Anda di halaman 1dari 23

SPESIFIKASI UMUM

Pekerjaan : Rehabilitasi Situ Cijoro Kab. Lebak


(Paket : Cjr.ST-I/ 2019)
Lokasi : Kabupaten Lebak
Tahun Anggaran : 2019

1. Lokasi dan Uraian Singkat Pekerjaan.


a. Lokasi Pekerjaan berada di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
b. Uraian singkat pekerjaan :
Uraian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah :
- Areal Situ (galian tanah).
- Pasangan Lining, Drainase Inlet, (galian tanah bangunan,
pasangan batu 1 PC : 4 Psr, Plesteran 1 PC : 3 Psr) Pekerjaan
Beton, Pengadaan dan pemasangan pintu air)

2. Gambar Rencana Kerja.


Gambar Rencana Kerja terlampir dalam Dokumen Pengadaan ini.

3. Spesifikasi Dasar.
Kecuali ditentukan lain, seluruh bahan yang dipakai untuk pelaksanaan
pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi Teknis
Khusus dan harus mengutamakan penggunaan bahan, peralatan dan jasa
produksi dalam negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam
spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar lainnya yang
disetujui.

4. Rencana Mutu Kontrak (RMK).


Draft Rencana Mutu Kontrak (RMK) Draft Rencana Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Konstruksi (RK3K) harus sudah dibahas pada
saat Pre Construction Meeting (PCM) dan Rencana Mutu Kontrak
(RMK) beserta lampirannya harus sudah diserahkan selambat-
lambatnya 14 (empat belas) hari kalender setelah diterbitkan Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) untuk mendapat persetujuan dari pejabat berwenang.
Rencana Mutu Kontrak (RMK) tersebut harus memuat secara mendetail
tahapan waktu dan cara pelaksanaan pekerjaan.

5. Peralatan dan Personil.


Segera setelah penandatanganan Kontrak, Penyedia Jasa harus sudah
memobilisasi peralatan dan personil yang akan digunakan di lokasi
pekerjaan diketahui dan disetujui oleh Konsultan Supervisi, sesuai dengan
jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan sebagaimana tertulis dalam daftar
peralatan yang telah disampaikan sebelumnya.

6. Perubahan Gambar Rencana Kerja/Redesain.


Bilamana selama pekerjaan ditemukan masalah teknis yang
mengharuskan terjadinya perubahan dari gambar rencana kerja, maka
Penyedia Jasa dapat mengusulkan perubahan kepada Konsultan Supervisi
(jika ada), semua perubahan harus mendapatkan persetujuan dari Pejabat
Pembuat Komitmen sebelum dapat dilaksanakan.
7. Pengukuran Ulang.
7.1. Penyedia Jasa harus melaksanakan pengukuran ulang sebelum
pekerjaan fisik dimulai. Segala biaya yang terkait dengan
pengukuran ulang tersebut menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.
Hasil pengukuran ulang diserahkan dalam rangkap 3 (tiga).
7.2. Titik tetap sebagai referensi yang dipergunakan pada saat
pengukuran ulang, adalah Bench Mark (BM) atau Control Point
(CP) yang ada di sekitar lokasi pekerjaan atau sesuai dengan
petunjuk Konsultan Supervisi.
7.3. Apabila menurut Konsultan Supervisi keadaan lapangan telah
banyak berubah sejak dilakukan pengukuran tersebut, atau hasil
pengukuran tersebut meragukan, maka Konsultan Supervisi dapat
memerintahkan kepada Penyedia Jasa untuk mengukur ulang
sebagian atau seluruhnya.
7.4. Gambar hasil pengukuran ulang agar diasistensikan kepada
Konsultan Supervisi dan disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK).

8. Pembayaran Kompensasi
Semua pembayaran Kompensasi kepada Pihak Ketiga yang disebabkan
oleh pelaksanaan pekerjaan harus ditanggung oleh Penyedia Jasa dan
harus sudah diselesaikan sebelum serah terima pekerjaan.

9. Tindakan Pengamanan Bagi Keselamatan Kerja.


Penyedia Jasa harus menyediakan perangkat keselamatan kerja, antara lain
berupa lampu isyarat/tanda pemberitahuan adanya kegiatan pekerjaan yang
cukup dan sesuai serta mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan
untuk perlindungan dan keselamatan umum.

10. Pemberitahuan Pelaksanaan.


Penyedia Jasa harus memberitahukan secara tertulis kepada Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) sebelum pekerjaan dimulai. Tidak boleh ada
pekerjaan yang dapat dimulai sebelum mendapat persetujuan Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK).

11. Bangunan Fasilitas Umum.


Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap keamanan dan
kelangsungan fungsi dari bangunan fasilitas/kepentingan umum seperti
jalan, tiang listrik/telepon dan lain-lain yang terkena atau terpengaruh
dengan adanya pelaksanaan pekerjaan. Untuk itu sebelum memulai
pekerjaan Penyedia Jasa harus mendapat persetujuan dari yang berwenang.

12. Papan Nama Kegiatan Pekerjaan.


Penyedia Jasa harus membuat papan nama kegiatan pekerjaan di lokasi
yang strategis dan mudah dibaca. Papan nama kegiatan pekerjaan tersebut
harus lengkap, minimal meliputi : Nama Kegiatan Pekerjaan, Jenis
Pekerjaan, Waktu Pelaksanaan, Biaya dan Pemberi Pekerjaan serta Nama
Pelaksana. Bentuk dan ukuran dari papan nama pekerjaan akan diberikan
apabila Kontrak Kerja sudah dtandatangani.
SPESIFIKASI KHUSUS

Pekerjaan : Rehabilitasi Situ Cijoro Kab. Lebak


(Kode Paket : Cjr.ST-I/ 2019)
Lokasi : Kabupaten Lebak
Tahun Anggaran : 2019

A. BAHAN-BAHAN UMUM

1. Syarat-syarat Umum

 Seluruh bahan bangunan yang akan dipakai harus memenuhi syarat-


syarat yang telah ditentukan, dan sebelum bahan-bahan bangunan
dipergunakan / dipasang, bahan-bahan bangunan terlebih dahulu harus
mendapatkan persetujuan dari Direksi.
 Jika dalam pelaksanaan ternyata penyedia jasa telah memasang
/mempergunakan bahan-bahan dan campuran-campuran yang
kualitasnya belum disetujui Direksi, maka pelaksanaan pekerjaan dapat
dihentikan / dibongkar dan penyedia jasa menanggung semua akibat
termasuk sanksi sesuai dengan peraturan – peraturan yang berlaku.
 Apabila dianggap perlu, Direksi berhak untuk mengadakan pengujian
dengan pembiayaan ditanggung oleh penyedia jasa.

2. Portland Cement

2.1. Semen yang dipakai adalah Portland cement sesuai dengan standar
Indonesia NI. 8 Pasal 3.2 NI-2 dan Portland cement yang telah
dinyatakan baik berdasarkan Balitbang Departemen Pekerjaan Umum
atau Portland cement yang beredar di pasaran
2.2. Pengujian dan Pemeriksaan
a. Contoh pemeriksaan dan pengujian semen-semen bila diperlukan
akan dilakukan oleh Direksi terhadap bahan contoh, pengujian dan
pemeriksaan harus ssesuai dengan Standar Indonesia NI-8 atau
ASTM, model C. 150 atu test yang sesuai dengan standar Inggris.
Para penyedia jasa harus menyampaikan keterangan kepada
Direksi, waku dan tempat semen dikeluarkan dari pabrik. Direksi
bila perlu setiap saat mempunyai wewenang untuk meneliti dan
memeriksa material, laporan analisa laboratorium dan
pengambilan contohsemen untuk diperiksa. Semen yang
bergumpal-gumpal dan gumpalan tersebut tidak bias dihaluskan
kembali dengan jari akan dianggap tidak memenuhi syarat
(melewati batas umurnya) dan harus dikeluarkan dari tempat
pekerjaan. Penyedia jasa harus mempersiapkan segala sesuatu
yang diperlukan dalam pengambilan contoh tersebut.
b. Direksi dapat memeriksa semen yang disimpan dalam gudang
setiap waku sebelum semen tersebut dipergunakan. Semen yang
tidak memenuhi persyaratan tidak boleh dipergunakan. Jika
ternyata ada semen yang tidak memenuhi syarat dan telah
terpasang, maka bagian yang telah menjadi campuran beton,
adukan semen dan bagian yang telah menjadi campuran beton
adukan semen dan grout tersebut harus dibongkar dan diganti
dengan semen yang baru atas biaya penyedia jasa.
Pengetesan silinder, kubus beton atau campuran semen yang
akan digunakan dapat diperintahkan oleh Direksi setiap waktu
untuk maksud keperluan dan campuran semen/beton yang diminta
untuk pengujian tanpa pungutan bayaran terhadap Direksi.
c. Semen tidak boleh dipakai abpabila tidak memenuhi syarat-syarat
yang ditentukan dan semen tersebut harus dikeluarkan dari lokasi
pekerjaan atas biaya penyedia jasa.
d. Semen yang telah disimpan lebih dari 30 hari dalam musim hujan
atau lebih 90 hari dalam musim kemarau harus dianggap
kadaluwarsa dan tidak boleh dipakai.

