Anda di halaman 1dari 35

Edisi Februari 2019

APBN KITA
KINERJA DAN FAKTA

Scan untuk Unduh

DAU Tambahan untuk Akselerasi


Pembangunan Kelurahan
1
“Kita akan terus berinovasi dengan policy kita sendiri, apakah itu di bidang perpajakan,
pembiayaan, perbendaharaan negara sehingga secara keseluruhan mampu
menyesuaikan informasi teknologi dan digital yang dampaknya sangat luas ini,”

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati


K I TA ( KMedia
A P B NCover:
Foto disi Februari 2019
d a n F a k t a ) ERAP
i n e r j a Keuangan/

2 3
Infografis Ringkasan Eksekutif

RINGK ASAN
EKSEKUTIF

P
Realisasi PNBP membukukan Belanja pemerintah Transfer ke daerah Realisasi Defisit ertumbuhan ekonomi nilai tukar Rupiah. Langkah-langkah
penerimaan realisasi sebesar pusat mencapai Rp dan dana desa Anggaran periode tahun 2018 mencapai 5,17 pembatasan impor diharapkan akan
perpajakan Rp18,32 triliun atau 76,13 triliun atau mencapai Rp 77,72 31 Januari 2019 persen (yoy) lebih tinggi dari memberikan hasil nyata di tahun
mencapai Rp89,76 4,84 persen dari 4,66 persen dari triliun atau 9,40 dapat terjaga
pertumbuhan tahun 2017 2019 dalam perbaikan posisi defisit
triliun atau 5,02 target APBN tahun pagu APBN tahun persen dari pagu Rp45,77 triliun
sebesar 5,07 persen (yoy). Kinerja transaksi berjalan.
persen, tumbuh 2019. Dibandingkan 2019, tumbuh APBN tahun 2019, atau 0,28 persen
8,73 persen realisasi periode 17,81 persen tumbuh sebesar terhadap PDB, pertumbuhan ekonomi tahun
dibandingkan yang sama tahun dibandingkan 3,89 persen dengan nilai defisit 2018 tersebut menegaskan bahwa Realisasi APBN pada awal tahun
realisasi periode 2018 sebesar realisasi pada dibandingkan keseimbangan momentum pertumbuhan ekonomi 2019 menunjukkan kinerja yang
yang sama APBN Rp19,10 triliun, periode yang sama realisasi pada primer Rp22,78 cukup menggembirakan serta
nasional tetap terjaga. Penguatan
tahun 2018 sebesar maka realisasi PNBP tahun 2018. periode yang sama triliun. Realisasi
pertumbuhan ekonomi selama menumbuhkan rasa optimis
Rp82,56 triliun. turun 4,09 persen. tahun 2018. Defisit Anggaran
tercapainya target pendapatan
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

tahun 2018 tersebut berdampak


tersebut sedikit
naik dibandingkan positif terhadap pengurangan tingkat negara di tahun 2019. Hingga
defisit anggaran kemiskinan, pengangguran, dan gini akhir bulan Januari 2019, realisasi
periode yang sama rasio. Stabilitas ekonomi di tahun pendapatan negara dan hibah
tahun 2018 yakni mencapai Rp108,08 triliun atau
2018 terus berlanjut di awal tahun
Rp37,70 triliun atau
2019. Hal ini terlihat dari tingkat 4,99 persen dari target APBN tahun
0,25 persen PDB,
inflasi yang relatif rendah dan nilai 2019, tumbuh sebesar 6,24 persen
dengan nilai defisit
keseimbangan tukar terhadap dollar Amerika Serikat dibandingkan realisasi pada periode
primer Rp14,18 cenderung menguat di awal tahun yang sama tahun sebelumnya.
triliun. 2019. Namun demikian, ketidakpastian Realisasi tersebut didukung oleh
ekonomi global di tahun 2019 tetap realisasi penerimaan perpajakan
akan memberikan tekanan terhadap sebesar Rp89,76 trilun, Penerimaan

4 5
Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar dari penerimaan PPN dan PPnBm tumbuh signifikan mencapai 76,03 periode yang sama tahun sebelumnya
Rp18,32 triliun. tumbuh negatif sebesar -9,40 persen (yoy). Penerimaan CHT yaitu sebesar USD95,54 per ton.
persen (yoy). Penerimaan PPN impor pertumbuhannya dipengaruhi dampak Sementara itu, masih belum adanya
Selama bulan Januari tahun masih tumbuh sebesar 5,96 persen positif program penertiban cukai penerimaan negara yang bersumber
2019, realisasi penerimaan pajak secara yoy, sedangkan penerimaan berisiko tinggi. Lebih lanjut, cukai dari Pendapatan Kekayaan Negara
mencapai Rp86,00 triliun atau 5,45 PPnBM tumbuh -17,95 persen secara minuman mengandung etil alkohol yang Dipisahkan pada bulan Januari
persen dibandingkan dengan target yoy. Meskipun masih mengalami (MMEA) realisasi penerimaannya 2019 mengingat Rapat Umum
yang ditetapkan pada APBN tahun pertumbuhan negatif, realisasi tercatat masih tumbuh mencapai Pemegang Saham (RUPS) penentuan
2019, tumbuh sebesar 8,82 persen tersebut masih mengalami perbaikan 19,15 persen (yoy), sedangkan cukai dividen BUMN baru akan terlaksana
dibandingkan bulan Januari tahun jika dibandingkan pertumbuhan yang bersumber dari penerimaan etil sekitar bulan Maret s.d. Mei. Di sisi
2018. Pertumbuhan penerimaan penerimaan PPnBM pada bulan alkohol (EA) tumbuh negatif 26,48 penerimaan PNBP Lainnya, pada
pajak tersebut antara lain dipengaruhi Januari tahun 2018 yang tumbuh persen (yoy). bulan Januari 2019 mencapai Rp8,16
oleh penerimaan PPh nonmigas yang -20,03 persen (yoy). triliun atau sebesar 8,68 persen dari
mampu tumbuh signifikan. Realisasi Pada akhir Januari 2019, realisasi target APBN 2019.
penerimaan PPh nonmigas yang Kinerja positif penerimaan Penerimaan Negara Bukan Pajak
tumbuh 19,07 persen (yoy) didukung juga masih ditunjukkan oleh (PNBP) telah mencapai Rp18,32 Realisasi Belanja Negara sampai
oleh pertumbuhan penerimaan penerimaan kepabeanan dan cukai triliun atau 4,84 persen dari dengan akhir Januari 2019 sebesar
PPh 21, PPh 22 Impor, PPh 25/29 yang mencapai Rp3,77 triliun, target APBN tahun 2019. Realisasi Rp153,83 triliun (6,25 persen dari
Badan, dan PPh Final yang tercatat atau tumbuh sebesar 6,70 persen PNBP bulan ini sedikit lebih rendah pagu APBN 2019), meningkat 10,35
tumbuh berturut-turut sebesar 15,93 (yoy) yang antara lain didukung oleh dibandingkan dengan penerimaan persen jika dibandingkan dengan
persen (yoy), 13,06 persen (yoy), penerimaan dari cukai serta bea PNBP pada periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi Belanja
58,87 persen (yoy), dan 19,89 persen masuk (BM). Sepanjang Januari 2019, tahun 2018 yang mencapai Rp19,10 Negara tersebut meliputi Belanja
(yoy). Pertumbuhan penerimaan Penerimaan Cukai tumbuh sebesar triliun. Realisasi Penerimaan PNBP Pemerintah Pusat sebesar Rp76,11
PPh nonmigas didukung oleh 36,54 persen (yoy), dan penerimaan yang bersumber dari Sumber Daya triliun dan Transfer ke Daerah dan
beberapa faktor, diantaranya aktivitas BM tumbuh mencapai 5,07 persen Alam (SDA) mencapai Rp9,81 triliun Dana Desa sebesar Rp77,72 triliun.
perdagangan internasional Indonesia (yoy), sedangkan penerimaan atau hanya tumbuh sebesar 0,66 Jika dibandingkan dengan periode
yang tetap tinggi, terutama aktivitas BK tumbuh negatif 10,41 persen persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, realisasi Belanja
impor. Selain itu, masih terjadinya (yoy). Tumbuhnya penerimaan tahun sebelumnya. Penerimaan Pemerintah Pusat hingga Januari
apresiasi nilai dollar Amerika terhadap Kepabeanan dan Cukai antara lain SDA antara lain dipengaruhi oleh tahun 2019 tumbuh sebesar 17,81
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

rupiah juga menjadi pendorong secara didukung oleh aktivitas perdagangan tren pergerakan harga komoditas persen yang utamanya didorong
tidak langsung terhadap pertumbuhan internasional, dampak positif khususnya ICP dan harga Acuan oleh peningkatan realisasi Belanja
penerimaan PPh nonmigas. Di sisi kebijakan kepabeanan dan cukai Batubara (HBA). Rata-rata ICP Bantuan Sosial (tumbuh 182,95
yang lain, penerimaan PPh migas melalui program Penertiban Impor bulan Januari 2019 tercatat sebesar persen) dan Belanja Modal (tumbuh
tercatat masih tumbuh secara Beresiko Tinggi (PIBT) dan Penertiban USD56,65 per barel, lebih rendah 60,47 persen). Hingga Januari 2019,
signifikan sebesar 38,23 persen (yoy), Cukai Berisiko Tinggi (PCBT), serta dibandingkan periode yang sama realisasi Belanja Bantuan Sosial adalah
dimana pertumbuhan utamanya masih relatif tingginya harga tahun sebelumnya yang mencapai sebesar Rp15,13 triliun (14,84 persen
dipengaruhi oleh faktor harga ICP komoditas internasional. Berdasarkan USD65,59 per barel. Sedangkan dari APBN) dan Belanja Modal sebesar
yang masih tinggi. komponen penerimaannya, cukai rata-rata HBA pada periode Januari Rp1,65 triliun (0,92 persen dari APBN).
yang bersumber dari penerimaan 2019 mencapai USD92,41 per ton, Meningkatnya kinerja realisasi pada
Sementara itu, komponen cukai hasil tembakau (CHT) tercatat juga lebih rendah dibandingkan HBA kedua jenis belanja tersebut sejalan
penerimaan pajak yang bersumber

6 7
Infografis

REALISASI APBN 2019


dengan komitmen Pemerintah yang sama tahun 2018. Hal tersebut s/d 31 JANUARI 2019
untuk senantiasa menjaga daya dipengaruhi oleh kinerja realisasi
beli masyarakat miskin dan rentan penyerapan Dana Desa hingga
serta mendorong belanja yang lebih Januari 2019 belum optimal, terutama
produktif. karena beberapa daerah yang masih
berproses dalam penyusunan Perda
Realisasi Transfer ke Daerah dan APBD dan peraturan kepala daerah
Dana Desa (TKDD) sampai dengan sebagai salah satu persyaratan dalam
Januari 2019 mencapai Rp77,72 penyaluran Dana Desa.
triliun atau 9,40 persen dari pagu
APBN 2019, yang meliputi Transfer Keberlanjutan fiskal di tahun 2019
ke Daerah (TKD) sebesar Rp77,41 diharapkan akan tetap terjaga.
triliun (10,23 persen) dan Dana Realisasi defisit APBN hingga
Desa Rp0,32 triliun (0,45 persen). Januari 2019 mencapai Rp45,77
Secara lebih rinci, realisasi TKD terdiri triliun atau sekitar 0,28 persen PDB.
dari Dana Perimbangan Rp77,41 Sementara itu, posisi keseimbangan
triliun (10,68 persen) sedangkan Dana primer pada Januari 2019 berada
Insentif Daerah (DID) serta Dana pada posisi negatif Rp22,78 triliun. APBN 2019 Realisasi % thd
Otonomi Khusus dan Keistimewaan Realisasi pembiayaan yang dilakukan s.d. 31 Januari APBN
DIY belum ada realisasi. Realisasi TKD Pemerintah hingga Januari 2019
sampai dengan Januari 2019 tersebut mencapai Rp122,53 triliun, terutama
PENDAPATAN 2.165,11 108,08 4,99%
lebih tinggi Rp3,22 triliun atau sekitar bersumber dari pembiayaan utang NEGARA (A)
4,33 persen bila dibandingkan yaitu sebesar Rp122,47 triliun. Adapun
realisasi TKD pada periode yang realisasi pembiayaan utang tersebut
sama tahun 2018. Tingginya realisasi terdiri dari penerbitan SBN (neto)
TKD sampai dengan Januari 2019 sebesar Rp119,54 triliun dan pinjaman
BELANJA NEGARA (B) 2.461,11 153,85 6,25%
tersebut terutama disebabkan karena: (neto) sebesar Rp2,93 triliun.
(1) Realisasi DBH yang lebih tinggi
sekitar 47,32 persen dibandingkan
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

periode yang sama tahun sebelumnya


KESEIMBANGAN (20,11) (22,78) 113,24%
karena proses penyaluran dana yang PRIMER
relatif lebih cepat di awal tahun; dan
(2) Realisasi DAU lebih tinggi 3,96
persen dibandingkan periode yang SURPLUS/(DEFISIT) (296,00) (45,77) 15,46%
sama tahun sebelumnya karena ANGGARAN (A-B)
penyaluran DAU yang relatif lebih
tinggi di awal tahun. Sementara itu,
realisasi Dana Desa sampai dengan
Januari 2019 lebih rendah Rp0,32 PEMBIAYAAN 296,00 122,53 41,39%
triliun (-49,05 persen) dibandingkan ANGGARAN

realisasi Dana Desa pada periode


dalam triliun Rupiah

8 9
Realisasi APBN Mengawali tahun 2019, perkembangan a. Realisasi penerimaan perpajakan Selanjutnya, realisasi belanja negara Dengan capaian pendapatan negara
sampai dengan realisasi APBN periode Januari 2019 mencapai Rp89,76 triliun atau mencapai Rp153,85 triliun atau dan belanja negara tersebut, maka
Januari 2019 ditandai tumbuhnya pendapatan 5,02persen, tumbuh 8,73 persen 6,25 persen dari pagu APBN tahun realisasi Defisit Anggaran periode 31
negara dan belanja negara. dibandingkan realisasi periode 2019, tumbuh sebesar 10,34 persen Januari 2019 dapat terjaga Rp45,77
Pendapatan negara mampu tumbuh yang sama APBN tahun 2018 dibandingkan realisasi APBN pada triliun atau 0,28 persen terhadap PDB,
6,24 persen dibandingkan periode sebesar Rp82,56 triliun. Realisasi periode yang sama tahun 2018. dengan nilai defisit keseimbangan
yang sama tahun sebelumnya, penerimaan perpajakan terdiri Realisasi tersebut terdiri atas: primer Rp22,78 triliun. Realisasi
sedangkan belanja negara meningkat atas: Defisit Anggaran tersebut sedikit naik
10,34 persen. Dengan capaian a. Belanja pemerintah pusat dibandingkan defisit anggaran periode
tersebut, maka defisit anggaran • Realisasi Penerimaan Pajak mencapai Rp 76,13 triliun atau yang sama tahun 2018 yakni Rp37,70
terkendali pada level 0,28 persen PDB. mencapai Rp86,00 triliun atau 4,66 persen dari pagu APBN triliun atau 0,25 persen PDB, dengan
5,45 persen dari target APBN tahun 2019, tumbuh 17,81 persen nilai defisit keseimbangan primer
Secara singkat Postur APBN tahun 2019, tumbuh sebesar dibandingkan realisasi pada Rp14,18 triliun. Dengan realisasi
dapat dijelaskan sebagai berikut. 8,82 persen . periode yang sama tahun 2018. pembiayaan anggaran periode Januari
Pendapatan negara periode 31 2019 sebesar Rp122,53 triliun, maka
Januari 2019 mencatatkan nilai • Realisasi penerimaan bea dan b. Transfer ke daerah dan dana
terdapat kelebihan pembiayaan
realisasi sebesar Rp 108,08 triliun cukai mencapai Rp3,77 triliun desa mencapai Rp 77,72 triliun
anggaran sebesar Rp 76,75 triliun.
atau 4,99 persen dari target APBN atau 1,80 persen dari target atau 9,40 persen dari pagu APBN

tahun 2019, tumbuh sebesar 6,24 APBN tahun 2019, tumbuh tahun 2019, tumbuh sebesar 3,89

persen dibandingkan periode yang sebesar 6,70 persen. persen dibandingkan realisasi

sama tahun 2018 yang mencapai Rp pada periode yang sama tahun
b. PNBP membukukan realisasi 2018.
101,73 triliun. Secara rinci realisasi
sebesar Rp18,32 triliun atau 4,84
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

pendapatan negara sebagai berikut:


persen dari target APBN tahun
2019. Dibandingkan realisasi
periode yang sama tahun 2018
sebesar Rp19,10 triliun, maka
realisasi PNBP turun 4,09 persen.

