Anda di halaman 1dari 20

Vol.II, Kel.

2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

PEMODELAN STRUKTUR KRISTAL DENGAN BALLS AND


STICK (BS)
Nepa Riyani, Iin Lestari, Fristin Riski Annisa HSB, Nur Aulia Zamani
Jurusan Kimia, Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung
Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang, Kab. Bangka, Indonesia
Email: nepariyani23@email.com

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan pemodelan struktur kristal dengan balls and sticks
dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui struktur kristal dan sifat-sifat
dari struktur kristal tersebut. Kristal merupakan susunan atom-atom yang teratur
dalam ruang tiga 3Dimensi. Susunan polihedra paling stabil yang memungkinkan
terjadinya energi per satuan volume yang minimum. Kisi ruang adalah susunan
titik-titik dalam ruang tiga dimensi dimana setiap titik memiliki lingkungan yang
serupa. kisi kristal senyawa ionik ada beberapa macam diantaranya adalah
Natrium Klorida(NaCl),Sesium klorida(CsCl), Zink klorida (ZnS), Rutil(TiO2)
dan masih banyak lagi. Dari beberapa percobaan yang kami lakukan struktur
kristal TiO2 memiliki kristal tetragonal, namun memiliki perbedaan grup ruang.
TiO2 memiliki tiga fasa polymorpik yaitu rutil (tetragonal , 4,120 g/cm³), anatase
(tetragonal, 3,894 g/cm³), dan brookite (4,120 g/cm³ orthorombik). Kisi kristal
rutil adalah trigonal primitif. Struktur kristal dari NaCl keelektronegatifan atom
Na dan Cl dalam skala pauling adalah 0,93 dan 3,16. Perbedaan
keelektronegatifan kedua atom adalah 2,23. Senyawa NaCl adalah senyawa ionik
yang terdiri dari ion Na⁺ dan Cl⁻. Kisi kristal NaCl adalah kubus berpusat muka.
Struktur kristal dari CsCl adalah keelektronegatifan atom Cs dan Cl dalam skala
pauling adalah 0,79 dan 3,16. Perbedaan antara kedua atom tersebut adalah 2,37.
Dengan demikian CsCl merupakan senyawa ionik yang terdiri dari ion-ion Cs⁺
dan Cl⁻. Kisi kristal dari cesium klorida adalah kubus sederhana atau kubus
primitif. Struktur dari ZnS(sfalerit) dan (wurtzit) , sfalerit mempunyai struktur fcc
sedangkan wurtzit mempunyai struktur hcp. Struktur kristal ada beberapa macam
dan yang diamati dalam percobaan adalah kubus berpusat muka, kubus berpusat
badan, dan heksagonal terjejal.

Kata kunci : struktur Kristal, balls and sticks, kisi kristal, senyawa ionik,
3Dimensi

1
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

PENDAHULUAN
Dunia teknologi pada zaman sekarang sudah sangat maju dan ketat dalam
persaingan untuk mengembangkan aplikasi kimia yang memudahkan orang untuk
melihatan struktur kimia tanpa meneliti terlebih dahulu sehingga mahasiswa yang
ingin mengetahui struktur kimia tidak harus melakukan riset ataupun penelitian
terlebih dahulu karena adanya aplikasi kimia yang membantu kimiawan agar
mengetahui struktur dan ikatan kimia pada suatu senyawa. Aplikasi kimia juga
menjelaskan sifat-sifat suatu senyawa kimia.
Pada percobaan kali ini digunakan aplikasi kimia yaitu Balls and Stick
(BS). Balls & Sticks (BS) merupakan perangkat lunak atau sebuah program yang
digunakan untuk menggambarkan struktur kimia, terutama kristal dalam 3D. Balls
& sticks (BS) juga dapat menghasilkan gambar bitmap (atau JPEG) yang dapat
disalin ke clipboard dan ditempelkan (paste) pada dokumen pengolah kata seperti
Microsoft Word.
Prinsip dari percobaan ini adalah software balls and stick digunakan untuk
mempermudah penggambaran struktur kimia terutama kristal menggunakan
perangkat lunak (software) yang dapat menghasilkan gambar bitmap (atau JPEG),
sehingga adanya sofware yang dapat membuat struktur molekul yang diinginkan,
dan dapat dikerjakan dengan menggunakan bantuan komputer/laptop.
Berdasarkan uraian diatas penggunaan gambar bitmap pada software balls
and stick (BS) dapat cara menampilakan beberapa struktur kristal diantaranya
balls and stick untuk menekankan bagaimana atom-atom saling berkoordinasi,
polihedra melihat dengan cepat bagaimana koordinasi lokal, kombinasi satu dan
dua, dan terjejal untuk melihat bagaimana ruang diisi. Oleh karena itu tujuan dari
praktikum ini adalah dapat mengetahui bentuk-bentuk struktur kimia, terutama
kristal dalam tiga dimensi menggunakan perangkat lunak (software) balls and
stick (BS).

