Anda di halaman 1dari 8

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil Belajar Matematika


1. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah suatu interaksi tindak belajar mengajar dan
penilaian terhadap kemampuan siswa yang biasanya ditunjukkan dengan
nilai tes (Nasution, 1996 dan Darmansyah, 2006). Sudjana (1998 dan 2004)
hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah
menerima pengalaman belajarnya sebagai akibat dari proses belajar yang
dilakukan oleh siswa.
Hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia
berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Aspek perubahan itu mengacu
kepada taksonomi tujuan pengajaran yang dikembangkan oleh Bloom,
Simpson dan Harrow mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik
(Winkel dalam Purwanto 2011).
Nasution (1992) hasil belajar matematika adalah tingkat
keberhasilan dalam menguasai pelajaran matematika setelah memperoleh
pengalaman atau setelah proses belajar mengajar dalam kurun waktu
tertentu yang akan di perlihatkan melalui skor atau nilai yang diperoleh
dalam tes hasil belajar. Hasil belajar matematika yang dimaksud adalah
hasil tes pada pelajaran matematika.
Hasil belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah hasil yang diperoleh siswa setelah siswa tersebut mengalami proses
belajar matematika yang dibuktikan dengan perubahan tingkah laku
sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang dinilai dari aspek
kognitifnya yang ditunjukan dengan nilai atau angka.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar


Slameto (2003) menyatakan bahwa ada dua faktor yang
mempengaruhi hasil belajar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal yang dimaksud adalah segala sesuatu yang bersumber dari
dalam diri subyek yang belajar contohnya faktor jasmani (fisiologis) baik
bersifat bawaan maupun yang diperoleh, terdiri atas penginderaan,
pendengaran, struktur tubuh, dan kematangan fisik. Faktor psikologis yang

4
5

berasal dari bawaan, terdiri atas faktor intelektual maupun potensi


kecerdasan, bakat, minat, dan kecakapan.
Faktor eksternal adalah segala faktor yang bersumber dari luar diri
subyek yang belajar terdiri dari faktor sosial yang terdiri dari lingkungan
keluarga dan lingkungan masyarakat. Budaya seperti, adat istiadat, IPTEK,
kesenian, dan lingkungan fisik seperti fasilitas belajar dan cuaca.

B. Disiplin Belajar
1. Pengertian Disiplin
Sikap disiplin merupakan suatu hal yang sangat penting untuk
dimiliki oleh setiap siswa. Sikap disiplin siswa dapat tumbuh dan
berkembang melalui latihan-latihan yang dapat memperkuat diri sendiri
dengan jalan membiasakan diri untuk patuh pada peraturan-peraturan
yang ada. Membiasakan diri untuk disiplin lambat laun akan tumbuh
kesadaran pada diri siswa untuk selalu mematuhi segala peraturan yang
ada, dan sikap disiplin yang tumbuh dari kesadaran dalam diri siswa akan
dapat melekat dalam diri siswa yang terwujud dalam setiap tingkah laku
dan perbuatannya dalam hidupnya. Hurlock (1999) mengungkapkan
disiplin adalah cara masyarakat mengajar anaknya perilaku moral yang
disetujui kelompok dan bertujuan membentuk perilaku sedemikian rupa
hingga anak sesuai dengan peran-peran yang ditetapkan kelompok budaya,
tempat individu itu didefinisikan.
Disiplin menurut Arikunto (1998) adalah kepatuhan seseorang
dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya
kesadaran yang ada pada kata hatinya. Disiplin adalah tingkat konsistensi
dan konsekuensi seseorang terhadap suatu komitmen atau kesepakatan
bersama yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai (Depdikbud
dalam Palupi 2004).
Disiplin adalah ketaatan terhadap peraturan dan norma kehidupan
masyarakat, berbangsa dan bernegara yang berlaku, yang dilaksakan secara
sadar dan ikhlas lahir batin sehingga timbul rasa malu terkena sanksi dan
rasa takut terhadap Tuhan yag Maha Esa (Gerakan Disiplin Nasional dalam
Tu’u 2004). Ekosiswoyo dan Rachman (2000) mengungkapkan bahwa
disiplin adalah pernyataan sikap mental individu maupun masyarakat yang
6

mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran


untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.
Berdasarkan pernyataan di atas disiplin adalah upaya pengendalian
diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan
kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan
dorongan dan kesadaran yang muncul dalam hatinya.

