Anda di halaman 1dari 27

PELATIHAN ONLINE 2018

KEBUMIAN – PAKET 6
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

UNSUR ATMOSFER (II): TEKANAN, KELEMBAPAN & ANGIN

BAGIAN I – TEKANAN
Perlu diingat bahwa atmosfer dikontrol oleh gaya gravitasi bumi, sehingga pada bagian bawah
atmosfer, massa yang tertarik gravitasi akan semakin banyak, dan semakin ke atas semakin sedikit.
Akibatnya, molekul udara akan lebih banyak terkonsentrasi pada bagian bawah dan memberikan
tekanan yang lebih besar. Tekanan didefinisikan sebagai besarnya tenaga yang bekerja pada luas
dasar suatu kolom tertentu. Besarnya tekanan udara diseragamkan dengan besaran tekanan
atmosfer di permukaan laut, sebesar 1013,25 mb = 1013,25 hPa = 29.92 in Hg. Pada peta persebaran
tekanan, daerah-daerah yang memiliki nilai tekanan yang sama besar dihubungakan dengan garis
isobar.

Tekanan & Ketinggian (Hubungan Vertikal)


Semakin ke bawah (mendekati permukaan bumi), kolom udara yang menekan akan semakin tinggi,
oleh karena itu, molekul yang menekan juga semakin banyak, sehingga tekanan yang dialami oleh
sebuah titik akan besar. Di dalam troposfer, kita mengetahui bahwa semakin tinggi, maka
temperatur akan semakin menurun, begitu pula dengan tekanan yang dikontrol oleh jumlah
molekul. Akibatnya, dalam hubungan vertikal ini, temperatur dan tekanan berbanding lurus.

[1]

Tekanan & Suhu (Hubungan Horizontal)


Ahli meteorologi lebih banyak bekerja pada komponen horizontal dibandingkan vertikal, sehingga
pemahaman tentang faktor terhadap komponen horizontal lebih penting.

Ingat kembali bahwa suhu adalah derajat gerakan molekul dalam paket udara (energi kinetik) dari
sebuah zat. Misalnya di Bandung yang dingin, udaranya akan berkumpul lebih padat karena sifat
udara yang terkompresi ketika dingin, akibatnya densitas kolom meningkat, begitu pula dengan
tekanannya. Di Jakarta yang panas, molekul gas bergerak cepat sehingga molekulnya bergerak saling
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

berjauhan, dan dikatakan bersifat ekspansi (kurang padat), akibatnya tekanannya juga berkurang.
Dalam hal ini, suhu dan tekanan dikatakan berbanding terbalik.

[2]

Tekanan & Uap air/Kelembapan


Jumlah uap air dalam sebuah volume mempengaruhi densitasnya. Pernahkah kamu merasa bahwa
ketika udara panas dan lembap, kamu merasa tertekan dan berat? Udaranya terasa berat, padahal
sebenarnya tidak. Hal ini lebih dipengaruhi oleh komposisi udara itu sendiri. Pada udara kering yang
tidak ada uap air, N2 dan O2 akan hadir semakin banyak. Massa molekul mereka jauh lebih berat
ketimbang H2O. Oleh karena itu, seharusnya pada hari yang panas dan lembap, seharusnya udara
terasa lebih ringan.

BAGIAN II – ADIABATIK DAN KELEMBAPAN


Dalam memahami proses adiabatik, kita terlebih dahulu harus memahami hukum termodinamika.

…(1)

…(2)

adalah perubahan kalor, dikatakan (+) ketika sistem menerima kalor dari lingkungan di
sekitarnya, (-) ketika mendapatkan kalor dari lingkungan.

adalah perubahan suhu, dikatakan (+) ketika suhu akhir lebih tinggi dari awal, (-) sebaliknya.

adalah perubahan volume, bernilai (+) ketika volume sistem bertambah, (-) ketika berkurang.

adalah perubahan tekanan, bernilai (+) ketika tekanan sistem naik/akhir lebih tinggi dari awal, (-)
sebaliknya.

adalah bahang spesifik, tiap satuan massa pada volume tetap.


PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

adalah bahang spesifik, tiap satuan massa pada tekanan tetap.

Persamaan (1) menunjukkan perubahan kalor ketika terjadi perubahan suhu ( ) dan perubahan
volume sistem ( ) dengan tekanan yang konstan, sementara persamaan (2) menunjukkan
perubahan kalor ketika terjadi perubahan suhu ( ) dan perubahan tekanan ( ) dengan volume
sistem tetap.

Sehingga, hukum pertama termodinamika dapat dirumuskan sebagai berikut:

Kalor yang dipertukarkan = perubahan energi internal + kerja yang dilakukan.

Umumnya, persamaan ke dua lebih banyak digunakan karena faktor yang diamati lebih mudah,
yakni perubahan suhu dan tekanan yang mudah diukur, sementara volume dianggap tetap.

Proses Adiabatik Kering


Proses adiabatik adalah proses dimana tidak ada pertukaran bahang (panas) antara sistem dan
lingkungannya. Dikatakan adiabatik kering apabila massa udara di dalamnya adalah udara kering
(tidak mengandung uap air). Karena proses adiabatik tidak melibatkan pertukaran kalor, maka =0,
sehingga:

…(3)

Karena dengan menganggap massa adalah 1 kg (atau membandingkan volume langsung


dengan massa jenis (ρ), maka:

…(4)

Misalnya paket udara adalah kering. Jika paket ini naik vertikal ke atas pada jarak z, maka tekanan
akan berubah sebesar p, menyesuaikan dengan tekanan atmosfer di sekelilingnya (semakin ke atas
tekanan semakin berkurang karena tinggi kolom udara semakin berkurang, massa yang menekan
juga semakin berkurang, sehingga tekanan menurun). Dalam proses adiabatik tidak terjadi
pertukaran kalor. Udara di sekelilingnya dianggap diam, sehingga berlaku persamaan hidrostatik:

…(5)

Coba substitusi persamaan (5) pada (4), maka akan didapatkan persamaan:

[ ] …(6)

Kalau paket bergerak ke atas, akan bernilai (+), akan bernilai (-), yang menunjukkan suhu
semakin menurun dengan bertambahnya ketinggian. Ini berlaku sebaliknya, sehingga dapat ditulis:

