Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Pekommas, Vol. 16 No.

3, Desember 2013:145-154

Akurasi Berita dalam Jurnalisme Online


(Kasus Dugaan Korupsi Mahkamah Konstitusi di Portal Berita Detiknews)

News Accuracy in Online Journalism


(News of Alleged Corruption The Constitutional Court in Detiknews)
Christiany Juditha
Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Makassar
Jl. Prof. Abdurrahman Basalama II No.25 Makassar Telp. 0411-4660084

christiany.juditha@kominfo.go.id

Diterima: 11 November 2013 || Revisi: 11 Desember 2013 || Disetujui: 12 Desember 2013

Abstrak - Jurnalisme online kerap menjadi sorotan karena sering kali mengorbankan prinsip-prinsip dasar
jurnalisme seperti akurasi berita demi mengejar kecepatan. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan
akurasi berita dalam jurnalisme online khususnya kasus dugaan korupsi Mahkamah Konstitusi di portal
berita detikNews.com. Dengan menggunakan metode penelitian analisis isi, hasil penelitian ini
menggambarkan bahwa sebagai media jurnalisme online, detikNews tetap memegang teguh akurasi
pemberitaannya. Ini terlihat dari hasil kuantitatif lima kategorisasi akurasi berita yang dikaji yaitu cek dan
ricek; kesalahan penulisan pada data; sumber berita yang relevan; akurasi judul dengan isi; serta akurasi
antara foto dengan isi. Semua kategori bernilai diatas lima puluh persen.
Kata Kunci: akurasi, berita, jurnalisme online, korupsi, detikNews

Abstract - Online journalism often in the spotlight because sometimes to sacrificing the basic principles of
journalism such as accuracy of news. This study was to describe the news accuracy of online journalism,
especially in coruption news of the Constitutional Court in detikNews.com. This study use content
analysis research method. The results of this study show that as an online journalism media, detikNews
upholding accuracy preaching. This is evident from the results of five categorization accuracy of news that
examined the check and re-check; typographical errors in the data; relevant news sources; accuracy of the
title to the content, as well as the accuracy of the content of the photo. All of category is worth over fifty
percent.
Keywords: accuracy, news, online journalism, corruption, detikNews

PENDAHULUAN Denver yang harus tutup setelah terbit selama 150


tahun. Sementara itu, The Seattle Post Intelligencer
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan
dan The San Francisco Chronicle kini hanya
komunikasi ditandai dengan hadirnya media online.
menerbitkan edisi online. Menurut sebuah data riset,
Perkembangan ini berpengaruh pada eksistensi media,
meskipun orang Amerika masih membaca surat kabar,
termasuk media online. Dapat dikatakan peradaban
sekarang internet menjadi sumber berita yang lebih
manusia saat ini yang bersifat sangat cepat dan serba
populer (Voaindonesia, 2012).
instan berdampak pada peradaban media yang juga
Mayoritas penduduk di negara-negara Asia sudah
menjadi serba cepat. Kehadiran internet yang
akrab dengan teknologi tinggi, seperti Jepang dan
menyediakan beragam informasi dan berita lambat
Korea Selatan, mulai khawatirkan kalau media cetak
laun mulai mengalahkan kepopuleran media cetak.
akan ditinggalkan. Terlebih di Jepang yang selalu
Bahkan banyak situs berita di internet menyajikan
berkiblat pada fenomena yang terjadi di barat,
berita dengan cepat dan tanpa memungut biaya.
walaupun sebetulnya tingkat sirkulasi media cetaknya
Saat ini di Amerika banyak warga telah
sampai saat ini masih tinggi. Surat kabar Yomiuri
mengabaikan surat kabar, yang tadinya merupakan
Shimbun misalnya, oplahnya mencapai sekitar 10 juta
sumber berita utama. Banyak penerbitan surat kabar
eksemplar. Namun, menurut Editor Senior Yomiuri
yang harus memangkas anggaran mereka karena
Shimbun Akira Fujino, saat ini pemasukan iklan untuk
berkurangnya pemasukan dari iklan dan iuran
media-media cetak di Jepang umumnya turun 10-20%
langganan. Bahkan satu persatu surat kabar mulai
(Kompas.com, 2009).
bangkrut seperti The Rocky Mountain News di

