Anda di halaman 1dari 9

BAB II

IDENTITAS DAN RINGKASAN JURNAL

Identitas Jurnal:

1. Judul :Pemetaan Marker AFLP untuk Membuat Peta Genetik Bit Gula

2. Peneliti : Asep Setiawan

3. Tahun terbit : 2001

4. Tempat : Institut Teknologi Bandung

5. Kota : bandung

6. Volume : (29) (2) 40 - 49 (2001)

Peta genetik terbukti bermanfaat sebagai alat untuk Peta keterpautan dengan jarak antar
marker lebih ,studi genetik. Pembuatan peta genetik pada dasanya daTi 5 cM dikategorikan
sebagai peta. (Suzuki et al., 1986). Length Polymorphism (AFLP) yan menjanjikan hasil –oil
Dua gen dikatakan terpaut apabila allel-allel dari bebas dari artefak daD dapat diandalkan
telah ~,; kedua gen yang berasal dari tetua yang sarna sering atau diperkenalkan oleh Vos et
al. (1995). Keunggulan : senantiasa dijumpai pada individu yang sarna. Jarak AFLP selain
untuk tanaman telah pula ditunjukkan oleh antara dua gen yang terpaut dinyatakan dalam cM.
Satu Majer et al. (1996) untuk studi biologi molekular didefinisikan sebagai peluang, bahwa
1% rekom- keragaman genetik pada cendawan. Pembinan akan dijumpai dari suatu
persilangan Gen dengan Teknik AFLP berbasiskana mplifikasi selektif dari i l jarak I cM
akan lebih sulit terpisah dibanding gen fragmen-fragmenD NA hasil restriksi dari total
genomic dengan jarak 2 cM. Dengan berkembangnyam arka DNA dengane nsim restriksi
endonuklease(V os et al., molekular, keterpautan genetik kini menjadi semakin 1995). Teknik
ini melibatkan tiga tahapan utama yaitu: penting untuk dikaji daD penggunaannyas emakin
Restriksi DNA daD ligasi adapter-adaptera,meluas tidak hanya oleh ahli genetik tapi juga
oleh para selektif dari fragment-fragmen restriksi (restriction pemulia dan ahli biologi
molekular. fragments), daD analisis gel dari produk amplifikasi. Petak eterpautanb
erdensitasti nggi untuk beberapa I: tanaman seperti padi dengan 1300 marker (Kurata et al ,
1994), tomat dengan 1030 marker (Tanksley, et al., Tujuan 1992), daD Kedelai dengan 840
marker (Keirn et al.,ij ] 997). Peta keterpautan dengan densitas tinggi dapat Studi ini
bertujuan untuk menilai efisiensi AFLP berfungsi untuk berbagai keperluan seperti untuk
marker dalam menghasilkan marker polimorf, memkromosom walking (Wickman dan
Williamson, 1991), bandingkan dua ensim pemotong jarang yaitu Eco RI .
Tujuan Studi ini bertujuan untuk menilai efisiensi AFLP berfungsi untuk berbagai keperluan
seperti untuk marker dalam menghasilkan marker polimorf, memkromosom walking
(Wickman dan Williamson, 1991), bandingkan dua ensim pemotong jarang yaitu Eco RI
marker-basesde lection untuk memepercepat pogram dan Pstl dalam menghasilkanm arker
polimorf dan I 1 pemuliaan(T anksleye t al., 1989;P atersoent al., 1988) membuatp eta
keterpautanm arker pada tanaman bit ~ Dan untuk mendeteksi dan karakterisasi lokus yang
gula yang akan digunakan pada tahap selanjutnya yaitu mengendalikan sifat kuantitatif atau
untuk memfasilitasi sebagai basis pemetaan QTL bagi sifat resistensi.
Dalam penelitian ini 189 DNA total dari tanaman mengandung DNA selanjutnya
dipindahkan ke tabung F2 dan tetuanya dianalisa menggunakan teknik AFLP. 50 ml lain yang
baru. Isopropanol ditambahkan lalu Delapan primer kombinasi Eco RI/Msel (ElM) dan
tabung ditaruh dalam es selama 30 menit. Setelah DNA enam primer kombinasi PstI/Msel
(PIM) digunakan terpresipitasi, selanjutnya DNA dipindahkan kedalam dalam penelitian ini.
Ke 15 primer kombinasi ini tabung reaksi 2ml. Pelarutan DNA selanjutnya diperoleh d'iifi
basil screening primer yang dilakukan dilakukan dengan menggunakan I - 2 ml O. I x TE.
terhadap 7 tanaman F2.
Banyak peta marker telah disusun dengan adapter Msel), setlap prImer memlllkl satu dengan
menggunakan AFLP marker. Pacta bit gula n~kleotida selektif. Preamplifikasi ~an
amplifikasi misalnya oleh Schondelmaiere t al. (1996) dan Barnes dllakukan d~ngan
.menggunakanP erkIn Elmer 9~00. et al. (1996). Penyusunanp etam arker berdensitasti.
Pelabelan prImer dllakukan dengan cara melabel prImer pada kentang juga telah dilakukan
oleh Qi dan Lindhout i dlkenakan deteksl (Schondelmaier, et al., 1996). Studi ini juga
gunakan film smar X (Kodak Blomax MR-I, Eastman menunjukan hal serupa AFLP dinilai
efisien (Kodak) selama2 - 3 hari dalam kasetf ilm sinar X. menghasilkanp ita polimorf.
BAB III
KEUNGGULAN JURNAL
A. Kegayutan antar Elemen
Pada jurnal ini membahas tentang ). Keunggulan : senantiasa dijumpai pada individu
yang sarna. Jarak AFLP selain untuk tanaman telah pula ditunjukkan oleh antara dua gen
yang terpaut dinyatakan dalam cM. Satu Majer et al. (1996) untuk studi biologi molekular
didefinisikan sebagai peluang, bahwa 1% rekom- keragaman genetik pada cendawan.