10 11
Ekonomi Makro

PERKEMBANGAN
EKONOMI
MAKRO

Momentum Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi


di tahun 2018 akan mampu menopang kinerja
Perekonomial 2019

P
ertumbuhan ekonomi Konsumsi Pemerintah juga mampu oleh peningkatan surplus pada 2018 yang sebesar 0,62 persen (mtm)
nasional tahun 2018 tumbuh positif dan cukup tinggi yaitu transaksi modal dan finansial, seiring atau 3,25 persen (yoy). Pencapaian
menegaskan bahwa sebesar 4,80 persen didorong oleh dengan peningkatan kepercayaan ini didukung oleh terjaganya harga
perekonomian nasional membaiknya realisasi APBN di kuartal investor terhadap prospek ekonomi beberapa komoditas pangan serta
berada dalam momentum IV yang mencapai 31,09 persen, lebih nasional. Sementara itu, neraca penurunan harga bensin nonsubsidi
pertumbuhan yang kuat dan tinggi dari realisasi kuartal yang transaksi berjalan pada kuartal IV dan tarif kereta api. Terkendalinya
terus terjaga. PDB kuartal IV sama tahun sebelumnya. Realisasi 2018 masih mengalami defisit sejalan harga pangan, terutama didorong
tahun 2018 tumbuh sebesar 5,18 penyerapan belanja APBN yang dengan permintaan domestik yang oleh kenaikan harga beras yang
persen (yoy), sehingga PDB tahun mencapai 99 persen telah mendorong relatif tinggi. Defisit neraca transaksi sangat terjaga dibanding Januari 2018
2018 tumbuh sebesar 5,17 persen. penguatan konsumsi Pemerintah. berjalan tercatat sebesar USD9,1 miliar didukung oleh cadangan beras Bulog
Pertumbuhan PDB kuartal IV tahun Kinerja pertumbuhan ekonomi (3,57 persen PDB). Namun, secara yang cukup. Selain itu, juga terjadi
2018 didorong oleh pertumbuhan tahun 2018 tersebut berdampak keseluruhan tahun 2018 defisit neraca penurunan harga pada komoditas
permintaan domestik. Permintaan positif terhadap pengurangan tingkat transaksi berjalan masih berada dalam hortikultura seperti cabai merah dan
domestik ini sangat dipengaruhi kemiskinan ke 9,66 persen, penurunan batas yang aman, sebesar USD31,1 beberapa sayuran. Sementara itu,
oleh konsumsi rumah tangga yang tingkat pengangguran ke 5,34 persen, miliar atau 2,98 persen dari PDB. inflasi komponen inti masih relatif
tumbuh 5,08 persen (yoy) dan dan penurunan Gini ratio ke tingkat Defisit transaksi berjalan pada 2019 terkendali dan bergerak di kisaran 3
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

Lembaga Non Profit yang melayani yang lebih rendah ke 0,384. diarahkan untuk mencapai menuju persen secara tahunan, dipengaruhi
Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh kisaran 2,5 persen dari PDB. oleh perkembangan harga emas, sewa
10,79 persen (yoy). Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan kontrak rumah, serta naiknya
konsumsi rumah tangga didukung pada kuartal IV tahun 2018 tercatat Terkendalinya laju inflasi yang upah tukang bukan mandor dan
oleh meningkatnya pertumbuhan surplus dan menggambarkan masih berlanjut di awal tahun pembantu rumah tangga. Pemerintah
penjualan eceran, tingkat inflasi yang bahwa sektor esksternal mulai 2019 menjadi capaian positif guna bersama dengan Bank Indonesia akan
rendah, dan pencairan anggaran membaik. NPI tercatat surplus mendukung stabilitas ekonomi terus konsisten menjaga stabilitas
bantuan sosial yang tepat waktu. sebesar USD5,4 miliar pada kuartal nasional. Perkembangan harga di harga dan memperkuat koordinasi
Pertumbuhan konsumsi LNPRT IV tahun 2018 dimana selama tiga tingkat konsumen pada Januari 2019 kebijakan, baik di tingkat pusat
dipengaruhi peningkatan belanja triwulan sebelumnya di tahun 2018 mencatatkan terjadinya inflasi sebesar maupun daerah, guna memastikan
konsumsi terutama terkait persiapan mengalami defisit. Surplus NPI pada 0,32 persen (mtm) atau 2,82 persen inflasi tetap terkendali dan stabil
penyelenggaraan pemilu 2019. kuartal IV tahun 2018 tersebut diukung (yoy), jauh lebih rendah dari Januari dalam kisaran sasaran sehingga

12 13
dapat mendukung peningkatan diyakini akan mampu mendukung
daya beli masyarakat, pertumbuhan ketahanan sektor eksternal serta
ekonomi yang berkesinambungan, menjaga stabilitas makroekonomi dan
serta perbaikan tingkat kesejahteraan sistem keuangan.
masyarakat.
Kedepan, Pemerintah tetap
Tren penguatan Rupiah terus berupaya mengantisipasi
berlanjut akhir-akhir ini dan per risiko-risiko yang ada dan tetap
13 Februari 2019 nilai tukar Rupiah mempertahankan stabilitas
terhadap dolar Amerika Serikat ekonomi nasional guna menopang
tercatat pada level Rp14.027 per kondisi perekonomian nasional
dolar Amerika Serikat. Sehingga, di tahun 2019. Penguatan posisi
Rupiah mengalami apresiasi sebesar Transaksi Berjalan tetap akan
2,68 persen dibandingkan awal memperoleh perhatian yang besar.
tahun 2019. Faktor utama yang Koordinasi akan terus diperkuat
mempengaruhi penguatan rupiah antara Pemerintah dan Bank Indonesia
adalah keputusan Federal Reserve untuk mendorong ekspor dan
yang tetap mempertahankan menekan impor guna mengendalikan Halaman Ini Sengaja Dikosongkan

suku bunga acuan AS di level 2,25 defisit transaksi berjalan. Perbaikan


persen-2,50 persen. Meskipun struktural di sektor riil akan dilakukan
mengalami penguatan, Pemerintah untuk memperkuat daya saing industri
terus mewaspadai beberapa risiko- dan perbaikan iklim investasi nasional.
risiko global yang dapat memberikan Pemerintah berkoordinasi dengan
tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia akan terus berupaya
diantaranya kelanjutan perundingan meningkatkan stabilitas ekonomi
dagang antara AS dan Tiongkok, nasional dengan menjaga inflasi dalam
serta perkembangan lebih lanjut kisaran sasaran 3,5 persen pada
terkait dengan BREXIT. Sementara tahun 2019. Langkah strategis yang
itu, cadangan devisa Indonesia akan ditempuh guna pengendalian
berada pada level yang cukup tinggi, inflasi nasional adalah (i) pengendalian
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

yakni sebesar USD120,1 miliar pada inflasi volatile food maksimal di


akhir Januari 2019. Meskipun sedikit kisaran 4-5 persen, melalui kebijakan
lebih rendah dibandingkan dengan keterjangkauan harga, ketersediaan
pada akhir Desember 2018 sebesar pasokan, kelancaran distribusi, dan
USD120,7 miliar, namun posisi komunikasi efektif, (ii) memperkuat
cadangan devisa ini masih setara pelaksanaan roadmap pengendalian
dengan pembiayaan 6,7 bulan impor inflasi nasional dan provinsi 2019-
atau 6,5 bulan impor dan pembayaran 2021, dan (iii) memperkuat koordinasi
utang luar negeri pemerintah, serta Pemerintah Pusat dan Daerah dalam
berada di atas standar kecukupan pengendalian inflasi.
internasional sekitar 3 bulan impor.
Posisi cadangan devisa tersebut

14 15
Laporan Utama

DAU TAMBAHAN TA 2019


UNTUK BANTUAN PENDANA AN
KELUR AHAN

M
elalui Undang-Undang kepada Presiden agar pembangunan
Nomor 12 Tahun 2018 perkotaan juga mendapatkan
tentang APBN TA 2019, perhatian pemerintah. Selain itu,
Pemerintah mengalokasikan permintaan DPR RI dalam forum
bantuan pendanaan bagi kelurahan Raker Banggar yang tertuang dalam
dalam bentuk Dana Alokasi Umum kesimpulan hasil pembicaraan
(DAU) Tambahan. Alokasi DAU pendahuluan RAPBN TA 2019 antara
Tambahan ini merupakan wujud Pemerintah dengan DPR juga menjadi
perhatian Pemerintah dalam alasan munculnya pendanaan ini.
pembangunan di daerah perkotaan,
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

sekaligus sebagai bentuk perhatian Dana Kelurahan berbeda dengan

Pemerintah kepada Pemerintah Dana Desa. Pengelolaan Dana Desa

Daerah Kabupaten/Kota untuk didasari UU nomor 6 tahun 2014

mengalokasikan anggaran kelurahan tentang Desa, sedangkan Dana

sebagai amanat Peraturan Pemerintah Kelurahan didasari UU Nomor 23

Nomor 17 tahun 2018 tentang tahun 2014 tentang Pemerintahan

Kecamatan. Daerah, yang lebih lanjut diatur


melalui Peraturan Pemerintah (PP)
Munculnya pendanaan untuk Nomor 17 tahun 2018 tentang
perkotaan ini salah satunya berawal Kecamatan.

Foto: dari usulan Asosiasi Pemerintahan


Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Dana Kelurahan merupakan
Media Keuangan

16 17
bagian dari Anggaran Pendapatan triliun. Pendanaan ini ditujukan untuk Dari hasil penilaian di atas, daerah bulan Mei, sedangkan penyaluran
dan Belanja Daerah (APBD) 8.212 kelurahan di 410 kabupaten/ terbagi dalam tiga kategori, yaitu: Tahap II paling cepat bulan Maret dan
kabupaten/kota yang dilaksanakan kota di seluruh Indonesia, sehingga paling lambat bulan Agustus. Daerah
melalui anggaran kecamatan terhadap daerah kabupaten/kota 1. Baik dapat disalurkan DAU Tambahan
bagian kelurahan, sedangkan yang tidak memiliki kelurahan tidak Tahap I setelah Kepala Daerah
Kelurahan di wilayah Daerah
Dana Desa menjadi bagian dari mendapatkan alokasi DAU Tambahan, menyampaikan Peraturan Daerah
dengan kategori ‘’baik’’ diberikan
Anggaran Pendapatan dan Belanja termasuk daerah yang tidak memiliki mengenai APBD TA 2019 atau Perkada
DAU tambahan sebesar
Desa (APBDes), yang langsung kabupaten/kota seperti DKI Jakarta. mengenai Perubahan Penjabaran
Rp352.941.000,00 per kelurahan;
dipergunakan oleh Pemerintah Desa APBD TA 2019 yang memuat
sebagai daerah otonom. Kelurahan Pengalokasian DAU Tambahan penganggaran DAU tambahan, dan
2. Perlu ditingkatkan
merupakan perangkat kecamatan dilakukan untuk pemenuhan Surat Pernyataan Kepala Daerah telah
dalam melaksanakan pelayanan peningkatan pelayanan publik, Kelurahan di wilayah Daerah mengalokasikan anggaran untuk
kepada masyarakat, sedangkan Desa dengan mengisi gap kondisi layanan dengan kategori ‘’perlu pendanaan kelurahan (Anggaran
merupakan Daerah otonom yang dasar publik di daerah. Hal ini ditingkatkan’’ diberikan Kelurahan dan DAU Tambahan)
memiliki hak dan kewajiban untuk didasarkan pada capaian kinerja DAU tambahan sebesar dalam APBD TA 2019 dan/atau
mengelola daerahnya sendiri, dengan tertentu, yaitu capaian kinerja layanan Rp370.138.000,00 per kelurahan; Peraturan Kepala Daerah (Perkada)
menerbitkan anggaran pendapatan dasar publik yang diukur melalui mengenai Perubahan Penjabaran
capaian bidang pendidikan, bidang 3. Sangat perlu ditingkatkan
dan belanja sendiri. APBD TA 2019. Untuk penyaluran
kesehatan, dan infrastruktur dasar. Tahap II dilaksanakan setelah daerah
Kelurahan di wilayah Daerah
Dalam UU Nomor 23 tahun 2014 Capaian bidang pendidikan dinilai menyampaikan Laporan Realisasi
kabupaten/kota dengan kategori
dan PP Nomor 17 tahun 2018 diatas, berdasarkan nilai Angka Partisipasi Penyerapan DAU Tambahan tahap
‘’sangat perlu ditingkatkan’’
anggaran untuk kelurahan bersumber Murni (APM), Peta Mutu Pendidikan, I yang menunjukkan realisasi paling
diberikan DAU tambahan sebesar
dari APBD kabupaten/kota. Dengan dan rata-rata nilai ujian nasional. sedikit 50% (lima puluh persen) dari
Rp384.000.000,00 per kelurahan.
demikian, kewajiban menganggarkan Capaian bidang kesehatan dinilai dana yang telah diterima di Rekening
anggaran kelurahan berada pada berdasarkan persentase baduta (anak Alokasi DAU Tambahan tertinggi Kas Umum Daerah.
pemerintah kabupaten/kota melalui di bawah dua tahun) yang mengalami sebesar Rp62,47 miliar diberikan
APBD. Namun demikian, Pemerintah kekurangan gizi (baduta stunting), kepada Kota Semarang (kategori Sementara itu, untuk laporan
mengambil peran dengan persentase baduta sudah mendapat “baik” dengan jumlah 177 kelurahan) pertanggungjawaban penggunaan
memberikan bantuan pendanaan imunisasi lengkap, dan persentase sedangkan alokasi terendah sebesar DAU Tambahan TA 2019 dan sisa
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

kelurahan untuk membantu APBD persalinan dengan tenaga kesehatan. Rp352,9 juta pada Kabupaten dana bersifat earmarked untuk dua
kabupaten/kota memenuhi kewajiban Sementara itu, capaian bidang Kulonprogo dan Kabupaten Kediri bidang kegiatan sesuai PP 17 tahun
penganggaran tersebut melalui DAU infrastruktur dasar dinilai berdasarkan (kategori “baik” dengan masing- 2018 disampaikan paling lambat bulan
Tambahan (selanjutnya disebut DAU persentase rumah tangga dengan masing 1 kelurahan). Maret TA 2020.
Tambahan untuk Bantuan Pendanaan sumber air minum layak, persentase
Kelurahan). rumah tangga dengan akses sanitasi Penyaluran DAU Tambahan Penggunaan DAU Tambahan

layak, dan persentase jalan kondisi


Alokasi DAU Tambahan untuk Penyaluran DAU Tambahan DAU Tambahan ditujukan untuk
mantap. Kinerja tersebut ditetapkan
Bantuan Pendanaan Kelurahan dilakukan dalam dua tahap dengan pembangunan sarana dan
dengan menggunakan penilaian yang
masing-masing tahap sebesar 50%. prasarana pelayanan publik serta
digunakan dalam pengalokasian Dana
Alokasi DAU Tambahan untuk Bantuan Penyaluran tahap I dilakukan paling untuk pemberdayaan masyarakat
Insentif Daerah TA 2019.
Pendanaan Kelurahan sebesar Rp3,0 cepat bulan Januari dan paling lambat di kelurahan. Ketentuan lebih

