Anda di halaman 1dari 275

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT


INTERAKTIF MATERI PEMBUATAN MAKANAN PADA
TUMBUHAN HIJAU UNTUK KELAS V SD NEGERI DEPOK 1

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:
Rr. Natalia Dewanty
NIM: 131134209

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2017

i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERSEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan untuk:

1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu memberi perlindungan dan

pencerahan dalam mengerjakan penelitian ini.

2. Kedua orangtua, Bapak R. Suprojo dan Ibu Siti Naisah tersayang yang telah

berjuang hingga saya berada di sini, selalu memberi dukungan, motivasi, dan

selalu menyelipkan namaku di setiap doanya.

3. Kakakku yang tercinta Vincensia Ervina P. yang telah memberi semangat dan

dukungan.

4. Keponakanku Vincentius Abiandra Wijaya yang telah memberiku semangat.

5. Sahabat-sahabatku yang luar biasa Yoga, Dika, Fika, Ririn, Tita, dan Rani yang

telah memberikan dukungan dan doa yang selalu menyertai dalam meraih mimpi

bersama untuk menjadi seorang pendidik yang berguna bagi nusa dan bangsa.

6. Teman-teman payung TIK dan konvensional yang selalu setia untuk berjuang

bersama.

7. Teman-teman PGSD angkatan 2013 yang selalu ada dan setia untuk berjuang

bersama.

8. Almamaterku tercinta Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Motto

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,

sebab Ia yang memelihara kamu

(Petrus 5:7)

v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 30 Mei 2017

Peneliti

Rr. Natalia Dewanty

vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN


PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
Nama : Rr. Natalia Dewanty
Nomor Mahasiswa : 131134209

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan


Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif Materi
Pembuatan Makanan Pada Tumbuhan Hijau Untuk Kelas V SD Negeri
Depok 1.

beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada


Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan
dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,
mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media
lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun
memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis.
Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal: 07 Maret 2017
Yang menyatakan

Rr. Natalia Dewanty

vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT


INTERAKTIF MATERI PEMBUATAN MAKANAN PADA TUMBUHAN
HIJAU UNTUK KELAS V SD NEGERI DEPOK 1

Rr. Natalia Dewanty


Universitas Sanata Dharma
2017

Penelitian ini dilakukan karena masih banyak guru yang membutuhkan


media pembelajaran berbasis TIK yang dapat digunakan dalam proses
pembelajaran di kelas, terutama untuk siswa sekolah dasar kelas V. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK
berupa Powerpoint interaktif untuk mata pelajaran IPA materi pembuatan
makanan pada tumbuhan hijau yang layak digunakan untuk kegiatan
pembelajaran kelas V di SD Negeri Depok 1.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini
menggunakan sembilan langkah prosedur penelitian pengembangan yang terdiri
dari 1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulkan Data, 3) Desain Produk, 4)
Validasi Desain, 5) Revisi Desain, 6) Uji Coba Produk, 7) Revisi Produk, 8) Uji
Coba Pemakaian, 9) Revisi Produk yang kemudian akan menjadi produk akhir
berupa media pembelajaran berbasis TIK untuk peserta didik kelas V sekolah
dasar.
Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri Depok 1.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan
wawancara dan kuisioner. Daftar pertanyaan digunakan untuk melakukan analisis
kebutuhan terhadap guru kelas V SD Negeri Depok 1. Kuisioner digunakan untuk
melakukan validasi media pembelajaran berbasis TIK oleh dua orang ahli media
pembelajaran berbasis TIK dan dua orang guru kelas V sekolah dasar. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis TIK layak
digunakan dengan rerata 3,5 termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.
Kata Kunci: Media Pembelajaran berbasis TIK, Powerpoint Interaktif.

viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

THE DEVELOPMENT OF INTERACTIVE POWERPOINT LEARNING


MEDIA ON THE TOPIC OF FOOD MAKING PROCESS IN GREEN
PLANTS FOR FIFTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI DEPOK 1

Rr. Natalia Dewanty


Sanata Dharma University
2017

This study is conducted because there are still many teachers who need
Information Technology (IT)-based learning media that can be applied in the
teaching and learning process in the classroom, especially for fifth grade
students. The main purpose of this study is to develop IT-based learning media in
the forms of appropriate interactive Powerpoint learning media for Science class
on the topic of food making process in green plants for fifth grade students of SD
Negeri Depok 1.
This study is a Research and Developmental (R&D) study. The procedure
consists of 9 steps, including: 1) Potentials and problems, 2) Data collection, 3)
Product design, 4) Design validation, 5) Design revision, 6) Product try-out, 7)
Product revision, 8) Application try-out, 9) Product revision until the desired
products, i. e. interactive Powerpoint learning media, are complete.
The subjects of the study were fifth grade students of SD Negeri Depok 1.
The instruments used in this study were a list of questions for the interview and
questionnaires. The interview was used to analyse the needs of IT-based learning
media. On the other hand, the questionnaire was used to validate the media which
was done by two IT media experts and two fifth grade teachers. The results of the
study showed that the IT-based learning media to be implemented whith a average
of 3,5 which showed that the media were categorised as “Very Good”.
Keywords: IT-based learning media, Interactive Powerpoint, Research and
Development.

ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan berkat

serta rahmat-Nya, peneliti mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif Materi Pembuatan

Makanan Pada Tumbuhan Hijau untuk Kelas V SD Negeri Depok 1” dengan baik.

Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti banyak

mendapat bantuan, dukungan, motivasi, dan bimbingan dari berbagai pihak, baik

secara langsung maupun tidak langsung sehingga skripsi ini dapat diselesaikan

dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan

terimakasih kepada:

1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma.

2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD.

3. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. selaku wakil Ketua Program

Studi PGSD.

4. Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang

telah membimbing dan memberikan dukungan sehingga peneliti dapat

menyelesaikan skripsi ini.

5. Agnes Herlina Dwi H., S.Si., M.T., M.Sc. selaku dosen pembimbing II

yang telah membimbing dan memberikan dukungan sehingga peneliti

dapat menyelesaikan skripsi ini.

x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Drs. I Nyoman Arcana M.Si., selaku validator ahli media pembelajaran

berbasis TIK.

7. Theresia Yunia, S.Pd., M.Hum selaku validator ahli media pembelajaran

berbasis TIK.

8. Sri Haryani Wahyu Lestari, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SD Negeri Depok

1 yang telah memberi ijin dan bantuan kepada peneliti selama melakukan

penelitian di SD Negeri Depok 1.

9. Hidayat, S.Pd., selaku guru kelas V SD Negeri Depok 1 yang telah

bersedia menjadi validator media pembelajaran berbasis TIK.

10. Vincentia Ervina P., S.Pd., yang telah bersedia menjadi validator media

pembelajaran berbasis TIK.

11. Bapak dan Ibu tercinta, R. Suprojo, dan Siti Naisah yang telah

memberikan dukungan, doa dan motivasi bagi peneliti dalam

menyelesaikan skripsi ini.

12. Kakakku yang tercinta Vincensia Ervina P. yang telah memberi semangat

dan dukungan.

13. Keponakanku Vincentius Abiandra Wijaya yang telah memberiku

semangat.

14. Sahabat-sahabatku yang luar biasa Yoga, Fika, Ririn, Tita, dan Rani yang

telah memberikan dukungan dan doa yang selalu menyertai dalam meraih

mimpi bersama untuk menjadi seorang pendidik yang berguna bagi nusa

dan bangsa.

xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15. Teman satu payung TIK dan konvensional yang selalu setia untuk

berjuang bersama.

16. Pihak lain yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per satu, terima kasih

untuk dukungan dan bantuannya kepada peneliti, sehingga skripsi ini dapat

selesai dengan baik.

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat

peneliti harapkan dari para pembaca. Akhir kata, selamat membaca

semoga bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, 30 Mei 2017

Peneliti

Rr. Natalia Dewanty

xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL...…………………………………………………………….... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING....……………………….……….... ii

HALAMAN PENGESAHAN...……………………………………………….......... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN...………………………...……………………........ iv

HALAMAN MOTTO...………………...………………………………………....... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA....………………..……………………........ vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS....…..………………………...................... vii

ABSTRAK.……….......……………………………………..…………………….... viii

ABSTRACT..…….…………………………………………………………………... ix

KATA PENGANTAR...………………………..………………………………….... x

DAFTAR ISI..…………………………………...…………………………….......... xiii

DAFTAR TABEL..………………………………………..………………………... xvii

DAFTAR BAGAN..………………………………………...…………………......... xix

DAFTAR GAMBAR..…………………………….......…………………………..... xx

DAFTAR LAMPIRAN...………………………………………………..………...... xxi

BAB I PENDAHULUAN..……………………………………………..…………... 1

A. Latar Belakang Masalah.…………………………………………………..... 1

B. Rumusan Masalah.………………………………………………………...... 8

C. Tujuan Penelitian.………………………………………………………….... 9

D. Manfaat Penelitian.…………………………………...……….…………...... 9

xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. Spesifikasi Produk yang Diharapkan.............................................................. 10

F. Definisi Operasional ………………………………...…................................ 12

BAB II LANDASAN TEORI..................................................................................... 14

A. Kajian Pustaka …………………………………...………………………..... 14

1. Pembelajaran ....…………………………...……………......................... 14

2. Pembelajaran IPA SD................................................................................ 15

3. Teori Perkembangan anak......................................................................... 18

4. Media Pembelajaran.................................................................................. 19

a. Pengertian Media.……………………………....................................... 19

b. Tujuan penggunaan media dalam pembelajaran................................. 20

c. Manfaat Media.……………………................................................... 22

5. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi

(TIK).…………………............................................................................. 23

a. Pengertian Media Pembelajaran Berbasis TIK................................... 23

b. Jenis-jenis Media TIK Pembelajaran.................................................. 25

c. Fungsi Media TIK dalam Pembelajaran............................................. 27

6. Microsoft Powerpoint Interaktif……………………….…………........... 29

a. Pengertian Microsoft Powerpoint....................................................... 29

b. Kelebihan dan Kekurangan Microsoft Powerpoint............................. 34

c. Pertimbangan Teknis Pengemasan Materi dalam Powerpoint............ 36

7. Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif..................... 38

8. Hakikat Ilmu Pengetuan Alam….............................................................. 41

9. Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau................................. 42

xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Hasil Penelitian yang Relevan.…………………………………………….... 44

C. Kerangka Berpikir.………………………………………………………...... 47

D. Pertanyaan Penelitian ……………………………………………………..... 49

BAB III METODE PENELITIAN.....…………….……………………..………...... 50

A. Jenis Penelitian.…………………………………………………………….... 50

B. Setting Penelitian.………………………………………………………….... 51

1. Objek Penelitian.......................................................................................... 51

2. Subjek Penelitian........................................................................................ 51

3. Lokasi Penelitian......................................................................................... 51

C. Prosedur Pengembangan…............................................................................. 52

D. Teknik Pengumpulan Data.………………..................................................... 61

E. Validasi Ahli Media.……………………………………………………....... 61

F. Instrumen Penelitian........................................................................................ 62

G. Teknik Analisis Data....................................................................................... 65

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....……………......….…..... 69

A. Hasil Penelitian.….......……………………………………………………... 69

1. Analisis Kebutuhan.…………….......………………………………....... 69

2. Deskripsi Produk Awal.……………….................................................... 73

a. Perangkat Pembelajaran.………….......……….................................. 74

b. Media pembelajaran Powerpoint Interaktif......................................... 75

3. Data Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran berbasis Powerpoint

Interaktif, Perangkat Pembelajaran dan Revisi Produk.……………........ 77

a. Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran berbasis TIK.………....... 77

xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran.…………………………..... 81

4. Data Hasil Validasi Media Pembelajaran, Perangkat Pembelajaran dan

Revisi Produk oleh Guru Kelas V SD.………………………….............. 83

a. Hasil Validasi Media Pembelajaran.……………………………....... 83

b. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran.………………………......... 87

5. Kajian dari Hasil Uji Coba Produk terbatas.............................................. 88

a. Hasil Evaluasi Pembelajaran.………………………………….......... 89

b. Hasil angket kuesioner.…………………………………………....... 92

6. Kajian Uji Coba Pemakaian.............................……………………......... 93

7. Kajian Produk Akhir..............................……………………………....... 95

B. Pembahasan..................................................................................................... 96

BAB V PENUTUP..………………...………………………………………............. 114

A. Kesimpulan …………………………………………………………............. 114

B. Keterbatasan Penelitian ………………………………………...................... 115

C. Saran ……………………………………………………………….............. 116

DAFTAR PUSTAKA......…………………..………………………………............. 117

LAMPIRAN..……………………………………………...………………............... 120

BIODATA PENULIS..……………………………………………………............... 254

xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 SK dan KD…...………………………………................................ 42

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Wawancara Analisis Kebutuhan ..………....... 57

Tabel 3.4 Daftar Pertanyaan Wawancara Analisis Kebutuhan ..…………..... 62

Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuisioner Validasi ……...…............................................. 64

Tabel 3.6 Klasifikasi Hasil Penilaian …………..………………………….... 66

Tabel 3.7 Klasifikasi Rata-rata Respon Peserta didik ………...…………...... 68

Tabel 4.1 Hasil Rekapitulasi Data Validasi dari Pakar Media Pembelajaran

berbasis TIK………………................................................................ 79

Tabel 4.2 Saran Pakar Ahli Media Pembelajaran berbasis TIK dan Revisi.... 79

Tabel 4.3 Rekapitulasi Data Validasi Perangkat Pembelajaran....................... 82

Tabel 4.4 Komentar Perangkat Pembelajaran.................................................. 82

Tabel 4.5 Hasil Rekapitulasi Data Validasi Media Pembelajaran Berbasis

TIK oleh guru SD ………………………….................................... 85

Tabel 4.6 Komentar dan Revisi Guru SD Kelas V Terhadap Media Berbasis

TIK …………………...................................................................... 86

Tabel 4.7 Rekapitulasi Data Validasi Perangkat Pembelajaran oleh Guru

kelas V Sekolah Dasar..................................................................... 88

Tabel 4.8 Hasil Validitas Soal Pilihan Ganda Evaluasi …………………...... 90

Tabel 4.9 Hasil Validitas Instrumen Soal Uraian Evaluasi.............................. 91

Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes Pilihan Ganda Evaluasi......... 91

Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes Soal Uraian Evaluasi ……... 92

Tabel 4.12 Rekapitulasi Hasil Kuisioner Uji Coba Terbatas............................. 92

xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.13 Hasil Rekapitulasi Kuesioner Uji Coba Pemakaian…………......... 94

Tabel 4.14 Rekapitulasi Validasi Pakar Media Pembelajaran berbasis TIK

dan Guru Sekolah Dasar kelas V...............……….......................... 99

xviii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Literatur Map Penelitian yang Relevan ……………………………. 47

Bagan 3.1 Langkah-langkah Metode R&D menurut Borg&Gall ……………... 52

Bagan 3.2 Langkah-langkah pengembangan ……………….............................. 56

xix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Contoh Slide Media Kegiatan Interaktif................................... 40

Gambar 4.1 Contoh Slide Identitas Dalam Media ...................................... 100

Gambar 4.2 Contoh Slide Petunjuk Penggunaan Tombol Navigasi …........ 101

Gambar 4.3 Contoh Slide Petunjuk Penggunaan Media.............................. 102

Gambar 4.4 Contoh Slide Slide Menu Media.………………...................... 102

Gambar 4.5 Contoh Slide Slide Pemetaan SK&KD ……........……............ 103

Gambar 4.6 Contoh Slide Pemetaan Tujuan Pembelajaran …………......... 104

Gambar 4.7 Contoh Slide Materi Pembelajara……………………………. 105

Gambar 4.8 Contoh Slide Gambar …………………………....................... 105

Gambar 4.9 Contoh Slide Video .....................…………………………..... 106

Gambar 4.10 Contoh Slide Petunjuk Kegiatan …………………………...... 107

Gambar 4.11 Contoh Slide Soal Evaluasi ………………………………...... 107

Gambar 4.12 Contoh Slide Kunci Jawaban Benar ……………………….... 108

Gambar 4.13 Contoh Slide Kunci Jawaban Salah …………………………. 109

Gambar 4.14 Contoh Slide Profil Penyusun ……………………………….. 109

Gambar 4.15 Contoh Slide Aspek Kognitif …………………………........... 112

Gambar 4.16 Contoh Slide Aspek Psikomotorik ………........………........... 112

Gambar 4.17 Contoh Slide Aspek Afektif ……..........……………………... 113

xx
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian ………………………………………...... 121
Lampiran 2 Surat Izin Validasi Media Pembelajaran Dan Perangkat
Pembelajaran oleh Pakar Media TIK...……………………….. 122
Lampiran 3 Surat Izin Validasi Media Pembelajaran Dan Perangkat
Pembelajaran oleh Pakar Media TIK.…………….................... 123
Lampiran 4 Surat Keterangan Telah Melakukakan Penelitian...................... 124
Lampiran 5 Surat Izin Penelitian terbatas...................................................... 125
Lampiran 6 Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ……………………….. 126
Lampiran 7 a. Instrumen Validasi Media Pembelajaran Oleh Ahli Pakar
Media Pembelajaran Berbasis TIK ..............…....................... 130
b. Instrumen Validasi Media Pembelajaran Oleh Guru Kelas V
SD.......………………………………………......................... 138
Lampiran 8 a. Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran Oleh Ahli Pakar
Media Pembelajaran Berbasis TIK …….....………………... 146
b. Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran Oleh Guru
Kelas V SD………………………………..……………….... 154
Lampiran 9 Angket Respon Peserta Didik (Uji Coba terbatas) ………….... 162
Lampiran 10 Hasil Rekapitulasi Kuesioner Respon Peserta Didik Uji Coba
terbatas...……………………………………………………… 165
Lampiran 11 Angket Respon Peserta Didik (Uji Coba Pemakaian) ………... 169
Lampiran 12 Hasil Rekapitulasi Kuesioner Respon Peserta Didik Uji Coba
Pemakaian...……………………………...…………………… 172
Lampiran 13 Hasil Evaluasi Pembelajaran ……………...………………….. 177
Lampiran 14 Hasil Validitas Dan Reliabilitas Soal Evaluasi.......................... 185
Lampiran 15 Silabus …………………………………...…………………… 195
Lampiran 16 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.............................……….. 198
Lampiran 17 Petunjuk Pengoperasian Media.…………...………………….. 239
Lampiran 18 Tampilan Media.......………………………………………….. 240
Lampiran 19 Dokumentasi Penelitian……………………………....……….. 252

xxi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab I peneliti akan membahas mengenai latar belakang masalah,

rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, spesifikasi produk yang

diharapkan dan definisi operasional.

A. Latar Belakang

Susanto (2014 : 19) menyatakan dalam undang-undang sistem

pendidikan nasional No. 20 tahun 2003 pembelajaran diartikan sebagai proses

interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu

lingkungan belajar. Menurut pengertian ini, pembelajaran merupakan bantuan

yang diberikan pendidik kepada peserta didik agar terjadi proses

mendapatkan ilmu pengetahuan, penguasaan terhadap apa yang disampaikan

pendidik. Sanaky (2013: 3) menyebutkan pembelajaran adalah proses

komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Hakikat

pembelajaran yang ideal adalah proses belajar mengajar yang bukan saja

terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik. Pembelajaran ideal

juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga

memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang

sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam

melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. Interaksi

merupakan ciri utama dari kegiatan pembelajaran, baik antara yang belajar

dengan lingkungan belajar, baik itu guru, teman-teman, tutor, media

pembelajaran, atau sumber-sumber belajar yang lain.

1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Sumiati dan Asra (2009: 3) mengelompokkan komponen-komponen

pembelajaran dalam tiga kategori utama, yaitu: guru, isi atau materi

pembelajaran, dan siswa. Interaksi antara tiga komponen utama melibatkan

metode pembelajaran, media pembelajaran, dan penataan lingkungan tempat

belajar, sehingga tercipta situasi pembelajaran yang memungkinkan

membantu perkembangan peserta didik mencapai tujuan- tujuan pendidikan.

Pendidikan dilakukan melalui proses berpikir manusia (peserta didik) tentang

diri dan lingkungannya melalui proses belajar, sedangkan berpikir pada

dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses

ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran

tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa ilmu.

Ilmu bagi seorang peserta didik didapat melalui proses pembelajaran. Ilmu

diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara

bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk

menerapkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) tersebut, salah satu

contoh disiplin ilmu adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pendidikan IPA penting dan harus dimengerti oleh peserta didik

dalam rangka mewujudkan bangsa seutuhnya, sebagaimana tercantum dalam

tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk

mempelajari diri sendiri dan alam, serta prospek pengembangan lebih lanjut

dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat

menyesuaikan diri terhadap fenomena dan perubahan-perubahan di

2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

lingkungan sekitar dirinya. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

bagi peserta didik dianggap pelajaran yang sulit karena IPA merupakan

pelajaran yang abstrak dan membutuhkan teknik hafalan. Cullingford (dalam

Samatowa, 2011: 9) menjelaskan bahwa pembelajaran IPA dengan hafalan

dan pemahaman konsep, anak harus diberi kesempatan untuk

mengembangkan sikap ingin tahu dan berbagai penjelasan logis. IPA tidak

sekedar membahas tentang alam dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam

lingkungan manusia, melainkan seluruh bagian dari alam baik itu yang hidup

dan tak hidup. Pembelajaran IPA yang ideal tidak hanya penentuan dan

penguasaan materi, tetapi aspek dari IPA yang perlu diajarkan dan cara

supaya peserta didik dapat memahami konsep yang dipelajari dan terampil

untuk mengaplikasikan secara logis konsep tersebut pada pengalaman

kesehariannya dengan cara menjelajahi serta memahami alam sekitar secara

ilmiah.

Pemahaman konsep pada pembelajaran IPA akan berjalan dengan

efektif apabila seorang guru mampu menggunakan metode dan media

mengajar yang tepat. Penerapan metode serta media yang dipilih guru dalam

memberikan suatu materi pelajaran sangat menentukan terhadap keberhasilan

proses pembelajaran, terutama yang harus diperhatikan guru adalah dalam

pemilihan dan penggunaan media pembelajaran. Penggunaan media

pembelajaran pada proses belajar mengajar di sekolah dasar menjadi bagian

penting yang harus mendapat perhatian guru sebab input siswa pada tingkat

3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

sekolah dasar memiliki kemampuan yang terbatas dalam memahami materi

yang bersifat abstrak.

Piaget (dalam Carolyn, 2013 164) mendeskripsikan pada usia 7-11

tahun, operasi mental sebagai kemampuan untuk mengimajinasikan secara

konkret, konsekuensi yang akan terjadi. Operasi mental dalam tahapan ini

disebut konkret karena didasarkan pada orang-orang, tempat dan benda-benda

aktual yang ada di lingkungan sekitar anak. Dengan demikian tahap kognitif

anak meliputi tahap akhir praoperasional sampai awal operasional formal.

Pada usia 7 – 11 tahun anak berada pada masa operasi konkret 3 dimana anak

akan berpikir logis terhadap objek yang konkret, anak mampu menggunakan

mentalnya untuk memecahkan masalah yang bersifat konkret, berkurang rasa

egonya dan mulai menerima pandangan orang lain, keputusan tentang sebab

akibat meningkat, kemampuan berpikir dari yang sederhana dan konkret ke

tingkat yang lebih rumit dan abstrak, mengerti perubahan-perubahan dan

proses kejadian yang kompleks dan saling berhubungan.

Berpijak pada rata-rata usia anak Sekolah Dasar di Indonesia yaitu

antara 7 – 11 tahun dimana anak berada pada masa operasional konkret maka

kehadiran media sangat penting untuk menunjang pembelajaran IPA di kelas

Sekolah Dasar mengingat pada pembelajaran IPA banyak terdapat materi

yang bersifat abstrak. Pada periode ini anak baru mampu berpikir sistematis

mengenai benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang konkret. Dengan kata

lain siswa memerlukan suatu media untuk memecahkan masalah yang rumit

4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dan abstrak. Ketika siswa menemui permasalahan atau materi yang bersifat

abstrak, siswa merasa kesulitan dalam memahami materi.

Dalam proses pembelajaran memerlukan media untuk mempermudah

tersampainya ilmu. Media pembelajaran merupakan peralatan yang membawa

pesan-pesan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Namun, proses

pembelajaran yang banyak dijumpai guru menggunakan metode yang kurang

bervariasi dan kurang melibatkan peserta didik karena sebatas ceramah.

Keterbatasan media pendukung jdapat mengakibatkan proses belajar peserta

didik tidak maksimal dan kurang menarik perhatian peserta didik. Secara

umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi atau

penyampaian informasi antara guru dengan peserta didik sehingga kegiatan

pembelajaran lebih efektif dan efisien. Secara khusus dengan adanya media

dapat: (1) memperbesar perhatian peserta didik sehingga akan menambah

gairah belajar peserta didik, (2) media dapat menanamkan konsep dasar yang

benar, nyata, dengan demikian dapat memberikan pemikiran yang teratur dan

kontinu, dan tidak mudah dilupakan, (3) memberikan pengalaman yang nyata

yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan peserta didik

dengan memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu (4) meletakkan

dasar berpikir sehingga akan mendorong peserta didik untuk bertanya dan

berdiskusi tentang apa yang ingin diketahui. Melihat manfaat media dalam

pembelajaran maka kehadiran media merupakan unsur yang penting dalam

sebuah pembelajaran. Media membantu penyampaian pesan, dan isi pelajaran

serta dapat meningkatkan minat peserta didik dalam belajar.

5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Media pembelajaran yang berkembang saat ini sangat beragam, mulai

dari yang bersifat audio, audio-visual, konvensional dan lain sebagainya.

Seiring berkembangnya zaman, media pembelajaran berbasis Teknologi

Informasi dan Komunikasi (TIK) mulai diminati oleh guru. Salah satu media

jenis TIK yang biasa digunakan yaitu media Powerpoint yang merupakan

salah satu program Microsoft Office yang digunakan sebagai perangkat lunak

untuk presentasi materi pembelajaran. Microsoft Powerpoint adalah aplikasi

yang lazim digunakan dalam kegiatannya terutama pada saat presentasi.

Microsoft Powerpoint adalah suatu software yang akan membantu dalam

menyusun sebuah presentasi yang efektif, professional, dan juga mudah.

Powerpoint akan membantu dalam menggabungkan semua unsur media

seperti teks, gambar, suara bahkan video dan animasi sehingga menjadi

sebuah media pembelajaran yang menarik. Dengan kelebihan kelebihan yang

dimiliki aplikasi ini maka Powerpoint dapat dikembangkan sebagai media

interaktif yang menarik yang tidak kalah bagus dari aplikasi yang lain.

Powerpoint dapat menghasilkan suatu media pembelajaran yang

interaktif. Kehadiaran Powerpoint juga dapat membantu proses pembelajaran

menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Powerpoint Interaktif juga dapat

membantu peserta didik untuk belajar aktif sehingga peserta didik memiliki

pengalaman belajar daripada hanya sekedar mendengar penjelasan guru.

Media Powerpoint Interaktif juga dapat mempermudah guru dalam memberi

penjelasan materi sehingga pembelajaran dapat mudah dipahami oleh peserta

didik. Powerpoint Interaktif untuk pembelajaran IPA dilengkapi dengan

6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

menggunakan pemutaran video, gambar dan animasi-animasi lain. Dengan

cara ini proses belajar mengajar akan lebih menarik, sehingga peserta didik

akan memiliki gambaran bagiamana proses fotosintesis berlangsung melalui

video dan dapat memahami suatu konsep dalam materi pembuatan makanan

pada tumbuhan hijau dalam mata pelajaran IPA.

Berdasarkan wawancara dengan guru kelas V SD Negeri Depok 1

yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 21 Juni 2016 di SD Negeri Depok

1 mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas V materi pembuatan

makanan pada tumbuhan hijau, guru dalam mengajar jarang menggunakan

media dan cara penyampaian materi lebih banyak menggunakan metode

ceramah. Guru hanya menggunakan buku pelajaran sebagai panduan dalam

mengajar, media teknologi yang berupa LCD proyektor tersedia di dalam

kelas namun belum digunakan oleh guru secara maksimal sebagai media

pembelajaran. Terabaikannya penggunaan media disebabkan karena berbagai

alasan seperti terbatasnya waktu untuk persiapan mengajar dan sulit mencari

media yang tepat. Komputer yang ada hanya digunakan sebagai alat untuk

belajar program komputer, padahal guru dapat menggunakan komputer dan

perangkat lunak yang menyertainya sebagai media pembelajaran yang

menyenangkan dan dapat digunakan dalam mejelaskan hal yang abstrak

menjadi hal yang lebih konkret sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta

didik maka guru membutuhkan media sebagai alat bantu mengajar guna

menjelaskan materi abstrak menjadi lebih konkret.

7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Sesuai keterangan tersebut serta belum adanya produk berupa

pengembangan aplikasi Microsoft Powerpoint untuk mendukung kegiatan

pembelajaran IPA di SD Negeri Depok 1 serta mengingat bahwa

pembelajaran IPA bersifat abstrak maka peneliti berinisiatif mengembangkan

aplikasi Powerpoint Interaktif dengan materi pembelajaran pembuatan

makanan pada tumbuhan hijau dalam bentuk media pembelajaran interaktif.

Media ini didukung dengan tampilan yang menarik dan fasilitas pendukung

yang lengkap untuk pembelajaran IPA. Seperti yang diungkapkan Sanjaya

(2010: 222) bahwa media interaktif membimbing siswa secara tuntas untuk

menguasai materi dengan cepat dan menarik. Dengan media ini diharapkan

peserta didik dapat belajar secara efektif dan memberikan pengalaman yang

berbeda kepada peserta didik di kelas 5 SD Negeri Depok 1 khususnya pada

pembelajaran IPA.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana mengembangkan media pembelajaran Powerpoint Interaktif

materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk peserta didik

kelas V SD Negeri Depok 1?

