Anda di halaman 1dari 24

MATEMATIKA DISKRIT

MAKALAH
“FUNGSI PEMBANGKIT EKSPONEN DAN FUNGSI
PEMBANGKIT UNTUK PERMUTASI”

Oleh:
MIFTAHURRAHMAH (15205022)
RIADI ILMI (15205038)
SINTIA ARIA YUNANDA (15205068)

Dosen Pengampu:
Dr. Armiati, M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Fungsi pembangkit adalah salah satu metode yang dapat digunakan
untuk menyelesaikan beberapa masalah dalam bidang matematika. Dengan
mentransformasikan persoalan ke dalam bentuk fungsi pembangkit, maka
sifat-sifat khusus dari pembangkit dapat digunakan sebagai jalan untuk
memecahkan masalah. Fungsi pembangkit ini bisa diberlakukan sebagaimana
fungsi-fungsi pada umumnya. Misalnya saja pada fungsi pembangkit dapat
dilakukan operasi penjumlahan, perkalian dengan suatu konstanta, maupun
diferensial.
Fungsi pembangkit ini layaknya sebuah jembatan yang
menghubungkan matematika diskrit dan kontinu, khususnya pada bagian teori
variabel kompleks. Namun pembahasan Fungsi pembangkit dalam makalah
ini hanya sekedar Fungsi pembangkit untuk permutasi, karena cukup banyak
sekali hal – hal yang dapat dibahas menyangkut Fungsi pembangkit ini.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini yaitu
1. Apa itu definisi Fungsi Pembangkit Eksponensial ?
2. Apa itu Fungsi Pembangkit untuk Permutasi ?

C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah agar para pembaca dapat :
1. Untuk memahami definisi Fungsi Pembangkit Eksponensial.
2. Untuk mengetahui Fungsi Pembangkit untuk Permutasi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. FUNGSI PEMBANGKIT EKSPONENSIAL

Untuk barisan bilangan real a0,a1,a2, ...



x2 x3 x
f ( x)  a0  a1 x  a 2  a3  ...   ai i
2! 3! i 0 i!

Disebut fungsi pembangkit eksponensial bagi barisan tersebut

Perluasan deret MacLaurin untuk e x ini merupakan ekaspansi dasar


untuk fungsi pembangkit eksponen. Beberapa identitas ekspansi untuk fungsi
pembangkit selengkapnya adalah sebagai berikut :

x2 x3 xi
(1) e x  1  x    ...  
2! 3! i  0 i!

x2 x3 xr
(2) e nx  1  nx  n 2  n3  ...  n r  ...
2! 3! r!
x2 x3
(3) e x  1  x    ...
2! 3!

(4)
2

1 x

e  e x  1 
x2 x4 x6
 
2! 4! 6!
 ...

(5)
2

1 x

e  e x  x 
x3 x5 x7
 
3! 5! 7!
 ...

Contoh 1 :
Tulis Fungsi Pembangkit Eksponensial dari barisan berikut!
a. (3, 3, 3, 3, . . . )
b. (0, 1, 0, 1, 0, 1, . . . )
c. (3, 1, 3, 1, 3, 1, . . . )
d. (𝑎𝑛 ) = (3𝑛 )

3
Penyelesaian:
a. Diket : 𝑎𝑛 = 3, 3, 3, 3, …
𝑥𝑛
𝑃(𝑥) = ∑∞
𝑛=0 𝑎𝑛 𝑛!
𝑥0 𝑥1 𝑥2 𝑥3
= 3 0! + 3 1! + 3 2! + 3 3! + ⋯

3𝑥 2 𝑥3
= 3 + 3𝑥 + +3 +⋯
2! 3!
𝑥2 𝑥3
= 3 (1 + 𝑥 + + +⋯)
2! 3!

= 3(𝑒 𝑥 )
= 3𝑒 𝑥

b. Diket : 𝑎𝑛 = 0, 1, 0, 1, 0, 1, …
𝑃(𝑥) = ..... ?
𝑥𝑛
𝑃(𝑥) = ∑∞
𝑛=0 𝑎𝑛 𝑛!
𝑥0 𝑥1 𝑥2 𝑥3 𝑥4 𝑥5
= 0 0! + 1 1! + 0 2! + 1 3! + 0 4! + 0 5! + ⋯
𝑥2 𝑥3 𝑥4 𝑥5
=0+1∙𝑥+0∙ +1∙ +0∙ +1∙ +⋯
2! 3! 4! 5!
𝑥3 𝑥5
=𝑥+ + + ...
3! 5!
1
= 2 (𝑒 𝑥 − 𝑒 −𝑥 )

c. Diket : 𝑎𝑛 = 3, 1, 3, 1, 3, 1, …
𝑃(𝑥) = ..... ?
𝑥𝑛
𝑃(𝑥) = ∑∞
𝑛=0 𝑎𝑛 𝑛!
𝑥0 𝑥1 𝑥2 𝑥3 𝑥4 𝑥5
= 3 0! + 1 1! + 3 2! + 1 3! + 3 4! + 1 5! + ⋯
𝑥2 𝑥3 𝑥4 𝑥5
=3+1∙𝑥+3∙ +1∙ + 3 4! + 1 5! + ⋯
2! 3!
𝑥2 𝑥3 𝑥4 𝑥5
=3+𝑥+3∙ + + 3 4! + +⋯
2! 3! 5!
𝑥2 𝑥4 𝑥3 𝑥5
= 3 (1 + + + ⋯ ) + (𝑥 + + +⋯)
2! 4! 3! 5!

4
𝑒 𝑥 + 𝑒 −𝑥 𝑒 𝑥 − 𝑒 −𝑥
= 3( )+( )
2 2
3𝑒 𝑥 +3𝑒 −𝑥 +𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
= 2
4𝑒 𝑥 + 2𝑒 −𝑥
= 2

= 2𝑒 + 𝑒 −𝑥
𝑥

d. Diket : 𝑎𝑛 = 3𝑛
𝑃(𝑥) = ..... ?