METODE PERCOBAAN

BAHAN KIMIA

Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah

1. Aplikasi Balls and Stick (BS)

Peralatan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah

1. Laptop

1
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

Cara Kerja
1. Download aplikasi Balls and Stick

2. Klik dua kali bs.exe

3. Kemudian klik file lalu klik new untuk membuat struktur kristal yang baru

4. Isikan data kristalografik (nama kristal, grup ruang, a, b, c, α, β, dan γ,


serta koordinat fraksional untuk masing-masing atom) dari kristal yang
akan di gambarkan strukturnya, pada layar kerja yang ada

5. Setelah itu, untuk masing-masing atom klik add

6. Kemudian klik Ok, akan muncul dialog “Boundary of structure”

7. Setelah muncul gambar kristal, kemudian membuat ikatan, pilih dua atom
(dengan "klik kiri mouse" sambil menekan tombol "Ctrl"), kemudian tekan
"Enter". Atau dapat memilih dua atom dan menekan tombol di toolbar

8. Setelah itu, simpanlah file dalam bentuk gambar dalam bentuk JPEG dapat
dilakukan dengan mengklik file lalu output JPEG lalu pilih Out Quality
High. Kemudian klik Ok

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

NO. Perlakuan Pengamatan

1 NaCl, Fm3m (225), a =


5.64006 Å, Na (0, 0, 0), Cl (
½, ½, ½ ).

2
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

2 Cu (bcc), Fm3m (225), a =


3.6153 Å, Cu (0, 0, 0)

3 Mg (hcp), P63/mmc (194), a


= 3.210 Å, c = 5.210 Å, Mg
(0, 0, 0)

4 Fe (bcc), Im3m (229), a =


2.866 Å, Fe (0, 0, 0)

5 Intan, Fd3m (227), a =


3.567 Å, C (0, 0, 0)

6 Grafit, P63/mmc (194), a =


2.456 Å, c = 6.694 Å, C (0,
0, ¼ ), C ( 2/3, 1/3,

¼)

3
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

7 Iodin, Cmca (64), a = 7.136


Å, b = 4.686 Å, c = 9.784 Å,
I (0, 0.15434,

0.11741)

8 CsCl, P43m (215), a = 4.121


Å, Cs (0, 0, 0), Cl ( ½, ½,, ½
)

9 ZnS (sfalerit), F43m (216),


a = 5.409 Å, Zn (0, 0, 0), S (
¼, ¼, ¼ )

10 ZnS (wurzit), P63mc (186),


a = 3.811 Å, c = 6.234 Å,
Zn (1/3, 2/3, 0), S

(1/3, 2/3, 5/8)

11 NiAs, P63mc (186), a =


3.619 Å, c = 5.034 Å, Ni (0,
0, 0), As (1/3, 2/3, ¼ )

4
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

12 CdI2, P3m (164), a = 4.244


Å, c = 6.835 Å, Cd (0, 0, 0),
I (1/3, 2/3, 0.2492)

13 CaTiO3 (perovskit), Pm3m


(221), a = 3.853 Å, Ti (0, 0,
0), Ca ( ½, ½, ½),

O (0, 0, ½)

14 CaF2 (fluorite), Fm3m


(225), a = 5.462 Å, Ca (0, 0,
0), F ( ¼, ¼, ¼)

15 TiO2 (rutil), P42/mnm


(136), a = 4.593 Å, c =
2.956 Å, Ti (0, 0, 0), O
(0.3048,

0.3048, 0)

5
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

16 MgAl2O4 (spinel), Fd3m


(227), a = 8.080 Å, Mg (0,
0, 0), Al (5/8, 5/8, 5/8),

O (0.387, 0.387, 0.387).