2. Bagaimana kualitas produk media pembelajaran Powerpoint Interaktif

materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk peserta didik

kelas V SD Negeri Depok 1?

8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Tujuan Penelitian

1. Mengembangkan produk media pembelajaran Powerpoint Interaktif

materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk peserta didik

kelas V SD Negeri Depok 1.

2. Mendiskripsikan kualitas produk media pembelajaran Powerpoint

Interaktif materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk peserta

didik kelas V SD Negeri Depok 1.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi guru

a. Menambah referensi dalam penggunaan media Powerpoint

Interaktif.

b. Mengetahui peran pentingnya sebuah media pembelajaran yang

digunakan untuk proses pembelajaran.

2. Bagi peserta didik

a. Peserta didik kelas 5 SD Negeri Depok 1 dapat memahami materi

pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.

b. Peserta didik kelas 5 SD Negeri Depok 1 dapat terbantu dalam

mempelajari materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau

menggunakan media Powerpoint Interaktif.

3. Bagi sekolah

a. Penelitian ini dapat meningkatkan mutu sekolah melalui media

yang telah dikembangkan.

9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Sekolah memiliki contoh media pembelajaran Powerpoint

Interaktif pada mata pelajaran IPA materi pembuatan makanan

pada tumbuhan hijau kelas V Sekolah Dasar.

4. Bagi Mahasiswa

a. Mendapat pengalaman baru dalam mengembangkan media

pembelajaran berupa media Powerpoint Interaktif.

b. Memiliki pengetahuan dalam melakukan penelitian jenis

Research and Development (R&D).

E. Spesifikasi Produk

1. Media ini berupa media pembelajaran interaktif dengan pemanfaatan

aplikasi Powerpoint.

2. Media Powerpoint interaktif yang dibuat memuat beberapa komponen

yaitu: teks, gambar, dan video pembelajaran.

3. Media Powerpoint interaktif ini didesain untuk guru.

4. Media pembelajaran berbasis Powerpoint interaktif memuat beberapa

menu dengan komponen sebagai berikut.

a. Slide pembukaan yang berisi

1). Slide identitas media

a) Nama/judul media

2). Slide identitas pembelajaran terkait

a) SK/KD

b) Indikator

c) Tujuan Pembelajaran

10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Slide petunjuk penggunaan media Powerpoint Interaktif.

c. Slide isi

1) Slide materi pembelajaran

2) Slide gambar terkait dengan pembelajaran.

3) Slide video terkait pembelajaran.

4) Slide tugas yang harus dikerjakan siswa.

5) Slide soal-soal evaluasi serta slide pertanyaan refleksi.

5. Pengembangan media pembelajaran interaktif ini memanfaatkan

fasilitas yang ada dalam aplikasi Powerpoint terutama animations dan

hyperlink.

6. Materi media adalah pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.

7. Media ini memuat komponen pembelajaran seperti silabus, materi,

evaluasi.

8. Media ini dilengkapi dengan berbagai tombol pilihan menu.

Tujuannya adalah untuk mempermudah guru dalam pemilihan

tampilan yang akan dituju.

9. Animasi digunakan untuk menarik perhatian peserta didik. Pembuatan

animasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur animations atau

mengunduh dari internet kemudian disisipkan pada slide dengan

memanfaatkan fitur yang ada pada Microsoft Powerpoint .

10. Suara digunakan untuk manambah kesan hidup pada media interaktif

11. Video disajikan untuk menjelaskan materi yang abstrak.

12. Desain background dibuat menarik dan dapat diunduh dari internet.

11
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13. Warna background didominasi warna muda dan warna pendukung

lainnya agar memberikan kesan keceriaan serta menarik perhatian

peserta didik.

14. Media Powerpoint Interaktif ini dapat ditampilkan dengan syarat

minimal komputer memliliki program microsoft powerpoint.

F. Definisi Operasional

1. Media pembelajaran adalah perantara atau pengantar pesan yang

dirancang khusus untuk mencapai tujuan pembelajaran dan juga sebagai

alat bantu pada proses belajar yang digunakan dalam rangka komunikasi

dan interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.

2. Media Powerpoint interaktif adalah aplikasi multimedia yang dapat

menggabungkan semua unsur media seperti teks, gambar, suara bahkan

video dan animasi dan dapat dikembangkan menjadi media interaktif

yang menarik dengan pengembangan dengan berbagai tombol pilihan

menu.

3. IPA di Sekolah Dasar adalah program untuk menanamkan dan

mengembangkan pengetahuan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada

peserta didik serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang

Maha Esa dengan tujuan membantu agar peserta didik memahami

konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari,

memiliki keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam

sekitar maupun menerapkan berbagai konsep IPA untuk menjelaskan

gejala-gejala alam yang harus dibuktikan kebenarannya di laboratorium.

12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. IPA adalah ilmu yang berhubungan dengan gejala alam, dan kebendaan

atau makhluk hidup yang memerlukan kerja, cara berpikir dan cara

memecahkan masalah yang sistematis yang tersusun secara teratur. IPA

dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu ilmu pengetahuan alam

sebagai produk, proses dan sikap.

5. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.

Proses fotosintesis ini memerlukan bantuan sinar matahari, klorofil, air,

dan karbondioksida.

13
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II

LANDASAN TEORI

Bab II yang berupa landasan teori ini akan membahas empat bahasan yaitu

kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan pertanyaan

penelitian.

A. Kajian Pustaka

Pada sub bab kajian pustaka ini memuat pengertian pembelajaran,

pembelajaran IPA SD, teori perkembangan anak, media pembelajaran, media

pembelajaran berbasis TIK, Microsoft Powerpoint sebagai media

pembelajaran, model pengembangan media pembelajaran TIK, Ilmu

Pengetahuan Alam.

1. Pembelajaran

Sugiyono dan Hariyanto (dalam Muhamad, 2013:131) menyatakan

bahwa pembelajaran sebagai sebuah kegiatan guru mengajar atau membimbing

siswa menuju proses pendewasaan diri. Sedangkan menurut Saffuddin (2014 :

3) pembelajaran merupakan suatu proses perubahan, perubahan dalam perilaku

sebagai hasil interaksi antara dirinya dengan lingkunganya.

Susanto (2014 : 19) mengatakan dalam undang-undang sistem

pendidikan nasional No. 20 tahun 2003 pembelajaran diartikan sebagai proses

interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu

lingkungan belajar. Menurut pengertian ini, pembelajaran merupakan bantuan

yang diberikan pendidik kepada peserta didik agar terjadi proses mendapatkan

ilmu pengetahuan, penguasaan terhadap apa yang disampaikan pendidik.

14
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Berdasarkan paparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa

pembelajaran merupakan proses kegiatan guru mengajar kepada peserta didik

dengan terjadinya interaksi antara guru, peserta didik, dan sumber belajar pada

lingkungan belajar. Dengan melakukan kegiatan pembelajaran maka peserta

didik akan mendapatkan ilmu pengetahuan atau proses pendewasaan dini.

2. Pembelajaran IPA di SD

Susanto (2013 : 171) menjelaskan pembelajaran sains di sekolah dasar

dikenal dengan pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Konsep IPA di

sekolah dasar merupakan konsep yang masih terpadu, karena belum dipisahkan

secara tersendiri, seperti mata pelajaran kimia biolagi dan fisika.

Adapun tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar dalam Badan

Nasional Standar Pendidikan 2006 (dalam Susanto, 2013:171) dimaksudkan

untuk:

a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa

berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.

b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA

yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang

adanya hubungan yang saling memengaruhi antara IPA, lingkungan,

teknologi, dan masyarakat.

d. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,

memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

e. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memlihara,

menjaga, dan melestarikan lingkungan.

f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturan

sebagai salah satu ciptaan Tuhan.

g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai

dasar untuk melanjutkkan pendidikan ke SMP.

Samatowa (2011 : 5) IPA sebagai disiplin ilmu dan penerapannya

dalam masyarakat membuat pendidikan IPA menjadi penting karena struktur

kognitif anak-anak tidak dapat dibandingkan dengan struktur kognitif ilmuan.

Pembelajaran IPA yang ideal tidak hanya penentuan dan penguasaan materi,

tetapi aspek dari IPA yang perlu diajarkan serta cara supaya peserta didik dapat

memahami konsep yang dipelajari dengan baik dan terampil untuk

mengaplikasikan secara logis konsep tersebut pada situasi lain yang relevan

dengan pengalaman kesehariannya. Oleh karena itu anak-anak perlu diberikan

kesempatan untuk berlatih keterampilan-keterampilan proses IPA dan perlu

dimodifikasikan sesuai dengan perkembangan kognitifnya. Aspek pokok dalam

pembelajaran IPA adalah anak dapat menyadari keterbatasan pengetahuan,

memiliki rasa ingin tahu menggali berbagai pengetahuan baru dan akhirnya

dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk

memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang

dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar

tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Sejatinya, melalui pembelajaran

16
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dan pengembangan potensi diri pada pembelajaran IPA siswa akan

memperoleh bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan

untuk memahami dan menyesuaikan diri terhadap fenomena dan perubahan-

perubahan di lingkungan sekitar dirinya. Guru sebagai fasilitator harus mampu

menyajikan pengetahuan yang mendukung kebutuhan siswa. Pembelajaran dan

pengembangan potensi ini merupakan salah satu kunci keberhasilan

peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam memasuki dunia

teknologi, termasuk teknologi informasi pada era globalisasi.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa IPA di Sekolah Dasar

adalah program untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan

keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah pada peserta didik serta rasa mencintai

dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. IPA sebagai disiplin ilmu

dan penerapannya dalam masyarakat membuat pendidikan IPA menjadi

penting, struktur kognitif anak-anak tidak dapat dibandingkan dengan struktur

kognitif ilmuan. Pembelajaran IPA yang ideal tidak hanya penentuan dan

penguasaan materi, tetapi aspek dari IPA yang perlu diajarkan serta cara

supaya peserta didik dapat memahami konsep yang dipelajari dengan baik dan

terampil. Oleh karena itu anak-anak perlu diberikan media pembelajaran untuk

berlatih keterampilan-keterampilan proses IPA dan perlu dimodifikasikan

sesuai dengan perkembangan kognitifnya. Tujuan IPA secara umum membantu

agar peserta didik memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan

kehidupan sehari-hari.

17
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Teori Perkembangan Anak

Piaget (dalam Janice, 2013: 269) perkembangan kognitif anak dapat

dibagi menjadi empat tahap, yang dijelaskan sebagai berikut:

a. Tahap Sensorik-Motorik (usia 0-2 tahun), anak belajar mengingat ciri

fisik sebuah objek dan berpikir dalam pola visual (skemata)

b. Tahap Praoperasional (usia 2-7 tahun), anak menguasai pemikiran

simbolis yang berupa gambar dan kata-kata untuk mewakilkan tindakan

dan kejadian yang tidak ada.

c. Tahap Operasional Konkret (usia 7-11 tahun), dalam tahap ini anak telah

mampu mengembangkan kemampuan berpikir sistematis ketika mereka

melihat objek-objek dan melakukan kegiatan nyata.

d. Tahap Operasional Formal (usia lebih dari 11 tahun), pada tahap keempat

ini anak telah beranjak menuju dewasa. Anak sudah mulai berpikir

abstrak tanpa membutuhkan benda konkret.

Piaget (dalam Carolyn, 2013: 164) mendeskripsikan pada usia 7-11

tahun, operasi mental sebagai kemampuan untuk mengimajinasikan secara

konkret, konsekuensi yang akan terjadi. Operasi mental dalam tahapan ini

disebut konkret karena didasarkan pada orang-orang, tempat dan benda-benda

aktual yang ada di lingkungan sekitar anak.

Mengingat umumnya anak-anak mulai masuk sekolah dasar pada usia 6-

7 tahun dan rentang waktu belajar di SD selama 6 tahun maka usia anak

sekolah dasar bervariasi antara 7-11 tahun dengan demikian tahap kognitif

anak meliputi tahap akhir praoperasional sampai awal operasional formal. Pada

18
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

usia 7–11 tahun anak berada pada masa operasional konkret dimana anak akan

berfikir logis terhadap objek yang konkret.

4. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media

Salma (2013: 18) menyatakan media berasal dari kata medium yang

berarti perantara. Oleh karena itu secara harfiah media diartikan sebagai

perantara atau pengantar pesan. Heinich dan Molenda (dalam Salma, 2013:18)

mengemukakan bahwa secara umum media diartikan sebagai “alat komunikasi

yang membawa pesan dari sumber ke penerima.” Pengertian ini lebih

mengarah pada pengertian media yang lebih khusus. Pengertian ini juga

membatasi bahwa apa yang disebut media adalah alat yang bermuatan pesan,

yang memungkinkan orang atau peserta didik dapat berinteraksi dengan pesan

tersebut secara langsung. Media yang dimaksud adalah media dirancang

khusus untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu, seperti : modul

pembelajaran, program kaset audio, program televisi/video pembelajaran,

program komputer (TIK berbasis offline dan online).

Media pembelajaran tidak hanya berkutat pada objek yang mempunyai

dimensi, akan tetapi sebuah program atau kegiatan bisa menjadi sebuah media

pembelajaran. Hal ini diperkuat dengan pendapat Gerlach (dalam Sanjaya,

2010: 204) yang menyatakan bahwa “secara luas media dapat diartikan dengan

manusia, benda, ataupun peristiwa yang membuat kondisi peserta didik untuk

memperoleh pengetahuan, ketertampilan, atau sikap.” Arsyad (2007: 7)

mengemukakan bahwa “media pendidikan memiliki pengertian sebagai alat

19
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

bantu pada proses belajar yang digunakan dalam rangka komunikasi dan

interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran”.

Dari definisi yang telah dipaparkan oleh para tokoh, maka dapat

disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah perantara atau pengantar pesan

yang dirancang khusus untuk mencapai tujuan pembelajaran dan juga sebagai

alat bantu pada proses belajar yang digunakan dalam rangka komunikasi dan

interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.

b. Tujuan Penggunaan Media dalam Pembelajaran

Sanaky (2013: 5) menyebutkan tujuan media pembelajaran sebagai alat

bantu pembelajaran untuk:

1. Mempermudah proses pembelajaran di kelas.

2. Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran.

3. Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar.

4. Membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran.

Hal tersebut senada dengan pendapat Salma (2013: 19) bahwa tujuan

dari media pembelajaran adalah untuk:

1. Memberikan pengalaman yang berbeda dan bervariasi sehingga

merangsang minat peserta didik untuk belajar.

2. Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang teknologi.

3. Menciptakan situasi belajar yang menyenangkan dan tidak mudah

dilupakan oleh peserta didik.

4. Menjadikan belajar lebih efektif, efisien, dan bermakna.

5. Membuka peluang belajar di mana saja dan kapan saja.

20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik

7. Menjadikan belajar sebagai kebutuhan. Media pembelajaran sebagai alat

bantu dalam menyampaikan pesan adalah suatu kenyataan yang tidak

bisa kita pungkiri keberadaannya. Karena dengan adanya media dapat

mempermudah guru dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi

pembelajaran kepada peserta didiknya. Tanpa bantuan media, maka

materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh peserta

didik, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek.

Sedangkan Rusman (2015: 60) menyatakan bahwa media memegang

peranan penting dalam mencapai sebuah tujuan belajar. Hubungan komunikasi

antara guru dan peserta didik akan lebih baik dan efisien jika menggunakan

media. Media dalam proses belajar mengajar memegang peranan penting yaitu

media sebagai alat bantu mengajar dan media sebagai sumber belajar yang

digunakan sendiri oleh peserta didik secara mandiri.

Dari paparan beberapa tokoh, dapat disimpulkan bahwa tujuan

pengguanaan media adalah (1) mempermudah proses pembelajaran di kelas.

(2) meningkatkan efisiensi proses pembelajaran. (3) Menjaga relevansi antara

materi pelajaran dengan tujuan belajar. (4) membantu konsentrasi pembelajar

dalam proses pembelajaran. (5) membuka peluang belajar di mana saja dan

kapan saja. (6) memberikan motivasi belajar kepada peserta didik. Media

memegang peranan penting dalam mencapai sebuah tujuan belajar.

21
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Manfaat Media

Arsyad (2009: 26) menyatakan ada beberapa manfaat praktis dari

penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai

berikut :

1). Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi

sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil

belajar.

2). Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian

anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang

lebih langsung antara peserta didik dan lingkungannya, dan

kemungkinan peserta didik untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan

kemampuan dan minatnya.

3). Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan

waktu.

Selaras dengan pernyataan Arsyad tentang manfaat media. Usman

(2006: 32) mengemukakan dengan adanya media dapat :

a. Meletakkan dasar dasar untuk berpikir

b. Memperbesar perhatian peserta didik

c. Membuat pelajaran lebih menetap atau tidak mudah dilupakan.

d. Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan

kegiatan berusaha sendiri dikalangan peserta didik

e. Memberikan pemikiran yang teratur dan kontinu.

22
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

f. Membantu tumbuhya pengertian dan membantu perkembangan

bahasa.

Selanjutnya Usman juga menjelaskan manfaat lain dari media yaitu :

a. Dapat menarik minat peserta didik dalam belajar

b. Mendorong peserta didik untuk bertanya dan berdiskusi.

Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa media dapat

berfungsi memberikan pengalaman yang berbeda dan bervariasi sehingga

merangsang minat peserta didik untuk belajar. Mempermudah guru dalam

menyampaikan pesan-pesan atau materi pembelajaran kepada peserta didiknya.

Media pembelajaran juga dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian

anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih

langsung antara peserta didik dan lingkungannya, dan kemungkinan peserta

didik untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

5. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Komunikasi (TIK)

a. Pengertian Media Pembelajaran Berbasis TIK

Kata media berasal dari bahasa Latin, yang merupakan bentuk jamak dari

kata medium, yang berarti sesuatu yang terletak di tengah (antara dua pihak

atau kutub) atau suatu alat. Tatang (2012: 99) menyatakan media pembelajaran

meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi

pengajaran yang terdiri atas buku, tape recorder, kaset, video camera, video

recorder, film, slide,nfoto, gambar, grafik, televisi dan komputer.

Sanaky (2013: 207) mengemukakan bahwa penggunaan komputer

sebagai media pembelajaran harus mempunyai tujuan untuk memberikan

23
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

motivasi kepada pembelajar. Selain itu, harus mampu merangsang pembelajar

mengingat apa yang sudah dipelajari dan dapat memberikan rangsangan belajar

baru bagi pembelajar. Dengan demikian media yang baik akan memiliki

kemampuan untuk mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan,

umpan balik, dan mendorong pembelajar untuk melakukan praktik-praktik

dengan benar.

Senada dengan pendapat Sanaky, Jasmadi (2010: 201) menjelaskan

bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, model pembelajaran

aktif pun mulai dikembangkan dengan mengintegrasikan teknologi TIK ke

dalam pembelajaran aktif. Munadi (2013: 7) mengatakan bahwa media

pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat

menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana, sehingga

tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat

melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Jasmadi (2010: 201)

mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi informasi,

model pembelajaran aktif pun mulai dikembangkan dengan mengintegrasikan

teknologi TIK ke dalam pembelajaran aktif tersebut. Sejalan dengan hal

tersebut, media-media untuk mengeksplorasi kecerdasan semakin mudah

diwujudkan. Media pembelajaran yang dikembangkan bukan lagi media

konvensional melainkan sudah mulai beralih ke media TIK atau media yang

menggunkan sistem informasi dan komunikasi, serta menggunakan komputer

sebagai sarana.

24
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia

pendidikan, seperti pemanfaatan komputer dan jaringan komputer memberikan

kesempatan kepada setiap peserta didik untuk mengakses materi pelajaran yang

disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan komputer. Kegiatan belajar

mengajar berbasis TIK adalah proses belajar mengajar yang memanfaatkan

TIK sebagai sarana untuk berinterkasi dengan para siswa. Dalam proses

pembelajaran seperti ini, guru memnggunakan alat seperti laptop, komputer,

LCD projektor, internet serta aplikasi yang mendukung untuk interaksi

pembelajaran.

Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa media adalah

segala sesuatu yang dapat menjadi perantara baik orang, alat, bahan atau

peristiwa yang dapat menciptakan keadaan yang bersifat membantu atau

memperlancar proses pembelajaran berkaitan dengan kegiatan pengetahuan,

keterampilan, dan sikap guna mencapai ke suatu tujuan. Pemanfaatan teknologi

informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan dapat memberikan

kesempatan kepada setiap peserta didik untuk mengakses materi pelajaran yang

disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan komputer.

b. Jenis-jenis Media TIK dalam Pembelajaran

Arsyad (2014: 31) mengelempokkan media pembelajaran menjadi tiga

berdasarkan perkembangan teknologi yaitu:

1. Media hasil teknologi cetak

Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan

materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses

25
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pencetakan mekanis atau fotografis. Kelompok media hasil teknologi cetak

meliputi teks, grafik, foto, atau representasi fotografik dan reproduksi. Materi

cetak dan visual merupakan dasar pengembangan dan penggunaan

kenyanyakan materi pembelajaran lainnya. Teknologi ini menghasilkan materi

dalam bentuk salinan tercetak. Dua komponen pokok teknologi ini adalah

materi teks verbal dan materi visual yang dikembangkan berdasarkan teori

yang berkaitan dengan persepsi visual, membaca, memproses informasi, dan

teori belajar. Teknologi cetak memiliki ciri-ciri berikut: teks dibaca secara

linear, sedangkan visual diamati berdasarkan ruang, baik teks maupun visual

menampilkan komunikasi satu arah dan reseptif, teks dan visual ditampilkan

statis (diam), pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip

kebahasaan dan persepsi visual, baik teks maupun visual berorientasi

(berpusat) pada peserta didik dan informasi dapat diatur kembali atau ditata

ulang oleh pemakai.

2. Media hasil teknologi audio-visual

Media audio-visual merupakan seperangkat alat yang dapat

memproyeksiikan gambar bergerak dan bersuara. Perpaduan yang dihasilkan

antara gambar dan suara membentuk karakter sama dengan objek aslinya. Alat-

alat yang termasuk alam kategori media audio-visual adalah televise, video-

VCD, sound slide dan film.

3. Media hasil teknologi yang berdasarkan Komputer

Teknologi komputer adalah sebuah penemuan yang memungkinkan

menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus sehingga pembelajatan

26
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

lebih optimal. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan pengajar untuk

merealisasikan pembelajaran dengan menggunakan komputer dan projector

LCD.

Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer cenderung bersifat

integratife (terpadu) dengan memberikan penekanan pada berbagai

kompetensi yang ingin dicapai dengan pengalaman belajar melalui

penglihatan, pendengaran, dan gerakan (animasi) dan mengintegrasikan

teknologi secara lebih penuh pada pembelajaran.

c. Fungsi Media TIK dalam Pembelajaran

Salma (2013: 19) menyebutkan fungsi dari media pembelajaran adalah untuk:

1. Memberikan pengalaman yang berbeda dan bervariasi sehingga

merangsang minat peserta didik untuk belajar.

2. Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang teknologi.

3. Menciptakan situasi belajar yang menyenangkan dan tidak mudah

dilupakan oleh peserta didik.

4. Menjadikan belajar lebih efektif, efisien, dan bermakna.

5. Membuka peluang belajar di mana saja dan kapan saja.

6. Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik.

7. Menjadikan belajar sebagai kebutuhan.

Sedangkan secara umum fungsi media TIK dalam pembelajaran

menurut Tatang (2012: 101-102) adalah sebagai berikut:

1. Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa

lampau. Dengan perantara gambar, potret, slide, film, video, atau media

27
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

lain. Peserta didik dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang

benda/ peristiwa sejarah.

2. Mengamati benda/ peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena

jaraknya jauh, berbahaya atau terlarang. Misalnya video tentang

kehidupan harimau di hutan.

3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda yang sukar diamati

secara langsung.

4. Mengamati peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya. Dengan slide

atau video peserta didik dapat mengamati peristiwa gunung meletus.

5. Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak atau

diawetkan. Dengan menggunakan model atau benda tiruan peserta didik

memperoleh gambaran yang jelas tentang organ tubuh manusia.

Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi media TIK

dalam pembelajaran sebagai berikut (1) Memberikan pengalaman yang berbeda

dan bervariasi sehingga merangsang minat peserta didik untuk belajar. (2)

Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang teknologi. (3)

Menciptakan situasi belajar yang menyenangkan dan tidak mudah dilupakan

oleh peserta didik. (4) Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi

pada masa lampau. (5) Mengamati benda/ peristiwa yang sukar dikunjungi,

baik karena jaraknya jauh, berbahaya atau terlarang.

28
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Microsoft Powerpoint Interaktif

a. Pengertian Microsoft Powerpoint

Rusman (2015: 301) menyatakan bahwa Powerpoint adalah salah satu

software yang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia

dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan dan relatif

murah. Seperti halnya perangkat lunak pengolah presentasi lainnya, Powerpoint

dapat memposisikan objek teks, grafik, video, suara, dan objek-objek lainnya

dalam satu atau beberapa halaman individual yang disebut dengan "slide".

Powerpoint menawarkan dua jenis properti pergerakan, yakni Custom Animations

dan Transition. Properti pergerakan Entrance, Emphasis, dan Exit objek dalam

sebuah slide dapat diatur oleh Custom Animation, sementara Transition mengatur

pergerakan slide dan memberikan efek visual yang menarik disetiap pergantian

slide. Sedangkan Powerpoint interaktif merupakan persembahan slide yang

disusun secara interaktif dan dalam bentuk menu sehingga mampu menampilkan

feedback yang telah diprogram.

Rusman (2011: 301) mengemukakan Powerpoint dapat dikembangkan

melalui beberapa tipe yaitu:

1. Personal Presentation: Pada penyajian ini Powerpoint sebagai alat

bantu bagi instruktur untuk presentasi menyampaikan materi. Dalam hal

ini kontrol terletak pada guru atau instruktur

2. Stand Alone: Pada pola penyajian ini Powerpoint dirancang khusus

untuk pembelajaran individual yang bersifat interaktif, meskipun kadar

29
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

interaktifnya tidak tinggi namun Powerpoint mampu menampilkan

feedback yang telah diprogram.

3. Web Based: Pada pola ini Powerpoint dapat diformat menjadi file web

(html) sehingga program yang muncul berupa browser yang dapat

menampilkan internet.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Powerpoint sebagai

aplikasi multimedia dapat menggabungkan semua unsur media seperti teks,

gambar, suara bahkan video dan animasi. Informasi-informasi yang akan disajikan

dapat dimuat dan diprogram sedemikian rupa sehingga anak akan lebih tertarik

untuk belajar. Penyajian informasi dapat dilakukan dengan cara:

1. Menyisipkan objek pada Powerpoint

Objek yang dapat disisipkan pada Powerpoint dapat berupa teks

gambar, suara dan video. Fitur yang ada dalam Powerpoint akan membantu

programmer dalam menyisipkan objek sesuai kategori masing masing.

Sesudah pemakai menghidupkan komputer dan masuk program Powerpoint

2007 maka akan muncul tampilan layar (slide) dengan berbagai kategori

ribbon atau panel yang berisi tombol pintas untuk mengaktifkan fitur

tertentu.

2. Memasukkan Teks

Fasilitas yang utama dari program aplikasi ini adalah fasilitas untuk

menampilkan teks atau informasi. Dengan fasilitas ini Powerpoint dapat

menampilkan berbagai teks untuk berbagai keperluan misalnya untuk

pembelajaran menulis, membaca atau pembelajaran yang lain. Agung

30
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(2009: 35) menjelaskan bahwa untuk memasukkan dapat dilakukan dengan

memilih menu insert sesudah itu akan muncul berbagai pilihan. Salah satu

pilihan itu adalah insert textbox. Tekan menu ini dan akan muncul kotak

teks di dalam tampilan presentasi. Langkah berikutnya adalah menulis teks

yang diinginkan pada kotak yang tersedia atau dapat mengkopi (copy) teks

yang diinginkan kemedian menempel (paste) teks pada kotak teks yang

sudah tersedia.

3. Memasukkan Gambar

Gambar dalam aplikasi Powerpoint menurut Agung (2009: 134)

dapat disisipkan dengan cara yang sama dengan cara memasukkan teks.

Pertama tekan menu insert sesudah itu pilih salah satu menu picture, clip

art, photo album, shapes, smart art, chart. Sesudah menu ini dipilih akan

muncul beberapa kategori gambar, pilih salah satu yang diinginkan.

4. Memasukkan Suara dan Video

Suara dan video menurut Agung (2009: 139) dapat disisipkan

dengan cara memilih menu insert dan selanjutnya tekan menu movies and

sounds. Maka akan muncul dua pilihan untuk masing-masing. Untuk suara

(sounds) akan muncul sounds from file dan sounds from Gallery demikian

pula untuk movies akan muncul pilihan Movies from file atau Movies from

Gallery. Pilih suara dan video yang diinginkan kemudian tekan OK.

31
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Membuat tampilan menarik

Ada beberapa fasilitas yang disediakan untuk membuat tampilan

menarik seperti fasilitas design untuk background dan animation untuk

pergerakan teks dan gambar.

a) Ribbon Design.

Ribbon Design memberikan keluasaan bagi pengguna untuk

menentukan background slide yang sesuai atau memanipulasi sendiri

background slide sesuai dengan keinginan. Ada beberapa jenis manipulasi

background yang ditawarkan, yang pertama adalah dengan memberi warna,

yang kedua dengan memberi tekstur dan yang ketiga adalah memasang gambar

dari file sendiri. Background yang sesuai akan memperindah tampilan

program.

Langkah pemasangan background adalah dengan menekan menu

design dan kemudian pilih background. Untuk memanipulasi background

dapat memanfaatkan fasilitas dari colors, background style, background fill,

dan effects.

b) Ribbon Animations

Fasilitas lain yang akan membuat tampilan lebih menarik adalah

fasilitas animasi. Dengan fasilitas ini gambar-gambar dan teks akan muncul ke

layar dengan cara tampil yang bervariasi. Fasilitas animasi ini memungkinkan

gambar atau objek lain tampil dari arah yang berbeda atau dengan cara yang

berbeda. Objek bisa melayang dari atas, bawah, kanan, kiri, atau dari sudut.

