kembali siswa untuk Problem Based Learning. Pembelajaran ini
mengingat kembali materi pelajaran yang merupakan salah satu strategi yang dapat
telah mereka dapatkan sebelumnya; (2) meningkatkan aktivitas siswa dalam
memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar. Aktivitas tersebut cenderung lebih
lebih aktif dalam pembelajaran dan ringkas, terbuka, dan mudah untuk
menambah rasa keingintahuan; (3) melatih berintegrasi dan diorganisasikan dengan
siswa belajar menemukan konsep melalui pelajaran sebelumnya. Menurut Simmons,
kegiatan eksperimen; (4) melatih siswa et.al. (2008) proses PBL merupakan
untuk menyampaikan secara lisan konsep pendekatan pembelajaran yang berpusat
yang telah mereka pelajari; dan (5) pada pebelajar dimana siswa dapat
memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan pengamatan, mengintegrasi

66
Situmorang / Jurnal Pendidikan Biologi 7 (1) (2017) 65 - 71

antara teori dan praktek, dan aplikasi atau dengan asumsi bahwa data hasil belajar
penerapan pengetahuan, pengembangan bersifat homogen. Selanjutnya, dilakukan
keterampilan untuk mencari solusi dari uji anakova dengan taraf signifikansi 0,05.
suatu masalah. Lebih lanjut Akcay (2009) Analisis data penelitian dilakukan dengan
mengemukakan bahwa PBL membuat menggunakan software Systat 13.0 dan
siswa lebih aktif, karena mereka diberikan SPSS 19.0. Sedangkan untuk menguji
satu masalah sehingga mereka merasa lebih hipotesis penelitian antara kelompok
memiliki wewenang dan tanggung jawab pembelajaran menggunakan model
dalam tugas mereka. pembelajaran Learning Cycle, Problem Based
Permasalahan yang dikaji dalam Learning, dan pembelajaran konvensional
penelitian ini adalah: hasil belajar siswa, yang dievaluasi menggunakan uji
dalam penelitian ini dibatasi dalam ranah ANACOVA pada taraf signifikansi α =
kognitif pada materi ekosistem di kelas VII 0,05.
SMP yang diperoleh melalui tes hasil
belajar. Tujuan penelitian ini dilakukan HASIL DAN PEMBAHASAN
adalah untuk mengetahui perbedaan
pengaruh model pembelajaran (Learning Nilai hasil belajar terentang dari skor
Cycle, Problem Based Learning, dan 0-100. Data hasil belajar (pretes) yang
Konvensional) terhadap hasil belajar siswa dibelajarkan dengan model pembelajaran
pada materi ekosistem. Problem Based Learning N = 35 orang
diperoleh data nilai rata-rata hasil belajar
METODE PENELITIAN sebesar = 49,05, dengan nilai minimum =
33,33; nilai maksimum = 60,00; nilai
Rancangan penelitian ini adalah quasi median = 50,00 ; standar deviasi = 7,075.
eksperimen, yang dilakukan terdiri dari dua Untuk data hasil belajar (postes) yang
kelompok eksperimen (Learning Cycle dan dibelajarkan dengan model pembelajaran
Problem Based Learning) dan satu kelompok Problem Based Learning N = 35 orang
kontrol (Konvensional), dilaksanakan di diperoleh data nilai rata-rata hasil belajar
SMP Swasta Methodist Pematangsiantar. sebesar = 81,33, dengan nilai minimum =
Waktu penelitian mulai bulan Februari 53,33; nilai maksimum = 96,67; nilai
sampai Mei 2014. Validasi instrumen median = 83,33 ; standar deviasi = 10,23.
penelitian dilakukan oleh 2 orang ahli, Selanjutnya data hasil belajar (pretes)
kemudian uji coba instrumen pada 35 yang dibelajarkan dengan model
orang siswa kelas VII. pembelajaran Learning Cycle N = 35 orang
Teknik pengumpulan data pada diperoleh data nilai rata-rata hasil belajar
penelitian ini berupa tes hasil belajar. sebesar = 47,62, dengan nilai minimum =
Sebelumnya data yang diperoleh dilakukan 30,00; nilai maksimum = 60,00; nilai
uji persyaratan yang terdiri dari uji median = 50,00; standar deviasi= 7,94.
normalitas data menggunakan Uji Liliefors Untuk data hasil belajar (postes) yang
dan uji homogenitas data menggunakan dibelajarkan dengan model pembelajaran
Levene’s Test pada taraf signifikansi 0,05. Uji Learning Cycle N = 35 orang diperoleh data
normalitas yang dilakukan dengan asumsi nilai rata-rata hasil belajar sebesar = 75,05,
bahwa data hasil belajar bersifat normal; dengan nilai minimum = 43,33; nilai
sedangkan uji homogenitas dilakukan maksimum = 93,33; nilai median = 76,67;