17 K2PtCl6, Fm3m (225), a =


9.686 Å, Pt (0, 0, 0), Cl
(0.239, 0, 0), K (¼, ¼,

¼)

1. Struktur Kristal NaCl

Gambar 1. Struktur kristal NaCl

Kristal NaCl dibentuk oleh atom Natrium (Na+) dan atom Clorida (Cl-).
Atom Na memiliki nomor a tom 11, artinya memiliki 11 elektron, 10 elektron
merupakan elektron inti dan 1 elektron valensi. atom natrium (Na) Atom Clorida
(Cl) memiliki nomor atom 17, artinya memiliki elektron 17, 10 elektron
merupakan elektron inti dan 7 elektron valensi. Untuk membentuk ikatan ionik,
maka ketika atom Na dan atom Cl didekatkan satu sama lain akan terjadi transfer
elektron (1 elektron ) dari atom Na ke atom Cl. Akibatnya atom Na yang
kehilangan 1 elektron akan menjadi ion Na+ karena melepa 1 elektron sedangkan
atom Cl akan menjadi ion Cl- karena menerima 1 elektron. Menurut Coulomb,
selanjutnya kedua ion Na+ dan Cl- ini akan saling tarik menarik membentuk kristal
NaCl.
Kristal-kristal (NaCl) ionik memiliki sifat-sifat umum seperti berikut:

6
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

1. Termasuk kristal padat yang keras karenaikatan antara ion-ion penyusunnya


tergolong ikatan kuat.
2. Tergolong konduktor listrik dan panas yang jelek karena dari proses ikatan
tersebut tidak menghasilkan elektron bebas.
3. Memiliki titik leleh tinggi.
4. Biasanya terlarut dalam zat cair polar, seperti air, tetapi tidak larut dalam zat
cair kovalen seperti bensin. Molekul air (H2O) yang memiliki momen
dipollistrik permanen dapat mengerjakan gaya tarik terhadap ion-ion
bermuatan listrik yang dapat memutuskan ikatan ionik sehingga kristal ionik
tersebut dikatan terlarut dalam air.
Struktur kristal NaCl berbentuk kubus yang terbentuk akibat sususnan ion-
ion Na+ dan ion-ion Cl- yang saling mengelilingi. Setiap ion Na+ keseluruhan
permukaannya dikelilingi oleh Cl- demikian pula sebaliknya, seluruh permukaan
ion Cl- dikelilingi oleh Na+ . ion-ion yang saling mengelilingi itu terjejal rapat,
sehingga setiap ion Na+ dikelilingi 6 ion Cl- dan sebaliknya, jadi dalam kristal
tersebut ion-ion Na+ : Cl- = 6 : 6 = 1 : 1. Jadi dapat dikatakan ke enam ion yang
mengelilingi itu berada dibagian muka belakang, atas bawahm dan kiri kanan.

2. Struktur Kristal Cu

Gambar 2. Struktur kristal Cu

Struktur kristal tembaga adalah kubus berpusat muka atau face centered
cubic (FCC) dengan karakteristik lembut dan ductile, permukaan mengkilat
berwarna merah-jingga dan memiliki titik leleh 1084,62 oC. Secara umum
tembaga dimanfaatkan untuk membuat kawat, perunggu dan koin. Struktur FCC
mempunyai sebuah atom pada pusat semua sisi kubus dan sebuah atom pada
setiap titik sudut kubus. Beberapa logam yang memiliki struktur kristal FCC yaitu
tembaga, aluminium, besi, timbal, perak, dan emas.
Tiap atom dalam sel satuan FCC ini dikelilingi oleh duabelas (12) atom
tetangga, hal ini berlaku untuk setiap atom, baik yang terletak pada titk sudut
maupun atom dipusat sel satuan. Jumah atom tetangga yang mengelilingi setiap
atom dalam struktur kristal FCC yang nilainya sama untuk setiap atom disebut

7
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

dengan bilangan koordinasi (coordination number). Bilangan koordinasi struktur


FCC adalah 12.

3. Struktur Kristal Mg

Gambar 3. Struktur Kristal Mg

Struktur kisi mg merupakan struktur kristal heksagonal tumpukan padat(HCP).