Objek juga bisa muncul dari tengah atau dari pinggir.

32
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Agung (2009: 155) mengemukakan pembuatan animasi dimulai dengan

memilih objek yang akan dibuat animasi dengan cara mengklik objek, pilih

menu Custom Animation dan add effect. Dengan menambahkan effect objek

bisa melayang dari atas, bawah, kanan, kiri, atau dari sudut, dan dari tengah.

Dengan meilih judul animasi akan muncul berbagai pilihan diantaranya effect

options, timing untuk memberikan efek dan mengatur urutan dan waktu tampil

ke layar.

6. Membuat Hyperlink

Fasilitas ini sangat penting dan sangat mendukung pembuatan media

interaktif. Dengan hyperlink suatu slide dapat terhubung ke slide lain, aplikasi

lain atau ke jaringan internet. Hyperlink atau hubungan dalam satu program

akan memungkinkan pemberian umpan balik secara langsung terhadap proses

pembelajaran. Hubungan dengan slide atau aplikasi lain akan memperkaya

fasilitas yang mendukung pembelajaran. Hubungan dengan internet akan

membuka berbagai kemungkinan pembelajaran yang lebih luas, pribadi dan

otentik sehingga siswa dapat menambah wawasan. Sanaky (2013: 151)

memaparkan langkah pembuatan hyperlink adalah:

1. Dengan memilih objek yang akan dihubungkan ke slide, program atau

internet.

2. Menu atau objek tersebut terlebih dahulu diblok

3. Letakkan kursor pada menu atau objek yang telah diblok dan kemudian

klik kanan.

4. Setelah diklik akan keluar tabel atau box menu pilihan.

33
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Letakkan kursor pada pilihan menu hyperlink pada box, kemudian klik kiri

dan kemudian akan keluar menu pilihan pada box.

6. Pilih menu yang akan dihubungkan dan klik, kemudian akan dimasukkan

dalam box address, klik bookmark, dan akan keluar select place in

document select an existing place in the document. Dalam box akan

muncul slide titles.

7. Mengisikan menu file atau alamat yang dipilih dan kemudian mengklik

OK, maka objek tersebut akan tersambung kealamat atau file yang

diinginkan.

Dari penjelasan tentang fitur hyperlink maka Powerpoint dapat

dikembangkan menjadi media interaktif yang menarik dengan pengembangan

dan berbagai tombol pilihan menu.

b. Kelebihan dan kekurangan Microsoft Powerpoint

Sanaky (2013:155) mengemukakan bahwa dalam penggunaan media

Powerpoint interaktif memiliki kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan

dari penggunaan media tersebut, yaitu meliputi :

1) Praktis, dapat digunakan untuk semua ukuran kelas

2) Memberikan kemungkinan tatap muka dan pemberi pesan dapat

mengamati respons dari penerima pesan atau pembelajar.

3) Memberikan kemungkinan pada penerima pesan mencatat

4) Memiliki variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak

membosankan.

5) Memungkinkan penyajian dengan berbagai kombinasi warna

34
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6) Dapat disusun kembali berdasarkan urutan materi atau sekuens belajar

dan dapat dipergunakan berulang ulang

7) Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar yang dikehendaki karena

kontrol sepenuhnya pada komunikator

8) Lebih sehat bila dibandingkan dengan papan tulis

9) Mendorong motivasi pembelajar untuk belajar.

Berikut ini merupakan kelemahan dari penggunakan media Powerpoint

Interaktif menurut Sanaky (2013:156) yaitu:

1) Pengadaannya mahal dan tidak semua sekolah dapat memiliki.

2) Media ini memerlukan perangkat keras (hardware) yang khusus untuk

memproyeksikan pesan yaitu computer dan LCD

3) Memerlukan persiapan yang matang dan terencana, terutama bila

menggunakan teknik-teknik penyajian (animasi) yang kompleks.

4) Diperlukan keterampilan khusus dan kerja yang sistematis untuk

menggunakannya.

5) Membantu keterampilan khusus dan kerja yang sistematis untuk

menggunakannya.

6) Menuntut keterampilan khusus untuk menuangkan pesan atau ide-ide

yang baik pada disain program computer Microsoft Powerpoint,

sehingga mudah dicerna oleh penerima pesan

7) Bagi pemberi pesan yang tidak memiliki keterampilan menggunakan,

dapat memerlukan operator atau pembantu khusus

8) Selalu saja terjadi kerusakan hard disk, padat dan diserang virus.

35
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Pertimbangan Teknis Pengemasan Materi dalam Powerpoint

Materi pelajaran pada dasarnya adalah pesan-pesan yang ingin

disampaikan pada anak didik untuk dikuasai yang berupa informasi ide,

data/fakta, konsep, dan lain-lain yang berupa kalimat, tulisan, gambar, peta,

maupun tanda. Sanjaya (2010: 151) beberapa pertimbangan teknis dalam

mengemas isi atau materi pelajaran menjadi bahan belajar diantaranya adalah:

1. Kesesuaian dengan tujuan yang harus dicapai

Kesesuaian antara pengemasan bahan pelajaran dengan tujuan yang

harus dicapai, seperti yang dirumuskan dalam kurikulum secara teknis harus

menjadi pertimbangan pertama, sebab dalam pendekatan. sistem tujuan adalah

komponen yang utama daam proses pembelajaran artinya apapun yang

direncanakan termasuk pengemasan materi pelajaran diarahkan untuk

mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.

2. Kesederhanaan

Bahan pelajaran dikemas dengan tujuan untuk mempermudah siswa

belajar. Dengan demikian, kesederhanaan pengemasan merupakan salah satu

pertimbangan yang harus diperhatikan sepeti bahasa dan bahan ajar yang lebih

praktis

3. Unsur-unsur desain pesan

Dalam setiap pengemasan sebaiknya terdapat unsur gambar dan

caption. Pengemasan materi yang hanya terdiri atas gambar atau caption saja

akan mengurangi makna penyajian informasi.

36
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Pengorganisasian bahan

Bahan pelajaran sebaiknya disusun dalam bagian-bagian menuju

keseluruhan. Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami manakala disusun

dalam bentuk unit-unit terkecil atau dalam bentuk pokok-pokok bahasan yang

dikemas secara induktif.

5. Petunjuk cara penggunaan

Dalam bentuk apa pun pengemasan materi harus disusun beserta

petunjuk cara penggunaannya. Hal ini sangat penting, apalagi seandainya

bahan ajar dikemas untuk pembelajaran mandiri seperti modul, pengajaran

berprogram (CD pembelajaran) dan pembelajaran melalui kaset.

Disamping pertimbangan teknis seperti yang dikemukakan Wina

Sanjaya, keberhasilan presentasi dipengaruhi oleh desain media presentasi

yang ditampilkan. Rusman (2011: 334) menyatakan hal-hal yang harus

diperhatikan dalam mendesain presentasi Powerpoint.

1. Salah satu karakteristik pokok dari Powerpoint adalah bersifat multimedia,

maka tampilkanlah unsur teks, gambar, video, animasi dan suara pada

presentasi. Namun penggunaanya harus proporsional.

2. Penggunaan background atau gambar harus sesuai dengan tema presentasi.

Hal ini dimaksudkan untuk menambah daya tarik presentasi sekaligus

memperjelas pesan pembelajaran.

3. Pemilihan warna background dan teks. Jika warna background gelap maka

gunakanlah teks dengan intensitas terang. Begitu juga sebaliknya.

37
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Gunakan warna untuk memperindah tampilan sekaligus memberikan fokus

pada penyajian. Namun demikian gunakan maksimal tiga jenis warna

dalam satu sajian slide.

5. Pemilihan huruf harus tepat dengan memilih huruf-huruf yang memiliki

karakter jelas dan tegas, hindari jenis huruf dekoratif.

6. Sajian informasi disesuiakan dengan proporsi media sajian. Setiap

presentasi harus sesingkat mungkin untuk memberikan tambahan frekuensi

interaksi siswa, selain itu harus memperhatikan

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpukan bahwa microsoft

Powerpoint memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelemahan ini dapat teratasi,

yaitu bagi sekolah-sekolah yang mampu mengadakan alat-alat tersebut dengan

pengajar-pengajarnya yang telah mahir menggunakan dan mampu mendisain

pesan melalui program komputer Microsoft Powerpoint. Tidak memerlukan

bantuan operator, dan dapat mengoperasikan sendiri.

7. Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melaju begitu

cepat, merambah kesemua sektor kehidupan. Salah satu bidang yang mendapat

dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang

pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses

komunikasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi

pendidikan. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang

teknologi maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin

38
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

menuntut penggunaan media pendidikan yang lebih bervariasi dan inovatif

seperti penggunaan komputer.

Unesco (dalam Salma, 2013: 16) menyebutkan perkembangan

teknologi sebagai kombinasi dari teknologi informasi dengan teknologi

komunikasi. Kombinasi yang mengintegrasi dua fungsi dalam satu medium

yang disebut dengan perangkat komputer, sehingga tidak mengherankan

apabila teknologi dan komunikasi kemudian identik dengan penggunaan sarana

komputer sebagai medium informasi dan komunikasi. Komputer dapat

menggabungkan semua unsur media seperti teks, gambar, suara bahkan video

dan animasi menjadi sebuah media yang menarik.

Hal ini tersebut serupa dengan pernyataan Sanjaya (2010: 219) bahwa

saat ini teknologi pada bidang rekayasa komputer menggantikan peranan alat

presentasi pada masa sebelumnya seperti slide, OHT, opaque projector dan lain

sebagainya. Berbagai perangkat lunak yang menyertai komputer dikembangkan

sehingga penampilan presentasi lebih menarik, misalnya Microsoft Powerpoint

yang dikembangkan oleh Microsoft inc.

Powerpoint adalah salah satu program yang digunakan untuk membuat

slide atau presentasi. Fitur yang ada pada Powerpoint dapat memposisikan

objek teks, grafik, video, suara, dan objek-objek lainnya dalam satu atau

beberapa halaman individual yang disebut dengan "slide”. Slide dapat

terhubung ke slide lain, aplikasi lain atau ke jaringan internet dengan hyperlink.

Hyperlink atau hubungan dalam satu program akan memungkinkan pemberian

39
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

umpan balik secara langsung terhadap proses pembelajaran. Berikut

merupakan gambar slide media yang menunjukkan kegiatan interaktif.

Gambar slide soal evaluasi Gambar Slide jawaban benar

Gambar Slide jawaban salah Gambar Slide Menu

Gambar 2.1 Slide media kegiatan interaktif

Berdasarkan pernyataan dari para ahli, dapat disimpulkan bahwa

pengembangan media juga dapat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi

masa kini. Perkembangan teknologi sebagai kombinasi dari teknologi

informasi dengan teknologi komunikasi. Kombinasi yang mengintegrasi dua

fungsi dalam satu medium yang disebut dengan perangkat komputer. Komputer

dapat menggabungkan semua unsur media seperti teks, gambar, suara bahkan

video dan animasi menjadi sebuah media yang menarik.

40
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

8. Hakikat IPA

Winaputra (dalam Samatowa, 2011: 3) mengemukakan bahwa IPA

merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala alam, dan kebendaan atau

makhluk hidup yang memerlukan kerja, cara berpikir dan cara memecahkan

masalah yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang

berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen/sistematis (teratur)

artinya pengetahuan itu tersusun dalam suatu system, tidak berdiri sendiri, satu

dengan lainnya saling berkaitan, saling menjelaskan, sehingga seluruhnya

merupakan satu kesatuan yang utuh, sedangkan berlaku umum artinya

pengetahuan itu tidak hanya berlaku oleh seseorang atau beberapa orang

dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau

konsisten.

Sulistyowati (2014: 22) menyatakan bahwa IPA merupakan ilmu yang

pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan namun pada

perkembangan selanjutnya IPA juga diperoleh dan dikembangkan berdasarkan

teori. Ada dua hal yang berkaitan yang tidak terpisahkan dengan IPA yaitu IPA

sebagai produk, pengetahuan IPA yang berupa pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural dan metakognitif, dan IPA sebagai proses yaitu kerja

ilmiah.

Susanto (2013 : 167-169) menyatakan hakikat pembelajaran sains yang

didefinisikan sebagai ilmu tentang alam dalam bahasa Indonesia disebut

dengan ilmu pengetahuan alam, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian

yaitu ilmu pengetahuan alam sebagai produk, proses dan sikap. Ilmu

41
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pengetahuan alam sebagai produk yaitu kumpulan hasil penelitian yang telah

ilmuwan lakukan dan sudah membentuk konsep yang telah dikaji sebagai

kegiatan empiris dan kegiatan analitis. Ilmu pengetahuan sebagai proses yaitu

untuk menggali dan memahami pengetahuan tentang alam. Karena IPA

merupakan kumpulan fakta dan konsep, maka IPA membutuhkan proses dalam

menemukan dan teori yang akan digeneralisasi oleh ilmuwan. Sedangan ilmu

pengetahuan sebagai sikap, sikap ilmiah harus dikembangkan dalam proses

pembelajaran sains.

Berdasarkan paparan dari para ahli, dapat disimpulkan bahwa IPA

adalah ilmu yang berhubungan dengan gejala alam, dan kebendaan atau

makhluk hidup yang memerlukan kerja, cara berfikir dan cara memecahkan

masalah yang sistematis yang tersusun secara teratur. IPA dapat

diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu ilmu pengetahuan alam sebagai

produk, proses dan sikap.

9. Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau

Pemerintah membuat sebuah kurikulum sebagai dasar pengajaran bagi

guru. Menurut BNSP, dasar pengembangan materi pembuatan makanan pada

tumbuhan hijau yang termuat dalam standar isi adalah:

Tabel 2.1 Standar kompetensi dan kompetensi dasar

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar


2. Memahami cara tumbuhan hijau 2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan
membuat makanan hijau membuat makanan
2.2 Mendeskripsikan ketergantungan
manusia dan hewan pada tumbuhan
hijau sebagai sumber makanan

42
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan pada tumbuhan

hijau. Proses fotosintesis ini memerlukan bantuan sinar matahari. Menurut

Sulistyanto (2008: 37) fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air,

dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar

menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut

daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian

diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya

matahari. Proses fotosintesis menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Makanan

ini sebagian digunakan oleh tumbuhan itu sendiri dan sisanya dibawa ke bagian

tubuh lain. Manusia dan hewan secara langsung ataupun tidak langsung

bergantung pada tumbuhan hijau untuk memperoleh makanan. Daun, batang,

buah, biji, dan umbi merupakan bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai

sumber makanan bagi manusia dan hewan. Beberapa bagian tumbuhan yang

dapat digunakan sebagai bahan makanan baik yang langsung dimakan ataupun

dimasak terlebih dahulu di antaranya adalah akar, batang, daun, buah, bunga,

dan biji.

Ketika anak belajar tentang proses pembuatan makanan pada tumbuhan

hijau anak akan merasa kesulitan dalam belajar. Hal ini dikarenakan proses

pembuatan makanan pada tumbuhan hijau tidak dapat dilihat secara nyata oleh

karena itu perlu adanya media yang dapat memberikan wawasan dan gambaran

nyata tentang pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Fitur dalam

Powerpoint dapat membantu dalam pembuatan media yang didukung dengan

teks, gambar, suara dan video sehingga dapat memberikan gambaran tentang

43
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau melalui video yang disertai

dengan penjelasan.

B. Penelitian yang Relevan

Beberapa penelitian yang berkaitan dengan pengembangan media

adalah penelitian yang dilakukan oleh Kusprimanto (2014), Parida (2016) dan

Mere (2016).

Kusprimanto (2014) melakukan penelitian mengenai pengembangan

media Powerpoint dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran

Interaktif IPA Materi Pencernaan Pada Manusia untuk Siswa Kelas V Di SD N

Pundung, Girirejo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta”. Penelitian pengembangan ini

dikembangkan berdasarkan langkah-langkah pengembangan dari Dick and

Carey. Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah

produk alternatif bagi guru dan siswa dalam pembelajaran berupa media

pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif. Setelah dilakukan pengujian di

SDN Pundung dapat diketahui bahwa media memiliki kriteria kelayakan

“Baik”, kriteria tersebut dapat dilihat dari hasil uji kelayakan media oleh ahli

dan materi dengan rata-rata skor 4,0 dan 4,1. Sehingga berdasarkan hasil

validasi ahli tersebut menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki

kelayakan dari segi tampilan dan content. Kemudian pada uji coba dengan

melibatkan peserta didik kelas V Sekolah Dasar, responden memberikan

penilaian dengan rata-rata skor 4,25. Bardasarkan kriteria kelayakan maka

media Powerpoint Materi Pencernaan pada Manusia memiliki kriteria

kelayakan “Sangat Baik”. Pemberian penilaian “Sangat Baik” yang diberikan

44
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

oleh responden mengandung arti bahwa media yang dikembangkan layak

digunakan sebagai media pembelajaran dengan didukung tampilan dan conten

yang sangat baik sehingga dapat menarik perhatian siswa, mudah dalam

penggunaan dan dapat menyampaikan pesan dengan baik. Persamaan

penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu terletak pada

jenis media berupa Powerpoint Interaktif. Perbedaannya terletak pada langkah

pengembangan, penelitian ini menggunakan langkah pengembangan menurut

Dick and Carey sedangkan langkah pengembangan yang digunakan oleh

peneliti menggunakan langkah pengembangan menurut Borg and Gall.

Parida (2016) melakukan penelitian yang berjudul “Peningkatan

Motivasi dan Prestasi Belajar Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis IT

Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD Kanisius Kintelan 1 Yogyakarta Tahun

Ajaran 2015/2016” tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan

prestasi belajar IPA melalui penerapan media pembelajaran berbasis media

berbasis IT pada kelas IV SD Kanisius Kintelan 1 Yogyakarta Tahun Ajaran

2015/2016. Jenis dari penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat

disimpulkan bahwa penggunaan media berbasis IT berupa Powerpoint

Interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat

dari peningkatan skor rata-rata motivasi siswa dari kondisi awal 58,75 (sedang)

meningkat menjadi 77,65 (tinggi) pada siklus I dan menjadi 92,33 (tinggi) pada

siklus II. Penggunaan media berbasis IT dapat meningkatkan prestasi belajar

siswa kelas IV SD Kanisius Kintelan 1. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan

45
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

adanya peningkatan prestasi belajar siswa dari presentase ketuntasan pada

kondisi awal sebesar 35,71% meningkat menjadi 73,68% pada siklus I dan

pada siklus ke II menjadi 100%. Rata-rata nilai ulangan juga meningkat, dari

kondisi awal 61,26% menjadi 81,26 pada siklus 1 dan menjadi 87,16 pada

siklus II. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh

peneliti yaitu terletak pada jenis media berupa Powerpoint Interaktif.

Perbedaannya terletak pada jenis penelitian, pada penelitian ini merupakan

jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Mere (2016) dengan judul penelitian “Pengembangan Media

Pembelajaran Berbasis TIK Mengacu Pada Kurikulum SD 2013 Subtema

Kebersamaan Dalam Keberagaman Untuk Siswa Kelas IV SD Negeri Kalasan

1”media pembelajaran berbasis TIK dikembangkan dengan prosedur penelitian

pengembangan oleh Borg and Gall. Penelitian ini hanya sampai lima langkah

pengembangan dari 10 langkah pengembangan menurut Borg and Gall. Hasil

dari penelitian pengembangan termasuk dalam kriteria “baik” dengan

perolehan skor 3,4. Skor tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran

berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif memiliki kualitas baik dan layak

untuk digunakan dalam pembelajaran. Perbedaan dari penelitian ini dengan

penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian ini hanya menggunakan

lima langkah dari sepuluh langkah penelitian pengembangan dari Borg and

Gall, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan

sembilan dari sepuluh langkah penelitian pengembangan dari Borg and Gall.

Persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah

46
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

media yang dikembangkan berupa media berbasis TIK berupa Powerpoint

Interaktif.

Parida (2016) melakukan Kusprimanto (2014) melakukan Mere (2016) dengan judul
penelitian yang berjudul penelitian mengenai penelitian “Pengembangan
“Peningkatan Motivasi dan pengembangan media Powerpoint Media Pembelajaran Berbasis
Prestasi Belajar Menggunakan dengan judul “Pengembangan TIK Mengacu Pada Kurikulum
Media Pembelajaran Berbasis IT Media Pembelajaran Interaktif SD 2013 Subtema
Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IPA Materi Pencernaan Pada Kebersamaan Dalam
IV SD Kanisius Kintelan 1 Manusia untuk Siswa Kelas V Di Keberagaman Untuk Siswa
Yogyakarta Tahun Ajaran SD N Pundung, Girirejo, Imogiri, Kelas IV SD Negeri Kalasan
2015/2016” Bantul, Yogyakarta”. 1”

Dewanty (2017) dengan judul


Pengembangan Media
Pembelajaran Powerpoint
Interaktif Materi Pembuatan
Makanan Pada Tumbuhan
Hijau Untuk Kelas V Semester
Gasal Di SD Negeri Depok 1.

Bagan 2.1 Literatur Map Penelitian yang Relevan

Literatur map di atas menggambarkan tentang judul penelitian yang

sudah pernah dilakukan oleh tiga peneliti sebelumya. Penelitian tersebut

terdapat persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, yaitu pada

media pembelajaran yang dikembangkan berupa Powerpoint. Penelitian

tersebut juga terdapat perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh

peneliti diantaranya adalah langkah pengembangan yang dilakukan dalam

penelitian dan jenis penelitian.

C. Kerangka Berpikir

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi peserta didik

dianggap pelajaran yang sulit karena IPA merupakan pelajaran yang

47
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

membutuhkan teknik hafalan. Oleh karena itu penting jika IPA diajarkan sejak

Sekolah dasar. Mengingat umumnya anak Indonesia mulai masuk sekolah

dasar pada usia 6-7 tahun dan rentang waktu belajar di SD selama 6 tahun

maka usia anak sekolah dasar bervariasi antara 7-11 tahun. Untuk anak kelas 5

Sekolah dasar masih berada pada masa operasional konkret dimana anak akan

berfikir logis terhadap objek yang konkret, dengan demikian anak kelas 5

Sekoah Dasar memerlukan suatu alat bantu (media) untuk pemecahan masalah

yang bersifat abstrak namun yang ada di lapangan guru kurang maksimal

dalam memanfaatkan media sehingga anak mengalami kesulitan belajar.

Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan bahwa ketika peserta didik

belajar tentang pembuatan makanan pada tumbuhan hijau, peserta didik masih

merasa kesulitan dalam belajar. Hal ini dikarenakan pembuatan makanan pada

tumbuhan hijau tidak dapat dilihat secara nyata oleh karena itu perlu adanya

media yang dapat memberikan wawasan dan gambaran nyata tentang

pembuatan makanan pada tumbuhan hijau sedangkan guru masih kesulitan

dalam membuat media pembelajaran terutama pembelajaran berbasis

teknologi.

Pemahaman guru terhadap media pembelajaran berbasis teknologi

masih kurang. Sementara kondisi di sekolah saat ini bahwa peserta didik lebih

tertarik dengan media pembelajaran berbasis teknologi. Permasalahan ini

kemudian menjadi alasan peneliti untuk memberikan kontribusi dalam

memecahkan masalah tersebut. Peneliti memberikan kontribusi melalui

pengembangan media Powerpoint Interaktif materi pembuatan makanan pada

48
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

tumbuhan hijau. Powerpoint Interaktif yang dikembangkan tidak hanya

menampilkan teks tapi juga menampilkan video, gambar dan suara yang

dikemas sedemikian rupa sehingga saling terintegrasi menjadi sebuah media

yang menarik, mudah digunakan serta pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Jadi dalam Powerpoint Interaktif ini dibuat sekreatif mungkin agar dapat

membangkitkan antusias belajar siswa.

D. Pertanyaan penelitian

Pertanyaan penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini meliputi:

1. Bagaimana mengembangkan media pembelajaran berbasis Powerpoint

Interaktif pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk

peserta didik kelas V SD Negeri Depok 1?

2. Bagaimana kualitas produk media pembelajaran Powerpoint Interaktif

pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk peserta didik

kelas V SD Negeri Depok 1 menurut ahli media?

3. Bagaimana kualitas produk media pembelajaran Powerpoint Interaktif

pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk peserta didik

kelas V SD Negeri Depok 1 menurut guru kelas V?

4. Bagaimana kualitas produk media pembelajaran Powerpoint Interaktif

pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau kelas V SD Negeri

Depok 1 menurut hasil uji coba terbatas?

5. Bagaimana kualitas produk media pembelajaran Powerpoint Interaktif

pada materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau kelas V SD Negeri

Depok 1 menurut hasil uji pemakaian produk?

49
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

METODE PENELITIAN

Bab 3 membahas metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian

ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mencangkup jenis penelitian, setting

penelitian, rancangan penelitian, prosedur pengembangan, instrumen penelitian,

teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan jadwal penelitian.

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and

development). Sugiyono (2016: 30) menjelaskan bahwa penelitian dan

pengembangan adalah cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi

dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. Putra (2015: 67)

menyatakan bahwa R&D merupakan metode penelitian yang secara sengaja,

sistematis, bertujuan untuk mencaritemukan, merumuskan, memperbaiki,

mengembangkan, menguji keefektifan produk tertentu yang lebih unggul, baru,

efektif, efisien dan bermakna. Endang (2014: 161) memaparkan bahwa

penelitian dan pengembangan (research and development) bertujuan untuk

menghasilkan produk baru melalui proses pengembangan. Penelitian dan

pengembangan merupakan jenis penelitian yang berorientasi pada

pengembangan produk. Memperhatikan uraian dari Sugiyono, Putra dan

Endang dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan termasuk dalam

penelitian dan pengembangan. Hasil dari penelitian ini nantinya adalah berupa

produk media pembelajaran interaktif yang sudah diuji validitasnya pada

materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.

50
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Setting Penelitian

Setting penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis Powerpoint

interaktif akan menguraikan tentang objek penelitian, subjek penelitian, dan

lokasi penelitian.

1. Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis

Powerpoint interaktif materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah sumber data dalam penelitian, dapat

berupa orang, tempat, maupun simbol. Subjek dalam penelitian ini adalah

peserta didik kelas V SD Negeri Depok 1, tahun ajaran 2016/2017

dengan jumlah peserta didik 30 terdiri dari 9 siswa perempuan dan 21

siswa laki-laki.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Depok 1 pada bulan Juli

2016-Oktober 2016. SD Negeri Depok 1 terletak di Jalan Raya Tajem,

Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa

Yogyakarta. Sekolah ini terletak di dalam gang, tidak jauh dari jalan raya

Tajem. Pemilihan SD Negeri Depok 1 sebagai tempat penelitian karena

berdasarkan hasil prasurvei yang dilakukan di SD Negeri Depok 1

melalui wawancara dengan guru terdapat permasalahan terkait

pembelajaran khususnya dalam media pembelajaran.

51
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan dalam penelitian ini adalah yang menghasilkan

desain media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif. Media

pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif ini dikembangkan

berdasarkan langkah-langkah dari penelitian pengembangan menurut Borg and

Gall (dalam Sugiyono 2016: 350-367) terdapat 10 langkah dalam R&D

menurut Borg and Gall yang tertera pada bagan 3.1 sebagai berikut:

Pengumpulan Desain Validasi


Potensi dan
Masalah Data Produk Desain

Uji Coba Revisi Uji Coba Revisi


Pemakaian Produk Produk Desain

Revisi Produksi
Produk Masal

Bagan 3.1 langkah pengembangan R&D menurut Borg and Gall

Untuk lebih memahami langkah-langkah tersebut, maka akan dijelaskan

sebagai berikut:

1. Potensi dan Masalah

Potensi dan masalah dalam penelitian ini harus ditunjukkan dengan data

empiris (data yang sebenarnya). Data ini tidak harus dicari sendiri, namun

52
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain, atau dokumentasi laporan

kegiatan dari perorangan atau instasi tertentu yang masih up to date.

2. Pengumpulkan Data

Mengumpulakan berbagai informasi yang selanjutnya informasi tersebut

digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang

diharapkan dapat mengatasi masalah.

3. Desain Produk

Hasil akhir dari tahap ini adalah berupa desain produk baru yang lengkap

dengan spesifikasinya. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar

atau bagan, sehingga dapat digunkan sebagai pegangan untuk menilai dan

membuatnya. Desain produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa

media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif.

4. Validasi Desain

Proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, akan lebih efektif

dari yang lama atau tidak. Penilaian dalam validasi desain bersifat rasional

karena berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi

produk dilakukan oleh beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah

berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang

5. Revisi Desain

Setelah desain produk divalidasin oleh pakar dan para ahli, maka akan

dapat diketahui kelemahannya. Selanjutnya kelemahan tersebut diperbaiki

oleh peneliti berdasarkan saran dari pakar dan para ahli.

53
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Uji Coba Produk

Uji coba produk bertujuan untuk mengetahui keefektifan dan keefisienan

produk dalam mengatasi masalah. Uji coba dilakukan secara terbatas.

7. Revisi Produk

Pengujian sampel yang terbatas tersebut akan menunjukkan kinerja dari

produk. Selanjutnya perlu dilakukan revisi dari kelemahan produk

tersebut. Setelah desain produk direvisi maka perlu dilalkukan uji coba

produk sesungguhnya.

