Anda di halaman 1dari 22

PENGENALAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM

LAPORAN

OLEH:

HANS SAMUEL PURBA


160301140
PET-2016

LABORATORIUM GENETIKA MOLEKULER


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena

atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan paper ini.

Adapun judul laporan ini adalah “Pengenalan Alat dan Bahan

Laboratorium” yang merupakan salah satu syarat untuk memenuhi komponen

penilaian di Laboratorium Genetika Molekuler, Program Studi Agroekoteknologi,

Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada

Ir. Eva Sartini Bayu, M.P. dan Ir. Revandy I.M. Damanik M.Si, M.Sc, Ph.D

selaku dosen penanggungjawab praktikum, serta kepada Abang dan kakak asisten

yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh

karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi

kesempurnaan laporan ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Semoga paper ini

bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Februari 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tujuan Penulisan
Kegunaan Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN DAN METODE


Waktu dan Tempat Praktikum
Alat dan Bahan
Prosedur Percobaan

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
Pembahasan

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pekerjaan dalam laboratorium biasanya sering menggunakan beberapa alat

gelas. Penggunaan alat ini dengan tepat penting untuk diketahui agar pekerjaan

tersebut dapat berjalan dengan baik. Keadaan yang aman dalam suatu

laboratorium dapat kita ciptakan apabila ada kemauan dari para pekerja,

pengguna, maupun kelompok pekerja laboratorium untuk menjaga dan

melindungi diri, diperlukan kesadaran bahwa kecelakaan yang terjadi dapat

berakibat pada dirinya sendiri maupun orang lain disekitarnya. Tujuan dari

praktikum pengenalan alat ini adalah untuk mengenal beberapa macam alat gelas

yang sering digunakan dalam laboratorium dan penggunaanya (Ginting, 2010).

Pengenalan alat- alat praktikum penting dilakukan guna untuk keselamatan

kerja dalam melakukan proses penelitian. Selain itu juga pengenalan alat

praktikum bertujuan agar mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat

tersebut. Alat-alat praktikum sangat dibutuhkan dalam proses penelitian ataupun

praktikum terutama dalam proses praktikum kimia banyak sekali alat-alat yang

digunakan dan mempunyai fungsi masing-masing didalam bidang keilmuan atau

pun proses penelitian tentu alat-alat ini sangat dibutuhkan sekali alat-alat

laboratorium juga dapat berbahasa jika terjadi kesalahan dalam

prosedurpemakaiannya maka diperlukan pengenalan alat-alat laboratorium agar

pengguanaan alat tersebut dapat dipergunakan dengan fungsi dan prosedur yang

baik dan benar, sehingga kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir sedikit

mungkin hal ini penting agar mendapatkan hasil penelitian yang baik dan benar,
data–data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang

(Hokayuruke, 2013).

Secara umum fungsi setiap alat diberikan secara umum karena tidak mungkin

semua fungsi diutarakan dalam melakukan kegiatan di laboratorium. Untuk

memudahkan dalam memahami alat-alat laboratorium, penulisan alat-alat diurut

sesuai dengan abjad. Agar supaya alat-alat laboratorium dapat digunakan dalam

waktu relatif lama dalam keadaan baik, perlu pemeliharaan dan penyimpanan

yang memadai (Koesmadja, 2006).

Saat melakukan pengamatan, terutama jika hasil yang diharapkan berupa data

kuantitatif, dibutuhkan ketelitian yang sangat tinggi. Seringkali kita membutuhkan

alat bantu untuk mendapatkan ketelitian yang diharapkan. Peralatan yang

digunakan dalam pengamatan biasanya digunakan untuk mengukur atau

mengamati objek-objek yang ukurannya tidak dapat diamati langsung oleh indera

manusia. Penggunaan alat-alat pengamatan harus dilakukan secara hati-hati agar

dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, terutama peralatan laboratorium.