18 19
lanjut mengenai penggunaan DAU pendidikan anak usia dini; d. Pengelolaan kegiatan lembaga dengan ketentuan sebagai berikut:
Tambahan ini mengikuti Peraturan wahana permainan anak di kemasyarakatan: pelatihan
Menteri Dalam Negeri Nomor pendidikan anak usia dini; pembinaan Lembaga a. Sisa DAU Tambahan atas kegiatan

130 Tahun 2018 tentang Kegiatan dan/atau sarana prasarana Kemasyarakatan Kelurahan; yang output kegiatannya telah

Pembangunan Sarana dan Prasarana pendidikan dan kebudayaan dan/atau kegiatan pengelolaan tercapai, dianggarkan kembali

Kelurahan dan Pemberdayaan lainnya. lembaga kemasyarakatan lainnya; untuk mendanai kegiatan yang

Masyarakat di Kelurahan. sama atau kegiatan lainnya


Kegiatan pemberdayaan masyarakat e. Pengelolaan kegiatan pada kelurahan tertentu sesuai
Kegiatan pembangunan sarana di Kelurahan digunakan untuk ketenteraman, ketertiban umum, prioritas.
dan prasarana Kelurahan meliputi peningkatan kapasitas dan kapabilitas dan perlindungan masyarakat:
pengadaan, pembangunan, masyarakat di Kelurahan dengan pengadaan/penyelenggaraan b. Sisa DAU Tambahan atas

pengembangan, dan pemeliharaan mendayagunakan potensi dan sumber pos keamanan Kelurahan; kegiatan yang output kegiatannya

sarana dan prasarana, yaitu berupa: daya sendiri yang meliputi: penguatan dan peningkatan belum tercapai, dianggarkan

kapasitas tenaga keamanan/ kembali untuk mendanai kegiatan


a. Bidang Lingkungan pemukiman: a. Pengelolaan kegiatan pelayanan ketertiban Kelurahan; dan/ yang sama pada kelurahan yang
jaringan air minum; drainase dan kesehatan masyarakat: pelayanan atau kegiatan pengelolaan bersangkutan.
selokan; sarana pengumpulan perilaku hidup bersih dan sehat; ketenteraman, ketertiban umum
sampah dan sarana pengolahan keluarga berencana; pelatihan Dengan terealisasinya anggaran
dan perlindungan masyarakat
sampah; sumur resapan; jaringan kader kesehatan masyarakat; kelurahan ini, diharapkan masyarakat
lainnya; dan
pengelolaan air limbah domestik dan/ atau kegiatan pengelolaan di kelurahan dapat menikmati layanan

skala pemukiman; alat pemadam pelayanan kesehatan masyarakat f. Penguatan kesiapsiagaan publik yang lebih baik, dapat menjadi

api ringan; pompa kebakaran lainnya; masyarakat dalam menghadapi masyarakat yang berkembang dan

portabel; penerangan lingkungan bencana serta kejadian luar berdaya guna untuk peningkatan

pemukiman; dan/ atau b. Pengelolaan kegiatan pelayanan biasa lainnya: penyediaan kesejahteraan bersama.

sarana prasarana lingkungan pendidikan dan kebudayaan: layanan informasi tentang


pemukiman lainnya; penyelenggaraan pelatihan bencana; pelatihan kesiapsiagaan
kerja; penyelenggaraan masyarakat dalam menghadapi
b. Bidang Transportasi: jalan kursus seni budaya; dan/ atau bencana; pelatihan tenaga
pemukiman; jalan poros kegiatan pengelolaan pelayanan sukarelawan untuk penanganan
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

Kelurahan; dan/ atau sarana pendidikan dan kebudayaan bencana; edukasi manajemen
prasarana transportasi lainnya; lainnya; proteksi kebakaran; dan/
atau penguatan kesiapsiagaan
c. Bidang Kesehatan: mandi, cuci, c. Pengelolaan kegiatan
masyarakat yang lainnya.
kakus untuk umum/komunal; pengembangan usaha
pos pelayanan terpadu dan pos mikro, kecil, dan menengah: Penyerapan DAU Tambahan
pembinaan; dan/atau sarana penyelenggaraan pelatihan
prasarana kesehatan lainnya; dan usaha; dan/ atau kegiatan Jika terdapat sisa pagu DAU Tambahan
pengelolaan pengembangan pada Anggaran Pendapatan dan
d. Bidang Pendidikan dan usaha mikro, kecil, dan Belanja Daerah, Pemerintah Daerah
kebudayaan: taman bacaan menengah lainnya; wajib menganggarkan kembali pada
masyarakat; bangunan APBD tahun anggaran berikutnya

20 21
Pendapatan Negara

PENERIMA AN
PAJAK

Memasuki 2019, Pajak Penghasilan Tumbuh


Hingga Dua Puluh Persen

(dalam triliun Rupiah)

Realisasi s.d. Januari 2019


Realisasi
APBN
Penerimaan Uraian ∆%
2019 % thd
Pajak s.d. 2018 -
Target
2019
Januari 2019
Pajak Penghasilan 894,45 56,11 20,95% 7,48%
- Migas 66,15 6,27 38,23% 9,48%
- Non Migas 828,29 49,84 19,07% 6,02%
PPN & PPnBM 655,39 29,26 -9,17% 4,46%
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

PBB & Pajak Lainnya 27,71 0,63 49,09% 2,26%


Jumlah 1.577,56 86,00 8,82% 5,45%
*angka sementara per Januari 2019

M
emasuki tahun 2019, untuk dibandingkan dengan periode yang
periode 1 Januari hingga 31 sama tahun lalu, penerimaan pajak
Januari 2019, telah terkumpul di bulan Januari 2019 mengalami
realisasi penerimaan pajak pertumbuhan sebesar 8,82 persen
sebesar Rp86,00 triliun. Capaian (yoy).
tersebut setara dengan 5,45 persen
Foto: Kinerja pertumbuhan penerimaan
dari target APBN 2019. Apabila
Media Keuangan/
ANH

22 23
growth y-o-y 2019 growth y-o-y 2018
12,60% Jenis Pajak growth (yoy) growth (yoy) Rp 20,50 T
termasuk TA Perdagangan Pertumbuhan
Januari Januari 25,4 % 7,0%
tidak termasuk TA
2018 2019 28,4% Penerimaan
11,30% 8,82%
Industri Rp 16,77 T Pajak
PPh Pasal 25 43,16 % 57,12 %
Pengolahan 20,8 % -16,2%

6,86%
- Badan 43,66 % 58,87 % 8,8%
6,19% Rp 10,02 T
- Orang Pribadi 33,18 % 19,33 % Jasa Keuangan
12,4 % 33,0%
PPh Final 5,47 % 19,89 % -6,4%
Konstruksi & Rp 7,24 T
PPh Pasal 21 17,53 % 14,51 %
Real Estat 9,0 % 4,0%
PPN Dalam Negeri 1,16 % -19,49 % 11,5%
Transportasi & Rp 4,69 T
Pajak atas Impor 25,28 % 6,66 %
Pergudangan 5,8 % 35,4%
- PPh 22 Impor 26,83 % 13,60 % 6,4%
Rp 3,69 T
-4,97% - PPN Impor 24,90 % 5,96 % Pertambangan
4,6 % 175,7%

s.d. 31 Jan s.d. 31 Jan s.d. 31 Jan s.d. 31 Jan - PPnBM Impor 32,65 % -42,65 % -40,4%
2016 2017 2018 2019

Pertumbuhan (y-o-y) 1 Jan s.d. 31 Jan 2019 Pertumbuhan (y-o-y) 1 Jan s.d, 31 Jan 2019

pajak ini ditopang oleh kinerja PPh persen (yoy), sementara PPh Orang kita lihat penerimaan secara bruto, melihat kinerja dari jenis-jenis pajak
Non-Migas dan PPh Migas yang Pribadi tumbuh hingga 19,33 persen sesungguhnya masih terdapat PPh Nonmigas, sebagai kontributor
mampu tumbuh double digits masing- (yoy). pertumbuhan sebesar 3,63 persen penerimaan terbesar. Momentum
masing sebesar 19,07 persen dan (yoy) bila dibandingkan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi
38,23 persen. PPh Final yang pada bulan Januari penerimaan bruto bulan Januari 2018. yang pada tahun 2018 mencapai
2018 tumbuh 5,47 persen (yoy) kini 5,17 persen (tertinggi sejak 2012)
Apabila kita lihat lebih dalam, mampu tumbuh 19,89 persen (yoy). Ditinjau dari sisi sektoral, diharapkan dapat berlanjut di tahun
sebagian besar jenis-jenis pajak utama PPh Pasal 21 tumbuh 14,51 persen Pertumbuhan di bulan Januari 2019, yang dari sisi perpajakan akan
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

menunjukkan kinerja yang cukup baik, (yoy), sedangkan pajak-pajak atas 2019 ditopang oleh pertumbuhan menjadi sumber pertumbuhan alami
umumnya mencapai pertumbuhan impor tumbuh 6,66 persen (yoy), sektor Jasa Keuangan (tumbuh 33,0 peningkatan penerimaan pajak..
double digits. Di bulan Januari ini utamanya didorong pertumbuhan persen), Transportasi & Pergudangan
PPh Pasal 25/29 masih mampu PPh Pasal 22 Impor yang tumbuh (tumbuh 35,4 persen), serta sektor
melanjutkan trend pertumbuhan di 13,60 persen (yoy) sedangkan PPN Pertambangan (tumbuh 175,7 persen).
atas 20 persen yang telah berlangsung Impor masih mampu tumbuh 5,96
sepanjang tahun 2018, bahkan persen. Penerimaan PPN Dalam Secara umum, kinerja penerimaan

tumbuh mencapai 57,12 persen (yoy). Negeri mengalami penurunan pajak di awal tahun 2019 ini cukup

PPh Badan tumbuh hingga 58,87 19,49 persen (yoy), namun apabila memberikan optimisme, terutama

24 25
Pendapatan Negara

KEPABEANAN DAN
CUK AI
Pertumbuhan
Penerimaan
Total s.d.
Januari

Penerimaan kepabeanan dan cukai mengawali 2016-2019

tahun 2019 dengan kinerja pertumbuhan positif.

P
enerimaan kepabeanan dan cukai berasal dari penerimaan yang
cukai hingga akhir bulan bersifat rutin dan extra effort, dengan
pertama di tahun 2019 adalah kontribusi masing-masing sebesar Pertumbuhan
Rp3,76 triliun, atau baru 91,22 persen dan 8,78 persen. Penerimaan Bea
mencapai 1,80 persen dari target Masuk
APBN 2019 yang sebesar Rp208,82 Kinerja penerimaan mengalami
s.d. Januari
triliun. Raihan tersebut apabila pertumbuhan positif di awal tahun
2016-2019
dibandingkan dengan periode yang 2019. Komponen penerimaan yang

sama tahun lalu lebih tinggi Rp0,23 terdiri atas bea masuk (BM), bea

triliun atau tumbuh sebesar 6,63 keluar (BK), dan cukai tidak semuanya

persen. Penerimaan kepabeanan dan tumbuh positif, karena penerimaan

dalam triliun Rupiah


BK mengalami pertumbuhan negatif. kinerja masing-masing yaitu Rp13,82
Pertumbuhan (yoy) Namun demikian pertumbuhan positif triliun, Rp0,10 triliun, dan Rp4,63
Target Realisasi Realisasi pada total penerimaan diharapkan triliun. Alhasil, total penerimaan yang
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

No. Jenis Penerimaan % Capaian


APBN 2019 2018
menjadi sinyal positif dalam dikumpulkan oleh DJBC mencapai
Nominal %2019 %2018
menghadapi tahun 2019 yang penuh Rp22,32 triliun.
1 Bea Masuk 38.90 2.95 7.57% 2.80 0.14 5.07% 13.67% dengan tantangan.
Penerimaan BM hingga tanggal 31
2 Cukai 165.50 0.49 0.29% 0.36 0.13 36.54% 48.34%
Dalam upayanya mengumpulkan Januari 2019 berhasil dikumpulkan
3 Bea Keluar 4.42 0.33 7.49% 0.37 -0.04 -10.41% 18.42%
penerimaan kepabeanan dan cukai, sebesar Rp2,95 triliun atau 7,57 persen
Total 208.82 3.76 1.80% 3.53 0.23 6.63% 16.92%
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari targetnya yang sebesar Rp38,90
PPN Impor 13.82 13.05 0.77 5.88% 24.90%
(DJBC) juga turut berperan dalam triliun. Capaian tersebut masih lebih
PPn BM Impor 0.10 0.17 -0.07 -42.65% 32.65%
penerimaan pajak dalam rangka tinggi dibanding capaian periode
PPh Pasal 22 Impor 4.63 4.08 0.55 13.53% 26.83%
impor (PDRI) lainnya. PDRI tersebut yang sama tahun 2018 yang sebesar
Total PDRI lainnya 18.55 17.30 1.25 7.22% 25.42%
terdiri atas PPN Impor, PPnBM Impor, Rp2,80 triliun atau tumbuh sebesar
Total Bea Cukai dan Pajak 22.32 20.83 1.48 7.12% 23.89%
dan PPh Pasal 22 Impor dengan 5,07 persen. Capaian penerimaan BM

26 27
Pertumbuhan Pertumbuhan

Penerimaan BK Penerimaan

Januari, Cukai s.d.