8. Uji Coba Pemakaian

Setelah melakukan revisi produk, langkah selanjutnya adalah menguji

cobakan produk secara nyata untuk mengetahui kekurangan atau hambatan

yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

9. Revisi Produk

Revisi produk pada langkah ini dilakukan apabila masih terdapat

kelemahan atau kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

10. Produksi Masal

Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diuji

coba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal

Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan, peneliti hanya membatasi

pada 9 langkah prosedur pengembangan, yaitu (1) Potensi dan Masalah, (2)

Pengumpulkan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain,

(6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian, (9) Revisi

Produk. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu yang dibutuhkan dalam

54
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

melakukan penelitian, serta media pembelajaran berbasis TIK ini dibuat untuk

menjadi pegangan guru SD sehingga cukup divalidasi oleh dua pakar media

pembelajaran berbasis TIK dan dua guru kelas sekolah dasar. Adapun langkah-

langkah pengembangannya tertera pada bagan 3.2 berikut.

55
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Langkah 1
Potensi dan Masalah

Analisis Wawancara
Langkah 2

Pengumpulan Data

Hasil Kajian Dokumen


Langkah 3
Desain Produk

Penyusunan Bahan Ajar Media Pembelajaran Media Powerpoint Interaktif

Langkah 4
Validasi
Desain
Validasi Ahli Media Validasi Guru SD
Langkah 5

Revisi Produk

Berdasarkan saran dari pakar media

Langkah 6
Uji Coba Media secara Terbatas

Uji Coba Produk Terbatas Validasi oleh Peserta Didik


Langkah 7

Revisi Produk

Revisi Produk dari hasil uji coba terbatas

Langkah 8 Langkah 9

Uji Coba Pemakaian Revisi Produk

Produk Akhir (Prototipe)

Bagan 3.2 Langkah-langkah pengembangan

56
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Untuk memperjelas langkah-langkah dalam bagan 3.2, akan dijelaskan

sebagai berikut:

Langkah 1: Potensi dan Masalah

Penelitian ini berawal dari adanya potensi dan masalah. Untuk

mengetahu potensi dan masalah tersebut peneliti melakukan analisis

kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara wawancara kepada guru

kelas V yaitu Bapak D. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk

mengidentifikasi potensi dan masalah yang terjadi di lapangan, yang berkaitan

dengan penggunaan media pembelajaran berbasis TIK pada mata pelajaran

IPA. Adapun kisi-kisi wawancara yang digunkan oleh peneliti dalam

melakukan analisis kebutuhan yaitu sebagai berikut:

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Wawancara Analisis Kebutuhan

Nomor
Aspek yang dinilai Indikator
aitem
Permasalahan yang dihadapi 1
Permasalahan di kelas saat
guru.
pembelajaran IPA
Cara mengatasi kendala. 2
Materi IPA Materi yang sulit dipahami. 3
Pemahaman terhadap 4,5
penggunaan media
Media Pembelajaran pembelajaran.
Respon peserta didik terhadap
media pembelajaran.
Penggunaan atau penerapan 6
media pembelajaran di kelas
Pemahaman terhadap Media 7
Pembelajaran berbasis TIK
Media Pembelajaran berbasis Kelemahan dan kelebihan 8,9
TIK media berbasis TIK
Ketersediaan sarana media 10
berbasis TIK.

57
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemahaman terhadap Media 11


Pembelajaran Powerpoint
Interaktif
Kesesuaian Media 12
Pembelajaran Powerpoint
Media Pembelajaran Interaktif dengan materi
Powerpoint Interaktif pelajaran IPA
Saran dalam pengembangan 13
media pembelajaran berbasis
TIK berupa Media
Pembelajaran Powerpoint
Interaktif.

Tabel 3.3 tersebut menjelaskan bentuk pertanyaan wawancara yang

akan digunakan dalam analisis kebutuhan. Secara garis besar, pertanyaan yang

menjadi acuan dalam melakukan analisis kebutuhan yaitu terkait dengan materi

pelajaram IPA yang sulit dipahami peserta didik di kelas, peran media dalam

proses pembelajaran, pemahaman guru tentang media pembelajaran berbasis

TIK serta pemahaman guru terhadap Media Pembelajaran Powerpoint

Interaktif. Berangkat dari adanya potensi dan masalah tersebut, peneliti dapat

merancang sebuah produk berupa media pembelajaran berbasis TIK.

Harapannya adalah media pembelajaran berbasis TIK yang dikembangkan,

disesuaikan potensi dan masalah di lapangan.

Langkah 2: Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Hasil dari

wawancara tersebut akan digunakan sebagai pertimbangan dalam

mengembangkan sebuah produk berupa media pembelajaran berbasis TIK.

Peneliti mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan produk tersebut, mencari

bahan-bahan melalui internet dan dari berbagai sumber sebagai pengumpulan

58
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

data untuk pembuatan media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint

Interaktif.

Langkah 3: Desain Produk

Desain produk dimulai dari menentukan SK dan KD kemudian

mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan silabus. Setelah itu

peneliti melanjutkan dengan membuat media pembelajaran berdasarkan SK

dan KD yang sudah ditentukan. Media pembelajaran berbasis TIK yang dibuat

berupa Powerpoint Interaktif. Media Powerpoint Interaktif berisi materi

sesuai KD, gambar, video dan soal latihan.

Langkah 4: Validasi Ahli

Setelah membuat produk, penelliti selanjutnya melakukan validasi

produk oleh para ahli. Peneliti menggunakan validasi pakar yang mengevaluasi

desain produk media pembelajaran berbasis TIK. Validasi dilakukan oleh

empat pakar yaitu dua guru kelas V dan dua dosen. Validasi produk ini

bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran untuk mengetahui kelemahan dan

kelebihan produk yang akan dikembangkan supaya dapat dilakukan perbaikan.

Langkah 5: Revisi Desain

Setelah mendapatkan kritik dan saran, selanjutnya dilakukan revisi

desain. Revisi produk dilakukan untuk memperbaiki kelamahan produk

berdasarkan hasil penilaian dari validator.

Langkah 6: Uji Coba Produk

Uji coba produk dilakukan setelah revisi desain. Uji coba produk

bertujuan untuk mengetahui keefektifan dan keefisienan produk dalam

59
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

mengatasi masalah. Selanjutnya produk yang telah diuji cobakan juga

divalidasi oleh peserta didik. Validasi peserta didik dilakukan untuk

mengetahui kritik dan saran dari pandangan peserta didik. Uji coba produk

dilakukan di SD Kanisius Duwet.

Langkah 7: Revisi Produk

Revisi produk dilakukan berdasarkan kritik dan saran peserta didik.

Revisi produk bertujuan untuk memperbaiki kelemahan yang berdasarkan

penilaian dari peserta didik.

Langkah 8: Uji Coba Pemakaian

Uji coba pemakaian dilakukan setelah melakukan revisi produk. Uji

coba pemakaian ini dilakukan dalam kondisi nyata, dengan jumlah peserta

didik minimal 30 anak. Uji coba pemakaian dilakukan di SD Negeri Depok 1.

Dalam uji coba pemakaian, produk tetap dinilai kekurangan atau hambatan

yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

Langkah 9: Revisi Produk

Revisi terhadap produk ini dilakukan berdasarkan hasil dari uji coba

pemakaian pada kondisi nyata. Apabila hasil yang diperoleh masih terdapat

kekurangan dan kelemahan maka dilakukan revisi. Hasil dari revisi ini akan

menjadi prototipe atau produk akhir berupa media pembelajaran berbasis TIK

untuk kelas V Sekolah Dasar.

60
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian pengembangan ini adalah

dengan menggunakan beberapa metode pengumpulan data, meliputi:

1. Wawancara

Wawancara menurut Arikunto (2013: 198) adalah sebuah dialog

yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari

telewicara. Wawancara digunakan untuk pengumpulan data ketika

peneliti akan melakukan penelitian sebagai bahan studi pendahuluan

untuk mencari permasalahan yang akan diteliti. Selain itu wawancara

digunakan dalam uji coba produk baik pada saat validasi kepada ahli

maupun uji coba produk di lapangan sebagai pertimbangan dalam

perbaikan media yang dikembangkan.

2. Kuisioner

Kuesioner menurut Arikunto (2013: 194) merupakan sejumlah

pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari

responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang

diketahui. Tujuan penggunaan kuisioner pada tahap ini adalah untuk

mengetahui kebutuhan penggunaan media berbasis TIK serta untuk

memvalidasi dan membantu peneliti dalam melakukan revisi media

pembelajaran berbasis TIK.

E. Validasi Ahli Media Pembelajaran Berbasis TIK

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam penelitian, maka

peneliti membutuhkan validator ahli yang kompeten yaitu dua pakar media

61
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pembelajaran berbasis TIK dan dua guru kelas V Sekolah Dasar. Dua pakar

media pembelajaran berbasi TIK ini yaitu Bpk. NA dan Ibu TY dan dua guru

kelas empat SD yaitu D dan VE.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti berupa wawancara,

kuisioner, serta tes. Berikut penjelasan mengenai instrumen penelitian.

1. Lembar Wawancara

Wawancara digunakan untuk melakukan analisis kebutuhan

terhadap media pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif di SD Negeri

Depok 1, khususnya untuk peserta didik kelas V. Adapun panduan

wawancara analisis kebutuhan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.4 Daftar Pertanyaan Analisis Kebutuhan


No Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan
1. Permasalahn apa saja yang Bapak/Ibu
hadapi ketika mengajar mata pelajaran IPA
di kelas V?
2. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengatasi
kendala yang dihadapi tersebut?
3. Menurut Bapak/Ibu materi apa yang sulit
dipahami oleh peserta didik dalam
pembelajaran IPA?
4. Bagaimana pendapat Bapak/ Ibu terkait
dengan penggunaaan media pembelajaran
yang digunakan dalam proses belajar
mengajar di kelas?
5. Bagaimana respon peserta didik jika dalam
pembelajaran menggunakan media?
6. Apakah dalam pembelajaran IPA
Bapak/Ibu guru pernah menggunakan
media pembelajaran berbasis TIK?
7. Apakah Bapak/Ibu guru sering
menggunakan media berbasis TIK dalam
pembelajaran?
8. Menurut Bapak/Ibu apa kelemahan dari
media pembelajaran berbasis TIK bila
digunakan dalam pembelajaran?

62
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9. Menurut Bapak/Ibu apa kelebihan dari


media pembelajaran berbasis TIK bila
digunakan dalam pembelajaran?
10. Apakah di SD Negeri Depok 1 terdapat
media berbasis TIK seperti proyektor dan
komputer?
11. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terkait
media pembelajaran berbasis TIK
menggunakan Powerpoint Interaktif?
12. Menurut Bapak/Ibu, apakah penggunaan
media TIK berupa Powerpoint dapat
membantu dalam proses belajar mengajar
di kelas khususnya dalam mata pelajaran
IPA?
13. Saran apa yang dapat Bapak/Ibu berikan
terkait dengan pengembangan media
pembelajaran berbasis TIK?

Berdasarkan tabel 3.5 di atas, peneliti akan mengetahui materi

pembelajaran yang sulit dipahami oleh peserta didik khususnya pada mata

pelajaran IPA kelas V Sekolah Dasar, pemahaman guru terkait media

pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas, pemahaman guru terkait

penggunaan media pembelajaran berbasis TIK serta pemahaman guru terkait

media pembelajaran Powerpoint Interaktif pada mata pelajaran IPA dalam

proses belajar mengajar di kelas.

2. Lembar Kuisioner

Lembar kuisioner digunakan sebagai panduan bagi validator untuk

menilai atau melakukan validasi terhadap produk yang dikembangkan. Lembar

kuisioner berisi pernyataan yang disusun untuk melakukan validasi media

pembelajaran berbasi TIK yang dibuat oleh peneliti. Lembar kuisioner tersebut

diisi oleh dua validator ahli media pembelajaran berbasis TIK dan dua guru

kelas V sekolah dasar. Hasil dari validasi melalui kuisioner dapat digunakan

sebagai masukan terhadap media pembelajaran berbasis TIK yang dibuat untuk

63
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

melakukan revisi. Adapun kisi-kisi lembar kuisioner dapat dilihat pada tabel

berikut ini.

Tabel 3.5 Kisi-kisi kuisioner validasi


No Aspek Indikator Nomor
Item
1. Aspek Audio Visual Media bersifat sederhana dan menarik. 1
Media dapat memikat perhatian siswa. 2
Media dapat mudah diterima oleh sasaran 3
berdasarkan tujuan yang akan dicapai
(komunikatif).
Tampilan media dibuat kreatif sesuai dengan ide 4
dan gagasan.
Animasi gambar menarik. 5
Gambar jelas dan mudah dipahami. 6
Audio (efekmusik) yang digunakan tidak 7
mengganggu.
Desain background jelas (tidak blur). 8
Ketepatan pemilihan jenis huruf. 9
Warna background dan tulisan memiliki 10
kombinasi yang tepat.
Ketepatan ukuran huruf. 11
Ketepatan dalam penempatan teks. 12
Penempatan gambar 13
Ketepatan pemilihan gambar. 14
Pergantian slide menarik serta tidak monoton. 15
Kejelasan teks. 16
Desain efektif tidak mengganggu tulisan. 17
Tombol navigasi. 18
Mudah untuk dibaca. 19

2. Aspek Isi Media berisi standar kompetensi, kompetensi 1


dasar, indicator serta tujuan pembelajaran.
Media dapat mencakup materi pelajaran yang 2
akan dicapai siswa sesuai dengan indicator.
Media berisi seluruh kegiatan belajar mengajar 3
yang akan dilaksanakan.
Kebenaran dan ketepatan isi materi (teori). 4
Materi yang terdapat dalam media memiliki 5
cakupan yang luas dan memadai.
Materi ajar runtut dan sistematis. 6
Media dapat mendorong siswa untuk 7
bekerjasama.
Media terdapat soal evaluasi pembelajaran. 8
Media mempermudah siswa dalam memperdalam 9
materi.

64
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Aspek Lainnya Terdapat petunjuk penggunaan media. 1


Pengoperasian media mudah digunakan. 2
Bahasa yang digunakan dalam media sangat 3
sederhana dan mudah dipahami.
Media yang dikembangkan sesuai dengan tujuan 4
pembelajaran.
Media yang dikembangkan sesuai dengan durasi 5
waktu
Kesesuaian isi dengan tombol navigasi 6

Jadi tabel 3.6 lembar kuisioner validasi produk media pembelajaran

berbasis TIK di atas akan memvalidasi produk yang sudah dibuat oleh peneliti

yang mencangkup beberapa aspek yang dinilai dalam media pembelajaran

berbasis TIK yaitu (1) aspek audio visual, (2) aspek isi, (3) aspek lain. Hasil

validasi yang sudah diperoleh akan direvisi dengan komentar yang diberikan

oleh validator.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini secara kualitatif dan kuantitatif.

1. Data Kualitatif

Data kualitatif dalam penelitian ini berupa komentar yang

dikemukakan oleh dua pakar media pembelajaran berbasis TIK dan dua guru

kelas V Sekolah Dasar. Data tersebut kemudian dianalisis sebagai dasar untuk

memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk pengembangan yang

dihasilkan.

2. Data Kuantitatif

Penelitian kuantitaf ini berupa skor dari penilaian oleh pakar media

pembelajaran berbasis TIK serta guru kelas V sekolah dasar. Data kuantitatif

65
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

merupakan data hasil penilaian menggunakan skala penskoran. Data

kuantitatif ini dapat diperoleh dari :

Hasil validasi dosen ahli, guru kelas, kuesioner hasil uji coba dan

kuesioner hasil uji coba pemakaian. Hasil skor data validasi media dan

kuesioner dihitung berdasarkan skala Likert (kriteria 1 sampai 4). Skor Likert

dihitung dengan skor rata-rata pada butir pernyataan. Untuk menghitung rata-

rata dari hasil validasi menggunakan rumus sebagai berikut

Dari nilai rata-rata yang diperoleh kemudian dikonversikan ke skala empat.

Widoyoko (2014:144) penentuan jarak interval (Ji) dapat diperoleh dengan

rumus:

Ji = (t – r)/Jk

Keterangan:

t = skor tertinggi ideal dalam skala ; 4

r = skor terendah ideal dalam skala ; 1

Ji = jumlah kelas interval ; (4 – 1)/4 = 0,75

Kriteria klasifikasi penilaian media pembelajaran TIK yang

dikembangkan adalah sebagai berikut.

Tabel 3.6 Klasifikasi Hasil Penilaian

Skor Akhir Klasifikasi


3,25 – 4,00 Sangat Baik (SB)
2,50 – 3,25 Baik (B)
1,75 – 2,50 Cukup (C)
1,00 – 1,75 Kurang (K)

66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Hasil dari perhitungan masing-masing skor masing-masing validasi yang

dilakukan dicari rata-rata skor perolehannya kemudian dapat dikonversikan

dari data kuantitatif menjadi data kualitatif dalam kategori tertentu seperti

tertera pada tabel kriteria skor skala empat di atas.

Sedangkan, perhitungan pada kuesioner respon peserta didik terhadap

media pembelajaran berbasis Powerpoint dihitung dengan cara sebagai berikut.

1. Menjumlahkan skor kuesioner secara keseluruhan

2. Menghitung skor maksimal dengan rumus

3. Skor maksimal = jumlah item x skor jawaban tertinggi

4. Menghitung skor respon secara keseluruhan dengan rumus

5. Jumlah skor respon =

Arikunto (2004:18) mengemukakan kriteria penyusunan instrumen hanya

dengan memperhatikan rentangan bilangan tanpa mempertimbangkan apa-apa

yang dilakukan dengan membagi rentangan bilangan. Untuk menganalisis data

respon peserta didik maka dilakukan dengan kuesioner, yang terdiri dari

alternatif jawaban berupa sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak

setuju. Peserta didik harus memilih salah satu jawaban dengan memberikan

tanda centang (√). Peneliti dapat mengetahui respon peserta didik terhadap

media pembelajaran berbasis Powerpoint dengan mengambil rata-rata respon

peserta didik dari hasil kuesioner. Untuk mengetahui kategori rata-rata respon

peserta didik berdasarkan kriteria kuantitatif tanpa pertimbangan menurut

Arikunto (2004: 18) dapat melihat pada tabel di bawah ini:

67
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.7 Klasifikasi Rata-rata Respon Peserta didik

Rentang Persentase Interval Skor Kategori


Skor
81%-100% 81-100 Baik sekali
61%-80% 61-80 Baik
41%-60% 41-60 Cukup
21%-40% 21-40 Kurang
0-21% 0-21 Kurang sekali

Mendapatkan kriteria keberhasilan itu dinyatakan jika hasil yang

diperoleh mencapai klasifikasi rata-rata yaitu 100 dengan kategori baik sekali.

Respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis Powerpoint dapat

diperoleh melalui kuesioner atau angket peserta didik setelah menggunakan

media pembelajaran berbasis Powerpoint.

68
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Analisis Kebutuhan

Pada potensi dan masalah, peneliti melakukan analisis kebutuhan

dengan cara wawancara. Analisis kebutuhan merupakan langkah awal yang

dilakukan oleh peneliti dalam mengembangkan produk berupa media

pembelajaran berbasis TIK yaitu Powerpoint Interaktif. Analisis kebutuhan

dilakukan peneliti berdasarkan langkah-langkah pengembangan yang telah

diuraikan pada bab III. Wawancara yang dilakukan memiliki tujuan untuk

mengetahui potensi atau masalah yang terjadi di lapangan, masalah tentang

pemahaman guru terhadap penggunaan atau penerapan media pembelajaran

berbasis Powerpoint Interaktif. Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara

wawancara dengan guru kelas V di SD Negeri Depok 1 yaitu Bpk. D.

Wawancara dilakukan pada hari Selasa, 21 Juni 2016 pukul 10.00 WIB.

Wawancara terkait dengan sejauh mana guru mengenal dan menggunakan

media pembelajaran berbasis Powerpoint Interakrif terutama dalam kegiatan

pembelajaran IPA. Hasil dari wawancara tersebut dijadikan acuan dalam

pengembangan media berbasis Powerpoint Interakrif yang akan dibuat untuk

kelas V Sekolah Dasar.

69
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Wawancara analisis kebutuhan yang dilakukan oleh peneliti berpedoman

pada daftar pertanyaan wawancara yang terdiri atas 13 butir pertanyaan.

Berikut ini merupakan data hasil wawancara dengan guru kelas V.

Pertanyaan pertama yaitu tentang permasalahan apa saja yang dihadapi

guru ketika mengajar materi IPA di kelas V. Guru mengatakan bahwa saat

mengajar IPA ada beberapa kendala yaitu pada saat menjelaskan mengenai

materi yang membutuhkan hafalan dan materi yang abstrak.

Pertanyaan kedua yaitu tentang bagaimana cara untuk mengatasi kendala

yang dihadapi tersebut. Guru menjelaskan bahwa untuk mengatasi kendala

tersebut maka guru menggunakan metode pembelajaran seperti kerja

kelompok, diskusi, pengamatan dan melakukan penelitian.

Pertanyaan ketiga yaitu mengenai materi yang sulit dipahami oleh peserta

didik dalam pembelajaran IPA. Guru menjelaskan bahwa materi yang sulit

dipahami peserta didik yaitu materi fotosintesis, karena peserta didik sulit

untuk mengetahui konsep dalam fotosintesis secara nyata dan cenderung hanya

menghafal.

Pertanyaan keempat yaitu tentang pendapat Bapak/ Ibu terkait dengan

penggunaaan media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar

mengajar di kelas. Guru mengatakan bahwa penggunaan media disaat

pembelajaran tidak begitu digunakan, karena keterbatasan saat membuat.

Media yang digunakan hanya media yang mudah untuk dicari seperti gambar.

70
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pertanyaan kelima yaitu mengenai bagaimana respon peserta didik jika

dalam pembelajaran menggunakan media. Guru menjelaskan bahwa respon

siswa jika pembelajaran menggunakan media yaitu siswa lebih tertarik, tidak

mudah bosan, dan aktif bertanya.

Pertanyaan keenam yaitu mengenai apakah dalam pembelajaran IPA guru

pernah menggunakan media pembelajaran berbasis TIK, Guru mengemukakan

bahwa pernah menggunakan media berbasis TIK namun hanya sederhana

seperti pemutaran video.

Pertanyaan ketujuh yaitu mengenai apakah media berbasis TIK sering

digunakan dalam pembelajaran. Guru mengemukakan bahwa tidak sering

menggunakan media berbasis TIK karena keterbatasan sarana prasarana,

membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan serta kurangnya pemahaman

guru mengenai media berbasis TIK.

Pertanyaan kedelapan yaitu mengenai kelemahan dari media pembelajaran

berbasis TIK bila digunakan dalam pembelajaran. Guru mengungkapkan

bahwa kelemahan dari media berbasis TIK yaitu guru kurang terampil dalam

mengoperasikan aplikasi serta pengendalian peserta didik sulit karena siswa

terfokus pada media yang ditayangkan dan peserta didik lebih asyik tanpa

memperhatikan guru.

Pertanyaan kesembilan yaitu mengenai kelebihan dari media berbasis TIK.

Guru mengungkapkan bahwa kelebihan dari media berbasis TIK adalah materi

lebih praktis disajikan, siswa lebih tertarik pada pembelajaran serta guru tidak

benyak ceramah.

71
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai apakah di SD Negeri Depok 1

terdapat media berbasis TIK seperti proyektor dan komputer. Guru

menjelaskan bahwa tersedia proyektor di SD Negeri Depok 1 namun hanya

beberapa kelas yang terpasang proyektor .

Pertanyaan kesebelas yaitu mengenai pendapat Bapak/Ibu terkait media

pembelajaran berbasis TIK menggunakan Powerpoint Interaktif. Guru

berpendapat bahwa dengan menggunakan media berbasis TIK berupa

Powerpoint dapat memudahkan dalam menyampaikan materi, dan materi dapat

dikemas secara ringkas di dalam powerpoint, dengan menggunakan powerpoint

juga dapat memasukkan gambar-gambar atau video yang berkaitan dengan

materi.

Pertanyaan keduabelas mengenai pendapat guru tentang penggunaan

media TIK berupa Powerpoint dapat membantu dalam proses belajar mengajar

di kelas khususnya dalam mata pelajaran IPA. Guru berpendapat bahwa

Penggunaan media pembelajaran dengan powerpoint sangat membantu dalam

proses belajar mengajar karena siswa dapat tertarik pada pembelajaran.

Pertanyaan ketigabelas yaitu mengenai saran apa yang dapat guru berikan

terkait dengan pengembangan media pembelajaran berbasis TIK. Guru

menyarankan supaya media pembelajaran yang dikembangkan dapat

menumbuhkan keaktifan siswa.

b. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah diuraikan, peneliti memiliki

kesimpulan bahwa guru saat mengajar juga menghadapi kendala-kendala saat

72
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pembelajaran serta untuk menangani kendala tersebut guru menguunakan

metode pembelajaran seperti kerja kelompok, diskusi kelompok, pengamatan

dan penelitian. Penggunakan media berbasis TIK dalam pembelajaran belum

maksimal karena keterbatasan sarana prasarana yang tersedia dan kebutuhan

waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan. Media pembelajaran yang

digunakan sederhana dan mudah didapatkan seperti gambar.

2. Deskripsi Produk Awal

Peneliti menggunakan beberapa langkah awal yang dilakukan untuk

mengembangkan produk media pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif

ini. Tampilan media Powerpoint ini dibuat dengan tampilan yang menarik dan

fasilitas pendukung untuk pembelajaran IPA. Seperti yang diungkapan Sanjaya

(2010: 222) bahwa media interaktif membimbing siswa secara tuntas untuk

menguasai materi dengan cepat dan menarik. Langkah awal yang dilakukan

oleh peneliti yaitu menentukan materi yang sulit diajarkan menurut analisis

kebutuhan yang telah dilakukan dengan wawancara kepada guru kelas V,

kemudian peneliti menentukan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

terkait mata pelajaran IPA. Berdasarkan Kompetensi dasar tersebut,

selanjutnya peneliti menentukan indikator serta tujuan pembelajaran yang ingin

dicapai. Kemudian peneliti merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP) berdasarkan indikator dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

Dalam RPP juga dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS), bahan

ajar dan juga instrumen penilaian. Peneliti juga merancang media pembelajaran

berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif yang mengacu pada RPP yang

73
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

telah dibuat. Powerpoint Interaktif ini memuat tiga aspek EEK (Eksplorasi,

Elaborasi dan Konfirmasi) sesuai dengan RPP. Powerpoint Interaktif ini berisi

petunjuk penggunaan media, motivasi siswa, materi, video dan gambar yang

berkaitan dengan materi pelajaran IPA. Powerpoint Interaktif juga dilengkapi

dengan pemetaan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran serta

latihan soal.

a. Perangkat Pembelajaran

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Perangkat pembelajaran meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran

(RPP) merupakan rencana atau rancangan kegiatan yang digunakan dalam

menggambarkan prosedur atau langkah-langkah pembelajaran secara detail

agar dapat mencapai kompetensi dasar dan indikator yang telah dirumuskan.

RPP dibuat secara sistematis terdiri dari beberapa komponen yaitu: (1) Satuan

Pendidikan/ Identitas sekolah, (2) Mata Pelajaran, (3) Kelas, (4)Semester, (5)

Alokasi waktu, (6)Standar Kompetensi, (7) Kompetensi Dasar, (8)Indikator

Pembelajaran, (9)Tujuan Pembelajaran, (10) Karakter siswa yang diharapkan,

(11) Materi Ajar, (12) Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran, (13)

Sumber, media alat dan bahan, (14) Langkah-langkah kegiatan, (15) Penilaian,

(16) Lampiran-lampiran.

RPP dirancang untuk 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35

menit setiap pertemuan. RPP ini disusun dengan menggunakan langkah-

langkah yang sistematis dan terperinci sehingga tidak menyulitkan guru dalam

menggunakannya. Langkah-langkah yang digunakan dalam pembelajaran ini

74
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran, sehingga proses pembelajaran

lebih menarik dan bersifat student centered bukan teacher centered.

2. Silabus

Dalam perangkat pembelajaran peneliti menyusun silabus, silabus

merupakan perangkat rencana dan pengaturan yang berisi tentang kegiatan

pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. Isi dalam silabus

merupakan penjabaran dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. Silabus

dipersiapkan sebelum penyusunan RPP. Komponen dalam silabus yaitu (1)

Satuan Pendidikan, (2) Mata pelajaran, (3) kelas/semester, (4) Alokasi Waktu,

(5) Standar Kompetensi, (6) Kompetensi Dasar, (7) Materi

Pokok/Pembelajaran, (8) Indikator, (9) Kegiatan Pembelajaran, (10) alokasi

waktu, (11) penilaian, (12) sumber belajar. Silabus dikembangkan untuk 2 kali

pertemuan, untuk setiap satu kali pertemuan yaitu 2x 35 menit.

b. Media Pembelajaran Berbasis TIK (Powerpoint Interaktif)

Media pembelajaran berbasis TIK yang dikembangkan oleh peneliti yaitu

media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif untuk siswa

kelas V Sekolah Dasar. Media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint

Interaktif yang dikembangkan mengacu pada kurikulum KTSP. Jenis media

pembelajaran TIK yang dikembangkan di dalam penelitian ini yaitu

Powerpoint Interaktif. Powerpoint Interaktif yang dikembangkan memuat

seluruh kegiatan dan langkah-langkah pembelajaran yang sudah tercantum di

RPP.

75
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Powerpoint Interaktif yang dikembangkan tersebut memperhatikan

kompetensi dasar dan indikator yang ingin dicapai. Powerpoint Interaktif

mencangkup petunjuk penggunaan media, pemetaan kompetensi dasar,

indikator, tujuan pembelajaran. Powerpoint Interaktif juga berisi materi ajar

yang dibuat secara menarik, sehingga siswa mudah dalam memahami materi

yang disampiakan guru. Kegiatan pembelajaran dalam Powerpoint Interaktif

ini disertai adanya petunjuk yang harus dilakukan oleh peserta didik dan guru.

Powerpoint Interaktif ini juga dilengkapi dengan video dan gambar yang

berkaitan dengan materi ajar, agar pembelajaran yang dilakukan lebih menarik

dan mudah dipahami peserta didik.