[ ] …(6)

…(7)

adalah laju penurunan adiabatik kering, sehingga apabila dimasukkan nilai g = 9,81 m/s2 dan =
0,24 cal/g, maka bernilai 0.98oC/100 m ≈ 1oC/100 m.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

Kelengasan Udara (Kelembapan)


Udara lengas adalah campuran udara kering dan uap air. Bahang laten yang dikandung oleh uap air
sangat penting untuk sirkulasi atmosfer dan perkembangan berbagai gangguan atmosfer (badai, dll).
Selain itu, distribusi vertikal uap air mempengaruhi kestabilan atmosfer melalui pendinginan dan
pemanasan adiabatik. Terdapat berbagai macam jenis dan unsur udara lengas, yakni:

a. Kelempaban mutlak: banyaknya uap air (gram) dalam 1 m3 udara lengas, dinyatakan dalam
g/m3.
b. Perbandingan/nisbah campuran (mixing ratio; x): perbandingan antara banyaknya uap air
(gram) + banyaknya udara kering (kg) yang terdapat di dalam udara lengas tersebut, dinyatakan
dalam g/kg.
c. Kelembapan spesifik (q): banyaknya uap air (gram) yang terdapat dalam 1 kg udara lengas,
dinyatakan dalam g/kg.
d. Tekanan uap/tekanan parsial uap air (e): tekanan yang disebabkan oleh uap air yang terdapat di
dalam atmosfer, dinyatakan dalam mb (1 mb = 100 N/m2 = 103 dyne/cm2).
e. Kelembapan nisbi/relatif (r): perbandingan (%) antara tekanan uap air dan tekanan uap air
jenuh pada suhu yang sama. Kelembapan ini paling banyak digunakan karena mudah diukur
dengan termometer bola basah dan bola kering.
… (8)
f. Suhu titik embun (titik embun): suhu saat udara akan menjadi jenuh kalau udara tersebut
didinginkan pada tekanan konstan, tanpa penambahan atau pengurangan uap air.

Prinsip utama: semakin turun suhu, makin besar kelembapan nisbi, sebaliknya, makin naik suhu
makin kecil kelembapan nisbi.

Adiabatik basah & pendinginan-pemanasan adiabatik


Apabila udara lengas naik ke atas secara adiabatik, maka suhu akan menurun (begitu juga pada
adibatik kering). Dengan turunnya suhu, kelembapan nisbi akan bertambah, sehingga pada suatu
saat, uap air di dalam paket akan menjadi jenuh dan terjadi kondensasi. Selama belum tercapai
kondensasi, penurunan suhu mengikuti proses adiabatik kering dengan laju penurunan 1 oC/100 m.
Saat terjadi kondensasi, dilepaskan bahang laten, namun karena bersifat adiabatik, bahang ini tidak
keluar dari paket namun digunakan untuk memanaskan paket udara tersebut. Akibatnya, penurunan
suhu tetap berlangsung, namun dengan laju yang lebih kecil, dengan konstanta adiabatik
jenuh/basah ( ) senilai 0,5oC/100 m.

Bila paket terus dinaikkan, kondensasi akan berlangsung terus sehingga tercapai keadaan semua uap
air yang ada di dalam paket terkondensasi. Paket udara akan menjadi kering. Sehingga, laju
penurunan paket akan mengikuti adibatik kering kembali.

BAGIAN II – DIAGRAM TERMODINAMIK


Diagram termodinamik merupakan diagram yang menunjukkan kesetimbangan termodinamis udara
pada kondisi tertentu. Diagram yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah diagram aerologis
atau disebut juga diagram miring Herlofson T–log P (atau diagram T–log P saja). Diagram ini
merupakan gabungan antara garis suhu (isoterm), tekanan (isobar), perbandingan campuran (mixing
ratio), adiabatik kering dan jenuh.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

Garis isobar biasanya horizontal (satuan mb).


Garis isoterm biasanya miring ke kanan (satuan oC).
Garis mixing ratio biasanya miring ke kanan putus-putus.
Garis adiabatik kering biasanya miring ke kiri tegas.
Garis adiabatik jenuh biasanya miring ke kiri putus-putus.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

BAGIAN III – ANGIN


Angin merupakan udara yang bergerak, atau gerak nisbi (relatif) atmosfer terhadap permukaan
bumi. Angin tebentuk karena adanya perbedaan tekanan antara dua daerah dan mengalir dari
tempat dengan tekanan tinggi ke tekanan rendah. Pada umumnya, terdapat empat buah gaya yang
mempengaruhi pembentukan angin:

a. Gaya Gradien Tekanan


Adalah gaya yang terbentuk akibat penyebab thermal atau penyebab mekanis antara dua
tempat yang memiliki perbedaan tekanan. Gaya ini dirumuskan dengan:

Gaya gradien tekanan dalam arah n yang bekerja pada satu satuan massa udara ( ),
berbanding lurus dengan gradien tekanan dalam arah n ( ) dan berbanding terbalik dengan
massa jenis udara ( ). Tanda minus menyatakan bahwa arah selalu dari tekanan tinggi ke
tekanan rendah.

[4]

b. Gaya Coriolis
Adalah gaya fiktif (imajiner/tidak nyata) yang muncul pada sistem koordinat yang tidak inersial,
yaitu sistem koordinat yang ikut berotasi bersama bumi. Dalam meteorologi, koordinat ini
adalah garis lintang dan bujur. Contoh dari gaya ini adalah apabila kita meluncurkan roket dari
kutub ke khatulistiwa pada garis lurus (bujur yang sama), maka roket tidak akan sampai pada
titik yang dimaksud, namun melenceng. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan kecepatan
rotasi antara titik di kutub (yang bergerak lambat) dan di khatulistiwa (yang bergerak cepat).
Untuk ilustrasi lebih lanjut, silakan lihat video berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=i2mec3vgeaI,
https://www.youtube.com/watch?v=dt_XJp77-mk

Pada belahan bumi utara (BBU), setiap gerak dibelokkan ke kanan, pada BBS dibelokkan ke
kiri.