2.3. Gudang Penyimpanan

a. Penyedia jasa harus menyediakan suatu tempat penyimpanan


/gudang yang memenuhi syarat untuk menyimpan semen tersebut,
dan setiap waktu semen tersebut harus terlindungi dari
kelembapan dan pengerasan. Tempat/gudang penyimpanan
semen-semen tersebutharus benar-benar rapat/tertutup, kering
dan berventilasi cukup mempunyai jarak lantai yang ditinggikan
minimum 50 cm diatas tanah dan luasnya juga harus cukup untuk
menyimpan semen yang didatangkan, selain itu untuk menghindari
adanya penundaan/gangguan pekerjaan harus mempunyai
pelataran luas agar dapat menampung dan mengankut semen
tersebut secara terpisah, sehingga masih ada jalan untuk
mengambil contoh semen tersebut, menghitung semen yang akan
disimpan ataupun semen yang akan dipindahkan/dipakai.
Penumpukan semen dibatasi sampai setinggi 12 kantong dan bila
semen akan disimpan sampai 30 hari atau lebih tinggi tumpukan
dibatasi sampai 7 zak.
b. Untuk menghindari penyimpanan semen yang terlalu lama atas
semen-semen yang telah dikirim tersebut Penyedia jasa harus
mengatur penggunaan semn yang telah ada dalam zak-zak
tersebut secara berturut-turut sesuai urutan waktu pengiriman.
Setiap pengiriman semen harus langsung dismpan dan dengan
mudah dibedakan antara kiriman baru dengan yang lama. Semua
zak-zak bekas yang sudah kosong segera dikumpulkan dan
ditandai sedemikian rupa atas persetujuan Direksi untuk dibuang.
c. Penyedia jasa harus menyediakan alat timbang yang baik teliti
dalam skala yang memenuhi syarat untuk pengetesan berat
semen yang disimpan pada setiap tempa yang berhubungan
dengan pekerjaan bila diminta oleh Direksi.
d. Penyedia jasa harus memperkerjakan penjaga gudang yang baik
dan mapu menata pergudangan/tempat penympanan semen
tersebut, menyimpan dan mencatat dengan baik semua
pengiriman dan pemakaian / pengeluaran semen. Salinan dari
catatan tersebut juga siap diberikan/diperlihatkan kepada Direksi
bila diminta dan juga memperlihatkan secara jelas jumlah zak
semen yang telah digunakan selama pelaksanaan tiap bagian
pekerjaan.

2.4. Pengukuran dan Pembayaran


Harga satuan penawaran pada Daftar Kuantitas dan Harga untuk
setiap uraian pekerjaan yang memakai semen sudah harus termasuk
harga pembelian, transportasi, biaya pengiriman, penyimpanan di
gudang dan penempatan sampai menjadi beton, adukan pasangan
atau pekerjaan lainnya.

Tidak ada pembayaran tambahan untuk semen yang tersisa, terbuang,


rusak pada waktu memuat/mengangkut/menyimpan atau semen yang
dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan yang harus dibongkar/diganti
karena tidak memenuhi syarat atau karena kesalahan Penyedia jasa
dalam memperhitungkan jumlah semen yang dibutuhkan dalam
campuran.

3. Agregat (Pasir, Kerikil / Split) dan Batu Belah

3.1. Ruang Lingkup Kerja


Semua pasir, kerikil/split dan batu kali yang akan dipakai untuk semua
struktur/bangunan didalam pekerjaan ini harus atas dasar Dokumen
Kontrak dan untuk semua hal yang ada hubungannya. Hal yang
mungkin diminta /diperlukan oleh Direksi terdiri dari material diperinci
dan harus sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang ditetapkan.
Segala ketentuan-ketentuan dan kebutuhan harus dilaksanakan
kecuali ketentuan dan kebutuhan yang sudah dirubah oleh Direksi
untuk/bagi setiap pekerjaan tertentu.

3.2. Pengangkutan, Pembongkaran dan Penumpukan

a. Penyedia jasa harus mengangkut, membongkar dan menumpuk


semua pasir, agregat dan batu kali yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan bangunan-bangunan.
Semua cara-cara yang dikerjakan Penyedia jasa seperti
membongkar, memuat dan menumpuk agregat dan batu kali
setiap waktu harus disetujui oleh Dikreksi.
b. Lokasi dan pengaturan semua tempat penumpukan harus disetujui
oleh Direksi. Penyedia jasa harus membersihkan dan mengatur
drainase semua tempat yang dipersiapkan untuk penumpukan dan
harus mengatur penumpukan agregat dan batu kali sehingga
adanya kerusakan ataupun pemishan/hilang dapat dikurangi
seminimal mungkin dan penumpukan material tidak akan
berkontaminasi dengan tanah ataupun bahan-bahan lain
sehubungan dengan permukaan air banjir dan air tanah.
c. Penyedia jasa menyediakan biaya untuk pemrosesan kembali
agregat atau batu kali yang mungkin akan menjadi rusak atau
berkontaminasi sehubungan dengan penumpukan yang tidak
memadai dan perlindungan yang kurang. Penyedia jasa juga
harus melakukan semua pelaksanaan penumpukan dengan cara
menyimpan langsung semua matrial pada tempat penumpukan
secara berlapis. Pasir, agregat dan batu kali jangan dipindahkan
dari suatu tempat ke tempat penumpukan yang lain, kecuali pada
suatu keadaan tertentu yang memerlukan penyediaan jalan untuk
alat angkut, dalam penempatan secara berlapis yang cukup.
Penyedia jasaharus dapat berbuat sesuatu untuk menghindari
adanya kerusakan agregat dan bahan perkuatan yang mungkin
terjadi karena operasi alat angkut yang melewati penumpukan.
d. Penimbunan pada bagian sisi ujung stockpile tidak diijinkan.
3.3. Pasir / Sand

a. Sesuai dengan ketentuan-ketentuan, variasi type dan jenis pasir


yang dibutuhkan dalam pekerjaan konstruksi sebagai berikut :

 Pasir Buatan : (Manufactured sand)