B. Originilitas Temuan
Pada jurnal ini originalitas temuan sangat baik dan jurnal ini merupakan terusan atau
memperbaiki dari jurnal sebelumnya yang kurang dalam hasil penelitian.

C. Kemutakhiran Buku
Dijelaskan secara teori atau literatur dan diberikan sebuah tabel kemudian pada tabel
jurnal tersebut diberi penjelasan kembali sehingga pembaca mudah memahami apa
maksud dari hasil peneliatan.

D. Kohesi dan Koherensi Hasil Penelitian


Kohesi pada jurnal sangat baik karena menggunakan bahasa yang jelas dan penulisan
istilah ditulis sesuai dengan aturan. Dan koherensi nya sangat berkaitan antara
pendahuluan dan pembahasan sehingga kalimat memiliki kesatuan makna yang utuh.
BAB IV
KELEMAHAN JURNAL
A. Kegayutan antar elemen
Terdapat banyak kesalahan dalam pembuatan catatan kaki. Sehingga pembaca sedikit
rumit ketika membaca isi jurnal tersebut.
B. Originalitas Temuan
Semua dilengkapi sumber dan daftar pustaka yang baik sehingga tidak terdapat kesalahan
pada originalitas temuan pada jurnal .
C. Kemutakhiran Masalah
Kemutakhiran pada jurnal ini adalah harus memperhatikan pembahasan secara jelas dan
memberikan keterangan pada istilah penting yang tidak diketahi banyak orang. Dan
sebaiknya jurnal yang dilampirkan memiliki kerapian baik dalam penulisan maupun
penampilan harus bisa menuai banyak minat pembaca.

D. Kohresi dan Koherensi

Pada jurnal ini hanya membutuhkan gambar yang jelas. Karena gambar grafik yang
ditemui pada jurnal ini tidak dapat dibaca dan tidak dapat dijelaskan bagaimana kaitan
dengan pembahasannya.
BAB V