Kecepatan gaya ini dirumuskan dengan:


PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

Dengan adalah kecepatan benda yang bergerak, kecepatan sudut rotasi bumi (7,27 x 10-5
rad/s), besarnya derajat lintang (rad). dapat disingkat sebagai parameter coriolis ( ).
Besarnya gaya coriolis adalah:

Dari persamaan tersebut, untuk kecepatan yang sama, pengaruh corolios terbesar adalah di
kutub, karena sin 90o=1, sementara di khatulistiwa tidak ada gaya coriolis (gaya ini hilang),
karena sin 0o=0.

[5]

c. Gaya Gesekan
Gaya ini bekerja pada udara yang bergerak dekat dengan permukaan bumi. Gaya ini bersifat:

 makin kasar permukaan, makin besar gesekan


 makin ke atas permukaan bumi, efeknya makin kecil
 jauh lebih kecil di lautan daripada di daratan.

d. Gaya Gravitas
Merupakan gaya gabungan dari gaya gravitasi dan gaya sentrifugal yang disebabkan oleh rotasi
bumi terhadap porosnya.

Angin Geostrofik
Merupakan angin yang bergerak sejajar dengan isobar dan kecepatannya tetap. Angin ini terbentuk
akibat pengaruh gaya gradien tekanan yang horizontal dan gaya coriolis, dengan menganggap gaya
gesekan tidak bekerja.

Misalkan sebuah paket bergerak di BBU, pada dua isobar sejajar (dari H ke L), yang disebabkan oleh
gaya gradien tekanan. Pada saat paket bergerak dari khatulistiwa, gaya coriolis adalah O. Ketika
mendekati lintang yang lebih tinggi, gaya coriolis bekerja dengan berlawanan arah, sehingga muncul
gaya resultan antara coriolis dan gradien tekanan (dinyatakan dengan arah angin, panah warna
ungu). Karena adanya gaya coriolis, paket dibelokkan ke kanan (ingat, di BBU). Semakin lama,
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

gerakannya juga semakin lambat karena gaya gradien tekanan dilawan oleh gaya coriolis. Pada titik
akhir, gaya gradien tekanan sama besarnya dengan gaya coriolis, namun arahnya saja yang berbeda.
Akibatnya, angin akan bergerak lurus sejajar dengan isobar. Angin inilah yang dinamakan angin
geostrofik.

[6]

Kecepatan angin geostropik diturunkan dari prinsip:

(tanda negatif menunjukkan arah yang berlawanan)

(m dianggap=1), sehingga

[ ]

Angin Gradien
Merupakan angin yang terbentuk sebagai resultan dari gaya gradien tekanan dan gaya coriolis yang
bekerja mengikuti lintasan yang melengkung. Gaya resultan ini merupakan gaya sentripetal.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

[7]

Gaya ini menghasilkan gerakan siklonik dan antisiklonik, yang saling berlawanan arah di BBU dan
BBS.

[8]

JENIS-JENIS ANGIN
Angin dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni angin yang bersifat lokal dan regional (monsun):

a. Angin Lokal
 Angin darat vs angin laut
Angin ini disebabkan oleh perbedaan sifat thermal antara darat dan laut: (1) Albedo
permukaan lebih besar dibandingkan albedo laut, sehingga radiasi matahari lebih banyak
dipantulkan oleh daratan ketimbang lautan; (2) laut transparan sehingga radiasi dapat
menembus dengan mudah; (3) bahang spesifik air lebih besar dari daratan, sehingga untuk
menaikkan suhu hingga titik yang sama, air memerlukan energi yang lebih besar. Singkatnya,
air lebih sulit dipanaskan maupun didinginkan dibandingkan daratan.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

Oleh karena itu, pada siang hari, daratan akan lebih panas sehingga udara di atasnya
mengembang. Bagian bawahnya akan menurun, sementara bagian atasnya akan naik.
Akibatnya, udara akan bergerak dari laut ke darat di dekat permukaan (sementara di bagian
atas, udara bergerak dari darat ke laut, namun dapat diabaikan karena jauh dari
permukaan), sehingga terjadilah angin laut pada siang hari. Pada malam hari, terjadi
pendinginan daratan sementara lautan masih relatif panas. Akibatnya, isobar di atas lautan
lebih mengembang dibandingkan daratan. Oleh karena itu, di dekat permukaan, udara akan
mengalir dari daratan menuju lautan, terjadilah angin darat pada malam hari.

[10]
 Angin gunung (katabatik) vs angin lembah (anabatik)
Prinsipnya sama dengan angin darat dan laut, namun gunung yang mendapatkan penyinaran
lebih lama dianggap sebagai darat (karena untuk memanaskannya lebih cepat), sementara
lembah yang kurang mendapat penyinaran dianggap sebagai laut (karena untuk
memanaskannya harus lebih lama). Angin lembah (eq. angin laut) terjadi pada siang hari,
sementara angin gunung (eq. angin darat) terjadi pada malam hari.

[11]

 Angin Fӧhn
Adalah angin yang turun melewati bagian belakang pegunungan. Pada awalnya, awan yang
naik pada bagian depan (muka) pegunungan membawa air yang banyak, namun ketika
melewati batas tertentu akan turun hujan, menyisakan udara kering. Ketika sampai di
puncak dan bergerak menuruni gunung, akan tercipta angin Fӧhn yang sifatnya kering dan
panas.
- Angin Bahorok di dataran rendah Deli Utara (Sumatera Utara).
- Angin Kumbang di Cirebon, Brebes dan Tegal (Jawa Tengah).
- Angin Gending di Probolinggo dan Angin Grenggong di Pasuruan (Jawa Timur).
- Angin Brubu di Ujungpandang/Makassar (Sulawesi Selatan).
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

- Angin Wambraw di Yapen-Biak (Papua).

b. Angin Monsun
Di Indonesia, hanya ada dua monsun (muson), yakni:
 Angin Muson Barat
Bergerak dari Daratan Asia dan membawa massa air yang banyak karena melewati lautan
tropis dengan kadar uap air yang tinggi, sehingga menyebabkan musim hujan di bulan
Oktober-April.