Powerpoint Interaktif yang dikembangkan peneliti juga dilengkapi

dengan adanya soal evaluasi atau kuis. Pada bagian ini siswa dapat

menyelesaikan soal-soal pilihan ganda. Soal evaluasi atau kuis yang

ditampilkan dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh pemahaman peserta

didik terhadap materi yang telah disampaikan guru. Soal evaluasi disajikaan

pada saat akhir pembelajaran. Tujuannya yaitu untuk melihat seberapa jauh

pemahaman peserta didik mengenai materi yang diajarkan. Di dalam

Powerpoint Interaktif yang dibuat semenarik mungkin mulai dari petunjuk

penggunanaan harus jelas, gambar menarik, materi yang disajikan harus jelas,

bahasa sesuai dengan karakter siswa, perpindahan slide yang menarik.

Powerpoint Interaktif juga memuat kegiatan diskusi adan lagu yang dapat

membuat peserta didik aktif dan membantu peserta didik memahami materi

yang disampaikan. Dalam Powerpoint Interaktif juga disertakan daftar

76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pustaka. Daftar pustaka berisi tentang sumber-sumber yang digunakan oleh

peneliti antara lain buku, artikel dan sumber lain yang mendukung dari

internet.

3. Data Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran Berbasis Powerpoint

Interaktif dan Revisi Produk

a. Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran berbasis TIK

Produk media pembelajaran berbasis Powerpoint Interakrif yang

dikembangkan oleh peneliti melalui tahap validasi oleh dua pakar media

pembelajaran berbasis TIK yaitu dua dosen dan dua guru Sekolah Dasar.

Validasi yang dilakukan yaitu untuk mengetahui kualitas dan kelayakan produk

yang dikembangkan. Pakar media pembelajaran berbasis TIK yang menjadi

validator yaitu Bapak NA dan Ibu TY. Produk media pembelajaran berbasis

TIK berupa Powerpoint Interakrif divalidasi sebanyak satu kali pada tanggal 07

Oktober 2016.

Sedangkan aspek yang dinilai dari media pembelajaran berbasis TIK

berupa Powerpoint Interaktif yang akan dikembangkan yaitu (1) aspek audio

visual, (2) aspek isi, dan (3) aspek liannya. Berdasarkan hasil validasi yang

diperoleh dari pakar media pembelajaran berbasis TIK Bpk NA menunjukan

skor rata-rata media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif

yaitu 3,7 dan dengan kategori “Sangat baik”. Media pembelajaran berbasis TIK

berupa Powerpoint Interakrif mengacu pada kurikulum KTSP dinyatakan layak

digunakan atau diuji coba dengan revisi sesuai saran. Hasil penghitungan dari

setiap aspek media pembelajaran berbasis Powerpoint Interakrif antara lain

77
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

sebagai berikut. (1) total skor aspek audio visual yaitu 70, (2) total skor aspek

isi yaitu 35, dan (3) total skor aspek liannya yaitu 21. Jumlah skor yang

didapatkan dari keseluruhan aspek yang dinilai yaitu 126. Untuk mendapatkan

skor rata-rata, dihitung berdasarkan rumus rata-rata seperti yang tertulis dalam

bab III.

Berdasarkan hasil penghitungan menggunakan rumus rata-rata

diperoleh skor rata-rata yaitu 3,7. Skor rata-rata yang telah diperoleh tersebut,

kemudian dikonversikan dari data kuantitatif ke data kualitatif dalam ktegori

“Sangat baik” berdasarkan acuan yang tertera dalam tabel kriteria skor skala

empat pada bab III. Sedangkan hasil validasi yang diperoleh dari pakar media

pembelajaran berbasis TIK yaitu Ibu TY menunjukkan skor 3.2 dan dengan

kategori baik. Media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif

mengacu pada kurikulum KTSP dinyatakan layak digunakan atau diuji coba

dengan revisi sesuai saran. Adapun hasil penghitungan dari setiap aspek antara

lain sebagai berikut. (1) total skor aspek audio visual yaitu 63, (2) total skor

aspek isi yaitu 30, dan (3) total skor aspek liannya yaitu 18. Jumlah skor yang

didapatkan dari keseluruhan aspek yang dinilai yaitu 111. Untuk mendapatkan

skor rata-rata , dihitung berdasarkan rumus rata-rata seperti yang tertulis dalam

bab III. Berdasarkan hasil penghitungan menggunakan rumus rata-rata

diperoleh skor rata-rata yaitu 3,2. Skor rata-rata yang telah diperoleh tersebut,

kemudian dikonversikan dari data kuantitatif ke data kualitatif dalam ktegori

“Baik” berdasarkan acuan yang tertera dalam tabel kriteria skor skala empat

78
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pada bab III. Rekapitulasi keseluruhan data validasi pakar media pembelajaran

berbasis TIK dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini.

Tabel 4.1 Rekapitulasi Data Validasi Pakar Media Pembelajaran berbasis TIK

Aspek yang dinilai Hasil perolehan skor


Validator Validator
Bpk. NA Ibu TY
Aspek audio visual 70 63
Aspek isi 35 30
Aspek lainnya 21 18
Total keseluruhan 126 111
Rerata 3,7 3,2
Kriteria Sangat baik Baik

Tabel 4.1 di atas menunjukkan rerata skor keseluruhan hasil validasi

pakar media pembelajaran berbasis TIK. Berdasarkan tabel tersebut, dapat

disimpulkan bahwa dari rerata skor menunjukan 3,7 dan 3,2 menunjukan

kualitas dari media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interakrif

menurut pakar media pembelajaran berbasis TIK memiliki kriteria “Sangat

baik” serta memiliki kriteria “Baik”.

Kedua Pakar ahli media berbasis TIK memberikan komentar untuk

melakukan perbaikan pada media pembelajaran berbasis TIK berupa

Powerpoint Interaktif yang telah divalidasi. Peneliti melakukan perbaikan

sesuai dengan saran dan komentar yang diberikan oleh pakar ahli media

berbasis TIK. Adapun saran dari pakar media berbasis TIK serta revisi akan

dimuat dalam tabel di berikut.

Tabel 4.2 Saran Pakar Media Berbasis TIK dan Revisi


No Komentar Revisi
Aspek Audio Visual
1. Tidak terdengar adanya musik/suara yang Memberi efek suara pada saat pergantian slide.
digunakan.
2. Tidak ada efek animasi saat pergantian slide. Memberi efek animasi saat pergantian slide.

79
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Aspek Isi
1. Diberi perintah jelas dimana peserta didik harus Memberi petunjuk atau perintah saat peserta
bekerjasama. didik diminta untuk bekerjasama.

2. Tidak adanya indikator dan tujuan Mencantumkan indikator dan tujuan


pembelajaran. pembelajaran.

Aspek lain
1. Tidak ada petunjuk penggunaan. Memberi petunjuk penggunaan. Contoh: jika
ingin melihat slide materi, maka klik pada
bagian yang bertuliskan “materi”.

80
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Tombol navigasi kurang tertata dengan baik. Memperbaiki tombol navigasi dan diletakkan
secara teratur dan jelas.

Tabel 4.2 tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis

Powerpoint Interakrif perlu direvisi sesuai dengan komentar dan saran yang

diberikan. Berdasrkan komentar dan saran dari pakar media berbasis TIK

tersebut, peneliti kembali melakukan revisi terhadap media pembelajaran

berbasis Powerpoint Interakrif dengan acuan yang tertera pada tabel 4.2 di atas.

b. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran

Kedua validator juga memberikan penilaian terhadap perangkat

pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan media

pembelajaran berbasis TIK yang berupa Powerpoint Interaktif. Aspek yang

dinilai pada perangkat pembelajaran antara lain (1) identitas RPP, (2)

perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi

pembelajaran, (5) pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media belajar, (7)

metode pembelajaran, (8) skenario pembelajaran (9) penilaian, (10) lembar

kerja siswa, (11) bahasa.

81
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Keseluruhan data validasi perangkat pembelajaran oleh pakar media

berbasis TIK dapat dilihat pada tabel rekapitulasi data validasi sebagai berikut.

Tabel 4.3 Rekapitulasi Data Validasi Perangkat Pembelajaran


oleh Pakar Media Berbasis TIK
Hasil perolehan skor
Aspek yang dinilai Validator Validator
(Bpk NA) (Ibu TY)
Identitas RPP 8 7
Perumusan indikator 12 12
Perumusan tujuan pembelajaran 8 7
Pemilihan materi pembelajaran 12 11
Pemilihan sumber belajar 16 15
Pemilihan media belajar 12 12
Metode pembelajaran 7 8
Skenario pembelajaran 19 20
Penilaian 14 15
Lembar kerja siswa 14 15
Bahasa 4 125
Total skor keseluruhan 126 125
Rata-rata 3,7 3,6
Kedua Pakar ahli media berbasis TIK memberikan komentar untuk

melakukan perbaikan pada media pembelajaran berbasis TIK berupa

Powerpoint Interakrif yang telah divalidasi. Peneliti melakukan perbaikan

sesuai dengan saran dan komentar yang diberikan oleh pakar ahli media

berbasis TIK. Adapun saran dari pakar media berbasis TIK serta revisi akan

dimuat dalam tabel di berikut.

Tabel 4.4 Tabel Komentar Perangkat Pembelajaran

Aspek yang dinilai Komentar Revisi

Aspek Skenario Pembelajaran

Menampilan kegiatan Pada bagian apersepsi Memperbaiki pada


pendahuluan yang sebaiknya bagian apersepsi
jelas. menanyakan terlebih dengan
dahulu mengenai menambahkan
pembelajaran pertanyaan.
sebelumnya yang
berkaitan dengan
materi yang akan
diajarkan.

82
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Aspek Perumusan Tujuan Pembelajaran

Kelengkapan Tujuan pembelajaran Dilakukan perbaikan


komponen ABCD belum mengandung tujuan pembelajaran.
(audience, behavior, unsur “degree”.
condition, degree)
dengan rumusan
tujuan pembelajaran

Aspek bahasa

RPP menggunakan Perbaiki Penggunaan Dilakukan perbaikan


Bahasa Indonesia EYD. EYD.
yang bak dan benar

Berdasarkan 4.4 tabel di atas disimpulkan bahwa kualitas perangkat

pembelajaran memberikan komentar terhadap perangkat pembelajaran yang

sudah dibuat oleh peneliti terutama pada aspek skenario pembelajaran, aspek

perumusan tujuan pembelajaran, dan aspek bahasa. Peneliti melakukan

perbaikan sesuai dengan saran dan komentar yang diberikan oleh pakar ahli

media berbasis TIK. Adapun saran dari pakar media berbasis TIK serta revisi

akan dimuat dalam tabel di berikut.

4. Data Hasil Validasi Guru SD Kelas V dan Revisi Produk

a. Hasil Validasi Media Pembelajaran

Validator dalam penelitian ini adalah guru kelas 5 yaitu Bpk D selaku

guru IPA kelas V di SD Negeri Depok 1 dan Ibu VE selaku guru IPA kelas V

di SD Kanisius Duwet. Validasi dilakukan pada tanggal 07 Oktober 2016

sedangkan validasi oleh Ibu VE dilakukan pada 12 Oktober 2016. Kedua

validator juga memberikan penilaian terhadap media pembelajaran berbasis

TIK yang berupa Powerpoint Interaktif.

83
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Aspek yang dinilai dari media pembelajaran berbasis TIK berupa

Powerpoint Interaktif yang akan dikembangkan yaitu (1) aspek audio visual,

(2) aspek isi, dan (3) aspek lainnya. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan

oleh Bpk D menunjukan skor rata-rata 3.5 dengan kategori “Sangat baik”.

Media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif mengacu pada

kurikulum KTSP dinyatakan layak digunakan atau diuji coba revisi sesuai

saran. Adapun hasil penghitungan dari setiap aspek antara lain sebagai berikut.

(1) total skor aspek audio visual yaitu 69, (2) total skor aspek isi yaitu 31, dan

(3) total skor aspek liannya yaitu 20. Jumlah skor yang didapatkan dari

keseluruhan aspek yang dinilai yaitu 120. Untuk mendapatkan skor rata-rata ,

dihitung berdasarkan rumus rata-rata seperti yang tertulis dalam bab III.

Berdasarkan hasil penghitungan menggunakan rumus rata-rata diperoleh skor

rata-rata yaitu 3.5. Skor rata-rata yang telah diperoleh tersebut, kemudian

dikonversikan dari data kuantitatif ke data kualitatif dalam ktegori “Sangat

baik” berdasarkan acuan yang tertera dalam tabel kriteria skor skala empat

pada bab III.

Sedangkan hasil validasi yang diperoleh dari pakar media pembelajaran

berbasis TIK Ibu VE menunjukan skor rata-rata media pembelajaran berbasis

TIK berupa Powerpoint Interakrif yaitu 3.8 dengan kategori “Sangat baik”.

Media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interakrif mengacu pada

kurikulum KTSP dinyatakan layak digunakan atau diuji coba tanpa revisi.

Hasil penghitungan dari setiap aspek antara lain sebagai berikut. (1) total skor

aspek audio visual yaitu 74, (2) total skor aspek isi yaitu 34, dan (3) total skor

84
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

aspek lainnya yaitu 24. Jumlah skor yang didapatkan dari keseluruhan aspek

yang dinilai yaitu 132. Untuk mendapatkan skor rata-rata, dihitung berdasarkan

rumus rata-rata seperti yang tertulis dalam bab III. Berdasarkan hasil

penghitungan menggunakan rumus rata-rata diperoleh skor rata-rata yaitu 3,8.

Skor rata-rata yang telah diperoleh tersebut, kemudian dikonversikan dari data

kuantitatif ke data kualitatif dalam ktegori “Sangat baik” berdasarkan acuan

yang tertera dalam tabel kriteria skor skala empat pada bab III. Rekapitulasi

data validasi media pembelajaran berbasis Powerpoint Interakrif oleh guru SD

kelas V dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.5 hasil rekapitulasi data validasi media pembelajaran


berbasis TIK oleh guru SD
Aspek yang dinilai Hasil perolehan skor
Validator Validator
Bpk D Ibu VE
Aspek audio visual 69 74
Aspek isi 31 34
Aspek lainnya 20 24
Total keseluruhan 120 132
Rerata 3.5 3.8
Kriteria Sangat Baik Sangat baik

Tabel 4.5 di atas menunjukan rerata skor keseluruhan hasil validasi

pakar media pembelajaran berbasis TIK. Berdasarkan tabel tersebut, dapat

disimpulkan bahwa dari rerata skor menunjukan 3.5 dan 3,8 menunjukan

kualitas dari media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interakrif

menurut guru SD kelas V sebagai validator media pembelajaran berbasis TIK

memiliki kriteria “Sangat baik”.

Kedua guru SD kelas V media berbasis TIK sebagai validator

memberikan komentar serta saran untuk perbaikan media pembelajaran

85
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

berbasis Powerpoint Interakrif. Adapun saran dari pakar media berbasis TIK

serta revisi akan dimuat dalam tabel di berikut:

Tabel 4.6 Komentar dan Revisi Guru SD Kelas V Terhadap Media Berbasis TIK

No Komentar Revisi
Aspek Audio Visual
1. Diberi perintah jelas dimana peserta didik harus Memberi petunjuk atau perintah saat peserta
bekerjasama. didik diminta untuk bekerjasama.

Aspek Isi
1. Tidak adanya indikator dan tujuan pembelajaran. Mencantumkan indikator dan tujuan
pembelajaran.

86
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Aspek Lain
1. Tombol navigasi kurang tertata dengan baik. Memperbaiki tombol navigasi dan diletakkan
secara teratur dan jelas.

Tabel 4.6 tersebut menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis

TIK memerlukan revisi sesuai dengan komentar dan saran yang diberikan oleh

validator. Berdasarkan saran serta komentar yang diberikan oleh validator

peneliti melakukan revisi.

b. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran

Kedua validator juga melakukan validasi perangkat pembelajaran yang

akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Aspek yang dinilai pada

perangkat pembelajaran antara lain (1) identitas RPP, (2) perumusan indikator,

(3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi pembelajaran, (5)

pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media belajar, (7) metode

pembelajaran, (8) skenario pembelajaran (9) penilaian, (10) lembar kerja

siswa, (11) bahasa.

Keseluruhan data validasi perangkat pembelajaran oleh pakar media

berbasis TIK dapat dilihat pada tabel rekapitulasi data validasi sebagai berikut.

87
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.7 Rekapitulasi Data Validasi Perangkat Pembelajaran

oleh Guru kelas V Sekolah Dasar

Hasil perolehan skor


Aspek yang dinilai Validator Validator
(Bpk. D) (Ibu VE)
Identitas RPP 8 8
Perumusan indikator 12 11
Perumusan tujuan pembelajaran 12 8
Pemilihan materi pembelajaran 12 11
Pemilihan sumber belajar 16 14
Pemilihan media belajar 9 11
Metode pembelajaran 7 7
Skenario pembelajaran 14 19
Penilaian 15 19
Lembar kerja siswa 12 14
Bahasa 4 4
Total skor keseluruhan 121 126
Rata-rata 3,5 3,7
Kategori Sangat Baik Sangat baik

Pada tabel 4.7 total skor keseluruhan dari dua guru kelas V yaitu 121

dan 126, dengan rata-rata 3,5 termasuk dalam kategori “Sangat baik” dan 3,7

dalam kategori “sangat baik”. Kedua validator tidak memberikan komentar

terhadap perangkat pembelajaran.

5. Kajian Hasil Uji Coba Terbatas

Peneliti melakukan langkah uji coba produk terbatas di SD Kanisius

Duwet pada kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa. Kegiatan

pembelajaran diawali dengan apersepsi, motivasi, dan orientasi. Media

Powerpoint Interaktif digunakan dalam kegiatan inti yang berbasis eksporasi,

elaborasi, dan konfirmasi. Peneliti membagikan evaluasi pembelajaran berupa

soal tes untuk dikerjakan oleh peserta didik. Peneliti juga membagikan

kuesioner pada akhir kegiatan pembelajaran.

88
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Hasil Evaluasi Pembelajaran

1. Hasil Validitas Soal Pilihan Ganda Dan Soal Uraian

Setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan media

pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif mengenai materi

pembuatan makanan pada tumbuhan hijau pada uji coba terbatas kemudian

peneliti membagikan soal evaluasi pada peserta didik. Tujuannya untuk

mengetahui tingkat pemahaman peserta didik setelah belajar mengenai materi

tersebut. Jumlah soal yang dibagikan yaitu 20 soal pilihan ganda dan 5 soal

uraian. Hasil dari soal yang sudah dikerjakan sudah melalui tahap

penghitungan uji validitas dan reliabilitas.

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistic

Package for Social Studies) 16 for Windows. Tujuannya yaitu untuk dijadikan

acuan revisi soal evaluasi agar dapat digunakan pada uji coba pemakaian.

Dalam perhitungan dengan SPSS, item dinyatakan valid jika sig ≤ 0, 05 valid.

Hasil validasi dengan SPSS tes pilihan Ganda dan soal uraian adalah sebagai

berikut.

89
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.8 Hasil Validitas Soal Pilihan Ganda Evaluasi

No Sig.
Hasil Keputusan
Item (2 tailed)
1 1 Tidak Valid Revisi
2 0.240 Tidak Valid Revisi
3 0.215 Tidak Valid Revisi
4 0.033 Valid -
5 0.229 Tidak Valid Revisi
6 0.380 Tidak Valid Revisi
7 0.265 Tidak Valid Revisi
8 0.033 Valid -
9 0.007 Valid -
10 0.226 Tidak Valid Revisi
11 0.033 Valid -
12 0.033 Valid -
13 0.033 Valid -
14 0.033 Valid -
15 0.215 Tidak Valid Revisi
16 0.173 Tidak Valid Revisi
17 0.126 Tidak Valid Revisi
18 0.173 Tidak Valid Revisi
19 0.165 Tidak Valid Revisi
20 0.240 Tidak Valid Revisi
Berdasarkan hasil uji validitas dengan SPSS tes pilihan ganda pada

tabel 4.8 dari 20 soal terdapat 7 soal valid yaitu item soal nomor 4, 8, 9, 11, 12,

13 dan 14. Terdapat 13 soal yang tidak valid yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7, 10,

15, 16, 17, 18, 19, dan 20. Instrumen berikutnya yang dihitung dengan SPSS

adalah instrumen soal uraian terdiri dari 5 soal. Hasil validitas instrumen soal

uraian dengan SPSS adalah sebagai berikut:

90
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.9 Hasil Validitas Instrumen Soal Uraian Evaluasi

No Sig. Hasil Keputusan


Item (2 tailed)
1 1 Tidak Valid Revisi
2 0.042 Valid -
3 0.000 Valid -
4 0.042 Valid -
5 0.134 Tidak Valid Revisi
Berdasarkan hasil uji validasi dengan SPSS tes soal uraian perhitungan

pada tabel 4.9 dari 5 soal terdapat 3 soal valid yaitu nomor 2, 4, dan 4,

sedangkan terdapat 2 soal yang tidak valid yaitu nomor 1 dan 5.

a. Hasil Reliabilitas Pilihan Ganda Dan Uraian

Uji Reliabilitas dilakukan untuk intrumen tes pilihan ganda dihitung dengan

SPSS disajikan dalam tabel 4.10.

Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas Intrumen Tes Pilihan Ganda Evaluasi

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.217 7
Dari data di atas diperoleh hasil perhitungan koefisian sebesar 0,217.

Uji reliabilitas dapat dikatakan tidak reliabel karena Cronbach's Alpha kurang

dari dari 0.6. Uji reliabilitas selanjutnya dilakukan untuk intrumen tes soal

uraian dihitung dengan SPSS 16 disajikan dalam tabel 4.11

91
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes Soal Uraian Evaluasi

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.311 3
Dari data di atas diperoleh hasil perhitungan koefisien sebesar 0,311.

Uji reliabilitas dapat dikatakan tidak reliabel karena Cronbach's Alpha kurang

dari 0.6.

b. Hasil angket kuisioner

Setelah melakukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran

berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif materi pembuatan makanan pada

tumbuhan hijau di SD Kanisius Duwet, kemudian peserta didik mengisi angket

yang berisi respon terhadap proses pembelajaran menggunakan media

pembelajaran berbasis TIK. Jumlah peserta didik yang mengisi angket ini yaitu

30 orang. Tujuannya yaitu untuk melihat respon dari peserta didik. Aspek yang

dinilai dari angket kuesioner meliputi: 1) aspek minat peserta didik, 2) aspek

tampilan, 3) aspek bahasa. Berikut ini adalah hasil dari angket respon peserta

didik yang tertera dalam tabel 4.12 di bawah ini.

Tabel 4.12 Rekapitulasi Hasil Kuisioner Uji Coba Terbatas

Peserta
Skor Nilai Kriteria
Didik
1 92 88 Sangat Baik
2 96 92 Sangat Baik
3 88 84 Sangat Baik
4 97 93 Sangat Baik
5 95 91 Sangat Baik
6 98 94 Sangat Baik
7 97 93 Sangat Baik
8 98 94 Sangat Baik

92
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9 96 92 Sangat Baik
10 96 92 Sangat Baik
11 88 84 Sangat Baik
12 98 94 Sangat Baik
13 94 90 Sangat Baik
14 87 83 Sangat Baik
15 99 95 Sangat Baik
16 92 88 Sangat Baik
17 95 91 Sangat Baik
18 96 92 Sangat Baik
19 98 94 Sangat Baik
20 95 91 Sangat Baik
21 96 92 Sangat Baik
22 89 85 Sangat Baik
23 94 90 Sangat Baik
24 83 79 Baik
25 99 95 Sangat Baik
26 98 94 Sangat Baik
27 95 91 Sangat Baik
28 89 85 Sangat Baik
29 94 90 Sangat Baik
30 99 90 Sangat Baik
Jumlah 2706
Rata-rata 90 Sangat Baik

Berdasarkan tabel 4.12 di atas menunjukkan bahwa skor kuesioner

secara keseluruhan adalah 2706. Dari perolehan data tersebut diperoleh skor

total rata-rata 90 termasuk pada kriteria “sangat baik”. Berdasarkan kriteria

yang tertera pada bab III, maka media pembelajaran berbasis TIK berupa

Powerpoint Interaktif layak digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah

dasar.

6. Kajian Hasil Uji Coba Pemakaian

Sebelum melakukan uji coba pemakaian, peneliti telah melakukan

perbaikan berdasarkan komentar maupun saran yang didapatkan dari langkah

sebelumnya. Peneliti melaksanakan langkah uji coba pemakaian di SD Negeri

Depok 1 pada kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa. Berikut ini

93
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

merupakan hasil rekapitulasi data kuesioner yang disajikan dalam bentuk

tabel 4.13 berikut.

Tabel 4.13 Hasil Rekapitulasi Kuesioner Uji Coba Pemakaian

Peserta Jumlah
Nilai Kriteria
Didik Skor
1 88 84 Baik Sekali
2 96 92 Baik Sekali
3 94 90 Baik Sekali
4 97 93 Baik Sekali
5 99 95 Baik Sekali
6 98 94 Baik Sekali
7 97 93 Baik Sekali
8 96 92 Baik Sekali
9 98 94 Baik Sekali
10 96 92 Baik Sekali
11 92 88 Baik Sekali
12 92 88 Baik Sekali
13 88 84 Baik Sekali
14 83 79 Baik
15 95 91 Baik Sekali
16 96 92 Baik Sekali
17 95 91 Baik Sekali
18 98 94 Baik Sekali
19 96 92 Baik Sekali
20 95 91 Baik Sekali
21 96 92 Baik Sekali
22 89 85 Baik Sekali
23 94 90 Baik Sekali
24 87 83 Baik Sekali
25 99 95 Baik Sekali
26 85 81 Baik Sekali
27 97 93 Baik Sekali
28 94 90 Baik Sekali
29 102 98 Baik Sekali
30 96 92 Baik Sekali
Jumlah 2708
Rata-rata 90 Baik Sekali

Pada tabel 4.13 menunjukkan bahwa skor kuesioner secara keseluruhan

adalah 2708. Dari perolehan data tersebut diperoleh skor total rata-rata 90

termasuk pada kriteria “sangat baik”. Berdasarkan kriteria yang tertera pada

94
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

bab III, maka media pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif

layak digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar.

7. Kajian Produk Akhir

Produk akhir berupa media pembelajaran berbasis TIK berupa

Powerpoint Interaktif diperoleh dari hasil validasi, komentar dan saran yang

diberikan dari dua pakar media pembelajaran berbasis TIK dan juga dari dua

guru kelas V Sekolah dasar. Peneliti melakukan revisi terhadap produk awal,

sehingga dapat menghasilkan produk media akhir yang lebih baik dan layak

dalam pembelajaran. Produk akhir yang dikembangkan berbentuk media

pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif mata pelajaran IPA materi

pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk siswa kelas V SD Negeri

Depok 1. Produk akhir yang dihasilkan kemudian dicetak dalam bentuk soft

copy menggunakan CD-R dan dicetak dalam bentuk hard copy menggunakan

kertas hvs 80gr ukuran A4.

Produk akhir yang dihasilkan yaitu media pembelajaran berbasis TIK

berupa Powerpoint Interaktif akan dibahas sebagai berikut.

a. Perangkat Pembelajaran

Produk akhir perangkat pembelajaran meliputi silabus dan Rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) disesuaikan dengan hasil validasi, komentar,

dan saran oleh pakar ahli media pembelajaran TIK dan dua orang guru kelas V

SD. Dalam muatan RPP sama dengan RPP produk awal yang dibuat.

Komponen yang termasuk dalam RPP yaitu : (1) Satuan Pendidikan/ Identitas

sekolah, (2) Mata Pelajaran, (3) Kelas, (4) Semester, (5) Alokasi waktu, (6)

95
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Standar Kompetensi, (7) Kompetensi Dasar, (8) Indikator Pembelajaran, (9)

Tujuan Pembelajaran, (10) Karakter siswa yang diharapkan, (11) Materi Ajar,

(12) Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran, (13) Sumber, media alat

dan bahan, (14) Langkah-langkah kegiatan, (15) Penilaian, (16) Lampiran-

lampiran.

b. Media Pembelajaran berbasis TIK

Setelah melalui tahap revisi media pembelajaran berbasis TIK terdapat

beberapa perubahan setelah dilakukan perbaikan berdasarkan komentar dari

dua pakar media pembelajaran TIK dan juga dari dua orang guru kelas V

Sekolah dasar. Komponen yang direvisi atau dilakukan perubahan yaitu aspek

audio visual peneliti memeberi efek suara saat pergantian slide. Peneliti juga

memberi gambar yang sesuai dengan tema. Peneliti juga memperbaiki tombol

navigasi supaya lebih tertata dengan baik dan mudah untuk digunakan.

B. Pembahasan

Media pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif mata pelajaran IPA

materi pembuatan mkanan pada tumbuhan hijau untuk siswa kelas V SD

Negeri Depok 1. Media pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif

dikembangkan berdasarkan langka-langkah penelitian dan pengembangan

menurut Borg and Gall. Dalam Sugiyono (2015: 350-367) terdapat 10 langkah

dalam R&D menurut Borg and Gall. Dalam penelitian ini peneliti membatasi

hanya sampai pada langkah ke sembilan karena ketebatasan waktu dan biaya

yang diperlukan. Adapun kesembilan langkah yang digunakan penelit antara

lain (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4)

96
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8)

Uji Coba Pemakaian, dan (9) Revisi Produk. Sesuai dengan lagkah tersebut,

langkah awal pengembangan produk dimulai dengan menganalisis potensi atau

masalah yang ada, kemudian peneliti mengumpulkan data untuk yang

mendukung untuk mengembangkan desain produk. Tahap selanjutnya peneliti

melakukan pengumpulan data melalui wawancara dan hasil wawancara

tersebut digunakan untuk bahan pertimbangan dalam melakukan

pengembangan media pembelajaran berbasis TIK. Langkah selanjutnya peneliti

melakukan desain produk yang dimulai dari menentukan SK dan KD kemudian

mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan silabus. Setelah itu

peneliti melanjutkan dengan membuat media pembelajaran berdasarkan SK

dan KD yang sudah ditentukan. Media pembelajaran berbasis TIK yang dibuat

berupa Powerpoint Interaktif. Setelah membuat produk, penelliti selanjutnya

melakukan validasi produk oleh para ahli. Peneliti menggunakan validasi pakar

yang mengevaluasi desain produk media pembelajaran berbasis TIK. Validasi

dilakukan oleh empat pakar yaitu dua guru kelas V dan dua dosen guna untuk

memperoleh kritik dan saran serta untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan

produk. Setelah mendapatkan kritik dan saran, selanjutnya dilakukan revisi

desain. Revisi produk dilakukan untuk memperbaiki kelamahan produk

berdasarkan hasil penilaian dari validator. Uji coba produk dilakukan setelah

revisi desain. Uji coba produk bertujuan untuk mengetahui keefektifan dan

keefisienan produk dalam mengatasi masalah. Tahap selanjutnya peneliti

melakukan revisi produk berdasarkan kritik dan saran peserta didik. Revisi

97
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

produk bertujuan untuk memperbaiki kelemahan yang berdasarkan penilaian

dari peserta didik. Uji coba pemakaian dilakukan setelah melakukan revisi

produk. Uji coba pemakaian ini dilakukan dalam kondisi nyata, dengan jumlah

peserta didik minimal 30 anak. Tahap terakhir peneliti melakukan revisi

terhadap produk berdasarkan hasil dari uji coba pemakaian pada kondisi nyata.