2016 - 2019 Januari,


2016-2019

menjadi yang tertinggi dibandingkan dampak positif PIBT. tanggal 31 Januari 2019 yang berhasil oleh peningkatan produksi yang
capaian komponen penerimaan yang dikumpulkan adalah sebesar Rp0,49 disebabkan oleh tidak adanya
lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi Realisasi penerimaan BK hingga triliun atau 0,29 persen dari target forestalling sebagai akibat tidak
penerimaan BM adalah devisa impor tanggal 31 Januari 2019 baru mencapai APBN 2019 yang sebesar Rp165,50 adanya kenaikan tarif CHT di tahun
yang terkena tarif di atas 0 persen, Rp0,33 triliun atau 7,49 persen dari triliun. Pertumbuhan penerimaan 2019. Pertumbuhan produksi
utilisasi FTA, hingga dampak program target APBN 2019 yang sebesar cukai menjadi pertumbuhan yang terutama pada pabrik rokok
penertiban impor berisiko tinggi (PIBT). Rp4,42 triliun. Kinerja penerimaan tertinggi dibandingkan komponen (PR) golongan I, mengakibatkan
BK di awal tahun menunjukkan penerimaan lainnya, dengan mampu peningkatan tarif efektif CHT sebesar
Secara total, devisa impor bulan pertumbuhan negatif yaitu minus tumbuh sebesar 36,54 persen 492 rupiah per batang (4,71 persen).
Januari 2019 turun minus 0,97 persen 10,44 persen bila dibandingkan dibandingkan periode yang sama
dibandingkan bulan Januari 2018. periode yang sama tahun lalu. tahun 2018. Kinerja tersebut didorong Penerimaan cukai MMEA mencapai
Impor komoditas bertarif 0 persen Kinerja tersebut disebabkan karena oleh pertumbuhan produksi hasil Rp0,25 triliun atau 4,15 persen dari
ditambah utilisasi FTA yang terus komoditas mineral tambang yang tembakau (HT) dan kenaikan tarif target APBN 2019 yang sebesar Rp5,99
meningkat, turut memperlambat merupakan kontributor penerimaan minuman mengandung etil alkohol triliun. Kinerja cukai MMEA yang juga
pertumbuhan penerimaan BM BK terbesar, mengalami tekanan mengalami pertumbuhan positif
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

(MMEA).
yang hanya mencapai 5,1 persen. dimana mengalami pertumbuhan hingga 19,15 persen, didorong oleh
Kinerja yang berbeda terlihat pada negatif terdalam sebesar minus 18,11 Penerimaan cukai hasil tembakau naiknya tarif cukai MMEA golongan A
penerimaan extra effort BM, yang persen. Namun demikian, kinerja (CHT) mampu meraup Rp0,22 triliun pada tahun 2019. Penerimaan cukai
mampu tumbuh 2 digit sebesar 12,56 komoditas penyumbang BK lainnya atau 0,14 persen dari target APBN etil alkohol (EA) sendiri capaiannya
persen. Pertumbuhan extra effort masih tumbuh positif terutama dari 2019 yang sebesar Rp158,86 triliun. baru sebesar Rp0,01 triliun atau 7,97
tersebut dikontribusi oleh hasil audit produk kelapa sawit yang tumbuh CHT mengalami pertumbuhan persen dari target APBN tahun 2019
ditambah peningkatan taxbase/ teus 76,28 persen. yang signifikan sebesar 76,03 yang sebesar Rp0,16 triliun.
importir berisiko tinggi (IBT) sebagai persen, kinerja tersebut didorong
Capaian penerimaan cukai hingga

28 29
Dorong Peningkatan Ekspor,
Pemerintah Sederhanakan
Aturan Ekspor Kendaraan

K
ementerian Keuangan Ekspor (NPE). Terakhir, pembetulan
melakukan penyederhanaan jumlah dan jenis barang paling lambat
aturan ekspor kendaraan dilakukan tiga hari sejak tanggal
bermotor dalam keadaan keberangkatan kapal.
utuh (completely built up/CBU)
dengan menerbitkan Peraturan Sebelum aturan baru ini berlaku,

Direktur Jenderal Bea dan Cukai setiap kendaraan bermotor yang

Nomor PER-01/BC/2019 tentang akan diekspor wajib mengajukan PEB;

Tata Laksana Ekspor Kendaraan menyampaikan NPE; serta apabila

Bermotor dalam Bentuk Jadi, yang terdapat kesalahan, pembetulan

ditetapkan pada 11 Februari 2019. jumlah dan jenis barang harus

Dengan adanya relaksasi prosedur dilakukan paling lambat sebelum

ekspor ini, Pemerintah berharap masuk Kawasan Pabean, sehingga

ekspor kendaraan bermotor waktu yang diperlukan lebih lama.

CBU akan meningkat, sehingga Selain itu, perlu proses grouping

dapat memperbaiki defisit neraca atau pengelompokan ekspor yang

perdagangan dan mengurangi kompleks, seperti berdasarkan waktu

hambatan dalam ekspor. keberangkatan kapal, negara tujuan,


A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

vehicle identification number (VIN),


Dalam aturan baru tersebut, jenis transmisi, sarana pengangkut,
Pemerintah berupaya mendorong dan waktu produksi.
percepatan proses ekspor dengan
memberikan tiga kemudahan. Penyederhanaan aturan tersebut

Pertama, ekspor kendaraan bermotor akan mempermudah proses dengan

CBU dapat dimasukkan ke Kawasan mengintegrasikan data yang masuk

Pabean tempat pemuatan sebelum pada in-house system Indonesia

pengajuan dokumen Pemberitahuan Kendaraan Terminal dan sistem

Ekspor Barang (PEB). Kedua, DJBC, untuk kemudian dilakukan

pemasukan ke Kawasan Pabean barcode scanning terhadap VIN


Foto:DJBC
tidak memerlukan Nota Pelayanan setiap kendaraan bermotor yang

30 31
akan diekspor. Kemudahan proses banyak. Selain itu, pemakaian menjadi basis ekspor kendaraan ke kendaraan CBU mencapai Rp314,4
ini diharapkan dapat meningkatkan truk menjadi lebih efisien dan seluruh dunia. miliar/tahun.
competitiveness advantages, karena: maksimal, karena digunakan
setiap hari dan merata jumlah Beberapa studi telah dilakukan Perkembangan perekonomian global
1. Akurasi data lebih terjamin, ritasenya. untuk memproyeksikan efek positif saat ini memberikan dinamika yang
sebab proses bisnis dilakukan penyederhanaan aturan ekspor tinggi terhadap neraca transaksi
secara otomatis melalui integrasi Tren ekspor dan impor kendaraan kendaraan bermotor CBU. Studi yang berjalan (current account). Pemerintah
data antara perusahaan, tempat bermotor Indonesia menunjukkan dilakukan oleh PT Astra Daihatsu terus berupaya mengendalikan neraca
penimbunan sementara (TPS), angka yang membaik dalam lima Motor menunjukkan, penyederhanaan transaksi berjalan untuk menjaga
dan DJBC; tahun terakhir. Pada 2014, ekspor aturan ini dapat menurunkan average fundamental ekonomi Indonesia,
tercatat sebesar 51,57 persen stock level sebesar salah satunya dengan melakukan
2. Adanya efisiensi penumpukan peningkatan ekspor. Oleh karena
di gudang eksportir, sehingga dan impor sebesar 48,43 persen. Pada 36 persen, dari 1.900 unit/ itu, Pemerintah terus menciptakan
inventory level rendah. 2015, ekspor mencapai 55,40 persen bulan menjadi 1.200 unit/bulan; berbagai kemudahan dalam rangka
Dengan inventory level yang dan menurunkan kebutuhan truk untuk meningkatkan aktivitas ekspor.
rendah, gudang eksportir transportasi sebesar 19 persen per
dapat dimanfaatkan untuk impor sebesar 44,60 persen. tahun, dari 26 unit menjadi 21 unit;
penumpukan kendaraan CBU Selanjutnya, pada 2016 ekspor serta menurunkan biaya logistik
hasil peningkatan kapasitas sebesar 61,40 persen hingga 10 persen, yang terdiri atas
produksi; man hour, trucking cost, serta
dan impor sebesar 38,60 persen.
direct dan indirect materials. Studi
3. Dapat memaksimalkan jangka Pada 2017, ekspor tercatat sebesar
serupa juga dilakukan oleh Asosiasi
waktu penumpukan di Gudang 53,16 persen dan impor sebesar 46,84
Perusahaan Jalur Prioritas. Dengan
TPS selama tujuh hari, karena persen. Pada 2018, ekspor tercatat
menggunakan mekanisme ekspor
proses grouping dan final quality mencapai 63,56 persen dan impor
baru ini, biaya logistik terkait storage
control sebelum pengajuan PEB sebesar 36,44 persen. Tambahan
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

dan handling akan turun menjadi


dapat dilakukan di TPS; dan competitiveness advantages tersebut
sebesar Rp600 ribu/unit dan biaya
diharapkan semakin berdampak
trucking menjadi sebesar
4. Menurunkan biaya trucking, positif pada kepercayaan prinsipal
karena jumlah truk berkurang agar Indonesia menjadi negara Rp150 ribu/unit. Total cost efficiency
dan logistics partner tidak perlu produsen kendaraan terbesar di Asia yang diperoleh lima eksportir terbesar
investasi truk dalam jumlah Tenggara dan 12 besar dunia yang

32 33
Pendapatan Negara

PENERIMA AN
NEGAR A BUK AN PAJAK

2019 Realisasi Realisasi penerimaan SDA Non Migas Realisasi penerimaan PNBP Lainnya
Realisasi PNBP
APBN 31 Januari % thd Growth mencapai Rp2,53 triliun atau 8,17 mencapai Rp8,16 triliun atau 8,68
s.d. 31 Januari 2019 APBN
persen dari target APBN tahun 2019. persen dari target APBN tahun
2019 (dalam I. Penerimaan Negara Bukan 378.297,86 18.316,19 4,84 (4,08) Realisasi tersebut lebih tinggi 7,40 2019. Realisasi tersebut mengalami
miliar Rupiah) Pajak
persen jika dibandingkan dengan penurunan sebesar 9,63 persen jika
A. Penerimaan SDA 190.754,77 9.813,59 5,14 0,69
periode yang sama tahun 2018 yang dibandingkan dengan periode yang
1 Migas 159.778,31 7.281,41 4,56 (1,45)
sejumlah Rp2,35 triliun. Meskipun sama tahun 2018 sebesar Rp9 triliun.
a Minyak Bumi 118.606,71 7.281,41 6,14 0,01
secara rata-rata HBA mengalami Penurunan realisasi penerimaan PNBP
b Gas Alam 41.171,60 - - -
penurunan, namun peningkatan ini Lainnya tersebut antara lain karena
2 Non Migas 30.976,46 2.532,18 8,17 7,40
antara lain disebabkan oleh terbitnya pada tahun 2018 terdapat realisasi
a Pertambangan Minerba 24.960,72 2.249,44 9,01 4,79
Kep. Menteri ESDM No. 1823/30/ pendapatan premium obligasi negara
b Kehutanan 4.511,54 193,53 4,29 17,53
MEM/2018 tentang Pedoman yang mencapai Rp852,99 miliar
c Perikanan 625,81 62,10 9,92 145,44
pelaksanaan pengenaan, pemungutan sedangkan pada tahun 2019 tidak
d Pend. Per. Panas Bumi 878,38 27,11 3,09 27,71
dan pembayaran/penyetoran PNBP tercatat realisasi dari pendapatan
B Pendapatan dari KND 45.589,30 - -
Minerba sehingga Wajib Bayar tersebut.
C. PNBP Lainnya 94.069,33 8.163,20 8,68 (9,63)
minerba melakukan pembayaran
D. Pendapatan BLU 47.884,45 339,40 0,71 7,61
royalti secara bulanan dan Untuk pendapatan BLU, hingga 31

S
pembayaran iuran tetap dibayarkan Januari 2019 terealisasi sebesar Rp339
ampai dengan tanggal 31 Realisasi penerimaan SDA Migas miliar atau mencapai 0,71 persen dari
setiap bulan Januari.
Januari 2019, realisasi PNBP mencapai Rp7,28 triliun atau 4,56 target APBN tahun 2019, meningkat
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

mencapai Rp18,32 triliun atau persen dari targetnya dalam APBN Sedangkan dari sektor kekayaan 7,61 persen dari realisasi periode
4,84 persen dari APBN tahun tahun 2019. Realisasi tersebut negara dipisahkan belum tercatat yang sama tahun 2018 sebesar Rp315
2019. Realisasi tersebut mengalami mengalami penurunan sebesar realisasi penerimaan atau realisasi miliar.
penurunan sebesar 4,08 persen jika 1,45 persen dibandingkan periode sejumlah Rp0. Realisasi tersebut
dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2018. Penurunan sama dengan periode bulan Januari
yang sama tahun 2018. Penurunan ini penerimaan SDA Migas tersebut tahun 2018 karena secara umum,
antara lain disebabkan karena adanya antara lain disebabkan karena lebih BUMN akan menyelenggarakan
penurunan pada PNBP Lainnya secara rendahnya realisasi ICP periode bulan RUPS sekitar bulan Maret atau April
keseluruhan yaitu turun sebesar 9,63 Januari 2019 sebesar USD 56,55 per sehingga realisasi penerimaan baru
persen dari periode yang sama pada barel, dibandingkan realisasi ICP bulan akan tercatat pada bulan April atau
tahun 2018. bulan Januari 2018 sebesar USD 65,59 setelahnya.
per barel.

34 35
Belanja Negara

BELANJA PEMERINTAH
PUSAT

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di bulan Januari


tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun
sebelumnya karena ditopang penyerapan belanja
K/L yang lebih cepat.