Ciri khas logam-logam dengan struktur HCP adalah setiap atom dalam lapisan
tertentu terletak tepat diatas atau dibawah sela antara tiga atom pada lapisan
berikutnya.Kristal HCP mempunyai 17 atom atom yang tersusun dari 2
heksagonal yang terdiri dari 1 atom disetiap sudutnya dan 1 atom lagi ditengahnya
terdapat juga 3 atom yang menyelip di antara ke 2hexagonal. contohnya Mg.

4. Struktur Kristal Fe

Gambar 4. Struktur Kristal Intan


Struktur logam ferro ialah susunan-susunan yang terdapat di dalam logam
tersebut (bagun dalam dari suatu macam zat). Struktur-struktur logam ferro
adalah :
a. STRUKTUR FERRIT
Ferrit berasal dari bahasa latin yang artinya besi(Fe). Struktur ini
disebut besi murni. Struktur ini dapat berubah sifat apabila dipanaskan.
Perubahan terrsebut adalah :
 Besi murni / besi alpha (α)
Struktur besi murni dibawah suhu 723oC, sifatnya magnetis
dan lunak. Susunan kristalnya berbentuk kubus pusat ruang.
 Besi beta (β)
Struktur ferrit pada suhu 768o-910oC mulai berubah sifat
dari magnetis mennjadi non magnetis yang disebut besi beta,

8
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

susunan kristalnya mulai berubah dari kubus pusat ruang menjadi


kubus pusat bidang.
 Besi gamma (γ)
Struktur ferrit pada suhu 910oC-1391oC berubah menjadi
struktur besi gamma yang mempunyai sifat tidak magnetis,
susunan kristalnya berbentuk kubus pusat bidang.

 Besi delta (δ)


Struktur ferrit yang sudah menjadi Austenit pada suhu
1392oC sampai mencair suhu 1539oC berubah menjadi besi delta,
susunan kristalnya sama dengan besi dalam bentuk kubus pusat
ruan tetapi jarak atomnya lebih besar

b. STRUKTUR PERLIT
Struktur ini adalah struktur yang terbentuk dari persenyawaan
antara FERRIT dan struktur SEMENTITT yang seimbang. Semua
struktur ferrit saling mengikat dengan struktur sementitt dalam lapisan
tipis yang menunjukkan jalur hitam (Fe3C) dan terang (Fe) dengan
warna yang mengkilap seperti induk mutiara. Jika suatu logam ferro
mengandung kadar Karbon 0,8% maka struktur logam tersebut terdiri
dari 100% perlit. Struktur ini jika dianaskan sampai suhu 723oC akan
berubah struktur austenit.

c. STRUKTUR SEMENTIT
Struktur ini adalah suatu senyawa kimia antara besi (Fe) dengan
zat arang (C). Struktur ini degan rumus kkimia Fe3C artinya 3 atom
besi mengikat sebuah atom karbon menjadi sebuah molekul. Struktur
ini sangat kersas, bila zat arang pada suatu logam tidak bersenyawa
dengan besi disebut zat bebas(grafit) 6,67%C.

d. STRUKTUR AUSTENIT
Struktur Austenit berasal dari strutur ferrit yang dipanaskan pada
suhu 910o-1391oC atau struktur perlit yang dipanaskan pada suhu
723oC -1391oC. Struktur ini disebut besi gamma, sifatnya tidak
magnetis, kristalnya berbentuk kubus pusat bidang, lunak dan dapat
ditempa.

e. STRUKTUR MARTENSIT
Struktur ini berasal dari struktur austenit yang didinginkan secara
cepat. Jika struktur austenit didinginkan lambat cenderung akan
kembali ke struktur ferrit, perlit, sementit. Struktur ini sifatnya sangat
keras, kristalnya berbentuk kubus pusat tetragonal tetapii rusuknya
panjang.

9
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

f. STRUKTUR BAINIT (PERLIT HALUS)


Struktur bainit adalah perubahan dari struktur austenit yang
pendinginannya lambat, tetapi sifatnya lebih keras dari perlit dan lebih
lunak dari martensit.