145
Akurasi Berita dalam Jurnalisme Online... (Christiany Juditha)

Kondisi ini yang kemudian mengharuskan media telah ramai-ramai menghakimi Akil sebagai
penerbitan surat kabar untuk beralih ke media online. orang yang telah bersalah. Prinsip keberimbangan,
Misalnya Kompas.com yang awalnya, dibuat hanya keakurasian dan kehati-hatian sering dinaifkan dalam
untuk selingan dan mengantisipasi maraknya media praktek jurnalisme kita belakangan ini. Demi
massa online di Indonesia. Tapi, kini, media massa mengejar aktualitas berita, sejumlah media
online ini telah sukses, sama seperti versi cetaknya. mengesampingkan kewajiban verifikasi atas nama
Okezone.com yang merupakan situs ini pertama kali memberikan konstribusi terhadap upaya memerangi
muncul pada awal 2008 dengan tampilan yang praktis korupsi sehingga sering mengabaikan asas praduga
dan memudahkan para pengunjung untuk tidak bersalah (Jurnal Dewan Pers, Edisi No.6,
mengunjungi berbagai kanal pemberitaan. Media Desember 2012, hal. v).
online lainnya ada Tempointeraktif.com, Seiring pesatnya perkembangan media online
Vivanews.com, Metrotv.com, Liputan6.com, tanpa kendali, jurnalisme online selalu menjadi
Detik.com dan lainnya. Fakta ini menyiratkan bahwa sorotan karena sering kali dianggap tidak
di masa depan memang media baru akan semakin mengedepankan objektifitas (akurasi, fairliness,
berperan, dengan partisipasi masyarakat yang semakin kelengkapan dan imparsialitas) berita hanya untuk
besar. Kekuatan media internet inilah membuat Philip mengejar keinstanan. Hal inilah yang kerap menjadi
Meyer pernah meramalkan jika pada tahun 2040, masalah, di satu sisi, media online sangat
orang akan menyaksikan koran terakhir yang terbit memungkinkan penyebaran informasi jauh lebih
dan dibaca orang (Nurudin, 2009:v). cepat dari media konvensional, namun di sisi lain
Portal yang dikaji dalam penelitian ini adalah kecepatan ini mengorbankan prinsip-prinsip dasar
DetikNews.com yang merupakan portal berita dan jurnalisme diantaranya akurasi berita.
artikel daring salah satu situs berita terpopuler di Gambaran di atas, membuat penelitian tentang
Indonesia. Portal ini dinilai banyak kalangam sebagai akurasi berita dalam jurnalisme online, khususnya
portal terdepan dalam hal berita-berita baru (breaking berita tentang kasus dugaan korupsi Mahkamah
news). Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung situs Konstitusi di portal berita detikNews.com penting
ini sejak Juli 1998 mencapai 30.000 hits per hari untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
dengan sekitar 2.500 user (pelanggan Internet). mendeskripsikan akurasi berita dalam jurnalisme
Beberapa bulan kemudian, yaitu di Maret 1999, naik online khususnya kasus dugaan korupsi Mahkamah
tujuh kali lipat, sebesar 214.000 hits per hari atau Konstitusi di portal berita detikNews.com.
6.420.000 hits per bulan dengan 32.000 user. Pada Pengertian jurnalisme terus berkembang seiring
Juni 1999, angka itu naik lagi menjadi 536.000 hits dengan perkembangan teknologi komunikasi. Setelah
per hari dengan user mencapai 40.000. Terakhir, hits muncul internet, definisi jurnalisme juga mengalami
detikcom mencapai 2,5 juta lebih per harinya. Selain perubahan. Theodore Jay Gordon dari Future Group
itu, page view detik.com sekarang mencapai 3 juta per di Noank, Connecticut, (Hernandes, 1996:9).
harinya dan menempati posisi ke empat tertinggi dari mengatakan bahwa :
alexa.com untuk seluruh konten di Indonesia. Dan “Ada empat daya kekuatan yang mengubah dunia
media online ini merupakan media dengan jumlah jurnalisme pasca industrialisasi yaitu, munculnya
pengakses terbesar di Indonesia (Alexa Internet, abad komputer dan dominasi elektronika;
globalisasi dari komunikasi, dimana geografi
2013). Detik.com juga merupakan media massa
menjadi kurang penting; perubahan demografi,
online yang tidak memiliki media bentuk lain atau terutama pertambahan jumlah orang-orang yang
web base (Anggoro, 2012: 129). berumur diatas 40 tahun: dan perkembangan
Kasus tertangkaptangannya ketua Mahkamah teknologi informasi yang begitu cepat.”
Konstitusi (MK), Akil Mochtar, awal Oktober 2013 Jurnalisme online merupakan tipe baru jurnalistik
oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi karena sejumlah fitur dan karakteristik berbeda dari
isu yang paling santer dimuat di media massa. Baik itu jurnalisme konvensional. Fitur-fitur uniknya yang
media cetak, media elektronik maupun media online. mengemuka adalah teknologinya, menawarkan
Meskipun Akil tertangkap dengan disertai barang kemungkinan tidak terbatas dalam memproses dan
bukti dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka, menyebarkan berita. Tipe baru jurnalisme online ini
tetapi yang bersangkutan belum divonis bersalah disebut sebagai „contextualized journalism’, karena
dalam kasus tersebut oleh pengadilan. Sementara