Apabila hasil yang diperoleh masih terdapat kekurangan dan kelemahan maka

dilakukan revisi. Hasil dari revisi ini akan menjadi prototipe atau produk akhir

berupa media pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif untuk kelas V

Sekolah Dasar.

Pengembangan media pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif

materi pembuatan makanan pada tumbuhan hijau untuk siswa kelas V SD

Negeri Depok 1 telah melalui tahap validasi oleh pakar ahli media

pembelajaran TIK dan dua orang guru kelas V SD. Pedoman dalam melakukan

validasi didasarkan pada tiga aspek yaitu: (1) Aspek audio visual, (2) aspek isi,

dan (3) aspek lainnya. Setelah validator melakukan validasi mendapatkan hasil

bahwa media pembelajaran berbasis Powerpoint Interaktif materi pembuatan

makanan pada tumbuhan hijau untuk siswa kelas V SD Negeri Depok 1 masuk

dalam kategori sangat baik dengan rician skor perolehan seperti pada tabel 4.14

berikut ini.

98
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.14 Rekapitulasi Pakar Media pembelajaran TIK


dan Guru Sekolah Dasar Kelas V
No Validator Hasil validasi media pembelajaran
berbasis TIK
Skor Kategori
1. Pakar media pembelajaran 3,7 Sangat baik
berbasis TIK (A)
2. Pakar media pembelajaran 3,2 Baik
TIK (B)
3. Guru SD Kanisius Duwet 3,8 Sangat baik
4. Guru SDN Depok 1 3.5 Sangat baik
Jumlah 14,2
Rerata (jumlah total validator) 3,5
Kategori Sangat baik
Tabel 4.14 rekapitulasi pakar media pembelajaran TIK dan guru

sekolah dasar menunjukan skor dari keseluruhan menunjukan bahwa media

pembelajaran berbasis TIK berupa Powerpoint Interaktif termasuk kriteria

“Sangat baik” dengan perolehan skor dari (1) pakar validasi A 3,7. (2) hasil

validasi pakar “B” media pembelajaran TIK masuk ke dalam kriteria “Baik”

dengan perolehan skor 3,2. (3) hasil validasi oleh guru SD Kanisius Duwet

termasuk kriteria “Sangat baik” dengan perolehan skor 3,8. (4) hasil validasi

guru SD Negeri Depok 1 termasuk dalam kriteria “Sangat baik” dengan

perolehan skor 3,5. Peneliti mengembangkan media pembelajaran berbasis

Powerpoint Interaktif memiliki skor rata-rata 3,5 dengan kategori “Sangat

baik”.

Berdasarkan skor tersebut menunjukan bahwa media pembelajaran

berbasis Powerpoint Interaktif materi pembuatan makanan pada tumbuhan

hijau untuk Siswa Kelas V SD Negeri Depok 1 mempunyai kualitas “Sangat

baik” dan layak digunakan dilihat dari aspek audio visual, aspek isi, dan aspek

lainnya dalam proses pembelajaran.

99
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pedoman pada spesifikasi produk yang dikembangkan dalam penelitian ini

antara lain:

a. Media pembelajaran berbasis TIK yaitu Powerpoint Interaktif yang

dipadukan dengan video memuat komponen slide pembukaan, slide isi, dan

slide penutup.

1) Slide pembukaan dalam Powerpoint Interaktif ini terdiri atas:

a) Slide identitas media

b) Slide identitas pembelajaran terkait dengan (judul materi, dan KD

c) Slide petunjuk pengguanaan Powerpoint Interaktif pemetaan indikator

dan tujuan pembelajaran

d) Slide pemetaan indikator dan tujuan pembelajaran

e) Slide komponen menu pada media pembelajaran berbasis TIK berupa

Powerpoint Interaktif.

Berikut ini merupakan contoh slide identitas dalam media pembelajaran

Powerpoint Interaktif .

Gambar 4.1 Contoh Slide Identitas dalam media

100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pada gambar 4.1 merupakan gambar slide identitas yang terdapat dalam media

berbasis Powerpoint Interaktif.

Berikut ini merupakan contoh slide petunjuk penggunaan tombol navigasi pada

media Powerpoint Interaktif.

Gambar 4.2 Contoh Slide petunjuk penggunaan tombol navigasi

Pada gambar 4.2 merupakan gambar slide petunjuk penggunaan tombol

navigasi yang terdapat dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

Berikut ini merupakan contoh slide petunjuk penggunaan media pada media

Powerpoint Interaktif.

101
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.3 Contoh Slide petunjuk penggunaan media.

Pada gambar 4.3 merupakan gambar slide petunjuk penggunaan media

yang terdapat dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

Berikut ini merupakan contoh slide menu pada media Powerpoint Interaktif.

Gambar 4.4 Contoh Slide menu media

Pada gambar 4.4 merupakan gambar slide menu yang terdapat dalam

media berbasis Powerpoint Interaktif.

102
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Berikut ini merupakan contoh slide SK & KD pada media Powerpoint

Interaktif.

Gambar 4.5 Contoh Slide pemetaan SK&KD.

Pada gambar 4.5 merupakan gambar slide SK&KD yang terdapat dalam media

berbasis Powerpoint Interaktif.

Berikut ini merupakan contoh slide tujuan pembelajaran pada media

Powerpoint Interaktif.

103
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.6 Contoh Slide pemetaan tujuan pembelajaran

Pada gambar 4.6 merupakan gambar slide tujuan pembelajaran yang

terdapat dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

2) Slide isi berisi seluruh materi yang akan diajarkan bersama oleh guru dan

siswa. Pada slide ini berisi atas:

a) Slide materi pembelajaran

Berikut ini merupakan contoh slide tujuan pembelajaran pada media

Powerpoint Interaktif.

104
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.7 Contoh slide materi pembelajaran

Pada gambar 4.7 merupakan gambar slide materi pembelajaran yang

terdapat dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

b) Slide berisi gambar terkait pembelajaran

Berikut ini merupakan contoh slide gambar terkait dengan

pembelajaran pada media Powerpoint Interaktif.

Gambar 4.8 Contoh Slide gambar

105
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pada gambar 4.8 merupakan slide gambar terkait dengan

pembelajaran yang terdapat dalam media berbasis Powerpoint

Interaktif.

c) Slide video yang digunakan dalam pembelajaran

Berikut ini merupakan contoh slide video pembelajaran pada media

Powerpoint Interaktif.

Gambar 4.9 Contoh Slide video

Pada gambar 4.9 merupakan gambar slide video terkait dengan

pembelajaran yang terdapat dalam media berbasis Powerpoint

Interaktif.

d) Slide petunjuk dari guru untuk meminta anak melakukan diskusi.

Berikut ini merupakan contoh slide petunjuk kegiatan pada media

Powerpoint Interaktif.

106
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.10 Contoh Slide petunjuk kegiatan

Pada gambar 4.10 merupakan gambar slide petunjuk kegiatan yang

terdapat dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

e) Slide Soal-Soal Evaluasi

Berikut ini merupakan contoh slide soal evaluasi pada media

Powerpoint Interaktif.

Gambar 4.11 Contoh Slide soal evaluasi

107
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pada gambar 4.11 merupakan gambar slide soal evaluasi yang terdapat

dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

f) Slide Kuci Jawaban Soal Evaluasi

Berikut ini merupakan contoh slide kunci jawaban benar pada media

Powerpoint Interaktif.

Gambar 4.12 Contoh Slide Kunci Jawaban Benar

Pada gambar 4.12 merupakan gambar slide kunci jawaban benar yang

terdapat dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

Berikut ini merupakan contoh slide kunci jawaban salah pada media

Powerpoint Interaktif.

108
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.13 Contoh Slide Kunci Jawaban Salah

Pada gambar 4.13 merupakan gambar slide kunci jawaban salah yang

terdapat dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

3) Slide pada penutup Powerpoint Interaktif yaitu terdiri atas:

a) Profil dari penyusun

Berikut ini merupakan contoh slide biodata penyusun pada media

Powerpoint Interaktif.

Gambar 4.14 Contoh Slide Profil Penyusun

109
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pada gambar 4.14 merupakan gambar slide biodata penyusun yang

terdapat dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

b. Media pembelajaran Powerpoint Interaktif dibuat dengan tampilan yang

menarik serta interaktif dan mendukung konten yang ada di dalamnya.

Media pembelajaran Powerpoint Interaktif ini didesain dengan

menarik daan tidak monoton, ini dapat dilihat dari tampilan background

yang memiliki banyak jenis warna atau tidak monoton, penggunaan

gambar-gambar yang sesuai dapat menarik perhatian anak untuk mengikuti

pembelajaran menggunakan media pembelajaran Powerpoint Interaktif

dan menggunakan video-video agar anak lebih paham dengan materi yang

dijelaskan.

c. Media pembelajaran Powerpoint Interaktif dibuat menggunakan simbol

tombol

Media pembelajaran Powerpoint Interaktif ini memiliki simbol

tombol yang digunakan dalam mengoperasikan media. Simbol tombol

yang digunakan antara lain :

= Tombol home

= Tombol next

= Tombol back

= Tombol exit

110
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

d. Media pembelajaran Powerpoint Interaktif dibuat menggunakan bahasa

komunikatif dan mudah dipahami oleh anak.

Bahasa yang digunakan dalam media pembelajaran Powerpoint

Interaktif dibuat menggunakan bahasa komunikatif dan mudah dipahami

oleh anak. Contoh kalimat yang mudah dipahami anak dalam media

pembelajaran ini yaitu “apakah isi dari video yang anak-anak lihat?”

dengan menggunakan bahasa sederhana tetapi komunikatif lebih bisa

dipamani oleh anak.

e. Media pembelajaran Powerpoint Interaktif dibuat menggunakan

perkembangan peserta didik yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif. Hal

ini dikarenakan sudah terdapat diketahui pemetaan indikator pada

penyusunan indikator pembelajaran. selain itu juga terdapat indikator pada

media pembelajaran Powerpoint Interaktif.

1) Aspek kognitif

Pada aspek kognitif dapat kita lihat pada slide evaluasi. Contohnya

seperti pada gambar berikut ini.

111
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.15 Contoh Slide Aspek Kognitif

Pada gambar 4.15 merupakan gambar aspek kognotofyang terdapat

dalam media berbasis Powerpoint Interaktif.

2) Aspek Psikomotorik

Aspek psikomotorik dapat dilihat pada aktifitas peserta didik untuk

menuliskan reaksi dalam fotosintesis. Contohnya seperti pada gambar

berikut ini.

Gambar 4.16 Contoh Slide Petunjuk Kegiatan Siswa

112
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3) Aspek afektif

Aspek afektif dapat dilihat pada pertanyaan refleksi. Contohnya dapat

dilihat pada slide berikut.

Gambar 4.17 Contoh Slide Refleksi

113
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai

pengembangan media pembelajaran berbasis TIK, maka dapat disimpulkan

sebagai berikut ini.

1. Pengembangan media pembelajaran berbasis TIK mengacu pada KTSP

dikembangkan dengan prosedur penelitian pengembangan oleh Borg and

Gall yang dikutip dalam Sugiyono, terdapat 10 langkah pengembangan

menurut Borg and Gall. Namun, peneliti hanya sampai pada langkah 9 hal

ini dikarenakan terbatasnya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan

penelitian dan media pembelajaran berbasis TIK yang akan dibuat hanya

khusus untuk pegangan guru. sehingga hanya dibutuhkan dua orang ahli

atau pakar untuk melakukan validasi. Selain itu, subjek dalam penelitian

ini yaitu siswa SD kelas V yang cangkupannya sedikit. Sembilan langkah

yang digunakan adalah (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3)

desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk,

(7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian dan (9) revisi produk hingga

menghasilkan produk akhir berupa Media Pembelajaran berbasis TIK

Mata Pelajaran IPA Materi Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau

untuk Siswa Kelas V.

2. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian pengembangan melalui

tahap validasi oleh dua pakar media pembelajaran berbasis TIK dan dua

114
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

guru kelas V Sekolah Dasar menunjukan hasil sebagai berikut (1) hasil

validasi oleh pakar “A” menunjukan menunjukan bahwa media

pembelajaran berbasis TIK termasuk kriteria “Sangat baik” dengan

perolehan skor 3,7. (2) hasil validasi pakar “B” media pembelajaran TIK

masuk ke dalam kriteria “ Baik” dengan perolehan skor 3,2. (3) hasil

validasi oleh guru SD Kanisius Duwet termasuk kriteria “Sangat baik”

dengan perolehan skor 3,8. (4) hasil validasi guru SD N Depok 1 termasuk

dalam kriteria “Sangat baik” dengan perolehan skor 3,5. Peneliti

mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK memiliki skor rata-rata

3,5 dengan kategori “Sangat baik”. Berdasarkan skor tersebut menunjukan

bahwa media pembelajaran berbasis TIK Mata Pelajaran IPA Materi

Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau untuk Siswa Kelas V SD N

Depok 1 mempunyai kualitas “Sangat baik” dan layak digunakan dilihat

dari aspek audio visual, aspek isi, dan aspek lainnya.

B. Keterbatasan penelitian

Produk media pembelajaran berbasis TIK yang dikembangkan

memiliki keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan yang ada akan

dipaparkan antara lain sebagai berikut :

1. Tidak tersedianya layar putih yang digunakan sebagai pantulan dari

proyektor sehingga kurang terlihat jelas untuk menampilkan tulisan

ataupun gambar yang terdapat dalam Powerpoint.

2. Proyektor yang digunakan di SD tidak terpasang secara permanen

sehingga membutuhkan waktu lama untuk memasang.

115
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Minimnya referensi penelitian pengembangan media yang

menggunakan 9 dari 10 langkah pengembangan menurut Borg and

Gall.

4. Soal evaluasi yang digunakan dalam penelitian hanya terdapat 10 soal

yang valid dari 25 soal.

C. Saran

Berdasarkan keterbatasan penelitian yang ditemukan oleh peneliti,

maka saran bagi peneliti lain yang akan mengembangkan media

pembelajaran berbasis TIK sebagai berikut:

1. Mencari SD dengan layar putih permanen sehingga apa yang

ditampilkan lebih jelas.

2. Mencari SD yang memiliki proyektor permanen, sehingga tidak

membuang waktu dalam menyiapkan proyektor.

3. Mencari referensi yang menggunakan 9 dari 10 langkah dalam

penelitian dan pengembangan.

4. Peneliti melakukan revisi ulang dan menguji ulang validitas soal

evaluasi yang digunakan dalam penelitian.

116
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR REFERENSI

Arikunto, S. (2004). Evaluasi program pendidikan pengembangan praktis bagi


praktisi pendidikan. Jakarta: PT.Bumi Aksara.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Arsyad, A. (2007). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Arsyad, A. (2009). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Arsyad, A. (2014). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Asy’ari, M. (2006). Penerapan pendekatan sains-teknologi-masyarakat dalam


pembelajaran sains di sekolah dasar. Yogyakarta: Balai Pustaka.

Beaty, J. (2013). Obervasi perkembangan anak usia dini. Jakarta: Kencana


Prenadamedia Group.

BSNP. Standar isi. Diakses dari http://bsnp-indonesia.org/id/wp-


content/uploads/isi/Standar_Isi.pdf. pada tanggal 30 Januari, Pukul 14.23
WIB.

Jasmadi. (2010). Menyusun presentasi pembalajaran berbasis tik dengan ms


office 2010. Jakarta: PT Elek Media Komputindo.

Kusprimanto. (2014). Pengembangan media pembelajaran interaktif ipa materi


pencernaan pada manusia untuk siswa kelas v di sd n pundung, girirejo,
imogiri, bantul, yogyakarta. (skripsi tidak diterbitkan).

Mere, S. (2016). Pengembangan media pembelajaran berbasis TIK mengacu


pada kurikulum sd 2013 subtema kebersamaan dalam keberagaman untuk
siswa kelas iv sd negeri kalasan 1 (skripsi tidak diterbitkan).

Meggit, C. (2013). Memahami perkembangan anak. Jakarta: PT Indeks

Moh. Uzer, U. (2006). Menjadi guru profesional. Bandung: PT. Remaja


Rosdakarya.

Muhamad. (2013). Psikologi pendidikan: teori dan aplikasi dalam proses


pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz media.

Mulyatiningsih, E. (2014). Metode penelitian terapan bidang pendidikan.


Bandung: Alfabeta

117
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Munadi, Y. (2013). Media pembelajaran: Sebuah pendekatan baru. Jakarta:


Referensi.

Mushlichah, A. (2006). Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat dalam


pembelajaran sains di sekolah dasar. Yogyakarta: Universitas Sanata
Dharma.

Narbuko, C. (2007). Metodologi penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Parida, P. (2016). Peningkatan motivasi dan prestasi belajar menggunakan media


pembelajaran berbasis it pada mata pelajaran ipa kelas iv sd kanisius
kintelan 1 yogyakarta tahun ajaran 2015/2016. (Skripsi Tidak
Diterbitkan).

Putra, N. (2015). Research and development. Jakarta: Rajawali Pers

Rusman. (2015). Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.


Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rusman. (2011). Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.


Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Saeffudiin. (2014). Pengelolaan pembelajaran teoritis dan praktis. Yogyakarta:


CV Budi Utama

Salma, D. (2013). Mozaik teknologi pendidikan. Jakarta: Kencana Prenanda


Media Group

Samatowa, U. (2011). Pembelajaran ipa di sekolah dasar. Jakarta: PT Indeks.

Sanaky, H. (2013). Media pembelajaran interaktif-inovatif. Yogyakarta: Kaukaba


Dipantara.

Sanjaya, W. (2010). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta:


Kencana Prenanda Media Group.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian dan pengembangan. Bandung: Alfabeta

Sulistyowati, E. (2014). Metodologi pembelajaran ipa. Jakarta: Bumi Aksara.

Sulistyanto, H. (2008). Ilmu pengetahuan alam. Jakarta: Pusat Perbukuan.

Sumiati dan Asra.(2009). Metode pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta:


Kencana Prenadamedia Group

118
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tatang. (2012). Ilmu pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia

Widoyoko, E.P. (2014). Penilaian hasil pembelajaran di sekolah. Yogyakarta:


Pustaka Belajar.
Wahyu, A. (2009). Jago shorcut presentasi dengan powerpoint 2007.
Yogyakarta: Gerai Ilmu

119
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN

120
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 1

Surat izin penelitian

121
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 2

Surat izin validasi media pembelajaran berbasis TIK dan perangkat


pembelajaran oleh pakar media TIK

122
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 3

Surat izin validasi media pembelajaran berbasis TIK dan perangkat


pembelajaran oleh guru kelas V

123
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 4

Surat keterangan sudah melakukan penelitian

124
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 5

Surat izin penelitian terbatas

125
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 6

HASIL WAWANCARA UNTUK ANALISIS KEBUTUHAN TENTANG

MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DI SD NEGERI DEPOK 1

Nama Guru : Hidayat, S.Pd

Kelas/Jumlah siswa : V/30

Daftar Pertanyaan Analisis Kebutuhan


No Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan
1. Permasalahn apa saja yang Bapak/Ibu Saat mengajar IPA ada
hadapi ketika mengajar mata pelajaran beberapa kendala yaitu
IPA di kelas V? pada saat menjelaskan
mengenai materi yang
membutuhkan hafalan
dan materi yang
abstrak.

2. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengatasi Bahwa untuk


kendala yang dihadapi tersebut? mengatasi kendala
tersebut maka guru
menggunakan metode
pembelajaran seperti
kerja kelompok,
diskusi, pengamatan
dan melakukan
penelitian.

3. Menurut Bapak/Ibu materi apa yang Materi yang sulit


sulit dipahami oleh peserta didik dalam dipahami peserta didik
pembelajaran IPA? yaitu materi
fotosintesis, karena
peserta didik sulit
untuk mengetahui
konsep dalam
fotosintesis secara
nyata dan cenderung
hanya menghafal.

126
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Bagaimana pendapat Bapak/ Ibu terkait Penggunaan media


dengan penggunaaan media disaat pembelajaran
pembelajaran yang digunakan dalam tidak begitu digunakan,
proses belajar mengajar di kelas? karena keterbatasan
saat membuat. Media
yang digunakan hanya
media yang mudah
untuk dicari seperti
gambar.

5. Bagaimana respon peserta didik jika Respon siswa jika


dalam pembelajaran menggunakan pembelajaran
media? menggunakan media
yaitu siswa lebih
tertarik, tidak mudah
bosan, dan aktif
bertanya.
6. Apakah dalam pembelajaran IPA Pernah menggunakan
Bapak/Ibu guru pernah menggunakan media berbasis TIK
media pembelajaran berbasis TIK? namun hanya
sederhana seperti
pemutaran video.

7. Apakah Bapak/Ibu guru sering Tidak sering


menggunakan media berbasis TIK menggunakan media
dalam pembelajaran? berbasis TIK karena
keterbatasan sarana
prasarana,
membutuhkan waktu
lama untuk
mempersiapkan serta
kurangnya pemahaman
guru mengenai media
berbasis TIK.

8. Menurut Bapak/Ibu apa kelemahan Kelemahan dari media


dari media pembelajaran berbasis TIK berbasis TIK yaitu
bila digunakan dalam pembelajaran? guru kurang terampil
dalam mengoperasikan
aplikasi serta

127
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pengendalian peserta
didik sulit karena siswa
terfokus pada media
yang ditayangkan dan
peserta didik lebih
asyik tanpa
memperhatikan guru.

9. Menurut Bapak/Ibu apa kelebihan dari Kelebihan dari media


media pembelajaran berbasis TIK bila berbasis TIK adalah
digunakan dalam pembelajaran? materi lebih praktis
disajikan, siswa lebih
tertarik pada
pembelajaran serta
guru tidak benyak
ceramah.

10. Apakah di SD Negeri Depok 1 terdapat Tersedia proyektor di


media berbasis TIK seperti proyektor SD Negeri Depok 1
dan komputer? namun hanya beberapa
kelas yang terpasang
proyektor
11. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terkait Guru berpendapat
media pembelajaran berbasis TIK bahwa dengan
menggunakan Powerpoint Interaktif? menggunakan media
berbasis TIK berupa
Powerpoint dapat
memudahkan dalam
menyampaikan materi,
dan materi dapat
dikemas secara ringkas
di dalam powerpoint,
dengan menggunakan
powerpoint juga dapat
memasukkan gambar-
gambar atau video
yang berkaitan dengan
materi.
12. Menurut Bapak/Ibu, apakah Penggunaan media
penggunaan media TIK berupa pembelajaran dengan

128
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Powerpoint dapat membantu dalam powerpoint sangat


proses belajar mengajar di kelas membantu dalam
khususnya dalam mata pelajaran IPA? proses belajar
mengajar karena siswa
dapat tertarik pada
pembelajaran.
13. Saran apa yang dapat Bapak/Ibu Guru menyarankan
berikan terkait dengan pengembangan supaya media
media pembelajaran berbasis TIK? pembelajaran yang
dikembangkan dapat
menumbuhkan
keaktifan siswa.

129
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 7

a. Instrumen validasi media pembelajaran oleh pakar media pembelajaran


TIK.

130
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

131
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

132
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

133
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

134
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

135
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

136
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

137
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Instrumen validasi media pembelajaran oleh guru kelas V

138
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

139
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

140
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

141
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

142
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

143
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

144
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

145
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 8

a. Instrumen validasi perangkat pembelajaran oleh pakar media


pembelajaran TIK.

146
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

147
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

148
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

149
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

150
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

151
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

152
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

153
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Instrumen validasi perangkat pembelajaran oleh guru kelas V

154
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

155
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

156
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

157
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

158
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

159
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

160
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

161
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 9

Angket respon peserta didik (uji coba terbatas)

162
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

163
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

164
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 10

HASIL REKAPITULASI KUESIONER RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP


MEDIA PEMBELAJARAN ( UJI COBA PRODUK TERBATAS)

Skor
Peserta didik

Komentar
Jumlah
Aspek

4 3 2 1
1 Minat 1, 2, 6, 7, 10, 3, 4, 5, 8,
- -
11 9
Tampilan 2, 4, 7, 8, 92
1, 3, 5, 6, 9 - -
10
Bahasa 3, 4, 5 1, 2 - -
2 Minat 5, 6,7, 10,
1, 2, 3, 4, 8, 9 - -
11
Tampilan 1,2, 3, 4, 5, 6, 96
- - -
7, 8, 9, 10
Bahasa 4, 5 1, 2, 3 - -
3 Minat 1, 4, 5, 6,
2, 3, 10, 11 9 -
7, 8
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 8, 88
6, 7, 10 - -
9
Bahasa 1, 2, 5 4 - -
4 Minat 2, 3 4, 5, 5, 9,
1, 6, 7, 10 - -
11
Tampilan 1, 2, 4, 7, 8, 9, 97
3, 5, 6 - -
10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
5 Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8 - -
9, 10, 11
95
Tampilan 3, 6, 7, 8,
1, 2, 4, 5, - -
9, 10
Bahasa 1, 3, 4, 5 2 - -
6 Minat 1, 3, 4, 7, 8, 9,
2, 5, 6, 10 - -
11
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 8, 98
6, 7 - -
9, 10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -

165
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7 Minat 1, 3, 4, 5, 6, 8,
2, 7, 10 - -
9, 11
Tampilan 1, 3, 4, 7, 8, 9, 97
2, 5, 6 - -
10
Bahasa 1, 3, 4, 5 2
8 Minat 1,2, 4, 6, 7, 9,
3, 5, 8 - -
10, 11
Tampilan 1, 2, 3, 4, 6, 7, 98
5 - -
8, 9, 10
Bahasa 1, 3, 4 2, 5 - -
9 Minat 1, 2, 4, 5, 6, 8,
3, 7, 11 - -
9, 10
Tampilan 1, 3, 4, 6, 7, 9, 96
2, 5, 8 - -
10
Bahasa 1, 3, 5 2, 4 - -
10 Minat 1, 3, 4, 5, 7, 8,
2, 6, 9 - -
10, 11
96
Tampilan 1, 3, 4, 5, 6, 9 2, 7, 8, 10 - -
Bahasa 1, 2, 4, 5 3 - -
11 Minat 1, 2, 4, 5,
2, 9 6, 7, 8, 10, - -
11
88
Tampilan 1, 2, 3, 5,
4, 7, 9 - -
6, 8, 10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
12 Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
9, 10 - -
7, 8
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 96
10 - -
7, 8, 9
Bahasa 1, 2, 4, 5 3 - -
13 Minat 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7, 8, 9 - -
10, 11
Tampilan 1, 2, 3, 4, 6, 8, 94
5, 7, 9 - -
10
Bahasa 3, 4 1, 2, 5 - -

166
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14 Minat 1, 3, 4, 5,
2, 6, 9, 11 - -
7, 8, 10
Tampilan 1, 3, 5, 6, 87
2, 4, 9 - -
7, 8, 10
Bahasa 2, 4 1, 3, 5 - -
15 Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
9, 10 - -
7, 8, 11
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 7, 99
6, 8 - -
9, 10
Bahasa 1, 3, 4, 5 2 - -
16 Minat 2, 3, 4, 5, 6, 9,
1, 7, 8, 10 - -
11
Tampilan 1, 2, 3, 6, 92
4, 5, 9, 10 - -
7, 8
Bahasa 2, 4, 5 1, 3 - -
17 Minat 1, 2, 3, 4, 8, 9,
5, 6, 7, 10 - -
11
Tampilan 1, 6, 8, 9, 95
2, 3, 4, 5, 7 - -
10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
18 Minat 1, 2, 3, 5, 7, 9,
4, 6, 8, 11 - -
10
Tampilan 1, 3, 4, 5, 6, 7, 96
2, 8, 10 - -
9
Bahasa 1, 2, 3, 4 5 - -
19 Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7 - -
8, 9, 10, 11
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 7, 98
6 - -
8, 9, 10
Bahasa 2, 3, 4, 5 1 - -
20 Minat 1, 2, 5, 6, 8,
3, 4, 7, 9 - -
10, 11
Tampilan 1, 3, 5, 6, 7, 8, 95
2, 4, 10 - -
9
Bahasa 3, 4, 5 1, 2 - -