5. Struktur Kristal Intan

Gambar 5. Struktur Kristal Intan


Intan adalah mineral yang secara kimia merupakan bentuk kristal, atau
alotrop, dari karbon. Intan terkenal karena memiliki sifat-sifat fisika yang
istimewa, terutama faktor kekerasannya dan kemampuannya mendispersikan
cahaya. Sifat-sifat ini yang membuat intan digunakan dalam perhiasan dan
berbagai penerapan di dalam dunia industri. Sifat - sifat intan :
 Kilauan (cahaya)
Karakteristik lain yang membuat berlian inheren berharga adalah
kilau cahayanya. Intan mencerminkan cahaya dengan baik. Anda dapat
mengambil sepotong kaca segi (misalnya kristal Swarovski) atau
sepotong segi kuarsa berwarna terang dan meneliti aspek dalam cahaya
putih (aspek dipoles adalah bagian kecil yang berada dipermukaan batu
permata dipotong).
 Kekerasan (ketahanan)
Alasan bahwa intan adalah permata dunia yang khusus adalah
bahwa mereka dapat menjadi yang paling tahan lama. Mereka adalah
substansi alam yang sulit didapatkan di dunia. Intan memiliki angka 10
pada skala moh's kekerasan dan mempunyai nilai kekerasan mutlak
(absolute hardness) antara 167 dan 231 gigapaskal dalam berbagai
ujian. Ini berarti bahwa hampir tidak ada yang dapat menggaruk intan
(kecuali intan lain)
 Dispersi
Intan adalah mineral khusus karena intan dapat membuat pelangi.
Ini disebut dispersi, dan ini keunikan dari intan. (Batu permata lainnya
dengan dispersi tinggi termasuk Zirkon, dan CZ). Ketika memutar
berlian di dalam ruang terang, maka anda akan menangkap sekilas
"api," kilatan cahaya berwarna.
 Konduktivitas termal
Tidak seperti kebanyakan insulator listrik, berlian murni adalah
konduktor panas yang baik karena ikatan kovalen yang kuat di dalam

10
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

kristalnya. Konduktivitas termal berlian alami adalah yang tertinggi


diantara material solid yang pernah diketahui. Kristal tunggal berlian
sintetis dengan kemurnian 99,9% memiliki konduktivitas termal sebesar
30 W/cm K pada temperatur ruangan, lima kali lebih tinggi
dibandingkan tembaga yang merupakan logam penghantar panas yang
baik. Konduktivitas termal berlian akan berkurang sebanyak 1,1%
dengan kehadiran atom karbon-13.
Intan memiliki tingkat kekerasan yang tinggi karena struktur intan yang
sangat kokoh. Berikut adalah penjelasan mengenai sruktur kristal :
 Intan biasanya berkristal dalam bentuk sistem kristal dan terdiri daripada
atom karbon ikatan tetrahedron. Bentuk kedua, dikenali sebagai
lonsdaleite dengan simetri hexagonal amat jarang dijumpai, tetapi
merupakan ciri-ciri berlian buatan.
 Susunan atom tetrahedral dalam kristal berlian adalah kebanyakan ciri-
ciri berlian, dan hasilnya menunjukkan ciri-ciri fisikal dramatik.

6. Struktur Kristal Grafit

Gambar 6. Struktur kristal Grafit

Grafit memiliki struktur Kristal karbon dengan pola berlapis lapis dan
berbentuk heksagonal simetris. Dalam kehidupan sehari-hari, grafit memiliki
banyak kegunaan, diantaranya untuk pembuatan pensil, zat warna untuk cat
hitam, dan sebagai pelumas kering.
Grafit juga digunakan sebagai elektroda pada batu baterai karena
kemampuannya menghantarkan arus listrik. Selain itu, grafit juga digunakan
dalam pembuatan baja dan batu bata tahan api.

11
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

7. Struktur Kristal Iodine

Gambar 7. Struktur kristal iodin

Iodin adalah unsur kimia dengan nomor atom 53. Keelektronegatifan dari
iodin 2,5 skala pauling. Titikdidihnya 184oc dan mempunyai sifat hampir
sama dengan logam, mudah larut dalam klorofom,karbon tetraklorida,iod
sedikit larut dalam air .