𝑥𝑛 𝑥𝑛
𝑃(𝑥) = ∑∞
𝑛=0 𝑎𝑛 = ∑∞
𝑛=0 3
𝑛
𝑛! 𝑛!
0
untuk 𝑛 = 0 ⟹ 𝑎0 = 3 = 1
𝑛 = 1 ⟹ 𝑎1 = 3
𝑛 = 2 ⟹ 𝑎2 = 32
𝑛 = 3 ⟹ 𝑎3 = 33
sehingga diperoleh:

𝑥𝑛
𝑃(𝑥) = ∑ 𝑎𝑛
𝑛!
𝑛=0
𝑥0 𝑥1 𝑥2 𝑥3
= 30 + 31 + 32 + 33 +⋯
0! 1! 2! 3!
𝑥2 𝑥2
= 1 + 3𝑥 + 32 2!
+ 33 2!
+ ...

= 𝑒 3𝑥

Contoh 2 :
Carilah nilai 𝑎𝑛 , jika 𝑃(𝑥) merupakan Fungsi Pembangkit Eksponensial barisan
(𝑎𝑛 ).
a. 𝑃(𝑥) = 5 + 5𝑥 + 5𝑥 2 + 5𝑥 3 + ⋯
b. 𝑃(𝑥) = 𝑒 𝑥 + 𝑒 4𝑥
1
c. 𝑃(𝑥) = 1−4𝑥

5
Penyelesaian:
a. Diket : 𝑃(𝑥) = 5 + 5𝑥 + 5𝑥 2 + 5𝑥 3 + ⋯
𝑎𝑛 = ....
𝑃(𝑥) = 5 + 5𝑥 + 5𝑥 2 + 5𝑥 3 + ⋯
𝑃(𝑥) = 5(1 + 𝑥 + 𝑥 2 + 𝑥 3 + ⋯ )
1
= 5 (1−𝑥)

= 5 ∑∞
𝑛=0 𝑥
𝑛

𝑥𝑛
= ∑∞
𝑛=0 5(𝑛!) 𝑛!

Diperoleh
𝑎𝑛 = 5(𝑛!) = (5, 5, 10, 30, … )

b. Diket : 𝑃(𝑥) = 𝑒 𝑥 + 𝑒 4𝑥
𝑎𝑛 = ..... ?
𝑃(𝑥) = 𝑒 𝑥 + 𝑒 4𝑥
𝑥2 𝑥3 𝑥2 𝑥3
= (1 + 𝑥 + + + ⋯ ) + (1 + 4𝑥 + 42 + 43 +⋯)
2! 3! 2! 3!
𝑥𝑛 𝑥𝑛
= (∑∞
𝑛=0 1 ) + (∑∞
𝑛=0 4
𝑛
)
𝑛! 𝑛!
𝑥𝑛
= ∑∞ 𝑛
𝑛=0(1 + 4 ) 𝑛!

Sehingga diperoleh
𝑎𝑛 = 1 + 4𝑛 =(2, 5, 17, 65, … )

1
c. Diket : 𝑃(𝑥) = 1−4𝑥

𝑎𝑛 = ..... ?
1
𝑃(𝑥) = 1−4𝑥

= ∑∞ 𝑛 𝑛
𝑛=0 4 𝑥
𝑥𝑛
= ∑∞ 𝑛
𝑛=0 4 (𝑛!) 𝑛!

Sehingga diperoleh
𝑎𝑛 = 4𝑛 (𝑛!) =(1, 4, 32, 144, … )

6
B. FUNGSI PEMBANGKIT UNTUK PERMUTASI
Fungsi pembangkit biasa memberikan pendekatan yang mudah dan
sistematis untuk memecahkan masalah-masalah umum yang melibatkan
“pengambilan” atau pendistribusian obyek-obyek yang identik ke dalam sel-sel
yang berbeda.

Proposisi 1.4.1
Jika terdapat k1 obyek tipe satu, k2 obyek tipe dua,dan kn obyek tipe n,
maka banyaknya cara “menjajar” obyek-obyek ini adalah :
(∑𝒏𝒊=𝟏 𝒌𝒊 )!
𝒌𝟏 ! 𝒌𝟐 ! … 𝒌𝒏 !

Bukti:
Jika semua obyek berbeda, maka akan terdapat (∑𝑛𝑖=1 𝑘𝑖 )! jajaran. Tapi obyek-
obyek kita tidak semuanya berbeda, sehingga bilangan ini terlalu besar. Pikirkan
sebuah jajaran dari ∑𝑛𝑖=1 𝑘𝑖 obyek yang berbeda. Jika kita ganti 𝑘𝑖 obyek tipe I
yang berbeda dengan 𝑘𝑖 obyek yang identik, maka 𝑘𝑖 ! jajaran akan sama. Karena
1 ≤ 𝑖 ≤ 𝑛, kita harus membagi “bilangan total penjajaran” dengan 𝑘𝑖 ! 𝑘2 ! … 𝑘𝑛 !.

Contoh 3:
Sebuah sandi dibentuk dari tiga huruf yang berbeda a, b, dan c. Barisan yang
terdiri dari lima atau kurang huruf-huruf membentuk sebuah kata sandi, dengan
syarat :
a digunakan maksimal tiga kali
b digunakan maksimal 1 kali
c digugakan maksimal 1 kali
Ada berapa kata sandi dengan panjang k yang dapat dibentuk?