P
enyerapan belanja pemerintah penyerapan belanja pemerintah pusat
pusat hingga akhir Januari mengalami peningkatan dibandingkan
2019 mencapai Rp76,13 triliun tahun sebelumnya yang mencapai
atau sekitar 4,66 persen dari 4,44 persen dari pagu APBN 2018.
pagu APBN 2019. Hal ini berarti Peningkatan tersebut ditopang oleh

2019 Realisasi
Belanja Pemerintah Pusat
Realisasi Belanja
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

(triliun Rupiah) APBN s.d. Jan 2019 % thd APBN % Growth


Pemerintah
Pusat Belanja K/L 855,45 31,98 3,74 58,50
Belanja Pegawai 224,41 12,30 5,48 6,35
Belanja Barang 344,64 2,90 0,84 29,68

Belanja Modal 189,34 1,65 0,87 60,47

Bantuan Sosial 97,06 15,13 15,59 182,95


Belanja Non K/L 778,89 44,15 5,67 (0,66)
al.Pembayaran Bunga Utang 275,89 22,99 8,33 (2,22)
Foto Ilustrasi: Subsidi 224,32 - - -
Media Keuangan/
Jumlah 1.634,34 76,13 4,66 17,81
Tino

36 37
A. REALISASI BELANJA K/L TAHUN 2018

meningkatnya penyerapan belanja yang sama tahun 2018 terutama 2018 2019
Tabel
K/L dari 2,38 persen terhadap pagu disebabkan adanya kenaikan
Perkembangan KEMENTERIAN
APBN 2018 menjadi 3,74 persen tunjangan kinerja pada beberapa Realisasi Realisasi
No.
Penyerapan NEGARA/LEMBAGA % thd % thd
terhadap pagu APBN 2019. Sedangkan K/L. Penyerapan belanja barang APBN s.d. 31 APBN s.d. 31
Belanja K/L (dalam APBN APBN
penyerapan belanja non K/L relatif mengalami peningkatan dari 0,66 Januari Januari
triliun Rupiah
turun dari 7,32 persen terhadap persen terhadap pagu APBN 2018
pagu APBN 2018 menjadi 5,67 persen menjadi 0,84 persen terhadap pagu 1 KEMEN PU PERA 107,39 1,09 1,02 110,73 1,35 1,22

terhadap pagu APBN 2019. APBN 2019. Selain itu, belanja modal 2 KEMENHAN 107,68 2,38 2,21 108,36 2,60 2,40
juga mengalami peningkatan dari 3 POLRI 95,03 2,57 2,71 86,19 3,12 3,62
Dari sisi jenis belanja, peningkatan 0,50 persen terhadap pagu APBN 4 KEMENAG 62,15 1,24 1,99 62,07 1,36 2,19
persentase penyerapan belanja 2018 menjadi 0,87 persen terhadap 5 KEMENSOS 41,30 3,25 7,86 58,91 13,02 22,10
pemerintah pusat yang terbesar pagu APBN 2019. Peningkatan belanja 6 KEMENKES 59,10 2,63 4,45 58,75 2,69 4,58
terdapat pada belanja bantuan sosial. barang dan belanja modal ini sesuai 7 KEMENKEU 45,68 2,16 4,73 45,16 2,57 5,69
Penyerapan belanja bantuan sosial dengan keinginan Pemerintah agar 8 KEMENHUB 48,20 0,38 0,79 41,55 0,65 1,56
sampai dengan Januari 2019 ini telah penyerapan tidak lagi menumpuk KEMENRISTEK
9 41,28 0,63 1,52 41,26 0,64 1,55
mencapai 15,59 persen terhadap pada triwulan akhir. Adapun DIKTI
pagu APBN 2019 sedangkan tahun penyerapan pembayaran bunga 10 KEMENDIKBUD 40,09 0,62 1,54 35,99 0,23 0,65
2018 hanya sebesar 6,92 persen. utang lebih rendah dibandingkan 11 KEMENTAN 23,82 0,14 0,58 21,69 0,15 0,67
Hal ini disebabkan oleh percepatan tahun sebelumnya. Penyerapan 12 KEMENKUMHAM 10,59 0,46 4,39 13,31 0,51 3,84
pencairan Program Keluarga Harapan bulan ini sebesar 8,33 persen 13 MA 8,26 0,48 5,84 8,28 0,49 5,93
(PKH) tahap I di bulan Januari dan dari pagu APBN 2019 sedangkan 14 KEMENLU 7,25 0,06 0,88 7,91 0,13 1,59
kenaikan indeks bantuan pada penyerapan pada periode yang sama 15 KKP 7,29 0,08 1,08 5,48 0,08 1,52
komponen kesehatan dan pendidikan tahun lalu sebesar 9,86 persen dari
15 K/L dengan Pagu
sebesar 100 persen. Sementara itu, pagu APBN 2018. Untuk belanja yang 705,12 18,18 2,58 705,63 29,60 4,19
Terbesar
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

penyerapan belanja pegawai juga lain, penyerapannya relatif tidak


K/L Lainnya 142,31 2,00 1,41 149,82 2,38 1,59
mengalami peningkatan sebesar jauh berbeda dibandingkan tahun
JUMLAH 847,44 20,18 2,38 855,45 31,98 3,74
0,40 persen dibandingkan periode sebelumnya.

38 39
2019 2019
Tabel nilai kontrak Belanja NonK/L % Growth Tabel Realisasi
No. KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA % thd
belanja modal APBN
Belanja
Nilai Kontrak Belanja (triliun Rupiah) s.d Jan % thd APBN Belanja non-K/L
Modal
Modal APBN
yang telah 2019 APBN
1 KEMEN PU PERA 110,73 76,24 11,90 15,61
dilakukan oleh K/L al. 1. Belanja Pegawai 157,15 20,92 13,31 0,42
2 KEMENHUB 41,55 23,91 5,55 23,20
3 KEMENHAN 108,36 32,10 5,43 16,91 2. Belanja Barang 0,59 0,00 0,02 -
4 POLRI 86,19 17,66 2,23 12,62
5 KEMENKUMHAM 13,31 1,62 1,72 106,27 3. Pembayaran Bunga Utang 275,89 22,99 8,33 (2,22)
6 KEMENKEU 45,16 1,81 0,90 49,52
4. Subdisi 224,32 - - (100,00)
7 KPU 18,10 0,15 0,66 435,02
8 BSSN 2,31 1,89 0,44 23,20 5. Belanja Hibah 1,94 0,00 0,14 -
9 KEMENRISTEK DIKTI 41,26 3,96 0,25 6,30
10 KEMENKES 58,75 3,73 0,21 5,64 JUMLAH 778,89 44,15 5,67 (0,67)
10 K/L dengan Nilai Kontrak Terbesar 525,72 163,07 29,28 17,95
K/L Lainnya 329,73 26,27 2,85 10,85
JUMLAH 855,45 189,34 32,13 16,97

Realisasi Belanja K/L sampai dengan 31 Faktor-faktor yang memengaruhi atau 23,20 persen dari pagu belanja faktor yang memengaruhi penyerapan
Januari 2019 mencapai Rp31,98 triliun tingkat penyerapan belanja K/L antara modal. Kemenhan telah melakukan belanja non-K/L adalah belum ada
atau 3,74 persen dari pagu APBN lain kelanjutan kebijakan percepatan kontrak sebesar 5,43 triliun atau 16,91 penyerapan pada belanja subsidi, hal
2019. Realisasi belanja K/L tersebut pelaksanaan kegiatan melalui lelang persen dari pagu belanja modal. ini disebabkan proses administrasi dan
lebih tinggi dibandingkan dengan dini. verifikasi dalam penyaluran subsidi.
realisasi belanja K/L pada periode B. REALISASI BELANJA NONK/L TAHUN Selain itu, menurunnya belanja
yang sama tahun 2018 sebesar 2,38 K/L yang telah melakukan kontrak 2018 pembayaran imbalan SBSN dalam
persen. Rata-rata belanja K/L tersebut telah mencapai 32,13 triliun atau 16,97 negeri menyebabkan pembayaran
masih didominasi oleh 15 K/L terbesar, persen dari belanja modal K/L. Tiga K/L Realisasi belanja non-K/L sampai bunga utang lebih rendah dari tahun
utamanya Kementerian Sosial yang yang telah melakukan kontrak dengan dengan Januari 2019 mencapai sebelumnya.
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

telah merealisasikan percepatan nilai terbesar adalah Kemen PU PERA, Rp44,15 triliun atau mencapai 5,67
pencairan Program Keluarga Harapan Kemenhub, dan Kemenhan. Kemen PU persen dari pagu APBN tahun 2019.
(PKH) tahap pertama di bulan Januari PERA telah melakukan kontrak sebesar Realisasi belanja non-K/L tersebut
dengan indeks bantuan untuk 11,90 triliun atau 15,61 persen dari lebih rendah dibandingkan dengan
komponen kesehatan dan pendidikan pagu belanja modal. Kemenhub telah tahun 2018 yang mencapai Rp44,44
dua kali lebih besar dibanding 2018. melakukan kontrak sebesar 5,55 triliun triliun atau 7,32 persen. Salah satu

40 41
Langkah-Langkah Strategis
Pelaksanaan Anggaran
Kementerian Negara/Lembaga
Tahun Anggaran 2019

Pada tahun 2019, telah ditetapkan pelaksanaan anggaran harus 2. Reviu atas DIPA dan Rencana 1. Secara rata-rata, Indikator
belanja APBN sebesar Rp2.461,1 triliun memperhatikan peningkatan kualitas Kegiatan; Kinerja Pelaksanaan anggaran
dan pendapatan negara sebesar belanja, antara lain melalui kesesuaian (IKPA) meningkat dari 82,19 poin
Rp2.165,1 triliun atau terdapat defisit antara perencanaan dan eksekusinya, 3. Meningkatkan Ketertiban pada tahun 2017 menjadi 88,42
anggaran sebesar Rp296 triliun kepatuhan terhadap regulasi, efisiensi Penyampaian Data Supplier dan poin pada tahun 2018, hal ini
(1,84 persen terhadap PDB). Tema dan efektifitas pelaksanaan anggaran, Data Kontrak; menunjukkan bahwa terdapat
utama dari Kebijakan Fiskal yang serta berorientasi pada pencapaian peningkatan pada pola eksekusi
4. Memastikan Ketepatan Waktu
akan dijalankan Pemerintah pada output dan outcome. anggaran yang dilakukan oleh
Penyelesaian Tagihan; dan
Tahun Anggaran 2019 yaitu “APBN satker Kementerian Negara/
untuk mendukung investasi dan daya Peningkatan kualitas belanja Lembaga.
5. Mengendalikan Pengelolaan
saing melalui pembangunan (investasi) ditujukan untuk melaksanakan
Uang Persediaan (UP)/Tambahan
sumber daya manusia”. program pembangunan nasional 2. Peningkatan capaian IKPA
Uang Persediaan (TUP).
pada berbagai bidang, antara lain Kementerian Negara/Lembaga
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, Dalam rangka menindaklanjuti tahun 2018 diperoleh dari
pada APBN Tahun Anggran 2019 telah penanggulangan kemiskinan, dan surat Menteri Keuangan tersebut, meningkatnya ketertiban satker
dialokasikan belanja pemerintah peningkatan pelayanan masyarakat. Direktur Jenderal Perbendaharaan dalam menyelesaikan tagihan
pusat sebesar Rp1.607,3 triliun telah menyampaikan kepada para SPM LS Kontraktual dari 86,84
dengan rincian belanja Kementerian Pada awal tahun 2018, Menteri persen pada tahun 2017 menjadi
Kepala Kanwil DJPb dan Kepala KPPN
Negara/Lembaga sebesar Rp840,3 Keuangan melalui surat nomor S-67/ 91,9 persen pada tahun 2018.
melalui surat nomor S-1717/PB/2018
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

triliun dan belanja non Kementerian MK.05/2018 telah menyampaikan Hal ini menunjukan bahwa
sebagai petunjuk teknis nomor S-67/
Negara/Lembaga sebesar Rp767,1 kepada para Menteri/Pimpinan Satuan Kerja telah semakin patuh
MK.05/2018.
triliun. Alokasi belanja tersebut Lembaga untuk melaksanakan dalam melaksanakan proses
digunakan untuk melaksanakan langkah-langkah strategis Dengan adanya langkah-langkah pembayaran kepada penerima
program pembangunan nasional pelaksanaan anggaran sebagai upaya strategis tersebut, maka pada pembayaran sesuai waktu yang
pada berbagai bidang, antara lain meningkatkan kinerja pelaksanaan pelaksanaan anggaran tahun 2018 telah ditentukan yaitu 17 hari
pendidikan, kesehatan, infrastruktur, anggaran yang pada intinya berisi mengalami peningkatan kualitas kerja sejak tagihan diajukan oleh
penanggulangan kemiskinan, dan sebagai berikut, antara lain: kinerja yang cukup signifikan penerima pembayaran.
peningkatan pelayanan masyarakat. dibandingkan dengan tahun
1. Menyusun dan menetapkan 3. Dengan semakin meningkatnya
anggaran sebelumnya (2017). Hal
Menteri Keuangan dalam berbagai Dokumen Pendukung ketepatan waktu penyelesaian
ini diindikasikan dengan berbagai
kesempatan menyampaikan bahwa Pelaksanaan Anggaran; tagihan, maka penerbitan
capaian kinerja, antara lain:

42 43
dispensasi SPM terkait langkah- pada tahun 2018. Menurunnya mengakselerasi pertumbuhan program/kegiatan pada K/L.
langkah pelaksanaan akhir tahun frekuensi penggunaan UP/TUP, ekonomi di tahun 2019, Kementerian
anggaran tahun 2018 berkurang terutama pada akhir tahun Keuangan melalui Ditjen b. Segera mempersiapkan dokumen yang

secara signifikan dibandingkan 2018, disebabkan optimalisasi Perbendaharaan mengeluarkan diperlukan untuk menyelesaikan hal tersebut

dispensasi pada tahun 2017 pemanfaatan UP yang hanya kebijakan berupa Langkah-Langkah melalui mekanisme revisi DIPA, apabila masih

yaitu sebanyak 5.146 Dokumen untuk kebutuhan operasional Strategis Pelaksanaan Anggaran terdapat anggaran yang diberikan catatan dalam

menjadi 3.851 Dokumen. serta kebijakan pemberian TUP Kementerian Negara/Lembaga Tahun DIPA misalnya “tanda blokir’.