 Angin Muson Timur


Bergerak dari Australia dan membawa massa air yang panas dan rendah kadar uap air,
sehingga menyebabkan musim kemarau di bulan April-Oktober.

[12]

Referensi/Bacaan Lebih lanjut:

1. Essentials of Meteorology (C Donald Ahrens)


2. Meteorology Today (C Donald Ahrens)
3. The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
4. Meteorologi (Susilo Prawirowardoyo, ITB)
5. Klimatologi (Bayong Tjasyono, ITB)

Daftar gambar:
[1] Essentials of Meteorology (C Donald Ahrens)
[2] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[3] http://www.srh.noaa.gov/jetstream/upperair/images/skewt_all.png
[4] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[5] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[6] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[7] https://1.bp.blogspot.com/-
yPZdKzJCB10/VxIf510CcDI/AAAAAAAAANc/BQ2_8Aab0agJtUQyXRCHdc2M87vjIXcPgCLcB/s1600/fulgr.jpg
[8] Presentasi Pelatnas IESO week-004 Massa Udara (Zadrach L Dupe)
[9] http://3.bp.blogspot.com/-1TMQEo6Il6k/VXmx9LPQuII/AAAAAAAAAH8/9qKkS2A4Elw/s1600/2.jpg
[10] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[11] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[12] http://1.bp.blogspot.com/-
YcKhFXQazZU/UUXPSOvThyI/AAAAAAAAAJc/xKv9sTEndyM/s1600/ANGIN+MUSON.jpg
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

SOAL

1. Penamaan angin didasarkan pada….


a. Arah/daerah tujuan hembusan angin
b. Arah/daerah asal angin
c. Waktu yang terjadi
d. Lokasi yang disapu
e. Semua benar

2. Seiring dengan bertambahnya ketinggian, mengapa dalam kolom udara yang dingin, tekanan
udara akan menurun sangat cepat dibandingkan kolom udara panas?
a. Karena molekul terkonsentrasi pada bagian bawah
b. Pada bagian atas kolom, molekul udara lebih sedikit
c. Molekul udara panas tersebar lebih merata karena energi kinetiknya, namun karena gaya
gravitasi, molekul juga terkonsentrasi pada bagian bawah kolom
d. A dan C benar
e. A, B, dan C benar

3. Mengapa secara teoretis, udara kering seharusnya terasa lebih berat dari udara lengas?
a. Karena udara kering lebih mengembang.
b. Karena kandungan H2O dalam udara kering lebih banyak
c. Karena kandungan N2 dan O2 di udara kering lebih banyak
d. Tidak dapat dijelaskan
e. Semua salah

4. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah….


a. Secara vertikal, suhu dan tekanan berbanding lurus
b. Secara horizontal, suhu dan tekanan berbanding terbalik
c. Tidak ada hubungan antara suhu dan tekanan
d. A dan B benar
e. Semua salah

Untuk pertanyaan no. 5 hingga 9, isilah kolom jenis angin fohn berikut!
Nama Angin Lokasi (provinsi)
5. …………………
a. Bohorok
b. Gending
Sumatera Utara
c. Wambrau
d. Kumbang
e. Brubu
6. …………………
a. Jawa Barat
b. Jawa Tengah
Kumbang
c. Sumatera Barat
d. Sulawesi Selatan
e. Bengkulu
7. ………………… Jawa Timur
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

a. Bohorok
b. Gending
c. Wambrau
d. Kumbang
e. Brubu
8. …………………
a. Jawa Barat
b. Jawa Tengah
Brubu
c. Sumatera Barat
d. Sulawesi Selatan
e. Bengkulu
9. …………………
a. Bohorok
b. Gending
Papua
c. Wambrau
d. Kumbang
e. Brubu

Gunakan pilihan a-e di bawah ini untuk menjawab pertanyaan no. 10-14!
a. Kelembapan nisbi/relatif
b. Tekanan uap (parsial)
c. Kelembapan spesifik
d. Nisbah campuran (mixing ratio)
e. Kelembapan mutlak
10. ………………..: banyaknya uap air (gram) dalam 1 m3 udara lengas, dinyatakan dalam g/m3.
11. ………………..: perbandingan antara banyaknya uap air (gram) + banyaknya udara kering (kg) yang
terdapat di dalam udara lengas tersebut, dinyatakan dalam g/kg.
12. ………………..: banyaknya uap air (gram) yang terdapat dalam 1 kg udara lengas, dinyatakan
dalam g/kg.
13. ………………..: tekanan yang disebabkan oleh uap air yang terdapat di dalam atmosfer, dinyatakan
dalam mb.
14. ………………..: perbandingan (%) antara tekanan uap air dan tekanan uap air jenuh pada suhu
yang sama. Kelembapan ini paling banyak digunakan karena mudah diukur dengan termometer
bola basah dan bola kering.

15. Mengapa laju adiabatik basah lebih kecil dibandingkan laju adiabatik kering?
a. Karena ketika kering, udara bergerak mendaki dan menuruni gunung
b. Karena ketika terjadi adiabatik basah, saat terjadi
kondensasi, dilepaskan bahang laten sehingga bahang ini
digunakan untuk memanaskan paket udara tersebut.
c. Karena ketika terjadi adiabatik kering, saat terjadi
kondensasi, dilepaskan bahang laten sehingga bahang ini
digunakan untuk memanaskan paket udara tersebut.
d. A dan C benar
e. A, B, dan C benar

16. Dalam tephigram berikut, titik berwarna merah


terletak pada suhu….oC dan tekanan… mb.
a. 20, 500
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

b. 25, 380
c. -20, 500
d. -15, 420
e. -15, 380

17. Perkirakan kemana angin tersebut akan berhembus ketika bumi berotasi dan menghasilkan
gaya Coriolis!
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E

18. Angin geostropik adalah angin yang bertiup….


a. Berlawanan arah jarum jam
b. Searah jarum jam
c. Dari gunung ke lembah
d. Sejajar isobar
e. Memotong isobar

19. Angin geostropik terjadi ketika…


a. Adanya gradien temperatur
b. Adanya gaya gradien tekanan
c. Adanya kesetimbangan gaya gradien tekanan dan gaya gesek
d. Adanya kesetimbangan gaya coriolis dan gaya gradien tekanan
e. Adanya kesetimbangan gaya coriolis dan gaya gesek