Pasir yang dihasilkan dari batu-batuan
 Pasir Alam : (Natural sand)
Pasir yang diambil dari sungai-sungai
ataupun pasir alam yang didapat dari lain
sumber dan ini semua harus telah disetujui
oleh Engineer.
 Pasir Campuran : (Blended sand)
Campuran antara pasir alam dan pasir
buatan yang dibuat dengan ukuran yang
tepat, sesuai dengan gradasi yang
dijelaskan pada Sub-clause (g)

b. Semua pasir alam yang diperlukan dalam pekerjaan konstruksi,


Penyedia jasa harus mengusahakan dan mendapatkannya dari
sungai ataupun sumber alam lainnya yang telah disetujui oleh
Direksi.
c. Kalau pasir itu diperoleh dari sumber-sumber yang tidak dikuasai
oleh Pemerintah, maka Penyedia jasa harus membuat suatu
pengaturan/pembicaraan khusus dengan pemilik usaha pasir
tersebut dan Penyedia jasa harus membayar biaya-biayanya.
d. Persetujuan tentang pasir yang diperoleh dari sumber-sumber
alam, tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu persetujuan yang sah
untuk semua material yang diperoleh dari sumber-sumber alam
lainnya. Penyedia jasa harus bertanggung jawab penuh atas
semua kualitas dari semua material yang dipergunakan dalam
pekerjaan.
Penyedia jasa harus mempersiapkan dan menyerahkan kepada
Direksi, contoh sebanyak 15 kg sebagai sample dari pasir alam
tersebut dan mendapatkan persetujuan dari Direksi.
Selambat-lambatnya 14 ( empat belas hari ) hari sebelum
pemakaian bahan tersebut sudah diperiksa.
e. Deposit pasir alam harus dibersihkan dari vegetasi, bahan-bahan
lain yang mengotori dan yang dapat menimbulkan pasir menjadi
tidak baik. Deposit harus sedemikian rupa sehingga tidak
mengurangi mutu. Material-material tersebut harus disaring
(Screened) dan dicuci bila perlu untuk memperoleh pasir sesuai
dengan yang disyaratkan.
f. Pasir atau agregat halus ( fine aggregate ) harus benar-benar
bersih dan bebas dari clay lumps, soft dan flaky particle, shale,
alkali, bahan-bahan organic, loam, mika yang menimbulkan pasir
tidak memenuhi syarat untuk keperluan pekerjaan konstruksi.
Jumlah persentasi dari semua material tersebut beratnya tidak
akan melebihi 5%. Agregat yang baik adalah keras, tajam dan
butiran tahan terhadap pengaruh cuaca.
g. Semua pasir yang digunakan untuk pekerjaan beton yang
mempunyai karakteristik K175, K225 dan sebagainya seperti yang
telah ditentukan harus berupa pasir alam dan apabila perlu harus
dicari pasir campuran dalam perbandingan yang sesuai.

Pasir-pasir tersebut harus mempunyai modulus kehalusan


(fineness modulus) antara 2 – 3,2 atau pengetesan dengan
saringan sesuai dengan standar Indonesia.

Untuk beton PBI 1971 atau seperti berikut :

No.Saringan Prosentase bagian yang


(Screen No.) A. Tinggal dalam berat
4 0- 5
8 6 - 15
16 10 – 25
30 10 – 30
50 15 – 35
100 12 - 20
PAN 3- 7

Kalau prosentase yang tinggal (tertahan) dari saringan No.16


sebesar 20 % atau kurang, maka batas maksimum untuk
prosentase yang tertahan dari saringan N0.8 boleh naik menjadi
20 %.

h. Pasir yang digunakan untuk adukan bagi pekerjaan pasangan batu


harus berupa pasir alam dan apabila di test hrs memenuhi standar
seperti berikut :

No.Saringan Prosentase bagian yang


(Screen No.) B. Tinggal dalam berat
8 100
100 15 ( Max)

Dengan nilai tersebut di atas harus dengan gradasi lolos (well


graded) sehingga sesuai dengan pekerjaan adukan yang
diperlukan.

i. Pasir-pasir alam dan pasir-pasir campuran dapat diminta untuk di


test oleh Direksi untuk menentukan apakah pasir-pasir tersebut
sesuai dengan apa yang telah ditentukan dan dibutuhkan.
Penyedia jasa harus menyiapkan dan melaksanakan pengambilan
contoh yang diperintahkan oleh Direksi dengan tanggungan biaya
Penyedia jasa yang meliputi tenaga, material dan operasinya.
j. Pasir yang tidak memenuhi syarat - syarat harus
disingkirkan/dikeluarkan dari lokasi pekerjaan atas biaya Penyedia
jasa.
3.4. Agregat Kasar (Kerikil / Split)

a. Agregat kasar harus didapat dari sumber-sumber yang telah


disetujui oleh Direksi yang terdiri dari kerikil, batu-batu pecah
(Crushed stone) atau campuran dari semuanya itu.
b. Agregat kasar harus bersih, bebas dari partikel lunak, batuan
alkali, organic dan bahan lain yang tidak sesuai. Jumlah
persentase dari semua bagian yang tidak sesuai ini tidak lebih dari
3%. Untuk kandungan Lumpur bila melebihi 1% maka agregat
harus dicuci.
c. Agregat kasar harus dengan gradasi yang baik dengan ukuran
butiran antara 5 mm – 32 mm atau dengan ukuran yang dibatasi
untuk pekerjaan- pekerjaan khusus seperti yang telah ditentukan.
Agregat kasar mempunyai modulus kehalusan ( Fineness
Modulus) antara 6 – 7.5 atau bila dengan pengetesan berarti
sesuai dengan standar Indonesia untuk Beton, PBI 1971.
d. Agregat kasar harus sesuai dengan spesifikasi yang ada (PBI
1971) dan bila di test oleh Direksi karena tidak memenuhi
spesifikasi, Penyedia jasa harus mengayak sendiri, meningkatkan
mutu produksi agregat, sehingga memenuhi syarat seperti yang
disetujui oleh Direksi.

4. Batu Belah

4.1. Batu diperoleh dari suatu pengambilan yang telah disetujui oleh
Direksi. Batu - batu yang dipakai /digunakan adalah boulder atau batu
belah, mempunyai berat jenis (spesific gravity) minimum 2,4 ,
Compression strength ( tegangan kompressi) tidak boleh kurang dari
400 kg/cm2.
4.2. Untuk penggunaan pada pekerjaan pasangan batu, pasangan batu
kosong dan agregat jalan, maka batu – batu tersebut harus keras,
kasar, padat dan tahan lama serta bebas dari retak ataupun pecah.
4.3. Batu yang tidak memenuhi syarat harus disingkirkan/dikeluarkan dari
lokasi pekerjaan atas biaya Penyedia jasa.
4.4. Batu untuk pasangan harus dibentuk/dibuat dengan ukuran antara 15
– 20 cm atau sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Direksi.

5. Air

5.1 Semua air yang digunakan untuk pekerjaan beton, adukan dan grout
tidak boleh mengandung bahan organik, alkali, garam dan bahan –
bahan lain yang dapat mengganggu atau merusak adukan dan/atau
baja tulangan serta bahan konstruksi lainnya. Bila didapat keraguan
air yang akan digunakan dalam semua beton, adukan dan grout akan
di test oleh Direksi untuk menentukan kecocokannya terhadap
keperluan – keperluan atas biaya Penyedia jasa. Air yang dapat
diminum atau yang berasal dari PAM dianjurkan untuk dipakai.

5.2 Jumlah air yang dipakai untuk membuat adukan dapat ditentukan
dengan ukuran isi atau ukuran berat dan harus dilakukan dengan
tepat.
5.3 Penyedia jasa harus menyediakan air yang memenuhi syarat dalam
jumlah yang cukup dalam tempat/bak penampungan sedemikian rupa
sehingga tidak tercampur dengan bahan–bahan yang dapat
merusakan kualitas air tersebut.
5.4 Seluruh biaya pengadaan air telah masuk dalam harga satuan untuk
pembuatan beton, adukan dan grout.

6. Besi Tulangan Beton

6.1 Besi yang digunakan harus memenuhi standar Nasional NI 8,


diameter sesuai rencana, tidak cacat / berkarat.
6.2 Besi tulangan yang sudah dibengkokan untuk suatu rencana tidak
boleh dibengkokan ulang untuk rencana yang lain.
6.3 Penampungan / penyimpanan besi harus ditempat terlindung
(beratap) untuk menghindari terjadinya proses karat.

7. Kayu Bekisting

7.1 Kayu yang akan digunakan untuk bekisting/perancah harus kayu


yang kuat atau setingkat dengan kayu kelas II, mempunyai
ketebalan/dimensi yang cukup untuk menopang beton diatasnya.
7.2 Kayu yang telah digunakan maximal 3 kali, sangat dianjurkan untuk
tidak dipergunakan kembali.

B. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Ruang Lingkup Pekerjaan

1.1. Pekerjaan persiapan ialah kegiatan-kegiatan untuk mendukung


permulaan pekerjaan konstruksi, yang termasuk dalam mobilisasi dan
pekerjaan persiapan ialah :
- Mendirikan Direksi keet, barak kerja, gudang-dudang dan fasilitas-
fasilitas lain di tempat pekerjaan
- Melakukan pengukuran dan menyiapkan gambar pelaksanaan
- Mendatangkan tenaga kerja, alat-alat kerja, perlengkapan lain dan
kegiatan-kegiatan lain di tempat pekerjaan
- Memasang bouwplank untuk profil dan batas-batas bangunan
- Mengeluarkan biaya-biaya yang diperlukan untuk pembayaran
peralatan termasuk pembelian dan biaya pemindahannya
- Mengeluarkan biaya-biaya yang diperlukan untuk pembayaran setiap
pekerjaan lain yang harus dilakukan atau pekerjaan-pekerjaan yang
tak teruga pada permulaan pelaksanaan pekerjaan di Proyek dimana
pembayarannya tidak disebutkan dalam Kontrak

1.2. Semua fasilitas, alat kerja dan peralatan yang dibuat atau dibawa ke
tempat-tempat kerja, harus dianggap sebagai subyek untuk
melengkapi bab ini, jika Direksi tidak memberikan secara khusus dan
tertulis, cara-cara lain untuk suatu bagian-bagian pekerjaan atau
bagian khusus pekerjaan. Penyedia jasa harus bertanggung jawab
sendiri atas kelengkapan, efisiensi, penggunaan perlindungan
pemeliharaan, perbaikan dan pengamanan semua fasilitas alat kerja
dan peralatan-peralatan lainnya.

Fasilitas/alat kerja dan peralatan-peralatan yang termasuk dalam bab


ini tidak boleh dibongkar atau dipindahkan dari tempat kerja terutama
yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam Kontrak, tanpa
ijin tertulis dari direksi.

1.3. Semua fasilitas alat kerja dan peralatan-peralatan dalam tempat kerja
juga harus menjadi subjek sesuai hak Direksi, dan Direksi berhak
mengatur penggunaannya untuk menyelesaikan pekerjaan selama
Kontrak.

2. Direksi Keet/Barak Kerja

2.1. Penyedia jasa harus menyediakan kantor lapangan Direksi yang


sesuai dengan gambar yang disetujui Direksi

2.2. Kantor hars dilengkapi dengan penerangan yang memadai,


persediaan air bersih yang cukup

2.3. Kantor Direksi dibuat dari :


- Tiang rangka kuda-kuda dan rangka atap dari kayu keras
- Dinding dari papan kayu keras atau triplek
- Atap asbes, eternit dari triplek
- Jendela rangka daun pintu dari kayu keras dilapisi triplek

2.4. Barak kerja dibuat sedemikian rupa sehingga para pekerja dapat
beristirahat dan berteduh seperlunya.
2.5. Gudang dibuat agar bahan/ material yang disimpan terlindung dari
kerusakan akibat pengaruh cuaca dan pencurian.

3. Pengukuran, Mutual Check dan Gambar kerja (Shop drawing


Construction drawing)

3.1. Pengukuran detail seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan teliti


dan sesuai dengan ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar
kontrak, tidak dibenarkan memperbandingkan dengan skala, untuk ini
harus mendapat persetujuan dari Direksi.
3.2. Peil pokok pengukuran dan pengecekan hasil pekerjaan ini
menggunakan titik referensi yang disetujui Direksi, elevasi-elevasi
rencana harus dibaca sesuai dengan angka yang tertulis dalam
gambar rencana.
3.3. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur water pass,
theolodith, dan sebagainya dalam keadaan baik dan mempunyai
ketelitian tinggi dan disetujui Direksi.

3.4. Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan penyedia jasa diwajibkan


mengadakan pengukuran kondisi existing dilokasi pekerjaan
disaksikan Direksi dan gambar pengukuran tersebut disetujui oleh
Direksi dan Penyedia jasa. Berdasarkan gambar pengukuran
tersebut penyedia jasa membuat gambar pelaksanaan kerja (shop
drawing/Construction drawing) yang mana gambar tersebut sebagai
dasar pelaksanaan dan perhitungan bolume pekerjaan (mutual
check). Sebelum pelaksanaan pekerjaan gambar pelaksanaan
(construction drawing) tersebut harus sudah disetujuai Pemimpin
Proyek atau Pejabat yang ditunjuk olehnya.
3.5. Penyedia jasa diwajibkan membuat patok-patok sementara dari
dolken/kaso, setiap jarak 50 m dicat merah. Patok-patok ini dipasang
sedemikian rupa sehingga tidak bisa hilang.
3.6. Patok-patok sementara dipakai sebagai titik pengukuran dimana
ketinggian patok tersebut dapat diketahui dari hasil pengukuran
dengan titik referensi menggunakan titik tetap.
3.7. Penyedia jasa diwajibkan menjaga titik patok pengukuran ini karena
patok in sebagai titik Bantu di dalam pelaksanaan pekerjaan dan
dalam pengecekan hasil pelaksanaan pekerjaan oleh Direksi atau tim
pemeriksa.
Apabila patok/titik pengukuran tersebut hilang/rusak Penyedia jasa
diwajibkan mengganti patok baru dengan persetujuan Direksi.
3.8. Bila diminta oleh Direksi, maka Penyedia jasa harus membuat titik
tetap (neut beton) pada titik yang ditunjuk oleh Direksi.
3.9. Titik tetap ini dibuat dari beton sesuai dengan standar nut beton.

4. Pembuatan dan Pemasangan Bouwplank

5.1 Bouwplank dibuat dari papan kayu keras dengan sebelah atas diserut
halus dan rata dengan ukuran lebar antara 15-20 cm dan tebal 1 cm
dan dipasang, dengan baik.
5.2 Bouwplank diperlukan untuk membentuk profil bentuk bangunan
missal tanggal serta batas-batas bagian-bagian bangunan sesuai
dengan syarat-syarat teknik.
5.3 Bouwplank ini dipaku pada tiang-tiang dari kaso yang tertanam kokoh
pengukuran/pemasangan bouwplank harus dilaksanakan dengan
mempergunakan instrument waterpas (theodolith)
5.4 Tinggi peil bouwplank harus ditulis pada papan bouwplank dengna
meni/cat merah, sehingga terbaca dengan mudah.
5.5 Pemasangan bouwplank dilaksanakan setiap jarak maksimum 25 m,
untuk daerah-daerah tertentu. Jarak bouwplank yang lebih dekat
disesuaikan dengan medannya.
5.6 Bouwplank untuk pondasi harus diberi tanda jelas pada papan
bouwplank dan dipasang keliling pondasi.
5.7 Pemasangan bouwplank harus mendapat persetujuan Direksi.

5. Lain-lain.

6.1 Penyedia jasa harus membuat papan nama proyek sebanyak yang
diperlukan minimal 1 (satu) buah ukuran (1,20 , x 1,80 m) dan
penempatannya seperti yang ditunjuk oleh Direksi.
6.2 Penyedia jasa harus sudah membuat photo phase-1 sebelum
pelaksanaan dimulai (0%), dan phase berikutnya pada saat
pelaksanaan berlangsung (50%) dan pekerjaan sudah selesai (100%)
dilaksanakan masing-masing 3 (tiga) set dan disajikan dalam album
photo.
6.3 Penyedia jasa harus melaksanakan dengan biaya sendiri, tanpa ada
biaya tambahan dari proyek terhadap pengeluaran izin-izin yang
diperlukan dari instansi-instansi yang terkait yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
6.4 Penyedia jasa harus melaksanakan semua pekerjaan persiapan
lainnya yang berhubungan dengan kelancaran pelaksanaan
pekerjaan.
6.5 Pada akhir pekerjaan Penyedia jasa harus mengerjakan pekerjaan
perapihan, membersihkan lapangan pekerjaan tersebut diatas dari
sisa-sisa bahan bangunan, tanah/Lumpur dan lain-lain sesuai
petunjuk Direksi. Penyedia jasa harus selalu menjaga kerapihan
lapangan sampai batas waktu pemeliharaan selesai.
6.6 Penyedia jasa harus menyediakan fasilitas Alat Pelindung Diri (APD)
berupa helm dan sepatu lapangan, rompi kerja, dan P3K dilokasi
pekerjaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja serta dapat
memberi pertolongan cepat dan pengobatan kepada pekerja-pekerja
proyek yang mendapat kecelakaan pada waktu melaksanakan
pekerjaan.