146
Jurnal Pekommas, Vol. 16 No. 3, Desember 2013:145-154

mengintegrasikan tiga fitur komunikasi yang unik memproduksi sebuah berita objektif, sehingga yang
yaitu multimedia, interaktif dan hipertekstual terjadi beberapa berita yang subjektif. Seperti yang
(Santana, 2005:137). diungkapkan H.L. Mencken, (Merrill, 1977: 25) :
Mike Ward (Romli, 2012:15) menyebutkan “Jika kita berbicara tentang reportase objektif,
beberapa karakterisitik jurnalisme online sekaligus maka kita tidak akan menemukan hal yang
yang membedakannya dengan media konvensional demikian. Saya sudah bertahun-tahun menjadi
wartawan dan dapat katakan kepada anda bahwa
yaitu Immediacy (kesegeraan atau kecepatan
tidak ada seorang wartawan pun yang pernah
penyampaian informasi; Multiple Pagination (ratusan menulis berita yang murni objektif. Setiap orang
halaman terkait satu sama lain dan juga bisa dibuka mempunyai sudut pandang dalam tulisannya. Anda
tersendiri); Multimedia (menyajikan gabungan teks, tidak bisa menghindari itu. Setiap orang
gambar, audio, video dan grafis sekaligus; Archieving mempunyai ide dan anda tidak akan
(terarsipkan, dapat dikelompokkan berdasarkan memperbaikinya dengan mencoba memaksanya.”
kategori/rubrik atau kata kunci, juga tersimpan lama Artinya tidak ada sebuah berita pun yang benar-
yang dapat diakses kapan saja; Relationship with benar objektif murni. Hal ini selalu dipengaruhi oleh
Reader (kontak atau interaksi dengan pembaca dapat banyak hal. Tetapi yang perlu dipahami bahwa realitas
langsung saat itu juga melalui kolom komentar dan media dibangun berdasarkan syarat-syarat dan aturan-
lain-lain. aturan tertentu atau adanya pembatasan. Batasan itu
Salah satu karya jurnalistik yang ditulis diantaranya menurut Mursito adalah nilai berita,
berdasarkan fakta atau data peristiwa adalah berita. format penulisan, etika dan undang-undang (Nurudin,
Berita adalah laporan peristiwa terbaru. Tidak semua 2009: 78).
peristiwa layak dilaporkan hanyalah peristiwa yang Meskipun media massa memiliki batasan-batasan
memenuhi kriteria yaitu yang mengandung nilai berita yang mengikat serta aturan-aturan yang berlaku, tetapi
(Romli, 2012: 68). Sedangkan berita, menurut Doug tidak selamanya hal tersebut menjadikan para jurnalis
Newson dan James A. Wollert (Sumadiria, 2005: 64) dapat menghasilkan berita yang objektif. Apalagi pada
berita adalah apa saja yang ingin dan perlu diketahui media baru, dimana jurnalis online dituntut bekerja
orang atau lebih luas lagi oleh masyarakat. secara cepat sehingga cenderung menghasilkan berita
Media massa memberikan informasi kepada yang tidak objektif. Jurnalis online dituntut lebih
masyarakat mengenai apa yang mereka butuhkan. memperhatikan kecenderungan aktual menyangkut
Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa berita kredibilitas dan akurasi, transparansi dan multimedia
adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide massa, serta harus waspada terhadap kecepatan
terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi penyampaian berita yang seimbang dengan kapasitas
sebagian besar khalayak, baik melalui media berkala akurasinya. Demikian menurut Poynter dalam Romli
seperti surat kabar, radio, televisi, maupun media (2012:41). Sedangkan Gerald L. Baron (Anggoro,
online (Sumadiria, 2005:65). 2011:131) mengungkapkan bahwa media selalu
Penulisan dan penayangan berita online hampir berusaha memberi informasi yang lengkap dan dalam
sama dengan penulisan dalam media cetak, khususnya kepada audiensnya. Ada empat hal yang wajib
surat kabar. Tetapi perbedaannya dalam pola dipenuhi yaitu kecepatan, kedalaman informasi,
pemuatannya, dimana medianya adalah internet. kepercayaan, dan hiburan.
Umumnya, ketika berita online dibuka, awalnya hanya Penelitian tentang objektifitas berita pada media
muncul judul dan lead atau intro berita. Bila ingin online sudah pernah dilakukan oleh sejumlah
mengetahui lebih jauh pembaca harus membuka mahasiswa. Diantaranya berjudul “Kredibilitas
(meng-klik) halaman atau link lanjutannya (Mondry, Pemberitaan Pada portal Berita Online
2008:146). Vivanews.com.” Sebuah Skripsi yang disusun oleh
Salah satu syarat berita adalah harus objektif Rachmat Widodo Universitas Diponegoro Semarang
(akurat, fairliness, lengkap serta netral dan tahun 2012. Penelitian yang menggunakan pendekatan
berimbang). Namun meski, kenyataannya pemberitaan analisis isi ini menyimpulkan bahwa pemberitaan
di media massa, seringkali terkesan tidak objektif pada portal berita online Vivanews.com cukup
karena adanya kepentingan-kepentingan yang kredibel. Kualitas-kualitas yang menentukan tingkat
melatarbelakanginya. Disamping itu keterampilan kredibilitas pemberitaan seperti accuracy,
wartawan yang juga relatif tidak sama dalam believability, bias dan completeness sudah dimiliki