20. Yang mempengaruhi gaya gesekan adalah….


a. Kekasapan permukaan bumi
b. Ketinggian dari permukaan bumi
c. Daratan dan lautan
d. A dan B benar
e. Semua benar
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

21. Hukum Boys-Ballot berbunyi….


a. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi menuju daerah tekanan rendah dan mengalami
pembiasan ke kanan di BBU dan ke kiri di BBS.
b. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi menuju daerah tekanan rendah dan mengalami
pembiasan ke kiri di BBU dan ke kanan di BBS.
c. Angin bertiup dari daerah tekanan rendah menuju daerah tekanan tinggi dan mengalami
pembiasan ke kanan di BBU dan ke kiri di BBS.
d. Angin bertiup dari daerah tekanan rendah menuju daerah tekanan tinggi dan mengalami
pembiasan ke kiri di BBU dan ke kanan di BBS.
e. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi menuju daerah tekanan rendah dan mengalami
pembiasan ke segala arah di BBU dan BBS.

22. Angin yang terjadi di siang hari adalah….


a. Angin darat dan angin gunung
b. Angin laut dan angin lembah
c. Angin darat dan angin lembah
d. Angin laut dan angin gunung
e. Semuanya dapat terjadi kapanpun

23. Manakah pilihan berikut yang paling tepat mengenai tekanan atmosfer?
a. Daerah bertekanan rendah memiliki massa atmosfer yang lebih kecil di atasnya.
b. Daerah bertekanan rendah memiliki massa atmosfer yang lebih besar di atasnya.
c. Tekanan atmosfer turun seiring menurunnya ketinggian suatu daerah
d. Tekanan atmosfer konstan di daerah manapun.
e. Semua pilihan di atas salah.

24. Alat untuk mengukur kelembapan disebut….


a. Termometer
b. Barometer
c. Lysimeter
d. Hygrometer
e. Heliometer

25. Di lintang manakah tidak terjadi pembelokan angin?


a. 90o d. 15o
b. 65 o e. 0o
o
c. 30
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

PEMBAHASAN SOAL PAKET 5


ATMOSFER DAN UNSUR-UNSURNYA (I): TEMPERATUR

1. Jawaban: D
Gas penyusun paling banyak di atmosfer adalah nitrogen (N 2).

2. Jawaban: B
Lihat tabel pada pembahasan no. 1.

3. Jawaban: A
Lihat tabel pada pembahasan no. 1.

4. Jawaban: B
Udara kering adalah udara tanpa uap air, dan empat komponen utamanya adalah N 2, O2, Ar,
dan CO2. Lihat tabel pada pembahasan no. 1.

5. Jawaban: B
Gas-gas yang menyusun atmosfer dibagi menjadi dua kelompok: (1) Gas permanen: jumlahnya
konstan seperti N2, O2, H2, He, Ar, Ne, Kr,Xe, dan; (2) Gas variabel: jumlahnya berubah-ubah
seperti H2O.

6. Jawaban: E
Atmosfer mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
 Merupakan selimut gas tebal yang secara menyeluruh menutupi bumi sampai ketinggian
560 km dari permukaan bumi.
 Tidak mempunyai batas mendadak, tetapi menipis lambat laun dengan menambah
ketinggian; tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar; makin tinggi, berat
jenisnya turun cepat.
 Tidak berwarna, tidak berbau, tidak dapat dirasakan, tidak dapat diraba (kecuali bergerak
sebagai angin).
 Mudah bergerak, dapat ditekan, dapat berkembang.
 Mempunyai berat (56 x 1014 ton) dan dapat memberikan tekanan. 99% dari beratnya
berada sampai ketinggian 30 km dan separuhnya berada di bawah 6000 m.
 Memberikan tahanan jika suatu benda melewatinya berupa panas akibat pergesekan (mis.
meteor hancur sebelum mencapai permukaan bumi).
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

7. Jawaban: D
Sumber energi penggerak sirkulasi atmosfer adalah radiasi yang berasal dari energi matahari.

8. Jawaban: E
Urutan lapisan atmosfer dari urutan paling tinggi berdasarkan ketinggian dari permukaan bumi
adalah Eksosfer, thermosfer, mesosfer, stratosfer, troposfer.

9. Jawaban: A
Lapisan yang mengandung uap air dan merupakan tempat terjadinya pembentukan cuaca
adalah lapisan troposfer. Pada lapisan ini terdapat penurunan suhu karena sangat sedikitnya
troposfer menyerap radiasi gelombang pendek dari matahari, Sebaliknya permukaan tanah
memberikan panas pada lapisan troposfer yang terletak di atasnya; melalui konduksi, konveksi,
kondensasi dan sublimasi yang dilepaskan oleh uap air atmosfer.

10. Jawaban: A
Berdasarkan homogenitas kimiawinya, struktur atmosfer terbagi menjadi homosfer dan
heterosfer, dimana homosfer adalah lapisan yang komposisinya relatif tetap, berada pada
ketinggian 0-85 km (Troposfer, Stratosfer, Mesosfer), sedangkan heterosfer adalah lapisan yang
komposisinya berubah-ubah, berada pada ketinggian 85- 100 km (Termosfer).

11. Jawaban: E
 Stratosfer terdiri atas tiga lapisan : (1) Lapisan Isoterm : 12 -35 km (2) Lapisan panas : 35 -
50 km (3) Lapisan campuran : 50 - 80 km.
 Pada stratosfer juga tempat terbentuknya O 3/lapisan Ozon pada ketinggian 35 km. Pada
stratosfer perbedaan ketinggian menyebabkan perbedaan temperatur.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

 Lapisan Ozon yaitu lapisan pelindung troposfer dan permukaan bumi dari pancaran sinar
ultraviolet yang berlebihan sehingga tidak merusak kehidupan di bumi.
 Stratopause merupakan lapisan peralihan antara stratosfer dan mesosfer.
 Pada ketinggian 50 km suhu 50C disebut daerah stratopause.