8. Struktur Kristal CsCl

Gambar 8. Struktur Kristal CsCl


Bukan struktur kemasan rapat karena unit selnya kubus sederhana (SC).
Anion Cl¯ menempati titik sudut (8), sehingga jumlah anion per unit =
(8x1/8) = 1 anion Cl¯ per unit sel. Kation Cs+ berada di pusat badan (1),
sehingga ada 1 kation per unit sel. Jadi setiap unit sel ada 1 CsCl. Rasio
jumlah kation dan anion per unit sel = 1 : 1 (sesuai rumus empiris). Bilangan
koordinasi untuk kation dan anion masing-masing = 8. Diadopsi oleh klorida,
bromida dan iodida dari kation yang besar.

12
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

9. Struktur Kristal ZnS (Sfalerit)

Gambar 9. Struktur Kristal ZnS (Sfalerit)


Keelektronegatifan atom Zn dan S dalam skala Pauling adalah 1,65 dan
2,58. Perbedaan keelektronegatifan antara kedua atom tersebut adalah 0,93.
Dengan demikian ZnS dapat dianggap sebagai senyawa kovalen yang terdiri
dari atom Zn dan S.
Seng sulfide ZnS tergolong senyawa polimorf, karena mengkristal dalam
dua bentuk kisi yang berbeda, yaitu sfalerit (seng blende) dan wurtzite.
Kation dan anion pada sfalerit dan wurtzit masing-masing mempunyai
bilangan koordinasi empat. Sfalerit mempunyai struktur fcc, sedangkan
wurtzite mempunyai struktur hcp. Sifat-sifat Kristal ZnS (Sfalerit) :
a. Kemasan rapat kubus : ccp dengan unit sel fcc

b. Anion S2- pada setiap titik sudut (8), dan pusat muka (6). Jumlah anionS2=
per unit sel adalah = (8 x 1/8) + (6 x ½) = 2 anion S2-

c. Kation Zn2+ mengisi rongga tetrahedral, hanya setengah yang terisi.


Sehingga ada (8 x ½) = 4 kation Zn2+ per unit sel

d. Jadi, setiap unit sel ada 4 ZnS

e. Rasio jumlah kation dan anion per unit sel = 4:4 atau 1:1. Sesuai dengan
rumus empiris

f. Bilangan koordinasi kation dan anion masing-masing 4

g. Diadopsi oleh kation-kation (Cu2+, Ag2+, Cd2+, Ga3+) dan anion-anion (I-,
S2-, P3-). Contoh : CuF, CuCl, CuBr, CuI, AgI, ZnS, ZnSe, ZnTe, GaP,
GaAs, HgS, HgSe, HgTe, dan BeO

13
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

10. Struktur Kristal ZnS (Wurzit)

Keelektronegatifan atom Zn dan S dalam skala Pauling adalah 1,65 dan


2,58. Perbedaan keelektronegatifan antara kedua atom tersebut adalah 0,93.
Dengan demikian ZnS dapat dianggap sebagai senyawa kovalen yang terdiri
dari atom Zn dan S.
Seng sulfide ZnS tergolong senyawa polimorf, karena mengkristal dalam
dua bentuk kisi yang berbeda, yaitu sfalerit (seng blende) dan wurtzite.
Kation dan anion pada sfalerit dan wurtzit masing-masing mempunyai
bilangan koordinasi empat. Sfalerit mempunyai struktur fcc, sedangkan
wurtzite mempunyai struktur hcp. Sifat-sifat Kristal ZnS (Wurtzite) :
a. Struktur kemasan rapat heksagonal : hcp

b. S2- pada setiap titik sudut kisi heksagonal atas (8) dan tengah (4),
sehingga ada (8 x 1/8) + (4 x ¼) = 2 anion S2- setiap unit sel

c. Zn2+ pada rongga tetrahedral, hanya setengah yang terisi = 2 kation Zn 2+


setiap unit sel

d. Jadi, setiap unit sel ada 2 ZnS

e. Rasio kation dan Anion per unit sel sesuai rumus empiris = 2:2 = 1:1

f. Bilangan koordinasi untuk kation dan anion masing-masing = 4

11. Struktur Kristal NiAs

14
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

Gambar 11. Struktur Kristal NiAs

 Struktur kemasan rapat heksagonal (hcp)