Dalam menggunakan peralatan laboratorium kamu harus memiliki keterampilan,

kecermatan, dan ketelitian agar diperoleh data yang akurat. Untuk itu, kita perlu

mengenali bagian-bagian dan cara kerja dari alat tersebut. Berikut akan

disampaikan beberapa alat yang sering digunakan dalam pengamatan dan

praktikum (Puspita,rohima 2009).

Eksperimen dan praktek laboratorium merupakan bagian dari pengajaran

sains. Bekerja di laboratorium sains adalah suatu hal yang melibatkan benda nyata

dan juga mengamati perubahan yang diamati. Ketika sains bergerak melampaui

dunia pengalaman menuju generalisasi yang lebih abstrak yang memungkinkan


penjelasan dan peramalan, pengalaman secara dekat adalah titik awal untuk

generalisasi ilmiah dan pembuatan teori. Sehingga praktik laboratorium dan

eksperimen merupakan bagian yang esensial dalam pengajaran sains sebagai

produk ini (Wahyudi, 2011).

Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mengenal

alat-alat dan bahan di Laboratorium Genetika Molekuler serta fungsi dan

kegunaannya.

Kegunaan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi

komponen penilaian di Laboratorium Genetika Molekuler Program Studi

Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan serta

sebagai sumber informasi bagi pihak yang membutuhkan.


TINJAUAN PUSTAKA

Biologi molekuler merupakan cabang ilmu biologi yang mengkaji

kehidupan secara skala molekuler. Pengenalan alat merupakan langkah pertama

sebelum kita melakukan praktikum atau penelitian. Alat-alat laboratorium

mempunyai cara dan prinsip kerja yang berbeda. Selain itu kita juga dapat

meminimalisir resiko kesalahan kerja pada saat melakukan praktikum biologi

molekuler. Setiap pengguna harus mengikuti hal-hal tersebut agar dalam

menggunakan alat-alat laboratorium tidak terjadi kerusakan alat ataupun hal-hal

yang berbahaya. DNA merupakan rantai – rantai nukleutida yang secara kimia

hampir tidak saling berbeda, sedangkan sebaliknya protein dari campuran 20

macam amino yang sangat berlainan, masing – masing dengan sifat kimianya

yang khas. Keragaman inilah yang memungkinkan sifat kimia yang serba canggih

dimiliki oleh setiap protein, dan ini diduga dapat menjelaskan mengapa evolusi

telah memilih protein daripada molekul RNA sebagai katalisator yang terbesar

reaksinya di dalam sel (Khopkar, 2000).

Teknik analisis biologi molekuler adalah salah satu kunci dalam memahami

dogma sentral dalam biologi. Keberadaan teknik ini akan membantu kita

memahami proses replikasi, transkripsi, tanslasi, dan lain-lain. Dengan teknik ini

dimungkinkan kita akan dapat mengenal organismesampai pada tingkatan

molekuler yaitu sampai pada tingkatan DNA, RNA, asam amino, dan protein.

(Yulita,2012)

Mesin polymerase chain reaction (PCR) adalah sebuah teknologi

laboratorium yang utama dalam biologi mokuler. PCR mempunyai derajat

spesifisitas dan sensitivitas yang cukup tinggi. Dengan teknik PCR ini, dalam
hitungan menit kita bisa menghasilkan jutaan copy DNA. Elektroforesis

merupakan suatu teknik yang mengukur laju perpindahan atau pergerakan partikel

bermuatan dalam suatu medan listrik. Teknik elektroforesis mempergunakan

medium yang terbuat dari gel. Perpindahan partikel pada medium gel tersebut

dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ukuran partikel, komposisi dan konsentrasi

gel, densitas muatan, kuat medan listrik dan sebagainya. Semakin kecil partikel

tesebut, maka pergerakan atau migrasinya akan semakin cepat, karena matriks gel

mengandung jaringan kompleks berupa pori-pori sehingga partikel-partikel

tersebut dapat bergerak melalui matriks tersebut (John, 2011).