12. Jawaban: C
Suhu atmosfer terendah terdapat pada lapisan mesosfer, tepatnya pada daerah transisi antara
lapisan mesosfer dengan termosfer yang dikenal dengan mesopause. Suhu pada lapisan ini
berkisar – 110oC yang memungkinkan terjadi awan noctilucent.

13. Jawaban: A
Cukup jelas. Lihat kembali materi stuktur atmosfer.

14. Jawaban: B
Uap air/ H2O berperan penting dalam pembentukan cuaca di atmosfer, karena gas inilah yang
kelak akan berubah menjadi awan untuk menghasilkan hujan.

15. Jawaban: E
Pada siang hari, termosfer mencapai suhu tertingginya, yakni 700 oC – 1700oC.

16. Jawaban: C
Relasi antara tekanan udara dengan densitas dan temperaturnya adalah hukum gas pV = nRT.

17. Jawaban: D
Struktur lapisan atmosfer dibagi menjadi beberapa lapisan terkait dengan inversi suhu yang
terjadi pada atmosfer. Semisal stratosfer dibedakan dengan troposfer disebabkan ketika
memasuki stratosfer suhu/temperatur udara mulai naik, yang bertolak belakang dengan kondisi
selama masih di troposfer yang cenderung semakin tinggi semakin menurun temperaturnya.

18. Jawaban: A
Cukup jelas.

19. Jawaban: D
Lapisan D hilang pada malam hari dan muncul di siang hari setelah ada panas matahari yang
menyebabkan terurainya atom membentuk ion.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

20. Jawaban: B
Pada lapisan troposfer, ketiga mekanisme tersebut hadir, namun yang berperan paling dominan
adalah konveksi, dimana massa udara yang hangat (densitas ringan) naik ke atas, sementara
massa udara yang dingin (densitas besar) turun ke bawah dan terpanaskan, menjadi udara
hangat. Proses ini juga terjadi di dalam pembentukan awan.

21. Jawaban: B
Cukup jelas. Lihat materi modul 5.

22. Jawaban: C
Adanya gerak semu matahari adalah penyebab musim. Gerakan semu matahari disebabkan
oleh kemiringan sumbu rotasi bumi sebesar 23,5o, sehingga ketika berevolusi mengelilingi
matahari, bagian bumi yang lebih menghadap matahari dan mendapatkan radiasi akan
berbeda-beda tergantung pada tanggalnya.

23. Jawaban: E
Semakin tegak lurus matahari terhadap bumi, maka intensitasnya akan semakin besar karena
panasnya didistribusikan ke luas daerah yang lebih kecil dibandingkan apabila datang pada
sudut yang lebih kecil.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

24. Jawaban: D
Termosfer adalah lapisan heterosfer karena komposisi kimianya berubah-ubah, karen atom
akan berubah menjadi ion ketika terkena radiasi matahari, sehingga rasionya tidak tetap
sepanjang waktu.

25. Jawaban: D
Ionosfer (lapisan D) sudah dimulai di dalam mesosfer, namun porsi paling besar terdapat di
termosfer.

26. Jawaban: A
Fenomena cuaca terjadi seluruhnya di troposfer.

27. Jawaban: C
Pembakaran meteor terjadi di mesosfer. Di lapisan ini, suhu akan mendingin sesuai dengan
kenaikan ketinggian. Temperatur yang rendah memapatkan molekul udara, sehingga ketika
meteor jatuh dan bergesekan dengan udara yang mapat, akan mudah terbakar.

28. Jawaban: B
Mekanisme tersebut adalah konveksi karena udara panas terpanaskan kemudian naik ke atas.
Pada gambar paling kiri terdapat pengaruh dari konduksi, namun dalam keseluruhan skema
merupakan konveksi.

29. Jawaban: B
30. Jawaban: E
Untuk no. 29 dan 30:
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

KISAH PERJALANAN MEDALIS


Yoel Agustheo Rinding (HI UNPAD 2015) – Bidang Geografi

OSN Geografi: A New Decision, A New Journey

Siapa yang tidak mengenal OSN? Sebuah ajang bergengsi bagi pelajar yang duduk di bangku SD,
SMP, dan SMA. Ajang yang mempertemukan insan muda terbaik bangsa yang telah melalui
serangkaian proses ketat untuk meraih medali dan mewakili Indonesia pada akhirnya. Proses rumit
dan ketat yang harus dilalui menghasilkan siswa-siswi yang sangat berkompeten di bidangnya
masing-masing. Apabila dihitung-hitung seorang siswa untuk mencapai OSN haruslah melewati
setidaknya 3 tahapan seleksi, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, dan provinsi. Maka dari
itu, tidak heran mengapa OSN itu sangat bergengsi dan hanya orang-orang terpilih dan beruntung
saja yang dapat terlibat di dalamnya.

Saya sendiri telah mengenal OSN sejak saya duduk di kelas 2 SMP, ketika itu guru saya meminta saya
untuk mengikuti OSN IPS tingkat kabupaten. Namun keterbatasan pengetahuan saya mengenai OSN
baik itu sistematikanya maupun tingkat kesulitannya membuat saya tidak lanjut ke tahap provinsi.
Melihat teman-teman saya yang lain masuk ke tahapan selanjutnya, muncullah di dalam diri saya
ambisi yang menggebu-gebu untuk mencoba OSN ketika saya SMA nanti. Kegagalan yang saya alami
pada OSN SMP membawa saya mengenal lebih lagi OSN dan begitu tahu kesempatan masih terbuka
lebar di bangku SMA lalu saya berencana untuk mengikuti OSN SMA dan memperbaiki kesalahan
masa lalu saya.

Begitu memasuki bangku SMA saya disibukkan dengan serangkaian proses MOS dan organisasi di
SMA, hal ini entah bagaimana membuat saya melupakan focus saya mengenai OSN. Hingga pada
saat mendekati bulan-bulan November dan Desember 2012, saya mendengar bahwa sudah dibuka
pendaftaran bagi siswa-siswi yang ingin mengikuti seleksi tim OSN sekolah untuk kabupaten. Sekolah
saya sendiri merupakan salah satu sekolah yang memiliki animo yang tinggi mengenai OSN, jadi
sekolah pun perlu mengadakan seleksi dan pada akhirnya hanya memilih 3 orang yang menjadi
perwakilan sekolah.