147
Akurasi Berita dalam Jurnalisme Online... (Christiany Juditha)

Vivanews.com dan relatif terpenuhi. Dari sini Kategorisasi ini diadaptasi dari penelitian yang pernah
kemudian terlihat bahwa tidak selamanya berita pada dilakukan Dewan Pers dalam riset pemberitaan 28
media online tidak kredibel. Karena bagaimana pun surat kabar di Jawa pada tahun 2004 (Kriyantono,
juga media online merupakan media yang tetap 2007:239-240) yang dapat dilihat pada Tabel 1.
mengusung asas jurnalisme profesional. Hanya saja
dalam bentuk media yang berbeda yaitu pada media METODOLOGI PENELITIAN
baru. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi
Salah satu bagian dari objektifitas berita adalah kuantitatif. Neuendorf (2002:10) menyebutkan bahwa
akurasi. Akurasi adalah tepat, benar dan tidak analisis isi adalah suatu peringkasan (summarizing),
terdapat kesalahan. Akurasi sangat berpengaruh pada kuantifikasi dari pesan yang didasarkan pada metode
penilaian kredibilitas media maupun jurnalis yang ilmiah (diantaranya objektif-intersubjektif, reliabel,
menulis berita tersebut. Akurasi berarti ketepatan valid, dapat digeneralisasi, dapat direplikasi dan
bukan hanya pada detail spesifik tetapi juga kesan pengujian hipotesis) dan tidak dibatasi untuk jenis
umum, cara detail disajikan dan cara penekannya. variabel tertentu atau konteks di mana pesan dibentuk
Kebenaran/akurasi dari suatu berita adalah untuk dan ditampilkan. Sementara alasan memilihan portal
menjamin kepercayaan pembaca. berita Detiknews.com adalah karena portal ini
Mondry (2008:141) mengatakan bahwa berbagai merupakan portal berita pertama di Indonesia yang
unsur berita yang terkait dengan nilai berita akan eksis dan merupakan portal yang banyak dikunjungi
terlihat dalam berita, selain itu unsur-unsur lain yang oleh pembaca. Media ini juga merupakan media
tidak terlihat dalam sebuah berita tetapi dapat online pertama yang update 24 jam per hari.
dirasakan antara lain adalah akurasi (kecermatan). Salah satu yang menjadi pencatatan dan analisis
Suatu berita harus ditulis dengan cermat, baik data, dari metode analisis isi adalah unit rekaman. Dalam
seperti angka dan nama maupun pernyataan. penelitian ini unit rekaman yang dimaksud adalah
Karenanya seorang jurnalis perlu melakukan cek dan keseluruhan isi teks berita tentang kasus dugaan
ricek atau melakukan konfirmasi sebelum menulis korupsi Mahkamah Konstitusi (MK) yang diposting
berita. Juga harus jeli supaya penulisan deskripsi pada portal berita detikNews.com periode 2 sampai
berita bisa baik juga. dengan 10 Oktober 2013 (Detikcom, 2013).
Detiknews adalah produk berita bagian dari detikcom
Tabel 1 Kategori Akurasi Berita
Unit Kategori yang berisi informasi berita politik-peristiwa. Adapun
No Unit Kelas pemilihan tanggal 2 hingga 10 Oktober dengan asumsi
Akurasi Berita
tanggal-tanggal tersebut bertepatan dengan
1. Cek dan ricek (mengecek dan 1. Ya
penangkapan ketua MK, Akil Mochtar oleh KPK
melakukan ricek kembali kepada 2. Tidak hingga penetapannya sebagai tersangka.
sumber berita).
Adapun teknik penentuan jumlah sampel dalam
2. Kesalahan penulisan pada data, 1. Ya
penelitian ini dilakukan secara purposif atau
tanggal, nama nara sumber, alamat dan 2. Tidak
sebagainya.
ditentukan dengan sengaja berdasarkan pertimbangan-
pertimbangan tertentu. Karena postingan berita
3. Sumber berita yang relevan (sumber 1. Ya
dengan tema ini sangat banyak, maka dipilih berita
berita yang cocok dan pas dengan 2. Tidak
peristiwa yang sedang terjadi). dengan kategori berita “Akil Mochtar Ditangkap”
yang telah ditetapkan oleh redaktur detikNews saja.
4. Akurasi judul dengan isi (judul dan isi 1. Ya
saling berhubungan). Adapun teknik pengumpulan data penelitian analisis
2. Tidak
isi ini dengan menggunakan codingsheet (lembar
5. Akurasi antara foto dengan isi (foto 1. Ya
koding) yang disusun berdasarkan variabel penelitian
atau gambar yang disajikan 2. Tidak yang akan dicari. Dari hasil pengumpulan data
berhubungan dan mendukung isi
berita).
tersebut kemudian diinput ke dalam program statistik
SPSS 21. Sedangkan teknik analisi datanya dalam
bentuk tabel frekuensi yang dijelaskan secara
Kategorisasi dalam penelitian ini adalah akurasi
deskriptif.
berita yaitu verifikasi terhadap fakta, relevansi sumber
berita dan akurasi penyajian sebuah berita.

148
Jurnal Pekommas, Vol. 16 No. 3, Desember 2013:145-154

HASIL DAN PEMBAHASAN berita pada detikNews hanya menyertakan satu


sumber berita saja. Hal ini disesuaikan dengan judul
Penelitian ini mengkaji berita tentang kasus dugaan
berita. Sehingga inti judul berita sama dengan inti isi
korupsi Mahkamah Konstitusi yang diposting pada
berita. Contoh berita dengan satu sumber dapat dilihat
portal berita detiknews edisi 2- 8 Oktober 2013
pada Gambar 1.
dengan topik umum “Akil Mochtar Ditangkap”. Dari
hasil pengumpulan berita, secara keseluruhan
ditemukan 46 item berita terkait topik tersebut. Untuk
mendapatkan gambaran tentang akurasi berita pada
portal Detiknews, berikut pembahasan masing-masing
kategori:
Cek dan Ricek
Masalah akurasi sangat menentukan kredibilitas
media di mata publik. Tidak-akurasian yang banyak
muncul di media massa saat ini disebabkan antara lain
minimnya cek ricek. Cek dan ricek adalah mengecek
dan melakukan ricek kembali kepada sumber berita.
Kelalaian pencantuman sumber berita dapat
mengakibatkan berita yang disajikan tidak dapat
diverifikasi di lapangan. Namun demikian, menurut
Mencher, tidak semua yang diungkapkan narasumber Gambar 1 Berita detikNews dengan satu sumber
benar, meskipun ada ungkapan bahwa “menjadi benar
apabila ada rujukan siapa yang mengatakan” (Iwan Contoh berita yang berjudul “Pimpinan KPK
Awaluddin, 2013). Pastikan Pejabat yang Ditangkap Ketua MK Akil
Secara mendasar akurasi mengindikasikan Mochtar” (lihat Gambar 1) berisikan sumber berita
perlunya verifikasi terhadap fakta/informasi. Seluruh yang langsung di cek dan ricek dari Wakil Ketua
informasi yang diperoleh harus diverifikasi sebelum KPK, Bambang Widjojanto. Tetapi ada juga beberapa
disajikan. Dari sejumlah parameter yang digunakan berita yang dimuat dengan hanya menyebutkan
untuk mengukur akurasi, persoalan verifikasi terhadap “sumber detik.com”, atau sumber yang tidak
fakta dan akurasi penyajian menjadi masalah utama di menyebutkan nama jelas seperti contoh kutipan-
sejumlah media. Verifikasi terhadap fakta kutipan berita berikut ini:
menyangkut sejauh mana berita yang ditampilkan
"Dari lima orang ada tiga laki-laki dan dua
berkorespondensi dengan fakta yang benar-benar wanita," kata sumber detikcom, Selasa
terjadi di lapangan (McQuail, 2004). (2/10/2013).
Tabel 2 Kategori Akurasi Berita (Cek dan Ricek) "Terkait Pilkada di sebuah kabupaten di
Freq Percent Valid Cumulative Kalimantan," kata salah seorang penyidik KPK,
Percent Percent Rabu(2/10/2013).
Ya 38 82.6 82.6 82.6 Sumber detikcom di KPK menyebut penangkapan
Valid Tidak 8 17.4 17.4 100.0 tersebut dilakukan terhadap pejabat negara. "Dia
Total 46 100.0 100.0 setingkat menteri," kata sumber tersebut, Selasa
Data Primer diolah, 2013, n: 46 (2/10/2013).