Perpindahan partikel pada medium gel tersebut dipengaruhi oleh faktor-

faktor seperti ukuran partikel, komposisi dan konsentrasi gel, densitas muatan,

kuat medan listrik dan sebagainya. Semakin kecil partikel tesebut, maka

pergerakan atau migrasinya akan semakin cepat, karena matriks gel mengandung

jaringan kompleks berupa pori-pori sehingga partikel-partikel tersebut dapat

bergerak melalui matriks tersebut (Choudhary, 2008).

Asam nukleat laju migrasinya berbanding terbalik dengan ukuran

molekulnya. Molekul DNA bermuatan negatif sehingga di dalam medan listrik

akan bermigrasi melalui matriks gel menuju kutub positif. Semakin besar ukuran

molekulnya, semakin rendah laju migrasinya. Semakin tinggi konsentrasi media

semakin lambat kecepatan DNA, sedangkan jika arus dinaikan maka semakin

cepat pergerakan DNA (Martin, 2006). Spektrofotometri sinar UV digunakan

untuk mengukur tingkat kemurnian DNA hasil isolasi. Penentuan panjang

gelombang maksimum perlu dilakukan untuk mengetahui dimana terjadi absorpsi


maksimum dan untuk meningkatkan proses absorpsi larutan terhadap sinar

(David, 2009).

Panjang gelombang yang digunakan untuk mengetahui kandungan

DNA/RNA menggunakan spektrofotometri UV adalah 260 nm, sedangkan untuk

mengetahui kandungan protein menggunakan spektrofotometri UV dengan

panjang gelombang 280 nm. Reaksi rantai polymerase (PCR) merupakan teknik

ilmiah dalam biologi molekuler untuk memperkuat satu atau beberapa salinan

potongan DNA dan dapat menghasilkan ribuan sampai jutaan salinan urutan

DNA tertentu (John, 2011).PCR sekarang menjadi teknik umum dan sering

diperlukan dalam laboratorium penelitian medis atau biologi untuk berbagai

aplikasi, termasuk cloning untuk sekuensing DNA, filogeni DNA, analisis

fungsional gen, diagnosis dan deteksi penyakit menular (David, 2009).

Mikropipet untuk mengambil dan menghomogenkan sampel DNA dan

loading dye. Penggunaan pipet gelas seperti pipet ukur dan pipet gondok tidak

mempunyai akurasi yang tinggi untuk volume kurang dari 1 ml. Sehingga pada

pemindahan cairan dengan volume kecil kurang dari 1000 microliter, orang

cenderung menggunakan mikropipet, biasa juga disebut dengan pipet otomatis.

Pipet otomatis ini mempunyai akuraritas dan presisi yang lebih baik dari pada

pipet gelas. Setiap pipet dapat diset berapapun volumenya selama dalam range

volume pipet. Mikropipet dapat dibedakan menjadi singel, channel, multichannel

serta adjustable dan fix. Ada beberapa macam merek mikropipet yang beredar

dipasaran seperti Gilson, Pipetman, dan lain-lain (Khopkar, 1990).

UV transiluminator untuk visualisasi pewarnaan DNA didalam gel agarosa.

UV Transilluminators digunakan untuk men-visual-kan DNA setelah di loading


atau running dalam DNA elektroforesis. Polymerase chain reaction (PCR) adalah

sebuah teknologi laboratorium yang utama dalam biologi mokuler. PCR

mempunyai derajat spesifisitas dan sensitivitas yang cukup tinggi. Dengan teknik

PCR ini, dalam hitungan menit kita bisa menghasilkan jutaan copy DNA.

Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi

dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu

obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan

diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang

dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.


BAHAN DAN METODE

Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum ini diadakan pada hari Rabu, 27 Februari 2019 pada pukul

13.00 WIB sampai dengan selesai di Laboratorium Genetika Molekuler Program

Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumater Utara, Medan

pada ketinggian ± 25 mdpl.

Bahan dan Alat

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Nitrogen Cair,

Buffer TE, Buffer TAE, KIAA, CTAB, dan PVPP sebagai objek pengamatan;

serta kertas atau catatan yang digunakan untuk mencatat fungsi dan jenis alat-alat

laboratorium genetika molekuler.