167
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Minat 4, 5, 6, 8,
1, 2, 3, 7, 9, 10 - -
11
21 Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 6 96
- - -
7, 8, 9, 10
Bahasa 4, 5 1, 2, 3 - -
Minat 3, 4, 6, 7,
1, 2, 5, 9 - -
8, 10, 11
22 Tampilan 1, 5, 6, 7, 89
2, 3, 4, 9 - -
8, 10
Bahasa 2, 3, 5 1, 4 - -
Minat 1, 2, 3, 4, 6, 8,
5, 7 - -
9, 10, 11
Tampilan 1, 2, 4, 7, 8, 9,
23 3, 5, 6 - - 94
10
Bahasa 1, 2, 3, 4,
- - -
5
Minat 1, 2, 4, 6,
3, 5, 9, 11 - -
10
24 Tampilan 2, 3, 5, 6, 83
1, 4, 7, 9 - -
8, 10
Bahasa 1, 3, 5 2, 4 - -
Minat 1, 3, 4, 5, 7, 8,
2, 6, 11 - -
9, 10
25 Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 8, 99
6, 7 - -
9, 10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
Jumlah 2354
Rata-rata 94
Kategori Baik Sekali

Keterangan:

M = Minat

T = Tampilan

B = Bahasa

168
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 11

Angket respon peserta didik (uji coba pemakaian)

169
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

170
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

171
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 12

HASIL REKAPITULASI KUESIONER RESPON PESERTA DIDIK


TERHADAP MEDIA PEMBELAJARAN ( UJI COBA PEMAKAIAN)

Skor
Peserta didik

Komentar
Jumlah
Aspek

4 3 2 1
1 Minat 1, 2, 4, 5,
2, 9 6, 7, 8, 10, - -
11
88
Tampilan 1, 2, 3, 5,
4, 7, 9 - -
6, 8, 10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
2 Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
9, 10 - -
7, 8
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 96
10 - -
7, 8, 9
Bahasa 1, 2, 4, 5 3 - -
3 Minat 1, 2, 3, 4, 6, 8,
5, 7 - -
9, 10, 11
Tampilan 1, 2, 4, 7, 8, 9,
3, 5, 6 - - 94
10
Bahasa 1, 2, 3, 4,
- - -
5
4 Minat 2, 3 4, 5, 5, 9,
1, 6, 7, 10 - -
11
Tampilan 1, 2, 4, 7, 8, 9, 97
3, 5, 6 - -
10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
5 Minat 1, 3, 4, 5, 7, 8,
2, 6, 11 - -
9, 10
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 8, 99
6, 7 - -
9, 10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
6 Minat 1, 3, 4, 7, 8, 9,
2, 5, 6, 10 - -
11 98
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 8, 6, 7 - -

172
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9, 10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
7 Minat 1, 3, 4, 5, 6, 8,
2, 7, 10 - -
9, 11
Tampilan 1, 3, 4, 7, 8, 9, 97
2, 5, 6 - -
10
Bahasa 1, 3, 4, 5 2
8 Minat 1, 2, 3, 5, 7, 9,
4, 6, 8, 11 - -
10
Tampilan 1, 3, 4, 5, 6, 7, 96
2, 8, 10 - -
9
Bahasa 1, 2, 3, 4 5 - -
9 Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7 - -
8, 9, 10, 11
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 7, 98
6 - -
8, 9, 10
Bahasa 2, 3, 4, 5 1 - -
10 Minat 1, 3, 4, 5, 7, 8,
2, 6, 9 - -
10, 11
96
Tampilan 1, 3, 4, 5, 6, 9 2, 7, 8, 10 - -
Bahasa 1, 2, 4, 5 3 - -
11 Minat 1, 2, 6, 7, 10, 3, 4, 5, 8,
- -
11 9
92
Tampilan 2, 4, 7, 8,
1, 3, 5, 6, 9 - -
10
Bahasa 3, 4, 5 1, 2 - -
12 Minat 2, 3, 4, 5, 6, 9,
1, 7, 8, 10 - -
11
Tampilan 1, 2, 3, 6, 92
4, 5, 9, 10 - -
7, 8
Bahasa 2, 4, 5 1, 3 - -
13 Minat 1, 4, 5, 6,
2, 3, 10, 11 9 -
7, 8
88
Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 8,
6, 7, 10 - -
9
Bahasa 1, 2, 5 4 - -
14 Minat 1, 2, 4, 6,
3, 5, 9, 11 - - 83
10
Tampilan 1, 4, 7, 9 2, 3, 5, 6, - -

173
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

8, 10
Bahasa 1, 3, 5 2, 4 - -
15 Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8 - -
9, 10, 11
95
Tampilan 3, 6, 7, 8,
1, 2, 4, 5, - -
9, 10
Bahasa 1, 3, 4, 5 2 - -
16 Minat 5, 6,7, 10,
1, 2, 3, 4, 8, 9 - -
11
96
Tampilan 1,2, 3, 4, 5, 6,
- - -
7, 8, 9, 10
Bahasa 4, 5 1, 2, 3 - -
17 Minat 1, 2, 5, 6, 8,
3, 4, 7, 9 - -
10, 11
95
Tampilan 1, 3, 5, 6, 7, 8,
2, 4, 10 - -
9
Bahasa 3, 4, 5 1, 2 - -
18 Minat 1,2, 4, 6, 7, 9,
3, 5, 8 - -
10, 11
98
Tampilan 1, 2, 3, 4, 6, 7,
5 - -
8, 9, 10
Bahasa 1, 3, 4 2, 5 - -
19 Minat 1, 2, 4, 5, 6, 8,
3, 7, 11 - -
9, 10
96
Tampilan 1, 3, 4, 6, 7, 9,
2, 5, 8 - -
10
Bahasa 1, 3, 5 2, 4 - -
20 Minat 1, 2, 3, 4, 8, 9,
5, 6, 7, 10 - -
11
Tampilan 1, 6, 8, 9, 95
2, 3, 4, 5, 7 - -
10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
Minat 4, 5, 6, 8,
1, 2, 3, 7, 9, 10 - -
11
21 Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 6 96
- - -
7, 8, 9, 10
Bahasa 4, 5 1, 2, 3 - -
Minat 3, 4, 6, 7,
22 1, 2, 5, 9 - - 89
8, 10, 11

174
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tampilan 1, 5, 6, 7,
2, 3, 4, 9 - -
8, 10
Bahasa 2, 3, 5 1, 4 - -
Minat 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7, 8, 9 - -
10, 11
94
23 Tampilan 1, 2, 3, 4, 6, 8,
5, 7, 9 - -
10
Bahasa 3, 4 1, 2, 5 - -
Minat 1, 3, 4, 5,
2, 6, 9, 11 - -
7, 8, 10
24 Tampilan 1, 3, 5, 6, 87
2, 4, 9 - -
7, 8, 10
Bahasa 2, 4 1, 3, 5 - -
Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
9, 10 - -
7, 8, 11
99
25 Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 7,
6, 8 - -
9, 10
Bahasa 1, 3, 4, 5 2 - -
Minat 1, 3, 4, 6,
2, 5, 8 7, 9, 10, - -
11
26. 85
Tampilan 2, 4, 5, 6,
1, 3, 7 - -
8, 9, 10
Bahasa 2 1, 3, 4, 5 - -
Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
- - -
7, 8, 9, 10, 11
27. Tampilan 1, 3, 4, 5, 6, 8, 97
2, 7, 9 - -
10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -
Minat 1, 3, 6, 7, 9,
2, 4, 5, 8 - -
10, 11
28. 94
Tampilan 1, 4, 5, 6, 8, 9 2, 3, 7, 10 - -
Bahasa 1, 2, 3 4, 5 - -
Minat 1, 2, 3, 4, 5, 6,
- - -
7, 8, 9, 10, 11
29. Tampilan 1, 2, 4, 6, 7, 8, 102
3, 5 - -
9, 10
Bahasa 1, 2, 3, 4, 5 - - -

175
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Minat 1, 2, 3, 5, 6, 8,
4, 7, 11 - -
9, 10
30. Tampilan 1, 2, 3, 4, 5, 7, 96
6 - -
8, 9, 10
Bahasa 2, 3, 4, 5 1 - -
Jumlah 2828
Rata-rata 94
Kategori Baik Sekali

176
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 13

Hasil evaluasi peserta didik (pertama)

177
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

178
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

179
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

180
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

181
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Hasil evaluasi peserta didik (kedua)

182
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

183
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

184
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 14

Hasil validitas PG dan Essay dengan menggunakan SPSS

Correlations

soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal1 soal1 soal1 soal1 soal1 soal1 soal1 soal1 soal1 soal1 soal2 Skor_tot
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 al

soal1 Pearson
- *
- - *
Correlatio 1 -.215 -.033 .229 .380 .007 .226 -.033 -.033 -.033 -.033 -.215 .173 .126 .173 -.265 -.240 .413
.240 .265 .033
n

Sig. (2-
.193 .246 .859 .215 .035 .150 .859 .970 .221 .859 .859 .859 .859 .246 .351 .499 .351 .150 .193 .021
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal2 Pearson
- - - *
Correlatio 1 .229 -.033 .007 .173 -.215 -.133 .380 .173 -.033 -.240 .007 -.033 -.265 -.033 -.265 -.033 -.075
.240 .265 .240
n

Sig. (2-
.193 .215 .859 .970 .351 .150 .193 .246 .474 .035 .351 .859 .193 .970 .859 .150 .859 .150 .859 .689
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal3 Pearson *
- .523 -
Correlatio .229 1 -.215 *
-.215 .183 .046 -.087 .007 .229 -.215 -.215 .046 -.215 -.237 .229 -.027 -.215 .173
.215 .215
n

185
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Sig. (2-
.246 .215 .246 .003 .246 .325 .246 .805 .641 .970 .215 .246 .246 .805 .246 .200 .215 .885 .246 .351
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal4 Pearson
- - - **
Correlatio -.215 1 -.215 -.240 .126 .007 .046 .173 -.240 -.240 .587 .007 -.240 .126 -.240 -.069 -.033 .169
.033 .033 .033
n

Sig. (2-
.859 .859 .246 .246 .193 .499 .859 .970 .804 .351 .193 .193 .001 .970 .193 .499 .193 .711 .859 .363
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal5 Pearson *
.523 - - * *
Correlatio .229 .007 *
-.215 1 .007 .285 .299 -.215 .007 -.215 -.215 -.192 .007 -.237 .451 -.237 -.215 .436
.027 .215
n

Sig. (2-
.215 .970 .003 .246 .970 .885 .246 .121 .102 .246 .970 .246 .246 .300 .970 .200 .011 .200 .246 .014
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal6 Pearson
*
- - **
Correlatio .380 .173 -.215 -.240 .007 1 -.215 -.133 .173 -.240 -.033 -.240 .007 .587 .126 -.033 -.069 -.240 .291
.265 .033
n

Sig. (2-
.035 .351 .246 .193 .970 .150 .859 .246 .474 .351 .193 .859 .193 .970 .001 .499 .859 .711 .193 .112
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

186
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

soal7 Pearson
- - -
Correlatio .183 .126 -.027 -.265 1 -.027 -.175 -.265 -.069 -.069 -.069 .183 -.069 .077 .126 .077 -.069 .052
.265 .265 .069
n

Sig. (2-
.150 .150 .325 .499 .885 .150 .711 .885 .345 .150 .711 .711 .711 .325 .711 .679 .499 .679 .711 .781
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal8 Pearson
- - -
Correlatio -.215 -.033 -.215 -.033 1 -.215 -.133 -.033 -.033 .173 .173 .007 .173 -.265 -.033 .126 -.240 -.075
.033 .240 .069
n

Sig. (2-
.859 .193 .246 .859 .246 .859 .711 .246 .474 .859 .859 .351 .351 .970 .351 .150 .859 .499 .193 .689
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal9 Pearson
- - - **
Correlatio .007 .046 .007 .285 -.215 1 .492 -.215 -.215 .007 -.215 .046 -.215 -.027 .007 -.237 .229 .173
.215 .027 .215
n

Sig. (2-
.970 .246 .805 .970 .121 .246 .885 .246 .005 .246 .246 .970 .246 .805 .246 .885 .970 .200 .215 .351
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal10 Pearson *
- - - .492
Correlatio .226 -.087 .046 .299 -.133 *
1 -.313 -.133 .046 .046 -.280 -.133 -.175 -.133 -.175 .046 .168
.133 .175 .133
n

187
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Sig. (2-
.221 .474 .641 .804 .102 .474 .345 .474 .005 .086 .474 .804 .804 .126 .474 .345 .474 .345 .804 .367
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal11 Pearson
- *
- -
Correlatio .380 .007 .173 -.215 .173 -.215 -.313 1 .173 -.033 -.033 -.215 -.033 -.069 -.033 -.265 -.033 .047
.033 .265 .033
n

Sig. (2-
.859 .035 .970 .351 .246 .351 .150 .859 .246 .086 .351 .859 .859 .246 .859 .711 .859 .150 .859 .801
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal12 Pearson
- - -
Correlatio .173 .229 -.240 .007 -.240 -.215 -.133 .173 1 -.033 -.240 -.215 -.033 .126 .173 -.265 -.240 -.075
.033 .069 .033
n

Sig. (2-
.859 .351 .215 .193 .970 .193 .711 .859 .246 .474 .351 .859 .193 .246 .859 .499 .351 .150 .193 .689
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal13 Pearson
- - - *
Correlatio -.215 -.240 -.215 -.033 .173 .007 .046 -.033 -.033 1 -.240 .007 -.240 -.069 .380 -.265 -.033 -.075
.033 .033 .069
n

Sig. (2-
.859 .859 .246 .193 .246 .859 .711 .351 .970 .804 .859 .859 .193 .970 .193 .711 .035 .150 .859 .689
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

188
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

soal14 Pearson *
- - .587 -
Correlatio -.215 *
-.215 -.240 .173 -.215 .046 -.033 -.240 -.240 1 .007 -.033 -.069 -.240 .321 -.033 .047
.033 .240 .069
n

Sig. (2-
.859 .193 .246 .001 .246 .193 .711 .351 .246 .804 .859 .193 .193 .970 .859 .711 .193 .078 .859 .801
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal15 Pearson
-
Correlatio .007 .046 .007 -.192 .007 .183 .007 .046 -.280 -.215 -.215 .007 .007 1 .007 -.237 -.215 -.027 .007 -.220
.215
n

Sig. (2-
.246 .970 .805 .970 .300 .970 .325 .970 .805 .126 .246 .246 .970 .970 .970 .200 .246 .885 .970 .234
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal16 Pearson *
- .587 -
Correlatio .173 -.215 -.240 .007 *
.173 -.215 -.133 -.033 -.033 -.240 -.033 .007 1 .126 -.240 .126 -.240 .291
.033 .069
n

Sig. (2-
.351 .859 .246 .193 .970 .001 .711 .351 .246 .474 .859 .859 .193 .859 .970 .499 .193 .499 .193 .112
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal17 Pearson
- -
Correlatio .126 -.237 .126 -.237 .126 .077 -.027 -.175 -.069 .126 -.069 -.069 -.237 .126 1 -.069 .077 -.069 .052
.265 .265
n

189
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Sig. (2-
.499 .150 .200 .499 .200 .499 .679 .150 .885 .345 .711 .499 .711 .711 .200 .499 .711 .679 .711 .781
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal18 Pearson
- *
- * *
Correlatio .173 .229 -.240 .451 -.033 .126 .007 -.133 -.033 .173 .380 -.240 -.215 -.240 -.069 1 -.265 -.240 .413
.033 .033
n

Sig. (2-
.351 .859 .215 .193 .011 .859 .499 .859 .970 .474 .859 .351 .035 .193 .246 .193 .711 .150 .193 .021
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal19 Pearson
- -
Correlatio -.027 -.069 -.237 -.069 .077 .126 -.237 -.175 -.265 -.265 -.265 .321 -.027 .126 .077 -.265 1 .321 -.179
.265 .265
n

Sig. (2-
.150 .150 .885 .711 .200 .711 .679 .499 .200 .345 .150 .150 .150 .078 .885 .499 .679 .150 .078 .336
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

soal20 Pearson
- - - -
Correlatio -.215 -.033 -.215 -.240 .229 .046 -.033 -.240 -.033 -.033 .007 -.240 -.069 -.240 .321 1 -.319
.240 .033 .069 .240
n

Sig. (2-
.193 .859 .246 .859 .246 .193 .711 .193 .215 .804 .859 .193 .859 .859 .970 .193 .711 .193 .078 .080
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

190
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skor_tot Pearson
*
- *
- *
al Correlatio .413 .173 .169 .436 .291 .052 .173 .168 .047 -.075 -.075 .047 -.220 .291 .052 .413 -.179 -.319 1
.075 .075
n

Sig. (2-
.021 .689 .351 .363 .014 .112 .781 .689 .351 .367 .801 .689 .689 .801 .234 .112 .781 .021 .336 .080
tailed)

N 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31 31

*. Correlation is significant at the


0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01


level (2-tailed).

191
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Correlations

soal1 soal2 soal3 soal4 soal5 jumalh


**
soal1 Pearson Correlation 1 -.042 .000 -.042 -.134 .572

Sig. (2-tailed) .827 1.000 .827 .481 .001

N 30 30 30 30 30 30
*
soal2 Pearson Correlation -.042 1 .224 -.042 -.134 .442

Sig. (2-tailed) .827 .235 .827 .481 .014

N 30 30 30 30 30 30
**
soal3 Pearson Correlation .000 .224 1 .224 .239 .605

Sig. (2-tailed) 1.000 .235 .235 .203 .000

N 30 30 30 30 30 30
**
soal4 Pearson Correlation -.042 -.042 .224 1 .200 .486

Sig. (2-tailed) .827 .827 .235 .288 .007

N 30 30 30 30 30 30

soal5 Pearson Correlation -.134 -.134 .239 .200 1 .167

Sig. (2-tailed) .481 .481 .203 .288 .378

N 30 30 30 30 30 30
** * ** **
jumalh Pearson Correlation .572 .442 .605 .486 .167 1

Sig. (2-tailed) .001 .014 .000 .007 .378

N 30 30 30 30 30 30

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

192
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Hasil Reabilitas PG dan Essay dengan menggunakan SPSS

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0


a
Excluded 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.217 7

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

Item_4 5.20 .786 .256 .130

Item_8 5.37 .654 .126 .156

Item_9 5.27 .892 -.144 .337

Item_11 5.30 .700 .143 .146

Item_12 5.23 .737 .232 .109

Item_13 5.37 .723 .020 .256

Item_14 5.27 .754 .104 .179

193
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0


a
Excluded 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.311 3

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

soal2 3.2667 1.513 .110 .365


a
soal3 3.2000 1.269 .323 -.087

soal4 3.2667 1.513 .110 .365

194
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 15

SILABUS

Satuan Pendidikan : SD N Depok 1

Mata Pelajaran : IPA

Kelas :V

Topik : Fotosintesis

Standar Kompetensi Indikator Pengalaman Alokasi Penilaian Sumber dan


Kompetensi Dasar Belajar Waktu Media
Jenis Teknik Instrumen Contoh soal
Tagihan
2. Memahami 2.1Mengidentifik 2.1.1Menjelaskan 1. Mengetahui 2 jp x -Tes Tertulis Isian Soal Kegiatan 1: Sumber:
cara asi cara tumbuhan cara tumbuhan hijau proses 35 -Unjuk Lisan 1. Bagaimana cara Azmiyawati,
tumbuhan hijau membuat membuat makanan. tumbuhan menit Kerja tumbuhan hijau Choril. 2008.
hijau Makanan. 2.1.2Menyebutkan membuat membuat IPA 5
membuat 2.2Mendeskripsik unsur-unsur yang makanan makanan. Silangtemas.
makanan. an ketergantungan dibutuhkan saat 2. Dapat 2.Sebutkan unsur- Jakarta: Pusat
manusia dan fotosintesis. menyebutkan unsur yang Perbukuan.
hewan unsur-unsur dibutuhkan saat Sulistyanto,

195
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pada tumbuhan 2.1.3Bekerjasama yang melakukan Heri. 2008.


hijau sebagai dalam melakukan dibutuhkan fotosintesis ! Ilmu
sumber makanan. kegiatan dan saat 3. Proses Pengetahuan
menghargai pendapat tumbuhan pembuatan Alam Untuk
teman. melakukan makanan pada SD dan MI
fotosintesis tumbuhan Kelas V.
2.1.4Menuliskan 3. Dapat dinamakan? Jakarta: Pusat
reaksi fotosintesis berkejasama 4. Jelaskan Perbukuan
dalam bagaimana proses
melakukan fotosintesis terjadi?
kegiatan dan 5. Sebutkan faktor-
menghargai faktor yang
pendapat mempengaruhi
teman. fotosintesis?
4. Dapat
menuliskan
reaksi
fotosintesis.

196
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Yogyakarta, September 2016


Mengetahui,
Guru Kelas Praktikan

(Hidayat, A.Ma) (Rr. Natalia Dewanty)


NIP / NIK : 198304012009021003

197
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )


(PERTEMUAN 1)
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Satuan Pendidikan : SD N DEPOK 1
Kelas/ Semester : VA / I
Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 35 menit)
A. Standar Kompetensi
2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan

B. Kompetensi Dasar
2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

C. Indikator
Kognitif
2.1.1 Menjelaskan cara tumbuhan hijau membuat makanan.
2.1.2 Menyebutkan unsur-unsur yang dibutuhkan saat fotosintesis.
Afektif
2.1.3 Bekerjasama dalam melakukan kegiatan dan menghargai pendapat
teman.
Psikomotor
2.1.4 Menuliskan reaksi fotosintesis

D. Tujuan Pembelajaran
Kognitif
2.1.1.1 Siswa mampu menjelaskan cara tumbuhan hijau membuat makanan
melalui kegiatan mengamati video dengan tepat.
2.1.2.1 Siswa mampu menyebutkan minimal 2 unsur-unsur yang
dibutuhkan saat fotosintesis melalui kegiatan mengamati video
dengan tepat.

198
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Afektif
2.1.3.1 Siswa mampu menunjukkan 3 sikap kerjasama dalam melakukan
kegiatan dan menghargai pendapat teman dengan dengan benar.
Psikomotor
2.1.4.1 Siswa mampu menuliskan reaksi fotosintesis dengan benar melalui
kegiatan mengamati video.

E. Materi Pembelajaran
Materi Pokok : Fotosintesis
F. Metode dan Model
Pendekatan : Student Center Learning
Model : Cooperative learning
Teknik` : Group Investigation
Metode : Tanya jawab dan diskusi

199
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

G. Sumber Belajar:
Azmiyawati, Choril. 2008. IPA 5 Silangtemas. Jakarta: Pusat Perbukuan
Sulistyanto, Heri. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD dan MI
Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan

H. Alat: Buku paket, alat tulis


Media : Power Point, Video

200
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

H. Langkah Pembelajaran
Tahap Langkah-langkah Alokasi Waktu
Pembuka a. Guru membuka pembelajaran 10 menit
dengan mengucap salam.
b. Doa dipimpin oleh salah satu
siswa.
c. Guru melakukan presensi.
Apersepsi
a. Bertanya kepada siswa:
- Apakah tumbuhan juga
memerlukan makanan?
- Proses pembuatan
makanan pada tumbuhan
dinamakan?
- Bagaimana proses
fotosintesis?
Motivasi
b. Siswa menyanyikan sebuah lagu
naik delman yang telah diubah
liriknya:
Ayo Teman
Ayo teman-teman kita belajar
bersama
Belajar fotosintesis dan unsur-
unsurnya
Ayo kita belajar dalam satu
kelompok
Hati-hati dan juga perhatikan
seksama
Bekerja dalam kelompok

201
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dengan senang hati


Perhatikan gurumu
Ikuti petunjuk
Orientasi
c. Guru bertanya tentang isi
lagu:
- Apa isi dari lagu tersebut?
- Hari ini kita akan belajar
apa?
d. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
Kegiatan a. Guru memutarkan video proses 50 menit
Inti fotosintesis yang ada di dalam
power point
b. Siswa diminta untuk mengamati
tayangan video tersebut.
c. Siswa membentuk kelompok
menjadi 5 kelompok, dalam setiap
kelompok terdiri dari 4 orang
siswa. (Tahap Pengelompokkan)
d. Siswa berkumpul dalam
kelompok.
e. Siswa menentukan seorang ketua
kelompok.
f. Di dalam kelompok, siswa
diminta untuk mendiskusikan
cara-cara terjadinya proses
fotosintesis.
g. Di dalam kelompok, siswa
diminta untuk menuliskan reaksi
yang terjadi dalam fotosintesis.

202
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

h. Guru memberikan kuis mengenai


tumbuhan yang tidak dapat
berfotosintesis.
Eksplorasi
i. Masing-masing kelompok
mengamati gambar bagian
tumbuhan yang ada di dalam
power point. (Planning)
j. Masing-masing kelompok
mendiskusikan manfaat dari
masing-masing bagian tumbuhan.

Elaborasi
k. Siswa menuliskan hasil diskusi
mengenai terjadinya proses
fotosintesis di
LKS.(Pengorganisasian/Lapora
n Akhir)
l. Siswa menyampaikan hasil
diskusi di depan kelas.
(Presenting)
Konfirmasi
m. Guru memberi masukkan atas
presentasi hasil diskusi kelompok.
n. Guru bertanya jawab dengan
siswa mengenai materi
fotosintesis. (Evaluating)
o. Guru menjelaskan materi
fotosintesis.
p. Guru bertanya jawab dengan
siswa apakah fotosintesis hanya

203
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

terjadi di daun?
q. Guru menjelaskan contoh
tumbuhan yang proses fotosintesis
tidak terjadi di daun.

Penutup a. Guru mengajak siswa mengambil 10 menit


kesimpulan pada kegiatan
pembelajaran melalui tanya
jawab:
- Hari ini kita belajar apa?
- Faktor apa saja yang
mempengaruhi
fotosintesis?
- Bagaimana proses
terjadinya fotosintesis?
- Apa saja reaksi dalam
fotosintesis?
b. Guru bertanya jawab dengan
siswa mengenai kegiatan
pembelajaran:
- Apa yang kalian rasakan
dalam pembelajaran kali
ini?
- Mengapa senang?
Mengapa sedih?
- Materi apa yang sudah
dipahami?
- Materi apa yang belum
dipahami?
c. Guru memberi tindak lanjut

204
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

kepada siswa, Masing-masing


kelompok melakukan percobaan
tentang pengaruh cahaya matahari
terhadap fotosintesis.
d. Guru mengakhiri pembelajaran
dengan mengucap salam.

I. Penilaian
1. Jenis/Teknik penilaian
Ranah Indikator Teknik Bentuk Instrumen
Penilaian Penilaian
Kognitif 2.1.1 Menjelaskan cara Tes tertulis Uraian Soal uraian
tumbuhan hijau
membuat
makanan.
2.1.2 Menyebutkan
unsur-unsur yang
dibutuhkan saat
fotosintesis.
Afektif 2.1.3 Bekerjasama Observasi Contreng Lembar
dalam melakukan observasi
kegiatan dan
menghargai
pendapat teman.
Psikomotor 2.1.4 Menuliskan Observasi Contreng Lembar
reaksi observasi
fotosintesis

205
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Instrumen: Soal tes dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian
(terlampir)
Pedoman penskoran (terlampir)

Yogyakarta, September 2016


Mengetahui,
Guru Kelas Praktikan

(Hidayat, A.Ma) (Rr. Natalia Dewanty)


NIP / NIK : 198304012009021003

206
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

J. Lampiran-lampiran
a. Penilaian
b. Lembar kerja siswa
c. Materi
Lampiran-lampiran

a. Penilaian
1. Kognitif
Indikator 2.1.1 Menjelaskan cara tumbuhan hijau membuat
makanan.
2.1.2 Menyebutkan unsur-unsur yang dibutuhkan
saat fotosintesis.
Teknik Tes tertulis
Penilaian
Instrumen Soal tertulis

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!


1. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan dinamakan?
2. Jelaskan bagaimana proses fotosintesis terjadi?
3. Sebutkan faktor yang mempengaruhi fotosintesis?
4. Di bagian apa proses fotosintesis terjadi?
5. Apa fungsi klorofil?

Kunci Jawaban
1. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan dinamakan fotosintesis.
2. Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon
dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju
daun. Karbon dioksida diserap dar udara oleh daun melalui mulut daun
atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian
diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya
matahari.

207
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Faktor yang mempengaruhi fotosintesis yaitu cahaya matahari, klorofil,


air dan karbondioksida.
4. Proses fotosintesis terjadi dibagian daun.
5. Klorofil berfungsi untuk menyerap energi cahaya matahari.

Pedoman Penskoran
Soal Skor

Proses pembuatan makanan 1


pada tumbuhan dinamakan?
Jelaskan bagaimana proses 2
fotosintesis terjadi?

Sebutkan 4 faktor yang 4


mempengaruhi fotosintesis?

Di bagian apa proses 1


fotosintesis terjadi?

Apa fungsi klorofil? 2

JUMLAH 10

Nilai: x 100

208
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skala 100 Predikat

80-100 A

70-79 B

56-69 C

46-55 D

0-45 E

Lembar Penilaian

No Nama Siswa Nilai Predikat

2. Afektif
Indikator 2.1.3 Bekerjasama dalam melakukan kegiatan dan
menghargai pendapat teman.
Teknik Observasi
Penilaian
Instrumen Lembar observasi
Instruksi:
Bekerjalah dalam kelompok untuk melakukan kegiatan diskusi kelompok.
Ikuti petunjuk yang ada!