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari 46 Terkait akurasi sumber informasi, wartawan
item berita tentang kasus dugaan korupsi di hendaknya melakukan identifikasi kembali sumber-
Mahkamah Konsitusi (MK) yang dimuat pada portal sumber informasi sebelum menyajikan berita.
berita detikNews menunjukkan bahwa mayoritas Idealnya penyebutkan sumber harus menyebutkan
berita (82,6%) telah melakukan cek dan ricek kepada nama, bukan anonim (tanpa nama).
sumber berita. Dan hanya sedikit berita (17,4%) yang Deborah Howell (Ishwara, 2011: 106) mengatakan
tidak disertai cek dan ricek kepada sumber berita. Dari ada dua pegangan lain yang melengkapi soal sumber
hasil pengamatan, tergambar bahwa sebagian besar berita yaitu jangan pernah memakai sumber anonim

149
Akurasi Berita dalam Jurnalisme Online... (Christiany Juditha)

untuk menyampaikan suatu opini tentang orang lain Seiring waktu yang bergulir terus, berita-berita
serta jangan pernah memakai sumber anonim sebagai yang diposting oleh detikNews selanjutnya pun
kutipan pertama dalam sebuah berita. semakin dilengkapi dengan sumber-sumber informasi
Mutu suatu tulisan antara lain ditentukan oleh yang semakin jelas, mengenai siapa yang ditangkap,
sumber beritanya. Siapa atau apa yang menjadi apa jabatannya, apa yang disita dan lain sebagainya.
sumber itu harus jelas sehingga pembaca dapat
Kesalahan Penulisan
menilai sendiri. Karena itu menurut Ishwara (2011:
Kategori akurasi berikutnya yang dikaji adalah
106), nama atau asal sumber ini harus dicantumkan,
kesalahan penulisan pada berita baik itu mengenai
siapa dia dan apa kemampuan atau keterampilan
data, tanggal, nama narasumber, alamat dan
sumber itu. Pencantuman nama sumber tidak
sebagainya.
membuktikan bahwa apa yang dikatakannya itu selalu
benar. Hal ini dilakukan jurnalis hanya untuk Tabel 3 Kategori Akurasi Berita (Kesalahan Penulisan)
meletakkan tanggung jawab bahwa benar sumber Freq Percent Valid Cumulative
mengatakan demikian. Para jurnalis menurut Ishwara Percent Percent
yang sangat memperhatikan kebenaran enggan Ya 3 6.5 6.5 6.5
berhenti sampai pada pencantuman nama sumber saja, Valid Tidak 43 93.5 93.5 100.0
tetapi sering terhalang oleh tekanan deadline bila Total 46 100.0 100.0
ingin bergerak lebih jauh untuk memverifikasi bahan Data Primer diolah, 2013, n: 46

tulisan itu.
Hasil penelitian yang tertuang dalam Tabel 3
menunjukkan bahwa mayoritas berita tentang dugaan
kasus korupsi MK di detikNews tidak terdapat
kesalahan penulisan data-data tersebut yaitu sejumlah
93,5%. Apapun kesalahan penulisan sejumlah 6,5%
ini hanya sebatas kesalahan penulisan kata-kata saja
seperti „berkasnya‟ ditulis berkasna, „fasilitas‟ ditulis
fasilits, dan lain sebagainya.
Hasil penelitian di atas juga menggambarkan
bahwa secara umum berita-berita pada detikNews
kecil dari kesalahan penulisan. Ini disebabkan karena
berita-berita yang ditulis juga cenderung ringkas,
Gambar 2 Berita detikNews dengan informasi yang belum sehingga proses pengeditannya juga cepat dan dapat
lengkap dilihat secara menyeluruh.
Alur proses pemberitaan detikcom cukup efisien
Apa yang terjadi oleh sebagian kecil berita pada tanpa meninggalkan tahapan penting. Menurut
portal detikcom, tidak lepas dari visinya untuk selalu Anggoro (2011:109), motto detikcom „berita cepat
menjadi media penyedia informasi tercepat. Sehingga tetapi harus akurat‟ dengan tetap menempu
disadari bahwa ada berita-berita yang tidak lengkap mekanisme redaksional. Maka setelah ada penulis
dan belum disertai sumber informasi yang jelas. Ini yang berfungsi sebagai redaktur atau penerima
juga diakibatkan karena informasi yang diberitakan ini informasi melalui telepon atau email diperlukan
tergolong berita „penting‟ apalagi memuat tertangkap verifikator sebagai solusi memperkecil kesalahan
tangannya Ketua MK, Akil Mochtar oleh KPK. bahasa (ejaan, kelengkapan kata/typo, kaidah serta tata
Terlihat saat berita yang paling awal diberitakan bahasa; konteks pemberitaan (kesesuaian materi
tentang kasus ini tidak disertai dengan sejumlah dengan berita yang dibahas). Setelah unsur ini
informasi yang lengkap. Sebagai contoh berita yang terpenuhi yaitu sudah melalui verifikasi, maka
tidak lengkap ditunjukkan pada Gambar 2. Namun selanjutnya ditayangkan atau diposting. Untuk
yang terpenting adalah masyarakat dapat menerima penayangannya ini, bisa dilakukan oleh tim verifikator
informasi awal terlebih dahulu tentang adanya „oknum langsung dan selevel redaktur pelaksana ke atas.
pejabat‟ yang tertangkap oleh KPK.

