Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 02

Mohammad Ilham Daradjat-1606904964

1. a. Jelaskan definisi "duty cycle" dalam mesin las listrik, dan berikan rumus untuk
memperkirakan performa mesin las

Duty cycle adalah spesifikasi mesin pengelasan yang mengambarkan jumlah menit dalam
periode 10 menit dimana welder dapat dengan aman menghasilkan arus pada pengelasan.
Contoh mesin pengelasan dengan 30% duty cycle harus “diistirahatkan” selama minimal 7
menit setelah 3 menit pengelasan berturut-turut

𝐼 2
𝑇𝑎 = ( ) × 𝑇
𝐼𝑎

Ta: Required Duty Cycle ; T: Rated Duty Cycle ; I: Rated Current at Ta

;Ia: Maximum Current at Ta

b. Hitunglah Berapa arus maksimum yang diijinkan bila mesin las dioperasi secara terus
menerus (tanpa berhenti) untuk mesin las dengan meng-gunakan mesin berkapasitas 450A
dengan 60 % duty cycle.

=
𝑇 1/2
𝐼𝑎 = ( ) × 𝐼
𝑇𝑎
1
60 2
𝐼𝑎 = ( ) × 450
100

𝐼𝑎 = 348.57 𝐴
2. a. Jelaskan fungsi perangkat mengurangi tegangan (voltage reducing device) pada penggunaan
las listrik AC. Jelaskan secara singkat prinsip alat tsb.

Pada mesin las digunakan perangkat pengurang teganga (voltage reducing device) yang
digunakan untuk mengurangi voltase pada pegangan elektroda (electrode holder) hingga 25V
atau lebih kecil. Peralatan ini dipakai untuk meningkatkan keamanan welder dari bahaya
tersetrum.

b. Jelaskan arti kode sebagai berikut: E6010, E7018, E7028-B3, dan ER70T-6

E6010: Kawat elektroda memiliki kekuatan tarik minimum 60ksi, pengelasan dapat dilakukan
dengan segala posisi. Arus DC+ dengan covering organik

E7018: Kawat elektroda memiliki kekuatan tarik minimum 70ksi, pengelasan dapat dilakukan
dengan segala posisi. Arus AC atau DC+ pelapis ion hydrogen, iron powder (approx 25%)

E7028-B3: Kawat elektroda memiliki kekuatan tarik minimum 70ksi, pengelasan dapat
dilakukan dengan posisi flat dan horizontal. Arus AC atau DC+ pelapis ion hydrogen, iron
powder (approx 50%) . Alloy yang terdapat pada deposit las 2,25% Cr dan 1% Mo.

ER70T-6: Kawat elektroda memiliki kekuatan tarik minimum 70ksi. memiliki ketahanan
serapan uap

3. Mengapa beberapa jenis elektroda terbungkus (SMAW) perlu di-keringkan (dryng) sebelum
digunakan. Faktor-faktor apa yang harus dipertimbangkan dan apa yang terjadi bila
elektrodanya tdk dikeringkan pada pengelasan baja HSLA.

Elektroda terbungkus (SMAW) perlu dikeringkan sebelum penggunaan berguna untuk


menurunkan kadar air yang tercebak pada elektroda. Elektroda ini dijaga agar memiliki kadar
hidrogen yang rendah. Elektroda dijaga dengan penyimpanan pada kaleng kedap udara bersegel
untuk mencegah masuknya udara dan uap air. Ketika kaleng dibuka, elektroda yang terekspos
udara bebas selama beberapa jam harus dikeringkan.

Faktor yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah:

- Kadar air yang tinggi akan menyebabkan porosity.


- Kadar air berlebih akan mempengaruhi pemisahan slag sehingga memungkinkan terjadinya
slag inclusion.
- Benda las akan terpapar Hydrogen Induced Cracking.

Pembatasan kadar hidrogen ini berguna untuk mencegah masuknya hidrogen ke logam cair.
Masuknya hidrogen kedalam baja akan menyebabkan efek hidrogen induced cracking (HIC)
yang akan memicu perpatahan.

4. Apa efek polaritas (+ & -) terhadap penetrasi las untuk (a) elektroda habis pakai (consumable
electrode) dan (b) non-consumable electrode. Buat gambar skematik.

a. Elektroda habis akan menghasilkan panas maksimum pada katoda(-). Efek polaritas pada
consumable pada DCEP (+) akan panas maksimum pada benda las dan minimun panas pada
eletroda sehingga menghasilkan penetrasi yang dalam. Sedangkan, DCEN (-) akan panas
minimun pada benda las dan maksimum panas pada eletroda sehingga menghasilkan
penetrasi yang dangkal.
b. Elektroda tak habis/pejal akan menghasilkan panas maksimum pada Anoda(+). Efek
polaritas pada consumable pada DCEP (+) akan panas maksimum pada elektroda dan
minimun panas pada benda las sehingga menghasilkan penetrasi yang dangkal. Sedangkan,
DCEN (-) akan panas minimun pada elektroda dan maksimum panas pada benda las
sehingga menghasilkan penetrasi yang dalam.
5. Sebutkan keuntungan & kerugian bila menggunakan gas campuran Ar + CO2 dibandingkan
dengan hanya CO2.

Keuntungan

- Mengurangi sputter, yang menghasilkan hasil las lebih halus, sehinga relatif lebih murah
dan efisien, karena mengurangi proses penghalusan permukaan pasca pengelasan.

- Meningkatkan kekuatan mekanik hasil las, terutama terhadap nilai impak

- Variasi transfer cairan logam lebih beragam.