2. Pengertian Disiplin Belajar


Disiplin merupakan suatu cara yang digunakan guru untuk
mendidik dan membentuk perilaku siswa menjadi orang yang berguna dan
prestasi tinggi dalam bidang pelajaran. Dapat dilihat dari pengertian disiplin
yang diungkapkan oleh Rachman (Tu’u, 2004) bahwa disiplin adalah
sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau
masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap
peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang
muncul dari dalam hatinya.
Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung
dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan
dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap (Winkel,
1991). Slameto (2003) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa disiplin
belajar adalah pengendalian tingkah laku dan sikap mental siswa yang
menunjukkan kesediaannya untuk melaksanakan kewajiban belajar secara
sadar dengan cara menaati peraturan yang berlaku baik di sekolah maupun
di rumah.

3. Tujuan Disiplin Belajar


Disiplin belajar berkaitan erat dengan kepatuhan siswa terhadap
peraturan yang berlaku di sekolah tempatnya belajar. Siswa harus memiliki
kesadaran untuk mematuhi peraturan dalam kegiatan belajar, tanpa ada
paksaan dari pihak lain. Adapun kepatuhan terhadap peraturan secara
sadar merupakan modal utama untuk menghasilkan suatu sikap yang
7

positif dan produktif. Positif artinya sadar akan tujuan yang akan dicapai
sedangkan produktif adalah selalu melakukan kegiatan yang bermanfat.
Tujuan membentuk sikap disiplin pada anak sangatlah penting
gunanya yaitu membantu anak untuk menjadi matang pribadinya dan
mengembangkan dari sifat–sifat ketergantungan sehingga ia mampu
berdiri sendiri atas tanggung jawab sendiri. dan membantu anak untuk
mengatasi, mencegah timbulnya problem–problem disiplin dan berusaha
untuk menciptakan situasi yang tertib bagi kegiatan belajar mengajar
dimana mereka menaati segala peraturan yang telah ditetapkan menurut
Gordon dalam Palupi (2004).
Hasanah (2011) menyatakan bahwa disiplin belajar bertujuan
untuk mengontrol dan memperbaiki diri dalam melakukan kegiatan belajar,
melatih siswa agar mampu mengatasi dan mencegah timbulnya masalah
atau kesulitan belajar.
Berdasarkan pandangan–pandangan di atas dapat disimpulkan
bahwa tujuan disiplin belajar adalah membantu anak untuk tertib, dan
bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. Selain itu disiplim membantu
siswa mengatasi masalah kesulitan belajar.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Belajar


Tu’u (2004) mengemukakan ada empat faktor utama yang
mempengaruhi disiplin belajar yaitu kesadaran diri, mengikuti dan menaati
aturan, alat pendidikan, dan hukuman. Kesadaran diri sebagai pemahaman
diri bahwa disiplin dianggap penting bagi keberhasilan dan kebaikkan
dirinya. Kesadan diri sendiri akan menjadi modal yang sangat kuat agar
terbentuknya sikap disiplin.
Mengikuti dan menaati aturan yang ada adalah langkah penerapan
dan praktik atas peraturan yang mengatur perilaku individu. Hal ini sebagai
kelanjutan akan adanya kesadaran diri yang di hasilkan dari kemauan diri
yang kuat.
Hukuman sebagai upaya menyadarkan, mengoreksi dan
meluruskan yang salah sehingga seseorang akan kembali pada perilaku
yang sesuai dengan aturan yang ada. Hukuman juga berguna sebagai
penanggulangan tindakan yang tidak di inginkan atau diterima di dalam
lingkungan (Hurlock, 1999).
8

Tu’u (2004) juga mengungkapkan beberapa faktor lain yang


mempengaruhi disiplin belajar yaitu teladan, lingkunga berdisiplin, dan
latihan berdisiplin. Perbuatan dan tindakan lebih berpengaruh pada diri
seseorang dibandingkan perkataan. Contohnya adalah keteladanan disiplin
atasan, kepala sekolah serta tatanan sekolah, dan keteladanan disiplin
orang tua. Seseorang akan lebih mudah meniru apa yang mereka lihat,
dibandingkan dengan apa yang mereka dengar.
Lingkungan merupakan suatu tempat dimana seseorang
bersosialisasi dengan orang lain. Seseorang dapat dipengaruhi oleh
lingkungan dimana mereka tinggal, apabila lingkungan mereka berdisiplin
akan peraturan yang ada maka seseorang juga akan disiplin. Hal itu
dikarenakan karena seseorang mempunyai kemampuan untuk beradaptasi
terhadap lingkungan.