Penyelesaian:
Yang dimaksud dengan panjang suatu kata sandi adalah banyaknya huruf dalam
kata sandi tersebut. Perhatikan bahwa “urutan” huruf-huruf dalam kata sandi
diperhatikan. Sehingga kita lebih tertarik dengan perhitungan permutasi daripada

7
kombinasi. Walau begitu, kita mulai dengan perhitungan kombinasi, banyaknya
kata sandi dengan panjang k :

(1 + 𝑎𝑥 + 𝑎 2 𝑥 2 + 𝑎3 𝑥 3 )(1 + 𝑏𝑥)(1 + 𝑐𝑥)

= 1 + (𝑎 + 𝑏 + 𝑐)𝑥 + (𝑎2 + 𝑎𝑏 + 𝑎𝑐 + 𝑏𝑐) 𝑥 2 + (𝑎3 + 𝑎𝑏𝑐 + 𝑎2 𝑏


+ 𝑎2 𝑐) 𝑥 3 + (𝑎2 𝑏𝑐 + 𝑎3 𝑏 + 𝑎3 𝑐)𝑥 4 + 𝑎3 𝑏𝑐𝑥 5 (∗)

Koefisien 𝑥 𝑘 dalam (*) di atas menginformasikan semua cara yang mungkin


untuk mendapatkan k huruf. Misalnya terdapat 3 cara memilih 4 huruf yaitu :
{a,a,b,c};atau { a,a,a,b}; atau {a,a,a,c}.

Menurut proposisi 1.4.1 :

 Bila kita pilih aabc, maka akan terdapat

4!
= 12 permutasi yang bersesuaian, yaitu: (aabc, aacb, abac, abca, acab,
2!1!1!

acba,bcaa, baac, baca, cbaa, caab, caba)

 Bila kita pilih aaab; maka terdapat


4!
= 4 permutasi yang bersesuaian, yaitu: (aaab, aaba, abaa, baaa)
3!1!

 Bila kita pilih a a a c; maka ada


4!
= 4 permutasi yang bersesuaian, yaitu: (aaac, aaca, acaa, caaa)
3!1!

Dengan demikian, banyak cara untuk mendapatkan kata sandi dengan


panjang 4 yang dapat dibentuk adalah :

4! 4! 4!
+ + (**)
2!1!1! 3!1! 3!1!

Untuk mendapatkan (**) dan koefisien-koefisien yang lain, kita bisa


(𝑎𝑥)𝑝
menggunakan berarti banyaknya huruf a dalam kata sandi tersebut adalah p.
𝑝!
(𝑏𝑥)𝑞 (𝑐𝑥)𝑟
Begitu juga 𝑑𝑎𝑛 , secara berturut – turut, berarti banyaknya huruf b
𝑞! 𝑟!

dan c dalam kata sandi tersebut adalah q dan r.

8
Dengan demikian fungsi pembangkit dari permasalahan menjadi :

𝑎𝑥 𝑎2 𝑥 2 𝑎3 𝑥 3 𝑏𝑥 𝑐𝑥
(1 + + + ) (1 + ) (1 + )
1! 2! 3! 1! 1!
𝑎 𝑏 𝑐 𝑎2 𝑎𝑏 𝑎𝑐 𝑏𝑐 𝑎3 𝑎𝑏𝑐 𝑎2 𝑏 𝑎2 𝑐
= 1+( + + )𝑥 + ( + + + ) 𝑥2 + ( + + + ) 𝑥3 +
1! 1! 1! 2! 1!1! 1!1! 1!1! 3! 1!1!1! 2!1! 2!1!
𝑎2 𝑏𝑐 𝑎3 𝑏 𝑎3 𝑐 𝑎3 𝑏𝑐
( + + ) 𝑥4 + 𝑥5
2!1!1! 3!1! 3!1! 3!1!1!

Bila disubstitusikan a, b dan c dengan 1 , diperoleh fungsi pembangkit dari


permasalahan diatas, sebagai berikut:

𝑥 𝑥2 𝑥3 𝑥 𝑥
𝑃(𝑥) = (1 + + + ) (1 + ) (1 + )
1! 2! 3! 1! 1!
1 1 1 1 1 1 1 1 1
= 1 + (1! + + ) 𝑥 + (2! + + + ) 𝑥 2 + (3! + +
1! 1! 1!1! 1!1! 1!1! 1!1!1!
1 1 1 1 1 1
+ ) 𝑥 3 + (2!1!1! + + ) 𝑥 4 + (3!1!1!) 𝑥 5 ....(***)
2!1! 2!1! 3!1! 3!1!

Ternyata skematik ini belum merupakan skematik yang memuaskan, karena


koefisien 𝑥 4 dalam (***) belum identik dengan (**). Akan tetapi skematik jalan ,
bila pikir ini sebagai fungsi pembangkit eksponensial dengan memperhatikan
𝑥𝑘
koefisien dari Sehingga (***) dapat ditulis sebagai berikut :
𝑘!

1! 1! 1! 𝑥 1 1 1 1 𝑥2
𝑃(𝑥) = 1 + ( + + ) 1! + ( + + + ) 2!
1! 1! 1! 1! 2! 1! 1! 1! 1! 1! 1! 2!
1 1 1 1 𝑥3 1 1 1 𝑥4
+( + + + ) 3! + ( + + ) 4!
3! 1! 1! 1! 2! 1! 2! 1! 3! 2! 1! 1! 3! 1! 3! 1! 4!
1 𝑥5
+ ( ) 5!
3! 1! 1! 5!
1! 1! 1! 𝑥 2! 2! 2! 2! 𝑥 2 3! 3! 3!
= 1 + (1! + 1!
+ 1!) 1! + (2! + 1!1!
+ 1!1! + 1!1!) 2! + (3! + 1!1!1!
+ 2!1! +
3! 𝑥 3 4! 4! 4! 𝑥 4 5! 𝑥 5
)
2!1! 3!
+ (2!1!1! + 3!1!
+ 3!1!) 4! + 3!1!1! 5!
...(****)

𝑥
Terlihat bahwa (**) sama dengan koefisien dalam (****). Selanjutnya P(x)
𝑘!

menyatakan banyaknya kata sandi (permutasi) dengan panjang k yang dapat


dibentuk dengan aturan yang telah ditetapkan.