150
Jurnal Pekommas, Vol. 16 No. 3, Desember 2013:145-154

Sumber Berita Relevan berita bisa diperoleh dari mana saja. Bahkan wartawan
Sumber berita yang relevan dengan peristiwa yang akan lebih mudah. Lebih lengkap dan lebih banyak
diberitakan merupakan kategori akurasi berikutnya lagi menyimpan data yang dibutuhkan sebagai sumber
yang diteliti. Sumber berita relevan dimaksud adalah berita. Eugene J.Webb dan Jerry R. Salancik (Ishwara,
nara sumber yang cocok dan pas dengan peristiwa 2011:92) menyebutkan bahwa sumber berita bisa
yang sedang terjadi. berasal dari observasi langsung, proses wawancara,
pencarian atau penelitian bahan-bahan melalui
Tabel 4 Kategori Akurasi Berita (Sumber Berita yang
dokumen publik dan partisipasi dalam peristiwa.
Relevan)
Hasil pengamatan dari 46 item berita yang dimuat
Freq Percent Valid Cumulative
pada detikNews edisi 2 hingga 8 Oktober 2013
Percent Percent
menyatakan bahwa kebanyakan menggunakan sumber
Ya 35 76.1 76.1 76.1
Valid Tidak 11 23.9 23.9 100.0
informasi dari orang yang terlibat langsung dalam
Total 46 100.0 100.0 peristiwa yang sedang diberitakan. Misalnya sumber
Data Primer diolah, 2013, n: 46 dari KPK, MK, praktisi hukum dan lain sebagainya.
Sebagian kecil berita yang tidak menyertakan
Hasil penelitian yang tergambar pada Tabel 4 narasumber, namun merupakan observasi langsung di
menunjukkan bahwa mayoritas berita atau sebanyak tempat kejadian. Misalnya saat terjadinya proses
76,1% yang sudah menyertakan sumber berita yang penangkapan ketua MK, Akil Mochtar dan anggota
relevan dalam bentuk narasumber. Misalnya berita DPR berinisial CN. Wartawan hanya menggambarkan
dengan judul ”Ditahan di Rutan KPK, Akil Mochtar kejadian tersebut dengan tidak terlalu rinci namun
Akan Dijenguk 'Keluarga' dari MK” (Kamis, bisa dimengerti oleh orang yang membaca bahwa
03/10/2013 23:41 WIB) menyertakan Wakil Ketua telah terjadi penangkapan ketua MK dan seorang
MK Hamdan Zoelva sebagai narasumber yang anggota dewan.
relevan. Sumber berita memang penting untuk
mengembangkan suatu cerita dalam memberikan
makna dan kedalaman suatu peristiwa atau
sumbernya. Semua sumber baik itu orang maupun
informasi lainnya dalam bentuk dokumen, yang akan
digunakan oleh wartawan haruslah disebut asalnya.
Akurasi Judul dengan Isi
Akurasi berita yang dikaji selanjutnya adalah
akurasi antara judul berita dan isi. Disini dilihat
apakah ada keterhubungan antara keduanya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa seluruh berita
produksi detikNews edisi 2 hingga 10 Oktober 2013,
akurat antara judul dan isi berita. Hal ini dapat dilihat
pada Tabel 5.

Tabel 5 Kategori Akurasi Berita (Akurasi Judul dan Isi)


Freq Percent Valid Cumulative
Percent Percent
Ya 46 100.0 100.0 100.0
Valid
Tidak 0 0 0 0
Data Primer diolah, 2013, n: 46
Gambar 3 Berita DetikNews dengan sumber informasi
yang relevan Akurasi Antara Foto dan Isi
Akurasi pemberitaan juga dilihat dari akurasi foto
Sumber berita merupakan hal yang tidak dapat dan isi. Pada akurasi antara foto/gambar dan isi
dipisahkan dalam pembuatan sebuah berita oleh para melihat apakah foto yang disajikan berhubungan dan
wartawan. Saat ini, dengan era media baru, sumber mendukung isi berita tersebut. Hasil penelitian pada