Pada saat mendengar berita seperti itu, saya merasa seolah-olah ambisi itu kembali berapi-api di
dalam diri saya dan saya berkata kepada diri saya sendiri bahwa saya akan sukses kali ini.
Pendaftaran pun dimulai, saya mendengar bahwa OSN di SMA lebih terfokus dan mendalam.
Mengingat pada waktu SMP kebanyakan soal yang dikeluarkan pada saat OSN adalah soal SMA.
Maka dari itu saya menyimpulkan bahwa OSN SMA akan menggunakan soal yang setara dengan
jenjang universitas. Hal itu membuat saya merasa tertantang mengingat saya harus memiliki inisiatif
yang tinggi untuk mulai mempelajari sesuatu hal yang dipelajari di tingkat perguruan tinggi.

Hampir setengah kelas saya X 7 dulu mendaftarkan diri ke seleksi tersebut. Pendaftar yang banyak
dengan pilihan bidang yang berbeda juga. Saya sendiri memilih kebumian, pada saat itu belum ada
info mengenai bidang geografi, oleh sebab itu saya mendaftarkan diri ke bidang OSN kebumian.
Namun berjalannya waktu, ketika pembinaan di sekolah untuk menghadapi seleksi tersebut saya
merasa jenuh dan tidak sanggup lagi. OSN bidang kebumian memiliki tingkat kesulitan yang tinggi
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

dan saya sebagai orang yang lebih condong kepada sosial merasa salah mengambil keputusan dan
pada akhirnya saya kurang maksimal pada bidang tersebut.

Hingga waktu seleksi pun tiba, saya disajikan soal pilihan ganda yang menggunakan sistem betul
ditambah nilai satu dan salah dikurang nilai nol koma lima berikut dengan 5 nomor esai. Respon saya
begitu melihat soalnya adalah down karena banyak dari pertanyaan yang merupakan hal baru bagi
saya dan saya tidak mengetahui cara penyelesaiannya. Dengan hanya mengisi sedikit pilihan ganda
karena takut nilai menjadi minus dan esai dengan pengerjaan seadanya, saya mengumpulkan
pekerjaan saya. Saya tidak merasa maksimal pada saat tes hari itu, begitu saya bertanya kepada
teman-teman saya ada yang berkata bahwa dia bisa mengerjakannya da nada juga yang berkata dia
mengisi 20% saja dari total pertanyaan yang ada. Saya pada saat itu sangat pesimis untuk maju ke
tahap selanjutnya mengingat dari 10 orang hanya terpilih 3 terbaik saja yang akan maju ke tahap
selanjutnya.

Sampai pada hari pengumuman siswa yang terpilih menjadi wakil sekolah di ajang OSN tingkat
kabupaten, saya sudah sangat pasrah mengenai hasil yang akan dibacakan. Dan pada akhirnya
memang saya tidak terpilih menjadi 3 terbaik dalam mewakili sekolah ke ajang OSN tersebut. Saya
akhirnya kembali ke kelas dengan muka yang lesu karena saya tidak dapat lanjut namun saya ingat
bahwa ada kesempatan tahun depan dan saya pun mulai bersemangat lagi dan mungkin waktu saya
bukan sekarang. namun tiba-tiba ketika saya sedang berada di kelas masuklah salah satu staff yang
biasanya mengurus perekrutan OSN ke kelas saya, dan dia meminta izin kepada guru yang mengajar
untuk berbicara dengan saya. Saya seketika kaget dan betanya-tanya untuk apa saya dipanggil.
Bapak itu akhirnya berbicara bahwa saya diberi kesempatan untuk mengikuti OSN tingkat kabupaten
tapi bukan di bidang kebumian. Dia berkata bahwa saya menempati posisi ke-4 pada perolehan nilai
kebumian tadi dan saya diminta untuk mewakili sekolah di OSN dalam bidang geografi bersama
dengan kedua teman saya yang berada di posisi ke-5 dan ke-6.

Kelegaan, kebingungan, dan rasa senang campur aduk pada saat saya mendengar kabar itu.
Kelegaan karena saya ternyata tidak buruk sekali dengan berada di posisi ke-4, rasa senang karena
saya akan mewakili sekolah di ajang OSN tersebut, dan kebingungan karena saya berada di bidang
yang berbeda, dan hanya menghitung minggu sampai pada ajang OSK (Olimpiade Sains tk.
Kabupaten) tersebut. Namun diantara semuanya saya hanya mencoba untuk bersyukur kepada
Tuhan karena saya percaya ada maksud Tuhan dibalik penempatan saya di bidang geografi ini.

Perjalanan saya dalam persiapan untuk OSK ini ternyata penuh tantangan, karena materi geografi
yang sangat luas dan dengan waktu yang sangat sedikit dan juga pada saat itu saya baru saja masuk
SMA, banyak materi geografi yang saya belum ketahui ditambah lagi dengan tidak maksimalnya
bimbingan di sekolah saya dikarenakan kurangnya jumlah guru yang membimbing sehingga
memaksa saya untuk belajar otodidak dengan buku-buku yang saya cari di perpustakaan dan materi
powerpoint yang diberikan. Rasa lelah, kecewa, dan lain-lain menemani saya dalam persiapan OSK,
disaat anak-anak yang lain dapat belajar dengan focus di kelas, saya membaca materi olimpiade dan
tidak jarang saya dimarahi oleh guru karena tidak memperhatikan pelajaran karena sibuk belajar
sendiri. Hal itu saya lakukan demi OSK dan tidak melakukan kesalahan pada masa lalu dimana saya
malas untuk belajar olimpiade. Memang semua hal itu perlu pengorbanan, namun tetap saya masih
bertanggung jawab dengan kelas saya dengan maksimal dalam ulangan dan pekerjaan rumah.