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah Thermocycler,

Elektroforesis, Mikropipet, Geldoc transiluminator, PCR, dan Spektrofotometer

sebagai objek pengamatan ; alat tulis yang digunakan untuk menulis atau

menunang praktikum; serta kamera atau handphone yang digunakan untuk

mengambil gambar alat-alat laboratorium.

Prosedur Percobaan

 Digambar/difoto masing-masing alat dan bahan yang digunakan

 Dikenali masing-masing bagian dan fungsi dari alat dan bahan yang

digunakan

 Dilaporkan hasil yang didapat dalam praktikum tersebut.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

1. Ruang Persiapan

No Nama Alat Fungsi

1 Wastafel Untuk membersihkan alat dan bahan

sebelum digunakan.

2 Sikat Untuk membersihkan glassware dan

beaker glass.

3 Autoklaf Untuk mensterilkan alat dan bahan pada

suhu 121o tekanan 1 atm.

4 Timbangan Analitik Untuk menimbang bahan yang akan

digunakan untuk pembuatan media.

5 Botol Kultur Sebagai tempat untuk mengkulturkan atau

menanam eksplan.

6 Rak Kultur Untuk menyimpan botol kultur.


7 Entkas Sebagai tempat menyimpan bahan-bahan

kimia.

8 Glassware Sebagai wadah bahan-bahan kimia

9 Keranjang Untuk memindahkan media dari ruang

persiapan ke ruang kultur.

10 Hotplate Untuk menghomogenkan suatu larutan

dengan pengadukan.

2. Ruang Transfer

No Nama Alat Fungsi

1 Kulkas Untuk mendinginkan bahan-bahan seperti

nutrisi agar tetap segar.

2 Lampu bunsen Untuk melakukan sterilisasi pada alat-alat

yang terbuat dari platina.


3 Sprayer Untuk menyemprot bahan kimia.

4 Laminar Air Flow Untuk preparasi bahan agar tidak

terkontaminasi udara luar, dilengkapi

lampu UV yang mematikan bakteri.

5 Air Conditioner (AC) Untuk menjaga suhu agar tetap stabil.

6 Entkas Sebagai tempat menyimpan bahan-bahan

kimia.

7 pH meter Untuk mengukur pH.

8 Dissecting kit Digunakan dalam menanam eksplan.


3. Ruang Kultur

No Nama Alat Fungsi

1 Rak Kultur Untuk meletakkan botol kultur yang berisi

media.

2 Higrometer Untuk mengukur tingkat kelembaban

pada suatu tempat.

3 Air Conditioner (AC) Untuk menjaga suhu agar tetap stabil.

4 Thermometer Untuk mengukur suhu.

5 Lampu Flouresen Sebagai sumber cahaya.

4. Alat-alat Biologi Molekuler

No Nama Alat Fungsi

1 Mikropipet Untuk memindahkan cairan bervolume

kecil, biasanya kurang dari 100 ml.


2 Gel Documentation Untuk mencatat informasi gen dari suatu

tanaman.

3 Polymerase Chain reaction Untuk mengkopi utaan DNA.

4 Sentrifugator Untuk memutar sampel dengan kecepatan

tinggi yang berukuran molekuler.

5 Elektroforesis Untuk mengukur lau perpindahan partikel

bermuatan dalam suatu medan listrik.

6 Spektrofotometer Untuk mengukur kuantitas dan kemurnian

DNA.

7 Power Suply Sebagai sumber energi.

Pembahasan

Bioteknologi adalah pemanfaaatan makhluk hidup atau bagian-bagiannya

untuk menghasilkan produk yang diperlukan atau jasa perantara untuk mengubah

suatu produk menadi prouk lain. Hal ini sesuai dengan literatur Sutrisno (2006),

yang menyatakan bahwa, bioteknologi adalah suatu teknik modern untuk


mengubah bahan mentah melalui transformasi biologi sehingga menjadi produk

yang berguna.