6. Pengukuran dan Pembayaran.

Semua pembayaran terhadap pekerjaan persiapan, mobilisasi dan


demobilisasi yang tersebut dalam Bab ini sudah termasuk dalam harga
yang tercantum dalam harga satuan pekerjaan pokok tidak ada
perhitungan tersendiri dan pembayaran terpisah terhadap pekerjaan yang
dilaksanakan dalam pekerjaan persiapan mobilisasi dan demobilisasi ini,
kecuali apabila dalam daftar kuantitas dan harga (RAB) disebut sebagai
satuan pekerjaan seperti :
- Pengukuran (mutual check) dan penggambaran
- Pembuatan photo dokumentasi.

C. PEKERJAAN TANAH

1. Ruang Lingkup

Semua pekerjaan tanah yang diminta untuk dilaksanakan sebagaimana


yang dimaksud dalam dokumen-dokumen kontrak antara lain adalah :
pembersihan, galian tanah lumpur berikut pembuangan dan perapihan,
galian tanah bangunan, timbunan kembali di belakang bangunan, timbunan
tanah tanggul, gebalan rumput dan urugan pasir.

2. Pembersihan

2.1. Semua lahan dalam batas daerah pelaksanaan yang perlu diadakan
pembersihan seperti ditentukan Direksi harus dibersihkan dari semua
pohon dan benda-benda yang menggangu, serta harus dibuang dari
tempat pekerjaan kecuali ada ketentuan lain dari Direksi.

2.2. Pada umumnya hanya pohon-pohon yang akan menggangu pekerjaan


konstruksi yang dituntut oleh spesifikasi ini untuk dipindahkan dan
pohon-pohon sepanjang batas penguasaan tanah akan dibiarkan
ditempat. Pagar-pagar, dinding-dinding, bangunan-bangunan,
reruntuhan-reruntuhan (puing-puing) dari tempat pekerjaan harus
dibuang dan perlengkapan yang masih dapat dipergunakan,
diselamatkan dan dikumpulkan di lokasi-lokasi yang ditunjuk Direksi
dan akan tetap merupakan milik Direksi, diserahkan kepada Direksi
ditempat pekerjaan.
2.3. Penyedia jasa akan diminta untuk melaksanakan pembersihan
sebelum pelaksanaan konstruksi lainnya.

2.4. Kerusakan terhadap pekerjaan-pekerjaan dan milik masyarakat atau


pribadi yang disebabkan pelaksanaan Penyedia jasa dalam
pembersihan harus diperbaiki atau diganti atas biaya penyedia jasa.

2.5. Jika material hasil pembersihan akan dibakar, Penyedia jasa harus
mendapatkan ijin Direksi dan menempatkan orang untuk
mengawasinya dari kemungkinan bahaya kebakaran lingkungan alam
maupun harta benda. Bekas pembakaran harus dirapihkan sehingga
tidak mengganggu lingkungan.

2.6. Pembayaran untuk pembersihan dibuat menurut luasnya lahan yang


dibersihkan dengan batas-batas, bentuk dan ukuran sesuai dengan
gambar atau perubahan-perubahan yang diperintahkan Direksi, serta
harga satuan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3. Stripping/Kosrekan

3.1. Semua stripping pada permukaan lahan yang diperlukan untuk


pelaksanaan harus dilaksanakan menurut garis dan dimensi seperti
terlihat pada gambar rencana atau menurut petunjuk Direksi. Pada
bagian permukaan yang akan distripping bila terdapat tumbuhan
keras yang tumbuh harus dicabut, sehingga didapatkan hasil
stripping yang rata. Apabila dipandang perlu didalam pelaksanaan
pekerjaan, Direksi dapat merubah luasan permukaan yang
distripping. Penyedia jasa dapat menambahkan peralatan
secukupnya untk pekerjaan ini, bila dianggap perlu.

4. Galian Tanah Situ/ Waduk

4.1. Galian tanah yang dimaksud adalah galian tanah yang berada di
areal situ dengan kedalaman sesuai rencana atau sesuai petunjuk
dan perintah Direksi. Galian tanah ini dilakukan dengan
menggunakan alat berat (excavator).
4.2. Galian Tanah Situ (dab) dapat dilakukan dengan langsung memuat
hasil galian ke dalam Dump Truck yang terdapat dalam Item
pekerjaan “Angkut Material/Hasil Galian menggunakan Dump Truck
Maksimum 1 km” (gali langsung dimuat DT) atau dengan langsung
membuang hasil galian di sekitar lokasi Situ (gali langsung buang di
sekitar).
4.3. Pembayaran Item Pekerjaan ini berdasarkan jumlah galian
menggunakan excavatornya saja, untuk Angkutan DT dibayar
menggunakan Item Pekerjaan “Angkut Material/Hasil Galian
menggunakan Dump Truck Maksimum 1 km”

5. Galian Tanah Biasa (dtm)

5.1. Galian tanah dimaksud adalah galian tanah untuk pondasi atau tubuh
konstruksi, penggaliannya harus dilaksanakan mengikuti profil-profil
yang telah ada dan sampai kedalaman sesuai rencana atau sesuai
petunjuk dan perintah Direksi.

5.2. Kemiringan tebing/tanah galian dibuat sedemikian rupa dan


disesuaikan dengan kondisi tanah setempat agar tidak terjadi
kelogsoran
5.3. Apabila penggalian sampai dengan elevasi rencana tanah dasarnya
tidak sesuai persyaratan/tidak cocok untuk dasar pondasi, maka atas
perintah Direksi penyedia jasa harus mengganti lapisan tanah dasar
tersebut dengan tanah yang baik dan dipadatkan sampai tingkat
kepadatan tertentu sesuai petunjuk Direksi.

6. Angkut Material/Hasil Galian menggunakan Dump Truck Maksimum


1 km

6.1. “Angkut Material/Hasil Galian menggunakan Dump Truck Maksimum


1 km” yang dimaksud adalah tanah hasil galian excavator pada Item
Pekerjaan “Galian Tanah Situ (dab)” langsung dimuat ke dalam bak
Dump Truck (gali langsung dimuat DT) untuk diangkut menuju lokasi
buangan tanah yang jaraknya tidak lebih dari 1 km.
6.2. Pembayaran Item Pekerjaan ini berdasarkan volume galian yang
diangkut menggunakan DT-nya saja, untuk excavator dibayar
menggunakan item pekerjaan “Galian Tanah Situ (dab)”
6.3. Batasan perhitungan volume hasil galian yang dibayarkan dengan
Item “Angkut Material/Hasil Galian menggunakan Dump Truck
Maksimum 1 km” ini adalah untuk hasil galian yang dibuang dengan
jarak lebih dari 40 meter dari batas paling luar genangan situ pada
saat rencana muka air normal, sedangkan hasil galian yang dibuang
dengan jarak kurang dari 40 meter dari batas tersebut diatas
dianggap sebagai buangan di sekitar lokasi situ tanpa angkutan DT.
6.4. Tempat buangan hasil galian adalah tempat yang telah di setujui oleh
Direksi.