5. Aspek Disiplin Belajar


Disiplin merupakan suatu aturan untuk mengikuti peraturan dalam
berperilaku atau melakukan aktivitas. Sikap disiplin senantiasa tidak dapat
tumbuh dengan sendirinya. Disiplin pada diri siswa dapat tumbuh dengan
bimbingan dari pendidik di lingkungan sekolah maupun di rumah secara
bertahap. Kebiasaan yang selalu ditanamkan oleh orang tua dan guru akan
terbawa oleh anak sehingga akan tumbuh sikap disiplin. Arikunto (1990)
mengungkapkan dua aspek penting dalam pembentukan disiplin belajar
yaitu disiplin belajar di sekolah dan disiplin belajar di rumah.
Disiplin belajar di sekolah bertujuan untuk membantu peserta didik
menemukan dirinya dan mengatasi serta mencegah timbulnya masalah
disiplin dan berusaha menciptakan situasi yang menyenangkan dalam
kegiatan pembelajaran, sehingga mereka mentaati segala peraturan yang
ada di sekolah (Mulyasa, 2003). Disiplin belajar di sekolah adalah
kepatuhan dan ketaatan siswa dalam kegiatan belajarnya di sekolah.
Slameto (Sakdiyah, 2006) mengungkapkan beberapa sikap disiplin yang
hendaknya dilakukan siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah yaitu
(1) disiplin siswa dalam masuk sekolah. Siswa dikatakan disiplin dalam
masuk sekolah jika seorang siswa selalu masuk sekolah dengan tepat waktu
dan tidak membolos sekolah. (2) disiplin siswa dalam mengerjakan tugas,
(3) disiplin siswa mengkuti pelajaran di sekolah terutama pembelajaran di
9

kelas, siswa di tuntut aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan dapat
memahami proses belajar mengajar. (4) disiplin siswa dalam mentaati
peraturan yang berlaku di sekolah yaitu dengan kesesuaian tindakan siswa
dengan tata tertib sekolah yang di tunjukkan dalam setiap perilakunnya
yang selalu taat dan melaksanakan tatat tertib sekolah dengan penuh
kesadaran.
Disiplin belajar di rumah adalah suatu tingkat konsisten dan
konsekuensi serta keteraturan dalam kegiatan belajar untuk memperoleh
tingkah laku yang timbul dari kesadaran diriya untuk belajar dengan
menaati dan melaksakan tugasnya sebagai siswa di rumah dengan
dukungan orang tua yang mengawasi dan mengarahkan untuk membuat
anaknya sadar untuk berdisiplin (Susilowati, 2005). Sikap disiplin belajar di
rumah diantaranya adalah (1) disiplin dalam menaati jadwal belajar,
seorang siswa harus menaati jadwal belajar yang dibuatnya agar dapat
mempersiapkan bahan yang akan di ajarka guru. (2) disiplin dalam
mengatasi godaan yang akan menunda waktu belajar, maksudnya adalah
sikap konsisten akan tetap belajar walau ada teman yang mengajak
bermain. (3) disiplin terhadap diri sendiri dan (4) disiplin dalam menjaga
kondisi fisik (Sulistyowati, 2001).

6. Hubungan Disiplin Belajar dengan Hasil Belajar


Bagi siswa hasil belajar sangat penting karena siswa dapat
mengetahui sejauhmana keberhasilan yang dicapainya dalam belajar. Bagi
guru, dapat digunakan untuk menentukan apakah siswa tuntas atau tidak
dalam materi pelajaran tersebut. Bagi orang tua untuk mengetahui hasil
belajar anaknya dari waktu ke waktu.
Gunarsa (1990) menyatakan bahwa salah satu faktor yang
menyebabkan tinggi rendahnya hasil belajar anak adalah disiplin belajar.
Rendahnya hasil belajar merupakan kegagalan dalam belajar, sebaliknya
tingginya hasil belajar menunjukkan keberhasilan proses belajar mengajar.
Untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dibutuhkan disiplin dalam
belajar. Hasil belajar yang baik akan dicapai bila disiplin belajar juga tinggi.
Menurut Rahardjo (2003) apabila individu atau peserta didik
berperilaku disiplin atau bersedia menaati segala peraturan (tata tertib)
10