9
Contoh 4 :

Sebuah kata sandi yang panjangnya 𝑘 dibentuk dengan menggunakan huruf-huruf


a, b, dan c sedemikian hingga memuat paling sedikit satu a, satu b, dan satu c.
Ada berapa kata sandi yang dapat dibentuk?

Penyelesaian:

Dari pernyataan diatas dapat dibuat Fungsi Pembangkit sebagai berikut:


Misalkan banyaknya a = n1, b = n2 , dan c = n3 dengan panjang k

a2 x 2 a3 x3 an1 xn1 b2 x2 b3 x3 b n 2 xn 2
P(x) = (ax + + +⋯+ ) (bx + + + ⋯+ )
2! 3! n1 ! 2! 3! n2 !

c 2 x2 c 3 x3 c n 3 xn 3
(cx + + + ⋯+ )
2! 3! n3 !

𝑎𝑏𝑐 2 𝑥 4 𝑎𝑏𝑐 𝑛3 𝑥 𝑛3 +2 𝑎𝑏 2 𝑐𝑥 4 𝑎𝑏 2 𝑐 2 𝑥 5 𝑎𝑏 2 𝑐 𝑛3 𝑥 𝑛3 +3
= 𝑎𝑏𝑐𝑥 3 + +⋯+ + + + ⋯+
2! 𝑛3 ! 2! 2!2! 2!𝑛3 !
𝑛
𝑎𝑏 𝑛2 𝑐𝑥 𝑛2 +2 𝑎𝑏 𝑛2 𝑐 2 𝑥 𝑛2 +3 𝑎𝑏 𝑛2 𝑐 𝑛3 𝑥 2+𝑛3 𝑎2 𝑏𝑐𝑥 4
+⋯+ + + ⋯+ +
𝑛2 ! 2!𝑛2 ! 𝑛2 !𝑛3 ! 2!

𝑎2 𝑏𝑐 2 𝑥 5 𝑎2 𝑏𝑐 𝑛3 𝑥 𝑛3 +3 𝑎2 𝑏2 𝑐𝑥 5 𝑎2 𝑏 2 𝑐 2 𝑥 6
+ +⋯+ + + +⋯
2!2! 2!𝑛3 ! 2!2! 2!2!2!

𝑎2 𝑏 2 𝑐 𝑛3 𝑥 𝑛3 +4 an1 bn2 cn3


+ + ⋯ + (n1 + n2 + n3 )! ( )
2!2!𝑛3 ! n1 !n2 !n3 !

Contoh 5 :
Sebuah sandi dibentuk dari 3 huruf yang berbeda a, b, dan c. Kata sandi yang
akan dibentuk terdiri dari paling banyak tiga huruf 𝑎, paling banyak satu huruf b
dan c. Tentukan ada berapa cara yang dapat dibentuk, jika panjang kata sandi
tersebut adalah 5 ?

Penyelesaian:
𝑥2 𝑥3
P(x) = ( 1 + x + + ) (1 + x) (1 + x)
2! 3!

𝑥2 𝑥3
=(1+x+ + )( 1 + 2𝑥 + 𝑥 2 )
2! 3!

4 1 2 1 1 1 1
=1 + 3x + (2 + 2!) 𝑥 2 + (1 + 2! + )𝑥 3 + (2! + 3! ) 𝑥 4 + (3! ) 𝑥 5
3!

10
5 13 4 1
= 1 + 3x + 𝑥2 + 𝑥3 + 𝑥 4 +(6 ) 𝑥 5
2 6 6

𝑥2 𝑥3 𝑥4 𝑥5
= 1 + 3x +5 + 13 3! + 16 4! +20 5!
2!

Jadi , dapat dilihat pada koefisien menunjukkan banyaknya kata sandi


yang dapat dibentuk dengan panjang 5 adalah 20

Sebagai perluasan uraian tersebut, diperoleh proposisi sebagai berikut :


Proposisi 1.4.2:

Misal terdapat 𝑝 macam (tipe) obyek dengan 𝑛𝑖 obyek tipe 𝑖 untuk 1 < 𝑖 <
𝑝. Maka banyaknya permutasi dengan panjang 𝑘 dengan paling banyak 𝑛𝑖
𝑥𝑘
obyek tipe 𝑖 sama dengan koefesien dalam funsi pembangkit
𝑘!

eksponensial.
𝑥2 𝑥 𝑛1 𝑥2 𝑥 𝑛2 𝑥2 𝑥 𝑛𝑝
𝑃(𝑥) = (1 + 𝑥 + + ⋯+ ) (1 + 𝑥 + + ⋯ + ) … (1 + 𝑥 + + ⋯ + )
2! 𝑛1 ! 2! 𝑛2 ! 2! 𝑛𝑝 !

Contoh 6:
Misalkan B adalah himpunan angka-angka pembentuk nomor handphone
“081703789269”. Tentukan banyaknya cara menyusun barisan n-angka dari B,
sedemikian sehingga:
a. Angka 0 harus muncul
b. Angka 0 dan 8 harus muncul
c. Angka 0 muncul sebanyak genap
d. Angka 0 muncul sebanyak ganjil
Penyelesaian :
B = { 0, 8, 1, 7, 3, 9, 2, 6 }
a.
Anggota B

11
0 8 1 7 3 9 2 6
syarat ≥1 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0

𝑥2 𝑥3
Ekspresi matematika untuk 0 adalah : ( x + + +...)
2! 3!
𝑥 𝑥2 𝑥3
Ekspresi matematika untuk 8,1, 7, 3, 9, 2, 6 adalah : ( 1 + 1! + + +....)
2! 3!

Untuk mendapatkan banyaknya cara menyusun barisan n-angka dari B, maka


fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah :
𝑥2 𝑥3 𝑥 𝑥2 𝑥3
P (x) =(x + + + . . . ) ( 1 + 1! + + + . . . . )7
2! 3! 2! 3!