 Kation Ni2+ menempati titik sudut heksagonal atas (8) dan tengah (4)
sehingga tiap unit sel ada (8x1/8) + (4x1/4) = 2 kation Ni2+ per unit sel
 Anion As2- menempati setengah rongga oktahedral, sehingga ada 2
anion per unit sel
 Jadi ada 2 NiAs setiap unit sel, rasio jumlah kation : anion = 1:1
 Bilangan koordinasi Ni = 6 (oktahedral) dan As = 6 (trigonal prismatik)

12. Struktur Kristal CdI2

Gambar 12. Struktur Kristal CdI2



Struktur kemasan rapat heksagonal hcp

Kation Cd2+ menempati setiap sudut (8x1/8) sehingga setiap unit sel
ada 1 kation Cd2+

Anion I- menempati setengah rongga oktahedral = 2 anion perunit sel

Jadi ada 1 Cdl2 dalam unit sel

Bilangan koordinasi Cd : 6 (oktahedral) dan untuk 1-3 (membentuk
bangun piramid)

13. Struktur Kristal CaTiO3

15
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

Senyawa Catio3 dikenal dengan nama Perovskite, nama dari penemuanya


yang berkebangsaan rusia L.A.Perovski(1972-1856). perovskite dengan
rumus kimia CaTiO3, massa molar 135.943g/mol

14. Struktur Kristal CaF2

Gambar 14. Struktur Kristal CaF2

Keeltronegatifan atom Ca dan atom F dalam skala Pauling adalah 1 dan 3,98.
Perbedaan keelektronegatifan antara kedua atom tersebut adalah 2,98. Dengan
demikian CaF2 adalah senyawa ionik yang tersusun dari ion-ion Ca2+ dan F.
Kisi kristal CaF2 adalah kubus berpusat muka. Hijau muda adalah ion F dan
warna hijau tua adalah ion Ca2+. Pada kisi kristal CaF2 setiap ion Ca
dikelilingi oleh 8 ion F dengan geometri kubus sederhana. Sedangkan setiap
ion F dikekelilingi oleh 4 ion Ca2+ dengan geometri tetrahedral. Dengan
demikian bilangan koordinasi ion Ca2+ adalah 8, sedangkan bilangan
koordinasi ion F dalah 4.

15. Struktur Kristal TiO2

16
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

Gambar 15. Struktur Kristal TiO2


Sifat-sifat TiO2
TiO2 merupakan padatan berwarna putih, mempunyai berat molekul 79,90;
densitas 4,26 gcm-3; tidak larut dalam HCl, HNO 3 dan aquaregia, tetapi larut
dalam asam sulfat pekat membentuk titanium sulfat (TiSO 4) (Cotton dkk.,
1988). TiO2 tidak menyerap cahaya tampak tetapi mampu menyerap radiasi
UV sehingga dapat menyebabkan terjadinya radikal hidroksil pada pigmen
sebagai fotokatalis. Reaktivitas TiO2 terhadap asam tergantung temperatur
saat dipanaskan. TiO2 yang baru mengendap larut dalam asam klorida pekat,
namun bila TiO2 dipanaskan pada 900oC hampir semua tidak larut dalam
asam kecuali larutan sulfur panas, yang kelarutannya meningkat dengan
penambahan ammonium sulfat untuk menaikkan titik didih asam dan HF.
Secara kimiawi TiO2 murni dibuat dari TiCl4 yang telah dimurnikan secara
destilasi bertingkat.
Partikel TiO2 telah cukup lama digunakan sebagai fotokatalis
mendegradasi berbagai senyawa organik. TiO2 merupakan semikonduktor
yang memiliki fotoaktivitas dan stabilitas kimia tinggi serta tahan terhadap
fotokorosi dalam semua kondisi larutan kecuali pada larutan yang sangat
asam atau mengandung fluoride.
Ada tiga struktur kristal utama TiO 2, yaitu anatase (tetragonal), rutile
(tetragonal) dan brookite (ortorombik). Meskipun struktur mereka sama-
sama berbentuk oktahedral (TiO6), namun berbeda satu sama lain dalam
distorsi oktahedral dan pola perakitan rantai oktahedral.