yang ada dalam kegiatan belajar, merupakan suatu modal dasar yang
sangat penting dalam menunjang tercapainya kegiatan pembelajaran.
Belajar harus dengan disiplin karena disiplin adalah kunci sukses.
Untuk mencapai hasil belajar yang maksikmal diperlukan sikap mental
siswa dalam mengarahkan seluruh belajarnya. Siswa yang ingin hasil
belajarnya tinggi harus mempunyai disiplin belajar yang tinggi, karena
sikaplah yang membuat siswa senantiasa mempunyai kesediaan,
kegairahan, dan tanggung jawad dalam belajar.
Tanpa sikap seperti ini siswa tidak mampu mengatasi berbagai
hambatan dan kesulitan. Siswa yang memiliki disiplin belajar yang tinggi
maka akan memperoleh hasil belajar yang tinggi.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa : a) disiplin
merupakan jembatan untuk menuju kesuksesan, b) hubungan disiplin
belajar dan hasil belajar bersifat psikologis, artinya dengan melakukan
disiplin belajar, timbul rasa aman dan tenang dalam diri anak didik
sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar baik di rumah maupun di
sekolah, c) disiplin belajar akan menghasilkan prestasi yang baik dengan
bentuk hasil penilaian tertinggi yang merupakan kebanggaan bagi setiap
anak didik di sekolah.
C. Hasil Penelitian yang Relevan
Ada berbagai macam penelitian yang relevan dengan penelitian ini
yaitu penelitian yang dilakukan oleh Andarbeni (2011) melakukkan penelitian di
SD Gedongkiwo, menyatakan ada hubungan positif yang signifikan antara
disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar matematika, mendapatkan hasil
bahwa harga r hitung lebih besar dari harga rtabel dengan N = 52 siswa pada
taraf signifikan 5% yaitu 0,373 > 0,181. Dengan demikian dapat diketahui
bahwa semakin tinggi disiplin belajar siswa semakin tinggi pula hasil belajar
matematika siswa.
Senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Prasetya (2011) di
SMA Muhammadiyah 4 Kartasura, menunjukkan ada pengaruh positif yang
signifikan antara disiplin belajar siswa dengan hasil belajar matematika siswa,
mendapatkan hasil berdasarkan analisis regresi linier ganda di ketahui bahwa
thitung > ttabel, yaitu 2,565 > 2,037 dengan nilai signifikan 5%, yaitu 0,015 dengan
sumbangan efektif sebesar 31,92%.
Penelitian yang dilakukan oleh Pamungkas (2008), tentang hubungan
disiplin belajar siswa dengan hasil belajar maematika siswa kelas V SD Negeri di
11

Gugus Diponegoro Tahun Ajaran 2010/2011 mendapatkan hasil yang berbeda


dengan kedua penelitian di atas, Pamungkas menyatakan bahwa tidak ada
hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar siswa dengan hasil
belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri di Gugus Diponegoro Tahun
Ajaran 2010/2011.
D. Kerangka Berpikir Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara disiplin
belajar dengan hasil belajar matematika pada siswa kelas XI jurusan RPL, oleh
karenanya terdapat dua variabel yang akan diukur yaitu disiplin belajar dan
hasil belajar matematika. Berikut merupakan Gambar 2.1 kerangka berpikir
dalam penelitian ini.

Disiplin Belajar Hasil Belajar


Matematika

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir


Keberhasilan peserta didik dalam pendidikan dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor salah satunya yaitu disiplin belajar. Untuk mencapai hasil
belajar yang maksimal diperlukan sikap mental siswa dalam mengarahkan
seluruh belajarnya. Disiplin belajar merupakan jembatan untuk menuju
kesuksesan baik dilingkungan keluarga dan masyarakat, terutama di lingkungan
sekolah. Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal diperlukan sikap mental
siswa dalam mengarahkan seluruh belajarnya. Siswa yang ingin mendapatkan
hasil belajar yang tinggi maka harus mempunyai sikap disiplin belajar yang
tinggi pula. Agar siswa mampu mengatasi berbagai hambatan dan kesulitan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara disiplin
belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas XI Jurusan RPL SMK
Telekomunikasi Tunas Harapan Tahun Pelajaran 2013/2014.

E. Hipotesis Penelitian
Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang
signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas XI
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Tahun
Pelajaran 2013/2014. Siswa yang mempunyai disiplin belajar tinggi maka
mendapatkan hasil belajar yang tinggi pula, begitu juga sebaliknya, siswa yang
mempunyai disiplin belajar yang rendah, maka akan mendapatkan hasil belajar
yang rendah pula.