= (ex – 1)(ex)7
=(ex – 1)(e7x)
= e8x – e7x
(8𝑥) 𝑛 (7𝑥) 𝑛
= ∑∞
𝑛=0 –∑∞
𝑛=0
𝑛! 𝑛!
𝑥𝑛
= ∑∞ 𝑛 𝑛
𝑛=0(8 − 7 ) 𝑛!

cara menyusun barisan n-angka dari B dengan syarat angka 0 harus muncul adalah
𝑥𝑛
koefisien dari dari fungsi pembangkit, yaitu : an = 8𝑛 − 7𝑛 dimana n ≥ 0.
𝑛!

b.
Anggota B
0 8 1 7 3 9 2 6
syarat ≥1 ≥1 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0

𝑥2 𝑥3
Ekspresi matematika untuk 0 adalah : ( x + + +...)
2! 3!
𝑥2 𝑥3
Ekspresi matematika untuk 8 adalah : ( x + + +...)
2! 3!
𝑥 𝑥2 𝑥3
Ekspresi matematika untuk 1, 7, 3, 9, 2, 6 adalah : ( 1 + 1! + + +....)
2! 3!

Untuk mendapatkan banyaknya cara menyusun barisan n-angka dari B, maka


fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah :

12
𝑥2 𝑥3 𝑥 𝑥2 𝑥3
P (x) =(x + + + . . . )2 ( 1 + 1! + + + . . . . )6
2! 3! 2! 3!

= (ex – 1)2(ex)6
= (e2x – 2ex + 1)(e6x)
= e8x – 2e7x + e6x
(8𝑥) 𝑛 (7𝑥) 𝑛 (6𝑥) 𝑛
= ∑∞
𝑛=0 – 2. ∑∞
𝑛=0 + ∑∞
𝑛=0
𝑛! 𝑛! 𝑛!
𝑥𝑛
= ∑∞ 𝑛 𝑛 𝑛
𝑛=0(8 − 2. 7 + 6 ) 𝑛!

cara menyusun barisan n-angka dari B dengan syarat angka 0 dan 8 harus muncul
𝑥𝑛
adalah koefisien dari dari fungsi pembangkit, yaitu : an = 8𝑛 − 2. 7𝑛 + 6𝑛 ,
𝑛!

dimana n ≥ 0.

c.
Anggota B
0 8 1 7 3 9 2 6
syarat 𝑔𝑒𝑛𝑎𝑝 ≥ 0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0

𝑥2 𝑥4
Ekspresi matematika untuk 0 genap adalah : ( x + + +...)
2! 4!
𝑥 𝑥2 𝑥3
Ekspresi matematika untuk 8,1, 7, 3, 9, 2, 6 adalah : ( 1 + 1! + + +....)
2! 3!

Untuk mendapatkan banyaknya cara menyusun barisan n-angka dari B, maka


fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah :
𝑥2 𝑥4 𝑥 𝑥2 𝑥3
P (x) =(x + + + . . . ) ( 1 + 1! + + + . . . . )7
2! 4! 2! 3!
𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥
=( )(e7x)
2
𝑒 8𝑥 +𝑒 −𝑥6𝑥
=( )
2
1 (8𝑥) 𝑛 (6𝑥) 𝑛
= 2 (∑∞
𝑛=0 + ∑∞
𝑛=0 )
𝑛! 𝑛!
8𝑛 +6𝑛 𝑥𝑛
= ∑∞
𝑛=0 ( )
2 𝑛!

13
cara menyusun barisan n-angka dari B dengan syarat angka 0 dan 8 harus muncul
𝑥𝑛 8𝑛 +6𝑛
adalah koefisien dari dari fungsi pembangkit, yaitu : an = ( ), dimana n ≥
𝑛! 2

0.
d.
Anggota B
0 8 1 7 3 9 2 6
Syarat 𝑔𝑎𝑛𝑗𝑖𝑙 ≥ 0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0 ≥0

𝑥3 𝑥5
Ekspresi matematika untuk 0 genap adalah : ( x + + +...)
3! 5!
𝑥 𝑥2 𝑥3
Ekspresi matematika untuk 8,1, 7, 3, 9, 2, 6 adalah : ( 1 + 1! + + +....)
2! 3!

Untuk mendapatkan banyaknya cara menyusun barisan n-angka dari B, maka


fungsi pembangkit dari permasalahan tersebut adalah :
𝑥3 𝑥5 𝑥 𝑥2 𝑥3
P (x) =(x + + + . . . ) ( 1 + 1! + + + . . . . )7
3! 5! 2! 3!
𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
=( )(ex)7
2
𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
=( )(e7x)
2
𝑒 8𝑥 −𝑒 6𝑥
=( )
2
1 (8𝑥) 𝑛 (6𝑥) 𝑛
= 2 (∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0 )
𝑛! 𝑛!
8𝑛 −6𝑛 𝑥𝑛
= ∑∞
𝑛=0 ( )
2 𝑛!

cara menyusun barisan n-angka dari B dengan syarat angka 0 dan 8 harus muncul
𝑥𝑛 8𝑛 −6𝑛
adalah koefisien dari dari fungsi pembangkit, yaitu : an = ( ), dimana n ≥
𝑛! 2

0.

14
C. Barisan Barisan Binair dan Kuarternair
Defenisi:

Barisan binair adalah barisan yang suku-sukunya hanya menggunakan


angka 0 dan 1. Barisan binair r-angka adalah barisan binair dengan panjang
r. contoh: 101001 atau 100111 adalah barisan binair 6 angka.

Barisan kuarternair adalah barisan yang suku-sukunya hanya


menggunakan angka-angka 0, 1, 2, 3. Barisan kuarternair r-angka adalah
barisan kuarternair denggan panjang r. Misal 1200323 atau 3101121 adalahh
barisan kuarternair 7 angka.