Pengajuan dispensasi oleh Satker secara selektif untuk kegiatan Anggaran 2019. Kebijakan tersebut
c. Memastikan bahwa dalam pengajuan pencairan
pada umumnya disebabkan yang bersifat prioritas. dituangkan dalam bentuk Surat
anggaran, pagu DIPA telah tersedia/cukup
terlambatnya pengajuan tagihan Menteri Keuangan Nomor: S-66/
Berbagai peningkatan nilai indikator tersedia dan tidak melakukan revisi yang
oleh pihak ketiga kepada MK.05/2019 pada tanggal 22 Januari
kinerja pelaksanaan anggaran di berakibat pada pengurangan alokasi terhadap
PPK, sehingga berakibat pada 2019.
atas menunjukan bahwa Kebijakan pagu yang sudah dikontrakkan.
terlambatnya pengajuan SPM ke
KPPN. Langkah-Langkah Strategis Kebijakan Langkah-langkah strategis
d. Segera melakukan revisi anggaran apabila terjadi
Pelaksanaan Anggaran Kementerian dalam surat Menteri Keuangan
pagu minus dan terdapat potensi terjadinya pagu
4. Ketepatan waktu pendaftaran Negara/Lembaga pada Tahun 2018, tersebut meminta agar Menteri/
minus apabila akan dilakukan pembayaran.
data kontrak sesuai yang yang dirumuskan dalam Surat Menteri Pimpinan Lembaga memerintahkan
ditentukan (5 hari kerja sejak Keuangan Nomor S-67/MK.05/2018 seluruh satuan kerja (satker) di 2. Menyusun dan Menetapkan Dokumen Pendukung
kontrak ditandatangani) telah berjalan efektif. lingkup kerjanya untuk melaksanakan Pelaksanaan Anggaran
mengalami peningkatan dari aktivitas monev yang meliputi reviu,
tahun 2017 sebesar 58,1 persen Menindaklanjuti arahan Menteri pemantauan, dan evaluasi atas • Melakukan percepatan penyusunan penyelesaian
menjadi 80,0 persen pada Keuangan serta dalam upaya pelaksanaan anggaran belanja K/L dokumen pendukung yang diperlukan untuk
tahun 2018. Hal ini menunjukan untuk lebih meningkatkan kualitas dengan langkah-langkah sebagai menghindari tertundanya pelaksanaan kegiatan.
semakin tertib dalam pelaksanaan anggaran Kementerian berikut:
Negara/Lembaga TA 2019, perlu 3. Meningkatkan Kepatuhan terhadap Regulasi
melaksanakan pendaftaran
dirumuskan kembali langkah-langkah 1. Melakukan Penyesuaian Pelaksanaan Anggaran
data kontrak ke KPPN yang
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

berdampak positif pada akurasi strategis pelaksanaan anggaran tahun terhadap Perencanaan dengan
a. Mengajukan Uang Persediaan (UP) secara rasional
penyediaan dana di BUN untuk 2019 yang disusun berdasarkan Pelaksanaan Anggaran
sesuai kebutuhan operasional bulanan satker
membayar tagihan evaluasi pelaksanaan anggaran
a. Segera meneliti dan dengan mengoptimalkan pembayaran langsung
tahun 2018 guna peningkatan kinerja
melakukan reviu atas dalam proses pernbayaran serta mempercepat
5. Kebijakan pengendalian UP/ pelaksanaan anggaran yang lebih baik
RKA-KL/DIPA pada awal revolving UP.
TUP juga menunjukkan hasil lagi.
positif yang diindikasikan tahun anggaran sesuai
b. Memanfaatkan Tambahan Uang Persediaan
dengan nilai outstanding UP/ Untuk mendukung peningkatan dengan rencana kegiatan
(TUP) hanya untuk kegiatan mendesak dan sesuai
TUP pada akhir tahun mengalami kinerja dan kualitas pelaksanaan yang akan dilaksanakan
dengan rencana kegiatan yang diajukan.
penurunan dari Rp15,12 triliun anggaran pada Kementerian dan selanjutnya melakukan

pada tahun 2017, menjadi Negara/Lembaga serta optirnalisasi revisi DIPA apabila terdapat c. Memastikan bahwa penyampaian laporan
hanya sebesar Rp8,6 triliun peran belanja pemerintah dalam perubahan kebijakan keuangan telah lengkap dan benar serta sesuai

44 45
dengan waktu yang ditentukan. dan menyampaikan
data kontrak, termasuk
d. Meningkatkan kedisiplinan dalam penyampaian addendum kontrak
data-data keuangan dan dokumen pembayaran kepada Kantor Pelayanan .
yang digunakan untuk proses pencairan Perbendaharaan Negara
anggaran. (KPPN).

4. Meningkatkan Efektifitas Pelaksanaan Kegiatan b. Meningkatkan


koordinasi antar pejabat
a. Segera menyelesaikan tagihan dan tidak
perbendaharaan dalam
menunda proses pembayaran untuk pekerjaan
rneningkatkan ketertiban
yang telah selesai terminnya atau kegiatan
penyampaian data supplier
yang telah selesai pelaksanaannya sesuai batas
dan data kontrak ke KPPN.
waktupenyelesaian tagihan untuk menghindari
penumpukan tagihan di akhir tahun anggaran. 7. Memastikan Penyaluran Dana
Bantuan Sosial (Bansos) dan
b. Memberikan teguran/sanksi kepada pejabat
Bantuan Pemerintah (Banper)
perbendaharaan Satker yang terlambat dalarn
Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
menyelesaikan tagihan sesuai waktu yang telah Halaman Ini Sengaja Dikosongkan
ditentukan. a. Menetapkan pedoman
umum/petunjuk teknis/
c. Mengoptimalkan penyerapan anggaran secara
operasional pelaksanaan
proporsional setiap bulan berdasarkan rencana
pembayaran Bansos dan
kegiatan dan rencana penarikan dana.
Banper yang sederhana,
d. Memastikan bahwa data yang diinformasikan mudah dipahami, dan
dalam dokumen pembayaran telah benar agar akuntabel.
pihak penerima pembayaran dapat menerima
b. Melakukan verifikasi dan
haknya secara tepat waktu dan tepat jumlah.
segera menyalurkan
5. Mendorong Efisiensi Pelaksanaan Kegiatan bantuan kepada penerima
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

Bansos dan Banper apabila


• Mengajukan dokumen pembayaran secara data telah akurat.
benar dan tepat waktu sesuai dengan Rencana
Penarikan Dana yang telah diajukan agar c. Melakukan pengendalian
pembayaran dapat dilakukan secara tepat waktu, terhadap dana Bansos yang
sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan mengendap di rekening
dengan lancar. bank penyalur.

6. Meningkatkan Ketertiban Penyampaian Data Supplier d. Segera menyetorkan sisa


dan Data Kontrak dana Bansos yang tidak
tersalurkan ke rekening kas
a. Segera menandatangani kontrak pengadaan negara.

46 47
Belanja Negara

TR ANSFER KE DAER AH
DAN DANA DESA

A
lokasi Transfer ke Daerah dan Perimbangan mencapai Rp77,41 triliun persen dari pagu alokasi. Informasi Keuangan Daerah(IKD)
Dana Desa (TKDD) pada APBN atau 10,68 persen dari pagu APBN a. Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp95,97 miliar. Selain
Tahun 2019 yang ditetapkan 2019. Realisasi tersebut lebih tinggi Pada tahun 2019 ini, Pemerintah itu, realisasi penyaluran tersebut
sebesar Rp826,77 triliun, telah sebesar Rp3,21 triliun dibandingkan mengalokasikan DAU sebesar juga telah memperhitungkan: (i)
terealisasi sebesar Rp77,72 triliun (9,40 dengan realisasi periode yang sama Rp417,87 triliun yang terdiri dari Penyaluran kembali DAU sebesar
persen) di bulan pertama tahun 2019 tahun sebelumnya sebesar Rp74,19 DAU regular sebesar Rp414,87 triliun Rp68,27 miliar kepada 14 daerah yang
ini. Realisasi penyaluran tersebut lebih triliun, atau 10,97 persen dari pagu dan DAU tambahan untuk bantuan telah menyampaikan laporan IKD,
tinggi Rp2,91 triliun jika dibandingkan APBN 2018. pendanaan kelurahan sebesar Rp3 (ii) Penyelesaian kewajiban Daerah
dengan penyaluran TKDD periode triliun. Otonom Baru(DOB) pada 3 daerah
yang sama tahun 2018 sebesar 1. DANA TRANSFER UMUM (DTU) Untuk DAU reguler sebesar Rp414,87 sebesar Rp9 miliar, (iii) penyelesaian
Rp74,81 triliun (9,76 persen). Capaian triliun, kinerja realisasi penyalurannya kewajiban tunggakan iuran
tersebut berasal dari realisasi Dana DTU terdiri dari DBH dan DAU. Sesuai relatif stabil dari tahun ke tahun, jaminan kesehatan kepada Badan
Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil nomenklaturnya, penggunaan DTU karena disalurkan secara rutin Penyelengaran Jaminan Sosial (BPJS)
(DBH), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh daerah sifatnya relatif fleksibel sebesar 1/12 setiap bulannya. oleh 11 daerah sebesar Rp104,26
Nonfisik, dan Dana Desa. sesuai kebutuhan dan prioritas Sampai dengan 31 Januari 2019, miliar.
daerah. DTU memiliki peranan yang realisasi penyaluran DAU reguler
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

A. DANA PERIMBANGAN sangat penting bagi APBD karena telah mencapai Rp69,12 triliun atau DAU tambahan dialokasikan sebesar
merupakan penopang utama 16,54 persen, lebih tinggi sebesar Rp3 triliun untuk bantuan pendanaan
Sebagai komponen terbesar dalam penyelenggaraan pemerintahan Rp2,61 triliun bila dibandingkan bagi kelurahan. Penyaluran DAU
struktur TKDD, Dana Perimbangan daerah dan layanan umum daerah. dengan realisasinya pada periode tambahan ini berbeda dengan DAU
dianggarkan sebesar Rp724,59 triliun Per 31 Januari 2019, realisasi DTU yang sama tahun 2018 sebesar reguler, karena DAU tambahan
atau 87,64 persen dari keseluruhan berjumlah Rp73,33 triliun, atau 13,99 Rp66,51 triliun atau 16,57 persen. disalurkan dalam dua tahap
alokasi TKDD dalam APBN Tahun persen dari pagu anggaran DTU Realisasi penyaluran DAU reguler masing-masing sebesar 50%.
2019. Dana Perimbangan terdiri atas sebesar Rp524,22 triliun. Capaian hingga 31 Januari 2019 dipengaruhi Untuk penyaluran DAU tambahan
Dana Transfer Umum (DTU) sebesar tersebut meningkat Rp3,96 triliun jika oleh adanya penundaan penyaluran tahap I, pemerintah daerah harus
Rp524,22 triliun, dan Dana Transfer dibandingkan tahun sebelumnya yang DAU terhadap 23 Pemerintah Daerah menyampaikan persyaratan berupa
Khusus (DTK) sebesar Rp200,37 triliun. mencapai Rp69,37 triliun atau 14,14 yang belum menyampaikan laporan perda APBD atau perkada perubahan
Hingga 31 Januari 2019, realisasi Dana

48 49
penjabaran APBD yang memuat persen dari pagu alokasi DBH TA 2018 pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan mencapai Rp4,08 triliun, atau 2,04
anggaran DAU tambahan serta surat sebesar Rp89,23 triliun. Kenaikan kegiatan pendukungnya yang meliputi persen dari pagu APBN 2019.
pernyataan kepala daerah yang realisasi penyaluran DBH tersebut (i) perlindungan dan pengamanan
menyatakan telah mengalokasikan dikarenakan pagu alokasi DBH TA 2019 hutan; (ii) teknologi rehabilitasi hutan a. Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik
anggaran untuk pendanaan kelurahan mengalami kenaikan sebesar Rp17,12 dan lahan; (iii) pencegahan dan
baik dari DAU tambahan maupun triliun atau 19,19 persen dibandingkan penanggulangan kebakaran hutan dan DAK Fisik merupakan salah satu
APBD TA 2019. Sedangkan untuk pagu alokasi DBH TA 2018. lahan; (iv) pengembangan perbenihan; dana transfer yang ditujukan
penyaluran tahap II, dilaksanakan (v) penelitian dan pengembangan, untuk percepatan dan pemerataan
setelah daerah menyampaikan Penyaluran DBH triwulan I TA 2019 pendidikan dan pelatihan, penyuluhan penyediaan infrastruktur di daerah
Laporan Realisasi Penyerapan DAU pada bulan Januari dilakukan untuk serta pemberdayaan masyarakat yang terkait dengan pelayanan dasar
Tambahan tahap I yang menunjukkan DBH SDA sektor Mineral Batu Bara setempat dalam kegiatan rehabilitasi untuk pemenuhan Standar Pelayanan
realisasi paling sedikit 50 persen dari sebesar 20 persen dari pagu alokasi, hutan; (vi) pembinaan; dan/atau (vii) Minimum(SPM). DAK Fisik Tahun
dana yang telah diterima di Rekening sektor Panas Bumi sebesar 20 pengawasan dan pengendalian. Anggaran 2019 terdiri dari 3 Jenis
Kas Umum Daerah. persen dari pagu alokasi, dan sektor DAK Fisik dan 14 Bidang dengan Pagu
Perikanan sebesar 15 persen pagu Sisa DBH DR yang masih ada di Anggaran sebesar Rp69,33 triliun naik
Pemerintah senantiasa melakukan alokasi. RKUD Pemerintah kabupaten dan sebesar 11 persen dari tahun 2018
upaya persiapan penyaluran DAU DBH Cukai Hasil Tembakau (CHT) kota digunakan untuk membiayai sebesar Rp62,44 triliun. Kebijakan
tambahan sejak memasuki awal dan DBH Kehutanan Dana Reboisasi pengelolaan taman hutan raya pengalokasian DAK Fisik tahun 2019
tahun 2019. Namun, sampai dengan (DR) merupakan dua jenis DBH yang (Tahura), pencegahan dan mengalami penyempurnaan yang
31 Januari 2019, Pemerintah daerah telah ditentukan peruntukkanya. DBH penanggulangan kebakaran hutan, ditujukan agar pelaksanaan DAK Fisik
belum ada yang menyampaikan CHT, digunakan untuk mendanai serta penanaman pohon pada daerah di daerah dapat lebih terkontrol dan
persyaratan penyaluran tahap I program kegiatan sesuai Undang- aliran sungai kritis, penanaman bambu lebih memberikan dampak positif
secara lengkap sehingga belum ada undang nomor 39 tahun 2007 tentang pada kanan kiri sungai, dan pengadaan pada pemenuhan pelayanan dasar
DAU tambahan yang disalurkan. Cukai dengan prioritas pada bidang bangunan konservasi tanah dan air. kepada masyarakat.
Pemerintah terus melakukan kesehatan yang mendukung program
koordinasi dengan Pemerintah daerah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2. DANA TRANSFER KHUSUS (DTK) Perbaikan kebijakan yang pertama
agar pelaksanaan DAU tambahan dari sisi supply side dengan sasaran Melalui kebijakan DTK, Pemerintah adalah proses penganggaran dan
dapat terlaksana dengan optimal. meningkatkan kualitas dan kuantitas Pusat mengambil peranan untuk pengalokasian DAK Fisik diarahkan
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

fasilitas pelayanan kesehatan dan mempengaruhi pola belanja daerah agar selaras dengan target
b. Dana Bagi Hasil (DBH) dukungan pencapaian universal health dalam upaya mengurangi kesenjangan capaian prioritas nasional, dengan
coverage (UHC) di daerah. layanan antardaerah. Hal tersebut memperhatikan prioritas nasional
Realisasi penyaluran DBH hingga 31 dilakukan melalui earmarking dalam Rencana Kerja Pemerintah
Januari 2019 adalah sebesar Rp4,21 Sementara itu, DBH DR, sebagaimana (pengarahan/penentuan) penggunaan (RKP), Rencana Kerja Pemerintah
triliun atau 3,96 persen dari pagu diatur dalam UU Nomor 12 Tahun dari DTK itu sendiri. Dalam APBN 2019, Daerah (RKPD), dan Rencana
alokasi DBH TA 2019 sebesar Rp106,35 2018 tentang APBN TA 2019, yang DTK dianggarkan sebesar Rp200,37 Pembangunan Jangka Menengah
triliun, meningkat Rp1,35 triliun jika dialokasikan untuk pemerintah triliun, terdiri atas DAK Fisik sebesar Nasional (RPJMN). Hal ini diwujudkan
dibandingkan dengan realisasi pada provinsi, digunakan untuk membiayai Rp69,33 triliun dan DAK Nonfisik dengan langkah-langkah antara lain: (i)
periode sama tahun 2018 yang hanya kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan sebesar Rp131,04 triliun. Hingga 31 sinkronisasi penentuan jenis/bidang/
mencapai Rp2,86 triliun atau 3,20 (RHL) yang meliputi perencanaan, Januari 2019, realisasi penyaluran DTK sub bidang/menu DAK Fisik dengan