Tiba hari OSK, siap tidak siap saya harus siap. Melihat banyak perwakilan dari sekolah yang datang
entah mengapa saya merasa sangat gugup dan minder. Banyak yang terlihat sudah sangat siap
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

menghadapi kompetisi ini. Saya pun hanya bisa meminta doa orang tua ketika saya ingin
mengerjakan soal dan berserah kepada Tuhan. Begitu soal dibagikan dan saya membukanya saya
tidak langsung membaca soal, namun saya membaca peraturannya terlebih dahulu dan saya melihat
bahwa peraturan mengenai benar ditambah nilai tiga dan salah dikurang nol koma lima. Saya mulai
memikirkan strategi apa yang dapat diterapkan menghadapi peraturan ini. Dan saya berakhir kepada
apabila saya yakin mengenai suatu jawaban setidaknya 40%, saya akan tetap jawab pertanyaan
tersebut, namun bila kurang saya kosongkan agar tidak terjadi minus.

Pertanyaan-pertanyaan di lembar soal memiliki bobotnya masing-masing ada yang mudah, sedang,
sulit. Saya sendiri kaget mengenai adanya topik pengetahuan umum pada soal-soal terakhir.
Memang saya menyukai pengetahuan umum, namun soal itu dapat menjadi pedang bermata dua
karena apabila kita tidak tahu tidak ada yang dapat dilakukan. Saya mencoba menyelesaikan soal
tersebut dengan konsentrasi dan tenang.

Pada saat pengumuman OSK, banyak teman saya yang ternyata maju ke tahap provinsi (OSP). Dan
ketika waktunya geografi diumumkan, ternyata saya mendapat peringkat ke-2 dan diberikan
kesempatan untuk lanjut ke tahap provinsi. Dengan bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih
kepada semua orang yang telah mendukung saya, saya menghadapi persiapan OSP. Untuk persiapan
OSP sendiri saya diharuskan menginap di Jakarta selama kurang lebih 4 hari 3 malam untuk belajar
geografi. Fakta menarik yang saya temukan adalah bahwasannya saya akan berkelas dengan orang-
orang dari seluruh Indonesia. Hal itu memacu saya untuk lebih berjuang lagi untuk mencapai OSN.

Hari OSP pun tiba, dan ternyata diluar prediksi saya, soal tersebut sangat sulit. Apalagi berbicara
mengenai esainya yang peta buta. Dan saya kurang maksimal disitu. Pada akhirnya saya berhenti di
OSP karena saya tidak dinyatakan lulus seleksi. Memang sulit untuk mencapai 10 orang terbaik dari
100 lebih peserta dimana peserta tersebut merupakan yang terbaik di sekolah dan kabupaten atau
kotannya. Namun saya mencoba untuk tidak sedih dan menjadikan kegagalan ini menjadi saat
introspeksi diri menjadi lebih baik lagi di ajang OSN tahun depan.

OSK tahun 2014 merupakan turning point bagi saya, dan saya harus sukses karena ini kesempatan
terakhir. Hal itulah yang saya katakan kepada diri saya menjelang OSK untuk menyemangati diri
sendiri dan mengingatkan tentang ambisi yang ada. Pada saat itu ada peningkatan prestasi yang saya
dapatkan yaitu dengan posisi pertama di kabupaten dan saya berhak melanjutkan ke tingkat
provinsi. Di provinsi saya telah menyiapkan segala kemungkinan dengan doa dan tekad yang kuat
saya mengerjakan soal OSP. Dan pada akhirnya saya merupakan salah satu 10 terbaik di Jawa Barat
dan berhak mewakili Jawa Barat dalam bidang geografi di OSN 2014 di Lombok, NTB.

Rasa senang yang tidak dapat digambarkan oleh kata-kata saya rasakan pada saat mengetahui
bahwa saya lanjut OSN. Mulai saat itu saya mengganti target saya dengan tidak hanya mencapai OSN
namun juga mendapatkan medali dan menyumbangkan medali pertama bagi sekolah saya. Bersama
dengan 9 orang lain saya menghadapi OSN dengan senang sekaligus gugup. Senang karena OSN
diselenggarakan di Lombok dan gugup karena semua orang yang berkompetisi disini tidak perlu
ditanyakan lagi mengenai kemampuannya.

Dan memang OSN itu wow sekali karena tingkat kesulitannya yang sangat tinggi. Untuk geografi
sendiri, kesulitan itu sangat dirasakan pada saat field test di Pantai Nipah. Saya sudah sangat pasrah
dan berharap tes tertulis, multimedia, dan laboratorium saya dapat menutupi nilai praktek lapangan
saya yang sudah pasti sangat tidak maksimal. Namun saya tidak patah semangat dan terus optimis
selama rangkaian OSN berjalan. Hingga pada saat ditunggu-tunggu pengumuman medalis. Rasa
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 6

gugup dan tegang yang memuncak saya rasakan pada saat pembacaan medalis. Hingga pada saat
pembacaan medalis perunggu, ternyata saya merupakan salah satunya. Dengan shock saya maju ke
panggung untuk dikalungkan medali dan rasa tidak percaya terus ada di benak saya. Apakah ini
hanya sebuah mimpi? Seorang anak yang bukan siapa-siapa, berasal dari daerah penglaju penuh
dengan pabrik dan polusi ternyata dapat berkarya demi nama keluarganya dan sekolahnya. Saya
hanya bisa beribu-ribu kali mengucap syukur kepada Tuhan dan orang-orang yang telah mendukung
saya selama ini.

Bukan sebuah hal yang mudah untuk saya menjadi seorang medalis di OSN. Hal ini perlu proses yang
sangat panjang. Tangis, tawa, kecewa, senang, gugup, haru, semuanya berpaduan menemani saya
dalam perjalanan menuju garis finish. OSN merupakan ajang hanya untuk mereka yang siap. Siap
dikecewakan oleh keadaan, siap diberikan kejutan yang diluar pemikiran kita, siap dipertemukan
oleh keadaan yang sangat baru, dan juga siap mengemban predikat sebagai sang juara. Semua ini
dapat dilalui dengan semangat yang terus membara, dukungan orang sekitar, dan yang pastinya
rencana Tuhan yang sudah ada untuk kita. Maka dari itu, apabila kamu ingin dan berani
berkompetisi di ajang OSN ini, pastikanlah apakah kamu siap akan konsekuensi dan penghargaan
yang akan kamu dapat nantinya.

Intelligence Without Ambition Is A Bird Without Wings


-Salvador Dali