IMPLIKASI

a. Teori/Konsep
Sebagai mahasiswa, Teori dan konsep pada jurnal ini sangat terbantu dengan adanya jurnal
imi menjelaskan materi dengan bahasa yang mudah dipahami walaupun banyak terdapat
istilah-istilah biokimia, karena teori/konsep dari kedua buku sudah cukup baik untuk
pembahasan materi.
b. Program Pembangunan di Indonesia
Materi didalam jurnal ini sangat berguna untuk referensi dalam mengembangkan penelitian
tentang peta genetika di Indonesia sehingga mendorong progam pembangunan dalam
penelitian.
c. Analisis Mahasiswa
Menurut saya, jurnal ini cukup baik untuk dijadikan sebagai sumber rujukan ilmiah,
ataupun bahan bacaan yang dijadikan sebagai tinjauan pustaka dari karya tulis ilmiah,
ataupun sebagai acuan sebagai konsep jurnal selanjutnya untuk diaplikasikan dalam peran
biomedis.
BAB VI
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil jurnal ini memiliki banyak kelebihan terutama dari segi
kegunaan untuk melakukan penelitian tentang pemetaan genetika. Untuk menyusun peta
genetik dari populasi F2 Selanjutnya daun di masukkan dalam kantong plastik basil silangan
dua tetua yaitu no 93 164P dan no. 95098P dan dikeringkan dengan pengering vakum
(vacuum- digunakan program Mapmaker/EXP 3.0 (Lander et al., dryer) selama 3 hari. Daun
yang telah kering 1987; Lincoln et al., 1993). Marker-marker dalam selanjutnya disimpan
pacta suhu 20 ° C menunggu saat kromosom dikatakan terpaut apabila mereka tidak
ekstraksit iba

B. SARAN

Jurnal ini cukup baik untuk dijadikan sebagai sumber rujukan ilmiah, ataupun bahan bacaan
yang dijadikan sebagai tinjauan pustaka dari karya tulis ilmiah, ataupun sebagai acuan
sebagai konsep jurnal selanjutnya untuk diaplikasikan dalam peran biomedis.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Genetika berasal dari kata genetikos yang artinya “Genitive”. Genetika adalah bagian
dari Biologi yang mempelajari masalah gen, keturunan, dan variasi makhluk hidup. Juga
mengenai bagaimana proses seseorang melanjutnkan gen-gen miliknya kepada anak-anaknya.
Struktur molekul dan fungsi dari gen. Misalnya saja tinggi, warna rambut, warna kulit dan
warna mata.
Gen mengandung informasi yang pentung dalam mensintesis protein, yang mana
memiliki peran penting dalam mempengaruhi, walau dalam beberapa contoh, tidak
sepenuhnya menentukan, phenotip akhir dari organisme. Karena Gen adalah Universal untuk
semua organisme, genetik bisa diaplikasikan untuk semua sistem kehidupan. Dari virus
hingga bakteri, melalui tanaman dan hewan jinak ke manusia. Walaupun sudah diketahui
sejak jaman prasejarah, ilmu genetika modern yang memahami proses penurunan sifat
dimulai dari George Mendel di abad 19. Makalah ini dibuat sebagai bahan tugas genetika
yang membahas tentang ilmu genetika mencangkup masalah pemetaan kromosom, sifat-sfat
yang memepengaruhi seks dan sifat terbatas pada salah satu seks dan pautan dan pindah
silang kromosom.
B. Rumusan Masalah𝟐𝟏
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makala ini adalah
1. Apa yang dimaksud dengan pemetaan genetik?.
2. Apa saja sifat-sfat yang mempengaruhi?
3. Apa yang dapat disimpulkan dari isi jurnal tersebut?
C. Tujuan
Adapun tujuan dibuatnya makala ini adalah :
1. Untuk mengetahui mengenai pemetaan genetik.
2. Untuk mengatahui sifat-sifat yang yang mempengaruhi pemetaan genetik.
3. Untuk mengetahui mengenai kesimpulan hasil dari penelitian.
CRITICAL JURNAL REVIEW

“Pemetaan Marker AFLP untuk Membuat Peta Genetik Bit Gula”

Disusun Oleh :

Dini Wahyuni (4163341018)

Pendidikan Biologi Ektensi A 2016

JURUSAN BIOLOGI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
DAFTAR ISI

Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ............................................................................................. 1
Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
Manfaat Pembuatan Makalah ...................................................................... 1

BAB II KAJIAN TEORI

IDENTITAS DAN RINGKASAN................................................................4

BAB III KELEBIHAN JURNAL

KELEBIHAN JURNAL .............................................................................. 5

BAB IV KELEMAHAN WEBSITE

KELEMAHAN JURNAL ............................................................................ 6

BAB V IMPLIKASI

Terhadap Pendidikan ................................................................................... 7


Terhadap Masyarakat................................................................................... 7

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan .................................................................................................. 8
Saran ........................................................................................................... 8