50 51
prioritas nasional; dan (ii) sinkronisasi yang menjadi fokus DAK Afirmasi bidang tahun anggaran sebelumnya; Januari 2019, belum terdapat realisasi
serta harmonisasi kegiatan antara adalah Bidang Transportasi. Pada (iii) rencana kegiatan yang telah penyaluran DID. Penyaluran DID tahun
Pemerintah Pusat dan Pemerintah TA 2019 pagu Bidang Transportasi disetujui oleh Kementerian Negara/ 2019 dilakukan dalam 2 (dua) tahap,
Daerah. mencapai Rp1,5 triliun, atau tumbuh Lembaga teknis terkait; dan (iv) daftar yaitu:
sebesar 39,1 persen dibandingkan TA kontrak kegiatan. Saat ini belum ada 1. Penyaluran tahap I,
Kedua, kebijakan DAK Fisik 2017. Melalui Bidang Transportasi, Pemerintah Daerah yang memenuhi dilaksanakan paling cepat
mengakomodasi konsep tersedia menu kegiatan antara lain: syarat penyaluran sebagaimana pada bulan Februari sebesar
pembangunan secara tematik, (i) penyediaan Pembangunan jalan dimaksud. 50 persen dari pagu dengan
misalnya kebijakan penanggulangan non-status penghubung antar desa; (ii) persyaratan: (i) Peraturan
stunting, dan upaya pengembangan pengadaan moda transportasi darat; b. Dana Alokasi Khusus (DAK) Daerah mengenai APBD
Sumber Daya Manusia (SDM) serta (iii) pengadaan moda transportasi Nonfisik Tahun Anggaran 2019; (ii)
daya saing nasional. Kebijakan perairan; (iv) pembangunan dermaga Rencana penggunaan DID
DAK Fisik dalam penanggulangan rakyat untuk orang & barang; (v) Realisasi penyaluran DAK Nonfisik Tahun Anggaran 2019; dan (iii)
stunting diimplementasikan dengan pembangunan tambatan perahu; dan per 31 Januari 2019 mencapai Rp4,08 Laporan realisasi penyerapan
pengelompokan DAK sektor-sektor (vi) renovasi jembatan gantung. triliun, atau 3,11 persen dari pagu DID Tahun Anggaran 2018 bagi
tertentu di bawah DAK Penugasan. alokasi dalam APBN 2019. Capaian daerah yang menerima DID
Adapun bidang DAK Fisik yang terkait Perbaikan terakhir berupa peningkatan tersebut lebih rendah Rp0,74 triliun Tahun Anggaran 2018.
antara lain: Bidang Kesehatan dan kualitas pemantauan dan evaluasi bila dibandingkan dengan realisasi
Keluarga Berencana (KB), Bidang pelaksanaan serta meningkatkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,82 2. Penyaluran tahap II paling
Air Minum, dan Sanitasi. Selain itu, kualitas laporan DAK Fisik yang triliun atau 3,91 persen dari pagu cepat bulan Juli sebesar 50
kebijakan DAK Fisik dalam upaya berbasis kinerja output/outcome APBN 2018. persen dengan persyaratan
pengembangan SDM dan daya saing dengan melibatkan APIP (Aparat Pemda telah menyampaikan
nasional tercermin dalam peningkatan Pengawasan Internal Pemerintah) Sesuai ketentuan, penyaluran DAK laporan realisasi penyerapan
alokasi DAK Fisik Bidang Pendidikan Daerah dalam melakukan reviu Nonfisik dilakukan paling cepat bulan dana tahap I yang
sebesar Rp7,7 triliun. Peningkatan dokumen persyaratan penyaluran Januari untuk dana BOS. Dalam upaya menunjukkan penyerapan
alokasi terbesar pada Sub Bidang DAK Fisik dan pengintegrasian aplikasi meningkatkan realisasi penyaluran minimal 70 persen. Dokumen
Sekolah Dasar, dengan diikuti perencanaan DAK Fisik “KRISNA” DAK Nonfisik, Kementerian Keuangan persyaratan untuk persyaratan
penambahan Sub Bidang Olahraga dengan aplikasi sistem pengelolaan telah melakukan upaya melalui penyaluran tahap I tersebut
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

dan Sub Bidang Perpustakaan Daerah. DAK Fisik “OM SPAN”. koordinasi dengan K/L pengampu harus disampaikan oleh Pemda
untuk mendorong daerah dalam paling lambat bulan Februari
Ketiga, pendanaan melalui DAK Fisik Berdasar pada PMK 112 Tahun percepatan penyampaian laporan 2019.
juga didorong untuk menunjang 2017, realisasi penyaluran DAK Fisik DAK Nonfisik dan mendorong
daerah afirmasi, yaitu daerah dilakukan paling cepat bulan Februari daerah dalam mengoptimalisasikan Belum terdapatnya realisasi
terdepan, tertinggal, terluar (3T) di dengan syarat penyaluran tahap I penyerapan dana di daerah. penyaluran DID tersebut terutama
Indonesia. Hal ini diimplementasikan berupa: (i) Peraturan Daerah mengenai disebabkan karena penyaluran
dengan penyediaan jenis DAK Afirmasi, APBD tahun anggaran berjalan; B. DANA INSENTIF DAERAH (DID) DID tahap I baru dilakukan setelah
yang alokasinya terus tumbuh (ii) laporan realisasi penyerapan Pemerintah Daerah menyampaikan
selama tiga tahun terakhir. Lebih dana dan capaian output kegiatan Pada APBN 2019, pagu DID ditetapkan dokumen yang dipersyaratkan sesuai
lanjut, salah satu bidang DAK Fisik DAK Fisik per jenis dan/atau per sebesar Rp10,00 triliun. Hingga akhir ketentuan perundang-undangan.

52 53
C. DANA OTONOMI KHUSUS D. DANA DESA
Realisasi TKDD Tahun Anggaran 2018 dan 2019
DAN DANA KEISTIMEWAAN D.I.
Tanggal : 1 Januari s.d. 31 Januari
YOGYAKARTA Dana Desa dalam APBN Tahun
(dalam miliar Rupiah)
2019 dialokasikan sebesar Rp70,00
2018 2019
Dalam APBN 2019, pagu Dana triliun. Hingga akhir Januari 2019,
Uraian % thd % thd
Otonomi Khusus (Otsus) pada Provinsi telah terdapat realisasi penyaluran Alokasi Realisasi Alokasi Realisasi
APBN APBN
Aceh, serta Dana Otsus dan Dana Dana Desa dari RKUN ke RKUD
Tambahan Infrastruktur pada Provinsi sebesar Rp315,92 miliar, atau Transfer ke Daerah dan Dana Desa 766.162,58 74.811,36 9,76 826.772,53 77.721,65 9,40

Papua dan Papua Barat ditetapkan 0,45 persen dari pagu alokasinya. Transfer ke Daerah 706.162,58 74.190,42 10,51 756.772,53 77.405,72 10,23
sebesar Rp20,98 triliun. Dari jumlah Realisasi tersebut lebih rendah jika
A. Dana Perimbangan 676.602,99 74.190,42 10,97 724.592,59 77.405,72 10,68
tersebut, hingga akhir Januari dibandingkan dengan realisasinya
1. Dana Transfer Umum 490.714,92 69.366,60 14,14 524.223,75 73.327,25 13,99
2019 belum terdapat penyaluran pada periode yang sama tahun lalu
a. Dana Bagi Hasil 89.225,34 2.857,36 3,20 106.350,16 4.209,35 3,96
Dana Otsus dan Dana Tambahan sebesar Rp620,94 miliar atau 1,03
b. Dana Alokasi Umum 401.489,58 66.509,24 16,57 417.873,58 69.117,90 16,54
Infrastruktur (DTI). Hal tersebut persen dari pagu alokasi. Lebih
2. Dana Transfer Khusus 185.888,07 4.823,82 2,60 200.368,84 4.078,47 2,04
disebabkan Penyaluran Tahap I rendahnya realisasi penyaluran Dana
a. Dana Alokasi Khusus Fisik 62.436,26 - - 69.326,70 - -
dilaksanakan paling cepat pada bulan Desa disebabkan karena belum
b. Dana Alokasi Khusus Non Fisik 123.451,81 4.823,82 3,91 131.042,14 4.078,47 3,11
Maret. dipenuhinya persyaratan penyaluran
Dana Desa Tahap I oleh Pemerintah B. Dana Insentif Daerah 8.500,00 - - 10.000,00 - -

Demikian juga dengan Dana Kabupaten/Kota sesuai dengan PMK C. Dana Otsus dan Dana
21.059,58 - - 22.179,94 - -
Keistimewaan Provinsi DI Yogyakarta Nomor 193 Tahun 2018 Tentang Keistimewaan DIY

(DIY), belum terdapat realisasi Pengelolaan Dana Desa. Dalam rangka 1. Dana Otsus 20.059,58 - - 20.979,94 - -

penyalurannya mengingat Penyaluran mempercepat penyaluran Dana Desa a. Provinsi Papua dan Papua Barat 8.029,79 - - 8.357,47 - -

Tahap I baru dapat dilaksanakan Tahap I, Kementerian Keuangan b. Provinsi Aceh 8.029,79 - - 8.357,47 - -
paling cepat bulan Februari. melalui KPPN akan terus mendorong c. Dana Tambahan Infrastruktur 4.000,00 - - 4.265,00 - -
daerah untuk segera menyampaikan 2. Dana Keistimewaan D.I.Y 1.000,00 - - 1.200,00 - -
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

persyaratan penyaluran Dana Desa


Dana Desa 60.000,00 620,94 1,03 70.000,00 315,92 0,45
Tahap I kepada KPPN.

54 55
Pembiayaan Anggaran

PEMBIAYA AN
UTANG

Kenaikan Alokasi SBSN Proyek Guna Mendukung


Pembangunan Infrastruktur

S
alah satu tema besar APBN produktif yang akan menghasilkan
2019 yang merupakan produk hasil yang optimal bagi negara serta
bersama antara Pemerintah diarahkan pada utang pasar domestik.
dan Dewan Perwakilan Oleh karena salah satu tujuan
Rakyat (DPR) adalah “Sehat” yang pembiayaan utang adalah mendukung
artinya APBN memiliki defisit yang terbentuknya pasar Surat Berharga
semakin rendah dan keseimbangan Negara (SBN) domestik yang dalam,
primer menuju positif. Sebagai aktif dan likuid untuk meningkatkan
pengejawantahan salah satu tema efisiensi pengelolaan utang dalam
besar tersebut, Pembiayaan Utang jangka panjang,
pada APBN 2019 juga ditetapkan
semakin menurun sehingga Dalam APBN 2019 Pemerintah

diharapkan APBN dapat semakin masih menggunakan sumber

mandiri ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan utang utamanya melalui


penerbitan SBN. Meskipun tedapat
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

pendapatan negara yang signifikan.


Selain itu, yang juga merupakan kecenderungan pertumbuhan yang

tema dari APBN 2019 adalah “Adil” menurun dari sumber pembiayaan

yaitu APBN digunakan sebagai SBN seiring dengan menurunnya

instrumen kebijakan meraih keadilan, pertumbuhan defisit APBN selama

menurunkan tingkat kemiskinan, beberapa tahun terakhir. Selain

menciptakan lapangan kerja dan bertumpu pada penerbitan SBN,

mengatasi disparitas antarkelompok strategi pembiayaan utang juga

pendapatan dan antarwilayah. melibatkan pinjaman dalam negeri


dan pinjaman luar negeri. Pinjaman
Foto Ilustrasi: Pada tahun 2019, pembiayaan utang dalam negeri mengutamakan pada
Media Keuangan/
tetap lebih diarahkan pada kegiatan kegiatan-kegiatan prioritas yang telah

56 57
Pembiayaan Utang (dalam miliar Rupiah)
utang jatuh tempo kuartal II yang strategi pembiayaan utang yang
relatif tinggi dan sebagai mitigasi telah digariskan untuk tahun 2019
kemungkinan berkurangnya likuiditas ini, diharapkan pengelolaan utang
pada kuartal II sebagai dampak semakin pruden dan lebih tahan
dari tingginya belanja masyarakat terhadap segala bentuk volatilitas di
karena pemilu dan lebaran. Dengan luar.

Posisi Utang Hinga Akhir Januari 2019


(dalam Triliun Rupiah)

        Januari-18 Januari -19

Nominal Komposisi Nominal Komposisi

Total Utang Pemerintah Pusat 3.958,66 100,00% 4.498,56 100,00%


terkontrak sementara pinjaman luar Hingga akhir Januari 2019, pembiayaan melalui utang telah a. Pinjaman 752,38 19,01 % 795,79 17,69%
negeri mengutamakan pinjaman mampu mencapai 34,09 persen dari yang ditargetkan dalam
    1. Pinjaman Luar Negeri 746,64 18,86% 788,66 17,53%
tingkat bunga tetap dengan tetap APBN 2019. Dalam tahun 2019, Pemerintah menerapkan
Bilateral 318,81 8,05% 327,06 7,27%
mempertimbangkan biaya dan risiko strategi frontloading, dimana penerbitan utang akan lebih
utang. banyak dilakukan di paruh pertama tahun ini. Strategi Multilateral 384,07 9,70% 419,89 9,33%
frontloading dilakukan Pemerintah dalam penerbitan SBN, 43,59
Komersial 1,08% 41,71 0,93%
Dari jumlah pembiayaan melalui dengan beberapa pertimbangan, seperti:
utang secara neto sebesar Rp359,25 Suppliers 1,17 0,03% - 0,00%
triliun yang diamanatkan untuk • Sebagai respon (upaya mitigasi risiko) atas kondisi
pasar global yang diliputi ketidakpastian dan volatilitas,     2. Pinjaman Dalam Negeri 5,74 0,15% 7,13 0,16%
menutupi defisit APBN 2019, sejumlah seperti kenaikan Fed Fund Rate, trade war US dan
b. Surat Berharga Negara 3.206,28 80,99% 3.702,77 82,31%
Rp388,96 triliun merupakan porsi China, dan volatilitas harga minyak dunia,
1. Denominasi Rupiah 2.327,13 58,79% 2.675,04 59,46%
SBN sementara porsi Pinjaman • Memanfaatkan tingginya likuiditas pasar keuangan
sebesar minus Rp29,71 triliun. pada kuartal I, dan 1.964,05
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