209
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Format Penilaian Guru


Nama Siswa :
Kelas/ No Absen :
No Aspek Penilaian Ya Tidak
Bekerjasama
1. Siswa ikut terlibat dalam kegiatan diskusi
2. Siswa melakukan kegiatan diskusi hingga selesai
3. Siswa dapat menyimpulkan hasil diskusi
4. Siswa aktif dalam menyampaikan pendapat
Menghargai
1. Siswa dapat mendengarkan pendapat teman
2. Siswa dapat menanggapi pendapat teman
3. Siswa dapat menerima pendapat teman lain
4. Siswa mampu bergantian saat berbicara
Keterangan: Ya= 1, Tidak= 0

Rubrik Penilaian

Aspek 4 3 2 1
Memenuhi Memenuhi 3 Memenuhi 2 Memenuhi 1
Bekerjasama 4 aspek dari 4 aspek dari 4 aspek dari aspek
penilaian penilaian penilaian penilaian
Memenuhi Memenuhi 3 Memenuhi 2 Memenuhi 1
Menghargai 4 aspek dari 4 aspek dari 4 aspek dari aspek
penilaian penilaian penilaian penilaian

Lembar Penilaian
No Nama Siswa Nilai Predikat

210
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Nilai: x 100

3. Psikomotor
Indikator 2.1.4 Menuliskan reaksi fotosintesis
Teknik Penilaian Observasi
Instrumen Lembar penilaian observasi
Instruksi:
1. Tulislah reaksi terjadinya fotosintesis
Format Penilaian Guru
Nama Siswa :
Kelas/ No Absen :
No Aspek Penilaian Ya Tidak
Menulis
1. Siswa menuliskan reaksi fotosintesis dengan lengkap
2. Siswa mampu menuliskan reaksi hasil fotosintesis dengan
benar
3. Siswa mampu menuliskan arti dari reaksi fotosintesis
dengan tepat

Rubrik Penilaian Psikomotor


Aspek 3 2 1
Memenuhi 3 aspek Memenuhi 2 dari 3 Memenuhi 1
Menulis penilaian aspek penilaian dari 3 aspek
penilaian

Lembar Penilaian
No Nama Siswa Praktik Nilai

Nilai: x 100

211
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lembar Kerja Siswa

Nama :

Kelas :

Tujuan Pembelajaran
2.1.4.1 Siswa mampu menuliskan reaksi fotosintesis dengan benar melalui
kegiatan mengamati video.

Petunjuk:
1. Amatilah video mengenai proses fotosintesis
2. Tulislah reaksi kimia fotosintesis yang terjadi
3. Tulislah arti dari reaksi kimia tersebut
(H2O) =
(CO2) =
(C6H12O6) =
(O2) =

212
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Materi
A. Fotosintesis
Fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Proses
fotosintesis ini memerlukan bantuan sinar matahari. Fotosintesis berlangsung di
bagian daun. Namun proses ini terkadang juga terjadi di bagian lain yang
mengandung klorofil. Klorofil merupakan zat warna warna hijau pada tumbuhan.
Klorofil berfungsi untuk menyerap energi cahaya matahari. Perhatikan gambar di
samping! Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon
dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun.
Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata.
Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi
karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi
cahaya matahari ada, energi cahaya yang lain dapat menggantikannya. Misalnya
cahaya lampu neon. Oleh karena itu, fotosintesis dapat terjadi pada siang maupun
malam hari. Reaksi fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut. Daun yang
mengandung karbohidrat ini jika ditetesi larutan lugol atau yodium akan berubah
warna menjadi ungu gelap. Percobaan berikut ini dapat membuktikan bahwa
proses fotosintesis memerlukan cahaya. Apa Itu Klorofil? Di dalam selembar
daun, ada jutaan kantung kecil berisi zat berwarna hijau. Zat warna hijau ini
disebut klorofil. Semua kantung hijau menyebabkan dedaunan berwarna hijau.

Secara alami, proses fotosintesis hanya berlangsung pada siang hari karena proses
ini memerlukan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi
utama pada proses fotosintesis. Oksigen yang merupakan hasil fotosintesis
dikeluarkan oleh tumbuhan melalui mulut daun (stomata) dan digunakan oleh
manusia dan hewan pada proses pernapasan, meskipun sebagian digunakannya
untuk bernapas. Oleh karena itu, apabila kita pada siang hari duduk di bawah
pohon yang daunnya hijau dan rindang, kita merasakan sejuk karena kita banyak
menghirup oksigen hasil fotosintesis. Hasil fotosintesis lainnya, yaitu glukosa
yang merupakan zat makanan yang akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui

213
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pembuluh tapis. Pada tumbuhan, glukosa ini digunakan untuk tumbuh,


berkembang biak, dan sebagian disimpan sebagai timbunan makanan.

214
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Nama :

Lembar Evaluasi No. Absen:

Kelas :

1. Cahaya matahari berperan penting dalam proses fotosintesis. Pernyataan yang


sesuai untuk proses berlangsungnya fotosintesis yaitu . . . .
a. Cahaya matahari sebagai satusatunya sumber energi.
b. Fotosintesis memerlukan oksigen dan karbon dioksida.
c. Fotosintesis menghasilkan air dan karbon dioksida.
d. Fotosintesis dapat terjadi meskipun hanya menggunakan lampu neon.

2. Zat di dalam tumbuhan yang dapat menangkap sinar matahari yaitu zat warna . . . .
a. kuning
b. merah
c. hijau
d. oranye

3. Umumnya klorofil paling banyak terdapat pada bagian . . . .


a. akar
b. batang
c. daun
d. bunga

4. Klorofil adalah?

a. Zat warna hijau

b. Zat warna hitam

c. Zat warna biru

d. Zat warna coklat

5. Proses fotosintesis terutama terjadi di bagian . . . .


a. akar
b. batang

215
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. daun
d. bunga

6. Hasil fotosintesis berupa ....


a. karbohidrat dan air
b. karbohidrat dan oksigen
c. air dan oksigen
d. air dan hidrogen

7. Gas yang dilepaskan ke udara sebagai hasil dari fotositesis adalah ....
a. oksigen
b. hidrogen
c. nitrogen
d. karbondioksida

8. Bahan-bahan yang diperlukan dalam fotosintesis yaitu . . . .


a. air dan oksigen
b. oksigen dan karbon dioksida
c. air dan karbon dioksida
d. oksigen dan karbohidrat

9. Klorofil pada tumbuhan hijau berfungsi untuk . . . .


a. sumber tenaga
b. menyerap air
c. menangkap cahaya
d. menghasilkan oksigen

10. Seandainya semua tumbuhan hijau di dunia punah, maka . . . .


a. hewan herbivora akan mati
b. hewan karnivora akan mati
c. hewan omnivora akan mati
d. seluruh makhluk hidup akan musnah

216
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11. Tumbuhan hijau adalah tumbuhan yang memiliki


a. Zat hijau daun
b. Kurkumin
c. Zat kapur
d. Zat besi

12. Tumbuhan hijau dapat berfotosintesis artinya…


a. Dapat membuat makanan sendiri
b. Makan dengan bergantung pada tumbuhan lain
c. Dapat mencari makan
d. Dapat menghasilkan keturunan

13. Apa manfaat tumbuhan hijau bagi kehidupan manusia?


a. Sebagai pengotor halaman rumah
b. Semak-semak yang tidak berguna
c. Tidak ada gunanya
d. Sebagai sumber makanan

14. Bagian tumbuhan manakah yang dapat dipergunakan untuk membuat kursi dan
meja….
a. Daun
b. Batang
c. Serabut-serabut akar
d. Buah

15. Oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis dapat dipergunakan manusia dan
binatang untuk…
a. Bernafas
b. Makan
c. Minum
d. Berkembang biak

16. Jika tidak ada cahaya, apakah proses fotosintesis akan berlangsung…
a. Bisa
b. Tidak bisa
c. Sesuai keadaan suhu
d. Sesuai angin

217
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17. Karbondioksida yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis diserap oleh tumbuhan
melalui ....

a. akar

b. mulut daun

c. batang

d. bunga

18. Pada proses pembuatan makanan tumbuhan memerlukan bahan-bahan berikut,


kecuali ....

a. cahaya matahari

b. karbondioksida

c. karbohidrat

d. air

19. Bahan fotosintesis yang diambil dari dalam tanah yaitu ....
a. oksigen
b. air dan mineral
c. karbon dioksida
d. udara dan humus
20. Gas yang dihasilkan oleh tumbuhan hijau adalah ....
a. belerang
b. oksigen
c. nitrogen
d. hidrogen

218
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Ayo, menjawab!
1. Faktor-faktor apa saja yang dibutuhkan agar proses fotosintesis dapat
berlangsung? Jelaskan proses fotosintesis dan hasilnya!
2. Tumbuhan memerlukan energi cahaya untuk melakukan fotosintesis. Energi
cahaya apakah yang dapat digunakan untuk fotosintesis tumbuhan hijau yang
berada di dalam ruangan tertutup?
3. Fotosintesis dapat terjadi pada pagi, siang, maupun malam hari. Jelaskan
pernyataan tersebut!
4. Tuliskan reaksi dalam fotosintesis!
5. Apa fungsi klorofil dalam proses fotosintesis?

219
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )


(PERTEMUAN II)
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Satuan Pendidikan : SD N DEPOK 1
Kelas/ Semester : VA / I
Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 35 menit)

A. Standar Kompetensi
2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan
B. Kompetensi Dasar
2.1 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan
hijau sebagai sumber makanan
C. Indiaktor
Kognitif
2.1.5 Menjelaskan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan
hijau sebagai sumber makanan.
2.1.6 Menyebutkan bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai bahan
makanan.
Afektif
2.2.1 Bekerjasama dalam melakukan kegiatan diskusi dan menghargai
pendapat
Psikomotor
2.3.1 Mengelompokkan bagian tumbuh-tumbuhan yang berfungsi
sebagai bahan makanan.
D. Tujuan Pembelajaran
Kognitif
2.1.1.2 Siswa mampu menjelaskan ketergantungan manusia dan hewan
pada tumbuhan hijau melalui kegiatan mengamati teks bacaan
dengan tepat.
2.1.1.3 Siswa mampu menyebutkan bagian tumbuhan yang berfungsi
sebagai bahan makanan melalui kegiatan diskusi dengan benar.

220
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Afektif
2.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan sikap kerja sama dan menghargai
pendapat teman melalui kegiatan diskusi dengan benar.
Psikomotor
2.3.1.1 Siswa mampu mengelompokkan bagian tumbuh-tumbuhan yang
berfungsi sebagai bahan makanan melalui kegiatan mencocokkan
gambar dengan benar.
E. Materi Pembelajaran
Materi Pokok : Ketergantungan manusia dan hewan pada
tumbuhan hijau
F. Metode dan Model
Pendekatan : Student Center Learning
Model : Cooperative learning
Metode : Tanya jawab, diskusi, dan pengamatan
G. Sumber Belajar
Azmiyawati, Choril. 2008. IPA 5 Silangtemas. Jakarta: Pusat Perbukuan
Sulistyanto, Heri. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD dan MI
Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan
H. Alat dan Media
Alat :
- Papan tulis
- Gambar tumbuhan dan hewan
Media
Power point

221
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

I. Langkah Pembelajaran
Tahap Langkah-langkah Alokasi Waktu
Pembuka a. Guru membuka pembelajaran 10 menit
dengan mengucap salam.
b. Doa dipimpin oleh salah satu
siswa.
c. Guru melakukan presensi.
Apersepsi
d. Bertanya kepada siswa:
- Apakah manusia,
tumbuhan, dan hewan
memerlukan oksigen ?
- Apakah oksigen yang kita
hirup bisa habis ?
- Apakah semua bagian
tumbuhan bisa dijadikan
bahan makanan ?
Motivasi
e. Siswa menyanyikan sebuah lagu
pada hari minggu yang telah
diubah liriknya:
Ayo Teman
Ayo teman-teman kita belajar
bersama
Belajar ketergantungan manusia
dan hewan
Ayo kita belajar dalam satu
kelompok
Hati-hati dan juga perhatikan
seksama
Bekerja dalam kelompok

222
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dengan senang hati


Perhatikan bu guru
Ikuti petunjuk
Orientasi
f. Guru bertanya tentang isi lagu:
- Apa isi dari lagu tersebut?
- Hari ini kita akan belajar
apa?
g. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
Kegiatan h. Guru menampilkan gambar 50 menit
Inti tumbuhan yang ada di dalam
power point
i. Siswa diminta untuk mengamati
gambar beserta teks bacaan
j. Siswa membentuk kelompok
menjadi 5 kelompok, dalam
setiap kelompok terdiri dari 4
orang siswa. Siswa berkumpul
dalam kelompok.
k. Siswa menentukan seorang ketua
kelompok.
l. Di dalam kelompok, siswa
diminta untuk mendiskusikan
mencari informasi tentang bagian
tumbuhan yang dapat dijadikan
bahan makanan.
m. Siswa diminta untuk berdiskusi
mencari informasi mengenai
timbunan makanan pada
tumbuhan yang bermanfaat bagi

223
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

manusia dan hewan.


n. Di dalam kelompok, siswa
diminta untuk menuliskan hasil
diskusi.
Eksplorasi
o. Masing-masing kelompok
mengamati gambar bagian
tumbuhan dan bentuk
ketergantungan hewan terhadap
tumbuhan yang ada di dalam
power point.
p. Masing-masing kelompok
mendiskusikan manfaat dari
masing-masing bagian tumbuhan.

Elaborasi
q. Siswa menuliskan hasil diskusi di
LKS.
r. Siswa menyampaikan hasil
diskusi di depan kelas.

Konfirmasi
s. Guru memberi masukan atas
presentasi hasil diskusi
kelompok.
t. Guru bertanya jawab dengan
siswa mengenai bagian apa saja
yang dapat dijadikan bahan
makanan.
u. Guru menjelaskan materi .
Penutup v. Guru mengajak siswa mengambil 11 menit

224
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

kesimpulan pada kegiatan


pembelajaran melalui tanya
jawab:
- Hari ini kita belajar apa?
- Bagian tumbuhan mana
saja yang dapat dijadikan
bahan makanan ?
- Golongan apa saja yang
terdapat pada hewan ?
w. Guru bertanya jawab dengan
siswa mengenai kegiatan
pembelajaran:
- Apa yang kalian rasakan
dalam pembelajaran kali
ini?
- Mengapa senang?
Mengapa sedih?
- Materi apa yang sudah
dipahami?
- Materi apa yang belum
dipahami?
x. Guru memberi tindak lanjut
kepada siswa.
y. Guru mengakhiri pembelajaran
dengan mengucap salam.

225
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

J. Penilaian
- Jenis/Teknik penilaian
Ranah Indikator Teknik Bentuk Instrumen
Penilaian Penilaian
Kognitif 2.1.1 Menjelaskan Tes Uraian Soal
ketergantungan manusia tertulis uraian
dan hewan pada
tumbuhan hijau sebagai
sumber makanan.
2.1.2 Menyebutkan
bagian tumbuhan yang
berfungsi sebagai bahan
makanan.

Afektif 2.2.1 Bekerjasama Observasi Contreng Lembar


dalam melakukan observasi
kegiatan diskusi dan
menghargai pendapat
Psikomotor 2.3.1 Mengelompokka Observasi Contreng Lembar
n bagian tumbuh- observasi
tumbuhan yang berfungsi
sebagai bahan makanan.

226
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

- Instrumen: Soal tes dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik
penilaian (terlampir)
- Pedoman penskoran (terlampir)
Yogyakarta, September 2016
Mengetahui, Praktikan
Guru Kelas

(Hidayat, A.Ma)
NIP / NIK : 198304012009021003 (Rr. Natalia Dewanty)

227
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

K. Lampiran-lampiran
a. Penilaian
b. Lembar kerja siswa
c. Materi
Lampiran-lampiran

Penilaian
1. Kognitif
Indikator 2.1.1 Menjelaskan ketergantungan manusia dan
hewan pada tumbuhan hijau sebagai sumber
makanan.
2.1.2 Menyebutkan bagian tumbuhan yang
berfungsi sebagai bahan makanan.
Teknik Tes tertulis
Penilaian
Instrumen Soal tertulis

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!


1. Sebutkan dan berikan contoh bagian tumbuhan mana saja yang
dapat dijadikan sebagai bahan makanan?
2. Selain sebagai sumber energi, manusia memanfaatkan tumbuhan
untuk berbagai keperluan apa saja, jelaskan!
3. Kelebihan karbohidrat pada tumbuhan disimpan sebagai makanan
cadangan. Makanan cadangan disimpan di bagian?
4. Zat makanan hasil fotosintesis disebut?
5. Tumbuhan yang timbunan makanannya disimpan di dalam umbi di
antaranya adalah?
Kunci Jawaban

1. - Akar, contohnya wortel, lobak, dan singkong (ketela pohon).


- Batang, contohnya tebu dan sagu.
- Daun, contohnya bayam dan daun kol.

228
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

- Bunga, contohnya kembang kol dan brokoli.


- Buah, contohnya jeruk dan pisang.
- Biji, contohnya kacang tanah dan kacang kedelai.
- Tunas, contohnya rebung (tunas bambu) dan asparagus.
2. - Bahan penyedap rasa, contohnya merica, pala, dan cengkeh.
- Bahan obat-obatan, contohnya kencur, temulawak, dan kunyit.
- Bahan sandang, contohnya serat tanaman kapas.
- Bahan peralatan rumah tangga, contohnya kayu dan bambu.
3. Akar, batang, buah, atau biji tumbuhan.
4. Glukosa
5. kentang, singkong, dan ubi jalar.
Pedoman Penskoran
Soal Skor

1. Sebutkan dan berikan contoh bagian tumbuhan mana saja yang 2


dapat dijadikan sebagai

2. Selain sebagai sumber energi, manusia memanfaatkan tumbuhan 3


untuk berbagai keperluan apa saja, jelaskan!

3. Kelebihan karbohidrat pada tumbuhan disimpan sebagai makanan 3


cadangan. Makanan cadangan disimpan di bagian?
4. Zat makanan hasil fotosintesis disebut? 1

5. Tumbuhan yang timbunan makanannya disimpan di dalam umbi 1


di antaranya adalah?

Nilai: x 100

229
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skala 100 Predikat

80-100 A

70-79 B

56-69 C

46-55 D

0-45 E

Lembar Penilaian

No Nama Siswa Nilai Predikat

2. Afektif
Indikator 2.2.1 Bekerjasama dalam melakukan kegiatan
diskusi dan menghargai pendapat
Teknik Observasi
Penilaian
Instrumen Lembar observasi
Instruksi:
Bekerjalah dalam kelompok untuk melakukan kegiatan diskusi kelompok.
Ikuti petunjuk yang ada!

230
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Format Penilaian Guru


Nama Siswa :
Kelas/ No Absen :
No Aspek Penilaian Ya Tidak
Bekerjasama
1. Siswa ikut terlibat dalam kegiatan diskusi
2. Siswa melakukan kegiatan diskusi hingga selesai
3. Siswa dapat menyimpulkan hasil diskusi
4. Siswa aktif dalam menyampaikan pendapat
Menghargai
1. Siswa dapat mendengarkan pendapat teman
2. Siswa dapat menanggapi pendapat teman
3. Siswa dapat menerima pendapat teman lain
4. Siswa mampu bergantian saat berbicara
Keterangan: Ya= 1, Tidak= 0
Rubrik Penilaian Afektif

Aspek 4 3 2 1
Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi
4 aspek 3 dari 4 2 dari 4 1 dari aspek
Bekerjasama
penilaian aspek aspek penilaian
penilaian penilaian
Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi
4 aspek 3 dari 4 2 dari 4 1 dari aspek
Menghargai
penilaian aspek aspek penilaian
penilaian penilaian

Nilai: x 100

231
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Psikomotor
Indikator 2.3.1 Mengelompokkan bagian tumbuh-
tumbuhan yang berfungsi sebagai bahan
makanan.
Teknik Observasi
Penilaian
Instrumen Lembar penilaian observasi
Instruksi:
Kelompokkan bagian tumbuh-tumbuhan yang berfungsi sebagai bahan
makanan!
Format Penilaian Guru
Nama Siswa :
Kelas/ No Absen :
No Aspek Penilaian Ya Tidak
Melaksanakan percobaan
1. Siswa mengelompokkan bagian tumbuhan dengan benar
2. Siswa menulis hasil dengan benar
3. Siswa menggunakan alat dan bahan dengan benar

Rubrik Penilaian Psikomotor


Aspek 3 2 1
Memenuhi 3 Memenuhi 2 Memenuhi 1
Melaksanakan
dari 3 aspek dari 3 aspek dari aspek
Percobaan
penilaian penilaian penilaian

Lembar Penilaian
No Nama Siswa Praktik Nilai Predikat

Nilai: x 100

232
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lembar Kerja Siswa

Tujuan Pembelajaran
2.3.2.1 Siswa mampu mengelompokkan bagian tumbuh-tumbuhan yang
berfungsi sebagai bahan makanan melalui kegiatan mencocokan
gambar dengan benar.

Petunjuk:
1. Tuliskan nama anggota kelompokmu dalam lembar kerja?
2. Perwakilan kelompok mengambil gambar-gambar tumbuhan
3. kelompokkan gambar tumbuhan-tumbuhan yang berfungsi sebagai
bahan makanan.

233
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MATERI
Ketergantungan Manusia dan Hewan terhadap Tumbuhan Hijau.
Telah dijelaskan dalam materi sebelumnya bahwa fotosintesis menghasilkan
oksigen. Selain digunakan oleh tumbuhan, sebagian oksigen dilepaskan ke udara
di lingkungan sekitarnya. Oksigen dihirup oleh manusia dan hewan pada saat
bernapas. Tanpa tumbuhan hijau, oksigen lama-kelamaan akan habis jika
digunakan terus oleh manusia dan hewan. Namun, tumbuhan selalu menyediakan
oksigen di alam. Jadi, manusia dan hewan membutuhkan tumbuhan hijau agar
oksigen tetap tersedia di alam. Tumbuhan hijau juga merupakan sumber energi
bagi manusia. Sebagian besar bahan makanan kita berasal dari tumbuhan.
Proses fotosintesis menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Makanan ini sebagian
digunakan oleh tumbuhan itu sendiri dan sisanya dibawa ke bagian tubuh lain.
Manusia dan hewan secara langsung ataupun tidak langsung bergantung pada
tumbuhan hijau untuk memperoleh makanan. Daun, batang, buah, biji, dan umbi
merupakan bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai sumber makanan bagi
manusia dan hewan. Beberapa bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai
bahan makanan baik yang langsung dimakan ataupun dimasak terlebih dahulu di
antaranya adalah akar, batang, daun, buah, bunga, dan biji.
1. Akar
Akar merupakan bagian pada tumbuhan yang tumbuh di dalam tanah. Air dan
mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan diserap oleh akar dari dalam tanah.
Tumbuhan yang akarnya dijadikan bahan makanan, contohnya adalah singkong,
wortel, bengkoang, dan lobak.
2. Batang
Selain akar, pada bebrapa tumbuhan batang dimanfaatkan sebagai bahan
makanan. Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan batangnya sebagai bahan
makanan adalah tebu, sagu, dan enau. Pada beberapa tumbuhan bagian batangnya
ada yang berubah fungsi menjadi umbi batang, contohnya kentang dan ubi jalar.
3.Daun
Ibumu mungkin pernah membuat sayur kangkung atau bayam. Bayam dan
kangkung merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan

234
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

makanan. Selain bayam dan kangkung, tumbuhan lain yang juga dimanfaatkan
daunnya sebagai bahan makanan adalah melinjo dan selada.
4. Buah
Jeruk, apel, mangga, pepaya, dan pisang merupakan jenis tumbuhan yang buahnya
dapat langsung dimakan oleh kita tanpa harus diolah terlebih dahulu. Namun
demikian, beberapa jenis tumbuhan lain yang dimanfaatkan buahnya sebagai
bahan makanan tidak dapat dimakan langsung, seperti terong dan labu siem.
5. Bunga
Tumbuhan yang bunganya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan antara lain
adalah kol atau kubis dan bawang. Di dalam bunga banyak terkandung mineral
dan vitamin.

235
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Evaluasi

1. Zat hijau daun yang berguna pada proses pembuatan makanan pada tumbuhan
adalah ....
a. klorofil c. batang
b. akar d. daun
2. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya
matahari disebut....
a. pertumbuhan c. fotosintesis
b. perkembangan d. sintesa makanan
3. Karbondioksida yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis diserap oleh
tumbuhan melalui....
a. akar c. mulut daun
b. batang d. bunga
4. Pada proses pembuatan makanan tumbuhan memerlukan bahan-bahan berikut,
kecuali ....
a. cahaya matahari c. karbondioksida
b. karbohidrat d. air
5. Oksigen yang merupakan hasil fotosintesis digunakan oleh manusia dan hewan
pada proses ....
a. pencernaan c. pernapasan
b. pengeluaran d. peredaran darah
6. Di bawah ini merupakan tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya
berupa umbi, kecuali ....
a. singkong c. kentang
b. ubi jalar d. pisang
7. Di bawah ini merupakan tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya
berupa buah adalah ....
a. mangga c. kentang
b. singkong d. Tebu

236
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

8. Tumbuhan tebu dan sagu menyimpan timbunan makanannya pada bagian ....
a. akar c. batang
b. daun d. Buah
9. Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan
adalah ....
a. bayam c. mangga
b. ubi d. sagu
10. Tumbuhan kacang-kacangan merupakan kelompok tumbuhan yang
dimanfaatkan bagian ....
a. biji c. akar
b. buah d. Batang
11. Pohon singkong dan ketela memiliki cadangan makanan berupa ....
a. batang c. ubi
b. buah d. biji
12. Contoh jenis tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di dalam batang
adalah ....
a. padi c. Sagu
b. jagung d. Singkong
13. Tumbuhan yang menyimpan makanan cadangan di dalam batang adalah...
a. tebu c. anggur
b. pisang d. kacang kedelai

14. Kelompok tumbuhan yang menyimpan makanan cadangan di dalam biji


adalah...
a. kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau
b. bawang merah, singkong, kentang.
c. pisang, singkong, kentang
d. pisang, singkong, jeruk
15. Pada tanaman kentang, bagian yang sering dimakan adalah...
a. Umbi c. Batang
b. Daun d. Akar

237
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16. Di bawah ini merupakan tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya


berupa umbi, kecuali ....
a. singkong c. ubi jalar
b. kentang d. pisang
17. Di bawah ini merupakan tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya
berupa buah adalah...
a. mangga c. singkong
b. kentang d. tebu
18. Tumbuhan tebu dan sagu menyimpan timbunan makanannya pada bagian ....
a. akar c. daun
b. batang d. buah
19. Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan
adalah ....
a. bayam c. ubi
b. mangga d. sagu
20. Tumbuhan kacang-kacangan merupakan kelompok tumbuhan yang
dimanfaatkan bagian ....
a. biji c. buah
b. akar d. batang

B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!


1. Tumbuhan hijau dapat membuat makanannya sendiri karena memiliki ....
2. Tempat keluar dan masuknya zat pada tumbuhan yang terdapat di bagian
daun adalah ....
3. Pada proses pembuatan makanan, tumbuhan hijau memerlukan zat lain
selain klorofil dan cahaya matahari, yaitu ... dan ....
4. Glukosa yang merupakan zat makanan hasil fotosintesis akan diedarkan
ke seluruh tubuh melalui ....
5. Contoh tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya pada batang,
yaitu .... dan ....

238
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 17

CARA PENGOPERASIAN MEDIA PEMBELARAN BERBASIS


POWERPOINT INTERAKTIF

1. Silahkan hidupkan komputer anda tunggu sampai komputer siap untuk


dioperasikan.
2. Masukkan CD pembelajaran Pembuatan Makanan Pada Tumbuhan hijau
ke dalam DVD player, buka CD dengan cara klik kanan Start > buka
Eksplore > CD Drive > double klik pada file dengan Powerpoint Interaktif
maka Anda akan masuk pada media pembelajaran Pembuatan Makanan
Pada Tumbuhan hijau .
3. Pada menu utama terdapat beberapa tombol petunjuk yang dapat Anda
pilih dengan cara meng-klik pada tombol yang Anda kehendaki.
4. Disarankan untuk membuka petunjuk tombol navigasi.
5. Masuklah ke menu pembelajaran, Anda dapat memilih materi yang
dikehendaki tetapi disarankan agar memulainya dengan urut . Ikuti setiap
petunjuk yang Anda temui dalam layar monitor misalnya ada tombol
“Materi” maka klik lah agar Anda dapat lebih memahami materinya.
6. Masuklah ke menu evaluasi jika anda sudah benar-benar menguasai
materi. Kerjakan soal evaluasi dengan meng-klik pada huruf jawaban yang
Anda anggap benar, Anda akan mendapat informasi apabila jawaban Anda
salah. Jika anda ingin mengulangi mengerjakan evaluasi tersebut, kliklah
tombol “coba lagi”.

239
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 18

TAMPILAN MEDIA

Lampiran Media Pembelajaran 1

240
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

241
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

242
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

243
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

244
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

245
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran Media Pembelajaran 2

246
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

247
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

248
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

249
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

250
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

251
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 19

Foto saat melakukan uji coba terbatas

252
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Foto saat melakukan uji coba pemakaian di SD Negeri Depok 1

253
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BIODATA PENELITI

Rr. Natalia Dewanty lahir di Sleman, 22 Januari

1995. Memulai pendidikan kanak-kanaknya di TK

Pertiwi Turi Sleman. Pendidikan dasar diperoleh di SD

Negeri Kadirojo dan selesai pada tahun 2007. Pendidikan

menengah pertama ditempuh di SMP Kanisius Sleman

Yogyakarta, selesai pada tahun 2010. Pendidikan menengah atas ditempuh di

SMA Negeri 1 Turi, selesai pada tahun 2012.

Pada tahun 2013, melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi di Universitas

Sanata Dharma, Yogyakarta dengan mengambil Program Studi Pendidikan Guru

Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Masa

pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menulis skripsi sebagai

tugas akhir dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint

Interaktif Materi Pembuatan Makanan Pada Tumbuhan Hijau Untuk Kelas V SD

Negeri Depok 1”

No Nama Kegiatan Tahun Peran


1. Inisiasi Universitas Sanata Dharma (Insadha) 2014 Peserta
2. Inisiasi Fakultas (Infisa) 2013 Peserta
3. Inisiasi Program Studi (Insipro) 2013 Peserta
4. Week-end Moral 2013 Peserta
Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa I
5. 2013 Peserta
(PPKM 1)
CSL (Pelatihan Pengembangan Kepribadian
6. 2014 Peserta
Mahasiswa/PPKM II)
7. Kursus Mahir Dasar (KMD) 2014 Peserta
8. English Club 2013-2014 Peserta
9. Seminar “Indonesia Mengajar” 2015 Peserta
10. Seminar Reiventing Childhood Education 2016 Peserta
11. Penguasaan Bahasa Inggris Aktif 2016 Peserta

254