Contoh 7:
Tentukan banyak barisan binair 𝑛-angka yang memuat:
a. Angka “1” paling sedikit dua
b. Angka “0” sebanyak bilangan genap dan angka “1” paling sedikit satu
c. Angka “1” sebanyak bilangan ganjil dan angka “0” sebanyak bilangan
genap
d. Angka “1” sebanyak bilangan genap

Penyelesaian:
a. Angka “1” paling sedikit dua
Berdasarkan ketentuan tersebut, angka “1” harus muncul paling sedikit
dua (2, 3, 4, …) dan angka “0” bebas syarat.
𝑥2 𝑥3 𝑥2 𝑥3 𝑥4
𝑃(𝑥) = (1 + 𝑥 + + … ) ( 2! + + …)
2! 3! 3! 4!

= 𝑒 𝑥 (𝑒 𝑥 − 𝑥 − 1)
= 𝑒 2𝑥 − 𝑥𝑒 𝑥 − 𝑒 𝑥
(2𝑥)𝑛 (𝑥)𝑛 (𝑥)𝑛
= ∑∞
𝑛=0 − 𝑥 ∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0
𝑛! 𝑛! 𝑛!

𝑥𝑛
Sehingga, banyaknya barisan = koefisien 𝑛!
yaitu:

15
𝑎𝑛 = 2𝑛 − 𝑥(1)𝑛 − (1)𝑛 𝑛 ≥ 2
= 2𝑛 − 𝑥 − 1 𝑛 ≥ 2

b. Angka “0” sebanyak bilangan genap dan angka “1” paling sedikit satu.
Berdasarkan ketentuan tersebut, angka “0” harus sebanyak bilangan
genap (0, 2, 4, …) dan angka “1” paling sedikit 1 (1, 2, 3, …).
𝑥2 𝑥3 𝑥2 𝑥4 𝑥6
𝑃(𝑥) = (𝑥 + + … ) (1 + + + …)
2! 3! 2! 4! 6!
𝑒 𝑥 + 𝑒 −𝑥
= (𝑒 𝑥 − 1) ( )
2
1
= (𝑒 𝑥 − 1)(𝑒 𝑥 + 𝑒 −𝑥 )
2
1
= (𝑒 2𝑥 + 1 − 𝑒 𝑥 − 𝑒 −𝑥 )
2
1 (2𝑥)𝑛 (𝑥)𝑛 (−𝑥)𝑛
= [∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0 ]
2 𝑛! 𝑛! 𝑛!

𝑥𝑛
Sehingga, banyaknya barisan = koefisien yaitu:
𝑛!
1
𝑎𝑛 = 2 [2𝑛 − 1𝑛 − (−1)𝑛 ], 𝑛 > 0
1
= [2𝑛 − 1 − (−1)𝑛 ], 𝑛>0
2

c. Angka “1” sebanyak bilangan ganjil dan angka “0” sebanyak bilangan
genap.
Berdasarkan ketentuan tersebut, angka “1” muncul sebanyak bilangan
ganjil (1, 3, 5, …) dan angka “0” muncul sebanyak bilangan genap (0,
2, 4, …).
𝑥3 𝑥5 𝑥2 𝑥4
𝑃(𝑥) = (𝑥 + + + ⋯ ) (1 + + +⋯)
3! 5! 2! 4!
𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥 𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
= ( )( )
2 2
1
= (𝑒 2𝑥 − 𝑒 −2𝑥 )
4
1 (2𝑥)𝑟 (−2𝑥)𝑟
= [∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑟=0 ]
4 𝑛! 𝑛!
𝑥𝑛
Sehingga, banyaknya barisan = koefisien yaitu:
𝑛!

0, bila 𝑛 genap

16
1
𝑎𝑛 = [2𝑛 − (−2)𝑛 ], 𝑎𝑛 =
4

2𝑛−1 , bila 𝑛 ganjil

d. Angka “1” sebanyak bilangan genap


Berdasarkan ketentuan tersebut, angka “1” muncul muncul sebanyak
bilangan genap (2, 4, 6, …) dan angka “0” bebas syarat.
𝑥2 𝑥3 𝑥4 𝑥5 𝑥2 𝑥4
𝑃(𝑥) = (1 + + + + … ) (1 + + +⋯)
2! 3! 4! 5! 2! 4!
𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥
= 𝑒𝑥 ( )
2
1 2𝑥 1
= 𝑒 +2
2
1 (2𝑥)𝑛
= ∑∞
𝑛=0
2 𝑟!
𝑥𝑛
Sehingga, banyaknya barisan = koefisien yaitu:
𝑛!
1
𝑎𝑛 = 2𝑛 ,𝑛 > 0
2

Contoh 8 :
Tentukan banyaknya barisan ternair 𝑛-angka yang memuat
a. Angka “0” sebanyak ganjil dan “2 sebanyak genap
b. Angka “0” dan “1” masing-masing sebanyak genap dan “2” sebanyak
ganjil
c. Angka “0”, “1”, dan “2” masing-masing sebanyak ganjil

Penyelesaian:
a. Angka “0” sebanyak ganjil dan “2 sebanyak genap
Berdasarkan ketentuan tersebut, angka “0” muncul sebanyak bilangan
ganjil (1, 3, 5, …), angka “2” muncul sebanyak bilangan genap (0, 2, 4,
…).
𝑥3 𝑥5 𝑥2 𝑥4 𝑥2 𝑥3 𝑥4 𝑥5
𝑃(𝑥) = (𝑥 + + + ⋯ ) (1 + + + ⋯ ) (1 + + + + …)
3! 5! 2! 4! 2! 3! 4! 5!
𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥 𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
=( )( ) 𝑒𝑥
2 2