D. PEKERJAAN PASANGAN

1. Ruang Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan pasangan dibuat sebagai perkuatan seperti ditunjukan pada


gambar rencana meliputi komponen –komponen, pasangan batu kali,
siaran, plesteran, suling-suling drainase dan lain-lain yang saling terkait
sesuai penjelasan pada spesifikasi ini yang tertera di dalam gambar atau
ditetapkan Direksi.

2. Pasangan Batu 1PC : 4 Psr

2.1. Umum
Pasangan batu kali adalah suatu konstruksi perkuatan yang terdiri
dari batu kali yang direkat dengan adukan portland cement dan pasir.
Dalam pelaksanaan harus mengikuti semua ketentuan dan
persyaratan, kecuali jika ada yang karena khusus untuk jenis
pekerjaan tertentu dirubah oleh Direksi.

2.2 Susunan adukan


Adukan mortar untuk pasangan batu kali menggunakan spesi
campuran PC dan pasir dengan perbandingannya terdiri dari 1 PC : 4
Psr dalam volume.

2.3. Adukan
Cara dan alat yang dipakai untuk mengaduk spesi harus sedemikian
rupa, sehingga dapat menentukan dan mengatur banyaknya masing-
masing bahan secara terpisah dengan tepat. Jika dipakai mesin
pengaduk, maka lamanya pengadukan setelah semua bahan
dimasukan ke dalam mesin pengaduk, harus tidak kurang dari 2
(dua) menit kecuali jika banyak mengandung air. Adukan harus
dibuat hanya dalam volume yang cukup untuk pekerjaan yang segera
dilaksanakan, semua adukan yang telah tercampur selama 30
menit tidak boleh dipakai (harus dibuang).
Mengencerkan kembali adukan tidak diperkenankan. Semua
peralatan pengaduk dan pengangkut harus dicuci bersih tiap hari
selesai bekerja.

5. Plesteran

5.1. Semua sisi bagian atas yang horizontal dari pasangan batu kali dan
bagian atas yang miring selebal 20 cm puncak pasangan serta sisi-
sisi luar lainnya dari pasangan batu kali harus diplester dengan
susunan adukan 1 PC : 3 Psr dalam perbandingan volume.

5.2. Plesteran dibuat setebal 1.5 cm dan dilapis / diaci dengan air sement,
sehingga permukaan rata, licin dan rapi.

5.3. Permukaan batu yang diplester harus disiapkan sebelumnya :


- Permukaan harus dibersihkan dari kotoran dan butiran-butiran
lepas atau yang sudah lepas
- Permukaan adaukan harus dikasarkan dan dibasahi secukupnya
agar adukan merekat dengan baik.

6. Suling-suling Drainase

6.1. Suling-suling drainase dibuat dari bahan PVC mempunyai diameter 2


inch dengan mutu baik dipasang pada pasangan batu yang berada
diatas muka air normal dengan jarak sesuai dengan gambar atau
ditentukan oleh Direksi.

6.2. Bahan saringan terdiri dari pasir, kerikil atau batu pecah dari
sumber bahan yang disetujui. Ukuran dan gradasi bagian-bagiannya
harus diatur cermat sedemikian rupa sehingga tanah tidak terbawa
aliran.

6.3. Bahan saringan yang diisi pasir harus dipadatkan sehingga ukuran
memenuhi syarat.

6.4. Bagian suling-suling pipa PVC yang menempel pada lapisan kerikil
harus dilapis dengan ijuk sedemikian rupa sehingga air tanah dapat
mengalir tanpa membawa butiran tanah.
7. Pengadaan dan Pemancangan Cerucuk Bambu

Pemasangan cerucuk bambu untuk pembatas tanggul dipasang rapat dan


kuat agar tanah hasil urugan dari galian tanah situ tidak masuk lagi
kedalam situ. Peralatan yang digunakan untuk pemasangan cerucuk
bambu disesuaikan dengan lokasi yang ada. Jumlah cerucuk bambu yang
dipasang per meter panjang sejumlah 10-12 bambu, ukuran bambu yang
dipasang adalah panjang 2 m diameter 7-10 cm. pengukuran, untuk
pembayaran, untuk cerucuk bambu akan dilakukan sesuai dengan garis,
kemiringan dan ukuran yang diperlihatkan pada gambar, atau seperti
perintah direksi.

Pembayaran kepada kontraktor untuk pekerjaan ini akan dilakukan dengan


harga satuan per meter panjang (m’) yang ditawarkan di dalam daftar
kuantitas dan harga satuan harus sudah termasuk semua biaya yang
timbul dari tenaga kerja, material dan peralatan yang digunakan untuk
melaksanakan pekerjaan tersebut. Pembayaran dapat dilakukan
pembayaran setelah cerucuk bambu terpasang sesuai dengan gambar dan
perintah direksi.

8. Pekerjaan Paving Blok.

8.1. Paving blok yang digunakan adalah Paving blok uk 10 x 20 x 8 cm,


Sebelum pemasangan Paving Block pada Lahan, Tanah dalam
keadaan kering, padat, rata dan bersih.

8.2. Tebal urugan sirtu 3 - 5 cm, dan ketebalan yang harus dipasang harus
sampai tingkat ketinggian yang diatur dilapangan serta sebagaimana
yang diperintahkan oleh direksi . Tebal rata-rata yang ditetapkan pada
gambar rencana adalah berdasarkan pemeriksaan visual yang
diberikan sebagai perkiraan tebal rata-rata yang diperlukan.

8.3. Pemasangan dan penyusunan Paving blok dilaksanakan dengan


tenaga manusia, Paving blok disusun rata sedemikian rupa sehingga
dapat sesuai dengan yang diisyaratkan dan diinginkan.

8.4. Semua pekerjaan dikerjakan menurut profil-profil. sesuai garis. batas,


tingkat dan ketinggian dan ukuran-ukuran seperti ditunjukkan
dalam gambar atau sesuai petunjuk direksi.

E. PEKERJAAN BETON

1. Lingkup Pekerjaan
Semua adukan yang dipakai untuk bangunan yang akan dikerjakan harus
terdiri dari bahan-bahan yang memenuhi syarat dan harus dicampur
dengan perbandingan yang sesuai, dicor dan dituang sesuai dengan
ketentuan-ketentuan dan persyaratan teknik.

Pelaksanaan pekerjaan beton harus mengikuti peraturan-peraturan dan


ketentuan-ketentuan sesuai dengan spesifikasi teknik kecuali bila secara
khusus dirubah oleh Direksi juga harus mengikuti ketentuan-ketentuan
dalam PBI-71.

Penyedia jasa diperkenankan untuk membeli beton siap pakai (Ready mix)
dari perusahaan pembuat beton dengan persetujuan Direksi terlebih dahulu
ataupun membuat sendiri campuran beton sepanjang mempunyai alat-alat
dan tenaga ahli yang memadai sehingga tercapai mutu beton yang
disyaratkan.

2. Beton K-275
Lingkup Pekerjaan
Semua adukan yang dipakai untuk bangunan yang akan dikerjakan harus
terdiri dari bahan-bahan yang memenuhi syarat dan harus dicampur
dengan perbandingan yang sesuai, dicor dan dituang sesuai dengan
ketentuan – ketentuan dan persyaratan teknik.
Pelaksanaan pekerjaan beton harus mengikuti peraturan –peraturan dan
ketentuan ketentuan sesuai dengan spesifikasi teknik kecuali bila secara
khusus dirubah oleh Direksi juga harus mengikuti ketentuan – ketentuan
dalam PBI 71.