Kerugian

- Biaya gas pelindung lebih mahal karena harga gas argon jauh lebih mahal.
- Gas argon tidak bereaksi menimbulkan slag sehingga pengotor tidak dapat terangkat

6. a. Jelaskan secara singkat dengan cara sketsa transfer logam modus dalam pengelasan MAG.

=
Mekanisme transfer logam dapat dipengaruhi oleh jenis gas pelindung yang digunakan.
Penggunaan CO2 akan menyebabkan mekanisme tranfer short arc dan globular. Penggunaan
gas campuran CO2 dan Argon akan merubah mekanisme transfer menjadi spray.

Diagram menunjukan perbandingan spatter yang terjadi pada mekanisme transfer logam
dengan menggunakan CO2 dan STARGON (CO2 + Ar + O2)

b. Jelaskan dengan sketsa gambar, Dalam las busur MAG pada rentang arus tinggi, mode
transfer logam "globular" dari tetesan logam ketika CO 2 digunakan sebagai shielding gas,
sedangkan mode "spray" dengan compuran 80% Ar +20% CO2.

=
Dengan penggunaan gas pelindung CO2 mode transfer cairan logam akan terbentuk globular
dan short arc bergantung pada arus yang dipakai. Pada arus tinggi dengan penggunaan CO 2
elektroda akan sangat panas sehingga cairan logam terakumulasi membentuk globular. Pada
penggunaan gas campuran Argon dan CO2 gas argon yang berat akan memecah aliran cairan
sehingga menghasilkan mode transfer spray.

7. a. Jelaskan secara singkat perbedaan antara AC & DC welding power supply.

AC menggunakan arus bolak-balik yang akan menghasilkan panas merata amtara dua kutub
(elektroda dan benda las) sehingga akan menghasilkan penetrasi yang dalam dengan cleaning
action yang maksimum.

DC menggunakan arus searah akan menghasilkan panas tepusat pada anoda atau katoda
tergantung jenis elektroda (consumable atau non-consumable) dan arah polaritas arus. Sehingga
penetrasi akan bergantung pada faktor panas yang dihasilkan.

b. Jelaskan secara singkat istilah "cleaning action" & "stiffness of arc".

= Cleaning Action adalah efek pembersihan yang disebabkan oleh oksida yang terkikis akibat
aliran elektron balik ke arah elektroda pada penggunaan arus AC atau DC Reversed Polarity
Stiffness of arc adalah kkekuatan dari busur berdasarkan kecepatan dan gaya kedalam busur
yang kuat sehingga menghasilkan penetrasi yang maksimal. Namun ars yang terlalu kaku
cenderung menghasilkan spatter yang banyak.

8. Dalam kasus apa “Arc Blow” cenderung terjadi pada las busur baja? Berikan dua contoh dan
jelaskan penyebabnya dengan sketsa.

= arc blow terjadi karena arc berubah arah, tidak mengikuti jalur terpendek dari elektorde dan
benda kerja, sehingga dapat menimbulkan spatter. Terdapat dua contoh penyebab arc blow yaitu
magnetic arc blow dan thermal arc blow.

Magnetic arc blow

Magnetic arc blow disebabkan oleh kondisi tidak seimbang medan magnet pada sekitar arc.
Kondisi medan magnet yang tak seimbang ini akan menyebabkan arc bergeser lebih jauh. Hal
ini juga dapat disebabkan oleh perpindahan arus dari elektroda-arc-benda las.
Thermal arc blow

Secara fisika busur listrik membutuhkan titik


panas pada elektroda dan pelat untuk
mempertahankan aliran arus kontinu dalam
aliran busur. Saat elektroda maju di sepanjang
benda las, busur akan cenderung tertinggal.
busur ini seharusnya bergerak dari lokasi
sebelumnya untuk pindah ke lempeng yang
lebih dingin. Ruang antara ujung elektroda dan
permukaan panas molekul terionisasi dan, oleh
karena itu, lebih konduktif daripada elektroda
ke pelat dingin. Ketika pengelasan dilakukan
secara manual, sejumlah kecil "thermal back
blow" tidak merugikan karena busur, tetapi
memiliki magnetic arc blow yang tinggi. .

9. Dalam pengelasan MAG, paanjang busur- dipertahankan stabil melalui “self regulation”-
dengan sumber daya DC. Jelaskan secara singkat dengan sketsa gambar mekanisme pengaturan
tsb.

Mekanisme pertambahan panjang elektrode ditinjau dari perubangan tegangan. Naiknya


tegangan akan menyebabkan turunnya arus yang berpengaruh pada laju leleh elektroda.
Sehingga dengan tinjauan tegangan, laju elektroda leleh dapat diperhitungkan. Hal ini berlaku
juga ketika tegangan turun, dan laju leleh meningkat.
10. Jelaskan prinsip dari mesin las inverter, dan berikan dua keuntungan dari mesin inverter tsb
dibandingkan dengan mesin las SCR-jenis konvensional.

Inverter merupakan perangkat listrik yang dapat merubah arus DC menjadi arus AC. Inverter
bekerja seperti kontak yang terus dinyalakan dan dimatikan secara cepat yang akan memutar
arus secara periodik. Hal ini akan meningkatkan kontrol frequensi arus. Penggunaan inverter
akan meminimalisir jumlah kawat transformator sehingga ukuran mesin mengecil.

Keuntungan

- Kontrol frequensi yang tinggi pada mesin inverter mulai dari 20.000Hz-100.000Hz
- Transformator yag lebih kecil, akibat frequensi arus AC yang tinggi. Hal ini menyebabkan
mesin dapat lebih portable.