16. Struktur Kristal MgAl2O4

Gambar 16.Struktur Kristal MgAl2O4

17
J. Prakt. Kim. Anorganik 1
Vol. II, Kel. 2A, 2019

Spinel merupakan bentuk srtuktur hasil pengelompokan dari senyawa


oksida yang memiliki struktur sangat mirip. Bentuk umum struktur spinel
adalah AB2O4 dimana A merepresentasikan ion logam divalent seperti
magnesium, besi, nikel dan seng sedangkan B merepresentasikan ion logam
trivalent seperti alumunium, besi, krom dan mangan.
Pada system Al2O3-MgO, pembentukan fasa spinel MgAl2O4 akan
mengalami peningkatan dengan semakin meningkatnya berat MgO dan akan
mencapai harga maksimum pada system Al2O3-MgO dengan berat masing-
masing satu mol. Hasil penelitian Boch et al (1991) menunjukkan bahwa
pada system Al2O3-MgO akan terbentu fasa spinel MgAl2O4 ketika MgO
melebihi batas daya larutnya. Diagram fasa spinel MgAl2O4 ditunjukkan
pada Gambar 1. Dalam struktur spinel (Gambar 2), oksigen berstruktur
kubik pusat muka (face center cubic), kation divalen (Mg2+) menempati
posisi tetrahedral (Baudin et al, 1995). Dalam setiap sel spinel terdapat 8
atom Mg, 16 atom Al dan 32 atom Oksigen.
Spinel MgAl2O4 dikenal sebagai material refractory yaitu material yang
memiliki daya tahan terhadap temperature tinggi dengan titik leleh 2135 C,
tahan korosi dan memilki resistivitas listrik yang baik (Valdez dan Aquiler,
1997).
Spinel MgAl2O4 banyak dimanfatkan untuk bahan semen dan gelas
aplikasi temperature tinggi, bahan tungku pemanas (furnace) baja, dan
bahan keramik transparan untuk peralatan laboratorium, lensa kamera, dan
sebagai pelapis lampu Na aplikasi tekanan tinggi (Dorre dan Hubner, 1984).
Mengingat Keterbatasan pembahasan dan informasi tentang
perkembangan fasa spinel MgAl2O4 pada system Al2O3-MgO, pada
penelitian ini perlu dilakukan sintesis Al2O3-MgO yang mampu
menggambarkan dan menjelaskan perkembangan munculnya fasa spinel
MgAl2O4. Uji kehadiran fasa dan struktur Kristal akan dilakukan
menggunakan difraksi sinar-X (x rays diffraction)

17. Struktur Kristal K2PtCl6

Gambar 17. Struktur Kristal K2PtCl6

18
Vol. II, Kel. 2A, 2019
J. Prakt. Kim. Anorganik 1

Struktur kristal K2PtCl6 merupakan senyawa kompleks dengan ligan Cl-


walaupun memiliki ukuran yang cukup kecil tetapi hasil menunjukkan bagian-
bagian senyawa K2PtCl6 adalah senyawa ionik. Ketika dilarutka dalam air proses
ionisasi K2PtCl6 berlangsung dengan cepat dan sempurna. Sehingga pada saat itu,
ion kompleks PtCl6 terbentuk seluruhnya dan proses reduksi pun terjadi dan
menyebabkan agromerasi

KESIMPULAN
Praktikan mengetahui struktur menggunakan aplikasi balls and stick (BS)
yaitu Kristal NaCl, Cu, Mg, Fe, Intan, Grafit, Iodine, CsCl, ZnS (Sfalerit),
ZnS (Wurzite), NiAs, CdI2, CaTiO3, CaF2, TiO2, MgAl2O4, K2PtCl6.

UCAPAN TERIMA KASIH

Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan saya sudah membantu


saya mengerjakan praktikum ini dan terimakasih kepada Dosen pengampu
matakuliah Praktikum Kimia Anorganik Bapak Verry Andre fabiani, S.Si., M.Si
yang telah membimbing kami selama praktikum menggunakan apikasi balls and
stick (BS).

DAFTAR PUSTAKA

Effendy. 2007. A-Level Chemistry For Senior High School Students Based on KTSP and
Cambrige Curriculum Volume 1B. Malang : Bayumedia Publishing.

Harrison, A.G. & Treagust, D.W. 1996. Secondary Students’s Mental Models of Atom
and Molecules : Implication For Teacing Chemistry Science Education, 80(5):
509-534.

Kartini, Nani,dkk. 2002. Kimia 1. Jakarta : PT. Bumu Aksara.

Petrucci, Rapph L. 1996, Kimia Dasar.Jakarta : Erlangga

19