17
𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥 𝑒 2𝑥 −1
=( )( )
2 2
(𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥 )(𝑒 2𝑥 −1)
= 4
𝑒 3𝑥 +𝑒 −𝑥 −𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
=( )
4
𝑒 3𝑥 −𝑒 −𝑥
=( )
4
1
= 4 (𝑒 3𝑥 − 𝑒 −𝑥 )
1 (3𝑥)𝑛 (−𝑥)𝑛
= 4 [∑𝑛=0 − ∑𝑛=0 ]
𝑛! 𝑛!
𝑥𝑛
Jadi, banyaknya barisan yang dimaksud = koefisien dari dalam 𝑃(𝑥)
𝑛!
1
yaitu = 4 [3𝑛 − (−1)𝑛 ], 𝑛 > 0

b. Angka “0” dan “1” masing-masing sebanyak genap dan “2” sebanyak
ganjil
Berdasarkan ketentuan tersebut, angka “0” dan “1” muncul sebanyak
bilangan genap (0, 2, 4, …), angka “2” muncul sebanyak bilangan ganjil
(1, 3, 5,…)..
2
𝑥2 𝑥4 𝑥3 𝑥5
𝑃(𝑥) = (1 + + + ⋯ ) (𝑥 + + +⋯)
2! 4! 3! 5!

𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥 2 𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
=( ) ( )
2 2
𝑒 2𝑥 +𝑒 −2𝑥 +2 𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
=( )( )
4 2
𝑒 3𝑥 −𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥 −𝑒 −3𝑥 +2𝑒 𝑥 −2𝑒 −𝑥
= 8
1
= 8 (𝑒 3𝑥 − 𝑒 𝑥 + 𝑒 −𝑥 − 𝑒 −3𝑥 + 2𝑒 𝑥 − 2𝑒 −𝑥 )
1 (3𝑥)𝑛 (𝑥)𝑛 (−𝑥)𝑛 (−3𝑥)𝑛
= 8 [∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0 + ∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0 +
𝑟! 𝑟! 𝑟! 𝑟!
(𝑥)𝑛 (−𝑥)𝑛
2 ∑∞
𝑛=0 − 2 ∑∞
𝑛=0 ]
𝑟! 𝑟!

𝑥𝑛
Jadi, banyaknya barisan yang dimaksud = koefisien dalam 𝑃(𝑥) yaitu:
𝑛!
1
𝑎𝑛 = 8 [3𝑛 − 1𝑛 − (−1)𝑛 − (−3)𝑛 + 2(1)𝑛 − 2(−1)𝑛 ]

18
0 , 𝑛 = genap
𝑛
𝑎𝑛 = { 3 + 1
, 𝑛 = ganjil
4

c. Angka “0”, “1”, dan “2” masing-masing sebanyak ganjil


3
𝑥3 𝑥5
𝑃(𝑥) = (𝑥 + + +⋯)
3! 5!
𝑒 2𝑥 +𝑒 −2𝑥 −2 𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥
=( )( )
4 2
𝑒 3𝑥 −𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥 −𝑒 −3𝑥 −2𝑒 𝑥 +2𝑒 −𝑥
= 8
1
= 8 [𝑒 3𝑥 − 𝑒 𝑥 + 𝑒 −𝑥 − 𝑒 −3𝑥 − 2𝑒 𝑥 + 2𝑒 −𝑥 ]
1 (3𝑥)𝑛 (𝑥)𝑛 (−𝑥)𝑛 (−3𝑥)𝑛
= 8 [∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0 + ∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0 −
𝑟! 𝑟! 𝑟! 𝑟!
(𝑥)𝑛 (−𝑥)𝑛
2 ∑∞
𝑛=0 + 2 ∑∞
𝑛=0 ]
𝑟! 𝑟!
𝑥𝑛
Jadi, banyaknya barisan yang dimaksud = koefisien dalam 𝑃(𝑥) yaitu:
𝑛!
1
𝑎𝑛 = 8 [3𝑛 − 1𝑛 − (−1)𝑛 − (−3)𝑛 − 2(1)𝑛 + 2(−1)𝑛 ]

0 , 𝑛 = genap, 𝑛 = 1
𝑛
𝑎𝑛 = {3 − 3
, 𝑛 = ganjil, 𝑛 > 1
4

Contoh 9:
Tentukan banyak barisan quartenair 𝑛-angka yang memuat:
a. Angka “0” dan “1” masing-masing genap dan angka “2” dan “3”
masing-masing ganjil
b. Angka “1” paling sedikit satu, dan angka-angka yang lain masing-
masing sebanyak bilangan ganjil

Penyelesaian:

a. Angka “0” dan “1” masing-masing genap dan angka “2” dan “3”
masing-masing ganjil.

19
Berdasarkan ketentuan tersebut, angka “0” dan “1”muncul sebanyak
bilangan genap (0, 2, 4, ..), angka “2” dan “3”muncul sebanyak
bilangan ganjil (1, 3, 5, …).
𝑥2 𝑥4 𝑥6 𝑥3 𝑥5 𝑥7
𝑃(𝑥) = (1 + + + + … )2 (𝑥 + + + + … )2
2! 4! 6! 3! 5! 7!
𝑒 𝑥 + 𝑒 −𝑥 2 𝑒 𝑥 − 𝑒 −𝑥 2
= ( ) ( 2 )
2
1 1
= (𝑒 2𝑥 + 2 + 𝑒 −2𝑥 ) (𝑒 2𝑥 − 2 + 𝑒 −2𝑥 )
4 4
1
= (𝑒 4𝑥 + 1 + 1 + 𝑒 −4𝑥 − 4)
16
1
= (𝑒 4𝑥 + 𝑒 −4𝑥 − 2)
16
1 (4𝑥)𝑛 (−4𝑥)𝑛
= [∑∞
𝑛=0 + ∑∞
𝑛=0 ]
16 𝑛! 𝑛!