Penyedia jasa diperkenakan untuk mengadakan beton siap pakai (Ready


Mix) dari perusahaan pembuatan beton dengan persetujuan Direksi terlebih
dahulu ataupun membuat sendiri campuran beton sepanjang mempunyai
alat-alat dan tenaga ahli yang memadai sehingga tercapai mutu beton yang
disyaratkan

3. Campuran Beton

Beton harus dibentuk dari Portland Cement, pasir, kerikil/batu pecah, air,
seperti yang ditentukan sebelumnya, semuanya dicampur dalam
perbandingan yang sesuai dan diolah sebaik-baiknya sampai pada
kekentalan yang tepat

Ukuran maximum agregat kasar dalam beton untuk bagian-bagian dari


pekerjaan tidak boleh melampaui ukuran yang sepraktis mungkin hingga
tercapai pengecoran yang tepat dan memuaskan atau ukuran yang
ditetapkan oleh Direksi.
Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk
berbagai pekerjaan (sesuai kelas/mutu) harus ditetapkan dari waktu
kewaktu selama berjalannya pekerjaan, demikian juga pemeriksaan
terhadap agregat dan beton yang dihasilkan.
Perbandingan campuran dan factor air cement ( FAS ) yang ditetapkan
atas dasar beton yang dihasilkan, yang mempunyai kepadatan yang tepat,
kekedapan, keawetan dan kekuatan yang dikehendaki, dengan tidak
memadai semen terlalu banyak.
Faktor air cemen beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak
boleh melampaui 0.55 (dari beratnya)
Pengujian dari beton dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-
perbandingan campuran harus dirubah jika perlu untuk tujuan atau
penghematan yang dikehendaki, dalam kepadatan, kekedapan, keawetan
atau penghematan yang dikehendaki, dalam kepadatan, kekedapan,
keawetan atau kekuatan, dan kontraktor tidak berhak mengajukan
tambahan biaya atas penambahan atau kompensasi yang disebabkan oleh
perubahan tersebut.

Banyaknya air yang dipakai oleh beton harus diatur menurut keperluan
untuk menjamin beton untuk konsistensi yang baik dan menyesuaikan
variasi kandungan lembab atau gradasi ( perbutiran) dari agregat waktu
masuk dalam mesin pengaduk (mixer).
Penambahan air untuk mencairkan beton kaku hasil pengadukan yang
terlalu lama atau yang menjadi kering sebelum dipasang sama sekali tidak
diperkenankan.

4. Cetakan Beton

Cetakan harus sesuai dengan pellbagai bentuk, bidang, batas dan ukuran
hasil beton yang diinginkan sebagaimana tercantum pada gambar-gambar
atau seperti yang telah ditetapkan oleh Direksi.

4.1. Pelaksanaan Konstruksi Cetakan


a. Cetakan untuk beton yang sesuai dengan bentuk yang
dikehendaki harus dibuat sedemikian rupa kuatnya. Cetakan
dapat terbuat dari logam, lembaran plywood, papan kayu yang
dipres atau dari papan yang diserut halus, dan dalam keadaan
baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan
yang sempurna seperti yang ditentukan.
b. Permukaan cetakan harus menghasilkan permukaan beton yang
halus dan rata . Cetakan tersebut harus berkekuatan dan
mempunyai kekuatan tetap dalam tempat dan bentuk selama
pembebanan dan selama berlangsungnya pekerjaan
penggetaran untuk pemadatan beton
c. Sebelum beton dicor permukaan dari cetakan-cetakan harus
diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan untuk
mencegah secara efetif lekatnya beton pada cetakan dan tidak
akan mengotori beton. Semua material untuk melepaskan
lekatan boleh dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi.
Penggunaan minyak cetakan harus hati-hati untuk mencegah
kontak dengan besi dan mengakibatkan kurangnya daya lekat.
d. Cetakan harus cukup rapat untuk mencegah kebocoran adukan.
Cetakan ini dapat disanggah selama pengecoran beton pada
pilar-pilar beton (concrete piers), kaki logam (metal pedestal)
harus berdiri pada fondasi yang baik sehingga tidak akan ada
kemungkinan penurunan cetakan selam pelaksanaan.

4.2 Waktu dan Cara Pembukaan Cetakan


a. Waktu, cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus sesuai
dengan petunjuk Direksi, Pekerjaan ini harus dikerjakan dengan
hati-hati untuk menghindari kerusakan pada beton.
Beton yang masih muda tidak diizinkan untuk dibebani. Segera
setelah cetakan-cetakan dibuang, permukaan beton harus
diperiksa dengan hati-hati dan permukaan yang tidak beraturan
harus diperbaiki sampai disetujui Direksi.
b. Waktu pembongkaran cetakan terhitung sejak selesai
pengecoran harus terlebih dahulu disetujui Direksi, pada
umumnya setelah beton berumur 3 (tiga) minggu. Apabila ada
jaminan bahwa setelah cetakan acuan dibongkar, beban yang
bekerja pada bagian konstruksi itu tidak akan melampaui 50 %
dari beban rencana total, maka pembongkaran cetakan dan
acuan itu dapat dilakukan setelah beton berumur 2 (dua) minggu.
Jika tidak ditentukan lain, cetakan samping dari balok, dan
dinding boleh dibongkar setelah 3 (tiga) hari.
c. Cetakan-cetakan balok dapat dibongkar setelah dari semua
penunjangnya kelihatan baik dan baik pula pembetonannya.
d. Bagian-bagian konstruksi dimana terjadi sarang-sarang kerikil
harus diperbaiki dengan penuh keahlian.
Apabila menurut pendapat Direksi, sarang-sarang kerikil harus
yang terjadi dapat melemahkan/membahayakan konstruksi,
maka penyedia jasa harus membongkar beton pada lokasi
tersebut dan melekukan pengecoran ulang atas biaya penyedia
jasa.

4.3 Perawatan

4.1. Semua beton harus dirawat dengan air seperti ditentukan disini,
Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang
harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan.

4.2. Beton yang dirawat dengan air harus tetap basah paling sedikit
14 hari terus–menerus segera sesudah beton cukup keras untuk
mencegah kerusakan, dengan cara menutupnya dengan bahan
yang dibasahi air atau dengan pipa-pipa berlubang, penyiraman
mekanis, atau cara dietujui yang akan menjaga agar permukaan
selalu bersih.

4.4 Perlindungan

Penyedia jasa harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-


kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi.
Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar
matahari yang langsung paling sedikit 3 (tiga) hari sesudah
pengecoran. Perlindungan semacam itu harus dibuat efektif segera
sesudah pengecoran beton tanpa cetakan atau sesudah pembukaan
cetakan-cetakan.

5. Pekerjaan Pembesian/Penulangan

5.1 Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja


tulangan sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar, atau
sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Kawat pengikat untuk
mengikat tulangan harus kawat baja yang telah dilunakan semua itu
harus memenuhi persyaratan, atau lainnya yang disetujui oleh
Direksi.
5.2 Penggunaan baja tulangan yang mengalami pembengkokan pada
awalnya baja tulangan tersebut harus dalam keadaan lurus dan
bebas dari tekukan-tekukan, bengkokan-bengkokan atau kerusakan.
Dalam pengerjaan pembengkokan tulangan tindakan pengamanan
harus diambil untuk menjamin bahwa sifat fisik dari baja tidak terlalu
banyak berubah.
5.3 Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk
menghilangkan kotoran, lumpur, oli, cat, karat, kerak, percikan
adukan atau lapisan lainnya yang dapat mengurangi atau merusak
perletakan dengan beton.
5.4 Tulangan harus secara tepat ditempatkan sesuai dengan gambar dan
dengan kebutuhan selimut penutup minimum yang disyaratkan, atau
seperti yang diperintahkan oleh Direksi.
5.5 Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat
pengikat sehingga tidak tergeser sewaktu operasi pengecoran.
Pengelasan dari batang-batang melintang atau pengikat terhadap
tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan. Seluruh tulangan
harus disediakan sesuai dengan panjang keseluruhan yang
ditunjukan pada gambar.
5.6 Bila terjadi sambungan yang menumpang, penyedia jasa harus
meminta persetujuan dengan pihak Direksi sebelum melakukan
penyambungan terkecuali sudah ditunjukan pada gambar.
Setiap penyambungan yang dapat disetujui harus dibuat bertahap
sejauh mungkin dan harus diletakan pada titik minimal, dan panjang
yang menumpang haruslah 40 D (diameter) batang dan batang
tersebut harus diberikan kait pada ujungnya. Simpul dari kawat
pengikat harus diarahkan meninggalkan permukaan beton sehingga
tidak akan tampak dari luar.