67
Situmorang / Jurnal Pendidikan Biologi 7 (1) (2017) 65 - 71

standar deviasi= 11,39. Sedangkan data Data hasil belajar siswa (pretes)
hasil belajar yang dibelajarkan dengan berdistribusi normal (Z=0,168; p=0,614).
model pembelajaran Konvensional N = 35 Demikian pula untuk data hasil belajar
orang diperoleh data nilai rata-rata hasil siswa (postes) berdistribusi normal
belajar sebesar = 47,52, dengan nilai (Z=0,159; p=0,483). Hasil belajar yang
minimum = 33,33; nilai maksimum = dibelajarkan dengan model pembelajaran
63,33; nilai median = 50,00; standar deviasi Learning Cycle 74,95±11,386 ( SD)
= 7,56. Data hasil belajar (postes) yang berbeda signifikan dengan hasil belajar
dibelajarkan dengan model pembelajaran yang dibelajarkan dengan model
Konvensional N = 35 orang diperoleh data pembelajaran Problem Based Learning
nilai rata-rata hasil belajar sebesar = 68,20, 81,33±10,23. Demikian pula dengan hasil
dengan nilai minimum = 46,67; nilai belajar yang dibelajarkan dengan
maksimum = 90,00; nilai median = 70,00; konvensional 68,19±10,24 seperti yang
standar deviasi = 10,23. disajikan dalam Gambar 1.

Gambar 1. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle dan Problem Based Learning terhadap Hasil
Belajar Siswa

Selanjutnya berdasarkan uji Tukey (Learning Cycle, Problem Based Learning,


diperoleh bahwa hasil belajar siswa yang dan Konvensional) adalah Fhitung = 13,280;
dibelajarkan dengan model pembelajaran dengan taraf signifikansinya = 0,05, yang
Learning Cycle (74,936) berbeda signifikan berarti H0 yang menyatakan bahwa tidak
dengan hasil belajar siswa yang ada pengaruh model pembelajaran
dibelajarkan dengan model pembelajaran (Learning Cycle, Problem Based Learning, dan
Problem Based Learning (81,371) dan Konvensional) terhadap hasil belajar siswa
Konvensional (68,169). Hasil Anakova pada materi ekosistem ditolak; sedangkan
data pengaruh model pembelajaran Ha yang menyatakan bahwa ada pengaruh