Kultur jaringan adalah cara untuk memperbanyak tanaman dengan cara

mengisolasi bagian dari tanaman tersebut seperti sel, aringan atau organ dalam

yang steril sehingga bagian-bagian tersebut dapat beregenerasi menadi tanaman

yang lengkap. Hal ini sesuai dengan literatur Suliansyah (2013) yang menyatakan

bahwa, kultur jaringan adalah suatu metode mengisolasi bagian dari tanaman,

seperti protoplasma sel, sekelompok sel, jaringan, dan organ serta

menumbuhkannya dalam media yang sesuai dan kondisi aseptik, sehingga bagian-

bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman

lengkap.

Ruang persiapan merupakan ruangan pertama yang harus dilalui dalam

pembuatan tanaman kultur jaringan dimana ruangan ini memiliki 3 fungsi dasar

yaitu membersihkan alat praktikum, persiapan dan sterilisasi media, dan

penyimpanan alat-alat gelas. Hal ini sesuai dengan literatur Sandra (2011) yang

menyatakan bahwa ruang persiapan merupakan ruangan yang mempunyai 3

fungsi yaitu untuk membersihkan alat-alat (petri, botol kultur, dan lain-lain),

persiapan dn sterilisasi media, dan penyimpanan alat-alat berbahan gelas.

Ruang penanaman (transfer area) merupakan ruangan yang wajib dalam

keadaan steril, di dalam ruangan ini dilakukan pemotongan eksplan dan

penanaman eksplan, didalam ruang penanaman (transfer area) terdapat Laminar

Air Flow (LAF), cabinet, entkas, sprayer, kipas angin, tempat alcohol, alat diseksi,

alat-alat biologi molecule. Hal ini sesuai dengan literatur Cheesbrough (2005)

yang menyatakan bahwa, ruang penanaman (transfe area) merupakan ruangan


pada kondisi steril yang di dalamnya terdapat lemari kaca atau cabinet untuk

pemotongan eksplan, melakukan penanaman dan subkultur, di dalam ruang

transfer terdapat alat-alat, diantaranya yaitu Laminar Air Flow Cabinet (LAF),

entkas, sprayer, AC, alat-alat diseksi (scalpel,pinset, spatula, gunting, jarum),

bunsen, alat-alat biologi molekuler (thermcycler, elektroforesis horizontal,

elektroforesis vertical, gel document, mikropipet, sentrifuge spektrofotometer dan

transluminator .

Ruang pertumbuhan (growing area) adalah ruangan tempat menyimpan

hasil kultur. Alat yang terdapat di dalam ruangan ini diantaranya rak-rak kaca

yang digunakan untuk meletakkan botol-botol kultur setelah proses penanaman,

dilengkapi dengan lampu fluorescent, AC, timer, lup, dan hygrometer. Hal ini

sesuaidengan literatur Nursyamsi (2010) yang menatakan bahwa, ruang

pertumbuhan hasil kultur pada kondisi cahaya dan temperature yang terkontrol.

Ruang pertumbuhan ini terdiri dari rak-rak yang biaanya terbuat dari kaca

digunakan utnuk meletakkan botol-botol kultur setelah proses penanaman. Ruang

pertumbuha dilengkapi dengan lampu fluorescent, AC, timer, loupe/ kaca

pembesar dan hygrometer.

Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan memiliki kelebihan

diantarayanya: hanya memerlukan areal yang tidak cukup luas, produktivitas

perbanyakan dapat dilakukan kapan saja, hanya memerlukan sedikit bahan

tanaman. Hal ini sesuai dengan literatur Suliansyah (2013) yang menyatakan

bahwa, beberapa keuntungan teknik perbanyakan dengan kultur jaringan antara

lain budidaya dimulai dengan sedikit bahan tanaman (eksplan), perbanyakan

menggunakan pendekatan lingkungan aseptic dan bebas pathogen, meningkatkan


efektivitas perbanyakan pada tanaman yang hamper punah, produktivitas

perbanyakan dapat dilakukan sepanang tahun tidak bergantung pada iklim, hanya

memerlukan areal yang tidak cukup luas

Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan juga memiliki kelemahan

yaitu, menyebabkan penyimpangan fenotipe dan sifat genetic induk, diperlukan

sumberdaya manusia yang menguasai dan terampil dalam bidang kultur jaringan

yang masih terbatas, memerlukan biaya yang besar. Hal ini sesuai dengan

literature Riandi (2008) yang menyatakan bahwa, selain memiliki kelebihan,

teknik kultur jaringan juga mempunyai beberapa kelemahan misalnya, munculnya

variasi somklonal yang akan menyebabkan penyimpangan fenotip dan sifat

genetic tanaman induk. Masalah lain yang banyak dihadapi adalah model investasi

dan terampil dalam bidang kultur jaringan tanaman masih terbatas.


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Bioteknologi adalah pemanfaaatan makhluk hidup atau bagian-bagiannya

untuk menghasilkan produk yang diperlukan atau jasa perantara untuk

mengubah suatu produk menadi produk lain.

2. Kultur jaringan adalah suatu metode perbanyakan tanaman dengan mengisolasi

bagian-bagian dari tanaman tersebut.

3. Ruang persiapan memiliki 3 fungsi dasar yaitu membersihkan alat praktikum,

persiapan dan sterilisasi media, dan penyimpanan alat-alat gelas. kultur

jaringan adalah suatu metode mengisolasi bagian dari tanaman.

4. Ruang penanaman (transfer area) merupakan ruangan yang wajib dalam

keadaan steril, di dalam ruangan ini dilakukan pemotongan eksplan dan

penanaman eksplan.

5. Ruang pertumbuhan (growing area) adalah ruangan tempat menyimpan hasil

kultur.

6. Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan memiliki kelebihan diantaranya:

memerlukan areal yang tidak cukup luas, produktivitas perbanyakan dapat

dilakukan kapan saja, hanya memerlukan sedikit bahan tanaman.

7. Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan memiliki kelemahan yaitu,

menyebabkan penyimpangan fenotipe dan sifat genetic induk, diperlukan

sumberdaya manusia terampil dalam bidang kultur jaringan yang masih

terbatas, memerlukan biaya yang besar.


DAFTAR PUSTAKA

Wahyudi, 2011. Diktat Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan.Universitas

Padjajaran, Jatinangor.

Cheesbrough, Monica. 2005. District Laboratory Practice in Tropical Countries,

ed.vol.2. Cambridge: Cambridge University Press, halaman 120-140

Choudhary, M.I., 2008. Keselamatan dan keamanan laboratorium kimia.

Yudsitira.Jakarta.

David G. Watson. 2009. Analisis Farmasi. EGC. Jakarta

Ginting. 2009. Kimia Universitas Asas dan Struktur, hlm 325 dan 331. Binarupa

Aksara. Jakarta.

Hokayuruke, 2013. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Industri. Fakultas Pertanian

Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.

John dan Rachmawati. 2011. Chemistry 3A. Erlangga. Jakarta

Khopkar, S. M. 2000. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI-Press. Jakarta

Koesmadja, 2006.Kimia Dasar. Erlangga. Jakarta.

Lodish et al. 2005. Molecular Cell Biology. Scientific American Books. New

York

Martin, R. 2006. Gel electrophoresis: nucleid acids. Bios scientific Publisher,

Oxford

Puspita, Rohima, 2009. Alam Sekitar IPA Terpadu : untuk SMP/MTs Kelas VII.

Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Stansfield, W.D., Colome, J.S., Cano, R.J. 2006. Scaum’s easy outline Biologi

Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga. Hal: 82-86


Wahyudi, 2011. Diktat Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan. Universitas

Padjajaran, Jatinangor.

Yulita. 2012. Pengenalan alat laboratorium bioteknologi. Fakultas Pertanian.


Universitas Hasanuddin.