𝑥𝑛
Sehingga, banyaknya barisan = koefisien dari dalam 𝑃(𝑥) adalah
𝑛!
1
𝑎𝑛 = [4𝑛 + (−4)𝑛 ]
16

0, bila 𝑛 ganjil
𝑎𝑛 =
22𝑛−3 , bila 𝑛 genap

b. Angka “1” paling sedikit satu, dan angka-angka yang lain masing-masing
sebanyak bilangan ganjil.
Berdasarkan ketentuan tersebut, angka “1” harus muncul paling sedikit
satu, dan angka-angka lain (0, 2, 3) muncul masing-masing sebanyak
bilangan ganjil (1, 3, 5, …).
3
𝑥2 𝑥3 𝑥3 𝑥5
𝑃(𝑥) = (𝑥 + + + … ) (𝑥 + + )
2! 3! 3! 5!

𝑒 𝑥 − 𝑒 −𝑥 3
= (𝑒 𝑥 − 1) ( )
2
1
= (𝑒 𝑥 − 1) 8 (𝑒 3𝑥 − 3𝑒 𝑥 + 3𝑒 −𝑥 − 𝑒 −3𝑥 )
1
= (𝑒 4𝑥 − 𝑒 3𝑥 − 3𝑒 2𝑥 + 3𝑒 𝑥 + 3 − 3𝑒 −𝑥 − 𝑒 −2𝑥 + 𝑒 −3𝑥 )
8

20
1 (4𝑥)𝑛 (3𝑥)𝑛 (2𝑥)𝑛 (𝑥)𝑛
= [∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑟=0 − 3 ∑∞
𝑟=0 + 3 ∑∞
𝑛=0 −
8 𝑛! 𝑛! 𝑛! 𝑛!
(−𝑥)𝑛 (−2𝑥)𝑛 (−3𝑥)𝑛
3 ∑∞
𝑛=0 − ∑∞
𝑛=0 + ∑∞
𝑛=0 ]
𝑛! 𝑛! 𝑛!
𝑥𝑛
Sehingga, banyaknya barisan = koefisien dari dalam 𝑃(𝑥) adalah
𝑛!

1 𝑛
𝑎𝑛 = . [4 − 3𝑛 − 3. 2𝑛 + 3 − 3(−1)𝑛 − (−2)𝑛 + (−3)𝑛 ] ; 𝑛 ≥ 4
8
Untuk 𝑛 = 4
1 4
𝑎𝑛 = . [4 − 34 − 3. 24 + 3 − 3(−1)4 − (−2)4 + (−3)4 ]
8
1
= . [256 − 81 − 48 + 3 − 3 − 16 + 81]
8
1
= [192]
8
= 24 barisan

Bukti:
0123 1023 2123 3012
0132 1032 2132 3021
0213 1203 2213 3102
0312 1302 2312 3201
0231 1230 2031 3120
0132 1320 2301 3210
Terbukti ada 24 barisan yang bisa dibentuk

21
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Fungsi Pembangkit Untuk Permutasi :
a. Proposisi 1.4.1
Jika terdapat k1 obyek tipe satu, k2 obyek tipe dua,dan kn obyek tipe n,
maka banyaknya cara “menjajar” obyek-obyek ini adalah :
(∑𝒏𝒊=𝟏 𝒌𝒊 )!
𝒌𝟏 ! 𝒌𝟐 ! … 𝒌𝒏 !
b. Proposisi 1.4.2
Misal terdapat 𝑝 macam (tipe) obyek dengan 𝑛𝑖 obyek tipe 𝑖 untuk 1 <
𝑖 < 𝑝. Maka banyaknya permutasi dengan panjang 𝑘 dengan paling
𝑥𝑘
banyak 𝑛𝑖 obyek tipe 𝑖 sama dengan koefesien dalam funsi
𝑘!

pembangkit eksponensial.
𝑥2 𝑥 𝑛1 𝑥2 𝑥 𝑛2
𝑃(𝑥) = (1 + 𝑥 + +⋯+ ) (1 + 𝑥 + + ⋯ + )…
2! 𝑛1 ! 2! 𝑛2 !
𝑥2 𝑥 𝑛𝑝
(1 + 𝑥 + + ⋯+ )
2! 𝑛𝑝 !
c. Proposisi 1.4.3:
𝑛
𝑥2 𝑥3 𝑛2 𝑥 2 𝑛3 𝑥 3
1) (1 + 𝑥 + + + ⋯ ) = 1 + 𝑛𝑥 + + +⋯
2! 3! 2! 3!
𝑒 𝑥 +𝑒 −𝑥 𝑥2 𝑥4 𝑥6
2) = 1+ + + +⋯
2 2! 4! 6!
𝑒 𝑥 −𝑒 −𝑥 𝑥3 𝑥5 𝑥7
3) =𝑥+ + + +⋯
2 3! 5! 7!

Barisan kuarternair adalah barisan yang suku-sukunya hanya


menggunakan angka-angka 0, 1, 2, 3. Barisan kuarternair r-angka adalah
barisan kuarternair denggan panjang r. Misal 1200323 atau 3101121 adalahh
barisan kuarternair 7 angka. Sedangkan, barisan binair adalah barisan yang
suku-sukunya hanya menggunakan angka 0 atau 1. Barisan binair r-angka

22
adalah barisan binair dengan panjang r. contoh: 101001 atau 100111 adalah
barisan binair 6 angka.

B. Saran
Demikianlah penyusunan makalah ini, kami sadar bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan
kemampuan kami atau kurangnya referensi.Maka dari itu kritik dan saran
yang bersifat membangun dari para pembaca sangat kami harapkan untuk
perbaikan makalah kami selanjutnya.Semoga makalah ini berguna bagi para
pembacanya dan bisa menambah ilmu pengetahuan kita semua.Amin.

23
DAFTAR PUSTAKA
Heri Sutamo, dkk. 2003. Matematika Diskrit. Bandung: Jurusan Matematika UPI
& JICA.
Ketut Budayasa. 1994. Matematika Diskrit. Surabaya: University Press Unesa

Kenneth , H. Rossen. 1999. Discrete mathematics and its application. Singapore:


McGraw-Hill International.

24