Surat Utang Negara 49,61% 2.230,61 49,59%


Dalam komponen pembiayaan utang 363,08
Surat Berharga Syari’ah Negara 9,17% 444,43 9,88%
• Mengamankan pembiayaan APBN.
secara bruto, Pemerintah telah
menganggarkan sejumlah dana untuk
    2. Denominasi Valas 879,15 22,21% 1.027.72 22,85%
Kebijakan ini bukan suatu hal yang baru dilakukan dan
pembayaran utang yang jatuh tempo, Surat Utang Negara 711,49 17,97% 820.86 18,25%
terbukti cukup efektif untuk mengelola kebutuhan
sehingga kecil sekali kemungkinan Surat Berharga Syari’ah Negara 167,66 4,24% 206.86 4,60%
pembiayaan APBN dalam situasi yang diliputi
Pemerintah tidak dapat melunasi
ketidakpastian. Penerbitan yang tinggi pada kuartal I
kewajibannya. Rasio Utang thd PDB 30,10%
tahun 2019 diperuntukkan sebagai mitigasi pembayaran

58 59
Sampai akhir Januari 2019 persentase Badan Standardisasi Nasional) yang senilai Rp342 miliar; pembangunan dengan memiliki SBN sebagai salah satu
utang Pemerintah terhadap PDB tersebar di 34 provinsi dengan rincian instrumen investasi yang aman bagi masyarakat dan
berada pada level 30,10 persen, yang • 41 pembangunan sarana dan turut mendukung pendalaman pasar keuangan dalam
masih jauh lebih rendah dari batas • 15 proyek infrastruktur fasilitas gedung Perguruan Tinggi negeri melalui perluasan basis investor domestik. Untuk
yang ditetapkan dalam UU nomor 17 transportasi pada Kementerian Keagamaan Islam Negeri dan 125 mendukung kemudahan partisipasi masyarakat dalam
tahun 2003 tentang Keuangan Negara Perhubungan dengan nilai Rp7,99 madrasah di Direktorat Jenderal memiliki SBN, Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan
sebesar 60 persen. Dengan kondisi triliun, termasuk penyelesaian Pendidikan Islam, Kementerian (ST) sejak tahun 2018 telah dapat dipesan secara online
tersebut, perekonomian Indonesia infrastruktur perkeretaapian Agama senilai Rp2,02 triliun; sehingga masyarakat tidak perlu datang langsung ke bank
yang diukur dengan PDB masih Trans Sulawesi (Parepare- ataupun mira distribusi SBN ritel lainnya. Dengan demikian,
Makassar) yang merupakan • 128 proyek pembangunan dan
mampu menutup hampir 4 kali dari peran pembiayaan juga tidak kalah pentingnya dalam
pembangunan sarana rehabilitasi gedung balai nikah
jumlah utang Pemerintah saat ini. mengembangkan perekonomian yang inklusif melalui
perkeretaapian yang pertama dan manasik haji di Direktorat
penjualan SBN ritel ke masyarakat.
Salah satu sumber pembiayaan di Sulawesi sejak Indonesia Jenderal Bimbingan Masyarakat

yang tengah dikembangkan oleh merdeka, pembangunan Islam, Kementerian Agama senilai Sementara itu, instrumen pembiayaan pinjaman sebagian
pemerintah adalah Surat Berharga double track selatan Jawa yang Rp189,30 miliar; besar masih diarahkan pada pembiayaan untuk kegiatan
Syariah Negara (SBSN) terutama yang terbentang dari Cirebon-Kroya- atau proyek pembangunan, terutama infrastruktur.
• 6 proyek pembangunan taman
ditujukan secara langsung untuk Solo hingga Madiun-Jombang- Instrumen pinjaman, khususnya yang berasal dari lembaga
nasional dan 1 pembangunan
membiayai proyek yang dikenal Surabaya, serta pengembangan multilateral masih diperlukan guna membiayaai program-
laboratorium di Kementerian LHK
dengan SBSN Proyek. Pada tahun sarana perkeretaapian Trans program pembangunan global seperti Sustainable
senilai Rp106,23 miliar;
2019, alokasi pembiayaan SBSN Proyek Sumatera Development Goals (SDG) yang ditransmisikan ke dalam
mencapai sebesar Rp28,43 triliun • 7 proyek pembangunan gedung program-program pembangunan nasional. Keahlian dan
naik dibandingkan tahun 2018 yang • 82 proyek infrastruktur jalan dukungan teknis dari lembaga-lembaga multilateral juga
perguruan tinggi di Kementerian
besarnya Rp22,53 triliun. Kenaikan dan jembatan pada Direktorat masih dibutuhkan untuk menangani isu-isu pembangunan
Ristekdikti senilai Rp498,08 miliar;
porsi SBSN terutama dari SBSN untuk Jenderal Bina Marga pada serta isu-isu struktural dan sektoral.
pembiayaan proyek disebabkan fokus Kementerian PUPR dengan nilai • 1 proyek pengembangan
Pemerintah pada pembangunan pembiayaan Rp7,84 triliun; laboratorium di BSN senilai Rp50 Pemerintah mengelola pembiayaan utang dengan hati-

infrastruktur sebagai prioritas miliar; hati dan menekankan bahwa setiap Rupiah yang diperoleh
• 180 proyek infrastruktur melalui pembiayaan utang, harus dapat dimanfaatkan
pembangunan nasional dalam rangka
pengendalian banjir dan lahar, • 3 proyek pembangunan untuk membiayai belanja pembangunan yang menghasilkan
meningkatkan daya saing bangsa.
pengelolaan bendungan dan
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

laboratorium di LIPI senilai Rp240 kegunaan lebih besar dibandingkan dengan biaya utangnya.
Selain itu, SBSN masih merupakan
embung, serta pengelolaan miliar. Manfaat yang dihasilkan baik berupa manfaat ekonomis
salah satu instrumen inovasi
drainase utama perkotaan pada yang secara terukur dilakukan dengan menggunakan
pembiayaan (creative financing) yang Pemerintah berencana untuk
Direktorat Jenderal Sumber Daya pendekatan-pendekatan tertentu maupun finansial yang
menjadi “hot issue” pembangunan untuk menerbitkan Surat Berharga
Air, Kementerian PUPR dengan sudah langsung dapat dihitung.
infrastruktur tahun 2019. Negara (SBN) Ritel baik konvensional
nilai pembiayaan Rp9,00 triliun;
maupun syariah pada tahun 2019
Pembiayaan sebesar Rp28,43 triliun
• 14 proyek embarkasi haji dan dengan frekuensi yang lebih banyak
tersebut akan digunakan untuk
16 proyek pusat pelayanan haji dibandingkan tahun 2018. Dengan
membiayai 634 proyek di 34 propinsi
terpadu di Direktorat Jenderal imbal hasil yang amat kompetitif,
pada 7 Kementerian/Lembaga
Penyelenggaraan Haji dan diharapkan masyarakat dapat
(Kemenag, Kemenhub, Kemenpupera,
Umrah, Kementerian Agama berpartisipasi dalam mendukung
Kemenristekdikti, LIPI, Kemen LHK, dan

60 61
HIBAH OLEH INDONESIA KE GREEN GLOBAL
LUAR NEGERI SUKUK 2019

S I
elama ini Indonesia lebih Pemerintah palestina sebesar ndonesia sebagai negara penerbit diterbitkan untuk kedua kalinya oleh Pemerintah.
dikenal sebagai negara kurang lebih Rp20 miliar, pada pertama Green Global Sukuk, Transaksi ini berhasil dilaksanakan dengan
penerima bantuan hibah. tahun 2013, pemerintah memberi membuktikan komitmennya memanfaatkan waktu yang tepat setelah terjadinya
Namun sebenarnya Indonesia hibah sebesar Rp9,7 miliar kepada terhadap Kesepakatan Iklim volatilitas yang tinggi di pasar modal global, dan
telah lama menjadi negara pemerintah Myanmar. Pada tahun Paris 2016, dimana Indonesia telah berhasil menerbitkan Green Global Sukuk dengan
donor untuk negara-negara yang 2014, Pemerintah memberikan menunjukan perkembangan yang memperoleh kelebihan permintaan sebanyak 3,3
membutuhkan bantuan donor hibah kepada universitas al azhar menjanjikan dalam berbagai proyek kali. Transaksi ini didukung oleh orderbook yang
dari Indonesia. Untuk itu perlu mesir, Indonesia muslim association pelestarian lingkungan, dan menarik berkualitas, dimana hal tersebut memperkuat
disebarluaskan bahwa selama in America Maryland, pemerintah investor asing yang semakin beralih kekokohan dan kedalaman pasar Sukuk yang
ini sebenarnya Indonesia telah suriah, sebia, bosnia heregovina dan ke praktik Sustainable Corporate berhasil menunjukkan preferensi investor yang kuat
memberikan bantuan baik berupa palestina. Di tahun 2015 pemerintah Governance khususnya dalam dalam penerbitan ini. Republik Indonesia mampu
barang/jasa ataupun berupa uang memberikan hibah kepada organisasi pembiayaan berkelanjutan berbasis memperketat dan berhasil menetapkan harga dengan
tunai kepada beberapa negara. internasional NECDO, Indonesian syariah. 25 sampai dengan 30 bps lebih ketat daripada
muslim center of Queensland LTD, pedoman penetapan harga awal.
Kegiatan hibah muncul karena pemerintah palau, pemerintah Pemerintah mengembangkan Green
adanya paradigm baru kerjasama palestina serta UNOHCA. Kemudian Bond and Green Sukuk framework Hal ini membuktikan tingginya kepercayaan investor
pembangunan yang dilakukan pada tahun 2016 pemerintah sebagai kerangka kerja untuk terhadap Indonesia, baik dilihat dari upaya pelestarian
melalui hibah dikarenakan aliran memberikan hibah kepada membiayai proyek ramah lingkungan lingkungan hidup, pengembangan keuangan
informasi yang sangat mudah diakses, pemerintah Laos. di sembilan sektor, yakni energi syariah, maupun pembiayaan negara. Transaksi
munculnya aktor baru (donor) di terbarukan, penggunaan teknologi ini sejalan dengan komitmen Republik Indonesia
tingkat global, teknologi baru yang Pada tanggal 21 Agustus 2017, bersih untuk pembangkit listrik, untuk memperkuat pasar keuangan Islam global dan
mendorong iasi sebagai alat transfer bersasarkan Keputusan Presiden petahanan terhadap perubahan berkomitmen untuk menyalurkan pendanaan yang
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

pengetahuan serta kerjasama (Keppres) Nomor 24 Tahun 2017, iklim untuk daerah rentan bencana, ramah lingkungan.
selatan-selatan yang menawarkan Pemerintah memberikan hibah transportasi berkelanjutan,
peningkatan prospek pembelajaran dalam rangka Pembangunan Klinik pengelolaan energi dan limbah, Adapun proyek-proyek green yang telah disiapkan

secara horizontal terhadap tantangan Kesehatan Indonesia Islamic Center pengelolaan sumber daya alam Pemerintah untuk Green Global Sukuk yang kedua ini

pembangunan (sumber buku saku di Ahmad Shah Baba Mina, Kabul, berkelanjutan, wisata hijau, bangunan adalah Proyek-proyek green APBN TA 2018 sebesar

desember 2016). Afghanistan. hijau, dan pertanian berkelanjutan. Rp8,207 Triliun; dan serta Proyek-proyek green APBN
TA 2016 (sudah selesai dilaksanakan) sebesar Rp8,547
Hibah Pemerintah Indonesia kepada Mewakili komitmen, kepemimpinan, Triliun. Proyek-proyek dimaksud tersebar di empat
negara lain dikatergorikan sebagai dan kontribusi pemerintah Indonesia Kementerian yaitu Kementerian Pekerjaan Umum
belanja hibah luar negeri. Pada tahun dalam komunitas Sustainable dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan,
2011, Pemerintah telah melakukan Financing global, Green Global Sukuk Kementerian Pertanian, dan Kementerian Energi dan
belanja hibah luar negeri kepada dengan jangka waktu 5,5 tahun Sumber Daya Mineral.

62 63
Realisasi APBN s.d. 31 Januari 2018 dan 2019
(dalam miliar rupiah)

URAIAN 2018 2019


Realisasi % thd Realisasi % thd
APBN APBN
s.d. 31 Jan APBN s.d. 31 Jan APBN

A. PENDAPATAN NEGARA 1.894.720,4 101.727,3 5,37% 2.165.111,8 108.080,6 4,99%

I. PENDAPATAN DALAM NEGERI 1.893.523,5 101.655,2 5,37% 2.164.676,5 108.080,6 4,99%


1. PENERIMAAN PERPAJAKAN 1.618.095,5 82.558,0 5,10% 1.786.378,7 89.764,3 5,02%
a. Pajak Dalam Negeri 1.579.395,5 79.384,3 5,03% 1.743.056,9 86.484,6 4,96%
b. Pajak Perdagangan Internasional 38.700,0 3.173,7 8,20% 43.321,8 3.279,8 7,57%
2. PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK 275.428,0 19.097,2 6,93% 378.297,9 18.316,3 4,84%
II. HIBAH 1.196,9 72,1 6,02% 435,3 - 0,00%
B. BELANJA NEGARA 2.220.657,0 139.428,0 6,28% 2.461.112,1 153.849,3 6,25%
I. BELANJA PEMERINTAH PUSAT 1.454.494,4 64.616,5 4,44% 1.634.339,5 76.127,7 4,66%
1. Belanja K/L 847.435,2 20.176,6 2,38% 855.445,8 31.980,3 3,74%
2. Belanja Non /L 607.059,2 44.439,9 7,32% 778.893,7 44.147,3 5,67%
II. TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA 766.162,6 74.811,3 9,76% 826.772,5 77.721,6 9,40%
1. Transfer ke Daerah 706.162,6 74.190,4 10,51% 756.772,5 77.405,7 10,23%
2. Dana Desa 60.000,0 620,9 1,03% 70.000,0 315,9 0,45%
C. KESEIMBANGAN PRIMER (87.329,5) (14.185,0) 16,24% (20.115,0) (22.778,4) 113,24%
D. SURPLUS/(DEFISIT) ANGGARAN (A-B) (325.936,6) (37.700,7) (296.000,2) (45.768,6)
% Surplus / (Defisit) Anggaran thd PDB (2,19) (0,26) (1,84) (0,28)
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

E. PEMBIAYAAN ANGGARAN (I+II+III+IV+V) 325.936,6 27.610,2 8,47% 296.000.2 122.527,4 41,39%


I. PEMBIAYAAN UTANG 399.219,4 26.978,3 6,76% 359.250,6 122.467,9 34,09%
II. PEMBIAYAAN INVESTASI (65.654,3) - 0,00% (75.900,3) - 0,00%
III. PEMBERIAN PINJAMAN (6.690,1) 598,1 -8,94% (2.350,0) 58,8 -2,50%
IV. KEWAJIBAN PENJAMINAN (1.121,3) - 0,00% 0,0 - 0,00%
V. PEMBIAYAAN LAINNYA 183,0 33,8 18,47% 15.000,0 0,7 0,00%
KELEBIHAN / (KEKURANGAN) PEMBIAYAAN ANGGARAN - (10.090,4) 76.758,8

64 65
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

66
Halaman Ini Sengaja Dikosongkan

67
A P B N K I TA ( K i n e r j a d a n F a k t a ) E d i s i F e b r u a r i 2 0 1 9

68
www.kemenkeu.go.id/apbnkita