68
Situmorang / Jurnal Pendidikan Biologi 7 (1) (2017) 65 - 71

model pembelajaran (Learning Cycle, memungkinkan siswa dapat


Problem Based Learning, dan Konvensional) mengungkapkan gagasan, mendengarkan
terhadap hasil belajar siswa pada materi pendapat orang lain, dan secara bersama-
ekosistem diterima. sama membangun pengertian.
Pada hasil penelitian diperoleh bahwa Pembelajaran berkembang jika peserta
ada pengaruh model pembelajaran didik berpartisipasi aktif dalam proses
terhadap hasil belajar siswa. Hal ini tersebut dan jika pembelajaran didasarkan
ditandai dari rata-rata hasil belajar siswa pada suatu masalah. Dengan pengajuan
yang dibelajarkan dengan model masalah dalam konteks dunia nyata, maka
pembelajaran Learning Cycle berbeda siswa secara aktif dapat mengembangkan
signifikan dengan rata-rata hasil belajar materi pelajaran yang dibrikan sehingga
siswa yang dibelajarkan dengan model dapat meningkatkan hasil belajar biologi
pembelajaran Problem Based Learning dan siswa. hal ini sejalan dengan penelitian
Konvensional. yang dilakukan oleh Setiawan (2008) yang
Siswa yang dibelajarkan dengan model menyimpulkan bahwa Problem Based
pembelajaran Problem Based Learning Learning dapat meningkatkan hasil belajar
memiliki rata-rata hasil belajar yang lebih siswa dalam pembelajaran biologi. Temuan
tinggi dibandingkan dengan siswa yang dalam penelitian ini juga mendukung
dibelajarkan dengan model pembelajaran penelitian yang dilakukan oleh Sitepu
Learning Cycle dan Konvensional. Hal ini (2011) bahwa pembelajaran Problem Based
dikarenakan siswa dapat: (1) belajar dalam Learning dapat meningkatkan hasil belajar
kelompok-kelompok kecil, (2) Diajak biologi siswa secara signifikan.
untuk menghadapi berbagai situasi Berbeda dengan model pembelajaran
kehidupan nyata yang tidak dapat diberi Problem Based Learning, model
jawaban-jawaban sederhana, dan (3) pembelajaran Learning Cycle yang
menganalisis dan menetapkan masalahnya, dilaksanakan juga dapat meningkatkan
mengembangkan hipotesis dan membuat hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat
prediksi, mengumpulkan dan menganalisis dari rata-rata hasil belajar siswa yang
informasi, melaksanakan eksperimen, dibelajarkan dengan model pembelajaran
membuat inferensi dan menarik Learning Cycle yang berbeda dengan rata-
kesimpulan (Arends, 2008). rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan
Dengan menggunakan model dengan Konvensional.
pembelajaran Problem Based Learning siswa Learning Cycle adalah model
baik secara pribadi maupun kelompok pembelajaran yang berpusat pada
dapat menemukan sendiri konsep-konsep pebelajar, dimana memiliki serangkaian
pembelajaran melalui pemecahan masalah, tahapan yang diorganisasi sedemikian rupa
siswa merasa terlibat langsung dalam sehingga pebelajar dapat menguasai
kegiatan belajar-mengajar sehingga dapat kompetensi-kompetensi yang harus dicapai
meningkatkan hasil belajar. Pembelajaran dalam pembelajaran dengan jalan berperan
yang diatur dalam kerja kelompok dalam aktif. Bila dikembangkan dan dipelajari
rangka pemecahan masalah mampu lebih lanjut, pembelajaran Learning Cycle
menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dapat meningkatkan hasil belajar karena
karena pengkonstruksian pengetahuan sesuai dengan teori belajar Piaget. Dahar
dilakukan secara bersama-sama yang (1988) menjelaskan pernyataan Piaget