151
Akurasi Berita dalam Jurnalisme Online... (Christiany Juditha)

Tabel 6 menunjukkan bahwa sebanyak 80,4% foto pemberitaan. Kisi-kisi ini sangat penting supaya
dan isi berita akurat, sementara sebanyak 19,6% berita seluruh bagian di redaksi detikcom berada dalam
yang tidak menyertakan foto/gambar dalam berita. pemahaman yang sama atas sebuah masalah, terutama
masalah berita yang harus disikapi. Cara ini justru
Tabel 6 Kategori Akurasi Berita (Akurasi Foto dan Isi)
mempercepat proses pengambilan keputusan on daily
Freq Percent Valid Cumulative
basis untuk peliputan dan pemuatan berita.
Percent Percent
Tanpa 9 19.6 19.6 19.6
DetikNews memiliki kecenderungan tidak
Foto memenuhi norma umum jurnalistik saat ini yang
Valid
Ya 37 80.4 80.4 100.0 membakukan 5W+1H. Ini karena portal berita
Total 46 100.0 100.0 detikNews adalah media massa online yang dalam
Data Primer diolah, 2013, n: 46
pemberitaannya selalu mengutamakan kecepatan.
Sehingga pemakaian unsur 3W (What, Where, When)
Hasil ini kemudian menyimpulkan bahwa media
dilakukan detikcom tidak diseluruh berita tetapi
online seperti detikNews berlangsung terus menerus
disebagian saja, tergantung urgensinya. Biasanya di
tidak hanya secara harian tetapi dari menit ke menit.
berita awal sebuah peristiwa penting. Seperti yang
Proses pengambilan keputusan dilakukan dengan
diakui sendiri oleh pengelolah detikcom, Sapto
cepat. Tetapi keputusan cepat ini tidak melupakan
Anggoro (2011:141).
prinsip-prinsip akurasi antara judul/foto dan isi berita
Dalam kasus ini menurut Sapto informasi yang
yang disajikan.
masuk pun belum terlalu lengkap. Ini diperkuat lagi
Unsur kredibilitas memang harus menjadi
karena pilihan detikcom sebagai penyalur berita cepat
pegangan bagi apa yang diucapkan, dilakukan dan
(breaking news) sehingga kelengkapan berita akan
ditulis oleh wartawan. Karena itu wartawan dituntut
disampaikan beberapa waktu kemudian. Walau hanya
untuk teliti (akurat). Akurasi merupakan suatu nilai
memenuhi 3W, namun pembaca tidak
dasar yang harus selalu diterapkan tanpa syarat baik
mempermasalahkan. Jurnalisme detikcom ibarat
oleh wartawan maupun editor (Ishwara, 2011: 39).
sebuah paradoks bahwa teori 3W merupakan teori
Akurat berarti sebagai wartawan harus mendapatkan
jurnalistik abad 19 yang dimotori oleh Wilkinson.
informasi yang pasti dan tidak bisa dibantahkan.
Meskipun detikcom merupakan media modern namun
Akurasi juga merupakan standar etik, disamping
justru tetap menggunakan teori lama tersebut.
standar profesional dan operasional yang harus
Hal ini dapat dimaklumi mengingat karakter,
diterapkan oleh wartawan. Memang diakui oleh
media daring dituntut sama dengan media masa
Ishwara bahwa akurasi juga bisa menjadi pengganggu
produksinya 24 jam (koran harian) atau 6 jam (media
karena wartawan harus bekerja di bawah tekanan
siaran), tentu media daring tidak akan pernah ada.
(deadline).
Karena media daring bertumpuh pada kecepatan;
Berita detikcom berlangsung terus menerus, tidak
dilaporkan secepatnya dan tidak memerlukan waktu
hanya secara harian, tetapi dari menit ke menit.
yang lama. Berita dari lapangan hanya mampir ke
Anggoro (2011:109) menjelaskan proses pengambilan
layar editor beberapa detik sebelum diunggah dan
keputusan pada detikcom dilakukan dengan cepat.
detik berikutnya sudah diunduh oleh konsumen berita.
Meski demikian, tidak setiap saat dilakukan rapat
Pada detikcom, tidak memerlukan pegawai berjabatan
redaksi untuk pengambilan keputusan. Rapat redaksi
redaktur bahasa. Tak ada cukup waktu untuk itu.
lengkap dilakukan sedikitnya dua minggu sekali. Bila
Konsekuensinya, menurut Syirikit Syah, bahwa para
ada kejadian serius atau rencana liputan khusus,
wartawan-termasuk yang di lapangan-harus teruji
biasanya dilakukan rapat seminggu sekali. Dalam
betul kemampuan berbahasanya (Anggoro 2011:viii).
rapat ini, pimpinan redaksi dan wakil pimred
Persaingan dalam media massa apalagi media
mengumpulkan fakta-fakta di lapangan termasuk yang
online bukanlah hal yang baru bagi wartawan, begitu
tidak tertangkap di kalangan arus bawah. Setelah itu
pula bekerja dengan kecepatan tinggi. Namun Michael
giliran pemred/wapemred mengumpulkan informasi
Oreskes (Ishwara 2011:41) dari New York Times
untuk tingkat pengambilan keputusan atau kebijakan.
mengatakan bahwa wartawan adalah seorang yang
Dari sini ditentukan kisi berita yang layak dilaporkan
harus mampu menghasilkan tulisan yang dapat
ke depan. Dengan demikian para reporter di lapangan,
dipercaya dalam keadaan tekanan waktu. Hal inilah
penulis, verifikator, hingga redpel mengetahui arah
juga yang disebut oleh Mike Ward (Romli, 2012:15)