5.7 Penghitungan volume pekerjaan penulangan dihitung volume bersih


teoritis atau didasarkan kepada perhitungan berat sebenarnya
tulangan yang dipakai sesuai dengan gambar-gambar kerja atau
yang diinstruksikan oleh Konsultan. Harga satuan penulangan di
dalam Kontrak mencakup semua biaya yang diperlukan di dalam
penyediaan, penanganan, pembersihan, pemotongan,
pembengkokan, penyetelan dan penyanggaan tulangan sedemikian.

F. PEKERJAAN DEWATERING

1. Pekerjaan Kisdam

Pekerjaan kisdam dilaksanakan pada pekerjaan kontruksi yang selalu


dimungkinkan adanya gangguan air/genangan air. Pada kegiatan ini
dilaksanakan pada perbaikan bengunan penguras (bottom outlet)

Pembuatan kisdam dilaksanakan untuk mengamankan lokasi


pekerjaan terhadap air selama proses pelaksanaan berlangsung
dengan ketinggian elevasi yang aman sampai pekerjaan selesai.

Bahan pembuatan kisdam ini adalah tumpukan karung plastik yang


diisi dengan pasir/tanah. Pengisian pasir/tanah dibuat tidak penuh ±
50% isi karung plastik, supaya pada saat penumpukan kisdam dapat
lentur mengisi bagian-bagian yang berongga sehingga konstruksi
kisdam kuat dan rapat tidak terjadi bocoran.

Untuk menghindari keruntuhan, pada tepi kisdam bagian luar dan


dalam dipasang cerucuk supaya kuat.

Setelah pekerjaan konstruksi dinyatakan selesai oleh Direksi,


bangunan kisdam ini harus dibongkar dan dibersihkan ke luar
ketempat yang ditentukan.

2. Pengeringan / Pompanisasi

2.1 Pengeringan / pompanisasi dilaksanakan untuk membantu


pengeringan air terhadap bocoran-bocoran pada kisdam atau
mata air yang ada pada bagian yang sedang dikerjakan.
2.2. Pengeringan dilaksanakan dengan pompa mesin kapasitas
yang memadai sesuai keadaan bocoran/rembesan air yang
ada. Sehingga selama pelaksanaan konstruksi berlangsung
dapat terjaga terhadap gangguan air dengan membuat lubang
galian pada ujung pipa penghisap lebih dalam dari galian tanah
untuk pekerjaan yang dilaksanakan.

G. PEKERJAAN LAIN - LAIN

1. Dokumentasi

Semua kegiatan pelaksanaan pekerjaan harus didokumentasikan


dengan pengambilan 0%, 50% (pelaksanaan) dan 100% (pekerjaan
telah selesai). Pengambilan photo diusahakan pada 1 (satu) titik dan 1
(satu) arah pengambilan sehingga akan terlihat proses pelaksanaan,
jumlah titik pengambilan sesuai dengan petunjuk Direksi dibuat
rangkap 3 (tiga) dan dialbumkan serta dikirim ke Direksi berikut
dengan negatif filmnya.

2. Pelaporan

Penyedia jasa diharuskan membuat laporan harian, laporan mingguan


serta laporan bulanan yang memuat semua informasi kegiatan
pekerjaan. Format laporan sesuai petunjuk Direksi dibuat rangkap 3
(tiga) untuk dikirim ke Direksi pekerjaan.

3. As Built Drawing

3.1. Pada akhir dimana kegiatan sudah dinyatakan selesai 100%,


maka Penyedia jasa harus membuat gambar As Built Drawing
sesuai dengan yang dilaksanakan di lapangan.

3.2. Gambar As Built Drawing dibuat diatas kertas kalkir ukuran A1 dan
dicetak blue print sebanyak 3 kali dan dijilid setelah mendapat
pengesahan dari Direksi.

I PEKERJAAN AKHIR DAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN

1. Pekerjaan Akhir

1.1. Pada akhir pekerjaan Penyedia jasa harus.


- Membongkar semua bangunan-bangunan sementara dan
mengeluarkannya dari lokasi pekerjaan, kecuali bangunan-
bangunan sementara tersebut masih diperlukan dalam masa
pemeliharaan atau terhadap sesuatu yang dinyatakan lain oleh
Direksi.

- Melakukan perapihan seperti membersihkan lapangan dari sisa


bahan bangunan, sisa bongkaran bangunan sementara,
tanah/lumpur, sampah, rumput dan lain-lain sesuai petunjuk
Direksi.

1.2. Penyedia jasa harus melakukan perbaikan-perbaikan terhadap


pekerjaan yang rusak atau catat dan harus selesai sebelum
masa pemeliharaan berakhir (serah terima kedua). Penyedia
jasa harus selalu menjaga kerapihan lapangan sampai batas
waktu pemeliharaan selesai.

1.3. Penyedia jasa diwajibkan membuat as built Drawing dari


pelaksanaan pekerjaan dan mendapat persetujuan dari
Pemimpin Proyek atau pejabat yang ditunjuk olehnya. As built
drawing diserahkan berupa 1 (satu) set kalkir dan 2 (dua) set
cetak biru dan harus sudah diserahkan sebelum serah terima
kedua.

2. Pemeriksaan Pekerjaan

2.1. Pemeriksaan yang dilakukan Direksi


- Direksi akan melaksanakan pengawasan semua kegiatan
pekerjaan setiap hari dan mencatat kegiatan pekerjaan pada
buku harian
- Pada waktu pekerjaan akan diserahkan kepada pihak
pertama, Direksi akan mengadakan pemeriksaan akhir untuk
pekerjaan tersebut
- Disamping photo-photo pelaksanaan yang dibuat Penyedia
jasa sesuai yang disyaratkan pada syarat-syarat administrasi,
Direksi akan membuat photo-photo yang dilaksanakan pada
waktu pemeriksaan pekerjaan akhir Pemeriksaan berdasarkan
syarat-syarat teknis beserta gambar desainnya.
- Segala peralatan/biaya yang diperlukan untuk keperluan
pemeriksaan tersebut menjadi tanggung jawab Pemborrong.
Apabila setelah diadakan pemeriksaan diatas masih ada
kekurangan atau belum sesuai dengan syarat-syarat teknis,
Penyedia jasa diwajibkan menyelesaikan pekerjaan sesuai
dengan syarat-syarat teknis

2.2. Pemeriksaan Oleh Tim Pemeriksa Pekerjaan


- Sebelum diadakan serah terima pertama pekerjaan kepada
Pihak Pertama, Team Pemeriksa mengadakan pemeriksaan
hasil pekerjaan tersebut (100%).
- Pada waktu pemeriksaan oleh Team Pemeriksa akan
membuat photo-photo hasil pekerjaan dan hasil pemeriksaan
di lapangan.
- Apabila setelah diadakan evaluasi dari hasil pemeriksaan per
bagian oleh Team Pemeriksa ternyata masih ditemukan
kekurangan-kekurangan pekerjaan/tidak sesuai dengan
syarat-syarat teknis dan gambar desainnya maka Penyedia
jasa diwajibkan untuk memperbaiki pekerjaan sesuai dengan
syarat-syarat yang sudah ditentukan.
- Segala keperluan peralatan/biaya yang diperlukan untuk
pemeriksaan hasil pekerjaan dan segala akibat yang
ditimbulkan akibat pemeriksaan tersebut menjadi tanggung
jawab Penyedia jasa.

J. PENUTUP
Demikian persyaratan atau spesifikasi ini dibuat untuk menunjang
kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Diluar persyaratan ini masih tetap berlaku peraturan-peraturan lainnya.
Apabila dalam persyaratan ini ada kekurangan atau kekeliruan, Penyedia
Jasa tidak boleh mengambil keuntungan dari hal tersebut, melainkan harus
minta penjelasan dari Direksi Pekerjaan.
Serang, Desember 2018

SNVT Pembangunan Bendungan


BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian
Pejabat Pembuat Komitmen
Danau, Situ dan Embung

Hanif Wasistono Adi, ST., MPSDA.


NIP. 19800908 2008121001