69
Situmorang / Jurnal Pendidikan Biologi 7 (1) (2017) 65 - 71

yang menyatakan bahwa belajar sebagai orang yang belum mengetahui apa-
merupakan pengembangan aspek kognitif apa dan hanya menerima bahan-bahan
yang meliputi struktur, isi, dan fungsi. ilmu pengetahuan yang diberikan guru.
Struktur intelektual adalah organisasi- Tujuan pembelajaran konvensional adalah
organisasi mental tingkat tinggi yang terbatas pada pemikiran ilmu pengetahuan
dimiliki individual untuk memecahkan sehingga siswa berperan pasif ketika proses
masalah-masalah. Isi adalah perilaku khas belajar mengajar berlangsung dan siswa
individu dalam merespon masalah yang cenderung menerima keputusan guru
dihadapi. Sedangkan fungsi merupakan dalam pengajaran yang diberikan oleh
proses pengembangan intelektual yang guru. Maka hasil belajar pun akan
mencakup adaptasi dan organisasi. memberikan rata-rata yang berbeda
Adaptasi terdiri atas asimilasi dan signifikan bila dibandingkan dengan rata-
akomodasi. Pada proses asimilasi individu rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan
menggunakan struktur kognitif yang sudah dengan menggunakan model
ada untuk memberikan respon terhadap pembelajaran.
rangsangan yang diterimanya. Dalam
asimilasi individu berinteraksi dengan data KESIMPULAN
yang ada di lingkungan untuk diproses
dalam struktur mentalnya. Dalam proses Berdasarkan hasil penelitian yang
ini struktur mental individu dapat berubah, telah diuraikan, maka diperoleh
sehingga terjadi akomodasi. Pemerolehan kesimpulan bahwa: Terdapat pengaruh
konsep baru akan berdampak pada konsep model pembelajaran (Learning Cycle,
yang telah dimiliki individu. Individu Problem Based Learning, dan Konvensional)
harus dapat menghubungkan konsep yang terhadap hasil belajar siswa pada materi
baru dipelajari dengan konsep-konsep lain ekosistem.
dalam suatu hubungan antar konsep.
Dengan demikian proses pembelajaran DAFTAR PUSTAKA
bukan lagi sekedar transfer pengetahuan
dari guru ke siswa, tetapi merupakan Akcay, B. 2009. Problem-Based Learning in
proses pemerolehan konsep yang Science Education. Journal of Turkish Science
berorientasi pada keterlibatan siswa secara Education. 6(1): 26-36.
Arends. 2008. Learning To Teach: Belajar untuk
aktif dan langsung. Oleh karena itu, untuk Mengajar. Edisi Bahasa Indonesia. Edisi
ke depannya model pembelajaran Learning ketujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Cycle haruslah lebih dipelajari agar semakin Dahar, R. 1988. Teori-Teori Pembelajaran.
mudah dalam menerapkan kepada siswa. Jakarta: Erlangga.
Reyna, J. 2011. Digital Teaching and Learning
Selanjutnya untuk rata-rata hasil Ecosystem (DTLE): A Theoretical Approach for
belajar siswa yang dibelajarkan dengan Online Learning Environments. Proceedings
Konvensional lebih rendah dibandingkan ascilite 2011 Hobart: Concise Paper,
dengan model pembelajaran yang lain Hobart, Tasmania, Australia, 4-7
Desember2011,(http://www.ascilite.org.au
(Learning Cycle dan Problem Based Learning). conferenceshobart11downloadspapersReyna
Hal ini disebabkan penggunaan -concise.pdf, diakses 6 Desember 2013).
Konvensional yang masih sederhana. Setiawan, I. G. A. N. 2008. Penerapan
Pengajaran Kontekstual Berbasis Masalah
Dalam pengajaran konvensional, siswa
untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi
dalam proses pengajaran dipandang Siswa Kelas X2 SMA Laboratorium

70
Situmorang / Jurnal Pendidikan Biologi 7 (1) (2017) 65 - 71

Singaraja. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Siswa SMA Negeri 1 Lubukpakam. Tesis,
Pendidikan Undiksha (online), Program Pasca Sarjana Universitas Negeri
(http://www.freewebs.com, diakses tanggal Medan.
14 Juni 2014). Suastika, K. 2011. Implementasi Model
Simmons, E.M., et.al. 2008. Assessing The Pembelajaran Siklus (Learning Cycle) pada
Influence of Field-and Gis-Based Inquiry on Pembelajaran Fisika Materi Dinamika Partikel
Student Attitude and Conceptual di Kelas X Semester 1 SMA Negeri 1 Palangka
Knowledge in an Undergraduate Ecology Raya Tahun Ajaran 2010/2011. Prosiding
Lab. CBE-Life Science Education. 7: 338-345. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan
Sitepu, S. 2011. Pengaruh Strategi dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA,
Pembelajaran Berbasis Masalah dan Universitas Negeri Yogyakarta, 14 Mei
Motivasi Belajar terhadap Kemampuan 2011, diakses 6 Desember 2013.
Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi

71