152
Jurnal Pekommas, Vol. 16 No. 3, Desember 2013:145-154

sebagai salah satu karakterisitik jurnalisme online Meski menyajikan berita-berita yang singkat,
yang bersifat Immediacy atau kesegeraan dan namun detikcom masih memiliki kepercayaan dan
kecepatan penyampaian informasi. Hasil penelitian ini kredibilitas yang tinggi. Kredibilitas bukan
telah membuktikan bahwa detikcom tetap disandarkan pada kedalaman dan tidak ada kaitannya
memprioritaskan akurasi pemberitaan meski dengan kecepatan tapi informasi yang benar, akurat,
diperhadapkan dengan karakteristik media online cepat serta sesuai fakta adalah faktor yang
yang menuntut serba instan dan cepat. Sesuai dengan menentukan kredibilitas. Faktanya bahwa sampai saat
apa yang dikatakan Gerald L. Baron (Anggoro, ini, pengakses detikcom tetap memiliki kepercayaan
2011:131) bahwa salah satu hal yang wajib dipenuhi yang tinggi terhadap pemberitaan media ini.
oleh media adalah kecepatan dalam penyampaikan
informasi. KESIMPULAN
Kedalaman berita yang disajikan oleh detikNews Hasil penelitian yang telah dibahas di atas
cenderung rendah. Hasil penelitian menggambarkan menyimpulkan bahwa detikNews sebagai media
bahwa berita-berita yang tersaji setiap menit per menit jurnalisme online tetap memegang teguh akurasi
memang terbilang ringkas. Seperti yang juga diakui pemberitaannya. Ini terlihat dari hasil kuantitatif lima
oleh pengelolah detikcom, Sapto Anggoro bahwa kategorisasi akurasi berita yang dikaji yaitu cek dan
karena beritanya pendek-pendek, maka kedalaman ricek; kesalahan penulisan pada data; sumber berita
berita terabaikan, dan sebagai gantinya penjelasan yang relevan; akurasi judul dengan isi; serta akurasi
kedalaman informasi disampaikan pada berita antara foto dengan isi, kesemuanya bernilai diatas
berikutnya. Biasanya dipakai mekanisme related news lima puluh persen. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai
atau berita terkait (tautan). yang diemban oleh detikcom yaitu cepat dan akurat,
Hal ini terlihat juga dari hasil pengamatan berita- kreatif dan inovatif, integritas, kerjasama dan
berita penangkapan ketua MK oleh KPK. Diawal- independen. Tetapi tetap memiliki komitmen tinggi
awal pemberitaannya, detikNews hanya untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan.
memberitakan bahwa ada pejabat yang ditangkap Hasil ini juga sekaligus memberikan rekomendasi
tangan karena kasus suap Pilkada. Di menit-menit kepada portal berita detikcom untuk terus konsisten
selanjutnya, mulai dilengkapi dengan jumlah orang menjaga akurasi penulisan isi beritanya. Serta
yang diamankan. Berita selanjutnya mulai menyebut meminimalisir terjadinya kesalahan posting berita
nama dan inisial para tersangka. Kemudian mulai atau salah pengetikan demi menjaga keakuratan isi
dilengkapi dengan data-data pendukung lainnya pada berita. Disamping itu, portal berita detikcom juga bisa
berita-berita selanjutnya. menjadi contoh bagi media online lainnya untuk
Ini artinya detikcom tetap memperhatikan mengedepankan akurasi berita meski harus terbentur
keakuratan beritanya. Karena penelitian yang hampir dengan tuntutan kecepatan untuk disiarkan.
sama juga pernah dilakukan oleh Dani Prayudhi tahun
2011 dengan judul “Persepsi Mahasiswa Tentang UCAPAN TERIMA KASIH
Tingkat Akurasi Pemberitaan Media Online Penelitian ini dapat selesai karena dukungan
Detik.com”. Yang membedakan penelitian ini dengan berbagai pihak. Karena itu ucapan terima kasih
yang dilakukan oleh Dani adalah topik berita yang diberikan kepada Kementerian Kominfo UPT
dikaji serta adanya pendapat responden. Penelitian BBPPKI Makassar, yang telah menyediakan segala
dengan melibatkan 54 responden ini menyebutkan fasilitas untuk mendukung proses penelitian ini.
bahwa mayoritas responden setuju bahwa detikcom Begitu pula detikNews online yang telah menyajikan
berita-beritanya untuk dapat dikaji. Serta semua pihak
selalu menyajikan berita-berita berdasarkan fakta
yang mendukung terselesainya penelitian ini.
yang ada di lapangan, sumber yang relevan serta
sudah tergolong baik dalam menyeimbangkan antara DAFTAR PUSTAKA
akurasi dengan aktualitas. Detikcom juga telah Alexa Internet. Top Site in Indonesia. Alexa The Web Informal
menyajikan berita yang sesuai secara seimbang antara Company. www.alexa.com, /topsites/contries/ID) diakses 5
pihak-pihak pro dan kontra. Selain itu detikcom juga Oktober 2013.
Anggoro A.Sapto. (2011). Detikcom Legenda Media Online.
ditunjang dengan penulisan berita yang sesuai dengan Jakarta : PT. Buku Kita. Hal. viii, 15, 39, 109, 109. 131,141.
kaidah jurnalistik yang telah disepakati bersama. Detikcom.www.detikNewsdetikNews.com, diakses 2-8 Oktober
2013.

153
Akurasi Berita dalam Jurnalisme Online... (Christiany Juditha)

Hernandes.D.G. (1996). Advice for The Future. In Editor and Mondry. (2008). Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor
Publisher. Hal.9. : Ghalia Indonesia. Hal. 141, 146.
Ishwara, Luwi. (2011). Jurnalisme Dasar. Jakarta : Kompas. Hal. Neuendorf, W. Lawrence. (2002). The Content Analysis
41, 92, 106. Guidebook. Thousand Oaks : Sage Publications. Hal.10.
Iwan Awaluddin Yusuf, Menguji Akurasi Pemberitaan. 27 Januari Nurudin. (2009). Jurnalisme Masa Kini. Jakarta : Rajawali Pers.
2013, http://bincangmedia.wordpress.com/tag/akurasi- .hal v, 78.
pemberitaan/ diakses 6 November 2013. Prayudhi, Dani. 2011. Skripsi Persepsi Mahasiswa Tentang
Kompas, 25 Maret 2009. Media Tradisional vs Media Baru. Tingkat Akurasi Pemberitaan Media Online Detik.com.
www.kompas.com/news/read/2009/03/25/04444368/.media.tr Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.
adisional.vs, media baru, akses 6 November 2013. Santana. K. Septiawan. (2005). Jurnalisme Kontemporer.Jakarta :
Kompas.com,,25 Maret 2009. Media Tradisional vs Media Baru. Yayasan Obor Indonesia. Hal. 137.
http://entertainment.kompas.com/read/2009/03/25/04444368/. Sumadiria. As.Haris. (2005). Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita
media.tradisional.vs.new.media, diakses 6 November 2011. dan Feature, Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Bandung :
Kriyantono, Rachmat. (2007). Teknis Praktis Riset Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya. Hal.64, 65.
Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Hal. 239, 240. Voaindonesia, 14 September 2012. Surat Kabar Hadapi Masa
M. Romli, Asep. (2012). Jurnalistik Online. Panduan Praktis Depan Tak Pasti.
Mengelola Media Online. Bandung: Nuansa Cendikia. Hal. www.voaindonesia.com/content/digitalmedia-
15,15, 41,68. 91952999/76348.html diakses 6 November 2011.
Mc.Quail, Denis. (2004). Mass Communication Theory. London : Widodo, Rachmat. (2012). Skripsi : Kredibilitas Pemberitaan Pada
Sage Publications. ortal Berita Online Vivanews.com. Universitas Diponegoro
Merrill, John C. (1977). Existential Journalism. New York : Semarang.
Hastings House. Hal. 25.

154